Precious Love

Oh Sehun & Kim Jongin

With

Little Haowen & Taeoh

Fluff, romance, family.

Warn: its YAOI fanfic, m-preg, marriage life, typo(s) everywhere, tidak sesuai EYD, OOC!

HUNKAI Area!

"saranghae"

Kata-kata itu terus menari-nari dikepala Jongin. Ia mengerti maksudnya, sangat mengerti malah tetapi ia tidak mau langsung menjawabnya,

Bukankah ini terlalu cepat?

Meskipun tak dipungkiri pertemuannya dengan Sehun yang jika dihitung sudah memasuki minggu ketiga. Tetapi tetap saja kan? Ia hanya tidak mau jatuh kedalam lubang yang sama. Ia pernah sekali mengalami kegagalan dalam rumah tangga. Salahkah jika ia sedikit ragu? Walaupun sepertinya Sehun bukanlah tipe lelaki bejat yang hanya memainkan perasaanya. Lelaki itu terlihat serius dan tulus, Jongin tak bisa mengelak itu.

Jadi, sawaktu Sehun mengucapkan kata itu, Jongin hanya diam mematung dan ia bisa melihat Sehun tersenyum maklum.

"tak usah langsung dijawab, dan jangan biarkan kata-kataku barusan membebanimu, oke? Aku pulang."

Bukankah lelaki itu terlalu baik? Haruskah Jongin membuka hatinya untuk Sehun?

.

.

.

CHAPTER 2

Sehun benar-benar niat rupanya mengajak kencan lelaki manis yang sudah mencuri perhatiannya itu. Lihat saja, saat ini ia sedang berada di toko bunga padahal ini masih jam 5 sore! Padahal Sehun sendiri yang mengatakan bahwa ia akan menjemput Jongin jam 7 malam nanti. Anaknya sampai bingung melihat kelakuan ayahnya yang benar-benar out of character itu. Sehun si muka datar berubah menjadi Sehun si penebar senyum cerah. Sehun sudah meminta nomor Jongin omong-omong saat Sehun sedang menjemput Haowen, dengan berbasa-basi sedikit akhirnya lelaki berkulit pucat itu mendapatkan nomor ponsel Jonginnya.

Setelah selesai membeli bunga Sehun mengecek arlojinya lalu mengela napas. Sekarang ia harus kemana? Karena terlalu semangat untuk berkencan dengan Jongin, ia sampai terburu-buru tanpa peduli dengan waktu. Akhirnya sekarang ia bingung harus kemana, tidak mungkin kan ia kerumah Jongin sekarang? Mau bilang apa ia nanti kalau Jongin bertanya 'loh Sehun? bukanya kau bilang akan menjemputku jam 7? Ini masih jam 5 sore.' Setelah memikirkannya, Sehun memutuskan untuk mengunjungi rumah sahabatnya, daripada ia terluntang-lantung dijalan kan?

Butuh waktu 30 menit untuk Sehun menuju rumah sahabatnya. Dalam hati Sehun bergumam semoga sahabatnyanya itu ada dirumah. Ia hanya malas menghubungi sahabat idiotnya, akan terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan konyol yang dilontarkan oleh sahabatnya itu.

"Sehun?"

Setelah memasukkan beberapa digit password di apartemnt kakaknya, Sehun langsung menyelonong masuk dan duduk dengan santai di sofa empuk itu. lalu ia bisa melihat kedatangan Chanyeol –sahabatnya- dari arah kamarnya dengan wajah bingungnya.

"tumben sekali kemari, ada apa? Untung aku sedang berada dirumah hari ini." Ucap lelaki yang memiliki tinggi diatas Sehun itu sambi mengambil posisi duduk disampingnya.

Yang ditanya malah mencibir, "orang sepertimu bukannya memang selalu berada dirumah?"

Chanyeol hanya meringis "ya kau kan tau sendiri, seorang single sepertiku memangnya mau kemana lagi dihari minggu? Tidak ada yang bisa aku ajak pergi."

"makannya carilah pendamping hidup." Sehun menoyor kepala Chanyeol. "emangnya kau mau menjadi perjaka tua hah?!"

"sialan." Chanyeol ikutan menoyor kepala Sehun, "berkacalah sedikit. Setidaknya hingga detik ini kau juga belum menemukan pendamping hidup kan?"

Sehun memposisikan tubuhnya menyamping, menghadap kearah sahabatnya itu sambil menyeringai, "asal kau tau, tak lama lagi kau akan menerima undangan pernikahan dariku."

"ap—ya!" Chanyeol melotot, membuat matanya yang sudah belo itu semakin belo dan menyeramkan menurut Sehun. "kau akan menikah dan baru memberitauku? Dasar setan kecil sialan! Kau anggap apa aku selama ini hah!?"

Sehun terbahak, membuat Chanyeol merasa dibohongi, "kau mengerjaiku?!"

"tentu tidak!" setelah menetralkan tawanya, Sehun menatap Chanyeol dengan pandangan serius. "apa menurutmu cinta pada pandangan pertama ada?"

Saat Chanyeol hendak tertawa, Sehun segera meninju pelan bahu lelaki disampingnya itu, "jangan tertawa idiot! Aku sedang bertanya serius denganmu."

"astaga Sehun, apa yang aku lewatkan?" akhirnya Chanyeol mengeluarkan tawanya, ia bisa melihat wajah datar sahabatnya itu. "apa kau sedang mengalami cinta pada pandangan pertama? Ohhh siapa orang yang tidak beruntung itu? kasihan sekali dia."

Jika ini dikartun, mungkin perempatan imajiner dikepala Sehun sudah terlihat, "apa maksudmu idiot?"

"tidak ada. Wow wajahmu benar-benar menyeramkan." Chanyeol berdehem, "okeoke aku akan menjawabnya. Jika menurutku sendir, cinta pada pandangan pertama itu ada. Dan mungkin juga itu adalah takdir Tuhan. Dan aku rasa setiap orang pasti pernah mengalaminya meskipun belum tentu itu untuk menyangkut dengan masa mereka yang mengalaminya. Kau tau, Leonardo DiCaprio saja mengalami cinta pada pandangan pertama dengan Kate Winslet saat mereka bertemu dikapal. jadi itu bukan hal mustahil dan kau hanya tinggal berusaha untuk mendapatkan cintamu jika ia memang orang yang tepat untukmu. Kau pasti mengerti maksudku."

"tapi dia sudah punya anak, sama sepertiku."

"kau menyukai istri orang!?" Chanyeol memekik, "Astaga Sehun kau tidak boleh suka padanya kalau be—"

"dia bukan istri orang!" Sehun ikut-ikutan memekik, lalu ia sadar jika ia sudah berlebihan. "setidaknya dia sudah bercerai dengan suaminya." Ia berkata lirih diakhir kalimatnya.

"kalau begitu apa salahnya? Kejar dia Sehun sebelum kau menyesal!"

"aku tau, tapi aku tidak yakin." Sehun menghela napasnya dan menerawang, mengingat wajah manis Jongin, "aku takut dia tidak menyukaiku, aku takut jika ia berlaku baik kepadaku selama ini hanya karena ia berhutang budi kepadaku, baik kepada semua orang bukan hanya kepadaku saja. Aku takut ia masih mencintai mantan suaminya. Aku takut dia tidak mau membuka hatinya untukku. Aku takut jika aku tidak sesempurna mantan suaminya."

Chanyeol terperengah, merutuki otak bodoh sahabatnya itu. "ck dasar bodoh. Aku rasa otakmu butuh pencerahan." Sehun menatap Chanyeol tajam yang hanya dibalas dengan pandangan malas dari Chanyeol, "dengar Sehun. hilangkan semua ketakutanmu. Itu tidak nyata. Selama ia meresponmu dengan baik itu bukan berarti ia berhutang budi padamu, bukan pula juga ia masih mencintai suaminya. Aku rasa suaminya adalah orang yang buruk. Buktinya jika suaminya itu sempurna tidak mungkin mereka bercerai bukan? Yakinkanlah hatinya Sehun. buat dia juga mencintaimu sebesar kau mencintai dirinya."

"kau benar." Sehun mengusap wajahnya kasar. "aku harus memastikan Jongin juga mencintaiku, begitu juga dengan anaknya."

"bagus." Sehun menoleh, mendapatkan wajah Chanyeol yang sedang tersenyum sambil menepuk bahu Sehun pelan. "semangatlah Oh Sehun!"

"ya terimakasih, Park Chanyeol sang pakar cinta." Kemudian keduanya tertawa. "omong-omong kau mengerti soal cinta, tapi aku bingung kenapa sampai sekarang kau masih betah menyendiri. Ingat, kau itu sudah tua Park!"

"brengsek." Dan Sehun mendapat dua kali pukulan dikepalanya hari ini. Ucapkan terimakasih untuk Park Chanyeol, semoga otaknya tidak bergeser menjadi bodoh setelah ini.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul enam lewat. Kemudian ia segera pamit, ia berkata kepada sahabatnya jika ia memiliki janji kencan dengan sang pujaan hati. Maka dengan semangat Chanyeol berteriak memberi semangat kepada Sehun sambil bernyanyi sedikit, membuat lelaki albino itu melemparkan bantal sofa ke wajah idiot sahabatnya itu.

.

.

.

Precious Love

Jongin sedang menatap dirinya dicermin. Setelah membongkar isi lemarinya akhirnya ia memutuskan untuk mengenakan kaos berwarna baby blue dipadu dengan celana jeans putih. Ia tidak tau harus mengenakan apa lagi karena sudah lama ia tidak pergi berkencan. Ia melihat jam, sudah jam 7 tetapi Sehun belum menjemputnya, mungkin Sehun terjebak macet, pikirnya.

Sembari menunggu, Jongin memutuskan untuk menggunakan lipbalm agar bibirnya tidak terlihat kering, tak lama ia bisa mendengar suara bel dan suara Taeoh. Jongin membiarkannya sambil sekali lagi membenahi penampilannya.

BRAK

Jongin menghela napasnya, pasti Taeoh berulah lagi. Dengan wajah kalem, ia menghampiri anaknya yang saat in tengah merajuk diruang tamu dan Jongin harus menenangkannya terlebih dahulu sebelum ia membukakan pintu untuk Sehun.

..

Akhirnya Sehun sudah berdiri tepat berada didepan pintu rumah Jongin dengan tangan kanan yang ia sembunyikan dibelakang. Sekali lagi ia melihat kearah arlojinya, ia terlambat beberapa menit karena jarak rumah Chanyeol yang lumayan jauh. Ia menekan bel lalu tak lama suara anak kecil dari dalam terdengar oleh Sehun.

"nugutheyo?"

Kemudian pintu terbuka menampilkan sesosok Jongin kecil sambil menatapnya dengan pandangan penuh selidik.

Sehun merendahkan tubuhnya dan menampilkan senyum terbaiknya sebelum menyapa Taeoh, anak Jongin yang mungkin sebentar lagi akan menjadi anaknya. Eh benarkah?

"halo Taeoh, aku—"

BRAK

Pintu kembali ditutup dengan bantingan yang lumayan keras. Sehun hanya melongo. Apa ada yang salah dengan dirinya? Ia berdiri kemudia menatap dirinya sendiri. Sepertinya tidak ada, penampilannya normal-normal saja kok. Lantas apa yang membuat Taeoh terlihat takut seperti itu? apa wajahnya terlalu seram?

Samar-samar ia bisa mendengar suara rengekan Taeoh, tak lama ia menangis setelah membukakan pintu untuk Sehun. ia menghela napasnya lagi, bisa-bisa Jongin tidak jadi pergi dengannya karena anaknya yang menangis. Harusnya tadi Sehun membeli coklat atau permen untuk menyogok Taeoh.

Sehun gelisah. Ini sudah sepuluh menit tapi tidak ada tanda-tanda Jongin akan keluar. Ia memang sudah tidak mendengar suara tangisan Taeoh lagi, tapi tetap saja, perasaannya mengatakan jika Jongin akan membatalkan acara mereka dan Sehun tidak siap dengan itu.

CKLEK

"ahh Sehun, maafkan Taeoh dia—"

Itu Jongin! Sehun benar-benar hanya terpaku dengan lelaki manis itu saat ini sampai-sampai ia tidak mendengarkan perkataan Jongin. Lelaki manis itu berkali kali lipat lebih manis daripada biasanya, astaga Sehun bisa mimisan jika seperti ini.

"—hun? Sehun!?"

"o-oh maafkan aku Jongin." Sehun menggaruk tengkuknya gugup, ia bisa melihat lelaki manis itu mengerutkan alisnya.

"kau melamun? Apa kau ada masalah?"

Sehun menggeleng, "tidak sama sekali. Ah iya, ini untukmu."

Jongin blank seketika. Ia menatap bunga pemberian Sehun. bukan karena ia baru pertama kali diberi bunga, tapi ini masalahnya adalah Sehun memberinya bunga daisy merah. Jongin bukan orang bodoh yang tidak mengerti arti bunga ini. Iya tau, sangat tau dan hal itu yang membuat jantungnya berdegup dengan kencang dan ia sendiri bisa merasakan rasa panas yang menjalar disekitar pipinya.

"Jongin? Hey?" Sehun mengibaskan tanganya didepan wajah Jongin. Kini gantian lelaki itu yang tengah melamun.

Saat tersadar, Jongin cepat-cepat menundukkan wajahnya, takut Sehun menyadari semburat merah yang muncul dipipinya meskipun terlambat. Lelaki tampan itu sudah melihatnya dan Sehun merasakan hatinya berbunga-bunga hanya dengan hal kecil seperti ini.

"kau tidak mau menerima bunga ini? Ah rasanya sakit sekali." Sehun pura-pura menampilkan wajah patah hatinya yang terlihat aneh dimata Jongin, dan hal itu membuat Jongin mau tak mau tertawa kecil.

"ah maafkan aku, aku hanya terlalu terkejut. Aku akan dengan senang hati menerima bunga ini." Jongun mengambil bunga daisy merah yang sudah disodorkan Sehun tepat didepan dadanya. "dan hey, hentikan wajah konyolmu itu." ia mendengus setelah melihat wajah Sehun yang, ugh entahlah itu terlihat aneh tapi sialnya lelaki itu tetap tampan.

Sehun menampilkan senyum yang berseri-seri "aku terlalu senang oke?" ia mengusap pipi Jongin, "jadi, hmm apa kita.. akan pergi?"

"tentu, kenapa kau bertanya seperti itu?"

"tidak, hanya saja tadi anakmu sepertinya tidak menyukai keberadaanku?" Sehun mengecilkan suaranya diakhir kalimat. Dan Jongin tersenyum melihatnya.

"kau tadi terlalu sibuk melamun dan tidak mendengarkan ucapanku. Baiklah aku ulangi dan kau harus mendengarnya dengan baik." Jongin bisa melihat lelaki dihadapannya itu mengangguk, "Taeoh memang selalu seperti itu jika baru pertama kali bertemu orang baru, tetapi jika dia sudah merasa nyaman dengan orang itu pasti ia akan menjadi manja, dan tadi saat ia menangis aku sudah membujuknya jadi kau tidak pelu khawatir." Jongin terkekeh sendiri melihat kelakuan anaknya. "ah ngomong-ngomong kita masih berdiri didepan pintu. Apa kau mau masuk? Aku akan menaruh bunga sebentar dan.." ia menggigit bibirnya dan sesekali melirik kearah Sehun dengan ragu.

"ada apa Jongin? Katakan saja." Ucap Sehun lembut membuat keraguan Jongin sedikit memudar.

"maafkan aku jika ini merepotkanmu Sehun, tapi bisakah kita mengantarkan Taeoh kerumah ibuku dulu sebelum kita berangkat? Tadi aku tidak sempat mengantarnya jadi—"

Terdengar suara tawa dari lelaki yang sedang berdiri didepannya ini, "astaga Jongin. Jika hanya seperti itu kau tingal bilang saja tidak usah ragu karena kau akan dengan senang hati melakukan apapun untukmu."

Awalnya Jongin ingin marah karena ia pikir Sehun mentertawakannya dan menganggapnya konyol. Tetapi jika seperti ini Jongin mana bisa marah? Sehun benar-benar membuat dirinya seperti remaja yang baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Lalu Jongin kembali masuk kedalam untuk menaruh bunganya dan mengambil Taeoh, Sehun bilang ia akan menunggu diluar saja. Dan saat Jongin keluar dengan Taeoh yang berada digendongan lelaki manis itu, Sehun segera memeluk pinggang Jongin dari samping dan mengajaknya berjalan menuju mobilnya. Ia bisa merasakan tubuh Jongin tersentak namun ia tak menggubrisnya dan hanya memberikan senyumannya untuk lelaki manis disampingnya itu.

Mereka sudah berada diperjalanan menuju rumah ibu Jongin. Dan sedari tadi Taeoh benar-benar hanya memeluk ibunya dangan kepala yang berada diceruk leher Jongin, membuat Sehun memutar otaknya untuk mendekati anak itu. banyak orang yang bilang 'jika ingin mengambil hati ibunya, pertama-tama kau harus mendapatkan hati anaknya terlebih dahulu.' Dan Sehun akan melakukan hal itu.

Lelaki itu berdehem, "hmm Taeoh ingin sesuatu? Jika iya paman akan membelikannya untukmu."

"tidak. Taeoh hanya ingin mommy!"

Sehun menelan ludahnya, mati kau Sehun! sepertinya Taeoh tidak merestui hubunganmu dengan ibunya.

Jongin yang melihat Sehun diam karena perlakuan anaknya segera mengelus lembut bahu Sehun, membuat sang pemilik menoleh dan ia dapat meliat senyuman teduh dibibir sang pujaan hati yang membuatnya ikut tersenyum, "maafkan Taeoh, dia memang selalu menjadi galak jika sedang merajuk."

"mommy!"

Keduanya terkekeh mendengar suara rajukan anak itu. "baiklah, aku akan membelikan eskrim untuk Taeoh kalau begitu." Sehun membelokkan mobilnya ke supermarket.

"tidak usah repot-repot Sehun."

"aku kan sudah bilang padamu tadi, aku melakukan semua ini untukmu dengan senang hati Jongin." Setelah mengatakan itu ia segera keluar sebentar untuk membelikan anak itu eskrim. Tak lama Sehun kembali dengan sekotak eskrim rasa coklat dan langsung diterima dengan senang hati oleh Taeoh.

Dan sepanjang perjalanan Taeoh terus berceloterh dengan Jongin membuat Sehun tersenyum walaupun anak itu masih jutek terhadapnya, namun ia akan berusaha agar Taeoh luluh kepadanya.

"Jongin?" ibu Jongin bingung melihat anaknya datang malam-malam dengan cucunya yang berada digendongan anaknya.

"ibu, maaf mengganggumu malam-malam tapi bisakah aku titip Taeoh sebentar?"

Ibu Jongin mengambil Taeoh dari gendongan Jongin. "memangnya ada apa?"

"itu.. aku akan—"

"selamat malam bibi." Lelaki itu berdiri disamping Jongin dan sedang membungkukkan tubuhnya, "aku Sehun. maaf mengganggu malam-malam karena aku akan mengajak Jongin untuk makan malam bersama, bolehkah?"

"tentu saja, nak Sehun." ibu Jongin tersenyum, senyum cantiknya yang mirip sekali dengan milik Jongin. "jika sudah terlalu malam, biarkan Taeoh menginap disini." Kemudian ibu Jongin menatap keduanya. "yasudah kalian pergilah sebelum terlalu malam. Tolong jaga Jongin ya, Sehun."

"itu sudah pasti, bibi."

Setelah berpamitan mereka segera bergegas. Sehun mengajak Jongin makan malam disalah satu restaurant mewah yang Jongin saja tidak akan menyangka akan menginjakkan kakinya ditempat mewah seperti ini. Jongin sangat senang karena sepanjang makan malam Sehun memperlakukannya dengan manis. Entah itu berkata hal-hal cheesy maupun mengusap noda saus yang berada disudut bibirnya dengan lembut.

Ketika mereka sampai difestival, Jongin tak henti-hentinya berkata 'wah' dan wajahnya benar-benar berbinar membuat Sehun gemas. Sepanjang jalan, jari-jari mereka saling bertautan. Baik Jongin maupun Sehun sangat menikmati moment seperti ini.

Jongin banyak meminta banyak makan makanan kecil saat mereka menemukan stand makanan difestival itu. Sehun dengan senang hati menurutunya, bahkan karena Jongin terlalu semangat ia sampai berkali-kali menyuapi Sehun dan berkata, 'bagaimana? Enakkan?' dibalas dengan senyuman tampan dan usapan dikepala Jongin.

"kau senang?"

"sangaaat. Terimakasih Sehun, aku sudah lama tidak datang ke festival seperti ini dan saat aku disini aku merasakan masa mudaku lagi." Jongin tertawa pelan. Sehun? jangan tanya. Lelaki itu bahagia sekali karena bisa membuat sang pujaan hati tersenyum sepanjang malam.

Keduanya memutuskan untuk duduk disalah satu bangku yang berada disana. Sehun memutuskan untuk membeli minuman. Jongin memejamkan matanya dan menghirup udara malam yang sejuk itu, ia mulai merasakan lelah ditubuhnya, namun rasa senang lebih mendominasinya. Ia tersenyum mengingat malam ini amat sangat menyenangkan. Apalagi ada Sehun disampingnya sambil menggenggam tanganya dan itu terasa benar-benar hangat. Eh?

Ia membuka matanya kembali saat merasakan hangat dipipinya, ia menoleh dan mendapatkan senyuman Sehun sambil memberikannya kopi hangat. "kau terlihat tersenyum barusan. Apa kau sesenang itu?"

Jongin mengangguk semangat setelah ia meminum kopi hangatnya, lalu ia meletakkan gelas kopinya disamping tempat ia duduk. Keduanya saling bercada, Sehun terus-terusan merayu Jongin yang malah ditertawai oleh Jongin. Tanpa sadar Jongin mengusap tanganya saat merasakan angin berhembus menusuk kulitnya. Dan setelahnya ia bisa merasakan sebuah benda hangat membalut tubuhnya. Itu jaket Sehun.

"Sehun—"

Sehun buru-buru memegang tangan Jongin. "jangan dilepas." Ujarnya saat melihat Jongin akan melepas jaketnya. Keduanya saling tatap, jarak keduanya juga sangat dekat sehingga Sehun bisa mencium aroma coklat dari tubuh Jongin. Sangat manis, pikirnya.

Tak ada satupun dari mereka yang berniat melepaskan tatapan dari satu sama lain. Perasaan itu muncul dan mereka berdua menyadarinya. Tak dapat dipungkiri jika mereka memang sudah jatuh satu sama lain.

5

Keduanya bisa mendengar suara orang-orang yang mulai menghitung mundur.

4

Sehun mulai mendekatkan wajahnya kearah Jongin. Ia bisa melihat jika Jongin menutup matanya dan Sehun semakin tidak ingin menghentikan ini.

3

Tuhan, biarkan Jongin menjadi yang terkahir untukku, menjadi separuh hidupku, menjadi nafasku, menjadi ibu dari anak-anakku. Karena, aku yakin jika aku benar-benar mencintai Jongin tanpa celah sedikitpun. –Sehun.

2

Tuhan, jika Sehun memang orang yang tepat untukku, aku mohon biarkan kami bahagia. Biarkan aku memulai kehidupan yang baru bersama orang-orang yang aku cintai. –Jongin.

1

Bersamaan dengan suara letupan kembang api, bibir mereka menempel. Saling mengecup dengan penuh perasaan, tanpa ada nafsu dialamnya. Keduanya hanya ingin menyampaikan perasaan masing-masing melewati ciuman tersebut.

'aku mencintainya. Dan akan selamanya seperti itu.'

.

.

Bunga Daisy merah memiliki arti kecantikan yang tidak diketahui pemiliknya, cinta, tulus, sederhana, cinta yang jauh dari gairah yang berlebihan, dan cinta yang diam-diam.

.

.

.

.

.

TBC

A/N: WAAH YOU GUYS ARE DAEBAK! Aku gak nyangka tulisan iseng2ku jadi banyak yg sukaaa:') gatau lagi mau bilang apa hehehe semoga semakin banyak yg suka sama ffku yg ini yaah.

Btw, kalo ada yg bilang alurnya terlalu cepat, mohon dimaklumi. Karena kalo aku detile satu2 akan sangat panjaaang dan lg ff ini gak akan lebih dari 6 chapter yg berarti mungkin Cuma sampe di chap 5. Karna disini aku ga taro konflik. Kalopun ada itu jg pasti bukan konflik yg berat. Karena ingat! Ini ff full of fluff oke?

Aku berharap kalian suka sama chapter 2 ini )

Big thanks to: [ hunkailovers ][ Rachellia Park ][ Wendybiblu ][ NunnaBaozie ][ Guest ][ Snxon8grf ][ Nadia ][ kaila ][ Hunkaidgthr ][ dinonuguaegi ][ valeriee9488 ][ GuesTasTu ][ ismi . ryesomnia ][ meengju ][ Nonono541 ][ OhSehunKimJongin ][ dhantieee ][ kamonghun ][ ohkim9488 ][ Yeoljae ][ ClaraYu ][ cici fu ][ wijayanti628 ][ dsxosy ][ Kim762 ][ Kim Jongin Kai ][ jongiebottom ][ WyfZooey ][ Cheonsa528 ][ irmasinulinnga ][ novisaputri09 ][ Kamong Jjong ][ vivikim406 ]

Aku minta reviewnya lai boleh dong ya? Biar semangat jg nerusin ff ini, itu berarti ada banyak yg suka walaupun ff ini jelek huhu

Dichap depan nanti bakal ada yg lebih manis manis daripada ini lohhh. Spoiler dikit:'D

Soooooo,

Review please?