Chapter 2

SEMUA TOKOH DALAM CERITA INI MILIK PENGARANG ASLI MEREKA BESERTA LAGU YANG MUNGKIN ADA

BILA ADA KESALAHAN MOHON MAAF

Dalam sebuah aula besar terdapat enam orang tengah melingkar lima orang diantaranya mengenakan topi bertulis api,Bumi,Air,Angin,Petir sedangkan seorang mengenakan pakaian layaknya raja,suasana serius terpancar jelas dari mereka Hingga masuklah seorang berambut putih panjang dengan garis merah di bawah matanya.

"seperti biasa kau sibuk,Minato" kata lelaki itu dengan nada jenaka,dengan mulus mendapat lemparan kursi dari Tsunade.

"ada masalah apa,Sensei?" balas Minato.

"ada pengelihatan dari Ogama sannin" kata Jiraiya serius.

"ramalan apa,Jiraiya-sama?" balas Mei.

"kata kakek katak,akan ada yang bermain api dengan Guardian dan bila saat itu tiba kalian harus menenangkan dia,asah dia biarkan dia mengambil ratunya" kata Jiraiya serius.

"lalu,apa kau tahu siapa Guardian itu " kata Minato.

"yang kami tahu,dia memiliki aura yang hangat dan kini dia bersama dengan ratunya" balas Jiraiya dengan nada cengengesen seperti biasa.

"dasar,masalah semakin banyak" kata Tsunade dengan memijit pelipisnya.

Sedangkan dilain tempat seorang lelaki pirang bersin melihat hal itu Hinata menyerahkan sapu tangan namun ditolak halus,dia lebih mementingkan membaca buku setebal kamus sampi dia mulai prustasi wanita disampingnya hanya tertawa lalu menenangkanya.

"sudah sabar Narut-kun,kau pasti bisa" kata Hinata lembut pada Narut yang cemberut layaknya anak yang tidak dibelikan mainan.

"ini menyebalkan"

Tidak bisa disalahkan karena sedari lahir Naruto sudah memiliki cadangan Mana yang besar untuk melakukan Sihir sekala kecil akan sangat menyusahkan,itu kenapa dia lebih memilih tehnik pedang ngambekanya terhenti saat mendengar ketukan ralat doberakan pintu tubuh langsung keringat dingin melihat siapa pelakunya.

"hal-APA YANG KAU LAKUKAN " wanita merah itu sudah masuk mode Habanero.

"tenag,Naru jelaskan"

Keringat dingin terus keluar sedangkan Hinata tidak tahu menahu kenapa siapa dan apa yang terjadi hanya cengo,Naruto menarik nafas dalam dan meng hembuskan lewat mulut.

"lebih baik kau mulai"

"ibu,aku hanya belajar" kata Naruto.

"apa penjelasanmu tentang,kenapa ada gadis di ruangan yang sama dengan pakaian atas yang tembus pandang" kata Kushina sambil menunjuk Hinata,sontak Hinata mengikuti telunjuk dan degan cepat menyilangkan tanganya didada wajahnya sudah semerah rambut wanita yang menerobos masuk bukan salah Hinata ruangan ini memang panas salahkan saja pada musim panas ini yang membuat tubuh Hinata berkeringat.

"itu" dan sudah habis penjelasan.

"sudahlah,apa tidak ada pelukan untuk ibumu ini" kini senyum keibuan yang dia berikan.

Tanpa disuruh untuk keduakalinya Naruto melompat memeluk sang ibu dia lalu menyuruhnya duduk dengan Hinata kedapur untuk mengambil tiga gelas penuh minuman,Satu gelas rasa jeruk,Satu rasa anggur dan satu rasa stroberi.

"Naru,kenapa kau tidak kenalkan siapa prempuan ini pada ibu" kata Kushina dengan nada ah entah yang pasti membuat Naruto jadi kikuk.

"namanya Hinata Hyuga,dan Hinata ini Ibuku Kushina Uzumaki"

"salam kenal,Kushina-san" kata Hinata.

"tausah formal,panggil saja aku Ibu sama seperti anaku memanggilku" balas Kushina dengan senyum.

"ada apa ibu kemari"

"apa salah kalo seorang ibu mengunjungi anaknya,dan hy Naru" kata Kushina dengan gaya seolah berbisik.

"apa?"

"kau tidak melakukan itu kan" lanjut Kushina watados,mengerti apa yang dimaksut sontak wajah tan itu berubah merah.

"APA YANG KAU PIKIR AKU BELUM MELAKUKAN ITU" ledak Naruto.

"haha,hy Hinata-chan kau tahu dimana Kurama" kata Kushina sambil mencari rubah yang selalu bersama Naruto.

"dia tadi keluar,mungkin jalan jalan" balas dia.

"hm,hy Naru malam ini ibu tinggal disini" kata Kushina bagi tuan rumah bagai disambar petir.

"kenapa disini,disini sempit dan kenapa tidak di hotel" kata Naruto gelagapan,dan sang ibu mencium sesuatu.

"kau tidak melakukan hal burukan Naru" kalo hal buruk bukan namun bagai mana menjelaskan kalo malaikat disamping ibunya tinggal serumah denganya.

"Naruto-kun ibumu bisa tinggal dikamar yang kutempati kan,aku malam ini bisa tidur di sofa" kata Hinata polos.

Naruto hanya berwajah datar atas kejujuran Hinata lain dengan Kushina yang sudah siap dengan berondongan pertanyaan pada anak pirang nya ini,aura pembunuh sudah pekat pada diri Kushina ruangan itu terasa dingin bagi kulit Naruto.

"baik aku jelaskan LAGI"

Dan beberapa menit kedepan menjadi menit untuk menceritakan ah menjelaskan apa yang terjadi tentu di edit kejadian malam pertama,Kushina hanya memasang wajah bangga dia lalu menghambur memeluk Hinata prempuan itu dipeluk seolah dia adalah anak kandungnya.

"aku paham Hinata-chan,beruntung kau bertemu dengan Naru-kun" kata Kushina dengan air mata buaya,sukses membuat kepala Naruto terdapat keringat sebesar biji jagung.

"iya,Kushina-san"

Malam telah tiba dua wanita itu menyiapkan makanan dengan canda tawa sedangkan Naruto dia keluar untuk melakukan Misi,masakan puntelah selesai Hinata membantu Kushina untuk menyiapkan Hidangan malam kini ibu bersurai rubi itu kagum dengan kecekatatan Hinata sebuah senyum terpatri dibibirnya akibat sebuah rasa yang menyentil hatinya acara makan punberlalu sampai Hinata bertanya sesuatu.

"ibu,apa aku boleh bertanya?" kata Hinata mulai canggung,melihat hal itu Kushina memberikan senyum hangatnya.

"mau tanya apa,jangan takut Nata-chan silhkan"

"rasanya,aku pernah melihat wajah anda anda seperti sang Ratu" tanya Hinata.

"kalo memang iya kenapa"

"jadi,Naruto-kun adalah" sebelum selesai Kushina memberikan isyarat untuk diam.

"ini permintaan anak itu,dia tidak mau diperlakukan istimewa dia ingin melihat dunia dengan setatus biasa dia sadar kalo dia mengungkapkan status aslinya sekarang maka orang disekelilingnya hanya penjilat apa kau paham Nata-chan,dan aku yakin kau bukan orang dari golongan itu serta dia ingin menjadi kuat dengan caranya sendiri" jawab Kushina.

"lalu,kenapa Kushina-sama yakin sampi segitunya" balas Hinata tak percaya.

"karena Naru-kun percaya padamu,karena kau layaknya rembulan Ratu malam bagi Naruto yang seperti mentari Raja siang" kata Kushina.

"namun bulan tidak bisa bersama matahari" coba sanggah Hinata.

"namun bulan mendapat sinarnya dari matahari,Matahari dengan sinarnya memberi kehidupan sedangkan Bulan dia menerangi mahluk hidup didalam tidurnya Hinata" balas Kushina

"terimakasih ibu telah mempercayaiku" kata Hinata dan mendapat anggukan dari Kushina.

Kelain sisi meninggal kan rumah yang menghangat dikarenakan obrolan dua orang kaum hawa yang kemungkinan akan terikat dengan ikatan kekeluargaan ,kesisi dimana seorang lelaki pirang dengan patner rubahnya sedang melawan 5 Titan dan 2 Dragon yang tersisa dari satu kelompok yang berisi Goblin,Titan dan Dragon.

"lebih baik,kau punya rencana mereka merepotkan" kata Kurama tanpa menurunkan kesiagaan.

"pancing Titan kedaerah selatan disana aku akan eksekusi mereka,kau lawan Naga itu" kata Naruto dengan terengah engah,dari sisi kepalanya mengeluarkan darah dan beberapa tulang rusuknya ada yang patah.

"yakin kau mau melakukanya,lihat kondisimu aku tak mau mati dihajar Ibu dan siratumu BAKA" kata kurama sambil melancarkan Bijudama,serangan sukses untuk menumbangkan 4 titan dan memberi luka pada Naga yang menyebalkan adalah mereka dapat dengan cepat beregenerasi sampai seolah tak pernah ada luka ditubuh mereka,Naga dapat dikalahkan bila kristal didadanya hancur atau Tubuhnya hancur sampai menjadi debu.

"percayalah padaku,sekarang lakukan."

Dengan itu Naruto membuat pengalih perhatin pada ke5 Titan dan sukses mereka mengejar Naruto kearah selatan dimana tempat tersebut adalah Hutan,dimana ribuan pohon menjulang setinggi 30 meter dengan diameter 6 meter,dengan cepat mereka memasuki barisan pepohona,Seringai terpasang dibibir Naruto dia lalu merentangkan tangan kirinya.

"rasakan ini Block Magic:Freezing".

Muncul lingkaran sihir dari kaki paraTitan mereka seolah membeku,tak menyiakan momen ini dengan cepat Naruto menebas tengkuk titan didekatnya sampai terpisah merentangkan kedua tanganya pada dua titan di kiri dan kanan dia lalu menggunakan sihir angin berupa sabit angin dua lagi tewas.

"tinggal dua"

Dengan kilat dia berpindah ketengkuk titan perempuan dan menggunakan pedang menebas tengguknya,Titan terahir dia menyalurkan Mana yang diubah menjadi elemen angin pada pedangnya dia melakukanya untuk menebas jenis Titan yang ini.

"rasakan ini,kulit besi"

Armor Titan sudah terkapar dan berubah menjadi Uap layaknya Titan bila mati,pertarungan yang tidak imbang dimana diawal misi prediksi melenceng karena bantuan monster terus datang sehingga menimbulkan korbn luka yang banyak dari pihak Naruto yang membuat dia seperti sekarang,menjadi pria sendirian mengacungkan pedangnya menghadapi musuh yang tersisa bersama Kurama,semua demi untuk memberi kesempatan bagi yang lain untuk sampai Zona aman.

"kau berasil Naruto" kata seorang peria yang barusaja datang.

"kalian telat,Kakashi sensei" kata Naruto dia lalu menggunakan pedangnya sebagai tumpuan berdiri,sedangkan Kakashi hanya tersenyum mata khasnya.

"lebih baik,hah kau dibawa kerumah sakit" belum sempat Naruto menjawab dia sudah tumbang,dan langsung ditangkap Kakashi dan dibawa kerumah sakit sedangkan Kurama dia diobati oleh salah satu tim anbu walaupun itu berpengaruh kecil.

Pagi telah datang lagi saat Kushina bagun dan membuaka pintu kamarnya dia dibuat kagum,soalnya rumah itu seolah bersinar karena kebersihanya benar benar bersih lantai sudah di pel,korden rapi dan jendela sudah di poles,saat kedapur sudah ada makanan yang masih mengebulkan uap pertanda baru matang,melirik jam yang masih menunjukan jam 5.05 sungguh rajin orang ini sudah seperti.

"keriteria istri yang baik,siapa yang melakukan ini ya"

Saat ibu berambut merah itu asik berpikir Hinata keluar dari kamarnya sudah mengenakan seragam akademi Konoha,dan otak Kushina sudah mendapat jawaban atas peranyaanya dia lalu memanggil Hinata untuk makan pagi dan Kushina mengkerutkan keningnya saat melihat Hinata seperti ada yang mengganggu.

"Nata-chan,ada yang menggangumu?" kata Kushina lembut pada Hinata.

"tidak ada,namun entah aku merasa kuatir" balasnya Jujur.

"apa soal Naru?" dan Hinata tak menjawab.

"kalo dia aku juga kuatir,namun hanya doa yang bisa aku lakukan dan percaya dia akan tidak apa apa"

Ketukan dipintu menghentikan obroan mereka saat Hinata membuka pintu,seorang bertopeng kucing daripostur tubuh dia adalah wanita melihat wajah penasaran wanita itu lalu memperkenalkan diri siapa dia.

"aku anbu,aku membawa kabar bahwa Uzumaki Naruto kini dirawat dirumah sakit Konoha"

Setelah itu wanita tersebut langsung pergi menghilang Hinata langsung masuk kedalam rumah dan memberi info ini pada Kushina,dengan bergegas mereka menuju rumah sakit Konoha tempat dimana Naruto dirawat saat sampai mereka langsung bertanya pada resepsionis tentang rungan rawat Naruto dan ditunjukanpada Nomor 98.

"terimakasih"

Dan mereka langsung keruangan itu didepan ruangan Kurama sedang melingkar seperti bola tepat didepan pintu,dia terbangun saat merasakan kehadiran dua orang akrap baginya .

"kalian datang juga,bisa gantikan aku disini dia aman mungkin sedang tidur" kata Kurama dengan nada mengantuk.

"trimakasih,sekarang kau bisa tidur Kurama-kun" kata Hinata.

"ayo kita lihat,Hinata-chan" ajak Kushina masuk.

Didalam di kasur terlihat Naruto terbalut perban dan Gips terpasang ditubuhnya menyangga tulang yang patah,mata dua prempuan itu mulai berkaca dipenuhi air mata melihat anak dalam kondisi ini dan bagi Hinata entah kenapa ini terasa mengiris hatinya.

"ibu,Naruto-kun" sebelum selesai dia dipeluk Kushina.

"aku tahu,aku juga merasakan hal sama tenang saja dia adalah anak yang kuat percayalah padanya"

Berusaha menghibur namun dia tidak bisa menyembunyikan aliran air mata dipipi,Ibu yang normal mana didunia ini tega melihat anakknya seperti itu Kushina lalu membawa Hinata kebangku disamping ranjang .

"ibu,kenapa sampai seperti itu,dia orang baik yang telah menyelamatkan hidupku" kata Hinata disela tangisnya.

"sudah,Naru akan sedih bila kau sedih ini sudah resiko Hinata " wanita itu lalu mengusap puncak kepala Hinata.

Rasa penasaran hinggap pada benak Kushina,sebuah tanda tanya besar kenapa dia bisa seakrap ini dengan wanita yang baru ditemui anakny punjuga kenapa bisa mereka saling menerima seolah sudah berhubungan sangat lama.

'apa ini ,mungkinkah ini jalinan benang merah mereka' batin Kushina.

Saat sibuk dengan lamuna sebuah pentagram sihir berwarna kuning muncul di tengah ruangan,lingkaran itu bergerak keatas menunjukan dua pria berambut kuning jabrik dan seorang berambut panjang putih dengan garis merah dibawah matanya lelaki pirang nampak kuatir.

"Min-kun,kenapa kau kemari?" kata Kushina.

"bagai mana ia,apa ia baik-baik saja"kata Minato

"dia hanya tidur,dia mengalami beberapa patah tulang"

"sudah,ngomong-ngomong siapa dia Kushina" kini giliran Jiraiya.

"oh,ini Hinata dan Hinata kau sudah tahu siapa yg pirag itukan sedangkan yang brwajah mesum itu namanya Jiraiya" terang Kushina.

"salam kenal,Minato-sama Jiraiya-sama" kata Hinata sambil sedikit membungkuk.

Mereka ber4 mengisi waktu mereka dengan mengobrol ,sampai tiba-tiba Kurama menerobos masuk dan menyerimuti ruangan rawat dengan kekai tingkat tinggi yang mampu dia buat semua orang disana memandang heran pada Kitshune itu.

"kau kenapa,Kurama apa yang terjadi?" kata Minato.

"kalian akan tahu sendiri,sebelum terlambat tolong lapisi kekai ini" kata Kurama serius.

Benar apa yang dikatakan Kurama,Naruto perlahan bangun dari tubuhnya mulai bercahaya berwarna jinga semua disana kagum dengan tekanan mana yang besar ini didetik kemudi dia mengorkan Mananya cahaya menyilaukan menyelimuti ruangan itu,saat mulai redup nafas ke3 orang itu tersengal sengal menahan kekai.

"ini yang terjadi kalau dia sembuh dari cidera atau sakit, pernah aku sampai terpental kelaut" kata Kurama.

"luar biasa,aku ragu kau bisa seperti itu Minato" kata Jiraiya sambil melihat kekai ruangan ini yang pecah pecah.

"Naruto-kun" kata Hinata ia langsung berlari menagkap Naruto yang akan tumbang lagi.

"oe,seperti ini saja rasanya lebih nyaman" Guman Naruto.

Tiga orang dewasa itu keluar bersama Kurama sampainya diluar wajah mereka menunjukan raut serius,sedangkan Kurama yang tahu hanya menghela Nafas.

"bisa kau jelaskan,sebenarnya apa yang terjadi selama ini Kurama" pinta Minato.

"ini dimulai setelah dia keluar dari mension,waktu itu dia bertarung dengan segerombolan Goblin walaupun menang tapi cederanya lumayan awalnya aku bisa menahanya,dan saat sakit aku dalam ukuran asliku dipentalkan sampai kelaut setengah bulan sakitnya baru Hilang saat aku tanya apa penyebabnya jawabanya membuatku ingin menyerangnya dengan Bijudama sungguh menyebalkan"kata Kurama.

"melihat yang tadi,apa kau tahu apa penyebabnya Sensei" kata Minato.

"entah,aku sendiri tidak tahu dalam catatan sejarah hanya Madara dan Hashirama-sama yang mampu mengeluarkan Mana sehebat itu" kata Jiraiya dengan pose berpikir.

"nampaknya,kita tahu apa yang mampu meredam Naruto" kata Kushina sambil menunjuk kedalam.

Mata mereka melebar sama seperti tadi tubuh Naruto bersinar terang namun dia diimbangi cahaya redup menenangkan,sumbernya dari Hinata posisi mereka sama seperti saat ditinggal dimana Naruto beristirahat dengan menaruh tangan Hinata dipipi.

"nampaknya,kita sudah tahu siapa yang ada dalam ramalan Minato" kata Jiraiya.

"kau benar"

"oe,bisakah kalian mengawasi bocah itu sebentar"

"memangnya,kau mau kemana Kurama?" ucab Kushina.

"kembali keduniaku,aku akan mencari artikel mengenai hal ini"

TBC