TEARS

Part 3

Main Cast : Kris

Tao

Lay

Other Cast : All of member EXO

Genre : Angst (gagal), Romance -_-

Rated : Bisa berubah sewaktu-waktu,hahahha….

Author : Miss Kim

Mian kalo feel-nya kurang dapet bahkan gak ada sama sekali…
Keep RCL chingu…

Don't Like Yaoi…

Don't Read…

~~ Happy Reading ~~

"Suho hyung.." Ucap Lay.

"Aku pusing..jangan bicara apapun padaku."

- Miss Kim -

Semua diam. Hening. Tao bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar Kris.

"Hey,lain kali,selingkuh itu agak professional,ne?"

Semua member menatap ngeri Tao.

Bagaimana tidak? Tangan dan kakinya penuh dengan darah. Wajahnya juga. Matanya terlihat bengkak.

Tao melemparkan sebuah underwear ke wajah Lay dan Kris.

"Permainan kalian tadi HOT?" Tao menatap sprei yang ada di tangannya,"Sperma kalian masih ada di sini. Lengket." Tao menyentuh sperma yang lengket di sprei itu dan menjilatnya, kemudian Tao melemparkan sprei itu ke wajah Kris,"Nikmati itu,bitch!" Teriak Tao.

Xiumin,D.O,Luhan,Baekhyun menatap Tao tak percaya. Mereka tak pernah melihat Tao semarah ini.

"Oh iya,kalian mau lihat sesuatu yang menarik lagi?" Tao meraih foto-foto yang ada di atas meja. Dia memilih-milih foto itu,dan dia mendapatkan foto Kris dan Lay sedang berciuman. Dia menampakkan foto itu pada mereka semua.

"Ini foto kemarin malam."

Tao melemparkar foto-foto itu ke wajah Kris dan Lay.

Suho hanya duduk dan benar-benar tak tau harus melakukan apa.

Tao meraih ponselnya dan memutar rekaman Kris dan Lay yang diambil Mei Li pagi tadi.

"Ini rekaman terbaru. Tak ku sangka di dorm ini ada selain kalian berdua,bitch!" Tao menyeringai ke arah Kris dan Lay.

"Lay,kau bisa berjalan,kan?"

"Meskipun agak sakit,tapi tak apa lah." Lay tersenyum pada Kris.

"Mianhae,seharusnya tadi aku 'bermain' berjalan yang normal,kau bisa kan?"

"Gwaencana. Aku bisa." Lay mengecup bibir Kris sekilas.

"Saranghae." Ucap Kris.

Lay menatap Kris dengan mimik wajah yang serius,"Apa menurutmu mereka tak akan curiga? Maksudku,Luhan ge,Xiumin ge dan Baekhyun kan sudah mengetahui hubungan kita,apa menurutmu mereka akan memberitahu Tao?"

"Mereka pasti melakukannya dari dulu. Tapi sampai sekarang semuanya baik-baik saja kan?" Kris meraih tangan Lay," topimu."

Mereka berdua pun berjalan sambil bergandengan tangan.

Xiumin,Luhan dan Baekhyun tercengang mendengar nama mereka dalam rekaman itu.

Suho menatap mereka ber-3 bergantian. Air matanya pun sudah membanjiri wajah sang guardian angel itu.

"Kalian tau dan kalian diam?"

Luhan gelagapan,"Tao..bukan begitu..tapi.."

"Tapi apa?"

"Tao hyung,tenang dulu,kita obati lukamu dulu baru kita bicarakan ini,ne?" Sehun pun sudah tampak berlinang air mata.

"Tidak usah sok perduli. Kalian semua munafik." Tao meraih botol minuman yang ada di meja dan berjalan ke hadapan Lay,"Kau suka saat juniornya memasuki holemu? Kau puas merebut dia dariku? Kau merasa menang?"

"Tao..bukan begitu..maaf..aku benar-benar minta maaf.." Lay terus menitikkan air matanya.

"Kata-kata maaf mu tak ada gunanya Zhang Yixing!" Teriak Tao.

Chanyeol memeluk Tao,"Sudah Tao. Hyung mengerti perasaanmu…sudah.."

Tao berontak dari pelukan menendang perut Chanyeol sehingga Chanyeol terjerembab ke lantai dorm. Untung dia tidak mengenai kaca-kaca yang berserakan di lantai dorm.

Baekhyun segera menghampiri Chanyeol,"Yeolli.."

Chanyeol memeluk Baekhyun yang menangis sedari tadi. Perasaan Baekhyun campur aduk,dia merasa kasihan pada Tao,merasa bersalah,marah pada Lay dan Kris serta merasa sakit melihat Chanyeol di pukul oleh Tao hingga jatuh.

"Tao,obati dulu tanganmu,eoh?" Bujuk Chen.

Tao berbalik dari hadapan Lay,Lay meraih tangan Tao,"Tao…maafkan gege…Tao.."

"Lepas kan aku.." Tao berkata tanpa menoleh pada Lay.

"Gege mohon…"

Tao berbalik dan melemparkan botol yang ada di tangannya itu ke dinding di belakang Lay,"AKU BILANG LEPASKAN AKU,JALANG!"

Semua tersentak melihat perbuatan Tao.

Tao menepis tangan Lay dan duduk di sofa,"Itulah kelakuan namja yang kau agung-agungkan Kim Joon Myeon!"

"Tao..maafkan gege.." Akhirnya Kris buka suara.

"Aku bilang jangan sebut namaku! Ini terdengar menjijikkan! Kau tau?"

Tao berdiri dan berjalan menuju Kris.

"Tao..maafkan gege.."

"Wae? Kenapa kau melakukan ini padaku?"

"Maaf.."

Air mata Tao kembali menuruni pipinya.

"Kalau kau bosan padaku,sudah tak mencintaiku lagi,katakan saja. Aku pasti akan melepaskanmu. Tak perlu selingkuh seperti tau?"

"Gege mencintaimu Tao."

PLAAKK

Tao menampar pipi Kris keras,tampak sudut bibir Kris mengeluarkan darah.

"Mwo? Sarang?"

BBUUGGHH

Tao meninju wajah Kris,"Inikah caramu menunjukkan rasa cintamu? Berselingkuh?"

Tao semakin brutal memukuli Kris,Kris hanya diam sudah pasrah apabilaTao membunuhnya hari itu.

Kai dan Chanyeol menahan Tao yang semakin brutal memukuli Kris.

"Sudah hyung…kau bisa membunuhnya.." Ucap Kai.

"Biarkan aku membunuh brengsek itu!" Tao terus meronta dalam pegangan Chanyeol dan Kai.

Luhan menghampiri Tao dan memeluknya,"Mianhae Tao. Gege benar-benar minta maaf." Luhan pun ikut menangis.

Tubuh Tao merosot.,"ARRGGHH!" Pekik Tao. Dia memukuli dadanya yang terasa begitu sesak.

"Wae? Wae? Apa salahku pada kalian hingga kalian tega melakukan ini padaku? Wae.." Isak Tao yang terduduk di lantai dorm penuh kaca itu.

D.O segera memeluk tubuh Tao dari samping,"Tao…"

Chen yang menyaksikan dongsaeng kesayangannya itu menangis pun ikut juga dengan Kai dan Sehun,mereka berdua menatap Tao dengan uraian air mata.

Suho mematikan TV yang tengah menampilkan adegan ranjang kekasihnya dengan orang lain itu Sungguh,ia ingin sekali memaki,memukul bahkan membunuh kedua manusia yang telah menghianatinya itu,tapi tubuhnya begitu lemah,bahkan untuk berdiri saja dia hampir terjatuh.

"Maaf Tao,seharusnya hyung bisa menjaga namjachingu hyung sendiri. Tapi hyung gagal membahagiakan dia dan menjaganya sehingga dia selingkuh dengan namja-mu. Maafkan hyung. Seandainya hyung lebih bisa membuatnya bahagia,dia tidak akan selingkuh. Maaf."

Suho berjalan perlahan menuju kamarnya dengan berurai air mata.

Semua orang begitu terkejut mendengar penuturan leader EXO K itu.

"Tao..maafkan gege,,gege tak bermaksud berbohong padamu..maaf.." Lagi-lagi Xiumin dan Luhan mengucapkan itu pada Tao yang terus terisak.

"Yeollie..ini salahku..seharusnya aku memberitahu Tao..Yeollie..aku memang penghianat Yeollie.." Isak Baekhyun di pelukan Chanyeol. Chanyeol hanya mengusap punggung Baekhyun dan membisikkan kata-kata yang menenangkan Baekhyun.

Lay hanya menangis dan tertunduk. Sungguh,dia sangat tak menyangka akan seperti ini. Dia merasa bersalah pada Tao dan juga pada Suho,namjachingunya. Menyesal,itulah yang dia rasakan. Tapi apa gunanya?Semua sudah terlambat. Terlalu terlambat. Kata maaf saja mungkin tak akan memperbaiki keadaan.

Kris? Dia menatap Tao dengan sendu. Rasa menyesal bahkan sangat menyesal melingkupi hatinya. Bagaimana dia bisa tega menyakiti sosok serapuh Tao. Ingin sekali rasanya dia memeluk Tao dan meminta maaf pada Tao. Tapi,sudikah sang namjachingu yang telah dia lukai itu di peluk oleh namja bitch sepertinya? Maukah Tao memaafkannya? Mungkin jawabannya TIDAK.

Tao bangkit dari duduknya dan masuk ke kamarnya. Dia menyambar jaket-nya,dompet dan sebuah syal merah miliknya. Dia memakainya dan segera keluar kamarnya.

"Mau kemana kau Tao?" Ucap Chanyeol.

"Bukan urusanmu." Ucap Tao dingin.

Lay menarik kaki Tao dan memeluk kaki Tao,"Tao maafkan gege. Gege benar-benar menyesal dan minta maaf,Tao." Tangis Lay.

Tao menaarik paksa kakinya dan menatap sinis Lay,"Nikmatilah junior selingkuhanmu itu,aku merestui kalian berdua."

Kris tersentak mendengarnya,"Tao.." Ucapnya lirih tapi masih bisa di dengar Tao.

"Chukkae,lain kali kalau mau bercinta,kalian tidak perlu sembunyi-sembunyi,aku merestui kalian."

Tao mengambil sepatunya dan memakainya. Tak dia perdulikannya luka dan darah yang mengalir di tangan dan kakinya. Yang dia perdulikan,bagaimana caranya cepat pergi dari tempat itu dan tidak melihat Kris dan Lay.

"Akkhh.." Pekik Tao saat dia mencabut pecahan kaca yang menancap di kakinya.

D.O menghampiri Tao,"Ambilkan kotak obat Jongin."

"Tidak perlu." Ucap Tao dan memakai kembali sepatunya meskti rasanya sangat perih.

"Jangan begitu Tao,kita obati dulu luka-lukamu itu." Chen angkat bicara.

"Urus saja namjachingu-mu yang penghianat itu,tak usah mengurusku." Tao berdiri dan membuka pintu dorm.

BLLAMM!

Suara hempasan pintu itu begitu kuat.

- Miss Kim -

Tao terus berjalan sepanjang jalan . Orang-orang menatap ngeri padanya.

Tao tak menghiraukan itu semua,dia terus berjalan.

Pikirannya kosong. Benar-benar kosong.

"Chagi..gege mencintaimu."

"Sekarang dan selamanya,gege akan terus mencintaimu. Hanya maut yang boleh memisahkan kita."

"Gege tak akan meninggalkanmu,never. Remember,NEVER."

"Wo Ai Ni Huang Zi Tao. Saranghae."

Ungkapan kata-kata cinta Kris selalu terngiang di kepala Tao.

"ARGGHH!" Tao menangis dan memukuli kepalanya dengan tangannya yang penuh darah.

Orang-orang menatap iba sosok Tao yang tengah menangis di sepanjang trotoar jalan .

"Pergi!" Tao merasa frustasi karena kata-kata Kris selalu terngiang di kepalanya.

Tao berjalan pelan menuju jalanan yang ramai akan kendaraan.

Yang dia pikirkan bagaimana caranya menghilangkan memori buruk ini dari pikirannya.

Dia ingin . Awal pertemuannya dengan Kris hingga kejadian hari ini. Dia ingin melupakan cinta dan kemanjaannya pada sang namjachingu ingin dia hapus dari memorinya.

- Miss Kim -

Manajer EXO M dan EXO K itu segera melesat menuju dorm setelah di beritahu oleh Chanyeol.

Mereka memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan dorm yang benar-benar hancur akibat ulah Huang Zi Tao yang terkenal akan kepolosannya.

Mereka semua berkumpul di balkon belakang dorm.

"Jadi bisa kalian jelaskan semua ini?" Ucap manajer EXO M itu.

Dengan cekatan,Sehun menjelaskan semuanya pada sang manajer.

"Kris? Lay?" Ucap manajer EXO K itu tak percaya.

"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian melakukannya?" Murka sang manajer.

"Maaf." Ucap Kris.

BUUGHHH

Kai meninju wajah Kris.

"Hyung pikir kata maaf akan memperbaiki keadaan?"

Nafas Kai memburu dan bahunya turun naik pertanda dia sangat emosi sekali.

"Sudah Kai." D.O memeluk Kai dan menenangkan namjachingu-nya itu.

"Jadi,mana Suho?" Tanya sang manajer.

- Miss Kim -

Suho terus menangis di dalam kamar mandi. Dia membiarkan guyuran air shower itu membasahi tubuhnya. Dia hanya ingin menenangkan . Itulah yang dia rasakan. Dia tak pernah menyangka,begitulah perbuatan sag namjachingu saat di belakangnya.

Suho mencengkram dadanya dan memukulinya kuat.

"Arrgghh…Yixing-a..wae?" Isak Suho.

Suho mencengkram rambutnya frustasi.

"Suho hyung. Kau dimana?" Terdengar suara Sehun.

Sehun mendengar suara rintikan air . Dia segera membuka pintu kamar mandi itu dan mendapti Suho yang duduk sambil terus menangis di bawah guyuran air shower itu. Sehun segera menghampiri hyung nya itu dan mematikan air shower itu.

"Hyung…jangan menyakiti dirimu hyung. Aku mengerti apa yang kau rasakan sekarang ini hyung. Aku tau."

Suho membalas pelukan Sehun,"Yixing…Yixing!" Lirih Suho dalam pelukan Sehun.

Sehun pun ikut menitikkan air matanya. Dia begitu sakit melihat hyung yang begitu dia cintai menangis.

- Miss Kim -

"Cepat kalian cari Tao! Bisa-bisa dia membunuh dirinya!" Teriak manajer EXO itu.

Mereka semua kecuali Suho dan kedua manajer itu pun pergi mencari keberadaan sang magnae EXO M itu.

Xiumin dan Chen mencari dengan berjalan kaki,mereka berdua terus menyusuri jalanan. Mereka berdua tampak begitu khawatir mengingat kondisi Tao yang tengah emosi dan luka-luka di tangannya yang masih mengalir darah segar.

"Tao..kau dimana?" Batin Xiumin terus mencari.

"Kita ke hotel tempat Mei Li bekerja saja." Luhan menarik tangan Sehun.

"Kau tau tempatnya hyung?" Tanya Sehun.

Luhan mengangguk dan segera menyetop sebuah taxi. Tak lama taxi itu sampai di depan hotel yang di maksud oleh Luhan. Memang hotelnya tak terlalu besar.

Luhan dan Sehun masuk dan bertanya pada bagian resepsionis mengenai Mei Li.

"Anda berdua silahkan tunggu. Dia sedang menuju kemari." Ucap wanita resepsionis itu.

"Kau sudah pernah menemuinya hyung?"

"Belum. Aku hanya tau nama dan tempat bekerjanya,aku pernah mengantar Tao ke hotel ini."

"Kalian yang mencariku?" Tanya seorang yeoja cantik dengan pakaian pelayan hotel.

"Ne. Kau Mei Li?" Tanya Luhan.

"Ne. Ada urusan apa? Apa aku mengenal kalian?"

Luhan membuka syal yang menutupi wajahnya. Mei Li awalnya terkejut kemudian dia menunjukkan senyuman meremehkan.

"Jadi,kalian mau menuntutku karena merekam sesuatu yang menjadi privasi orang lain?" Mei Li menatap remeh pada Luhan dan Sehun.

"Bukan itu." Jawab Sehun.

"Kalau memang itu tujuan kalian,silahkan,aku tidak takut. Bahkan itu akan merugikan kalian sendiri. Bagaimana bisa kalian menutupi hal itu dari Tao. Kau..Luhan kan?" Mei Li menunjuk Luhan.

Luhan mengangguk,"Hahaha…aku tak menyangka kau melakukan itu pada Tao. Padahal dia bilang dia sangat menyayangimu."

"Kami tidak sedang ingin mencari masalah Mei Li-ssi! Kami mau bertanya apa Tao menemuimu? Dia pergi dari dorm dan sampai saat ini dia belum kembali." Sehun langsung memotong ucapan Mei Li.

"Tidak. Aku tidak tau dia ada dimana!" Mei Li meninggalkan Sehun dan Luhan.

Luhan dan Sehun mengacak rambut mereka frustasi.

Kemudian Mei Li berbalik,"Kalian cari saja di taman kota,aku yakin dia kesana."

"Gomawo Mei Li-ssi." Ucap Sehun.

Tao terus berjalan di sepanjang taman kota yang lumayan sepi itu. Taman ini menjadi tempat favorite-nya jika dia sedang ada masalah. Tao terus menagis. Udara yang lumayan dingin menyapu wajahnya yang berurai air mata.

Heart beast fast

Colors and promises

How to be brave

How can I love when I'am afraid to fall

Watching you stand alone

All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died everyday waiting for you

Darling don't be afraid I have loved you

For a thousand years

I'll loved you for a thousand more

Tao terus bernyanyi sepanjang jalan. Dia bahkan tak berniat membersihkan tangannya yang penuh darah segar dan darah yang sudah mengering.

Tao mendengar seseorang melihat Sehun dan Luhan tengah berlai ke arahnya. Tao segera mempercepat langkahnya.

"Tao!" Teriak Luhan.

"Hyung palli!" Sehun menarik tangan mungil Luhan untuk berlari cepat dan menyusul Tao.

"Hyung!" teriak Sehun.

Tao semakin cepat berjalan,dia tidak melihat sebuah mobil berkecepatan tinggi yang hendak melintas.

"HYUNGGG AWAS!" Pekik Sehun.

BBRRUUKKKK

Tubuh Tao tertabrak dan terpental agak jauh dari mobil yang menabraknya.

Tubuhnya penuh dengan pun mengeluarkan darah segar.

Sehun dan Luhan segera berlari menghampiri Tao yang tergeletak di jalanan. Jalanan itu pun semakin ramai.

Pelaku penabrakan Tao keluar dari mobilnya dan menghampiri kerumunan orang-orang itu,"Maaf. Aku tak bermaksud menabraknya,aku tak melihat dia tadi."

"Ahjussi tolong antarkan kami ke rumah sakit!" Teriak Sehun.

Luhan memeluk tubuh Tao yang tak sadarkan diri.

Orang-orang segera membantu Sehun membawa tubuh Tao yang penuh darah itu masuk ke mobil ahjussi penabrak Tao.

Mereka segera melesat menuju rumah sakit.

"Hyung,aku akan mengabari manajer dan yang lainnya." Ucap Sehun yang ada di samping ahjussi itu.

"Ne Sehunnie.." Ucap Luhan yang tengah terisak.

Luhan mengelus rambut hitam milik Tao,"Tao..bertahanlah..jebal.."

"Hyung,,kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit,Tao hyung tertabrak. Ne..palli!" Ucap Sehun pada sang manajer lewat telepon.

Sehun mentap ke belakang,dia juga tak bisa menyembunyikan tangisannya. Air matanya tak henti-hentinya mengalir,"Tao hyung..bertahanlah.."

TBC

Miss tau ini update-nya lama pake banget..maaf *bow
Maaf juga gak bisa balas review-nya satu persatu..

Intinya Miss terhura/? membaca review kalian semua *-*
Jangan bosen-bosen baca dan review ff absurd miss ya..
Love ya.. *cipok sehun