Title: Your Happiness Is My Priority
Disclaimer: Kuroko No Basuke milik Fujimaki Tadatoshi. Dufan milik PT Jaya Ancol. Tapi cerita ini milik saya yang entah dapet ide dari petir mana. Jangan lupa para OC juga punya saya.
Summary: jika aku di tanya apa yang paling berharga bagiku. Mungkin aku akan menjawab 'kebahagiaan orang yang ku sayangi'. Naïve bukan? –chapter 5– "HEI HATI-HATI KALAU JALAN!"/ "AH! Dia Kuroko Tomoko! Manager Teiko."/ "Seharusnya kau tidak usah bermain basket. Bagaimana jika kau tidak bisa jalan lagi?"
Warning: Akashi x OC/ BL (antar chap 7/8)/ Typo berterbangan/ GAJE/ EYDhampir nihil/ merusak mata, otak, jiwa dan lain sebagainya/ OC/ OOC(SANAGAT, terutama Akashi)/ keluarga yang di ubah-ubah oleh Author alur suka-suka Author/ Author yang baru keluar dari RSJ/ Dufan tiba-tiba ada di Jepang/ dan masih segedung lagi yang perlu di ingatkan tapi sekarang Author bingung mau nulis warning apa lagi. *plaaaak* Mungkin di chapter mendatang akan ada warning baru.
Rated: T
P/N (Plot Note): sangat DI PERCEPAT
A/N: maaf karena upsate amat sangat super duper telat dan typo pasti bertebangan. Reader boleh membunuh saya kok, saya rela. (sisi lain: siapa yang mau negbunuh elu!) #nangis di pojok ruangan.
Don't like it don't read it. If you still want to read. Have a nice reading.
Chapter 4: The Opening Of Opening
Seperti yang aku katakana, aku masuk SMA Seirin bersama Onii-chan. aku tahu pilihanku setengahnya salah karena tidak bersama Sei tapi aku ingin Sei menyadari kesalahannya.
Aku dan Onii-chan memasuki gerbang sekolah. Karena ini adalah hari penerimaan murid baru banyak kakak kelas yang menawarkan ekstrakulikuler. Sungguh ini sangat berisik dan menganggu. Aku dan Onii-chan memakai 'misdirection' kami berjalan bersebelahan.
*bruk*
"HEI HATI-HATI KALAU JALAN!" Tiba-tiba orang berambut maron dan hitam dari belakang berteriak kepadaku. Sungguh anak ini.
"Pertama kau yang menabrak. Dan kedua aku tidak menabrakmu melainkan kau menabrak kakakku." Kataku sedikit sebal. Emgnya kakak segitu gak keliatan apa sampe dia menabraknya hingga Onii-chan duduk. "Ayo Onii-chan." aku menarik Onii-chan untuk menjauh dari laki-laki tersebut.
"Eh? Kok ada cowok rambut biru di depanku?" itulah kata-kata yang ku dengar dari laki-laki tadi.
Kami berjalan menyusuri lautan manusia sampai Onii-chan berhenti. "Ada apa Onii-chan?" tanyaku padanya. Dia hanya melihat peta club, dia memperhatikan letak stand club basket.
"Aku ingin mendaftar Tomoko-chan." katanya datar. Walaupun mukanya datar aku bisa melihat matanya berbinar. Aku hanya menghela napas panjang.
"Baiklah aku akan selalu di sisimu Onii-chan." kamipun berjalan ke stand tersebut untuk mendaftar.
"Maaf, saya ingin mendaftar untuk manger. Bolehkah?" tanyaku pada laki-laki berkacamata dengan senyum.
"A-a-ah. Silahkan." Dia terpana dan memberikanku Formulir. Di saat bersamaan aku melihat Onii-chan mengisi formulir untuk anggota. Sungguh pintarnya dia mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Ano, kamu ingin mendaftar menjadi manager?" aku berbalik kearah sumber suara dan menemukan perempuan dengan surai coklat. Sepertinya dia manager, tapi sepertinya juga bukan.
"Iya. Apakah ada tempat untuk itu?" aku bertanya balik ke arahnya.
"Tenang saja tempat manager masih kosong. Selamat datang di club basket dan nanti setelah pulang sekolah tolong ke GYM." Hem… sepertinya aku kenal orang ini. Ah! Orang ini Aida Riko.
"Baiklah senpai. Saya permisi, Aida Riko-senpai." Aku beranjak dari sana bersama Onii-chan dan meninggalkan senpai-senpai yang cengo.
"Seperinya aku pernah melihat anak itu." Laki-laki berkacamata berpikir keras mengingat-ingat. "AH! Dia Kuroko Tomoko! Manager Teiko."
"HEH!?" teriak anggota lain. Tak lama kemudian aku melihat pria menyebalkan berambut merah-hitam itu berjalan ke stand basket.
Sepulang sekolah aku dan Onii-chan pergi ke GYM. Di sana sudah banyak orang dan aku melihat orang menyebalkan yang tadi menabrak Onii-chan tadi pagi. Aku mendekati Riko-senpai. "Ano senpai aku sudah datang."
"AH! Akhirnya kamu datang. Nah, mari kita buat perkenalan." Dan semua senpai memperkanalkan diri masing-masing. Dan terakhir adalah Aida Riko yang tak lain adalah sang Coach. Dan semua anak kelas satu terkejut kecuali aku.
"Nah! Sekarang tolong buka baju kalian." Perintah Riko-senpai.
"HAH?" anak-anak kelas satu berteriak. Dan sekali lagi pengecualian aku dan Onii-chan. kami hanya membelak mata tidak percaya.
"Aku ingin melihat kemampuan kalian. Dan Tomoko-chan aku juga ingin mengetesmu. Nah Tomoko, tolong data semua anak ya~" Riko-senpai memberikan aku papan jalan. Aku memulai menulis data. Sebenarnya aku lebih bisa melihat kemampuan dari kelakuan mereka sehari-hari. Ya tapi aku tidak boleh protes, aku masih bukan siapa-siapa di sini. Mau tak mau aku mengikuti cara Sei memperhatikan gerakan otot orang lain.
Anak-anak baru di sini bisa di setarakan dengan second string Teiko. Masih belum ada yang setara kiseki… Orang yang terakhir aku data adalah Kagami Taiga. Tak lain orang yang menabrak Onii-chan.
"EH!? Kamukan orang yang tadi pagi." Dia baru sadar dasar bodoh. Tapi kenapa kemampuannya tinggi? Bisa di katakana dia hanya 4-6 level di bawah Kiseki no sedai, terakhir kali aku mengecek mereka.
Sebenarnya aku tidak ingin mendata dia. Tapi sepertinya aku punya ide lain. Aku memukul perutnya dengan keras untuk ukuranku. Mungkin aku berlebihan karena dia mundur 5 langkah dan terjatuh.
"ARGHHHH! KAMU! APA YANG KAU LAKUKAN HAH!?" tanyanya dengan nada tinggi. Aku senang melihat wajah kesakitan sekaligus marahnya.
"Mengecek kekuatanmu. Ternyata kau lemah ya~" aku menulis datanya dan memberikannya pada Riko-senpai. Dan aku melihat Kagami menyumpah serapahiku.
Aida Riko hanya melihat data yang ku buat dengan menganguk-anguk. "Hasilnya 7/8 sama dengan yang aku lihat." Aku hanya tersenyum kepadanya. Dia masih meneliti data yang kuberikan. Tiba-tiba dia kaget. "Ano, siapa Kuroko Tetsuya?" tanyanya.
"Kakakku. Tepatnya orang di sebelah Kagami Taiga." Kataku menunjuk kakak yang dengan datarnya berdiri.
"HAH!? Sejak kapan orang itu ada di sini?" teriak semua orang. Sungguh? Apakah ini hari teriak?
Aku melihat Kantoku memasang wajah bingung kearah lembar kertas isi profile Onii-chan. Sepertinya dia bingung kenapa Onii-chan ada di situ atau memiliki semua criteria di bawah rata-rata.
"Ano, kau masuk di string ke berapa Kuroko-kun?" tanyanya sedikit ragu-ragu.
"String pertama. Dan tolong panggil saya 'Tetsuya' untuk mudah mengetahui Kuroko yang mana yang anda panggil." Kata Onii-chan sedikit membungkuk.
"B-b-baiklah." Kantoku hanya bingung dan menyuruh latihan. Ya walaupun latihannya tak sehorror latihan Sei-kun.
Setelah kegiatan klub aku pergi ke Maji Burger. Onii-chan mencari tempat duduk terlebih dahulu dan aku memesan 2 Vanilla milkshake dan 2 cheeses burger. Saat aku mendekati Onii-chan ternyata dia bersama Kagami.
HUH… kenapa ada orang itu? Aku duduk di depan Onii-chan. "HEI! Ngapain kamu di sini?" tanyaku sedikit nyolot.
"Aku sudah di sini dari tadi tau!" katanya dengan segunung burger di nampannya.
"Maaf, aku duluan yang duduk di sini." Onii-chan membuka suara.
"HUEEEEEEEEEEE! Sejak kapan kau ada di sini!?" Kagami menunjuk-nujuk Onii-chan. dasar tidak sopan! Aku hanya mengeluarkan aura tidak suka kepada Kagami.
"Sebelum kamu duduk di situ." Kata Onii-chan sambil meminum vanilla Shakenya.
"Aku punya pertanyaan untuk kalian. Mari bicara di lapangan." Kami beranjak dari tempat duduk ke taman terdekat.
"Kau pasti menyembunyikan seseuatu. Kau di akui oleh Kiseki no sedai. Aku ingin melihat kekuatanmu." Walaupun kau berkobar-kobar ingin mengetahui kekuatan Onii-chan, itu akan mustahil Kagami.
"Baiklah. Lagi pula aku ingin melawanmu 1 on 1." Onii-chan bermain melawannya di sana. Dan ya, Onii-chan kalah jauh. Aku menemukan hal yang unik dari orang ini. Dia mungkin dapat mengalahkan Kiseki no sedai jika lebih dilatih.
Seperti biasa, sepantas dan seharusnya Onii-chan kalah. "Jika kau lemah tidak usah main basket. Aku membenci orang lemah!" kagami membentak Onii-chan. Sungguh tidak sopan! Apa haknya membentak kakakku hah?
"it-"
"Jika kau merasa kuat. Lawan aku 1 on 1. Jika kau kalah, tarik ucapanmu balik. Jika aku kalah aku akan setuju dengan kata-katamu jika Onii-chan lebih lemah dari orang lain."
"Hah? Bertanding dengan perempuan? Itu akan sangat mudah." Kau boleh melecehkanku sekarang. Tapi lihat hasilnya.
Kamipun memulai pertandingan. Peraturannya gampang hanya orang pertama yang menskor 5 poin menang. Mudah bukan? Awalnya aku memegang bola. Kagami memblock dengan sangat serius. Seperti biasa aku menggunakan fake. Awalnya aku mengarahkan badanku ke kanan saat Kagami mengikuti gerakanku aku mengarahkan tubuhku ke kiri. Dan dengan bodohnya dia mengikuti.
Di saat bersamaan aku bisa memastikan dia akan kewalahan untuk gerak refleks selanjutnya. Aku melakukan gerakan putar ke kanan tubuhnya dan meloncat. Sayangnya dia memblock bolaku. Wah, gerak yang cukup cerdas~ sayangnya dia melawanku. Aku sudah tau gerakan itu. Aku hanya memegang bola santai. Saat aku sudah menginjak tanah aku meloncat lagi. Yup, ini fake. Di saat loncatan ke dua kagami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dan aku menshoot dengan santai
"B-ba-bagaimana bisa?" Kagami memanfangku tidak percaya. Aku hanya tersenyum sinis ke arahnya.
"bukanya 'Kau pasti menyembunyikan sesuatu. Tunjukan kekuatanmu' itukan yang kau katakan? Sekarang aku sedang menunjukkannya." Kagami berdiri dan aku memberikan bolanya.
Sekarang aku memblocknya. Sebenarnya aku sempat kewalahan untuk menghadapinya. Untung saja dewi fortuna berada di pihakku. Saat dia mengshoot jariku mengenai bolanya dan akhirnya tidak masuk. Sekarang giliranku lagi.
Sebenarnya ini hampir batas normalku jadi aku harus menyelesaikan ini dengan cepat. Aku mendribble bola kekanan dan kekiri seperti tadi aku membuat fake. Bedanya aku tidak berputar dan melewati Kagami melainkan mundur dan membuat three-point-shoot. Aku meloncat sangat tinggi dan menshoot seperti Midorima. Sebenarnya aku selalu memperhatikan gerakan para kiseki maka aku bisa melakukan yang mereka lakukan.
Akhirnya aku menang. Aku menginjak tanah dengan senang tetapi di saat bersamaan aku terjatuh. Nyeri itu kembali lagi, sial.
"Tomoko-chan!" Onii-chan mendekatiku. "Kau tak apa-apa?" tanyanya dengan wajah sangat khawatir.
"Aku tidak apa-apa Onii-chan. Ini hanya kambuh sedikit, hahaha." Aku hanya berusaha berdiri dengan kaki kiri yang sangat nyeri. Onii-chan membantuku untuk mengambil tas dan barang-barangku di bench.
"Seharusnya kau tidak usah bermain basket. Bagaimana jika kau tidak bisa jalan lagi?"
"Aku tidak apa-apa Onii-chan…" aku mencoba untuk berjalan sendiri ke luar taman. "Lihat, aku baik-baik saja. Ayo pulang"
"Baiklah." Onii-chan mengambil barangnya dan mengikutiku. "Kagami-kun aku tidak bisa berhenti basket karena 1. Aku mencintainya dan 2. Aku adalah bayangan."
Keesokan harinya ada pertandingan 5 on 5. Onii-chan menunjukan kekuatannya sebagai bayangan dan Kagami-kun tersanjung. Semenjak itu kami semakin dekat satu sama lain.
Suatu hari aku, Onii-chan dan Kagami ingin menjadi anggota inti. Dan kami harus berteriak di atas atap atau menyatakan perasaan tanpa pakaian. AYOLAH, masa aku harus ke Kyoto lalu menyatakan perasaanku sambil bugil depan Sei? Aku rasa itu akan berakhir tidak baik. Antara Sei akan memutuskanku, aku di anggap murahan, dan lebih parahnya lagi keperawananku di ambil. Sungguh aku ingin mati saja jika begitu. Sejujurnya aku bingung bagaimana cara menghilangkan keperawanan dan kenapa laki-laki ingin menghilangkan keperawanan. Tapi mari bicarakan itu lain kali saja. Karena jika aku ketahuan mengetahui dua hal tadi aku akan di marahi panjang lebar oleh Onii-chan dan Haru-Nii.
Kagami maju duluan dan menyatakan bahwa dia akan mengalahkan Kiseki. Karena guru datang sanggat cepat aku tidak sempat menyuarakan keinginanku. Akhirnya aku dan Onii-chan menulis besar-besar di lapangan. Onii-chan menulis 'akan ku buat kau menjadi nomor satu' sedangkan aku menulis 'aku ingin melindungi orang yang kusayangi dan mewujudkan harapannya.'
Setelah itu hari semakin penuh warna. Melawan Kaijo tepatnya Kise-kun. Ya walaupun banyak kejadian. Contohnya, Kagami menghancurkan ring. Kepala Onii-chan berdarah. Sebenarnya aku ingin menghukum Kise karena melukai Onii-chan, tapi mengingat aku bukan managernya aku mengurug niatku. Dan saat selesai pertandingan aku menjadi teddy bearnya Kise ynag melimpahkan kesedihannya.
Anggota kiseki no sedai selanjutnya yang kami lawan adalah Midorima. Kami menang lagi. Berbeda dengan Kise, saat aku mendekati Midorima yg menyendiri dia menghindariku. Ya mungkin dia terlalu tsundere, aku tau kalah itu menyebalkan akhirnya aku hanya memeluknya untuk menenangkannya di bawah guyuran hujan. Aku tau dia menangis tapi dia selalu mengelak bahwa itu air hujan.
Setelah bertarung dengan berbagai tim, akhirnya kami melawan Aomine. Walaupun Momoi mendapat informasi tentang seirin. Aku juga mendapatkan informasi tentang Touo. Tapi aku tidak menyangka Aomine akan berkembang sangat pesat.
Kami menerima kekalahan dari Touo. Setelah itu Kagami berubah dan kami kedatangan senior yang baru keluar dari rumah sakit, tak lain adalah Kiyoshi Teppei. Aku sangat berterima kasih kepadanya karena tanpa dia Onii-chan akan sangat down dan Kagami tidak akan balik seperti dulu.
Kami Murasakibara di street basket. Kami juga bertemu Himuro Tatsuya. Kesan pertamaku terhadap Yosen adalah BESAR. Sungguh, tinggi mereka di atas rata-rata. Aku jadi ingin meminta 5cm dari masing-masing pemain. Habis aku stak di tinggi 155. Aku merasa sangat pendek… setelah pertandingan dengan beberapa sekolah kami akhirnya masuk winter cup.
Ya walaupun saat melawan Kirisaki Daichi aku ingin membunuh semua anggota. Siapa yang tidak sebal jika kakak tersayangmu hampir di sakit dan seniormu babak belur. Rasanya aku ingin menguliti Hanamiya Makoto dengan koleksi beda tajamku. Dan luka-lukanya ku siram dengan air jeruk nipis.
Setelah latihan dari Ayah Kantoku kami pergi ke tempat penyelenggaraan WC, bukan toilet tapi Winter Cup. Saat upacara selesai Onii-chan mendapat SMS dari Sei. Kami meminta ijin dan pergi ke tempat yang di tentukan.
Saat sampai kami melihat Kiseki no Sedai minus Sei. Tak lama kemudian suara yang sering aku dengar dari telpon 3-5 kali dalam satu minggu itu menjamah indra pendengaran kami. "Maaf karena menunggu. Dan maaf aku ingin berbicara hanya dengan mantan rekan setimku dulu."
Sepertinya kata-kata itu tertuju pada Furihata-kun yang dari tadi mengikuti kami. Tiba-tiba tangan besar memegang pundak Onii-chan dan kepalaku. Tangan sebesar ini, Kagami-kun? Dia sudah pulang dari Amerika? "Ayolah, kami hanya pendengar." Katanya pada Sei.
"Kagami-kun?" aku orang pertama yang membuka suara setelah Kagami.
"Tadaima Tomoko." Dia tersenyum sangat lebar kearahku.
"Okaeri Kagami-kun. Dan…" Aku berbalik dan menendangnya. Dia merintih kesakitan. Biarin aja, salah dia. "Aku mewakili yang lain. Kau tahu seberapa khawatirnya kami?" aku mengomeli Kagami, tidak terlalu panjang sih.
"Shintarou, bolehkah aku meminjam guntingmu? Hasami-chan tertinggal di lokerku. Aku ingin memotong poniku yang panjang ini." Sei mengambil gunting Midorima. Dia memulai memangkas poninya, sebenarnya aku ingin menghentikan aksinya tapi instingku menyatakan aku tak boleh mendektainya. "Jadi kau Kagami Taiga ya?" Akashi mendekati Kagami, dan melayangkan guntingnya. Untung Kagami menghindar.
"Tidak ada yang boleh menentangku. Orang yang menentangku akan ku bunuh walaupun itu adalah orang tuaku sendiri. Aku akan sudahi sampai sini saja." Sei berjalan pergi. Aku hanya berdiri dan tidak mempercayai apa yang terjadi.
"Pergilah jika kau menginginkannya Tomoko-chan." Onii-chan menyadarkan lamunanku. Aku hanya mengangguk dan berlari mengejar Sei.
"SEI!" aku berteriak kepada punggung pemuda berambut merah darah itu.
"Ada apa Tomoko?" Sei berbalik menghadapku.
Aku memeluk pemuda tersebut. Aku sudah peduli setan jika ini tempat umum, aku merindukannya tau! Dia membalas pelukanku.
"Jangan." Sei berbisik di telingaku. "Jangan pernah tinggalkan aku dan mendekati pria lain Tomoko." Nada bicaranya sangat lirih. Sekarang aku sadar kenapa dia menyakiti Kagami. Sei cemburu.
"Walaupun satu juta laki-laki mendekatiku. Aku tetap mencintaimu Sei."
"Apakah kau tetap berkata seperti itu jika laki-laki tersebut adalah character anime atau otome games?"
Aku tertawa sebentar. "Kau iri dengan character virtual Sei?"
"Jujur saja, IYA."
Aku terkikik kembali. "Maaf Sei, aku harus kembali. Sampai berjumpa di lapangan Sei." Aku berbalik badan dan berjalan menjauh.
"Tunggu." Sei menggenggam tanganku. "Jika kau di suruh memilih. Aku atau Tetsuya. Siapa yang kau pilih?"
"Onii-chan." aku menjawab dengan cepat. Ya walaupun Sei pacarku Onii-chan adalah keluargaku. Mungkin jika dia bertanya saat kami sudah menikah mungkin aku akan berpikir-pikir. Gengaman di tanganku melemas dan Sei hanya menunduk. Akupun kembail berjalan ke ruang ganti timku.
Setelah hari itu kami menang dari Touo, Yosen dan Kaijo. Tetapi aku tak pernah sekalipun mendapat telpon maupun sms dari Sei. Apakah dia marah terhadapku?
Hari ini adalah final WC. Pertandingan Seirin vs Rakuzan. Saat aku melihat Sei, dia sangat berubah. Aura intimidasinya lebih besar dari sebelumnya. Dan pertandingan ini di akhiri dengan tidak menyenangkan. Karena Seirin kalah melawan Rakuzan. Walaupun ini masih prolog awal dari kesedihanku, dan tidak ada bandingnya dengan nanti. Tetapi tetap saja aku mengangis. Aku tidak bisa menyadarkan Sei atas kesalahannya. Tapi, aku masih punya kesempatan. Tunggu saja Sei, kami akan mengalahkanmu nanti di pertandingan persahabatan.
To Be Continue
A/N: oke saya akan jelaskan maksud Tomoko di sini. Sebenarnya dari chapter 1 sampai chapter 6/7 itu hanya prolog (panjang amet ya. Sebenarnya ini berguna nanti sih.) nah cerita aslinya di mulai di chapter 7/8. Dan titlenya akan nyambung di akhir cerita. Ya, saya sudah merencanakan ini.
Yak ini sangat GAJE dan ANEH dan ABAL dan MACAM-MACAM YANG BIKIN SAKIT. Sumpah saya aja pas nulis cengo sendiri kayak sapi ompong.
Anyway, Terima kasih untuk: Kinto Kin, AyumuIshikawa, Kitami Misaki, Silvia-KI chan, Juvia Hanaka, Aoi Yukari, Kumada Cihyu, Rin, Jo, , sakazuki123, kuroiyazoi, Leonia Otaku, Golden Eye, , Nijigengurl, bubletea dan semua silent Reader. Terima kasih masih bertahan dengan Author RSJ ini.
For Bubletea: maaf saya lama update #sembah sujud(?). mau tambah rame gak? Ayo nari di atas meja makan terus mecahin piring! (server: maaf orang ini makin gila) anyway. Terima kasih, SEMANGAT! \(o)/
Saya pengemis Review, jadi silahkanunek-unek, boleh kritik, boleh saran, boleh flame, pokoknya apapun itu di tulis di kotak review. SAYA SUNGGUH MEMBUTUHKAN ITU! #MAAF CAPSLOCKNYA SAYA MALES MATIIN
Sign,
ChizuGawa
