Warning!
YAOI
Wonho X Hyungwon
Hyunwoo X Kihyun
and others
typos/no eyd/bad plot/OOC
romance/angst/tragedy
.
.
unfair love
slice 4
-jika kau menungguku untuk menyerah,, makan kau akan menunggu untuk selamanya-
© Dhabum
enjoy
.
.
"Jadi aku tidak perlu merepotkanmu dan Shin ahjussi lagi.." Tambahnya. Membuat senyum merekah di wajah Wonho perlahan menghilang.
Kihyun sedikit tertegun melihat perubahan raut wajah Wonho.
'Aduh.. Bodohnya aku..' Rutuknya dalam hati.
"Yaa.. Kau tau,, kalimat seperti itu sangat bukan gayamu.." Kata Wonho, mulai memamerkan tawanya.
"Huhhhh.. Untunglah.. Kukira aku membuatmu marah.." Kihyun mengelus dadanya lega.
"Dan asal kau tau, ayahku tidak pernah merasa kerepotan mengurusi calon menantunya yang imut ini.." Kata Wonho sambil menarik hidung bangir Kihyun.
"Yaishhhh jangan mulai lagi Hyuungg.. Sudah kubilang kan, saat mengatakan ingin menikah denganmu dulu.. Itu karena aku masih bocah.." Jelas Kihyun sambil mengelus hidungnya yang memerah.
"Sekarangpun kau masih bocah kecilku.." Jawab Wonho acuh.
"Yaaaa!"
Suasana pagi ini tetap sama, Wonho yang selalu menggoda Kihyun dan Kihyun yang selalu terkena pancingan Wonho. Yang berbeda hanyalah jumlah orang yang duduk di sana. Sekarang ada Hyungwon yang duduk di sebelah Kihyun.
"Kenapa kau tidak memakai seragammu? Tidak sekolah?" Tanya Wonho yang bingung karena Kihyun justru memakai kaos dan celana santai.
"Aku tidak dalam mood yang baik untuk sekolah.. Aku ingin menemani Hyungwon di rumah saja.. Sepertinya dia sangat kesepian.. Ya kan Hyungwon?" Tanya Kihyun sambil menatap langsung pada mata Hyungwon.
"Heum.. Ne..." Jawab Hyungwon lirih.
Hyunwoo baru saja memasuki gedung fakultasnya saat dia juga melihat Wonho yang sepertinya juga baru saja datang. Aneh sekali melihat Wonho datang sendiri, biasanya Kihyun pasti mengikuti pemuda itu.
"Huh.. Ada apa denganku.." Heran Hyunwoo dengan dirinya sendiri.
"Mencari Kihyun? Dia bolos sekolah.. Dia tidak sedang baik-baik saja.." Kata Wonho singkat saat Hyunwoo melewatinya.
Hyunwoo menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang. Menatap Wonho dengan heran.
"Apa? Kenapa kau mengatakannya?" Tanya Hyunwoo.
"Kalau menurutmu tidak penting.. Lupakan saja omonganku barusan.. Apa susahnya.." Kata Wonho sambil melenggang santai meninggalkan Hyunwoo yang masih mematung di depan kelas.
Seharian ini Hyunwoo tak begitu fokus dengan apa yang dia lakukan. Bahkan saat dosennya mengoceh di depan kelas, tidak satu pun yang masuk ke dalam otaknya yang biasanya encer itu. Dia juga sering melakukan kesalahan, seperti saat ini dia bahkan memasukkan sumpit ke dalam minumannya -mengiranya sebagai sedotan- membuat orang-orang dikafetaria itu menertawakan sikap bodohnya.
"Ada apa denganmu Son? Seperti orang yang sedang jatuh cinta saja.." Celetuk temannya.
'Jatuh cinta?' Batin Hyunwoo gamang.
Hyungwon dan Kihyun sedang menonton film romantis di kamar Kihyun. Diatas kasur empuknya, Kihyun sedang memeluk toples kaca besar berisikan cemilan kesukaannya.
"Apa kau tidak suka film romantis?" Tanya Kihyun karena Hyungwon terlihat tidak begitu tertarik dengan film yang tengah mereka tonton.
"Eum.. Tidak juga.. Apa kau punya film yang lain?"
"Hng.. Tunggu dulu aku akan ke kamar Wonho hyung.. Dia punya banyak film.." Kata Kihyun, yang sudah bersiap menuju kamar Wonho. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering. "Oh.. Junhong menelfonku.. Hyungwon a.. Bisa tidak kau saja yang ke kamar Wonho hyung? Pilih saja dvd yang mau kau tonton.." Kata Kihyun sebelum mengangkat telfon dari sahabatnya itu.
"Tentu.. " setelah berkata seperti itu, Hyungwon lalu pergi keluar dari kamar Kihyun.
Di kamar Wonho yang didominasi warna abu-abu itu, Hyungwon bisa mencium aroma Wonho di setiap sudutnya. Kamarnya bersih, rapi dan terlihat sangat nyaman.
Hyungwon mendekati salah satu rak tempat Wonho menyimpan DvD koleksinya. Ada berbagai macam film di sana, dan Hyungwon menjatuhkan pilihannya pada sebuah film kartun animasi.
Saat dia berniat meninggalkan kamar itu, pandangannya terpaku pada sebuah kotak kayu yang terletak di sisi lain tempat Wonho menyimpan DvDnya. Dan tanpa sadar, Hyungwon sudah membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya. Tapi sebelum dia sempat melihat apa yang ada di dalamnya, suara Kihyhun membuat dia buru-buru menutup kotak tadi.
"Apa yang kau lakukan? Sudah dapat DvD nya?" Tanya Kihyun di ambang pintu.
"Eum.." Jawab Hyungwon sambil menunjukkan kaset ditangannya pada Kihyun.
"Kajja.."
Hari yang membosankan, Hyungwon dan Kihyun sama-sama merasa kebosanan yang sama. Film-film yang telah mereka tonton menyenangkan sebenarnya, tapi film yang menyenangkan itu pun tidak bisa mengusir rasa bosan yang mereka rasakan.
"Hal menyenangkan apa yang bisa kita kerjakan ya?" Gumam Kihyun malas di atas ranjangnya.
"Hm..." Hyungwon ikut bergumam malas.
"Yah yahh.. Ceritakan tentang masa lalumu.." Ucap Kihyun semangat.
"Masa.. Laluku?" Tanya Hyungwon ragu.
"Iya.. " Kihyun menganggukan kepalanya semangat.
"K-kenapa tidak kau duluan saja.."
"Ei.. Masa laluku sangat menyedihkan mengenaskan dan ah.. Pokoknya sangat tidak asik membicarakan masa laluku... "
"Kenapa begitu?"
"Nanti saja kuceritakan.. Ceritakan punyamu dulu.." Rajuk Kihyun.
"Hm..." Hyungwon mulai menerawang langit-langit. "Aku tidak ingat semuanya.. Tapi.. Dulu aku pernah membunuh seseorang.." Sendu Hyungwon.
"Membunuh?" Mata Kihyun melebar. "Ugh.. Jangan bercanda.. Aku ini penakut.."
"Hehhehh.. " tawa Hyungwon garing. "Tidak seru ya?"
"Itu menakutkan.. Lanjutkan ceritamu.." Kata Kihyun sambil bersiap mendengar cerita Hyungwon.
"Eum.. Aku dulu pernah kecelakaan dan aku melupakan beberapa ingatanku.." Jelasnya.
"Kecelakaan? Kecelakaan apa?"
"Molla.. Aku tidak bisa mengingat seluruh kecelakaan itu.. " sendu Hyungwon. "Ayahku meninggal dalam kecelakaan itu.. Dan ibuku menikah lagi.." Lanjutnya dengan kepala yang menunduk dalam.
"Jadi orang yang.."
"Hm.. Yang menjualku adalah ayah tiriku.." Hyungwon sedikit tersentak saat melihat mata Kihyun yang sudah berkaca-kaca. "H-hei.. Ada-"
"Ugh maafkan aku.. Seharusnya aku tidak memintamu menceritakannya.." Kata Kihyun dengan sangat menyesal.
"Oh.. Tak apa sungguh..." Hyungwon tersenyum lembut. Entah kenapa sesuatu dalam hatinya menghangat saat ada orang yang menangis untuknya.
"Kukira aku adalah orang yang paling menderita saat orang tuaku meninggal.. Huks.. Tapi ternyata banyak yang lebih sengsara dari pada diriku.. Hiks.."
Hyungwon tersenyum lembut.
"Tapi untunglah.. Kau di sini sekarang. Wonho hyung dan Shin ahjussi adalah orang yang baik.. Mereka tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu lagi..."
"Terimakasih..." Lirih Hyungwon.
"Huh?"
"Terimakasih karena sudah menangis untukku.."
Tidak butuh waktu yang lama untuk Hyungwon dan Kihyun menjadi lebih dekat. Terhitung hari ke tujuh Hyungwon tinggal di sana, dan Kihyun adalah orang yang sangat menyenangkan menurutnya. Jadi dalam waktu singkat pun Hyungwon dan Kihyun sudah sangat akrab.
Terbiasa dengan kecerewetan dan sikap Kihyun yang meledak-ledak membuat Hyungwon merasa kesepian saat Kihyun tidak ada. Meskipun sudah sangat dekat dengan Kihyun tapi tidak begitu dengan Wonho.
Wonho adalah orang yang menakutkan -menurutnya-. Apalagi tatapan matanya yang seolah-olah bisa menguliti tubuh kurusnya itu. Tapi terkadang Wonho juga melakukan hal-hal yang tidak dimengerti olehnya. Seperti saat ini misalnya, Wonho yang sedang memeluk tubuhnya sambil terpejam erat.
Sejak malam hilangnya Kihyun beberapa hari yang lalu, Wonho selalu datang ke kamarnya di malam hari. Dan dia hanya akan tidur di atas kasurnya sambil memeluk erat tubuh Hyungwon, dan keesokan paginya Wonho akan menghilang begitu saja dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Hyungwon sangat ingin bertanya pada Wonho, tapi sisi lain dari dirinya takut. Takut jika dia menanyakannya, Wonho tidak akan bersikap selembut itu lagi. Karena sejujurnya, Hyungwon sangat menikmati kehadiran Wonho di malamnya.
"Tidak tidur?" Tanya Wonho membuat Hyungwon sedikit berjingkat kaget.
Hyungwon hanya menggeleng pelan sebagai jawaban. Membuat Wonho kembali memeluknya erat-erat. Hyungwon sangat menyukainya, sungguh. Sampai-sampai dia takut kalau Wonho akan pergi begitu saja kalau Hyungwon membuat sedikit saja kesalahan.
"Hyungwon-ah.." Bisik Wonho tepat di samping telinganya, membuat Hyungwon sedikit meremang.
"Ne?" Jawab Hyungwon pelan.
"Menurutmu.. Aku ini orang seperti apa?"
"Eung.." Hyungwon tidak tahu maksud Wonho dan tidak tau harus menjawab apa. Bagaimana dia harus menjawabnya dan jawaban seperti apa yang Wonho inginkan, dia,, tidak tau.
"Seandainya.. Aku pernah membunuh seseorang.. Bagaimana tanggapanmu?" Tambah Wonho.
"Membunuh?" Hyungwon tersenyum kecut.
Wonho sedikit tertegun melihat ekspresi Hyungwon yang seperti itu, 'Apa dia ingat semuanya?' Batin Wonho.
"Aku.. Jatuh cinta pada orang yang membunuh kekasihku.." Lirih Wonho, berharap Hyungwon tidak bisa mendengarnya.
Kihyun menarik nafasnya dalam. Selama tujuh belas tahun hidupnya, Kihyun tidak pernah bersusah payah untuk mendapatkan seseatu yang dia inginkan -kecuali Hyunwoo tentu saja-. Kenapa? Karena dulu mendiang orang tuanya sangat memanjakan dia. Apapun yang Kihyun mau akan mereka berikan.
Meski ayahnya sibuk bekerja, tapi dia sangat menyanyangi Kihyun dan selalu menyempatkan diri menghabiskan waktu dengannya. Begitu pula dengan sang ibu, dia rela meninggalkan karir nya untuk mengurus kebutuhan Kihyun. Sempurna kan?
Tapi semenjak kedua orang tuanya pergi dan meninggalkan aset-aset berharga untuknya, hidup Kihyun berubah. Namun itu tidak berlangsung lama, karena Wonho dan ayahnya menerima Kihyun dengan tangan terbuka. Dan Kihyun sangat mensyukuri itu.
Tapi Kihyun tau, dia sadar benar kalau dia tidak bisa terus bergantung pada keluarga Wonho. Jadi, dia sekarang memutuskan untuk bekerja paruh waktu. Jujur saja, Hyunwoo lah yang menginspirasinya.
"Selamat datang.." Sapa Kihyun ramah pada salah satu pelanggan yang datang. "Apa yang anda pe-.." Kihyun tidak bisa melanjutkan perkataannya saat melihat wajah pelanggan pertamanya.
"Yoo Kihyun.."
"Hyunwoo hyung..."
Kihyun menggerakkan kakinya gelisah membentuk pola abstrak di atas tanah. Di depannya, Hyunwoo sedang memandang Kihyun penuh tanya.
"Ugh.. Jangan menatapku seperti itu.." Gerutu Kihyun yang bisa di dengar Hyunwoo dengan jelas.
"Jelaskan padaku.." Tegas Hyunwoo.
"Huh.. Penjelasan apa.."
"Lihat orang yang sedang mengajakmu bicara,, Yoo Kihyun-ssi.."
"U-ugh.." Takut-takut, Kihyun mendongak menatap Hyunwoo.
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku.. Bekerja di coffe shop itu.." Jawab Kihyun lirih.
"Maksudku.. Kenapa kau melakukannya?" Tanya Hyunwoo mulai jengah sepertinya, tentu saja. Kihyun menjawab dengan berbelit(?), padahal Hyunwoo sangat yakin kalau Kihyun tau apa maksudnya.
'Haruskah aku menceritakannya.. Ugh.. Bagaimana ini...' Batin Kihyun berfikir keras.
"Tidak menjawab?"
"A-aku.. Bekerja-"
"Sudahlah.. Hentikan permainan konyolmu itu.. Dan kembalilah menjadi tuan muda kaya yang manja.." Kata Hyunwoo dengan nada yang sedikit keras.
Mendengar Hyunwoo berkata seperti itu, membuat emosi Kihyun terpancing.
"Apa hakmu melarangku bekerja?" Marahnya sambil menatap Hyunwoo dengan berani.
"Kau.. Terserah saja.. Asal kau tau.. Aku akan selalu sabar menunggumu untuk berhenti mengganggu hidupku.." Emosi Hyunwoo lalu berbalik meningalkan Kihyun sendiri.
"Berhenti? Jangan mimpi.. Jika kau menungguku untuk menyerah, maka kau akan menunggu selamanya! Dengar itu?! Son Hyunwoo brengsek!" Cerca Kihyun dengan sebutir air mata yang membasahi pipinya. "Sialan.." Umpat Kihyun sebelum menutupi wajahnya yang mulai basah dengan kedua tangannya.
.
.
.
To be Continue
220816
Yeessss chap 4 update '3')/
Nahhh gimana chapter ini? Menjawab kebingungan? Atau malah menambah kebingungan? XD hahahahahahababa
Big THANKS buat yang uda ngereview ya dearr .
yang log in.. Reviewnya uda di bales lewat pm loohhbb :o
buat yang ngga log in.. Revienya jawab sini aja XD, tapi secara tersirat *plak
ada yang ngasi saran, gimana kalo Kihyun sama Wonho aja.. Jawabannya.. Terus papi Shownu ama siapa dooonggggggg? Kesian papi kalo ditinggal Y.Y
Tapiiii tapiiiiii kapan-kapan bisa dong buat ff pairnya KiHo? Bisa bangeeettttt stay tune yaaa .
terujus buat yang gregetan sama rahsia-rahasia di sana dan di sini.. Sabar yaaa... Mistery kan lebih seru kalo terkuak secara perlahan keke 😈
terakhiiirrrr yukkkk follow ig kita monfiction for more update.. Di ig bikin drable lohhh :o
lasttt, mind to review?
Sign, Dhabum
