"APA ITU!" takeru menoleh kebelakang, suara itu jelas bukan kembang api, itu pistol,
"what the F*ck!"Tama berteriak, terlihat rombongan bertopeng hitam, dan pemikiran pertama mereka sama, "ini serangan teroris!"
"LARI!" kata takeru sambil memegang tangan hikari, yuko belum ngeh,
"ayo lari kecil!"kata tama, tangan Tama secara reflex memgang tangan Yuko, yuko cuman ikut lari,
"Ayo ada teroris! Ayo lari!"kata takeru kepada mayu dan wira, mereka juga berlari dan adegan yang sama terjadi, pegangan tangan tanpa di sengaja, ini tentu berarti untuk mayu, sambil berlari, mereka mencari tempat bersembunyi,
"ke basement!" kata takeru,
"oke!"kata yang lain
"akh!"mayu terpeleset, Wira langsung mengendongnya,
"kau terpeleset di waktu yang salah boneka beruang!"kata wira, mayu bungkam,
Mereka berlari ke basement, mencari toilet yang cukup besar untuk mereka ber 6, tidak ditemukan, akhirnya mereka masuk masing-masing, sialnya toiletnya cuman 3,
"terpaksa, Mayu sama Wira, Yuko sama Tama, cepet!"Takeru teriak,
"kau bersamaku hikari"kata takeru, semua melakukan hal yang diperintahkan takeru,
"maaf menarik tanganmu" kata tama,
"tak masalah Tama"kata yuko,
"coba cek Toilet!"kata sesorang, mereka mencoba menedang pintu toilet,
"terkunci!"kata seseorang,
"dobrak!"
"susah!"
"cih! Kau bawa belati? Coba tusuk, tolilet itu sempit!"
"siap!", sang terrorist mencopot belati dan menusuk kearah yang random, namun tidak ada bekas darah atau sesuatu tanda kehidupan,
"kosong bos!"
"oke pergi dari sana!", sukur mereka aman,
"apa mereka sudah pergi?" hikari berbisik,
"tungu, nampaknya belum."takeru menjawab, 60 menit berlalu, akhirnya takeru mencoba menilik keluar,
"aman."katanya,
"tapi bagaimana kalau mereka masih berjaga di pintu keluar?"hikari kembali berbisik,
"sst Tama, Hapemu ber tvkan? Coba stel siapa tau masuk tivi"takeru berbisik ke sebelah,
"osh!"tama membuka hapenya dan menyetel TV, tepat sekali, ini masuk tv,
"ya ada, mereka ternyata meminta uang untuk pembebasan gedung ini."
"huh masih berjaga diluar ya, apa ada info lain?"
"menurut tv, mereka berjaga di pintu utara, belakang dan depan. Mereka ada di semua pintu"
"TIDAK! Pintu selatan. Itu tempat mereka tidak berjaga."tiba-tiba ada suara dari Wira, kedengarannya ia kesakitan,
"kau benar! Kau tau dimana pintu selatan wira?"takeru mengalihkan pertanyaan pada wira,
"sekitar 50 meter dari sini. Berbelok kea rah selatan lalu lurus,"
"kemana kita keluarnya?"
"jalan kuroda!"
"sip! Tapi ada baiknya kita menunggu!"kata takeru, posisi mereka serba sempit, cewe-como dalam kamarmandi bukan berita bagus,
"oke! Bagaimana kalau sekarang kita lari, lalu membuka pintu selatan dan pergi?"Tanya Tama,
"kau yakin sudah aman?"takeru balik bertanya,
"aku tak tau tapi…ini saatnya"tama berkata lagi, takeru tau keputusan ada pada tangannya,
"baik! Aku cek sekalilagi, kalu ku ketuk tembok kalian berarti lari" takeru memerintah,
"OKE!"kata yang lain,
"kau siap hikari?"takeru bertanya lagi,
"ya"jawab hikari, takeru menilik sedikit dan dia mengetok tembok temannya, mereka kabur dan lari secepat mungkin, Wira sendiri masih bisa berlari cepat, meski ternyata tangannya tersabet belati,
"itu dia!"kata Wira, setelah sampai mereka mencoba membukanya,
"sial dikunci!"kata tama,
"hikari penjepit rambutmu"kata takeru, hikari memberikannya, takeru langsung membuka dan membuat bentuk kunci, dan mencoba membuka pintu dan sukses,
"HEI SIAPA ITU!"nampaknya ada yang tau,
"ayo cepat."semua berlari ke luar, mereka lalu menguncinya dari luar, alhasil mereka selamat,
"hampir saja!"kata Tama, mukanya pucat
"kalian baik-baik saja?"takeru bertanya,
"ya, tapi wira kena belati di bagian otot kanannya" kata mayu, kali ini sifat ibunya keliatan,
"lebih baik, kita pergi kerumahku dulu."kata Takeru,
"jangan! kerumaku saja, toh aku dan wira tinggal serumah di apartemen sana."kata Tama, terlihat Apartemennya terpisah dari apartemen takeru,Mayu,HIkari dan Yuko, namun jaraknya tidak jauh, hanya terhalang taman Koisuru,
"sip!"kata Takeru, mereka berlari ke apartemen Tama, lantai 4, no 09, untungnya no 09 berarti dekat Lift, akhirnya mereka masuk ke apartement Tama, mereka mengunci dan langsung menyalakn tv melihat berita penyerangan Tokyo mall, headlinenya berbunyi, terrorist Kuroibara menyandra Tokyo mall, 500 orang masih di dalam.
"kita selamat."kata takeru,
"hey tama! Kenapa kau menyuruh kami ke tempatmu?"takeru kembali bertanya,
"aku tau siapa mereka, kuroibara adalah terosit incaran polisi internasional, mereka jarang melepaskan buruan, biar lebih dekat, makanya aku suruh ke rumahku."tama menjelaskan,
"Tama kotak obat dimana?" mayu bertanya dari kamar,
"di bawah kasur!"kata tama menjawab dari ruang tamu, lalu digivice takeru berbunyi, isinya dari taichi, menanyakan keadaan hikari, yuko dan mayu, takeru menjawab aman, kali ini ada telepon dari taichi kepada takeru, takeru langsung mengangkatnya,
"hei T.K! bagaimana adiku"
"aman Kak Taichi, mayu dan yuko juga."
"kalian dimana?"
"apartemen light5, jalan kuroda, lantai 4, no 09 atas nama Tamatachi Kitagawa, dia temanku."
"aku, ibu mayu dan ibu yuko kesana, tunggu!"
"oke! Ill waiting"takeru mnutup telepon, dan sekitar 30 menitan, mereka sampai,
"halo, Tama-san?"kata sesorang diluar, ia adalah Taichi,
"ya!aku buka."kata takeru, setelah membuka pintu, mempersilahkan dan mengecek anak mereka, ibu-ibu kembali pulang, tanpa anak mereka yang memilih main di rumah tama, taichi stay untuk berbicara dengan takeru, disaat seperti itu Tama berbincang dengan Yuko,
"yuko, maaf tadi memgang tanganmu, aku takut pacarmu memarahiku"tama membuka pembicaraan di beranda apartementnya,
"iya tenang aja, aku juga gak punya pacar"yuko membalas,
"sure? Secantik kamu belum punya pacar?"
"ya aku belum menemukan yang pas, ah gak usapake cantik segala"yuko malu, kali ini Tama merasa bahwa, ia terpesona oleh perempuan satu ini, bukan hanya karena cantiknya yuko, ia merasa keserhanaan yuko sukses memikat hatinya, rasanya ia ingin memilik yuko sekarang, di sisi lain yuko merasakan hal yang sama, sikap protect Tama membuat yuko merasa aman dengannya, padahal ini kali pertama mereka bertemu, sayang mereka berdua gak tau,
"yuko kamu suka X JAPAN?"tama berbicara lagi,
"X JAPAN? Uuu daisuki"yuko memberi jawaban yang bagus,
"mau ikut aku ke Hide museum, besok?"kata Tama,
"boleh! jam berapa?"
"jam 9 pagi di koisuru garden."
"deal!"yuko setuju, lalu merasa ngatuk yuko ijin tidur di ruang tamu,
"silahkan cantik! Tapi disana, ada takeru dan taichi"
"tak masalah tama"
"oke sana tidur biar cantik, hahahaha"tama mengoda,
"geleh!"kata Yuko, sehabis yuko pergi, tama sedikit bersenandung lagu my first love-nikka costa, sambil berharap yuko punya cinta yang sama.
terimakasih sudah membaca dan jangan lupa review
