TEARS
Main Cast : Kris, Tao, Lay
Other Cast : All of member EXO
Genre : Angst (gagal), Romance -_-
Rated : Bisa berubah sewaktu-waktu,hahahha….
Author : Miss Kim
Mian kalo feel-nya kurang dapet bahkan gak ada sama sekali…
Keep Review…
Maaf kalau update-nya lama '-' Miss sengaja hehehhe…
Don't Like Yaoi…
Don't Read…
~~ Happy Reading ~~
Luhan mengelus rambut hitam milik Tao,"Tao..bertahanlah..jebal.."
"Hyung,,kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit,Tao hyung tertabrak. Ne..palli!" Ucap Sehun pada sang manajer lewat telepon.
Sehun mentap ke belakang,dia juga tak bisa menyembunyikan tangisannya. Air matanya tak henti-hentinya mengalir,"Tao hyung..bertahanlah.."
~~Miss Kim~~
Semua member EXO dan kedua manajer mereka tengah menunggu cemas di depan ruang ICU.
Kris tampak duduk sambil menekuk kepalanya.
"Tao baby,gege mohon bertahanlah..jangan pergi,, gege mohon…" Batin Kris.
Baekhyun tampak terus menangis di pelukan juga dengan Xiumin, Luhan.
Ke-4 uke itu nampak sangat memprihatinkan. Mata mereka bengkak karena terlalu lama menagis.
Sambil terus memeluk D.O,Kai memandangi Kris dengan tajam. Sejujurnya,dia ingin sekali menghajar Kris seandainya dia sedang tak sibuk menenangkan D.O.
"Sudahlah hyung. Berhenti menangis. Berdoa saja semoga tak terjadi sesuatu pada Tao hyung." Sehun menepuk-nepuk pelan punggung mungil Luhan.
"Sehunnie…hyung ini jahat.." Luhan menatap Sehun sendu,"Aku bukan hyung yang baik,seandainya.."
Sehun memeluk Luhan erat,"Sudah hyung. Kalau ada yang patut di salahkan,itu bukan hyung. Tapi.." Sehun menatap Lay dan Kris bergantian.
Suho duduk di antara manager mereka sambil terus menatap dinding. Tatapan kosong tentunya. Tapi,di pikirannya,dia benar-benar mencemaskan Tao.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Tao? Tao lumpuh? Geger otak? Atau yang terburuk,bagaimana kalau dia meninggal dunia? Oh Tuhan,jangan. Suho benar-benar tak ingin itu sangat menyayangi .
Lay duduk agak menjauh dari mereka semua,dia malu. Benar-benar malu. Dia terus menagis menyesali perbuatannya. Lay benar-benar menyesal. Bagaimana bisa dia tega menyakiti hati sang magnae EXO M yang polo situ. Dia terus menangis dan berdoa dalam diam. Semoga tak terjadi sesuatu yang buruk.
2 jam kemudian…
Dokter dan suster tampak keluar dengan membawa tubuh Tao yang tak sadarkan diri.
"Bawa ke kamar 171,suster." Ucap sang dokter pada 3 suster itu.
Kedua manager itu menghampiri dokter. Ani,tepatnya mereka semua mengerumuni sang dokter.
"Bagaimana dokter?" Tanya manager EXO M,mengingat saat ini mereka sedang ada di Cina.
"Tadi dia sempat kehilangan banyak darah dan untungnya persediaan di rumah sakit masih mencukupi. Tapi kami masih perlu memeriksa bagian kepalanya,apa ada efek samping akibat benturan keras di kepalanya. Selebihnya,dia baik-baik saja. Setelah pengaruh obat bius-nya hilang,dia akan segera siuman."
"Boleh kami masuk ke kamarnya dok?" Tanya Luhan.
Sang dokter tersenyum,"Tentu. Kamar 171."
Mereka semua membungkuk,"Terimakasih,dokter."
~~Miss Kim~~
"Kalian yakin akan masuk?" Tanya Luhan pada Lay dan Kris begitu sampai di depan kamar Tao.
"Sebaiknya kalian tak usah masuk dulu. Bisa-bisa Tao histeris melihat wajah kalian berdua." Sambung Baekhyun dan menatap Kris dengan tatapan membunuh.
"Yang mereka katakan itu benar,kalian berdua tunggulah di sini." Manajer mereka pun menyetujui usulan Luhan.
"Aku ini namjachingu-nya. Apa hak kalian melarangku melihatnya." Teriak Kris.
Kai berbalik dan menatap Kris,"Benarkah? Lalu,perbuatanmu dengan Lay itu adalah perbuatan seorang namjachingu?" Kai tersenyum evil,"Menjijikkan."
Chanyeol menarik tangan Kai,"Sudah. Jangan berkelahi. Ini rumah sakit Kai." Chanyeol menatap Kris dingin,"Tunggulah di sini."
Chanyeol tau betul sifat tempramental Kai,apa lagi Kai masih belum sepenuhnya dewasa,dia belum bisa mengontrol emosinya dengan baik. Chanyeol berani bertaruh,kalau Sehun sama emosinya seperti Kai,hanya saja Kris dan Lay agak beruntung karena Luhan tengah membuat Sehun sibuk menenangkan dirinya yang tak kunjung berhenti menangis.
Mereka semua pun masuk meninggalkan Kris dan Lay.
Kris mengapalkan tangannya hingga tangannya tampak memutih.
Lay menyentuh tangan Kris pelan,seolah menenangkan sang leader EXO M itu.
"Maaf." Lirih Lay sambil menahan tangisannya.
Kris menatap Lay sendu,hatinya benar-benar sakit melihat Lay yang merupakan salah satu namja yang ia cintai memang egois,dia mencintai .Jika di suruh memilih,Kris tak tau harus memilih siapa diantara keduanya.
Kris merengkuh tubuh Lay yang bergetar," salahmu. Tak perlu minta maaf,Yixingie."
"Aku …"
"Sstt"
"Aku benar-benar jahat Kris. Aku pantas mati."
"Aku bilang diam. Tak perlu menangis ?"
"Aku mencintaimu,benar-benar mencintaimu. Tapi,aku tak mau menyakiti Tao dan juga Suho hyung." Lay mempererat pelukannya pada matanya terus tumpah,semakin deras.
"Semua akan baik-baik saja."
~~Miss Kim~~
Mereka semua menatap tubuh Tao yang tak sadarkan diri.
Putih.
Dingin.
Pucat.
Luhan,Baekhyun dan Xiumin terus duduk di samping kanan Tao.
Sementara yang lain,duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Tampak Kai,Sehun dan Chanyeol tengah membicaraka sesuatu di pojokan kamar rawat Tao. (Bukan menggosip ala ibu-ibu arisan lho..chingu!)
"Aku akan memberinya pelajaran." Sehun mengepalkan tangannya menahan amarah yang sedari tadi tak bisa dia salurkan.
"Aku tau kalian begitu ingin membunuh Kris saat ini juga. Aku juga sama seperti …" Chanyeol menghela nafas,"Mereka saling mencintai..itu bukan dosa."
Kai dan Sehun menatap Chanyeol dengan tatapan jadi agak salah tingkah melihat sikap kedua dongsaengnya itu.
"Maksudku…"
"Aku tau,hyung adalah orang paling dekat dengannya,tapi apa hyung bilang? Mereka saling mencintai dan itu bukan dosa?" Nada bicara Sehun mulai meninggi.
"Ah..mendengar ucapanmu barusan,membuatku yakin,kalau kau bisa saja melakukan hal yang sama pada Baekhyun hyung." Ucap Kai sinis.
Chanyeol menatap Kai geram,"Apa maksudmu?"
"Tidak memperjelas ucapanmu,HYUNG!" Kai berbicara sambil menatap dingin Chanyeol.
"Sudah! Hentikan perdebatan konyol kalian bertiga!" Teriak manajer EXO K itu.
Tanpa mereka sadari,ternyata mereka sudah menjadi pusat perhatian di ruangan itu.
"Eughh.."
Lenguhan itu membuat mereka semua menoleh pada sumber suara,Tao sudah siuman.
Mereka mengerumuni Tao.
"Tao,gwaencana?" Ucap Luhan sambil mengelus surai hitam milik namja manis itu.
Tao memijit kepalanya yang terasa agak meraba-raba perban yang ada di kepalanya .Tao menatap sekitarnya,ada begitu banyak orang menghujaninya pertanyaan yang sama.
"Aghh.." Tao tampak kesakitan.
"Panggilkan dokter!" Teriak manajer meraka.
Dengan cepat Chanyeol keluar dan memanggil dokter.
5 menit kemudian,Chanyeol,dokter,seorang suster,Kris dan Lay masuk ke kamar rawat Tao.
Kris menatap khawatir ke arah serasa tertusuk ribuan jarum melihat Tao meringis kesakitan begitu.
Kepala,kaki dan tangannya penuh dengan balutan perban. Luka di tangan dan kakinya bukan efek kecelakaan itu. Melainkan hasil dari amukan Tao yang begitu mengerikan setelah mendapati kenyataan paling menyakitkan yang pernah dia alami selama hidupnya.
"Bisa kalian semua keluar sebentar?"
Tanpa menjawab,mereka keluar,menyerahkan semua pada dokter.
"Dokter.." Lirih Tao dengan air mata yang meleleh di sudut matanya.
~~Miss Kim~~
15 menit kemudian,suster itu mengisyaratkan mereka semua masuk ruangan Tao.
Mereka berdiri di sisi ranjang sang dokter duduk di pinggiran ranjang Tao.
"Kalau kalian mendengar jawaban yang salah dari Tao,mohon beritahu saya." Ucap sang dokter.
Meski tak paham dengan maksud dokter itu,mereka semua mengangguk.
Dokter muda itu menarik nafas dan menatap Tao.
"Siapa namamu?"
"Tao."
"Nama lengkapmu?"
"Huang Zi Tao."
"Tempat dan tanggal lahir?"
"Qing Dao,China. 2 Mei 1993."
"Tinggi? Golongan darah?"
"Emm 183? A."
Berbagai pertanyaan di ajukan sang dokter,semua pertanyaan bersifat pribadi seorang Huang Zi semua di jawab dengan benar oleh namja penyuka panda itu.
"Lalu,siapa mereka?"
Tao mengernyitkan dahinya menatap orang-orang yang setia memandanginya.
"Tentu saja aku kenal. Suho,Luhan,Chanyeol,Kai,Sehun,Xiumin,Chen,Baekhyun,D.O,Lay dan Kris."
"Sekarang tanggal berapa?"
"Tanggal 1 Januari 2013."
Mereka semua menatap Tao. Tentu saja mereka heran,pasalnya sekarang adalah tanggal 30 Mei 2013.
"Hei..ada apa dengan mata kalian? Menyebalkan! Apa salah satu dari kalian mengharapkan aku mati?"
Ucapan Tao benar-benar membuat mereka shock. Tao berbicara dengan nada yang dingin dan kata-kata yang kasar.
"Tao..kau bicara apa?" Ucap Luhan dan mengelus rambut Tao.
"Jangan sentuh rambutku!" Teriak Tao.
Luhan hanya mematung. Ini adalah pertama kalinya Tao membentaknya.
"Jadi..saya harus membicarakan beberapa hal. Siapa yang akan ikut dengan saya,satu orang saja." Ucap sang dokter.
"Saya saja." Tawar manajer EXO K itu.
"Tunggu! Kris ge,kau kan namjachingu-ku,kenapa tidak kau saja?" Tao menatap tajam ke arah Kris yang tampak berdiri di samping Lay.
"Apa ada sesuatu yang menahanmu,gege?" Tanya Tao sambil menatap Kris tajam.
"A-ni. Baiklah. Gege pergi dulu." Kris tersenyum dan mengikuti dokter keluar kamar rawat Tao.
Lay masih terus terisak. Dia meraih tangan Tao dan menangis.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia menangis?" Tanya Tao.
"Kau benar-benar tak ingat Tao?" Tanya Chanyeol.
"Ingat apa? Apa ada hal penting yang harus kuingat?"
"Mianhae Tao..jeongmal mianhae.." Isak Lay.
"Tapi…"
Semua menatap Tao dengan was-was..
"Kenapa saat aku melihat wajah Kris ge dan Lay ge,kenapa…"
Lay menatap Tao,"Di sini…" Tao menyentuh dadanya,"Terasa sakit. Ada yang kalian sembunyikan?"
Semua diam. Tak ada yang berani bersuara.
"Ehmm..Kalian sebaiknya kembali ke dorm. Bereskan semua. Kalian mengerti?" Ucap manajer EXO M itu.
"Aku tinggal di sini." Ucap Lay.
"Mau apa lagi?" Ucap Xiumin.
"Hey..kau tak dengar..hatiku sakit setiap melihat wajahmu. Jadi,bisa kalian semua pergi? Toh di sini masih ada namjachingu-ku."
Lay kembali meneteskan buliran bening dari matanya. Suho membuka pintu kamar Tao dan keluar terlebih dahulu.
"Mianhae Tao.." Lirih Lay.
"Ck..berisik." Tao membalik bandannya dan memunggungi Lay.
"Kajja. Biarkan dia istrirahat."Ucap Luha.
"Nanti kami kembali lagi,hyung!" Sehun yang berbicara kali ini.
"…"
~~~ Miss Kim ~~~
"Maksud dokter?"
"Dia melupakan kejadian selama 5 bulan belakangan ini,jadi saya harap kalian bisa membantu dia memulihkan ingatannya. Dia hanya ingat sekarang ini tanggal 1 Januari 2013."
Kris mengusap wajahnya.
"Apa akan ada perubahan padanya dokter?"
"Entahlah. Kemungkinan bisa saja."
"Kapan dia boleh pulang,dok?"
"Lusa. Dan ini resep yang harus kalian tebus."
Kris meraihnya dan berdiri,"Terimakasih,dokter. Kalau begitu saya permisi."
Sepanjang koridor rumah sakit,Kris terus saja memikirkan keadaan Tao. Rasa penyesalan itu teramat besar. Tapi,di satu sisi,dia juga mencintai Lay. Kris menghela nafas dan mempercepat langkahnya.
~~~ Miss Kim ~~~
KRRIEETT..
Pintu kamar rawat Tao terbuka. Tao yang sedang berbaring itu menatap Kris lekat.
Kris merasa canggung mendekati Tao.
"Kenapa masih berdiri di sana? Tak mau menanyakan keadaanku?"
Kris tersentak. Dia tersenyum.
"Tak usah tersenyum. Aku tak butuh senyuman palsumu."
Kris duduk di pinggiran bed Tao,"Apa maksudmu?"
"Gege senang aku selamat?"
Kris membelai pipi Tao,"Tentu baby."
"Boleh aku menanyakan sesuatu?"
"Tentu."
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa kecelakaan? Dan kenapa setiap melihat wajah Lay ge dan juga gege,hatiku terasa perih.? Bisa gege jelaskan?"
~~~ Miss Kim ~~~
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Chanyeol.
Mereka semua sedang duduk di sofa. Begitu mereka sampai ke dorm,semua sudah bersih seperti semula.
"Entahlah. Aku bingung." Xiumin bersandar di sofa.
"Hyung..apa kita ceritakan saja pada Tao hyung?"
Ucapan Sehun barusan sukses membuat Lay tersentak.
"Andwe!" Pekiknya.
"Kenapa?" Tanya Kai.
"Aku mohon..jangan.." Lay tertunduk.
"Kenapa? Hyung takut kalau Tao membenci hyung?" Nada suara Kai meninggi,"Seharusnya hyung tau resikonya saat berselingkuh dengan namjachingu orang lain!"
"Kai..sudah.." D.O mengelus bahu Kai dan berusaha menenangkannya.
"Suho hyung..menurutmu bagaimana?" Tanya Chen.
"Mungkin ini kesempatan kedua untuk mereka memperbaiki kesalahan mereka pada Tao. Rahasiakan sementara dari Tao." Suho berkata sambil menatap Lay dengan dingin.
"Gomawo hyung.."
~~~ Miss Kim ~~~
"Benarkah begitu?"
Kris menatap lantai dan mengangguk.
"Aku berlari karena kita terlibat pertengkaran kecil dan akhirnya aku tertabrak mobil,begitu?"
Kris mengangguk lagi.
"Gege yakin?"
Kris lagi-lagi hanya mengangguk.
"Mianhae Tao. Gege janji tak akan mengecewakanmu lagi." Batin Kris.
"Pertengkaran seperti apa?"
"…"
"Gege,aku sedang berbicara denganmu!"
Perasaan Kris benar-benar campur aduk. Dia tak tau harus jujur atau berbohong. Tapi pada akhirnya dia lebih memilih untuk berbohong.
"Kau cemburu melihat kedekatanku dengan Lay."
"Kedekatan seperti apa?"
Entah mengapa,Kris merasa Tao sedang menguji kejujurannya.
"Kau tau apa maksud gege,Tao."
"Ani,aku tak mengerti."
"Kau melihat gege dan Lay sedang tertawa bersama di taman dekat dorm. Kau berpikir kalau kami selingkuh di belakangmu. Dan kau terus berlari tanpa menghiraukan panggilan gege."
"Gege yakin memang sedang tak berselingkuh?"
"Tao…"
"Yakin?"
Kris menghela nafas panjang,"Yakin."
Tao hanya menatap Kris dingin.
Kris menyadari ada yang berubah dari baby pandanya itu. Tepatnya,tatapannya yang dingin dan cara bicaranya agak terkesan kasar.
~~~ Miss Kim ~~~
"Suho hyung…" Lay baru saja masuk ke kamar Suho.
"…"
"Kau boleh memukul ataupun memakiku hyung. Tapi aku mohon jangan diamkan aku." Lay terisak.
"Kita akhiri sampai di sini Lay."
Mata Lay membulat dan air matanya semakin deras.
"Hyung.."
"Aku tau,kau tak pernah mencintaiku. Jadi,sekarang kau bebas. Kita putus."
Tubuh Lay terasa lemas. Lay terduduk. Kakinya terasa berat menopang tubuhnya.
"Hyung…" Lay semakin terisak.
"Semoga kau bahagia."
Suho keluar dari kamarnya meninggalkan Lay yang terus terisak.
Air mata Suho terasa mengering. Hatinya sakit melihat pengkhianatan Lay. Suho tak mampu lagi untuk mempertahankan hubungan mereka dan dia memutuskan untuk menyerah.
~~~ Miss Kim ~~~
"Gege...kapan aku pulang?"
"Lusa,baby.."
Tao hanya menggeleng.
"Ahh…membosankan sekali disini!"
Kris menyodorkan ponselnya,"Kau pakailah ponsel gege. Bermain game atau internet,terserah padamu."
Tao menerima ponsel Kris. Dia melihat walpapernya.
DEG
DEG
DEG
Kris merampas kembali ponselnya.
"Kenapa ge?"
"Eohh?"
"Eishh kenapa ponselnya gege ambil lagi?"
"Tao..jangan salah paham dulu."
"Salah paham apa?"
"Walpaper gege ini.."
"Itu kan foto kita berdua,ge! Apa yang salah paham?"
Kris tersentak,buru-buru dia memeriksa ponselnya. Benar. Disana terpampang fotonya dengan Tao.
Kris menggaruk tengkuknya dan menyerahkan ponselnya pada Tao.
"Bukannya wallpaper ponselku kemarin foto ku bersama dengan Tao dan Lay? Kenapa bisa berganti ya? Atau memang aku yang lupa sudah menggantinya?" Batin Kris.
"Gege..sebenarnya gege kenapa?"
"Tidak ada baby.."
Kris mengusap rambut Tao,"Saranghae,Tao."
"Hmm…aku juga."
Kris tersenyum melihat Tao.
"Maaf Tao. Maaf." Batinnya.
"gege.."
"Ne baby.."
"Boleh aku menelepon?"
"Menelepon siapa?"
"Mei Li,aku merindukannya."
Mata Kris membulat mendengar permintaan Tao barusan. Luhan mengatakan padanya kalau dari Mei Li lah Tao mendapat rekaman dia dan Lay saat di hotel waktu itu.
"Gege…"
"N..nee?"
"Boleh tidak?"
Jantung Kris berpacu cepat. Keringat mengalir dari tubuhnya.
"Gege!"
TBC
