Growl
Rate:: T
Pair:: KaiSoo, ChanBaek, KrisTao, HunHan
Genre:: Drama and Romance
Author:: Hiwatari Niwadark
Annyeong.. ( ._.`) Ummm.. Ini pasti banyak yang marah sama author ya? Maaf ya kalau author updatenya kelamaan.. Ini author bener-bener banyak ujian.. Q.Q Author tertekan banget sama tugas-tugas dan ujian-ujian di sekolah jadi gak ada waktu buat ngetik *deep bow* Maafff banget.. (T▽T) Oke, daripada author makin cerewet di sini dan akhirnya digampar sama readers, mending kita langsung mulai aja deh ya..
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Baekhyun
dengan hati-hati dan curiga. Bagai foto robek yang
disusun kembali secara perlahan-lahan, mereka dapat
menyimpulkan bahwa…
Namja yang mereka temui di pasar itu adalah teman si
blonde dan teori yang dibuat oleh Baekhyun sepertinya
tidak salah.
.
.
.
Tapi... Tetap saja ada yang salah di sini.
"Siapa kalian? Dari mana kalian masuk?" tanya Luhan dengan ketakutan setelah melihat ketiga namja asing itu ditemani oleh namja blonde yang semalam. "Dan kau, apa maksudmu? Semalam kau membawa serigala dan sekarang kau membawa orang asing ke sini. Apa maumu?" tanya Luhan pada namja blonde itu dengan bingung sekaligus marah, dan tentu saja ketakutan menyelimuti dirinya.
Kyungsoo dan Baekhyun secara perlahan-lahan beranjak dari kasur. Sedangkan Luhan dan Tao, mereka hanya merapatkan diri mereka ke kepala kasur, berusaha berjarak sejauh mungkin dengan namja-namja aneh itu.
"Hyung, ayo kita lari." bisik Tao pada Luhan sembari menarik-narik tangan Luhan. Namja berambut blonde itu berdiri dan melangkah, berusaha untuk menjelaskan sesuatu. Namun, baru selangkah ia bergerak, Luhan, Tao, Baekhyun dan Kyungsoo langsung memberikan respon refleks.
Tao dan Luhan yang langsung merapat dan semakin memundurkan tubuh mereka seraya melindungi diri dengan bantal. Baekhyun dan Kyungsoo yang juga terkejut sontak memegang knop pintu , berusaha untuk keluar dari kamar itu yang sialnya malah terkunci. Baekhyun berdecak kesal saat melihat kunci kamar mereka ada di tangan namja yang kini tengah tersenyum mengejek ke arahnya.
Baekhyun kenal namja itu. Itu adalah namja yang mereka temui di pasar, Chanyeol. Dan yang satu lagi, yang sedari tadi terus memasang tampang sok coolnya itu juga adalah namja yang bersama dengan Chanyeol di pasar, hanya saja ia lupa dengan nama namja itu.
'Apa yang mereka lakukan di sini? Kenapa mereka bisa kenal dengan si hitam berambut blonde itu?' pikir Baekhyun yang benar-benar bingung. Dan jangan lupakan, mereka benar-benar takut dengan namja blonde yang menjadi tersangka kejadian semalam.
Namja blonde itu terdiam, tidak berani bergerak dan berbicara. Ia bingung bagaimana cara menjelaskannya pada mereka, sedangkan mereka terlihat sangat takut padanya? Dan ia juga bingung, kenapa harus ia yang menjelaskan semua ini? Menjelaskan kalau sebenarnya mereka itu tidak jahat. Hanya saja, entah kenapa sejak kedatangan Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan Tao di villa itu membuat ketiga temannya itu lebih sensitive dari biasanya. Dan bahkan salah seorang yang paling tua di antara mereka itupun merepotkan diri untuk mengajak mereka keluar dari sarang hanya untuk mengincar keempat namja itu, termasuk saat di pasar itu. Jujur, ia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh ketiga temannya itu. Tapi yang pasti, ada sesuatu yang aneh dengan kelakuan teman-temannya yang tidak biasa itu.
Namja blonde itu melirik dengan tajam ke arah teman-temannya yang datang bersamanya itu, yang satu berambut silver yang masih dengan cueknya membaca komik milik Baekhyun, yang satu namja yang bertampang sok cool, dan yang satu lagi namja yang terus-terusan menunjukkan senyum manisnya.
Namja bersurai silver itu menghela napasnya. "Sudahlah, Kai hyung. Untuk apa kau berusaha menjelaskannya pada mereka? Niat kita dari awal 'kan memang untuk memakan mereka." ujarnya dengan santai. Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh namja berambut silver itu sontak membuat Luhan dan Tao melompat dari kasur dan berlari ke sudut ruangan, tepatnya di dekat balkon jendela.
Mendengar perkataan itu juga membuat Baekhyun langsung meraih tongkat baseball yang memang mereka sediakan di kamar ini untuk jaga-jaga jika serigala datang lagi. Melihat Baekhyun yang memegang tongkat di tangan kanannya, si blonde yang dipanggil dengan nama Kai itu terlihat berusaha menyuruh Baekhyun agar melepaskan tongkat itu. Sedangkan si rambut silver terlihat menutup bukunya, si tampang cool mengernyitkan keningnya dan namja yang sedari tadi memperlihatkan senyumnya entah pada siapa itu memudarkan senyum dan memasang wajah datar.
"Awalnya aku pikir lebih menyenangkan jika kita bermain-main dulu sebelum kami memulainya, tapi ternyata kalian adalah tipe yang tidak bisa diajak bermain." ujar namja berpostur paling tinggi dan berwajah tampan. Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan Tao mengernyit mendengar perkataan namja itu, mereka tidak mengerti apa maksud dan tujuannya.
"Kris hyung, mereka itu tidak mengganggu kita, kenapa kita harus memakan mereka?" tanya Kai. Baekhyun membulatkan mulutnya saat mendengar dan mengingat nama Kris, namja cool yang mereka temui di pasar itu.
Sehun mengusap poninya yang menghalangi matanya. "Selama ini, tidak ada yang pernah menempati kamar ujung yang ada di sebelah. Sejak kedatangan mereka, suara-suara aktivitas mereka itu sangat mengganggu, dan ada salah satu dari mereka yang mendengar percakapan kita, hyung." jawabnya. "Tapi, Sehun-"
"Aku menempati villa ini sejak kecil, dan bahkan sebelum kalian pindah ke villa sebelah. Aku tidak mengerti apa maksud kalian dengan memakan kami hanya karena kami datang dan menempati villa ini, terutama kamar sebelah. Ini villaku, kenapa aku tidak boleh menempati semua sudut ruangan yang ada yang di villa ini? Dan dilarangkah kalau kami secara tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian yang terdengar sangat jelas di kamar sebelah kami ini? Salah kami atau salah kalian yang memiliki suara yang besar? Dan kalian itu… aneh." ujar Luhan memotong kalimat Kai dengan sedikit keraguan di kalimat terakhirnya.
Namja tampan berambut coklat kemerahan yang senyumnya telah pudar itu menoleh ke arah jendela, diikuti oleh Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan Tao yang juga ikut melihat ke arah yang dilihat oleh namja itu. Dan terlihat dari balkon jendela itu, langit-langit tiba-tiba berubah menjadi gelap, sangat gelap.
"Kalian tak tahu apa-"
BUGHHH!
Kalimat namja berambut coklat kemerahan yang Baekhyun kenal sebagai Chanyeol itu terpotong saat merasakan sebuah kaki menghantam leher belakangnya dengan kuat. "Jangan banyak bicara dan keluar sekarang, Orang aneh!" usir Baekhyun dengan bentakan. Namja itu terkejut, menatap tidak percaya Baekhyun dengan kedua tangannya yang memegang leher belakangnya. Fiuhh, untung saja ia tidak pingsan, kalau iya, habislah imagenya karena pingsan ditengah-tengah aksi sok kerennya.
"Kenapa aku yang ditendang? Aku baru mengerluarkan 4 kata sejak aku berada di kamar ini." protes Chanyeol pada Baekhyun. Langit yang tadi gelap kini terang kembali. Baekhyun tidak mempedulikan protes Chanyeol.
"Sudahlah, ayo kita kembali. Mereka tidak bersalah." bujuk Kai. Kris mengernyitkan keningnya. "Kenapa kau memaksa sekali agar kami tidak memakan mereka?" tanyanya. Kai terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa karena sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal perasaannya. Ia melirik ke arah Kyungsoo yang sedari tadi bersembunyi di belakang Baekhyun. Kyungsoo yang melihat Kai melirik ke arahnya pun dengan segera membuang wajahnya, tidak ingin melihat Kai. Ada sesuatu yang membuatnya trauma dengan Kai. Ingat dengan kejadian pertama kali mereka bertemu di dapur? Dan kemudian, ingatkah kalian dengan kejadian semalam dimana Kai muncul setelah serigala-serigala itu masuk ke dalam villa? Kesan Kyungsoo terhadap Kai adalah berbahaya, menurutnya Kai adalah namja yang berbahaya dan aneh.
Kai menghela napasnya dengan berat. Luhan mendengus kesal. "Sebenarnya kalian ini siapa, sih? Apa yang kalian inginkan, hah? Kenapa sembarangan masuk ke dalam villa kami?" Sialnya, Kiyoung ahjumma tidak datang hari ini karena ini adalah hari minggu. Mereka tidak dapat meminta bantuan siapapun di sini.
"Kami adalah penerus dari pemilik bukit ini. kami yang melindungi bukit ini, kami yang menguasai bukit ini, dan kami yang mengontrol bukit ini." jelas Chanyeol. Tao menaikkan satu alisnya. Jadi? Apa hubungannya dengan makan, memakan dan dimakan? Dan satu lagi yang sungguh mengganjal di sini, bagaimana manusia seperti mereka mengontrol bukit ini? Bukit ini ciptaan Tuhan, apa maksud mereka berkata seperti itu?
"Intinya kami bukan manusia." gumam Sehun yang jelas terdengar oleh semua orang yang ada di kamar itu. "Konyol." balas Luhan singkat. Sehun mengernyitkan keningnya, sedetik kemudian, mimik wajahnya berubah menjadi datar dan dingin. Ia melempar komik yang ada di tangannya itu ke sofa yang tadi ia duduki, lalu dengan tenang ia memunculkan kuku-kuku panjangnya, bola matanya yang berubah warna menjadi merah dan giginya yang berubah menjadi taring semua.
Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan Tao terkejut melihat perubahan Sehun. Tak jauh berbeda dengan Kris dan Chanyeol yang juga melakukan perubahan, bedanya Kris memiliki perubahan warna mata menjadi emas dan Chanyeol berwarna biru terang. Namun tidak dengan Kai yang terlihat ragu-ragu. Kris melirik ke arah Kai sekilas dengan tajam. Mengerti maksud Kris, Kai dengan terpaksa mengeluarkan kuku-kukunya, giginya yang besar dan tajam, dan matanya yang berwarna abu-abu. Ciri-ciri mereka saat ini hampir sama dengan serigala namun masih dalam wujud manusia, sebut saja manusia serigala.
Luhan menarik Tao untuk mundur, rasanya tidak percaya, takut sekaligus ingin melawan. Ia ingat dengan warna-warna mata dan gigi-gigi besar tajam itu meskipun namja-namja itu tidak berubah sepenuhnya, ia yakin kalau namja-namja itu adalah serigala yang semalam. "Aaaah! Hyungg! Mereka itu apa?!" tanya Tao terkejut sekaligus takut. Ia bersembunyi di belakang Luhan dengan napas yang berderu menahan rasa takut dan tangis. Ia terus-terusan menarik ujung baju Luhan agar lebih menjauh dari namja-namja aneh itu. Luhan dengan segera menarik Tao ke balkon jendela, dan sialnya lagi, pintu balkon dikunci oleh namja-namja aneh itu.
"Mata mereka mirip dengan mata serigala-seriga semalam, Tao-ah. Apa mungkin mereka adalah serigala-serigala itu?" tanya Luhan dengan berbisik, matanya tidak lepas dari gerak-gerik makhluk-makhluk aneh itu. Tao mendesis. "Mana kutahu, hyung. Apa ini sejenis cerita Werewolf Man?" bisiknya membalas Luhan.
Buk! Bukk! Bukk!
Tao menendang-nendang pintu kaca jendela yang ada di sampingnya itu dengan sekuat tenaganya. Luhan menghela napasnya. "Maaf, Tao, tapi itu adalah kaca anti peluru." gumamnya dengan pelan. Tao menatap Luhan dengan tidak percaya. Luhan menaikkan kedua bahunya. "Appa bilang daerah ini dekat dengan hutan, alangkah baiknya semua pintu kaca terbuat dari kaca anti peluru agar tidak ada binatang buas yang masuk." ujar Luhan yang masih sempat-sempatnya menjelaskannya ke Tao.
Tao mendesis kesal sekaligus panik. "Tapi buktinya mereka sudah masuk, hyung. Pintu kaca ini tidak membantu." ujarnya seraya menunjuk Kris, Chanyeol, Kai dan Sehun. Luhan mengedikkan kedua bahunya. Tao berdesis takut saat melihat Kris yang melirik tajam ke arahnya. "Aisshh, matilah! Dia melihat ke arahku." bisiknya pada Luhan.
Kyungsoo terlihat sangat terkejut melihat perubahan Kai. Ia ingat betul dengan wujud itu, mata dan terutama kuku-kuku itu. Ia sangat takut, rasanya ingin lari dari tempat ini sekarang juga. Baekhyun yang terkejut juga sontak langsung mundur, ia kembali berusaha untuk membuka pintu kamar yang jelas-jelas tidak dapat dibuka itu.
Baekhyun mengeratkan genggamannya pada tongkat baseballnya. Ingin rasanya ia melawan dengan memukulkan tongkat itu ke kepala makhluk-makhluk aneh itu. Tapi diurungkan niatnya, ia tidak tahu konsekuensi apa yang akan mereka terima. Mungkin saja ia dapat memukul satu dari mereka, tapi bagiamana dengan tiga lainnya yang mungkin akan langsung bertindak dan mengancam keselamatan ketiga temannya, atau mungkin dirinya sendiri. Tapi kalau ia diam-diam saja, sama saja dengan bunuh diri.
"Kau terlalu banyak berpikir." ujar Chanyeol yang menunjukkan smirknya ke arah Baekhyun. Baekhyun tidak mempedulikan Chanyeol, namja manis itu terlihat memikirkan sesuatu. Ia melirik ke arah kunci pintu kamar yang terdapat di sofa, kunci itu berjarak tidak jauh darinya, namun juga tidak jauh dari Chanyeol. Sial.
Baekhyun memejamkan matanya dengan erat dan menarik napasnya. Sedetik kemudian, namja manis itu dengan cepat berlari ke arah sofa dan mengambil kunci kamar itu. Saat berbalik dan hendak kembali ke posisi semulanya, ia ditahan oleh Chanyeol. Chanyeol mengapit leher Baekhyun dengan lengannya yang membentuk siku.
"Ukhh! Hok! Khook!" Baekhyun terbatuk. "Jangan buru-buru, Chagi." bisik Chanyeol tepat di telinga namja manis yang ia tahan, atau tepatnya setengah menahan dan setengah memeluk dari belakang. Namja tinggi berambut coklat kemerahan itu meraih kunci yang ada di tangan Baekhyun dengan perlahan.
"Lepas!" berontak Baekhyun. Ia berusaha melepaskan dirinya dari Chanyeol, memukul kepala, menyiku perut dan bahkan menggigit tangan namja tampan yang ada di belakangnya itu. Chanyeol berdesis kesal, dilemparkannya kunci kamar itu ke sofa dan kemudian membalikkan tubuh Baekhyun hingga menghadap ke arahnya. Dengan cukup kasar ia mendorong Baekhyun ke sofa dan menahan dagu namja itu dengan tangan kanannya.
Sehun yang melihat situasi itupun langsung bergerak dan ikut menyerang. Ia memilih untuk menyerang Luhan karena jarak mereka yang dekat. Kyungsoo yang terkejut berusaha untuk menolong Baekhyun, namun melihat Luhan yang dalam situasi berbahaya, ia juga ingin menolong hyungnya itu. Lalu Kris pun menyerang Tao yang berada di dekat Luhan.
Kyungsoo yang hendak bergerak pun tertahan oleh Kai yang berdiri di depannya. Ia menatap Kyungsoo dalam-dalam dengan tatapan yang aneh, antara menyesal dan tajam. Sekedar info, jika mereka melihat sesama mereka sedang dalam situasi menyerang, maka insting mereka juga akan mengikuti apa yang dilakukan oleh sesama mereka itu. Begitulah yang terjadi dengan Kai, ia berada dalam situasi antara menahan diri dan menyerang.
Kai melirik ke arah teman-temannya, ia tidak punya pilihan lain, ia harus melakukannya, melakukan hal yang sama dengan yang tengah dilakukan oleh teman-temannya itu.
Namja berambut blonde itu kembali menatap Kyungsoo yang menatapnya tajam seraya melangkah mundur. Kai menghela napasnya sebelum akhirnya ia menarik Kyungsoo mendekatinya dan menipiskan jarak wajah mereka. Ia menatap Kyungsoo dengan mata abu-abunya yang perlahan mengeluarkan cahaya redup.
Setelah itu, Kyungsoo tidak tahu apa yang terjadi padanya. Pandangannya gelap dan kesadarannya hilang.
(Menyerang maksudnya seperti yang dilakukan oleh Kai pada Kyungsoo, sejenis menghilangkan kesadaran targetnya)
.
.
.
Kyungsoo mengernyitkan keningnya, ia merasa pusing seperti tengah berputar-putar dan juga merasa nyeri pada kepalanya. Ia dengan perlahan membuka kelopak matanya dan mendapati cahaya matahari yang menyeruak masuk dari jendela balkon ke kamarnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya ia tersadar.
Ia menegakkan tubuhnya yang semula berbaring dengan nyaman di atas kasur. Ia mendapati Kai yang tengah duduk di sofa, menatap ke arahnya. Ia mengernyit bingung, ke mana semuanya pergi? Kenapa hanya ada dia dan Kai di kamar ini? Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Kau sudah sadar?"
"Dimana mereka?" tanya Kyungsoo langsung, tidak mempedulikan pertanyaan Kai. Kai menghela napasnya, ia berdiri dan berjalan mendekati Kyungsoo yang malah memundurkan tubuhnya.
"Teman-temanmu telah dibawa pergi oleh mereka, dan aku tidak tahu ke mana mereka membawa teman-temanmu itu." jawab Kai dengan tenang. "Lalu kenapa kau tidak menolong mereka? Kenapa kau tidak mencegah teman-temanmu itu?!" tanya Kyungsoo dengan suara bentakan dan frustasi. Kai hendak menjawab, namun dipotong oleh perkataan Kyungsoo.
"Oh? Apa kau juga ingin memakanku? Kau 'kan satu jenis dengan mereka, jadi tidak heran kalau kau juga membuatku tidak sadarkan diri dan membiarkan teman-temanku dibawa pergi." ujar Kyungsoo yang semakin merapatkan dirinya ke kepala kasur, berusaha berjarak sejauh mungkin dari Kai.
Kai terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa melihat reaksi Kyungsoo terhadapnya. Jujur, ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kalau ia itu tertarik pada Kyungsoo, terlebih lagi melihat reaksi namja bertubuh mungil itu, namja itu terlihat trauma dan juga marah padanya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu." jawab Kai. Kyungsoo terdiam. Kai juga terdiam. Kyungsoo menundukkan kepalanya, dengan perlahan ia beranjak dari kasurnya. "Mianhae," gumam Kai yang menahan tangan Kyungsoo. "Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah tradisi kami. Jika kami merasa terganggu, insting untuk memakan itu lebih kuat dari pada perasaan. Dan tidak ada yang boleh mengganggu satu sama lain di saat kami sedang lapar ataupun memangsa, maka dari itu aku tidak bisa menolong teman-temanmu." jelas Kai.
"Sebenarnya kalian itu apa?" tanya Kyungsoo dengan suara yang pelan. Kai terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab. "Kami adalah serigala." Kyungsoo membulatkan matanya. "Serigala?" Kai mengangguk. "Bukit ini menjadi kekuasaan kami sejak beberapa tahun yang lalu. Penguasa yang sebelumnya telah dikalahkan oleh Kris hyung. Dunia kami itu sejenis perebutan tempat dengan saling menyerang antara satu kelompok dengan kelompok lain. Dan bagi kelompok mana yang berhasil menguasai suatu tempat dapat mengontrol dan melakukan apa saja pada tempat itu." Kai menghentikan sejenak penjelasannya. Kyungsoo terlihat penasaran dengan penjelasan namja tampan yang ada di depannya itu.
"Dan kalian bisa lihat kalau kelompok kami hanya ada 4 orang, tapi kelompok kami terkenal sangat kuat berkat kekuatan Kris hyung dan Sehun. Merekalah yang memenangkan dan memperjuangkan perebutan bukit ini. Maka dari itu aku tidak berani melawan keinginan mereka." Kai menghentikan penjelasannya, sepertinya ia terlalu banyak berbicara, tidak seharusnya ia bercerita sejauh ini pada manusia.
"Kenapa kalian menyerang kami? Bukankah kalian hanya menyerang orang-orang yang kalian temui di jalan? Kami tidak mengganggu kalian sama sekali. Tidak bisakah kalian membebaskan kami?" tanya Kyungsoo. Kai menghela napasnya. "Tidak bisa. Mereka telah memilih kalian, kalian tidak akan bisa lepas lagi, sekali mereka tertarik pada sesuatu, mereka tidak akan pernah melepaskannya lagi, dan mungkin saat ini teman-temanku sudah memulainya."
"Lalu kenapa kau tidak memakanku?" tanya Kyungsoo yang terlihat kesal. Ia kesal, ia khawatir dengan hyung dan dongsaengnya tapi ia tidak tahu harus berbuat apa. Dan satu hal yang membuat kepala Kyungsoo sakit, mereka pasti sudah... Mungkin mereka tidak akan selamat.
Kyungsoo mendecih kesal kemudian menarik kerah baju Kai. "Kalau kau memang lapar, makan aku! Tak usah basa-basi dan pura-pura baik padaku! Aku tidak ingin menjadi satu-satunya yang selamat di sini! Aku tahu kau lapar!" teriak namja bertubuh mungil itu seraya mengguncang-guncang tubuh Kai. Kai terdiam melihat Kyungsoo. Ia memang lapar, sungguh lapar apalagi mengetahui temannya saat ini pasti sedang makan, insting memangsanya muncul namun masih ia tahan sekuat mungkin.
Kyungsoo menatap Kai. "Makan aku atau kau tidak akan pernah bisa memakanku lagi setelah aku berubah pikiran dan kabur dari sini." ujarnya. Kai tidak mengerti dengan jalan pikiran namja manis yang ada di depannya itu. Kenapa ia malah menyerahkan dirinya untuk dimakan? Kenapa namja itu tidak kabur?
Kai menghela napasnya. Ia memegang kedua tangan Kyungsoo yang masih mencengkram kerah bajunya. Mata yang semula normal kini kembali berubah menjadi warna abu-abu dengan titip merah pada bagian tengahnya. Gigi-giginya tumbuh besar dan tajam, juga dengan kuku-kukunya yang memanjang. Kyungsoo tercengang melihat telinga berbulu muncul di kepala Kai. Punggung tangannya yang mulai tumbuh rambut.
Kai memegang kedua pipi Kyungsoo, mendekatkan wajahnya pada wajah Kyungsoo dengan mulut yang terbuka sedikit. Kyungsoo memejamkan matanya dengan rapat. Ia tidak ingin mengetahuu dan merasakan apa yang terjadi selanjutnya. Perasaan antara takut, sedih dan menyesal bercampur di dalam hati dan pikirannya. Ia dapat merasakan jaraknya dengan Kai semakin dekat melalui sapuan napas namja blonde di depannya itu.
"Awwuuuuuu!"
~TBC~
Hiung! Hiungg! XD Hahahha #plakk Mian-mian author TBCnya di waktu yang gak tepat.. XD ehemm.. Begini, author janji chapter selanjutnya author bakalan update cepat karena author gak mau tunda lagi, takutnya malah nabrak ke masa-masa ujian author, kalau sampai nabrak ke masa ujian pasti updatenya bakal lama. Jadi author usahain bakal update sebelum ujian. :D Dan lagi, author mau update celat karena chap depan adalah chap terakhir.
Terimakasih sebanyak-banyaknya untuk readers author tercinta yang masih setia nunggu kelanjutan ff ini ^^
Maaf yah, readers pasti kecewa deh sama author TTATT maap sebanyak-banyaknya yaaaa... Hikss *deep bow*
Sudahlah, sekian dulu untuk chap ini ^^ akhir kata dari author,
Review, please~? ^^ Gomawo
m(_ _)m*bow*
