TEARS

Part 2

Main Cast : Kris

Tao

Lay

Other Cast : All of member EXO

Genre : Angst (gagal), Romance,Hurt -_-

Rated : M.. Bisa berubah sewaktu-waktu,hahahha….

Author : Miss Kim

Maafkan author kalau di FF ini bahasanya agak liar dan kalo Tao lagi esmosi di FF ini,bahasanya bisa jadi kasar se-kasar telapak kaki om Sooman.

Michelle Kim : maap..bukan bermaksud kejam,ini cobaan muehehehe…iya,ini official couple

Chikakyumin : ini udah di lanjut hehehe…

Missribeth : jangan frustasi /.\ ini udah di lanjut chapt 2 nya…

Pandarkn : wu fan bukannya sok ganteng,tapi emang ganteng hahahha…

Dewicloudsddangko : makasih…miss usahain buat Kris menderita :3

: di fp memang susah nyari-nya..ketimbun sama ff yang lain sih hehehe…nangis ya *kasih tissue* jangan jambak Kris Lay,,kasihan hahaha….

Frea-chan exotic shipper : iya ini yang dif b hehee…ingat /.\ terhura deh *abaikan*

DobiPanda : ini udah update..miss sengaja buat Tao tersakiti,cobaan buat pens-pens nya Tao muehehehe… *ditabok Tao*

Missjelek : ini udah next chapt

KT in the house : ini udah dilanjut..ayok kita bunuh Kris bareng-bareng *asah samurai :3

Meyy-chaan : mau-nya Kris itu sebenernya nikah sama Miss :3 *dibunuh Tao* Ini udah kilat kan :/

SYKYShippers : update-nya gak lama kan? Feel-nya dapet? Alhamdulillah. *potong tumpeng*

Anisaaa : kenapa gak jadi bunuh Kris? Kita bunuh bareng-bareng yok :3

Maichannie26 : di fp belum lanjut..Miss belum sempet ngetik-nya.. hehehe…sibuk ujian soal-nya

AKHIR KATA..THANKS FOR REVIEW… *Cipokin satu-satu*
*bow bareng KrisTao*

Next chapt review lagi ya …

Don't Like Yaoi…

Don't Read…

~~ Happy Reading ~~

"Kau rekam dan aku yang memfotonya. Kau mengertikan kan Eun Hwa?"

"Aku liburan ke China bukan untuk menguntit orang lain! Tapi kau membuatku melakukannya."

"Sudah diam! Ini demi temanku."

"Arasso!" Eun Hwa dan Mei Li pun melancarkan aksi merekam dan memfoto nya.

"Kali ini,mati kau Wu Fan! Besok rekaman itu akan sampai di tanganmu,Tao." Batin Mei Li.

- Miss Kim -

Samar-samar Tao mendengar suara keributan. Dia membuka matanya dan melirik jam weker,masih pukul 6 pagi tapi dorm sudah ribut. Tao mengerjapkan matanya dan mengucek-ucek matanya.

"Kau sudah bangun,Tao?"

Tao tersenyum sambil merapikan tempat tidurnya.

"Eh Tao,kau ikut jogging?"

"Jogging?" Tao berfikir sejenak. "Ah,ne gege. Aku ikut."

"Palli mandi. Gege tunggu di luar,ne?"

Tao segera meraih handuknya dan masuk ke kamar mandi.

"Hyung,kiss me…" Ucap Sehun pada Luhan.

"Sehun-a," Wajah Luhan memerah dan tertunduk.

"Aku tidak tau bagaimana caranya mengurangi kadar ke-mesuman-mu,Sehun-a." Sambung Xiumin yang baru keluar dari kamarnya.

"Palli kita pergi." Chanyeol menatap semua orang dengan senyum pepsodent-nya.

"Tao juga ikut. Dia sedang mandi. Tunggu sebentar." Xiumin mendudukkan dirinya di sebelah Chen namjachingu-nya.

"Kalian mau kemana?" Tanya Lay yang baru datang dari dapur.

"Jogging,kau tidak ikut gege?" Tanya Chen.

"Tadi aku lihat persediaan di kulkas sudah habis,aku belanja saja." Lay duduk di sebelah Baekhyun.

Tak berapa lama Tao keluar dari kamarnya.

"Let's go!" Chanyeol menarik Baekhyun keluar dorm dan diikuti dengan member lain

Sepanjang perjalanan,mereka saling bercanda. Tapi Tao merasa ada yang kurang,dia melihat ke depan ada Xiumin dan Chen Di belakangnya,Kai dan D.O. Kemudian ada Chanyeol dan Baekhyun . Dia dan juga Suho. Di belakang mereka tampak Sehun yang asyik menggoda Luhan.

"Kau mencari Kris?" Suho membuyarkan lamunannya.

Tao menatap Suho dan tertawa,"Bagaimana gege bisa tau?"

"Hahahahah…tadi gege sudah membangunkannya,tapi dia bilang di capek,makanya tidak ikut."

Tao menggigit bibir bawahnya. Entahlah,dia hanya khawatir mengingat Lay juga tidak menarik nafas.

"Tao,tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa." Luhan menepuk bahu Tao dari belakang.

"Maksud gege?"

"Kau menghawatirkan Kris kan?"

"Apa aku sebegitu mudahnya di tebak?"

"Hyung,kalian ada masalah lagi,ya?" Tanya Sehun.

"Aniya." Tao tersenyum.

- Miss Kim -

Lay tengah mengambil minum dan seseorang tengah melingkarkan tangannya di pinggang Lay. Lay mengelus wajah orang itu,"Kau sudah bangun,Kris."

"Ne..Mana yang lainnya,kenapa begitu sepi?"

"Mereka baru saja berangkat jogging."

"Kenapa kau tidak ikut?" Kris membalik tubuh Lay menjadi menghadapnya.

"Aku mau belanja,kebutuhan dorm sudah habis,Kris."

"Kau yakin karena itu?"

Lay mengernyitkan dahi-nya,"Maksudmu?"

"Kau sengaja tidak ikut supaya kita bisa berduaan kan?"

Lay tertunduk,"Aniya."

Kris menarik dagu Lay dan menciumnya sekilas,"Lay…boleh aku melakukannya? Aku benar-benar merindukanmu."

Lay menatap Kris dan tersenyum,"Baiklah,tapi satu ronde saja. Aku tak mau ketahuan oleh mereka dan lagi pula,aku masih harus belanja."

Kris tersenyum pada Lay dan menggendong Lay ala bridal style ke kamarnya.

- Miss Kim -

Sepanjang jogging,Tao hanya diam dan melamun. Bahkan dia tidak mendengarkan ocehan Suho yang ada di sampingnya. Pikirannya melayang memikirkan Kris. Mengingat peristiwa malam itu membuat hatinya tidak tenang.

"Hosh..hosh..hosh…Kita makan di café sana saja..hosh…" Xiumin menarik nafasnya dan melanjutkan kata-katanya,"Otte?"

"Emm..kita sarapan di sana saja,D.O hyung pasti capek,dia tidak bisa -bisa dia sakit." Kai merangkul bahu D.O.

"Baiklah. Kajja!" Ucap Suho.

Mereka pun masuk dan memesan berapa lama pesanan mereka datang.

"Selamat makan!"' Ucap Baekhyun.

"Hyung..kau mau aku suap?" Tanya Kai pada D.O.

"Tidak usah Kai. Kau makan-lah."

"Baiklah." Kai hanya tersenyum pada namjachigu-nya itu.

Luhan terus memperhatikan Tao yang tampak murung. Bahkan Tao tampak tak berselera memakan sarapannya.

"Tao,kau kenapa?" Tanya Luhan.

Tao tersadar dari lamunannya,"Eh,gege berbicara padaku?"

"Dari tadi hyung terus melamun,ada apa?" Tanya Kai.

"Tidak ada apa-apa Kai." Tao berusaha tersenyum.

DDRRRTT…

Tao meraih ponselnya,ternyata telepon dari Mei Li.

"Ne,Mei Li-a."

"…."

"Ani. Aku sedang ada di café dekat dorm."

"…"

"Kau ada di depan dorm ku?"

"…"

"Baiklah,tunggu aku,ne? Aku akan segera ke sana."

"Siapa?" Tanya Chen.

"Temanku. Aku pergi dulu,ge." Tao bangkit dari duduknya.

"Tapi Tao,kau bahkan belum menyentuh sarapanmu." Penyakit ke-ibu-an D.O pun akhirnya kambuh.

"Aku tidak lapar,ge." Tao berlari meninggalkan member yang lain.

"Firasatku benar-benar tidak enak!" Ucap Xiumin sambil menatap Luhan dan Baekhyun bergantian.

"Sebenarnya,apa yang kalian bicarakan? Sejak kemarin aku bertanya,tapi tak ada yang menjawab." Chen menatap Xiumin.

"Entahlah. Aku juga tidak tau apa yang sedang aku bicarakan." Xiumin melahap makanannya lagi.

- Miss Kim -

"Eissh..Tao..lama sekali!" Mei Li terus berjalan bolak balik di depan bangunan dorm EXO M itu.

"Lay,kau bisa berjalan,kan?"

Mei Li menatap ke asal suara. Dia memicingkan matanya. Dengan segera Mei Li bersembunyi di balik dinding bangunan yang jaraknya tak jauh dari tempat Kris dan Lay berdiri dan mengeluarkan ponselnya,"It's show time!" Batin Mei Li.

"Meskipun agak sakit,tapi tak apa lah." Lay tersenyum pada Kris.

"Mianhae,seharusnya tadi aku 'bermain' berjalan yang normal,kau bisa kan?"

"Gwaencana. Aku bisa." Lay mengecup bibir Kris sekilas.

"Saranghae." Ucap Kris.

Lay menatap Kris dengan mimic wajah yang serius,"Apa menurutmu mereka tak akan curiga? Maksudku,Luhan ge,Xiumin ge dan Baekhyun kan sudah mengetahui hubungan kita,apa menurutmu mereka akan memberitahu Tao?"

"Mereka pasti melakukannya dari dulu. Tapi sampai sekarang semuanya baik-baik saja kan?" Kris meraih tangan Lay," topimu."

Mereka berdua pun berjalan sambil bergandengan tangan.

Mei Li menatap sinis Kris,"Dasar laki-laki brengsek! Jadi kalian habis bermain?"

"Mei Li!"

Yeoja itu menatap ke belakang dan tampaklah Tao dengan nafas yang terengah-engah.

"Ada apa,Mei Li?"

DDRRTT..

Ponsel Tao berbunyi.

"Itu rekaman yang aku dapatkan kemarin malam dan pagi tadi."

"Rekaman apa?"

"Kris dan Lay."

Mei Li membuka tasnya dan mengambil sebuah amplop dengan ukuran yang lumayan besar.

"Mianhae Tao,aku berbohong padamu soal kejadian bulan lalu. Kau masih ingat?" Tao mengangguk.

"Sebenarnya aku memiliki rekamannya. Hanya saja,aku ragu apakah aku harus memberikannya atau tidak padamu."

Tao menatap Mei Li tajam,"Bagaimana kau dapatkan rekamannya?"

"Well,dia dan selingkuhannya itu melakukannya di hotel tempatku bekerja. Aku mati-matian untuk merekam ini,jadi pergunakan dengan baik,arra?"

Tao Nampak ragu menerima amplop yang ada di tangan Mei Li. Dan Mei Li nampak mulai tak sabaran.

"Kau mau atau tidak? Aku hampir terlambat bekerja,Tao."

Tao menatap sendu amplop itu dan meraihnya dari tangan Mei Li.

Mei Li menatap Tao dan menepuk bahunya,"Jangan terlihat lemah lagi Tao. Bersabarlah."

Tao mengernyitkan dahinya.

"Yeah..kau akan tau setelah melihat rekamannya. Dan kalau aku jadi kau,maka aku tidak akan memaafkan banyak penghianat di tempatmu."

Mei Li tersenyum pada Tao dan meninggalkan namja manis itu dengan beribu pertanyaan dalam pikirannya.

- Miss Kim -

Tao menatap amplop yang ada di meja yang berisikan video dan foto-foto Kris.

Ia ingin sekali dia juga takut,takut kecewa.

Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri,akhirnya Tao membuka amplop berisikan foto-foto Lay dan Kris.

Tao menatap sendu pada foto-foto yang berserakan di meja ruang tamu dorm itu.

Mulai dari foto tengah bergandengan tangan,berpelukan sampai hot kiss ada di foto itu.

Tao mencengkram dadanya, matanya pun tak terbendung lagi.

Tao meraih ponselnya dan melihat 2 rekaman yang di kirimkan Mei Li.

Rekaman pertama,saat Lay dan Kris berciuman di taman malam itu.

"Jadi kau keluar untuk ini,ge?" Tao semakin terisak.

Tao membuka rekaman yang satunya lagi,rekaman yang Mei Li dapatkan pagi tadi di depan dorm.

"Mianhae,seharusnya tadi aku 'bermain' berjalan yang normal,kau bisa kan?"

"Mwo? Bermain?" Tao menghapus air matanya kasar,"Kami jogging dan kalian malah bercinta?"

"Apa menurutmu mereka tak akan curiga? Maksudku,Luhan ge,Xiumin ge dan Baekhyun kan sudah mengetahui hubungan kita,apa menurutmu mereka akan memberitahu Tao?"

"Mwo? Luhan,Xiumin bahkan Baekhyun gege tau? Dan mereka diam saja?"

Tao semakin merasa sakit. Well,dia merasa di khianati oleh 5 orang sekaligus.

Tao menghempaskan ponselnya di sofa dan bergegas menuju dapur dan mengambil minum.

Setelah itu,dia memutar CD rekaman Mei Li yang ada di amplop.

Tao kembali duduk di sofa dan mulai menonton rekaman itu.

Baru 10 menit Tao menontonnya,air matanya kembali mengalir deras.

Bagaimana tidak? Di rekaman itu tampak Kris dan Lay sudah full naked.

Tanpa Tao sadari,gelas yang ada di tangannya pecah karena dia menggenggamnya terlalu erat.

Tangan Tao sudah penuh dengan darahnya. Tao tersenyum pahit.

Bagaimana bisa,dia mendapatkan penghianatan seperti ini? Menyakitkan.

Tao bangkit dari duduknya tanpa mematikan rekaman yang ada di TV berjalan menuju dapur,lagi.

"Ah,sebaiknya aku cuci piring kotor ini saja."

Tao mulai mencuci piring kotor itu sambil terus menangis,di tambah lagi suara erangan dan desahan yang berasal dari TV,tangisan Tao semakin pedih.

Tao mulai membuka mulutnya dan mulai menyanyikan sebuah lagu berharap dengan menyanyikan sedikit lagu itu,sakit hatinya sedikit berkurang.

I Have died everyday,waiting for you…

Darling don't be afraid,I have loved you..

For a thousand years..

I'll love you for a thousand more..

Air mata Tao semakin deras. Bahkan luka di tangannya kalah sakit dengan luka yang ada di hatinya.

Tanpa sadar lagi,Tao memecahkan gelas yang ada di tangannya dan darahnya semakin mengucur deras.

Tao melempar piring dan gelas yang ada di wastafel itu ke sembarang semakin penuh dengan darah dan air matanya semakin deras.

"Ahh…fffasstteerr…Krriiss.."

"Kau beeggi…ahh..ttuu nikmmat…Layy..ahh"

Suara rekaman itu semakin menusuk hati Tao. Tao menutup telinganya dan menjerit keras.

Tao duduk di meja makan dan menghempaskan semua barang-barang yang ada di meja makan itu.

"Arrgghhh!" Pekik Tao saambil melemparkan sebuah piring yang ada di meja makan ke ruang tamu.

Lantai kini penuh dengan pecahan kaca dan tetesan darah meraih kursi-kursi meja makan itu dan menghempaskannya hingga tak berbentuk berjalan menuju kamar Kris.

Bahkan saat Tao menginjakkan kakinya ke pecahan kaca itu,dia tak merasa sakit.

Saat masuk,Tao masih bisa mencium aroma sperma dalam ruangan itu.

Tao melihat tempat tidur Kris tak ada sprei lagi. Dia melirik keranjang baju kotor Kris,dia mengacaknya dan hasilnya dia menemukan sprei tempat tidur Kris, CD dan pakaian Lay. Semuanya berbau sperma. Bahkan Tao mendapati sperma yang melapisi sprei bed Kris.

Tao tersenyum sinis. Dia memandangi dirinya di kaca yang ada dalam kamar Kris. Kemudian dia keluar lagi.

Tao mencari-cari tongkat wushunya. Setelah dapat,dia masuk lagi.

PRRANGGG

Tao memukul kaca itu dengan tongkat wushunya.

"Sebegitu burukkah kelakuan kalian?"

PRRAANNG…

Lagi-lagi Tao memukul kaca itu hingga sebagian kacanya mengenai tangan dan wajahnya.

Air mata Tao dan darah segarnya masih setia menemani Tao.

Tao keluar dari kamar Kris dan PPRRAANGG…

Tao memukul vas bunga yang ada di meja itu hingga berkeping keping.

Tao menatap foto semua member EXO berukuran besar yang terpajang di ruang tamu itu dan PRRANGG..

Tao menghancurkan foto itu,"We are one. We are EXO? Bitch! Kalian semua tak lebih dari kumpulan penghianat!"

PRRANGG! Tao memukulkan tongkat wushu-nya ke foto itu hingga foto itu benar-benar hancur.

Tangan Tao semakin banyak mengeluarkan darah,bahkan pelipisnya juga mulai mengeluarkan darah.

Dia menendang pintu kamar Lay dan menatap sekitarnya.

"Ahh..Kris..more..lebiihh dalammhh..akkhh!"

"Apa kau menikmati junior big size-nya ada di dalam hole mu?"

PRRANNGG! Kaca yang ada di dalam kamar Lay hancur akibat pukulan Tao dan lagi-lagi serpihan kacanya mengenai kaki,wajah dan tangannya.

Tao mencengkram dadanya. Perih sekali.

Tao keluar dari kamar Lay dan menatap TV dengan berurai darah segar dan air mata.

Tao berjalan ke dapur dan mengambil sebuah sebuah botol berisi air putih yang ada di dalam kulkas.

Tao kembali ke sofa dan duduk sambil menyaksikan rekaman laknat itu.

Cucuran darahnya tak di hiraukan. Tao meneguk minuman itu sedikit kasar.

Di rekaman itu tampak Lay yang tengah mengemut junior milik Kris.

Tao menggigit bibir bawahnya dan terisak,"Arggghh! Appo!" Tao memukul-mukul dada-nya kuat.

Tao terduduk di lantai. Dia menekuk kakinya dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua kakinya.

Tess…

Tess..

Tesss…

Darah Tao menetes satu persatu beriringan dengan air matanya.

"Ahh…sekarang posisi 69,ne?"

"Ahh..nnehh…pallii..akkhh..Kriss.."

Suara desahan dan tangisan Tao beradu di dalam dorm yang sudah tak berbentuk itu.

Di sana-sini hanya ada pecahan kaca dan tetesan darah.

Dorm EXO M itu berubah menjadi lautan kaca,lautan air mata dan lautan darah dalam waktu sekejab.

Tao menjerit keras. Dia meraih tongkat wushunya lagi.

PRAANGG

Entah apa yang menguasai jiwa Tao,di memecahkan kaca yang ada di kamarnya sendiri.

Darah nya semakin deras mengucur.

"Ahh…Layy…more…yyeeahh…"

Tao kembali duduk di depan TV. Pandangannya kosong.

Bahkan pecahan kaca yang tertancap di kakinya,di hiraukannya. Seakan mati rasa.

Hanya tetesan air mata dan tetesan darah yang setia menemaninya.

- Miss Kim -

Ke-9 member EXO itu tengah berjalan santai kembali menuju dorm. Tak sengaja mereka berpapasan dengan Lay dan Kris yang membawa banyak belanjaan.

"Butuh bantuan?" Tawar Xiumin.

"Jangan di tanya,kalau mau bantu ya bantu saja gege!" Sambung Sehun sewot.

Xiumin menatap Sehun dengan tatapan membunuhnya.

"Chagiya…aku takut.." Sehun berlindung di balik punggung Luhan.

Chanyeol dan Chen meraih sebagian belanjaan yang ada di tangan Lay dan Kris.

"Tao dimana?" Tanya Kris.

Mereka saling pandang karena mereka tak tau Tao ada dimana.

"Tadi dia bilang menemui temannya. Awas Kris ge…jangan-jangan dia ada selingkuhan!" Ucap Kai asal.

"Tao bukan orang brengsek." Ucap Luhan sambil menatap Kris tajam.

"Sudah..palli kita ke dorm. Siapa tau Tao ada di sana." Lerai Suho.

Lay hanya diam saja menyaksikan percakapan super duper tak penting itu karena dia sedang mati-matian menahan rasa sakit di holenya.

- Miss Kim -

Tao mengulangi kembali rekaman itu sambil terus menatap kosong ke arah TV yang tengah menampilkan kekasih tercintanya making love dengan orang yang sangat dia percaya dan dia sayangi.

Tetesan darah dan tetesan air mata itu masih setia mendampingi Tao.

CKKLLEEKK…

"Kami pu…." Ucapan Suho terputus begitu membuka pintu dia mendapati dorm sudah porak-poranda. Semuanya hancur. Dan dia melihat Tao yang duduk di depan TV sambil menyaksikan sesuatu.

Sengaja atau tidak Tao memperbesar volume TV-nya.

"Ada apa hyung? Kenapa kau tidak masuk?" Oceh Sehun.

Sehun mendorong pelang tubuh Suho dan memasuki dorm.

Saat masuk,Sehun terkejut melihat keadaan dorm mereka.

Semua member pun menyusul Sehun dan sama terkejutnya dengan Suho dan Sehun.

"Ahhh…Shh..Wu Fan…more…"

Desahan itu terdengar begitu jelas di telinga mereka semua.

Chanyeol mendekati Tao sambil mengoceh,"YA Tao! Apa yang kau lakukan? Kau menonton video-mu dengan Kris sambil menghancurkan dorm?" Chanyeol yang belum menatap ke arah TV dan belum tau siapa lawan main (?) Kris memarahi Tao dengan nada suara yang tinggi.

"Lihat dulu siapa yang ada di video itu baru bicara pabbo!" Ucap Tao dingin.

Semua orang terkejut.

Mwo? Pabbo? Sejak kapan Tao berbicara dengan kasar?"

Chanyeol menatap ke arah TV,matanya membulat,"OH MY GOD!" Pekik Chanyeol.

Karena penasaran mereka semua menghampiri Tao dan Chanyeol.

Mereka semua terkejut bukan main. Lay? Kris? Making love?

Tao menyeringai menatap Lay dan Kris,"Welcome our porn star!"

Kris hanya membeku melihat video dirinya dengan Lay.

"Fassterrhh…"

"Ahh…semppiithhh..YiXing…"

"Tontonan yang menarik,bukan?" Ucap Tao dingin.

Mereka semua menatap Tao.

"Omo,Tao,tanganmu,kakimu!" Pekik D.O. D.O hendak menyentuh Tao tapi…

"Don't touch me! Aku tidak butuh rasa kasihan kalian semua!" Teriak Tao.

"T—Tao.." Lirih Kris.

"Jangan sebut namaku dengan bibirmu yang menjijikkan itu!" Teriak Tao lagi.

Baekhyun yang terlihat melemas itu langsung di peluk oleh Chanyeol.

Luhan dan Xiumin sudah meneteskan air mata.

Sehun dan Kai,entahlah. Mereka sedang sangat emosi,ingin sekali rasanya mereka membunuh Kris.

Suho? Dia pun menangis. Dia terus menatap video Kris dan Lay itu.

"Suho hyung.." Ucap Lay.

"Aku pusing..jangan bicara apapun padaku."

TBC

Review-nya di tunggu '-'
Gomawo *bow