Hari berlalu, dan kali ini pagi yang cerah ditemani teriakan seorang putri yang bangun telat, Yuko Shiroihana nyaris bangun kesiangan, dia lupa bahwa hari ini jam 9 ia ada janji dengan teman barunya Tama, Yuko sebenarnya tidak tau alasan apa yang membuatnya mau dan menerima ajakan teman yang baru dia kenal selama 1 hari, sambil mandi ia berpikir bahwa, semua masih bisa dibatalkan, namun entah mengapa yuko tetap saja ingin bertemu dengan orang itu, dia tetap enggan membatalkan janjinya dengan Tama, yuko baru menggunakan kaos dan celana pendek, ia mencari baju yang tepat, dia nyaris meleparkan semua baju yang ada, baginya tak ada yang cocok, akhirnya ia menemukan pakaian kesukaannya, meskipun itu hanya sebuah kaos putih polos lengan pendek dengan kerah agak lebar, yuko memadukannya dengan celana jeans pendek dan sebuah jaket no sleeves warna pink, dia merasa penampilannya cukup baik, namun agar semua jelas ia menghubungi mayu via digivice,

"hey boneka beruang, bagaimana penampilanku?"yuko bertanya, sedetik kemudian dijawab oleh mayu,

"mana aku tau, aku tidak melihatmu"

"oh iya, aku kirim fotoku"

"TIDAK! Aku akan kesana"mayu membalas, yuko mencoba mengirim pesan agar mayu tidak datang namun, semua telat, mayu sudah memencet bel rumah yuko, akhirnya yuko menyerah, ia keluar sambil bertanya, "bagaimana penampilanku?"

"bagus, hanya saja….."mayu berbicara aga tidak yakin,

"hanya apa?"kata yuko,

"rambutmu kurang pas, sini aku potong dulu jadi sependek miyazawa sae."mayu berujar,

"apa kau yakin?"

"percayalah, Boneka beruang tak akan pernah mengecewakan temannya."mayu meyakinkan yuko, akhirnya mayu mencari alat cukur, seakan sudah bakat, mayu memotong rambut yuko dengan pas, ya rambut pendek,

"nah cukup! Percayalah."mayu yakin,

"mmmmmmm kau tau ini pertama kalinya aku berambut pendek, ini lebih pendek dari hikari, kau yakin?"yuko meyakinkan lagi,

"no doubt! "kata mayu berlagak layaknya bos,

"sip!"yuko memberikan kepercayaan kepada temannya yang sudah menemaninya sejak TK,

"nah Yuko semoga sukses."mayu berkata,

"maksudmu?" yuko curiga,

"tidak…aku doakan dating mu sukses, kemana lagi jika bukan kencan, aku mengenalmu yuko, kau tidak pernah dandan, dan saat kau melakukannya itu berarti sebuah Heavy rotation, perubahaan besar, nah itu akan terjadi saat kau jatuh cinta, oke aku bicara terlalu banyak, aku pulang, Anak Salju!"mayu undur diri, bagai angin ia sudah menghilang, akhirnya yuko memutuskan untuk pergi sambil membereskan rambut bekas potongannya dan menuju Koisuru Garden, disana dia melihat Tama sudah menunngu, dengan setelan celana jeans, rambut semi ikal, kemeja putih lengan pendek,

"Hai Tama, gommen ne, aku membuat mu menunggu"yuko membuka pembicaraan setelah mendatangi tama,

"oh tak masalah, bukankah kebiasaan setiap perempuan adalah telat saat janjian, hahahha"tama mebalas dengan candaan, saat berjalan beberapa langkah, tiba-tiba yuko memgang tangan tama lalu bertanya,

"Tama kun, jawab yang jujur."kata yuko,

"ya apa?"tama menyanggupi,

"bagaimana penampilanku?"yuko bertanya mukanya serius, tama mengamati, dalam hati ia bergumam "kenapa aku tidak melihat betapa cantiknya dia hari ini.", tama mencoba menjawab dengan satu kata dia masih berpikir,

"Tama kelamaan! Ayo jawab"yuko meminta, kali ini tatapannya memaksa manja,

"kau mau tau Yuko?"

"ya, jawab sekarang"yuko tak sabar,

"utsukushii!, ayo jalan"kata tama, ia pergi seakan cuek, yuko berusaha mengejarnya,

"tunggu Tama!" yuko mengejar lelaki yang ternyata lebih dingin dari dugaannya,


Sampailah mereka di Hide Museum, museum yang dibuat untuk menghormati guitarist X JAPAN, Hide, sambil berjalan-jalan, melihat sekeliling, sesekali mereka berhenti di satu objek, kali ini mereka berhenti di gambar album X JAPAN, Blue blood, sambil melihat-lihat, tama mencoba bernyanyi lirik Forever Love milik X JAPAN,

mou hitori de arukenai

toki no kaze ga tsuyosugite

Ah kizutsuku koto nante

nareta kazu dakedo ima wa…

tama sangat menyukai lagu Forever Love, dia tidak tau kalau yuko turut menyanyikan lagu tersebut, lalu yuko berkata sedikit serius

"Kau tau Tama, buatku tak ada yang dapat berjalan sendiri, kadang kita merasa berjalan sendiri padahal di belakang kita banyak orang yang mencintai kita."

"kau kenapa Yuko?"tama agak bingung, meski baru bertemu kemarin, tama tau yuko buka orang seperti itu,

"tidak, aku hanya menghayati lagu Forever Love. "yuko menjelaskan, saat sedang berdua, tiba-tiba terdengar teriakan memanggil untuk yuko, suaranya begitu lantang namun perempuan, Sora beserta Yamato sukses memergoki mereka berdua,

"Hai Yu-Chan! Lagi ngapain?" sora bertanya, yuko agak malu menjawabnya,

"sedang main"dia jawab simple,

"dusta!"ujar sora,

"aku serius! Iiih udah deh jangan ngegoda gitu."yuko protes,

"oke, oke. Siapa ini namanya" sora bertanya,

"perkenalkan, kak Matt dan kak Sora, ini Tamatachi Kitagawa. Dia teman ku, takeru, hikari dan mayu"yuko memperkenalkan,

"salam kenal."tama menunduk sopan,

"aku Yamatto" kata Matt dingin,

"saya Sora. Salam kenal!", mereka sempat berbincang sedikit, saat Tama mengatakan bahwa dia bisa bermain bass, Yamatto mulai membuka sikap,

"oh ya kau bisa bermain bass? Well seberapa bagus?"kata Yamatto,

"gak terlalu bagus, aku cuman tingkat 5 di Kitagawa Music School."tama membalas, Yamatto jelas kaget, Kitagawa Music School atau KMS adalah tempat les music nomor 1 di jepang dan tingkat 5 berarti master, terbesit dalam benak yamatto untuk membuat band dimana ia menjadi manager, apa lagi dia teman Takeru, tentu Takeru yang bisa main Gitar harus punya band, namun pembicaraan singkat ini di selesaikan, sora sudah ingin pergi ke tempat lain,

"dadah! Sukses ya!"kata Sora, mereka pergi, Tama dan Yuko ditinggal berdua, sesaat Tama ingat tujuan aslinya,

"ini saatnya."kata tama dalam hati,

"Yuko, kau mau ke taman sebelah sana?" tama bertanya, yuko cuman mengangguk, dia tidak begitu tau kenapa tapi hari ini dia benar-benar nurut mengikuti kata teman yang ia baru kenal 1 hari lalu itu, sesampainya disana, mereka sempat bungkam dulu sampai akhirnya Tama membuka pembicaraan

"hari ini panas ya!"basa-basi dimulai,

"tidak juga."yuko membalas,

"yuko, I wanna talk something with you."

"oke tell me. What are you want to talk about?"

"kau mau basa-basi atau langsung?"

"langsung!"

"Yuko Shiroihana, mmmmm"Tama ngomong tersedak-sedak,

"Daisuki!"akhirnya tama menyelesaikan kata-katanya,

"kamu serius?"kata yuko, dia belum siap,

"aku serius!"

"apa ini tak terlalu cepat? Kita baru mengenal satu hari."

"ya tapi aku takut."

"takut apa Tama?"

"I just afraid that your love owned by another! I sure my love just for you"tama berjanji, yuko bungkam,

"terlambat untuk berdusta!"pikir yuko, dia tau dia mencintai Tama, tapi ini terlalu cepat,

"baik aku tau ini terlalu cepat, aku akan menunggu jawabanmu"tama belum selesai bicara, yuko lagsung memotong,

"Tama, dalam lagu kesukaan Mayu, lagu Sakura, ada sebuah lirik yaitu "menutup sanubari tak semudah ku sangka", aku menerima cinta mu, karena aku juga takut kehilangan mu."yuko menjawab, Tama jelas bahagia, dia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, awalnya dia ingin mengajak yuko pergi jalan-jalan lagi, namun saying ibu yuko sudah memanggil yuko via SMS, akhirnya niat ini ia urungkan,

"kalau begitu tama, antarkan aku ke rumahku ya."yuko meminta, Tama cuman tersenyum,

"HAI! Watashi no Koibito" Tama berkata simple,

"iih jangan ngegombal!"kata Yuko sambil memukul tangan tama,

"tapi itu fakta."Tama berbalik menyerang, yuko terdiam, dia merasa senang bahwa, dia menemukan cinta yang ia cari, ia berharap ini tidak semu, kali ini mereka pulang menuju rumah yuko, di jalan mereka berbincang dengan riang, mereka tak sadar di atas sana ada yang memperhatikan, orang malang yang cemburu, Taichi, yang awalnya akan menyatakan cinta pada Yuko pada hari yang sama akhirnya mengurungkan niatnya, disana ada Izzy, sambil tersenyum sinis izzy menepuk punggung Taichi,

"sabar ya!"kata Izzy, taichi nyaris menangis, ini ironis, tiba-tiba suara ponsel berbunyi, ooo ada yang update status dan itu adalah Yuko, disana tertulis

"Yuko Shiroihana in relationship with Tamatachi Kitagawa ", izzy tau bahwa ini menyakitkan untuk Taichi, jadi ia menyuruh Taichi pulang,

"ayo pulang! Laki gak nangis."kata Izzy, taichi nurut, dan disana diatasanya lagi Hikari, Takeru, Yamatto dan sora melihat jelas adegan cemburu Taichi pada Tama, mereka, termasuk Hikari malah tertawa,

"kasian!"kata Yamato,

"kakaku aku bersimpati padamu!" kata Hikari dalam hati,

"LEMAH! COWOK LEMAH!"sora teriak,

"KAK TAICHI JANGAN NANGIS DONG!"Takeru lebih keras, kali ini taichi sadar bahwa ia sedang di tonton oleh 4 orang "pengkhianat" dan salah satunya adalah adiknya, Izzy cuman tertawa.


maaf baru update, thanks sudah baca dan jangan lupa RNR