Chpter 3

SEMUA TOKOH DALAM CERITA INI MILIK PENGARANG ASLI MEREKA BESERTA LAGU YANG MUNGKIN ADA

BILA ADA KESALAHAN MOHON MAAF

Disebuah tempat lebih tepatnya kastil seorang pria berambut silver memandang bosan keluar jendela,lamunanya buyar saat seorang bawahan memanggilnya dia memandang dengan pandangan datar seperti biasa.

"ada apa"

"Toneri-sama,persiapan sudah mencapai 80 persen tuan".

"percepat,dan temukan ratuku yang kabur" balasnya dengan seringai diahkir.

Sedangkan dirumah yang cukup sederhana seorang pria denga tubuh penuh perban tengah disuapi oleh seorang wanita,Perempuan itu merawatnya dengan telaten sesekali tawa lembut kelua dari bibirnya saat mendapat candaan dari orang berambut pirang didepanya.

"hihi,aku tidak menyangka kalo Kurama-kun sudah setua itu"kata Hinata sambil menyendokan makanan,Dan senang hati diterima oleh Naruto.

"walaupun begitu,dia adalah teman sekaligus patner bertarung yang baik"

Keasikan mereka sedikit terusik karena pintu yang terbuka,tak memperdulikan siapa yang masuk karena orang itu adalah Kushina taklupa dengan senyum hangat andalanya yang terpasang dibibir miliknya.

"apa,Ibu menggangu kalian?" kata Kushina sambil menaruh bingkisan di meja yang berada dekat tempat tidur Naruto.

"tidak,dimana ayah?" kini ganti Naruto yang bertanya.

"dia kembali katanya ada urusan penting,Nata-chan bisakah kau kupaskan apel ini"kata Kushina.

"baik"

Hinata lalu beranjak dari tempat itu sambil membawa piring dan beberapa apel yang akan dikupas,saat dia sudah keluar Kushina lalu mulai menanyai anaknya merasakan ada perubahan pada ibunya yang pasti ini pasti sedikit merepotkan.

"padahal baru sebentar,namun kenapa kau bisa seakrap itu pada Hinata Naruto-kun" kata Kushina.

"entah,aku merasanyaman pada dirinya ibu, Aku sendiri tak tahu kenapa".

"mungkin ucapan ngawurku,waktu itu benarkali"kata Kushina.

"kau tidak bicara yang aneh kan bu" kata Naruto.

"tidak,cuma bilang Hinata seperti bulan ratu malam dan kau Matahari raja siang"

"APA,DASAR MALU MALUIN" SEMPROT Naruto dengan wajah merah padam,Antara marah dan malu.

"haha,sudahlah nikmati saja Naru"

Saat pintu terbuka masuklah Hinata dengan nampan berisi Apel yang telah dikupas,apel ditata rapi dengan potongan layaknya kelinci dia lalu menaruhnya dimeja kamar Naruto mereka menarik sebelah alis mereka saat melihat Hinata memakai seragam akademi.

"Kau mau kemana,Hinata ?" kata Naruto.

"aku mau pergi,aku Tenten dan Ino mendapat misi" kata Hinata.

"kalo begitu,hati-hati ya Nata-chan" kata Kushina.

Sebelum mmbuka pintu Hinata dipanggil Naruto lelaki pirang itu menunjuk ke lemarinya,dengan printah untuk membukanya ia membukanya saat membuka lemari itu terdapat dua pedang berwarna Hitam dan Putih,pedang Hitam itu seperti milik Naruto yang dia bawa sebelum misi yang membuatnya babak belur seperti ini.

"kau bisa menggunakan Shiroyuki,bawa saja untuk pegangan" kata Naruto dengan cengiranya.

"terimakasih,apa tidak apa aku membawanya" kata Hinata.

"sudah bawa sana,cepat kau nanti bisa telat Nata"balas Kushina.

Hinata lalu menuju tempat pertemuan di depan sebuah gedung tua yang sudah tidak terpakai,disana sudah ada teman tim Hinata menyadari kedatangan Hinata mereka menoleh dan memberikan senyum ramah mereka.

"maaf,aku telat" kata Hinata.

"tidak apa,kami juga baru sampai" kata tenten

"ayo,kita selesaikan misi ini" kata Ino.

Mereka lalu memasuki area gedung itu saat mencapai bagian aula satu persatu monster muncul,Hinata lalu mencabut ShiroYuki dari sarungnya sedangkan Tenten sudah memegang Tantonya Ino dengan kunai,para Mahluk menyeramkan itu melompat menyerang ketiga Gadis cantik itu dengan gesit Hinata menebas mahluk yang menyerangnya.

"Hinata-chan,mereka tidak ada habisnya" kata Ino yang sudah berkumpul saling membelakangi .

"jangan mengeluh,gunakan tenagamu untuk melawan" balas Tenten

Mereka bertiga langsung berlutut saat merasakan tekanan kehadiran yang kuat,sekuat tenaga mereka mencoba berdiri derap langkah kaki bergema menuju mereka dari kegelapan Tiga perempuan terbelalak saat mengetahui sumber tekanan ini.

"sial,kenapa ada monster tipe A disini" keluh Ino.

Sekuat tenaga mereka melompat menghindari gada yang dipukulkan oleh Monster campuran antara Manusia dan banteng itu,saat mereka mendarat Hinata langsung membuat pentagam sihir dibawah monster itu saat selesai pilar api muncul dari bawah monster itu.

"aaAAAaarrr"

Melihat ada kesempatan Tenten dan Ino yang sebelumnya mengurus monster kecil berbalik membuat puluhan lingkaran sihir di atas monster yang sedang mencoba bangun itu,lingkaran sihir milik Tenten mengeluarkan ribuan tombak api tombak-tombak tersebut langsung menancap ditubuh monster dan membakarnya,sedangkan Ino dia melancarkan sihir petir.

"ini kesempatan" ucap Tenten dia sedang mempertahankan sihirnya agar rantai yang melilit tidak lepas.

Hinata dan Ino langsung menyerang kombo mereka sukses menumbangkan Monster kerbau itu tubuh mahluk itu langsung berubah menjadi abu karena dibakar oleh Tenten,mereka langsung terduduk karena kehabisan Mana.

"kita berasil,ayo kita pulang"ajak Ino.

Kini Hinata sendiri menuju tempat dia tinggal senyum merekah di bibirnya mengingat bayaran yang dia terima,cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan sebulan bukan hanya itu ini akan mengurangi beban Naruto meskipun dirinya tidak keberatan.

"Hinata-chan"

Dia lalu menoleh rupanya orang yang memanggilnya adalah Kushina dia membawa sekantung pelastik cukup besar ibu berambut merah itu melambai padanya.

"Kushina-sama".

" bagai mana misimu,apa sukses?".

"iya,ini gaji petamaku cukup besar juga" balas Hinata.

Tanpa terasa mereka sudah sampai dikediaman Naruto,saat Hinata masuk mukanya langsung bersemu merah saat melihat Naruto bertelanjang dada memperlihatkan tubuh exsotisnya badan berotot dilapis kulit coklat,Naruto hanya cengo saat melihat Hinata menutup pintunya berlaku juga bagi Kushina melihat Hinata sekarang.

" ada apa sih?"

Kushina lalu masuk dan menemukan permasalahanya dia hanya menghela nafas dasar gairah muda pikirnya,Kushina lalu menarik Hinata masuk perempuan itu tidak berani menegakkan kepalanya malu tentusaja apa lagi.

"kau kalo keluar pakai baju,kau tinggal dengan wanita sekarang" ingat Kushina.

"aku hanya bosan,dan walaupun ini sudah sore rasanya masih panas ibu" balas Naruto pada Kushina.

Tak mau memperdulikan alasan anaknya itu dia menuju dapur sekarang giliranya untuk memasak sedang Hinata dia sudah kabur kekamar,dengan cekatan Kushina mengolah bahan yang tadi dia beli dia memang sering memasak di istana untuk suaminya walupun setatusnya adalah ratu dia ingin melakukan tugasnya sebagai istri yang baik.

"sebentar lagi matang,eh Hinata setelah ganti baju bisa menatakan meja makanya" kata Kushina pada Hinata yang baru keluar dari kamar mandi.

"baik"

Hinata lalu masuk kekamar dia menutup pintu naas pintu tidak tertutup sempurna,dia lalu melepas handuk yang melilitnya memperlihatkan tubuh yang bisa membuat lelaki kehilangan kendali diri tubuh putih mulus dua dada yang padat berisi,pinggul ramping sedikit lebar daerah intim yang terlihat bersih dan rapi bokong bulat padat andai ada lelaki yang melihatnya mungkin akan kehabisan darah atau akan menyerangnya sekarang,dan naasnya itu Naruto karena tanpa sengaka melihat Hinata berganti baju dari celah pintu yang tidak tertutup sempurna bukan maksut mengintip dia niatnya akan mandi.

"oh Tuhan,tolonglah aku kuatkan aku berhadapan dengan malaikat ini".

Pinta Naruto dengan berwajah merah sambil menutupi hidung dia langsung lari masuk kekamar mandi agar sesuatu yang menegang ini tidak diketahui sang ibu,bisa mati dihajar kalo tahu sudah terjadi hal yang entah di sebut berkah atau musibah ini.

Balasan yang tidak imbang dimana tadi hanya melihat tubuh atas Naruto itu Hinata dan untuk Naruto dia melihat seluruh tubuh perempuan cantik ini dan otomatis di ukir dalam ingatan,hal ini sampai di acara makan malam sungguh canggung Kushina hanya memandang heran.

"apa yang terjadi sih?"

"tidak ada,terimakasih untuk makananya"

Naruto langsung melesat keluar dan melompat ke atap dia berbaring untuk menikmati bintang dan bulan yang kini tinggal setengah,berharap dinginya malam bisa mendinginkan sesuatu yang panas didalam tubuh ini menutup mata dan melakukan pernafasan,hasilnya cukup mengurangi gejolak dalam tubuh ini.

Pagi datang kembali rumah Naruto seperti biasa ramai kali ini bukan ia yang membuat ulah melainkan ibunya,sudah waktunya ibu berambut merah itu untuk pulang mungkin sengaja mengulur waktu buktinya dia kini menangis buaya.

"ingat pesanku Hinata,bila anak itu nakal pukul saja" kata Kushina dengan airmata animasi air terjun.

"eh,iya"

"sudah sekarang pergi" kata Naruto mati-matian menahan emosi menghadapi kelakuan lebay ibunya ini.

"dasar anak"

Belum sempat selesai Naruto sudah mengirim ibunya itu dengan sihir teleportasi tujuanya istana,helaian nafas lega keluar dari Naruto sedangkan Hinata sudah mulai akan menceramahi Naruto terlihat dari raut wajah sebalnya.

"itu tadi ibumu Naruto-kun,berlakulah santun padanya"

Oh Tuhan apa Hinata sudah tercemar kelakuan ibunya padahal mereka baru bertemu beberapa hari apa ini sifat Hinata?,keluh ku saat menghadapi Hinata sekarang tak mau berlanjut aku mengganti topik dia aku aja masuk kedalam ternyata tidak berhasil,sebuah ide datang mengingat masih ada roti aku langsung mengambilnya.

"lihat ini tiggal satu kau mau" kataku sambil memainkan makanan ini di depan wajahnya.

"berikan padaku"

Dia lalu melompat seperti singa padaku dengan cepat roti ditanganku sekarang berada di mulutnya,dia kembali memandangku dengan pandangan singa yang mempertahankan mangsanya.

Di istana tepatnya tempat Minato bekerja sebuah lingkaran sihir berwarna merah terbentuk ditengah ruangan,saat selesai menunjukan rubah berekor sembilan siapa lagi dia kurama melihat siapa yang datang Minato menghentikan sejenak pekerjaanya.

"oh,Kurama bagai mana hasilnya?" rubah itu hanya menghela nafas.

"kita hanya bisa melatihnya kalo ratunya dibelengu,jangan kau pikir untuk sengaja Minato" ucap dan peringat Kurama.

"mau bagai mana lagi,kita tidak bisa apa apa sekarang aku tidak mau ada hal merepotkan seperti bayanganmu Kurama" balas Minato.

"oh hampir lupa,sebentar lagi kalian punya mantu kalo jadi" dengan itu Kurama kembali menghilang.

"eh,apa maksutnya?".

.TBC.