Title : The Wolf

Author : XiuMinSeok

Length : Chapter

Genre : YAOI/School Life/Drama/Romance/Friendship/Mystery(?)

Cast : Exotic (Yang belum tahu, baca cerita sebelumnya : Popular but Liars dan The Perfet)

Rate : T

Warning :

Yaoi, BL, Typo, No Siders

so don't like don't read!

XiuMinSeok

present

The Wolf

Chapter 3 : Kode Merah

Terinspirasi dari Novel Karangan Sara Shepard

Pretty Little Liars

Author hanya mengambil part seperti;

Geng yang beranggotakan 4 orang dan Musuhnya

Tapi alur cerita murni dari otak author sendiri

So DO NOT COPY MY FF

.

.

.

.

.

DISCLAIMER

EXO Member bukan punya author, tapi punya sang Pencipta, Keluarga, Sment

Author Cuma pinjam mereka buat FF ini doang

Kalian bisa gampar saya setelah baca ini!

Malam besoknya, setelah mereka—para polisi—menemukan tulang-tulangnya Lay yang tidak hangus termakan api, ke empat namja manis pembohong itu menginap di apartmentnya Baekhyun. Luhan membiarkan TV di ruang tamu menyala karena D.O yang terus-terusan menangis. Baekhyun menghabiskan waktunya untuk meminum teh hangat, sementara Tao duduk di sofa sambil memeluk kakinya.

Mereka berempat tampak kacau dengan mata bengkak. Mereka lelah, tetapi tidak bisa tidur. Tidak ada yang memulai pembicaraan, terlalu takut apapun yang keluar dari mulut mereka akan membuat suasana semakin buruk. Luhan mengganti chanel TV ke saluran berita, yang mana semenjak 45 menit terakhir, 'Lay' terus menjadi topik utama.

"Luhan, bisakah kita tidak menonton itu?" D.O berkata, suaranya terdengar aneh karena hidungnya tersumbat oleh cairannya sendiri.

"Huh?" Luhan menoleh ke arah D.O, tapi pandangannya tidak fokus. Ia tidak mendengar.

D.O kembali menangis sesunggukan ketika Tao mendekat ke arahnya dan memeluknya hangat.

"Paman Chanyeol ke mana Baekhyun?" Tao bertanya.

.

.

.

.

.

.

.

"Dia…" Baekhyun kembali ke ruang tengah dengan segelas besar teh—lagi—di tangannya. "Dia sedang keluar kota."

"Apa dia tahu?" Tao menggantung nadanya, tidak tahu apa ia butuh jawaban ini, mengingat berita Lay sudah menjadi topik berita di chanel manapun.

"Tentu saja." Baekhyun duduk di samping Tao, ia menyesap tehnya.

"Tapi…"

"Dia tahu aku di sana. Dia tahu kita di sana. Maksudku dia tahu kalau kita di sana sesaat setelah rumah pohon sialan itu terbakar." Seolah tahu apa yang dikhawatirkan Tao, Baekhyun berkata dengan malas-malasan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Dia sudah mati. Tapi dia tetap ada di mana-mana." Baekhyun mengambil remote TV dari tangan Luhan secara paksa, mengganti salurannya ke acara kartun.

"Baekhyun!" D.O menjerit, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Kenapa? Dia seharusnya bisa melompat dari rumah pohon itu! Dia memilih mati! Tidakkah kau mengerti D.O, Lay bunuh diri!" Baekhyun menatap D.O nanar, air matanya jatuh. Bagaimanapun Lay tetaplah sahabatnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setidaknya di masa lalu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau benar." Luhan berkata kemudian. "Ia bunuh diri, dan ia membuat kita bertanggung jawab karenanya." Luhan bergidik. Ia kemudian duduk di lantai, merangkak ke arah D.O, mengelus kaki pria bermata bulat tersebut dengan sayang, menenangkannya.

"Cepat atau lambat, polisi akan meminta kesaksian kita. Kita harus membuat cerita." Baekhyun menggenggam tangan D.O.

"Kau benar." Tao menatap teman-temannya itu satu persatu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Apapun yang terjadi jangan beritahu mereka." Tao mendekatkan jari telunjuknya ke bibirnya…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ssshhh, Don't tell them anything."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Dia mengirimkan SMS ke pada kami semua…"—D.O

.

.

.

"Luhan yang datang pertama di rumah Lay, lalu aku dan Baekhyun…" –Tao

.

.

.

"Apinya begitu besar, aku… kami… kami tidak tahu harus berbuat apa…"—Luhan

.

.

.

"Ada beberapa petasan di dekat rumah pohon itu, sepertinya, Lay menyalakannya sebelum kami datang." –Baekhyun

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kami mengidentifikasi adanya cairan bensin di rumah pohon tersebut. Apakah Lay berusaha bunuh diri? Apa ia punya musuh?"—Polisi

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Lay adalah anak yang manis…"—D.O

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Aku rasa tidak…"—Baekhyun

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Musuhnya Lay, musuh kami juga…"—Luhan

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Lay itu anak populer. Semua orang membencinya."—Tao

.

.

.

.

#KECUP

MAAFKAN SAYA KARENA SANGAT TERLAMBAT UPDATE CERITANYA. T.T MANA INI HANYALAH SEPENGGAL MASA LALU PARA EXOTIC PADA SAAT KEJADIAN ITU, TAPI DARI PADA TIDAK DIUPDATE LEBIH BAIK HINT KAN? :3 #DIGAMPAR . THANK YOU BUAT SEMUANYA YANG SUDAH REVIEW SAYA CINTA KALIAN!

AND MY LAST WORDS

THANKS FOR READING :)

AND REVIEW PLEASE

#AEGYO BARENG XIUMIN