Title : The Wolf
Author : XiuMinSeok
Length : Chapter
Genre : YAOI/School Life/Drama/Romance/Friendship/Mystery(?)
Cast : Exotic (Yang belum tahu, baca cerita sebelumnya : Popular but Liars dan The Perfet)
Rate : T
Warning :
Yaoi, BL, Typo, No Siders
so don't like don't read!
XiuMinSeok
present
The Wolf
Chapter 4 : Kode Biru
Terinspirasi dari Novel Karangan Sara Shepard
Pretty Little Liars
Author hanya mengambil part seperti;
Geng yang beranggotakan 4 orang dan Musuhnya
Tapi alur cerita murni dari otak author sendiri
So DO NOT COPY MY FF
.
.
.
.
.
DISCLAIMER
EXO Member bukan punya author, tapi punya sang Pencipta, Keluarga, Sment
Author Cuma pinjam mereka buat FF ini doang
Teman Lama, menurutku, adalah sosok yang malang.
#FLASHBACK (Teman Lama)
DULU SEKALI, AKU tidak pernah membenci Lay. Kami teman baik.
.
.
.
.
.
.
Sahabat.
.
.
.
.
.
Belahan jiwa.
.
.
.
Apa yang Lay kenakan, aku pasti akan langsung merengek ke pada Eomma untuk membelikan yang seperti Lay punya. Aku menyukai apa yang dia suka; makanan kesukaannya, selera fashionnya, pelembab bibirnya, warna rambutnya. Eomma bilang kalau Lay dan aku seperti anak kembar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Namun,
.
.
.
.
.
.
Hal-hal aneh tejadi semenjak Lay dan aku masuk Junior HS.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lay mulai menyimpan banyak rahasia.
.
.
.
.
.
.
.
Ia mulai sering membatalkan janji menginap di rumahku. Ia mulai sering mengeluh; hal-hal kecil seperti bajunya yang sobek akan membuat Lay berteriak.
.
.
.
.
.
.
.
Dan yang paling membuatku kesal adalah orang-orang yang membuat lelucon tentangku dan Lay. Mereka bilang aku anjingnya Lay tapi tidak memiliki rantai. Mereka bilang aku pengikutnya Lay. Mereka bilang aku terobsesi dengan Lay.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
AKU TIDAK PERNAH TEROBSESI DENGANNYA!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku begini karena aku…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Temannya… kan?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Suatu pagi di belakang sekolah, aku mengintip Lay sedang berbicara dengan teman sekelasnya yang bermata bulat itu. Meskipun lumayan jauh jarak mereka dari tempat kuberdiri, namun aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Well… apa yang mereka teriakkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lay memegang secarik kertas warna biru kala itu. Ia memainkannya di depan wajah si pria bermata bulat; mengibas-ngibaskan kertas tersebut sambil menyeringai, mengangkat tangannya tinggi-tinggi saat si pria mencoba mengambil kertas itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lay sedang menggodai si pria bermata bulat.
.
.
.
.
.
.
.
.
"KAU! Dasar jalang!" Si pria mencoba merebut kertas warna biru yang belakangan kuketahui adalah surat cintanya buat salah satu guru kami.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Yang kuinginkan hanya pertemanan." Lay berkata, matanya melirik tajam ke arah si pria saat Lay mengembalikan kertas biru tersebut ke padanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lay… ingin berteman dengan si pria bermata bulat?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku terpana di tempatku. Rasanya ada ribuan belenggu yang memaksaku tetap berdiri di tempat. Lay tampak olehku sedang berjalan ke arahku, ia mungkin akan menuju kelas. Bisa gawat kalau Lay menemukanku sedang mengintipnya. Tetapi itu tadi, aku tidak bisa bergerak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau…" Lay akhirnya sampai di tempatku bersembunyi sedari tadi. "Kau menguping?" Ia mendorong tubuhku ke dinding, anehnya, tubuhku baik-baik saja. Sakit yang kurasakan saat itu berbeda.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku tidak bisa menjawab Lay, mataku terus memandangnya. Seolah bayangan Lay mengabur, aku mengedipkan mataku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Air mata ya?
.
.
.
.
.
.
.
.
"Brengsek." Lay berdecih kemudian berlalu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku melihat punggungnya yang semakin menjauh. Saat itu kenapa Lay terasa begitu jauh, tidak tersentuh. Mataku panas, dan hidungku basah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hey." Si pria bermata bulat berkata, matanya memandangku jijik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau seharusnya membusuk di neraka bersama tuanmu itu. Lay benar-benar brengsek, iya kan?" Mata pria itu memang indah. Pantas Lay menyukainya. Ia sosok teman yang sempurna.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ck. Anjing sialan!" Pria itupun menghilang di balik tembok, meninggalkan aku di belakang sini.
#FLASHBACKOFF
Aku sedang melihat pantulan diriku di depan cermin. AHH~ Wajah yang sempurna. Warna biru yang sempurna.
The Wolf akan dimulai beberapa menit lagi, jadi, aku harus cepat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Terkadang, penjahat yang menang." Aku menginjak foto Baekhyun saat aku berlalu pergi.
#KECUP
HANYA INGIN MENCERITAKAN PUZZLE PUZZLE DI MASA LALU. SEMOGA BISA JADI PETUNJUK :*
AND MY LAST WORDS
THANKS FOR READING :)
AND REVIEW PLEASE
#AEGYO BARENG XIUMIN
