Disclaimer : Naruto bukan milik saya

.

Author : tidakadanamanya00

.

Rated : k+

.

Pair : Naruto x ?

.

Warning : gak jelas, berantakan, typo dimana-mana, OOC, AU, DLL.

Chapter 2

1 Bulan Kemudian

Saat ini Naruto berada di hutan kematian bersama kyubi yang masuk ke dalam bhunsin Naruto, mereka berdua sedang duduk santai di bawah pohon yang rindang setelah berlatih taijutsu.

"hey kyubi bisakah kau ajari aku ninjutsu ? aku kan sudah bisa henge, bhunsin, kawarimi dan aku juga lumayan kuat dalam taijutsu" ucap Naruto

"besok saja aku sudah capek. Dan apa kau bilang tadi sudah lumayan kuat ? ck taijutsu mu itu masih lemah Naruto" jawab kyubi

"jadi taijutsuku masih lemah ya ? baiklah kalau begitu aku akan melatih taijutsuku lagi untuk saat ini" ucap Naruto dengan semangat

Naruto segera bangkit dari duduknya, dia membuat beberapa bhunsin dan langsung melanjutkan latihannya lagi, sedangkan kyubi memilih kembali kedalam tubuh Naruto.

Skip Time

Setelah cukup lama Naruto berlatih, akhirnya Naruto pun mencapai batasnya dan pingsan didalam hutan kematian.

Beberapa jam kemudian Naruto pun bangun dari pingsannya setelah merasakan ada sebuah tangan kecil dan halus menepuk-nepuk pipinya.

Setelah mencoba membuka matanya Naruto melihat seorang anak perempuan berambut merah cerah, dengan kulit putih dan juga memakai kacamata. Sedangkan anak perempuan yang melihat sosok didepannya yang sudah sadar dari pingsannya sedang memperhatikannya hanya bisa merona.

'tampan / cantik' batin mereka berdua secara bersamaan

"engh siapa anda nona ? Dan apa yang sedang anda lakukan disini ?" tanya Naruto

"aku Uzumaki Karin, tadi aku melihatmu sedang pingsan jadi aku mencoba membangunkanmu" ucap Karin

"k-kau dari klan Uzumaki ?" tanya Naruto

"iya" jawab Karin

"senangnya bertemu Uzumaki lain, perkenalkan namaku Uzumaki Naruto" ucap Naruto dengan tersenyum

Karin yang melihat senyum naruto langsung merona.

"wajahmu memerah Karin-chan, apa kau sedang sakit ?" tanya Naruto sambil meletakan punggung tangannya di dahi Karin. Sedangkan Karin wajahnya tambah merona hebat dengan perlakuan Naruto itu.

"t-tidak" jawab Karin cepat

"Oh iya, bagaimana kamu bisa berada di hutan ini sendirian Karin-chan ? Diman keluargamu ?" tanya Naruto

"orang tuaku sudah meninggal Naruto-kun. Orang tuaku meninggal ketika desa yang aku tinggali bersama orang tuaku itu di bakar habis selama perang terjadi, hanya akulah satu-satunya yang bisa selamat dari kebakaran itu dan setelah kejadian itu aku hidup dengan berpindah-pindah tempat. Tadi aku di serang beberapa ninja jadi aku bersembunyi kesini" ucap Karin dengan wajah yang sedih

Naruto yang melihat Karin bersedih merasa bersalah atas pertanyaannya itu.

"maaf Karin-chan aku sudah membuatmu mengingat kejadian itu lagi" ucap Naruto dengan rasa bersalahnya

"tak apa-apa Naruto-kun" jawab Karin

Mereka berdua terdiam. Suasana menjadi canggung karena pertanyaan Naruto tadi. Hanya suara dedaunan yang tertiup angin yang terdengar saat ini.

"jadi setelah ini kau akan tinggal dimana Karin-chan ?" tanya Naruto mencoba mencairkan suasana

"aku tak tau Naruto-kun" jawab Karin

"bagaimana kalau kau tinggal di konoha saja bersamaku" ucap Naruto

Karin kembali merona mendengar ucapan Naruto. 't-tinggal bersama dengan Naruto-kun ? Kyyaa' pikir Karin dengan wajah yang merona

"a-apa tidak apa-apa Naruto-kun ?" Tanya Karin

"tentu saja tidak apa-apa Karin-chan" jawab Naruto

"b-baiklah aku mau Naruto-kun" ucap Karin dengan wajah yang masih merona

"baiklah kalau begitu ayo kita ke kantor hokage Karin-chan, aku akan memberitahukan Hokage-jiji untuk menjadikanmu warga konoha" ucap Naruto

Mereka berdua pun pergi dari dalam hutan menuju kantor Hokage.

Setelah sampai di depan kantor Hokage Naruto mengetuk pintu.

Tok Tok Tok

"masuk" ucap sang Hokage

Naruto segera membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut

"hay jiji" ucap Naruto

"oh kau ternyata Naruto, ada perlu apa kau kemari ? Dan siapa gadis itu Naruto ?" Tanya Sandaime Hokage

"namanya Uzumaki Karin jiji, dan aku ingin jiji menjadikan Karin-chan sebagai warga konoha" ucap Naruto

"hmm itu bisa diatur, sekarang isi formulir ini dan kau bisa serahkan ini besok. Dan karena kau yang membawa gadis ini maka dia akan tinggal bersamamu Naruto" ucap Sandaime sambil menyerahkan sebuah formulir kepada Karin

"hai" jawab Naruto dan Karin secara bersamaan

Kemudian mereka pun pergi dari kantor Hokage dan menuju ke Apartemen Naruto. Di perjalanan pulang Naruto selalu mendapatkan tatapan tajam dari para warga sedangkan Naruto tidak menanggapi tatapan para warga itu.

"kita sudah sampai, maaf kalau apartemennya sangat kotor Karin-chan" ucap Naruto

"tidak apa-apa Naruto-kun, kita kan bisa membereskannya" jawab Karin

"kalau begitu aku mandi dulu Karin-chan, besok saja kita bereskan ini semua" ucap Naruto

"baiklah Naruto-kun" jawab Karin

'sebaiknya aku masak saja untuk Naruto-kun dari pada cuma diam saja' pikir Karin

Karin pun segera menuju dapur, namun cuma ramen instan saja yang di temukan oleh Karin. Karena tak menemukan bahan lain, akhirnya Karin pun memasak ramen instan tersebut.

Beberapa menit kemudian Naruto keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di badannya.

"wah kau masak apa Karin-chan ? apa kau masak ramen ?" tanya Naruto

"iya Naruto-kun, habis aku tak menemukan bahan lain di dapur, yang ada cuma ramen instan saja jadi aku memasak ramen untuk kita berdua" jawab Karin

"baiklah ayo kita makan Karin-chan" ucap Naruto mengambil jatahnya

Namun tangan Naruto yang mau mengambil ramennya langsung di pukul oleh Karin

"ganti baju dulu Naruto-kun, baru kita makan" ucap Karin

"kau seperti ibu-ibu saja Karin-chan" gumam Naruto pelan namun masih bisa di dengar oleh Karin

Karin yang mendengar itu hanya terkekeh saja mendengar ucapan Naruto. Sedangkan Naruto segera masuk kamar dan memakai bajunya.

Setelah selesai memakai baju Naruto pun keluar dari kamarnya dan langsun duduk di tempat makan bersama Karin.

"baiklah saatnya makan Karin-chan, selamat makan" ucap Naruto

Mereka pun memakan ramen yang di masak Karin.

"oh iya Karin-chan karena kamarnya cuma satu jadi kau tidur di kamar saja, biar aku nanti tidur di ruang tamu" ucap Naruto

"aku saja yang di tidur di ruang sofa Naruto-kun, kan aku cuma menumpang disini" jawab Karin

"tak apa Karin-chan biar aku saja, lagipula kan kamu perempuan jadi lebih baik kamu tidur di kamar saja" ucap Naruto

"baiklah kalau kau memaksa Naruto-kun" jawab Karin

'Perasaan apa ini ? aku merasa nyaman jika berada dekat dengan Naruto-kun' pikir Karin

Setelah mereka selesai makan Karin membereskan meja makan dan Naruto langsung tidur di sofa ruang tamu.

Keesokan Harinya

Karin terbangun pagi-pagi dari tidurnya dan langsung pergi mandi. Setelah selesai mandi Karin memakai pakaiannya dan Karin pergi ke dapur untuk memasak makanan kesukaan Naruto yang tak lain mie ramen.

"Naruto-kun bangun, ini sudah pagi" ucap Karin sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto

"engh ada apa Karin-chan" tanya Naruto

"ayo bangun Naruto-kun, aku sudah membuatkanmu ramen" ucap Karin

Naruto yang mendengar kata ramen langsung bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke meja makan

"selamat mak" ucapan Naruto terhenti ketika Karin mengambil ramen yang akan di makan Naruto

"hey Karin-chan apa yang kau lakukan ? aku kan mau makan ramen buatanmu ?" tanya Naruto dengan kesal

"cepat mandi dulu, baru kau boleh makan ramen ini" ucap Karin

"huh kau ini Karin-chan, aku kan sudah lapar" ucap naruto sambil pergi dari meja makan menuju kamar mandi

Naruto segera pergi ke kamar mandi dan menyelesaikan ritual mandinya. Setelah selesai Naruto langsung ganti pakaiannya dan makan ramen yang tertunda tadi.

Dan setelah makanan yang Naruto makan sudah habis Naruto pun segera pergi untuk ke akademi.

"kau mau kemana Naruto-kun ?" tanya Karin

"tentu saja pergi ke akademi Karin-chan" jawab Naruto

"kalau begitu aku ikut, aku mau menyerahkan formulir ini kepada Hokage Naruto-kun" ucap Karin

"kalau begitu ayo Karin-chan" ucap Naruto menggandeng tangan Karin.

Sedangkan Karin hanya merona karena tangannya di gandeng Naruto.

Mereka pun pergi dari apartemen dan menyusuri jalan-jalan desa konoha dengan tangan Naruto yang masih menggenggam tangan Karin.

Setelah berjalan beberapa menit dari apartemen, mereka pun akhirnya sampai di depan kanto Hokage

"kita sudah sampai di kantor Hokage Karin-chan, kau tak apa kan kalau aku tinggal, soalnya ini udah telat ?" tanya Naruto

"tak apa-apa Naruto-kun" ucap Karin

"baiklah aku pergi dulu, jaa nee" ucap Naruto meninggalkan Karin di depan kantor Hokage

.

.

.

.

TBC

.

.

Maaf jika, pasaran, mengecewakan dan membosankan.

.

.

Jika ada yang ingin kasih saran, kritik, masukan silahkan RIVIEW atau PM