Tears

Part 6

Main Cast : Kris

Tao

Lay

Other Cast : All of member EXO

Genre : Angst (gagal), Romance -_-

Rated : Bisa berubah sewaktu-waktu,hahahha….

Author : Miss Kim

Mian kalo feel-nya kurang dapet bahkan gak ada sama sekali…
Review chingu…

Don't Like Yaoi…

Don't Read…

~~ Happy Reading ~~

"HENTIKAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN!"

Sehun,Kris,Lay dan Chanyeol menatap ke arah sumber suara..

"TAO?" Pekik mereka bersamaan.

~~~ Miss Kim ~~~

"Kris ge,dia dimana?" Suara Tao membuyarkan keheningan di ruangan itu.

Semua saling pandang. Kecuali Suho. Dia hanya menatap Tao dengan pandangan pedih.

"Lay gege juga tak ada." Sambung Tao lagi.

"Tadi,Kris ke toilet. Lay ke tempat parkir. Dia meninggalkan ponselnya di mobil." Jawab Chanyeol.

Semua menatap Chanyeol dengan pandangan heran.

Chanyeol berdiri,"Aku mau ke toilet,ada yang mau ikut?"

"Chanyeol,tapi…"

Belum sempat Luhan menyelesaikan ucapannya,Sehun langsung berdiri.

"Aku ikut,ada barangku yang tertinggal di mobil."

Semua saling memandang.

Tao hanya memijit kepalanya.

Chanyeol dan Sehun keluar dengan buru-buru.

"Seseorang,jelaskan padaku,apa yang terjadi." Nada suara Tao terdengar dingin.

"Chanyeol pabbo!" Batin Baekhyun.

Semua diam. Salahkan otak kuno yang mungkin hanya 1 pentium milik Chanyeol.

Bisa-bisanya dia membuat alasan bodoh seperti itu.

Dan kenapa pula si Sehun yang tampaknya tertular otak 1 pentium milik Chanyeol itu ikut-ikutan keluar bersama Chanyeol.

"Apa maksud Chanyeol gege dengan Kris ge sedang pergi ke toilet sedangkan di kamar ku ini tersedia toilet!" Teriak Tao.

Yap..inilah alasannya kenapa semua diam membisu. Inilah alasannnya mengapa semua mengatai Chanyeol memiliki otak kuno yang mungkin hanya 1 pentium.

"Tenangkan dirimu,Tao." Ucap sang manager mendekati ranjang Tao.

"Jelaskan padaku! Kenapa Chanyeol gege harus berbohong padaku mengenai keberadaan Kris ge!"

"Chanyeol tidak berbohong,Tao." Sambung Suho.

"Kris memang ke toilet,katanya dia mau sekalian membeli sesuatu untukmu,makanya dia tidak memakai toilet di kamarmu dan lebih memilih memakai kamar mandi rumah sakit."

Tao mendengus.

Haruskah dia percaya?

Well..bagi Tao ini terdengar seperti alasan yang dibuat-buat untuk menutupi kebodohan Chanyeol.

Tao segera berdiri dan membawa selang infusnya berjalan.

"Tao,kau mau kemana!" Pekik Luhan.

"…"

Tao terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan manager dan hyungnya.

Kai menarik sebelah tangan Tao.

Kai menghela nafas sebelum akhirnya berbicara.

"Hyung,kau mau kemana?"

"Lepaskan aku!"

"Kau mau kemana hyung?"

"Tao..masuklah. Sebentar lagi Kris pasti kembali." Ucap Chen.

"Jelaskan padaku,aapa yang terjadi! Kenapa Chanyeol gege harus berbohong?"

"…"

"Kalian diam? Baiklah,aku bisa mencari tau sendiri!"

Tao berjalan kembali,tapi lagi-lagi tangan kekar Kai menahan langkahnya.

"Aku ikut. Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu,hyung?"

"Tidak perlu."

Tao melanjutkan kembali langkahnya.

Kai segera menyusul Tao,"Jangan keras kepala hyung. Biarkan aku ikut denganmu!"

Tao berhenti,"Baiklah,tapi hanya kau."

Kai menatap ke belakang,"Kami akan segera kembali!" Teriak Kai.

Semua hanya menatap kepergian mereka dengan pandangan cemas.

Apa yang mereka cemaskan?

Tentu banyak.

Apa Tao akan mengetahui segalanya hari ini?

Bagaimana nasib Kris dan Lay selanjutnya?

Akankah Tao mengamuk lagi seperti kemarin?

Bagaimana kalau kau jadi Tao? Mengetahui kembali 'Sesuatu' yang seharusnya sudah kau lupakan.

"Semoga tak terjadi sesuatu yang buruk.." Luhan bersuara.

"Lagi.." Sambung Xiumin.

~~~ Miss Kim ~~~

Tao dan Kai berjalan terburu-buru menuju tempat parkir.

Kai terus memperhatikan gelagat aneh dari Tao.

Tao tampak menghawatirkan sesuatu.

Seakan dia sudah mengetahui apa yang terjadi.

Ya..begitulah ekspresi seorang Huang ZiTao di mata seorang Kim Jongin saat itu.

" Hyung,kau membohongi kami,kan?"

Tao menghentikan langkahnya.

Dia menatap Kai dengan pandangan pedih.

"Apa? Aku membohongi kalian dalam hal apa?"

"Kau tidak amnesia kan?"

"Mwo?"

"Aku merasa kau begitu menghawatirkan Kris hyung,apa kau membenci Lay hyung sehingga begitu kau tau kalau dia sedang bersama Kris ge,kau langsung berlari mencari mereka tanpa peduli kesehatanmu?"

"Kau tidak tau apa yang ku rasakan,Kai!"

"…"

"Kau tau bagaimana rasanya di hantui rasa takut saat kau akan tidur?"

"…"

"Kau tau bagaimana rasanya mengalami mimpi buruk dalam setiap tidurmu?"

"…"

"APA KAU TAU BAGAIMANA RASANYA DALAM SETIAP TIDURMU,KAU MELIHAT ORANG YANG KAU CINTAI SEDANG BERCINTA DENGAN ORANG YANG SANGAT KAU PERCAYA!"

Tubuh Tao merosot. Air mata sudah membanjiri wajahnya.

"Aku…hiks..hiks…bermimpi,melihat Kris ge dan Lay ge sedang bercinta Kai!"

Tao meremas dadanya yang terasa begitu perih.

"Hyung.."

"Aku..aku tak ingin mimpiku kenyataan Kai.."

Kai menghela nafas panjang. Rasa sesak memenuhi rongga dadanya.

Tao tampak begitu lemah.

"Aku hanya ingin tau apa yang terjadi hingga aku bisa kecelakaan dan hilang ingatan,Kai."

"…"

"Aku merasa mimpi itu begitu nyata,Kai."

Tao menatap Kai dengan air mata yang membanjiri pipinya.

Tao tampak begitu terluka.

"Aku rasa..aku tak akan bisa hidup jika memang itu terjadi,Kai."

Inilah yang membuat Kai tak bisa memberitahu yang sebenarnya terjadi,sekalipun ia ingin sekali membeberkan rahasia menjijikkan yang di simpan Kris dari Tao.

Tao begitu lemah meski waktu itu Tao tampak begitu tegar saat menghancurkan dorm mereka.

Tao itu memiliki perasaan yang lembut.

Kai tak habis pikir,mengapa mereka tega melakukan ini pada Tao.

Kai segera membantu Tao berdiri.

Kai memeluk tubuh Tao yang bergetar karena menangis.

"Maafaku sudah menuduhmu yang bukan-bukan,hyung. Maafkan aku."

Kai mengelus punggung Tao dengan lembut.

Tao hanya terisak di pelukan Kai.

Sakit. Perih. Ingin sekali ia menjadi seorang manusia yang mati rasa.

Tak bisa merasakan perasaan apapun.

Agar ia tak merasakan rasa sakit seperti yang dia alami saat ini.

Terlalu perih dan menyakitkan untuk di rasakan bahkan untuk diingat sekalipun.

"Kau dengar itu,Kai?"

Tao segera melepas pelukannya dari tubuh Kai.

Kai yang merasa ada sesuatu yang kurang menyenangkan,segera menarik Tao kembali kepelukannya.

"Kau tak perlu mendengarnya hyung."

Kai menutup kedua telinga milik Tao.

Tao menatap Kai dengan pandangan menyiratkan "Wae"

Kai melepas satu tangannya dari telinga Tao dan mendekatkan bibirnya.

"Kita cari mereka,tapi telingamu harus aku tutup,hyung. Aku akan berjalan di belakangmu."

"Tapi kenapa harus di tutup Kai?"

"Sepertinya sedang ada perkelahian,hyung. Biasanya namja kalau sedang berkelahi,akan mengucapkan kata-kata tak mau mereka mengotori pikiran polosmu,hyung." Ucap Kai sambil berbisik pada Tao.

Kai membalik badan Tao sambil menutup kedua telinganya.

Kai mendengar jelas,suara itu suara milik Sehun dan Kris.

Di sana pasti ada Lay gege.

Mata Tao dan Kai membulat.

Kris sedang memukuli Sehun.

Tanpa pikir panjang,Tao segera berlari menghampiri mereka.

"HENTIKAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN!"

Sehun,Kris,Lay dan Chanyeol menatap ke arah sumber suara..

"TAO?" Pekik mereka bersamaan.

Tao segera menghampiri Sehun yang tergeletak.

"Kau baik-baik saja,Sehun?"

Tao menatap bibir Sehun yang berdarah.

Dia beralih menatap Kris.

"Apa yang membuat gege memukuli Sehun?"

"Tao.." Kris gelagapan. Otaknya seakan buntu untuk memikirkan jawaban apa yang harus dia katakan pada Tao.

"Tao hyung.." Sehun merintih kesakitaan.

"Kajja kita ke kamar gege. Kita obati lukamu di sana."

Tao menatap Kai,"Kai,palli bantu Sehun berdiri."

Kai pun membantu Sehun berdiri dan melangkah terlebih dahulu.

"Urusan kita belum selesai,Kris ge."

Tao menatap tajam ke arah Kris dan juga Lay sebelum akhirnya dia juga menyusul Kai dan Sehun.

~~~ Miss Kim ~~~

"Apa kalian berdua benar-benar sudah gila?" Chanyeol menatap tajam ke arah Lay dan Kris.

"Kau..apa kau menganggap ucapanku waktu itu hanya angin lalu,Kris?"

"Ani.." Kris menatap Chanyeol dengan tatapan tajam.

"Kalau begitu,kenapa kalian masih terus bertemu! Tao hilang ingatan! Apa kalian tidak merasa bersalah padanya?"

Nada suara Chanyeol mulai meninggi,pertanda dia benar-benar emosi saat itu.

"Aku..akan meninggalkan Kris." Ucap Lay di selingi dengan air mata yang terus tumpah dari kedua bola matanya.

"Lay!" Teriak Kris.

"Bagus kalau kau akhirnya sadar!" Ucap Chanyeol dengan dingin.

Ucapan kasar dan dingin dari Chanyeol sangat menohok ulu hati Lay.

Sebegitu bencikah mereka semua pada Lay?

"Chanyeol,apa hak-mu mengatur kehidupanku?"

"Kalau kau tak mau kehilangan Lay,tinggalkan Tao!"

Lay tersentak mendengar ucapan Chanyeol.

"Aku yang akan pergi,jangan lakukan itu Kris."

"Jangan sampai aku melupakan fakta bahwa kalian adalah hyung-ku. Jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan tak menghormati kalian lagi."

Chanyeol menarik tangan Lay dan menyeretnya paksa.

"Urusan kalian dengan Tao belum selesai,sebaiknya kita cepat kembali."

~~~ Miss Kim ~~~

"Sehun,apa yang terjadi? Kenapa kau bisa begini?" Tanya Luhan pada Sehun yang kini tengah di obati oleh seorang perawat.

"Tak usah di tanya lagi,aku rasa kalian semua mengerti!" Jawab Kai.

"Sekarang,mana Tao?" Tanya sang manager.

Other Side

"Gege..kenapa? Jawab aku!"

Kris dan Tao ada di taman rumah sakit.

Kris tampak menekuk kepalanya dan tak mampu menjawab pertanyaan Tao.

"Gege,jangan buat aku mengulang pertanyaan,lagi!"

Kris masih tetap pada posisinya.

Ia ingin menjawab baby panda tercintanya itu,hanya saja,dia tak tau harus mengatakan apa lagi.

"Apa mungkin,kau dan …"

"Ani,,Tao,,ani!" Jawab Kris dengan cepat.

Tao mengernyitkan dahinya.

"Aku dan Lay tidak ada hubungan apa-apa,percayalah pada gege."

Tatapan Kris begitu mengiba padanya.

"Gege,Tao tidak mengatakan apa-apa. Dan lagi Tao bukan mau mengatakan itu."

Yap! Mati kau Wu Yi Fan! Apa lagi sekarang?

Wajah Kris tampak bodoh. Seperti maling yang sedang tertangkap basah saat mencuri.

"Gege,kenapa kau memukul Sehun? Dan kenapa gege mengira kalau Tao mau mengatakan kalau gege dan Lay gege ada hubungan?"

Oh shit!

Kris merutuk dalam hatinya. Kenapa segalanya menjadi tambah rumit sekarang ini?

"Gege hanya berpikir kau masih memikirkan soal penyebab kecelakaanmu, itu kau kan menyangka kalau gege selingkuh dengan Lay."

"Maafkan gege,Tao. Gege harus membohongimu,lagi,maaf." Batin Kris.

"Apa yang membuat gege memukul Sehun kalau begitu?"

"…"

"Gege!"

"…"

"Dia tau kalau aku menyukaimu bahkan aku pernah menyatakan perasaanku padamu,dia sudah tau semua,Tao hyung!"

TBC