Growl
Rate:: T
Pair:: KaiSoo, ChanBaek, KrisTao, HunHan
Genre:: Drama and Romance
Author:: Hiwatari Niwadark
Annyeong~! Author's back~ Long time no see, friends! :D *disantet* Ohohoho, author tau ini udah lama banget baru diupdate *cengengesan* Super maaf sekali ya buat readers yang udah nunggu kelanjutan ff ini, author baru bisa update sekatang *bow*
Oke, author langsung lanjut ajadeh… ^^
Enjoy~!
.
.
.
Tao mengernyit saat secara perlahan postur tubuh namja tersebut berubah menjadi semakin pendek, semakin pendek, dan semakin –eh?
Dan kali ini Tao benar-benar terlonjak kaget. Sepertinya kali ini ia benar-benar harus membangunkan ketiga hyungnya.
.
.
"AWUUUUUU!"
Namja tersebut berubah menjadi seeokar serigala. Ya, namja tersebut.
.
.
Namja yang tadi pagi menabrak Tao. Namja yang bernama 'Kris'
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Tao? Tao?" Tao mengernyitkan keningnya. "Tao? Bangun!" Ia menggeleng-gelengkan kepalanya masih dengan matanya yang terpejam dengan erat. Keringat dingin tampak membasahi kening dan sebagian poninya.
"Tao?! Hei!" Namja itu akhirnya membuka matanya secara tiba-tiba disertai dengan hentakan napasnya, seolah terkejut saat ia terbangun. Ia bernapas dengan tersenggal-senggal lalu menatap Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun secara bergantian.
"Hei, kau kenapa, Tao?" tanya Luhan. Tao menarik napasnya dalam-dalam kemudian mendudukkan dirinya secara perlahan. Raut wajahnya tampak sedang memikirkan sesuatu. Sedetik kemudian, namja bertubuh paling tinggi dibanding tiga temannya yang lain ini melihat ke arah jendela balkon.
"Ini sudah jam 7 pagi, dan kau tertidur dengan gelisah sejak jam 6 tadi. Apa kau mimpi buruk?" tanya Baekhyun. Kyungsoo yang melihat Tao terus memandang ke arah jendela balkon pun ikut melihat ke arah yang tengah dipandang temannya itu.
Tao menganggukkan kepalanya. "Sepertinya aku mimpi buruk." gumamnya. "Sepertinya?" tanya Baekhyun. Tao selanjutnya menggelengkan kepalanya dengan perlahan. "Aku tidak tahu. Itu sangat mengerikan, rasanya seperti kenyataan. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, dan tahu-tahu aku terbangun saat mendengar panggilan kalian." ujarnya dengan suara kecil. Ia masih ragu apakah kejadian mengerikan itu nyata atau hanya mimpi.
Pada faktanya, ia seperti mengalami mimpi buruk, di mana ia terbangun dari tidurnya dan bahkan kejadian mengerikan itu tidak jelas bagaimana akhirnya. Tapi, apa yang terjadi itu benar-benar terasa nyata dan ia jelas-jelas masih dalam keadaan sadar. Ia ingat kalau ia sama sekali tidak mengantuk.
"Tao?" panggil Kyungsoo. Tao menoleh ke arahnya. "Memangnya seperti apa mimpimu?" tanya Kyungsoo. Tao menelan salivanya sebelum menceritakan mimpinya, atau mungkin bukan mimpi, melainkan kenyataan. "Aku melihat seorang namja melompat dari balkon sebelah ke balkon kita. Lalu saat hujan mereda, wujud namja itu secara perlahan-lahan berubah menjadi…" Ucapannya terhenti dan napasnya pun tertahan, menatap hyungdeulnya secara bergantian dengan tatapan takut.
"Serigala."
Kyungsoo, Luhan dan Baekhyun tampak terkejut mendengar jawaban dari Tao.
"Wow… Keren sekali mimpimu, Tao." puji Baekhyun. Tao menundukkan kepalanya. "Tapi aku tidak yakin kalau itu mimpi. Aku sudah mengatakannya, kan? Rasanya itu seperti nyata, dan bahkan aku yakin kalau semalam aku belum tertidur." lanjut Tao.
"Itu pasti mimpi. Tidak mungkin ada manusia yang bisa berubah seperti itu, Tao." ujar Luhan memastikan. Tao terdiam dan beberapa detik kemudian mengangguk dengan lemah. Setelah dipikir-pikir, memang tidak mungkin.
"Sudahlah, sekarang cepat mandi dan bantu ahjumma menyiapkan sarapan." ujar Baekhyun seraya beranjak dari kamar. Tao pun beranjak dari kasurnya keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi setelah sebelumnya membuang napasnya dengan berat. Luhan menepuk pundak Kyungsoo lalu berdiri. "Ayo, kita turun juga, Kyung."
Kyungsoo menganggukkan kepalanya dan mengikuti Luhan dari belakang. Namun saat ia sampai di ambang pintu, terdengar suara sesuatu terjatuh di belakang. Namja bertubuh mungil itupun menghentikan gerakannya dan membiarkan Luhan untuk turun terlebih dahulu.
'Apa itu?' pikirnya seraya berjalan mendekati asal suara. Terlihat sebuah kaleng minuman yang telah kosong tergeletak di atas lantai balkon. Kyungsoo mengambil kaleng itu lalu melihat ke arah kiri, kanan dan atas. Tidak ada siapa-siapa. Lalu, siapa yang membuang kaleng ini? Atau mungkin angin yang membuat kaleng ini terjatuh dari suatu tempat ke balkon ini?
Lagi-lagi langkahnya terhenti saat hendak beranjak dari balkon, ia melihat sesuatu di lantai balkon. terlihat seperti jejak sepatu kotor yang menginjak tetesan air hujan yang masuk ke balkon dan mengering. Jejak sepatu itu terlihat berasal dari balkon villa sebelah lalu berjalan ke tengah balkon kamar ini.
Namja manis itu mengernyitkan keningnya. 'Apa yang diceritakan Tao itu benar-benar terjadi? Bukan mimpi?'
Namun, ia tepis jauh-jauh pikiran itu saat memikirkan, mungkin saja itu jejak kaki Baekhyun ataupun Luhan. Mungkin.
.
.
.
Luhan tampak menendang bola dengan mahir dan Baekhyun sibuk merebut bola tersebut dari namja yang lebih tua darinya itu. Tidak ada tempat yang bagus untuk dikunjungi di bukit ini, jadi mereka lebih memilih untuk bermain bola. Setelah merasa lelah, keempat namja itu mendudukkan diri di halaman depan villa yang cukup luas ini. Kyungsoo tampak berdiri. "Aku akan mengambil minum di dalam." ujarnya kemudian beranjak masuk ke dalam villa.
Kyungsoo menyiapkan 4 gelas teh. Saat hendak mengambil gula, ia merasa ada hembusan angin di belakang telinganya. Dengan penasaran, namja bertubuh mungil itu membalikkan badannya dan terkejut saat mendapati seorang namja asing di sana, di depannya, dan jarak mereka sangatlah dekat.
"Siapa kau?" tanya Kyungsoo dengan pelan, antara suara bingung dan suara terkejut. Namja berambut blonde tersebut menyeringai dengan tipis. "Kau sangat manis. Aku suka." ucapnya. Kyungsoo mengernyit bingung. Ia tidak mengenal ataupun pernah bertemu dengan namja ini sebelumnya.
"Kau… siapa?" tanya Kyungsoo dengan suara yang semakin pelan. Entah kenapa, ia takut dengan seringai dan tatapan namja itu. Ia ingin menjerit memanggil Luhan, Baekhyun dan Tao yang berada di luar. Ia ingin berteriak memanggil Kiyoung ahjumma yang sedang berada di lantai atas. Tapi ia takut, takut kalau namja ini akan berbuat jahat padanya, atau mungkin sebaliknya? Bagaimana kalau namja ini malah namja yang baik?
"Aku suka padamu." jawab namja itu lagi. Kyungsoo mengernyitkan keningnya. Oke, sepertinya namja ini bukan namja baik-baik. Kyungsoo terlihat hendak berteriak saat melihat kedua tangan namja itu kini tepat berada di depan wajahnya, dengan kuku-kuku panjang dan tajamnya. Dari mana asal kuku itu? Sepertinya tadi namja itu memiliki kuku yang pendek. Atau ia saja yang tidak memerhatikannya?
Dan Kyungsoo tambah terkejut saat menatap mata namja itu, matanya berubah menjadi warna abu-abu. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Melawan dengan tusukan kuku di leher sebagai gantinya? Kabur? Bagaimana kalau saat ia kabur dan namja itu berusaha menangkapnya, yang terjadi malah tercakar oleh kuku setajam itu? Bagaimana kalau ia epilepsi jika terkena kuku itu?
Masalah sekarang bukanlah epilepsinya, masalahnya adalah… namja itu sebenarnya makhluk apa? Kenapa dia bisa berada di dalam villa ini? Apa yang dia inginkan dari Kyungsoo?
"Apa maumu? Kau ingin membunuhku?" tanya Kyungsoo yang mulai melangkah mundur. Raut ketakutan tampak dengan jelas pada wajah manisnya itu. Raut panik terlihat semakin jelas saat merasa langkahnya telah kosong, ia telah menabrak meja dapur yang artinya tidak ada ruang baginya untuk kabur.
Namja aneh yang sedari tadi memajukan langkahnya untuk memperkecil jaraknya dengan Kyungsoo pun menghentikan langkahnya. Raut wajahnya perlahan-lahan terlihat berubah dari tatapan tajam dan seringai tipis menjadi tampak tersadar dan khawatir, dan keduan tangannya yang semula memegang pundak Kyungsoo pun turun dan mundur satu langkah. Kuku-kukunya berubah kembali menjadi normal dan matanya terlihat menjadi hitam lagi. Kyungsoo yang merasa dilepas oleh namja itupun lalu membuka matanya yang semula terpejam dengan erat. Namja berpostur mungil itu terkejut saat melihat mimik wajah namja aneh itu terlihat khawatir dan menyesal. Entahlah, ia tidak mengerti dengan namja itu.
"Apa… maumu?" tanya Kyungsoo dengan suara bergetarnya. Namja itu tidak menjawab. Tanpa Kyungsoo sengajai, tangannya menyapu nampan kosong yang terbuat dari nikel sehingga menimbulkan suara yang sangat keras dan ribut. Kyungsoo menoleh ke arah nampan yang terjatuh itu.
"Ada apa, Kyungsoo-ah?" tanya Luhan yang berlari masuk ke dalam villa dan menghampiri Kyungsoo. Kyungsoo mengangkat kepalanya dan terkejut saat tidak mendapat namja itu lagi, padahal ia berani jamin kalau ia melihat ke arah nampan itu hanya 2 detik sampai akhirnya Luhan masuk ke dalam.
"Ada apa, hyung?" tanya Tao yang menyusul masuk setelah Luhan. Luhan terlihat meraih nampan itu dan meletakkannya ke meja. Kyungsoo masih terdiam. Ia masih memikirkan tentang namja itu. Tidak mungkin namja itu dapat bergerak tanpa Kyungsoo sadari padahal jelas-jelas Kyungsoo masih dapat melihat bayangan namja itu dari samping pupil matanya. Aneh. Dan itu sangatlah cepat.
"Kyungsoo-ah?" panggil Luhan menyadarkan Kyungsoo. Baekhyun yang baru masuk pun memasang wajah bingung. "Ada apa, Luhan-ssi?" tanya Ki Young ahjumma yang berlari turun dari tangga. "Aku mendengar suara sesuatu terjatuh." Lanjutnya lagi.
"Tadi ada namja aneh masuk ke sini. Aku tidak tahu dia masuk dari mana, karena saat aku masuk tadi tidak ada siapa-siapa dan tiba-tiba saja dia berdiri di belakangku." jelas Kyungsoo dengan raut ketakutan. Bagaimanapun juga wujud namja itu jelas bukan seperti manusia.
"Hah? Siapa, Kyung?" tanya Baekhyun. Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Wujudnya aneh. Dia berkuku panjang, rambutnya blonde dan matanya berubah dari hitam menjadi abu-abu dan kembali berubah menjadi hitam. Dia menghilang begitu saja dengan sangat cepat saat Luhan hyung masuk ke sini. Dia… dia mengatakan kalau dia suka padaku dan tiba-tiba menunjukkan kuku-kuku panjangnya itu tepat di depan wajahku." jelas Kyungsoo lagi kini dengan penuh penekanan.
Kini Luhan, Tao dan Baekhyun mengernyitkan keningnya mendengar cerita Kyungsoo yang terdengar aneh dan tidak masuk akal.
"Aku pernah mendengar cerita tentang itu, Kyungsoo-ssi." Sontak, Baekhyun, Tao, Luhan dan Kyungsoo menoleh pada Ki Young ahjumma dengan tatapan penasaran.
"Aku pernah dengar bahwa warga sekitar sini pernah melihat yang seperti itu di sekitar sini, dan mereka itu sudah pasti akan unjuk diri 5 tahun sekali pada malam hari, dan tahun lalu mereka sudah menampakkan diri, jadi tidak mungkin dan sangat tidak wajar jika mereka menampakkan diri lagi tahun ini yang di mana seharusnya mereka muncul 4 tahun lagi, apalagi mereka munculnya di siang hari dan bahkan sampai mengganggu orang. Biasanya mereka hanya akan berjalan sebentar saja di luar sana pada malam hari dan tidak akan mengganggu manusia yang berada di rumah, kecuali jika kau berhadapan dengan mereka, mereka tidak akan segan memakanmu." cerita Ki Young ahjumma dengan nada seramnya.
Kyungsoo bergidik ngeri, untuk saja dia tidak dimakan. Tapi kenapa? Kenapa mereka harus memakan manusia? Bukankah mereka manusia juga? Meskipun tidak terlalu mirip manusia. "Kenapa mereka berwujud seperti itu? Dan kenapa mereka memakan manusia yang mereka temui? Kenapa mereka berjalan di sekitar sini 5 tahun sekali?" tanya Baekhyun dengan rasa penasaran.
Ki Young ahjumma hanya menggelengkan kepalanya. Jujur, ia sendiri tidak terlalu percaya dengan hal ini karena ia tidak tinggal di villa ini pada malam hari. Dan baginya, semua hal ini tidak masuk akal, jadi ia tidak pernah memikirkan masalah tersebut.
"Ohh, hyunggg… Mengerikan sekali. Mereka seperti makhluk alien yang mencari makan 5 tahun sekali di bumi." ujar Tao yang mendekat ke arah Luhan. "Memangnya alien makan 5 tahun sekali?" tanya Baekhyun jahil. Tao berdecak kesal, ia sungguh tidak memiliki mood untuk bercanda sekarang, ia takut.
"Hyung, ini aneh… Aku merasa semakin tidak nyaman di sini. Bagaimana kalau kita pulang saja, hyung?" tanya Kyungsoo. Luhan menggaruk kepalanya dengan perasaan bingung. "Bukannya tidak mau pulang, Kyungsoo-ah. Aku juga ingin segera pulang ke Seoul, tapi tadi pagi aku baru melihat berita di internet kalau di bukit ini semalam baru saja terjadi longsor karena hujan deras, butuh waktu sekitar 2-3 hari untuk memperbaiki jalannya."
"Tidak usah takut, Kyungsoo-ssi. Cerita itu hanya rumor yang beredar, kok. Hanya rumor. Dan namja asing itu, tidak mungkin ada yang bisa masuk ke villa ini karena semua jendela sudah saya kunci, dan pintu yang terbuka hanyalah pintu depan, sedangkan Luhan-ssi dan Baekhyun-ssi tengah bermain di luar." Ujar Ki Young ahjumma.
Kyungsoo menghela napasnya dan mengangguk dengan pelan. Ia juga merasa mungkin itu hanyalah khayalannya saja, tidak mungkin juga ada yang seperti itu. Sepertinya sih begitu.
.
.
.
Jam 18.43
Baekhyun, Luhan, Tao dan Kyungsoo kini tengah berkumpul dan duduk di ruang tengah. Tao terlihat sedang memainkan ponselnya, Baekhyun dan Luhan tengah bernyanyi duet dan Kyungsoo tengah membaca novel yang ia pinjam dari Tao.
Saat masing-masing tengah menikmati waktu-waktu mereka, terdengar suara ribut dari lantai atas. Sontak hal ini membuat keempat namja itu saling bertatapan dengan tatapan kaget. Siapa yang ada di atas sana? Ki Young ahjumma jelas sudah pulang, lalu itu suara apa?
Keempat namja itu menegakkan tubuh mereka saat mendengar suara derap kaki yang cepat.
"Apa itu?" tanya Tao dengan nada takutnya. Belum sempat dijawab oleh ketiga hyungnya, sesuatu berlari dengan cepat kea rah mereka.
"AAAHHH!" teriak mereka saat melihat 3 ekor seriga berlari turun dari tangga dan mendekati mereka. Luhan, Baekhyun, Tao dan Kyungsoo berlari dan berdiri di belakang sofa. Ketiga seriga itu berjalan mendekati keempat namja yang semakin ketakutan itu. Apalah yang harus mereka lakukan sekarang? Lari? Ke mana? Tidak ada ruangan di sekitar mereka, hanya ada dapur dan pintu keluar. Tidak mungkin keluar dan membiarkan serigala itu di dalam villa, bagaimana kalau ada serigala lain di luar sana?
"Bagaimana ini, hyung?" tanya Tao dengan suara bergetarnya. Serigala itu bukanlah serigala kecil yang jika dipukul dengan tongkat baseball tepat di kepalanya akan langsung pingsan. Tidak. Ini termasuk serigala yang besar. "Lari, hyung! Kita lari!" kata Baekhyun dengan panik. "Lari ke mana, Baek? Apa sempat untuk lari? Kecepatan berlari mereka jauh lebih cepat dibanding denga kita, bisa-bisa kita digigit duluan sebelum sampai di pintu keluar." jawab Luhan yang juga terdengar panik dan ketakutan.
"Setidaknya kita coba, hyung." ujar Kyungsoo yang berusaha menarik Luhan dan Baekhyun, sedangkan Luhan menarik Tao.
"GGGRRRRRR!" Geraman hewan ganas tersebut terdengar sangat garang dan keras, membuat keempat namja itu semakin ketakutan.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Seseorang tiba-tiba membuka pintu villa yang baru saja hendak dibuka oleh Luhan. Seseorang itu terlihat marah menatap ke arah 3 ekor serigala itu. Kyungsoo terlihat membelalakkan matanya saat melihat seseorang itu.
"Kau!" Seseorang itu menoleh pada Kyungsoo, seseorang yang tadi siang menakuti Kyungsoo di dapur. Namja itu tidak menjawab Kyungsoo. "Apa kau yang membawa serigala-serigala ini? Apa kau termasuk anggota mereka?" Namja itu masih terdiam.
"Kenapa kau mengganggu kami? Kenapa kau ingin membunuh kami?" tanya Kyungsoo yang terlihat bersembunyi di belakang Baekhyun dengan ketakutan. Ia tidak berani untuk melihat ke arah namja tampan berambut blonde dan berkulit gelap itu. Ia tidak menyangka namja itu benar-benar berniat membunuh mereka.
"Aku tidak-"
"GGRRRRRR!" Ucapan namja itu terpotong saat salah satu dari ketiga serigala itu menggeram dengan kuat dan berlarin ke arah pintu keluar yang terbuka dengan lebar, disusul dengan kedua serigala yang lain yang juga keluar dari villa itu. Namja blonde yang sedari tadi terdiam itu terlihat melangkah mendekati keempat namja itu, sontak mereka melangkah mundur dengan was-was. Namja blonde itu lagi-lagi menunjukkan wajah menyesalnya sebelum akhirnya ikut keluar dari villa itu.
"Siapa itu, Kyung? Temanmu?" tanya Baekhyun dengan suara pelannya, masih shock dengan keadaan yang baru saja terjadi tadi. Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Bukan… Dia orang aneh yang aku ceritakan tadi siang." jawab Kyungsoo dengan nada yang pelan juga.
Luhan menghela napas beratnya seraya mengusap wajahnya. "Tadi itu apa? Sebenarnya apa yang terjadi di sini?" tanya Luhan seraya mendudukkan dirinya di atas sofa, sedangkan Baekhyun terlihat menutup pintu dan menguncinya.
"Aku bahkan tidak tahu ada hal seperti ini di villa. Tahu begini, aku tidak akan membawa kalian ke sini. Bukannya menyenangkan kalian, aku malah membuat kalian takut dan dalam bahaya." Luhan memasang wajah sedih dan menyesalnya. Baekhyun menghela napasnya dan berjalan mendekati Luhan. "Ani, hyung. Ini bukan salah, hyung. Ini semua mungkin memang sudah seharusnya terjadi pada kita, hyung. Bukan salah hyung."
Kyungsoo duduk di samping Luhan. "Hyung, ini semua permintaan kami agar hyung membawa kami ke villa ini, dan hyung menuruti permintaan kami, sudah seharusnya kami berterimakasih pada hyung karena sudah membawa kami ke bukit yang sangat sejuk ini, jadi jangan salahkan diri sendiri. Kita bersama-sama di sini, hyung." Ujar Kyungsoo dengan suara tenang dan pelannya. Sejujurnya ia takut dengan situasi seperti tadi akan terjadi lagi, tapi ini semua benar-benar bukan salah Luhan. Dan lagi, yang terkena bahaya di sini bukan hanya Kyungsoo, Tao dan Baekhyun, bahkan Luhan sendiri pun dalam bahaya, tapi sempat-sempatnya Luhan menyalahkan dirinya sendiri.
"Apa ini artinya yang aku ceritakan tadi pagi itu bukan mimpi, tapi kenyataan?" tanya Tao. Kyungsoo menatap Tao. "Aku juga berpikir seperti itu." jawabnya. "Berarti serigala-serigala itu datang dari villa sebelah dan masuk ke rumah ini lewat balkon kamar, dong?" tanya Tao. Luhan, Baekhyun, Tao dan Kyungsoo saling menatap satu sama lain. Benar, dari mana lagi kalau bukan dari balkon kamar yang paling ujung itu?
"Sudahlah, lebih baik malam ini tidak usah tidur di kamar itu lagi. Kita tidur di kamar sebelah dan besok pagi kita coba untuk periksa jalan, apakah tanah yang menutupi jalan sudah diperbaiki atau belum." Ujar Luhan.
Namja berparas cantik itu berjalan menaiki tangga di susul oleh yang lain. Mereka memilih untuk langsung masuk ke kamar sebelah tanpa berani membuka ataupun mendekati kamar ujung itu. Mereka tidur dengan jendela balkon yang dikunci dengan rapat dan ditutup oleh tirai, tanpa menyadari sesuatu yang secara fatal mereka lupakan.
.
.
.
.
Pagi hari menyambut dengan cerah, tidak lupa dengan matahari yang secara perlahan mulai terik dan mengintip dari balik tirai jendela. Baekhyun mengernyitkan keningnya saat sebersit cahaya matahari masuk dan tepat mengenai wajahnya. Dengan malas, ia membalikkan tubuhnya dan memeluk Kyungsoo yang tidur membelakanginya.
"Ck!" decak Kyungsoo yang tidurnya terganggu dengan cara tidur Baekhyun yang tidak bisa tenang itu. Dengan malas, Kyungsoo menepis tangan Baekhyun yang memeluknya.
Luhan menggeliat tidak nyaman saat selimutnya ditarik oleh Tao. Suhu dingin mulai merambar ke tubuhnya saat selimutnya ditarik total oleh Tao. Dengan malas, namja berparas cantik itu membuka matanya dan berusaha meraih selimutnya.
Saat Luhan berhasil kembali menyelimuti dirinya, saat ia telah memejamkan matanya dan hendak kembali tidur, mata cantiknya itu malah kembali terbuka dengan lebar. Ia baru menyadari, saat ia merebut selimut dari Tao, ia melihat sesuatu yang aneh di depan kasurnya, tepatnya di sofa yang berada di depan kasurnya itu.
Sontak hal itu membuat namja cantik itu mendudukkan dirinya dan menatap horor pada sesuatu itu.
"AAAAAHHH!"
Kyungsoo, Baekhyun dan Tao terlonjak kaget mendengar teriakan keras Luhan. "Waeyo, hyung? Kenapa teriak-teriak?" tanya dengan malas membuka kelopak matanya. "Siapa kalian?" tanya Luhan tanpa menjawab Tao. Mendengar pertanyaan Luhan yang ditujukan entah pada siapa membuat Kyungsoo, Baekhyun dan Tao ikut mendudukkan diri mereka dan terlihat empat namja asing tengah duduk di sofa itu sambil mengamati mereka sedari tadi, oh salah satu mereka lebih tertarik pada komik milik Baekhyun.
Oh, sepertinya bukan empat namja asing, karena salah satu dari mereka tidak asing lagi dan baru saja mereka temui semalam, namja blonde berkulit gelap itu.
"Lelap sekali tidur kalian." ujar salah satu dari mereka yang berpostur tinggi, tampan, dan berambut pirang. Oh, keliru! Sepertinya bukan 3 orang asing lagi, melainkan 1 orang asing saja, karena 2 yang lain merupakan namja yang mereka temui di pasar, dan Baekhyun masih ingat dengan benar wajah mereka.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Baekhyun dengan hati-hati dan curiga. Bagai foto robek yang disusun kembali secara perlahan-lahan, mereka dapat menyimpulkan bahwa…
Namja yang mereka temui di pasar itu adalah teman si blonde dan teori yang dibuat oleh Baekhyun sepertinya tidak salah.
.
.
~TBC~
Yuhuuuu~! Inilah author yang janjinya bakalan update Growl 3 hari setelah High School diupdate, dan ternyata malah lewat dai 3 hari XD #plakk Maapkan saya, perasaan malas mendadak hinggap di tubuh author *dikucek*
Oke~ Segini dulu untuk chap ini ^^ Author mau ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya untuk readers author yang udah setia nunggu ff ini meskipun updatenya lelet, terima kasih sebanyak-banyaknya karena udah mau baca ff ini dan terima kasih untuk dukungan di setiap chapternya ^^ Gomawo *bow*
*tebar kecup basah* -3- #plakk
Okedeh~
Akhir kata dari author,
Review, please~? ^^ Gomawo…
m(_ _)m *bow*
