Disclaimer : Naruto bukan milik saya
.
Author : tidakadanamanya00
.
Rated : T
.
Pair : Naruto x Karin, Sasuke x ?
.
Warning : gak jelas, berantakan, typo dimana-mana, OOC, AU, DLL.
TERIMA KASIH UNTUK YASNG SUDAH ME RIVIEWS FANFIC INI. DAN TERIMA KASIH UNTUK AUTHOR-AUTHOR SENIOR ATAU PARA READER YANG SUDAH NGASIH SARAN KEPADA SAYA.
Lebih banyak RIVIEW akan semakin bagus, dan membuat saya menjadi semangat untuk membuat chapter selanjutnya.
Balasan Riview :
: oke
-Nareto uzumaki-san : makasih Nareto-san, dan untuk Karin kita lihat saja chapter-chapter selanjutnya biar makin penasaran.
-sherry dark jewel : oke makasih sarannya
-NaruKarin forever : lihat saja nanti
-Zero Of Zoel : untuk doujutsu mungkin enggak
: oke dah lanjut
: oke akan saya usahain
-Nokia 7610 : oke
Chapter 3
Akademi ninja sudah selesai, para siswa pun sudah pulang ke rumah mereka untuk istirahat. Namun tidak untuk Naruto, tidak ada kata istirahat baginya, yang ada sekarang hanya untuk menjadi kuat dan membalaskan dendamnya.
"196, 197, 198, 199, 200" ucap Naruto menyudahi push-up nya di angka 200
"hey kyuubi aku sudah menyelesaikan push-up dan sit-up semuanya 200 kali. Sekarang aku siap belajar ninjutsu" ucap Naruto kepada bhunsin Naruto yang sudah dirasuki kyuubi.
"baiklah Naruto, tapi sebelum kita belajar ninjutsu, kita harus tau apa elemen dasarmu dulu" ucap kyuubi
"bagaimana cara mengetahui elemen dasarku ?" tanya Naruto
"apa kau sudah membeli kertas cakhra yang aku suruh tadi ?" tanya kyuubi
"sudah, ini kertasnya" jawab Naruto sambil mengambil sebuah kertas dari sakunya.
"bagaimana aku bisa tau elemen dasarku dengan kertas ini kyuubi ?" tanya Naruto
"cukup kau aliri kertas chakra itu dengan chakra mu dan jika kertas itu terbakar maka elemen dasarmu api, jika kertas itu basah maka elemen dasarmu air, jika kertas itu terbelah menjadi dua maka elemen dasarmu angin, jika kertas itu kusut maka elemen dasarmu petir, dan jika kertas itu menjadi tanah maka elemen dasarmu tanah" jelas kyuubi
"baiklah kyuubi akan aku coba sekarang" ucap Naruto
Dan setelah itu Naruto mengaliri kertas itu dengan chakranya, kemudian kertas itu terbelah menjadi dua dan langsung terbakar.
'angin, sama seperti ayahnya si Yondaime itu. Dan elemen api mungkin itu dari chakra yang telah kuberikan' batin kyuubi
"hey kyuubi, apa artinya ini aku mempunyai elemen dasar angin dan api ?" tanya Naruto
"yap, benar" ucap kyuubi tersenyum yang jarang diperlihatkannya
"baiklah kau mau aku ajari teknik yang hebat dulu atau yang mudah dulu" tanya kyuubi yang mulai serius
"tentu saja yang hebat dulu" jawab Naruto mantap
"hn tapi kau masih kecil Naruto, sebaiknya dari yang mudah dulu saja" ucap kyuubi
'apa-apaan dia ? tadi disuruh memilih tapi akhirnya dia yang menetukannya' umpat Naruto dalam hati
"Naruto buatlah satu bhunsin lagi, kau akan belajar elemen angin sedangkan bhunsinmu akan belajar elemen api" ucap kyuubi
Naruto pun menuruti kata kyuubi dan langsung membuat bhunsin
Buff, Buff, Buff, Buff, Buff, Buff, Buff, Buff, Buff,
Munculah 9 klon bhunsin Naruto
"hey Naruto aku kan bilang 1 bhunsin, bukan 9 bhunsin" ucap kyuubi yang sudah muncul pertigaan di dahinya
"kalau 1 tanggung kyuubi, mending buat 9. Apa kau lupa jika 1 bhunsin aku hilangkan maka pengalaman dari bhunsin itu akan kembali ke pengguna ? Jadi kalau aku buat 9 dan aku hilangkan maka 9 pengalaman akan kembali ke aku, kan lebih menguntungkan" jawab Naruto
kyuubi yang mendengar itu hanya tersenyum melihat kecerdasan Naruto yang muncul tiba-tiba itu.
"ternyata kau pintar juga ya Naruto, kukira kau anak yang bodoh" ucap kyuubi
"heh kau kira aku sebodoh itu apa ? ayo cepat kita latihan" ucap Naruto
"ya ya ya cerewet sekali kau Naruto kayak ibu-ibu saja" ucap kyuubi
"hnn" ucap Naruto
'dia sudah kayak uchiha saja' batin kyuubi
Skip Time
"hosh hosh hosh sekali lagi Futon: shintaigyoku" ucap Naruto
Seketika itu keluarlah misil angin yang mengarah ke sebuah batang pohon dan batang pohon yang terkena itu langsung hancur akibat serangan tersebut. Disana juga banyak pohon terbakar akibat jurus dari bhunsin Naruto yang belajar elemen api.
"hosh hosh hosh aku capek sekali dattebayo" ucap Naruto
"sudah cukup Naruto kita lanjutkan besok saja, sekarang kau istirahat dulu" ucap kyuubi
"hosh baiklah" jawab Naruto
Naruto segera menghilangkan bhunsinnya, namun Naruto langsung merasa sakit di kepalanya karena banyak ingatan yang masuk secara bersamaan.
Setelah rasa sakit di kepala Naruto mulai hilang, Naruto dan kyuubi pun duduk di bawah pohon yang cukup besar.
"hey Naruto apa kau merasakan kehadiran seseorang ?" ucap kyuubi
"ya" jawab Naruto
"sepertinya dia Karin, Naruto" ucap kyuubi
"b-bagaimana kau tau soal Karin kyuubi ?" tanya Naruto kaget
"sepertinya kau lupa jika aku berada di tubuhmu Naruto. Apapun yang kau lihat maka aku juga melihatnya Naruto" jawab kyuubi kemudian menghilang dengan kepulan asap
"hnn" ucap naruto singkat
"hey Karin-chan keluarlah jangan bersembunyi" ucap Naruto
Keluarlah seseorang dari balik pohon dengan baju lavender, rambut merah dan memakai kacamata.
"hay Karin-chan" ucap Naruto sambil tersenyum
Karin menghampiri Naruto dan 'Pletak' sebuah jitakan pun melayang ke kepala Naruto.
"ittai a-apa yang kau lakukan Karin-chan ?" tanya Naruto
"Naruto no baka, kau meninggalkanku sendirian di apartemen, dan apa kau lupa kalau kau berjanji akan membereskan apartemen hari ini" ucap Karin nada kesal
"go-gomen Karin-chan aku lupa, habis aku terlalu bersemangat berlatih sih" ucap Naruto sambil memegangi kepalanya yang benjol
"kalau begitu ayo pulang ini sudah jam 10 malam tau, apa kau tidak lapar seharian berada disini ?" ucap Karin
"a-apa, jadi ini sudah malam ya" tanya Naruto dengan bodohnya
"apa kau buta Naruto-kun sampai tidak bisa membedakan mana malam dan siang" ucap Karin kesal
"hehe maaf Karin-chan" ucap Naruto tersenyum lebar
Mereka pun pergi dari hutan dan segera pulang menuju apartemen. Setelah mereka sampai Naruto langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
"Naruto-kun makanannya sudah siap di meja makan, aku akan pergi tidur dulu" ucap Karin
"ya Karin-chan" jawab Naruto
Esok Harinya
Seperti biasa Karin dan Naruto bangun pagi, Naruto pergi mandi sedangkan Karin masak untuk mereka berdua. Setelah Naruto selesai mandi mereka pun sarapan pagi bersama.
"Naruto-kun bolehkah aku ikut ke akademi bersamamu ?" tanya Karin
"boleh saja, tapi untuk apa Karin-chan ?" ucap Naruto
"karena aku kan juga akan masuk akademi Naruto-kun, soalnya Hokage-sama memasukanku ke akademi" jawab Karin
"oh baiklah Karin-chan" ucap Naruto
Mereka segera menghabiskan sarapannya untuk bergegas pergi ke akademi.
Setelah selesai sarapan mereka pun keluar dari apartemen dan pergi menuju akademi. Mereka berjalan bersama melewati jalanan konoha yang cukup ramai itu menuju akademi. Tak luput juga setiap Naruto lewat para warga menatap tajam ke arah Naruto dengan tatapan seperti ingin membunuh.
"neh Naruto-kun, kenapa para warga selalu menatapmu seperti itu ?" tanya Karin
"entahlah, mungkin mereka ingin membunuh bocah monster sepertiku" jawab Naruto enteng
Karin yang mendengar ucapan Naruto terkaget,
"a-apa maksudmu Naruto-kun ?" tanya Karin
"kau tau Karin-chan, 9 tahun lalu kyuubi sudah memporak-porandakan desa konoha dan membunuh banyak warga konoha. Dan karena sang Hokage waktu itu tak mau kyuubi memperparah desa dengan terus menerus memporak-porandakan desa dan menambah korban jiwa, maka di pilihlah seorang bayi untuk menjadi wadah dari kyuubi itu. Sang Hokage menyegel kyuubi kedalam perut sang bayi yang telah di pilih itu" jawab Naruto
"lalu apa hubungannya denganmu Naruto-kun ?" tanya Karin
"akulah yang di jadikan wadah untuk kyuubi itu Karin-chan. Para warga dendam terhadap kyuubi yang telah menghancurkan desanya dan yang telah banyak membunuh warga desa, dan karena kyuubi di segel di tubuhku maka mereka membalaskan dendamnya kepadaku" ucap Naruto dengan dingin
Karin pun kembali dibuat terkejut dengan penuturan Naruto.
"j-j-jadi selama ini kau selalu di siksa mereka Naruto-kun ?" tanya Karin
"hampir setiap hari aku mendapat siksaan itu Karin-chan" jawab Naruto
"mereka memang bodoh, seharusnya mereka berterima kasih padamu Naruto-kun karena telah menjadi wadah dari kyuubi dan menyelamatkan desa dari kehancuran yang lebih parah, bukan malah menyiksamu" ucap Karin dengan kesal
"a-apa kau tidak takut kepadaku Karin-chan karena aku adalah seorang monster ?" tanya Naruto
"mengapa harus takut Naruto-kun" jawab Karin
"karena aku seorang monster, dan tak ada yang ingin berteman dengan seorang monster kan" ucap Naruto
"jangan bilang begitu Naruto-kun, aku akan selalu bersamamu tak peduli kau monster seperti warga bilang atau apa, aku akan selalu bersamamu" jawab Karin
'karena aku sudah jatuh hati padamu Naruto-kun' lanjutnya dalam hati
"te-terima kasih Karin-chan" ucap Naruto dengan terharu
"sama-sama Naruto-kun" jawab Karin
Mereka terus berjalan menuju akademi sambil bercanda, dan tak terasa hingga akhirnya mereka sampai di depan akademi dan sudah banyak siswa yang sudah datang disana.
"kita sampai Karin-chan" ucap Naruto
"ne Naruto-kun, bisakah kau antar aku kepada Iruka sensei, soalnya Hokage-sama menyuruhku menemuinya" ucap Karin
"baiklah Karin-chan" jawab Naruto
Naruto langsung mengamit tangan Karin dan mengantarkannya ke ruang guru,
'N-Naruto-kun memegang tanganku ? kyaa' batin Karin dan wajah yang mulai merona
"itu ruangan Iruka-sensei Karin-chan, kau kesana ya aku harus masuk kelas dulu, jaa nee" ucap Naruto
"i-iya Naruto-kun" jawab Karin tergagap dan masih dengan wajah yang merona
Naruto pun pergi menuju ke kelasnya. Setelah tiba di dalam kelas Naruto langsung duduk bangku tepat di belakang Sasuke.
SREEK
Pintu kelas terbuka menampakan seorang pria dewasa dengan luka horizontal di bagian hidung. Semua siswa langsung diam setelah yang datang ternyata adalah sensei mereka.
"Pagi minna" ucap Iruka
"Pagi sensei" ucap semua murid
"hari ini kita kedatang murid baru, Karin-san silahkan masuk" ucap Iruka
Karin pun masuk ke dalam kelas.
"sekarang perkenalkan dirimu kepada semua teman-temanmu" ucap Iruka
"namaku Karin Uzumaki, salam kenal semuanya" ucap Karin dengan tersenyum. Yang membuat semua siswa laki-laki merona di kedua pipinya melihat senyum Karin.
"dan Karin-san, kamu boleh duduk di tempat Naruto. Naruto angkat tanganmu" ucap Iruka
"tak usah sensei, aku sudah mengenal Naruto-kun" ucap Karin menuju tempat Naruto
"hay Naruto-kun kita ketemu lagi" ucap Karin tersenyum. Sedangkan semua siswa laki-laki hanya iri melihat Naruto duduk dengan Karin.
"hnn" jawab Naruto datar
"bisakah kau menghilangkan kata itu Naruto-kun, itu membuatku kesal tau" ucap Karin
"hmm" jawab Naruto
'Pletak' sebuah jitakan hangat mengenai kepala Naruto
"a-apa yang kau lakukan Kari-chan ?" tanya Naruto
"hnn" jawab Karin ketus
"Naruto, Karin-san bisakah kalian diam" teriak Iruka
"h-hai sensei" jawab mereka berdua
Akhirnya mereka pun diam dan pelajaran bisa di mulai seperti biasanya.
.
.
.
.
TBC
.
.
Maaf jika pasaran, mengecewakan, dan membosankan.
Dan untuk Sasuke, mungkin para reader bisa mencarikan pair yang cocok untuknya.
.
.
.
Jika ada yang ingin kasih saran, kritik, masukan, silahkan RIVIEW atau PM saja.
