Sympathy for the Devil
Kembali hening, suasana kamar itu.
"sebelumnya akan kubacakan dulu yang bagiku menjadi masalah besar." Takeru kembali menyambung apa yang tadi ia sebut sebagai "masalah besar."
"ada sebuah surat terbuka dalam bentuk sajak, datang dari 'setan' " kata Takeru menyambung.
"AKU KEMBALI KESINI, TUNGGU! BIAR AKU KE ALAM KALIAN SAJA"
-046046046-
Semua merasa merinding, bulu kuduk sesara ditarik keatas, mendekati sebuah titik puncak dalam rasa takut yang luar biasa. Udara sejuk yang mengitari kamar Takeru berubah, seperti ditimpa batu besar dari langit, anak terpilih membayangkan kejadian terburuk. Jacque Wiratnakusuma dan Tama adalah pengecualian, mereka tidak mengerti.
"ada apa? Kenapa kalian terlihat seperti korban psiko?"Tama mulai bingung dengan sikap teman-temannya. Semua masih terdiam, ada yang menelan ludah, ada yang diam saja ada yang menangis.
"k..k..kau tidak akan mengerti."kata Mayu terbata-bata,
"maksudku kalian, ini masalah yang ada diluar dari pengetahuan kalian. ini bersangkutan dengan dunia digital yang kami."mayu melanjutkan.
"akan aku ceritakan, terlepas kalian akan mengerti atau tidak." Takeru berucap,
"di sebuah tempat yang lain, ada sebuah dunia yang terbuat dari digital. Disana hidup Digimon-digimon," takeru bercerita
"apa itu Digimon?"Tama bertanya, Takeru menahan pertanyaan tersebut.
"dan kami memiliki tugas menyelamatkan dunia itu, apapun yang terjadi! Kami selalu sukses dengan misi kami karena dibantu oleh digimon sahabat kami, pertempuran terakhir kami berhasil, namun merusak dunia tersebut dengan sangat besar."
"dan kali ini, setan dunia digimon akan bangkit dan datang ke dunia kita."
Hening.
"baik kami akan mencoba mengerti, sambil berjalan, apa yang kalian butuhkan dariku?" Wira bertanya balik, dia msih mencoba mengerti situasi yang mungkin (dalam benaknya) seperti fantasi belaka, tapi muka mereka serius.
*singkat cerita*
"jadi, Kali ini hanya Takeru, Mayu, Hikari, Wira, Tama dan Yuko yang akan pergi ke dunia digimon!" ucap Taichi yakin.
"sisanya?"yamato bertanya.
"menjadi world controler, kita akan menjaga agar si 'setan' tidak masuk ke dunia kita, kita adalah pasukan dari luar dunia digimon!"ujar Taichi, yang lain akhirnya setuju.
"baik sebelumnya akan aku jelaskan mengenai World Controler & Digital Controler" kata yamato,
"Tugas World Controler ialah menjaga dunia asli dan menjaga agar sistem tetap bisa dibuka kapan saja dan dimana saja sehingga akan mengurangi resiko celaka bagi para Digital Controler"
"Digital Controler, dia terjun langsung dalam pengendalian, bertugas tanpa Digimon. Ini akan membutuhkan skill lebih" lanjut yamato
"tanpa Digimon?"Takeru bertanya,
"ya, mereka masih data mentah karena harus di Upgrade kembali"
"maksudnya kak Taichi?"
"para digimon itu masih tidak bisa dipakai,.maka dari itu aku minta Wira yang programer untuk mempercepatnya sehingga kalian tanpa digimon hanya sampai setengah jalan saja."
"aku berusaha mengerti."akhirnya Takeru mengerti.
Seperti kembali ke nostalgia, Hikari, Takeru, Yuko dan Mayu kembali ke dunia digital. Tama dan Wira masih asing dengan dunia yang ternyata ada itu.
"dunia ini nyata!" ujar Wira.
"HELL YEAH!"Tama berteriak, wajar ini penglaman pertama mereka ke dunia "impian" yang bukanlah dunia Utopia tapi nyata adanya.
Mereka berjalan sekitar 20 km. Lelah pasti menghampiri, dengan sedikit istirahat di setiap tempat yang dirasa aman, mereka mampu meneruskan sampai ke rumah Gennai.
Banyak yang sudah berubah, rumah ini seakan membesar ukurannya, ada tambahan di setiap sudutnya, meski akhirnya ada satu yang tidak berubah, Gennai.
"hohohohoho sudah kembali kalian."ujar Gennai menyambut setelah awalnya Takeru memencet tombol bell pada rumah gennai.
"dan itu, siapa mereka? Apa perlunya?" gennai mempertanyakan keberadaaan Tama dan Wira.
"Anatatachi wa watashitachi no tomo desu, Gennai-san" ujar Yuko,
"kecuali Tama! Anohito wa Yuko no Koibito! hahahha"kata Takeru menggoda
"huh"ujar Yuko
"masuklah!"gennai kali ini meminta kami masuk kerumahnya.
Ini bukanlah negeri tokugawa yang kau kenal
Bukan juga serdadu-serdadu perang yang binal
Ini adalah dunia perang sungguhan yang sakral
Kau akan mengerti, saat kau terlambat tuk mengenal
-Sakura Hari Ini dan Nusantara –
Pengalan puisi dari kaka tingkat* Jacque Wiratnakusuma di UPI, Indonesia. Ya mungkin dunia digital ini bukalah negeri tokugawa yang kau kenal,di sini tidak ada tokyo, Kyoto apalagi theater AKB48. Jelas dia harus mengenal dunia baru ini dan jangan sampai dia terlambat untuk mengenal.
"guys, tidurlah di kamar yang ada. Taichi menghubungiku besok kita harus bangun sangat pagi, karena besok kita akan bangun sangat pagi."kata Hikari menginfokan.
"sip sudah ada penmbagian kamarnya kan?! Santai saja gennai itu baik."kata Yuko.
"sonna! Selamat malam semuanya!"ujar Wira ia berjalan menuju kamarnya, diikuti yang lain.
"baiklah saat mereka tertidur! Kita beraksi!"kata salah satu dari sesosok mahluk yang tidak jelas statusnya di dekat kebun rumah gennai.
"yosh! Sekitar 23 menit lagi!"
bersambung
