Milkhunhan_Yuri present

Series 2 3 We are One FAMILY, Yes Sir !

Just ONE Day !

[Special Gift for Baby BaekHyun – Saengil Chukkae Nae Cheonsa]

.

.

.

AUTHOR : 한유리

MAIN CAST :

EXO Byun BaekHyun & BAP Jung DaeHyun

SUPORT CAST :

BTS V (Kim TaeHyung)

BAP EXO member

(disini Kris masih ada karna waktu ini Kris masih member EXO, sekarang juga masihkan ?!)

OTHER CAST :

Han YuRi (OC) / Jung SeHyun

Jung Family - DaeHyun Parents,

Byun Family – Byun BaekBeom & Baekhyun Parents,

And Other

GENRE : Songfic, Romance, Drama, Little Humor

LENGTH : 3 / ?

DISCLAIMER : B.A.P milik TS dan para BABy, EXO milik SM dan EXOfans, BTS milik BigHits dan ARMY juga Tuhan dan keluarga mereka masing – masing .. saya hanya pinjam nama .. cerita ini murni milik saya dari otak saya .. jadi tolong untuk tidak memplagiat !

.

WTF with Their REAL LIFE ! This Just For Fun !

HYUN family (just) REAL in this Fanfiction ^^

.

NOTE : Yang gak suka HYUN Family / couple buatan Yuri di FF ini langsung CLOSE aja .. Jangan 'memaksakan' diri untuk menjadi seorang SIDER ! -_- .. Tolong berhenti jadi orang munafik .. karna itu sangat menyakitkan Yuri (ToT)

.

WARNING !

TYPO (sudah pasti) BERTEBARAN tanpa editan, Cerita GAJE, Maybe Out Of Character.


06 May 2014

-Ruang latihan dance SMB-

"Yeol ! Sekali lagi aku tanya baik – baik, jadi bagaimana hubunganmu dengan YoungJae ?!" Tanya SuHo untuk kesekian kalinya pada ChanYeol.

"Berapa kali aku harus bilang Hyung. Kami hanya bersahabat, tidak lebih. Sungguh. Yah setidaknya itulah yang terjadi hingga saat ini." Ucap Chanyeol kembali meyakinkan. Dia lelah di introgasi terus sedari tadi. Ini kan masalah pribadinya. Kenapa mereka begitu ikut campur.

"Eyh~ hingga saat ini ?! Berarti kemungkinan apapun bisa terjadi suatu saat nanti ya Hyung." Goda Kai. sembari terkekeh

"Terserah kau sajalah." Ucap ChanYeol pasrah membuat Suho akhirnya pun ikut menyerah.

"Yeol, kenapa kau menghapus foto kue ulang tahun di Instagrammu ?!" Tanya Lay tiba – tiba membuat seluruh member (kecuali Baekhyun tentunya) menoleh kearahnya.

"Kau menghapusnya Hyung ?! Semalam minta – minta. Lalu sekarang dihapus. Bagaimana sih kau ini ?!" Ucap Sehun. Karna awalnya memang foto kue itu Sehunlah yang mengupload duluan sebelum Chanyeol menguploadnya. Namun beberapa jam kemudian Chanyeol menghapusnya. [Fact]

"Aku bingung. Katanya ChanBaek Shipper heboh di twitter gara – gara aku mengupload foto itu." Ucap Chanyeol.

"Heboh ?! Benarkah Hyung ?! Memangnya kenapa ?! Saat aku upload rasanya tanggapannya biasa saja." Saut Sehun.

"Nde. Tentu saja tanggapannya berbeda. Aku kan couple Baekhyun. Coba kau mengupload foto kue saat Ulang tahun saat Luhan Hyung ulang tahun. Tanggapannya pasti juga berbeda. Belum lagi tentang Vivapolo, andai kalian tahu, sebenarnya eommaku mendekor Vivapolo untuk merayakan hari anak [Fact], bukan ulang tahun Baekhyun. Kebetulan saja kemarin eommaku menyuruhku sekalian saja mengadakan disana. Tapi tanggapan katanya ChanBaek shipper malah berfikir jika keluargaku mempersiapkan itu untuk Baekhyun, bahkan ada yang menyebut 'hadiah dari ibu mertua'. Hasst aku jadi bingung. Aku kan jadi tak enak pada Daehyun jika dia sampai membacanya. Dia kan memiliki Twitter dan aku dengar dia sering memantau Baekhyun dari twitter." Terang ChanYeol membuat semua member mengangguk paham.

"Benar juga ya. Eh tapi Yeol, kok kau bisa tahu kalau di twitter sedang heboh masalah itu ?! Kau tahu darimana ?!"

"Eh ?!"

Seluruh member kini beralih menatap Luhan yang tadi bertanya pada Chanyeol.

"Benar juga. Apa kau mengaktifkan twittermu lagi ?!" Tambah Xiumin.

Setahu mereka Chanyeol tak lagi menggunakan twitter, mengingat dia mengnonaktifkan twitternya saat akan debut. [Fact]

"Youngjae yang memberitahuku. Dia tadi on ditwit-"

"Eeeyyyyh~ . . . . . !"

Chanyeol menghentikan ucapannya saat member EXO tiba tiba kembali kompak berguman menggodanya.

"Hasst jinja. Apalagi ini ?! Berhenti menggodaku dengan Youngjae. Lagipula sebenarnya juga bukan aku yang mengupload foto itu." Ucap Chanyeol membuat para member menyerngitkan dahi mereka.

"Maksudmu ?!" Tanya Chen.

"Begini, ku memang meminta foto itu dari Sehun karna foto kue itu lucu. Tapi aku sama sekali tak berniat menguploadnya. Karna sebenarnya Yura noonalah yang menguploadnya." Ucap Chanyeol.

"Heh ?! Yura Noona ?! Bagaimana bisa begitu Hyung ?!" Tanya Tao heran.

"Berat mengatakannya. Tapi asal kalian tahu, jika sebenarnya . . . . . . . . . Yura Noona dan Yuri Noona itu sebenarnya saling mengenal."

"MWOOOOO ?!"

Chanyeol langsung menutup telinganya saat member EXO kompak berteriak kearahnya. Sudah dia tebak inilah respon mereka. Dia saja awalnya juga terkejut.

"Yah ! Aku tak tahu sejak kapan mereka saling mengenal. Tapi memang itulah yang terjadi. Asal kalian tahu saja. Sebenarnya kedua orang tuaku dan Noonaku sudah tahu jika Daehyun adalah kekasih Baekhyun. Aku juga baru tahu itu dari eommaku tadi pagi." Ucap Chanyeol.

"Lalu apa ini juga ada sangkut pautnya dengan Yuri?!" Tanya Kris.

"Tentu saja ada. Noonaku memang kemarin sengaja mengerjai aku, Baekhyun dan Daehyun atas usul Yuri Noona. Dia juga baru memberitahuku tadi. Menyebalkan sekali." Lanjut Chanyeol.

"Hasst jinja ! Yeoja itu benar – benar menyeramkan. Seharusnya dia dikirim kerumah sakit jiwa agar tak mengganggu ketenangan." Komentar Sehun -_- (Han Yuri : muka tembok ngajak perang lagi nih !)

"A-aku tiba – tiba kepikiran Baekkie. Jangan – jangan dia saat ini sedang dikerjai lagi oleh Yuri."

Ucapan Luhan sontak membuat member EXO langsung melebarkan matanya. Sepertinya mereka sependapat dengan pemikiran Luhan. Kira – kira apa yang akan terjadi pada Baekhyun saat ini.


-Other Side-

"Wuuaaah~ . . . Jinja yeoppoda . !"

"Hah !"

Baekhyun menghembuskan nafasnya berat saat menoleh kearah samping dan melihat V menatapnya dengan ekspresi kagumnya. V terlihat sangat sangat menggemaskan saat ini, tapi suasana hati Baekhyun sedang tidak bersemangat untuk mencubit pipi 'anak kesayangannya' itu.

"Yul ! Haruskah seperti ini lagi ?!" Tanya Baekhyun pada Yuri yang tengah mengemudikan mobil itu.

"Kau itu berisik sekali. Sudah mending aku mau mengantarmu. Aku melakukan ini untuk keamananmu, keamanan Daehyun dan juga nasib BAPEXO. Ah sudah sampai ayo tu-"

/Ceklek !/

/BRUK !/

"Awh !"

Yuri menepuk keningnya saat melihat Baekhyun yang baru saja turun dari mobil itu terpleset dengan tidak elitnya.

"Eomma gwenchana ?!" Tanya V ikut turun dari mobil dan membantu Baekhyun berdiri.

"Kau itu bisa sabaran tidak sih Baek ?!" Omel Yuri saat keluar dari mobil dan ikut membantu Baekhyun dan menepuk – nepuk dressnya yang kotor.

"SALAH SENDIRI ! KENAPA MENYURUHKU MEMAKAI HIGH HEEL !" Teriak Baekhyun kearah wajah Yuri.

"BIASA AJA BISA KALEEE~ ! Habis baju dan sendal yang aku bawa cuma itu sih." Ucap Yuri tak kalah sewot.

"Kita tukaran baju. Kau pakai ini. Aku pakai yang kau gunakan sekarang." Ucap Baekhyun kesal.

Lagi – lagi Han Yuri mengerjainya dan menyuruhnya pakai pakaian yeoja. Alasannya sih supaya dia aman selama di Airport. Menyamar begitu ceritanya.

Tapi dia tak tahu jika yang diberikan adalah dress pendek dan sendal high heel seperti ini. Belum lagi wig panjang yang terasa gatal dikepalanya ini.

Pantas saja dia sering melihat Yuri dengan penampilan yang berubah – ubah, kadang rambut panjang kadang rambut pendek. Padahal dia sudah memotong pendek rambutnya. Ternyata dia memakai wig panjang saat berpergian. Hingga ini dia bisa langsung memakaikannya wig panjang itu ke kepala Baekhyun sekarang.

"Bertukar baju ?! Kau yakin ?! Kau menyuruhku memakai dress ?! Memakai high heel ?! Kenapa tidak sekalian saja aku memakai wig itu, sehingga si Daehyun mengira aku itu Jung SeHyun. Begitu ?!" Tanya Yuri santai membuat Baekhyun langsung cemberut.

"Hasst ! SeHyun-ssi sudah mati ! Yasudah ! Terpaksa ! Kajja TaeTae !" Ucap Baekhyun kesal sambil menarik V memasuki Airport.

Yuri yang menatap kepergian Baekhyun yang berjalan sambil berpegangan V (karna takut terpleset) itu hanya tersenyum samar. High heel yang dipakai Baekhyun sekarang memang berhak kecil dengan tinggi 10cm jadi sangat wajar jika Baekhyun yang notabene seorang namja kerepotan memakainya. Hahaha.

"JongUpie~ ... kau disebelah mana ?!"

". . . . . ."

"Aaaa~ arraseo ! Tetaplah disana. Tahan Daehyun jangan sampai masuk dulu arra ?!"

" . . . . . ."

"Hahaha. Kau memang anak pintar. Sayang kelakuanmu terkadang seperti orang aneh. Hahaha.. Nonna bercanda. Gomapta Uppie-ah. Noona menyayangimu."

Yuri terkekeh pelan setelah selesai menghubungi JongUp. Sesaat kemudian kembali mengusap – usap ponselnya dan terlihat mengetik sebuah pesan.

"Hahaha ! Semuanya berjalan lancar. Jung Daehyun~ Byun Baekhyun~ . . . bersiap – siaplah untuk memasuki permainan terbaru." Ucap Yuri sambil menarik satu sudut bibirnya sebelum akhirnya menyusul BaekTae yang sudah mulai berjalan menjauh.

.

.

.

"Hasst jinjja ! Appamu dimana sih ?!" Ucap Baekhyun sambil terus menarik V.

"Ah eomma ! Pelan – pelan kenapa ?! Kau mencengkram lenganku terlalu keras. Sakit Eomma~!" Protes V karna Baekhyun berpegangan terlalu keras dan membuatnya kesakitan karna terkena kuku – kukunya yang cantik.

"Kalo eomma melepas pegangan eomma terus terpleset lagi bagaimana ?! TaeTae mau eomma terpleset didepan umum ?!" Ucap Baekhyun dan dijawab gelengan oleh V.

"Aduh – aduh ! Appamu mana sih TaeTae ! Apa dia tidak tahu istrinya semenderita ini." Ucap Baekhyun sambil tetap heboh mengelilingi Airport.

"Mungkin Appa memang sudah berangkat Eomma. Eh istri ?! Eomma kan namja. Kok istri ?! Lagipula kapan kalian menikah Eomma ?!" Ucap V yang membuat Baekhyun berhenti sejenak dari kehebohannya 'mari mencari Daehyun'.

"Eh ?! Hehehe. Benar juga ya ?! Ini gara – gara Appamu yang suka memanggilku 'Istriku', hasst penghinaan sekali. Aku ini kan namja. Tapi kenapa aku baru sadar ya ?! Ah molla. Appamu pasti belum berangkat TaeTae. Aduh dimana ya ?! Yul – yuri ! Kau tahu Daehyun dimana ?!"

V hanya bisa menatap cengoh kearah Baek yang tengah heboh sendiri yang kini berjalan kearah Yuri. Baru kali ini dia melihat Baekhyun serempong ini. Dia jadi merasa Baekhyun benar – benar seorang yeoja sekarang.

"Tuh !"

BaekV sontak mengikuti arah kemana yang ditunjukkan oleh Yuri dengan dagunya. Baekhyun hampir memekik kegirangan saat melihat Daehyun yang berdiri membelakanginya dan para member BAP tengah duduk diruang tunggu. Dia pun melepas pegangan tangannya dari lengan V dan berlari menghampiri Daehyun.

"E-eh Eomma tunggu !" Teriak V yang tadinya ingin ikut mengejar Baekhyun itu langsung menoleh saat Yuri menahan tangannya.

"Sudah biarkan saja." Ucap Yuri.

"Bukan begitu ahjumma. Tapi kalau nanti eomma lari begitu, dia bisa jat- . . ."

/BRUUKK !/

"tuh . . ." V melanjutkan ucapannya dengan nada suara lemas saat melihat Baekhyun benar – benar kembali terjatuh tepat dibelakang Daehyun. Sedangkan Yuri hanya bisa menepuk keningnya untuk kesekian kalinya. Dia lupa jika Baekhyun memakai high heel.

"Awh~ Appo !"

"Eh ?!"

Daehyun dan member BAP langsung menoleh kearah belakang Daehyun dimana disana ada seorang 'yeoja' yang terjatuh dilantai dengan posisi menunduk.

"Agasshi gwenchanayo ?!" Tanya Daehyun sambil menunduk dan mencoba membantu 'yeoja' itu berdiri karna dialah yang posisinya berada paling dekat dengan yeoja itu.

"Hiks~ Appo ! Sakit sekali !" Saut 'yeoja' itu tanpa mengangkat wajahnya dan mengurut pergelangan kakinya yang sakit.

"Hyung, kau apakan ?! Kenapa dia menangis ?!" Tanya Zelo dan membuat Daehyun menoleh.

"Mana ku tahu. Kenapa menyalahkanku. Agasshi, sini aku bantu berdi- . . . BAEK ?!"

Daehyun yang tadinya akan membantu 'yeoja' itu berdiri langsung berteriak saat 'yeoja' itu mendongak dan memperlihatkan wajahnya.

Member BAP terlihat tersentak saat Daehyun tiba – tiba berteriak. Mereka pun sontak berdiri dan ikut memandang kearah 'yeoja' yang akan ditolong Daehyun.

"MWOOOOOO ?!"

"BAEKHYUN-AH ?!"

"BAEKHYUNIE HYUNG ?!"

"CANTIKNYA !"

"YEPPODA !"


"A-akh ! Sakit ! Pelan – pelan dong !"

"Salah sendiri. Kau itu kenapa sih Baek. Pakai acara lari segala. Jatuhkan ?!" Ucap Daehyun sambil terus mengurut pergelangan kaki Baekhyun yang terlihat meringis itu.

"Aku mengejarmu Kekemato Pabbo !" Ucap Baekhyun kesal sambil mempoutkan bibirnya.

"Kenapa juga harus mengejarku. Aku kan tidak berlari." Ucap Daehyun membuat muka Baekhyun semakin bertekuk.

"Kalian bertemu hanya untuk bertengkar ?!" Tanya HimChan yang terlihat jengah menonton perdebatan DaeBaek.

DaeBaek kompak menoleh kearah HimChan dan member BAP yang tengah menatap mereka.

"Hast sudah. YongGukie, Chanie, Jae-ah, Uppie, Jelo. Ayo ikut aku kita makan dulu. Aku tahu kalian pasti belum makan." Ucap Yuri mencoba menarik para member BAP lain untuk pergi.

"Makan ?! Kau bercanda ?! Sebentar lagi kita harus berangkat." Ucap HimChan.

"Tak apa ! Ayo kita kemeja sebelah sana. Ayo Taehyungie, kau ikut juga." Ucap Yuri yang langsung diangguki oleh member BAP sambil menarik V untuk ikut.

Saat ini mereka memang keluar Airport dan berada disebuah restoran disamping Airport. Untung ini hampir tengah malam jadi suasana restoran 24jam ini lumayan sepi.

"Shirreo ! Aku mau bersama Appa dan Eomma !" Tolak V sambil mencoba melepas genggaman tangan Yuri.

"Kemarin kau sudah merasakan rasanya berendam air es kan ?! Bagaimana kalau malam ini kau merasakan 'nikmatnya' berendam air mendidih ?!"

/GLEK !/

V menegak kasar ludahnya saat mendengar bisikan Yuri yang berada tepat didepan telinganya diiringi dengan smirk andalannya.

"Ahjumma~ Kau kejam sekali padaku." Ucap V merajuk.

"Tak usah merajuk ! Ayo ikut member BAP kesebelah sana. Mereka punya urusan sendiri." Ucap Yuri membuat V mengalihkan pandangannya kearah Daehyun yang masih berjongkok didepan Baekhyun yang tengah duduk dikursi dan mengurut pelan kakinya.

"Hah ! Yasudahlah. Appa~ Eomma~ Aku makan kesebelah sana dulu ya ?!" Ucap V membuat DaeBaek sama – sama mendongak.

"Iya TaeTae, makan yang banya- AKH ! KEKEMATO PABBO ! BISA PELAN – PELAN TIDAK ?!"

/PLETAK !/

Baekhyun yang tadinya menoleh kearah V dan tersenyum itu langsung berteriak dan memukul Daehyun saat Daehyun mengurut kakinya terlalu keras.

"Aduh ! Bisa tidak berhenti berteriak dan sembarangan memukulku ?!" Ucap Daehyun ikut mengomel kesal.

Masih mending dia berbaik hati mengurut kakinya dengan posisi seperti itu, masih saja dihadiahi omelan dan pukulan.

"Katanya kau merindukan pukulanku ?!" Ucap Baekhyun sewot.

"Eh ?! Kau tahu darimana ?! Kau menonton rekaman video itu ?!" Tanya Daehyun sembari berdiri.

"Kenapa mereka malah bertengkar ahjumma ?!" Tanya V sambil berbisik kearah Yuri.

"Molla. Memang seperti itu orang tuamu itu. Kalau jauh rindu kalau dekat selalu berseteru. Tapi sebenarnya mereka itu kan saling menyayangi." Ucap Yuri ikut berbisik.

"Seperti kita ya ahjumma. Kalau bertemu kita selalu bertengkar tapi saat jauh kita saling merindukan." Ucap V sambil beraeygo dan dengan merangkul lengan Yuri seperti puppy.

"Aku merindukanmu ?! Tak janjilah ya ?! Singkirkan tanganmu !" Ucap Yuri judes sambil menepis tangan V membuat V langsung mempoutkan bibirnya.

"Dae, Baek ?! Bisa berhenti berdebat tidak ?! Waktu kalian tak banyak. Aku sudah memesankan makanan untuk kalian. Setidaknya isi perut kalian juga. Ayo Taehyungie" Ucap Yuri pada DaeBaek yang terlihat mengabaikannya karna masih sibuk bertatapan.

"Jadi video kiriman hadiah ulang tahun yang aku buat untukmu sampai ketanganmu Baek ?!" Tanya Daehyun kembali dan kembali dijawab anggukan oleh Baekhyun.

"Hasst jinjja ! Kenapa Yuri Noona menyerahkannya padamu. Itu kan hadiah jika kau tak bisa pulang, sedangkan hari ini aku sudah menemuimu. Hasst !" Ucap Daehyun kesal sambil duduk didepan Baekhyun.

/GREP !/

Daehyun langsung mendongak kearah Baek yang tiba – tiba meraih tangannya dan tersenyum.

"Gomawo ! Hadiahnya sangat indah." Ucap Baekhyun.

"Indah ?! Indah bagaimana ?! Aku jadi terlihat tak modal sekali hanya mengirim video ucapan." Ucap Daehyun.

"Tapi itu jauh lebih spesial dan menyentuh hatiku Dae, lebih berharga dari barang apapun." Ucap Baekhyun sambil mengeratkan genggaman tangannya dan membuat Daehyun ikut tersenyum.

"Kau suka ?!" Tanya Daehyun dan dijawab angukkan oleh Baekhyun.

"Nde. Aku suka. Sangat suka. Maaf membuatmu tak sempat istirahat disibuknya jadwalmu." Ucap Baekhyun sedikit lirih.

"Apapun akan ku lakukan agar bisa membuatmu bahagia Baek." Ucap Daehyun tulus membuat Baekhyun tersenyum haru.

"Sekali lagi terimakasih Dae. Tapi jika aku boleh tahu bagaimana ceritanya kalian akhirnya bisa pulang ?!" Tanya Baekhyun penasaran.

"Mollayo. Sore itu Yuri Noona menelponku untuk melakukan penerbangan ke Korea, Dia termyata sudah memesankan tiket untuk kepulanganku. Awalnya hanya aku yang akan pulang. Tapi HimChan Hyung melarang dan akhirnya kami berenam ah bertujuh dengan Manajer Hyung akhirnya kembali ke Korea, sedangkan staff yang lain langsung berangkat ke Australia." Terang Daehyun.

"Yuri membelikanmu tiket pulang keKorea ?!" Tanya Baekhyun tak yakin.

"Hmm, awalnya aku juga tak percaya. Aku pikir dia hanya mengerjaiku dan berniat mengejekku. Tapi saat manajerku menyerahkan tiket itu aku baru percaya jika dia tak bercanda" Ucap Daehyun membuat Baekhyun tersenyum samar.

"Dibalik sifat galak dan sadisnya kepada kita, Yuri selalu memikirkan hubungan kita." Ucap Baekhyun dan membuat Daehyun mengangguk dan ikut tersenyum.

"Baek ?!"

Baekhyun langsung menatap kearah Daehyun saat namja dihadapannya itu memanggilnya.

"Mianhae tadi aku mengusirmu dari mobil dengan kata – kata yang sangat kasar. Hingga membuatmu menangis dipelukan Chanyeol Hyung." Ucap Daehyun pelan.

"Eh ?! K-kau melihat aku dipeluk Chanyeol ?!" Ucap Baekhyun sedikit tergagap.

"Nde. Tadinya aku mau minta maaf, tapi sepertinya aku kalah cepat dengannya untuk menenangkanmu." Ucap Daehyun membuat Baekhyun menunduk.

"Mianhae. Kau jadi melihatku dan Chanyeol seperti itu lagi." Ucap Baekhyun lirih.

"Tak apa. Aku yang salah. Lagipula kali ini bukan sebuah perselingkuhan bukan ?!" Tanya Daehyun sambil tersenyum membuat Baekhyun sambil menepis tangan Daehyun.

"Sudah ku bilang aku tak pernah berselingkuh ! Dulu hanya salah paham !" Ucap Baekhyun tidak terima.

"Jeongmalyo ?! Kau tidak pernah selingkuh dibelakangku ?! Ah~ Arra ! Aku percaya padamu. Jadi tak perlu marah – marah juga kan ?! Nanti cantikmu hilang hlu." Goda Daehyun membuat Baekhyun cemberut.

"Marah ?!" Tanya Daehyun kembali dan dijawab gelengan kepala oleh Baekhyun.

"Anyo. Kalo aku marah untuk apa aku mengejarmu sampai kesini." Ucap Baekhyun membuat Daehyun mengasak pelan 'rambut'nya.

"Dae ! Jangan di asak. Nanti wig'nya lepas." Protes Baekhyun sambil menyingkirkan tangan Daehyun.

"Permisi. Ini pesanannya." Ucap seorang pelayan yang tiba – tiba menaruh makanan dan minuman keatas meja membuat tautan tangan DaeBaek pun terlepas.

"Kau memesan kue ulang tahun ?!" Tanya Baekhyun saat ada sebuah kue ulang tahun didepan mereka.

"Aida ! Mana sempat aku memesan. Tapi siapa ya ?! Yuri noona mung-"

"Aku yang memesannya. Khusus untuk ulang Tahun Baekhyunee."

DaeBaek sontah menoleh saat mendengar suara dari samping. Mereka sama – sama membelalakkan mata begitu mengetahui siapa orang tersebut.

"EOMUI (Panggilan eomma khas logat satoori) ?!" Teriak Daehyun sambil langsung berdiri, saat mengetahui siapa wanita paruh baya yang ada disampingnya kini. Sedangkan Baekhyun tetep melongo dengan ekspresi terkejutnya.

"Ba-bagaimana eomui bisa ada disini ?! Untuk apa ke Seoul ?! Eomui disini bersama siapa ?! Tidak sendiriankan ?!" Tanya Daehyun sambil meraba – raba tubuh Ibunya itu. Dia takut terjadi apa – apa pada Ibunya.

"Eyh~ ! Aku tak apa – apa. Aku kemari bersama Abujimu. Tadi siang SeHyun yang menjemput kami di Busan." Ucap Nyonya Jung membuat Daehyun langsung menoleh kearah Yuri yang ternyata juga menoleh kearahnya sembari mengejek dengan menjulurkan lidahnya.

Sepertinya hanya Yuri yang menyadari kedatangan Ibunya karna member yang lain dan V masih asik melahap makanan mereka.

"Lalu abuji mana ?! Kenapa eomui sekarang sendirian ?!" Tanya Daehyun kembali.

"Dia tertidur di Mobil karna menunggu kalian terlalu lama. Oh ya, menantuku mana Daehyunie ?!" Tanya Nyonya Jung membuat Baekhyun langsung berdiri.

"A-anyeonghasemika." Ucap Baekhyun sembari langsung berdiri dengan kepala tertunduk dan melakukan bow kearah Nyonya Jung.

"Dia siapa ?! Kau berkencan dengan yeoja ?! Kau berselingkuh dari Baekhyun ?! Ya Tuhan ! Jadi sekarang kau normal lagi hah ?! Kau jadi straight lagi ?! Haasst, dasar anak kurang ajar ! Kau mempermainkan kami eoh ?!"

"A-aduh aduh Eomui ! Kenapa memukuliku ?! Bukan begit- aduh dengarkan aku dulu !" Daehyun berteriak – teriak kesakitan saat ibunya malah memarahinya sambil mencubiti dan memukuli dirinya.

"Bukan begitu apa hah ?! Eomui sudah mati –matian menerima ketidak normalanmu yang menyukai namja, tapi sekarang kau malah kembali straight ! Aku tak mau menantu yeoja ! Aku mau menantu Baekhyuneeku ! Dasar anak nak-"

"Shieomuni tolong hentikan ! Ini saya Baekhyun."

"Eh ?!"

Nyonya Jung menghentikan pergerakan tangannya saat tangan cantik Baekhyun menghentikan pergerakannya untuk memukui Daehyun.

"OMO ! My Baekhyunee ! Menantuku ?! Ini kau ?!" Tanya Nyonya Jung dengan ekspresi tak percaya sembari menarik – narik pipi Baekhyun.

"N-nde ! Ini saya." Ucap Baekhyun menahan sakit karna pipinya ditarik – tarik gemas oleh Nyonya Jung.

"Aaaaaa~ menantuku ! Kau cantik sekali !" Ucap Nyonya Jung sambil langsung memeluk Baekhyun dan membuat Daehyun bernafas lega.

"Kamsahamnida Shieomoni." Ucap Baekhyun sambil tersenyum kecut saat Nyonya Jung melepas pelukannya.

Eomma Daehyun tadi menyebutnya apa ?! Cantik ?! Yang benar saja. Dia kan namja (ToT)

"Daehyunie. Tuh ! Benar kan yang eomui kira selama ini." Ucap Nyonya Jung membuat Daehyun menyergitkan keningnya tak mengerti.

"M-memang apa eoumi ?!" Tanya Daehyun, perasaannya mulai tidak enak.

"Benar kan, jika sesungguhnya Baekhyunee itu yeoja yang menyamar jadi namja."

"MWOOO ?!"

DaeBaek langsung berteriak dengan ekspresi cengoh mereka. Benarkan. Ibu Daehyun bertingkah lagi.

"Mianhamnida. Tapi saya namja. Lihat, ini dada saya masih rata." Ucap baekhyun sambil menarik tangan Nyonya Jung untuk menyentuh dadanya.

"Aiggo~ apa kau terkena kanker payudara hingga harus mengangkat payudaramu hingga rata begini ?! Lalu bagaimana nanti kalau kau mau menyusui anak kalian ?! Kasian sekali. Tapi tak apa, kau tetap menantu kesayanganku. Yang sabar ya sayang."

DaeBaek kembali kepada cengoh mode ON mereka. Ibu Daehyun ini bagaimana sih ?! Bukankah dulu dia sudah melihat tubuh toples Baekhyun waktu dikamar Daehyun.

"Eomui bukan begit-"

"BESAN JUNG ?!"

Daehyun menghentikan ucapannya saat mendengar sebuah suara teriakan dari pintu masuk.

"MWO ?! EOMMA ?! APPA ?! BEOM HYUNG ?!" Teriak Baekhyun saat melihat siapa orang – orang yang kini memasuki ruangan tersebut.

"ABUJI ?!" Daehyunpun ikut berteriak saat melihat Appanya berjalan berdampingan dengan Appa Baekhyun.

"Aigoo~ apa lagi ini ?!" Ucap Baekhyun frustasi. Sedangkan Daehyun langsung melirik Yuri yang tengah tertawa sambil melihat kearah orang tua mereka.

"Ini pasti perbuatannya lagi." Ucap Daehyun dalam hati.

"WAAAAA~ BESAN BYUN ! Apa kabar ?!" Ucap Nyonya Jung dengan hebohnya saat sudah ada didepan Nyonya Byun dan memeluknya.

"Baik Besan Jung. Anda apa kabar ?! Wah semakin cantik saja !" Ucap Nyonya Byun tak kalah heboh.

"Hahaha, kau bisa saja besan Byun." Ucap Nyonya Jung sembari tertawa.

"HALMAE~ ! HALMEONI~ !"

"Eh ?!"

DaeBaek, Yuri, member BAP, BaekBeom dan dua orang yang tengah berpelukan itu sedikit tersentak saat V tiba – tiba berteriak dan berlari kearah Eomma DaeBaek.

"WAAAA~ Cucuku !" / KYAAAA~ Taehyungie !"

Kedua Eomma DaeBaek langsung ikut berteriak histeris saat melihat V berlari kearah mereka dan langsung memeluk tubuh V. Sedangkan kedua Appa DaeBaek hanya menatap cengoh kearah istri mereka yang terlihat tengah berfansgirling saat bertemu dengan 'cucu' mereka itu.

"Kyaaaa~ TaeHyungie imut sekali . !" Ucap Nyonya Jung heboh dan mencubiti pipi V.

"Iya, Ya ampun cucuku sudah besar sekali. Semakin tampan saja. Aiggo~ !" Ucap Nyonya Byun sambil mengecup singkat pipi V.

"Memang eomma pernah melihat Taehyung pada waktu kecil ?!"

"Eh ?!"

Kedua ibu – ibu itu langsung terdiam begitu mendengar ucapan Baekbeom. Benar juga, mereka kan bertemu dengan V saat V memang sudah dewasa.

"Annyeonghaseyo Ahjusshi Ahjumma."

Sapaan dari Bang Yongguk yang mendekat bersama member BAP membuat orang tua DaeBaek langsung menoleh dan tersenyum.

"Annyeong BAP-deul. Katanya kalian mau ke Australia. Kok belum berangkat ?!" Tanya Tuan Jung.

"Bagaimana kami bisa berangkat kalo Yuri Noona menahan kami disini." Ucap HimChan membuat Yuri mencibir.

"Yasudah berangkat sana." Usir Yuri yang membuat HimChan ikut mencibir.

"Abuji, Eomui .. sebenarnya untuk apa kalian sampai Seoul ?!" Tanya Daehyun yang mendekat kearah kerumunan itu sambil menggandeng Baekhyun.

"Kan tadi Eomui sudah bilang kalau ingin merayakan ulang tahun Baekhyun." Ucap Nyonya Jung.

"Ulang tahun Baekhyun ?! Memang Baekhyun disini ?!" Tanya Nyonya Byun heran. Pasalnya dia tak melihat Baekhyun disana. Beliau kemari karna diajak Baekbeom.

"Eomma~ aku disini ! Masak tak mengenali anak sendiri ?!" Ucap Baekhyun dengan nada sedikit merajuk dan ekspresi cemberut.

"OMO !"

Kedua orang tua Baekhyun dan Baekbeom langsung sama – sama berteriak saat melihat penampilan Baekhyun.

"K-kau Baekhyun ?! Kau anakku ?! Kyaaaa~ cantik sekali. Lebih cantik dari terakhir kali eomma melihatmu memakai dress Baek ! Ah, Apa eomma bilang. Kau itu lebih cantik dari dari yeoja. Aiggo~ anak gadisku !" Ucap Nyonya Byung emas sambil mencubit gemas pipi Baekhyun.

"Jadi Baekhyun benar – benar yeoja ?!" Tanya Nyonya Jung membuat semua orang yang disana langsung sweatdrop.

"Saya namja shieomonim. Sang namja !"

"Pfffttt !"

Baekhyun langsung menatap tajam Daehyun yang menahan tawa disampingnya.

"Kenapa kau tertawa ?!" Tanya Baekhyun dengan ekspresi tak suka.

"Kau mengatakan kau sang namja dengan penampilan seperti ini ?! Mana ada yang percaya ?! Hahaha !" Ucap Daehyun sambil tertawa dan membuat semua orang disana ikut tertawa.

"Tadi ahjumma bilang kalau ahjumma lihat Baekhyun lebih cantik dari terakhir kali melihat Baekhyun memakai dress. Jadi sebelumnya ahjumma pernah melihat Baekhyun memakai dress ?!" Tanya Yuri dan dijawab anggukan oleh eomma Baekhyun.

"Sewaktu kecil Baekhyun memang sering dipakaikan dress oleh eommaku karna eomma sangat ingin memiliki anak perempuan. Jadi itu sebabnya aku sangat memanjakan Baekhyun karna bagi ku dia adalah adik perempuanku." Ucap Baekbeom membuat semua yang disana langsung cengoh memasang ekspresi tak percaya.

"Benarkah itu Tuan Byun ?!" Tanya Tuan Jung pada Appa Baekhyun.

"Nde Tuan Jung. Baekhyun dulu memang seperti anak gadis kesayangan keluarga Byun." Ucap Tuan Byun sembari tersenyum. Mengabaikan Baekhyun yang sudah melongo mendengar penuturan keluarga.

"Appa, Eomma, Hyung~ jebal !" Ucap Baekhyun frustasi.

"Pffffft~ Hahahaha .. seperti itu berkata kalau kau sang namja. Pantas saja setiap aku menyuruhmu memakai dress walau protes kau tetap menikmati. Ternyata itu pakaianmu sehari – hari. Hahahahaha ! Sang namja sekali." Sindir Yuri tertawa dengan lantangnya.

"Ahjumma ! Jangan mengatai eommaku !" Teriak V membuat yuri menghentikan tawanya.

"Aiggoooo~ My TaeTae gomapta !" Ucap Baekhyun sambil memeluk V.

"Hehehe, cheonma eomma. Tapi eomma memang cantik. Wajah dan tubuh eomma itu tidak memperlihatkan namja sama sekali. Pakai dress terus saja."

"BUAHAHAHAHAHAHAHA !"

Yuri tertawa keras diikuti semua orang disana karna V mengucapkan itu dengan polosnya tanpa perhatikan wajah geram Baekhyun.

"Hahaha. Terimakasih 'pujiannya' sayang. Untung saja kau anakku." Ucap Baekhyun dengan senyum yang dipaksakan.

"KENAPA KAU IKUT TERTAWA ?!" Omel Baekhyun membuat Daehyun langsung terdiam sembari menutup mulut. Bahaya juga kalo induk singa sedang ngamuk.

.

.

.

.

.

"Saengil chukha hamnida ... saengil chuka hamnida ... saranghaneun BaekHyunie ... saengil chukha hamnida ... !"

Prok ! Prok ! Prok !

Fuuhh~ Fuuh~ Fuuh~ !

"Eyh~ kenapa kau meniupnya ?! Kau kan belum make a wish !" Ucap Nyonya Byun saat Baekhyun langsung meniup lilinnya.

"Aku sudah make a wish berulang – ulang Eomma." Ucap Baekhyun.

"Dengan menantu Jung sudah ?!" Tanya Nyonya Byun.

"Sudah Eomeonim semalam." Jawab Daehyun.

"Dengan cucuku juga sudah ?!" Tanya Nyonya Byun kembali yang dijawab anggukan oleh Baekhyun.

"Hah yasudah kalau begitu. Yang penting dengan menantu Jung sudah." Ucap Nyonya Byun kembali.

"Jeosonghamnida Ahjumma Ahjusshi Eomui Abuji. Kenapa kalian dari tadi saling memanggil besan dan menantu ?! Harap mohon diingat ! Mereka baru kekasih, bukan suami istri." Ucap Yuri yang membuat semua yang disana menoleh kearahnya.

"Aaaa~ benar Appa Eomma ! Aku baru sadar. Kenapa Eomma selalu memanggil Daehyun dengan menantu Jung terus. Mereka kan belum menikah." Imbuh Baekbeom yang diangguki member BAP yang ada disana.

"Hehehe. Biar saja, kan sudah calon, tinggal meresmikan. Bukan begitu Besan Jung." Ucap Nyonya Byun ngeyel sambil tersenyum kearah Ibu Daehyun dan memegang tangannya.

"Ah, benar sekali Besan Byun." Ucap Nyonya Jung sambil membalas pegangan tangan Eomma Baekhyun, membuat Beom-Ri melengos ditempat.

"Iya benar Halmae Halmoeni. Nikahkan saja Eomma dan Appa, mereka kan sudah sering membuatkan adik untukku."

"Uhuk !"

"MWOOOOO~ ?!"

Daehyun yang sedang minum langsung tersedak, sedangkan orang – orang orang disekitarnya langsung berteriak sembari melebarkan mata tak percaya saat mendengar pernyataan frotal dari mulut V.

"T-tae, k-kau bicara apa sih nak ?! Hehehe." Ucap Baekhyun sambil tersenyum kecut, mencoba mengabaikan ekspresi orang – orang yang terlihat menatapnya dengan penuh selidik.

"Baek ?! Katakan pada Appa, apa maksud Taehyung barusan ?!" Ucap Tuan Byun sambil berjalan mendekati Baekhyun dan Daehyun yang sedang duduk bersebelahan itu.

"Iya, apa maksudnya Daehyun ?! Apa maksud semua ini ?!" Ucap Tuan Jung ikut bertanya.

/GLEK !/

DaeBaek kompak menegak kasar ludah mereka. Entah kenapa saat ini tenggorokan mereka terasa kelu.

Sesaat suasana terasa sedikit menegangkan. DaeBaek masih sama – sama terdiam sembari menunduk karna keempat orang tua yang mengelilingi mereka itu terlihat menatap mereka intens.

Para member BAP pun juga ikut bungkam. Mereka sangat tahu apa yang V maksud. Tapi bukan hak mereka juga ikut berkomentar.

V yang berdiri dirangkul Yuri itu hanya berkedip – kedip pelan dengan imutnya. Dia sama sekali tak merasa jika perkataannya frotalnya melahirkan sebuah masalah baru. Dia juga tidak menyadari jika Beom-Ri yang berdiri diantara tubuhnya itu saling melirik dan terlihat saling berkomunikasi dengan bahasa isyarat mata mereka.

Yuri mengangguk pelan setelah merasa percakapan isyaratnya dengan Baekbeom dirasa telah usai. Yeoja itu lalu mendekatkan bibirnya ketelinga V dan berbisik kepada namja imut itu.

"Taehyungie – Taehyungie, Taehyung kan anak pintar dan anak yang baik. Anak yang baik tak boleh berbohong. Jadi apapun yang ditanya oleh Halmeoni, Haraboeji, Halmae dan Habuji harus dijawab dengan jujur ya." Bisik Yuri dengan lembutnya.

Sebuah smirk terukir indah saat Yuri melihat tanggapan V yang mengangguk dengan polosnya.

Yuri lalu menepuk pundak Baekbeom dan membuat kakak kandung dari Baekhyun itu menoleh dan mengangguk. Keduanya pun lalu serempak berjalan kearah DaeBaek dengan posisi Yuri duduk disamping Daehyun dan Baekbeom yang duduk disamping Baekhyun.

"Daehyun, Baekhyun. Kalian dengar pertanyaan Appa dan Abuji kalian kan ?! Ayo jawab !" Ucap Nyonya Jung ikut berkomentar.

"Kalau mereka tak mau menjawab kenapa tak tanyakan pada Taehyung saja ?!"

/DEG !/

DaeBaek sontak melebarkan matanya dan kompak mendongak kearah Yuri saat yeoja itu berbicara dengan santainya sembari tersenyum.

"Ah, benar juga." Ucap Nyonya Byun sembari mengangguk.

"Tapi Eom-"

"Ssst~ diam saja Baek ! Kau tahu kan, kalau eomma tak suka dibantah." Ucap BaekBeom sembari tersenyum sambil menutup mulut Baekhyun yang hampir berbicara dengan jari dan membuat Baekhyun mengangguk.

/Grep !/

Baekhyun menoleh pelan kearah Daehyun saat namja itu meraih jemarinya dan menggenggamnya erat.

Baekhyun melihat Daehyun tersenyum samar saat pandangan mereka beradu dan dia hanya bisa mengangguk. Semoga semua baik – baik saja. Itulah harapannya.

"Taehyungie~ ayo duduk disini sayang." Ucap Nyonya Jung sambil menarik V untuk duduk dikursi di meja samping meja DaeBaek dikelilingi oleh orang tua DaeBaek yang duduk disana dengan posisi melingkar.

Daehyun mengeratkan genggamannya. Mencoba kembali meyakinkan Baekhyun jika semua akan baik – baik saja.

Sedangkan Beom-Ri yang sedari tadi saling melirik satu sama lain hanya bisa tersenyum dengan senyum setan (?) mereka masing – masing saat melihat kecemasan diraut wajah adik mereka masing – masing.

"Heh ! Kenapa kalian masih berdiri disitu ?! Minggir – minggir ! Ini masalah keluarga !" Ucap Yuri mengusir member BAP yang masih berdiri disana dan membuat mereka melengos.

"Tapi Noona. Kami kan penasaran." Ucap Zelo yang diangguki member BAP selain Yongguk.

"Dasar Baby Jello Jelly kepo deh ! Sudah sana pergi !" Usir Yuri kembali sambil memberi isyarat pada Yongguk untuk membawa mereka pergi.

"Nonna ! Berhenti mengataiku dengan panggilan it-"

"Sudah ayo kesana." Ucap Yongguk sambil menariki satu member BAP untuk menjauh.

"Tapi Hyung."

Member BAP terlihat enggan dan berat untuk meninggalkan tempat itu. Tapi melihat Yongguk menggeleng, JongLoJae pun akhirnya kembali kemeja makan mereka.

"Ayo kita juga kesana." Ucap YongGuk pada HimChan yang tetap bertahan.

"Daehyun di BAP tanggung jawab kita Bang. Kita harus menunggu disin-"

"Hime sayang~ . . . !"

Himchan langsung bungkam saat Bang Yongguk sudah memanggilnya dengan panggilan selembut dan semanis itu.

"Arra ! Aku kesana !" Ucap HimChan sambil berjalan menuju meja dimana member BAP. Sedangkan Bang Yongguk melakukan bow sejenak kearah Beom-Ri yang melihatnya sembari tersenyum. Sebelum melangkah mengikuti HimChan.

"Jadi bagaimana sayang ?!" Tanya Nyonya Jung lembut.

"Bagaimana apanya Halmae ?!" Tanya V dengan polosnya, membuat kedelapan orang dewasa yang ada disana cengoh seketika. Masak begitu saja lupa.

"Tentang adik. Katamu Appa dan Eommamu membuatkanmu adik. Benarkah itu ?!" Tanya Nyonya Byun sabar. Sepertinya mereka harus bicara pelan – pelan untuk berbicara masalah seperti ini kepada anak imut ini.

"Oh itu. Iya Halmoeni." Ucap V sembari mengangguk.

"Apa buktinya ?!" Saut Daehyun membuat keempat orang tua mereka menoleh kearahnya.

"Kau itu apa – apaan sih ?! Malah memancing ! Taehyung bisa berbicara macam – macam." Omel Baekhyun dengan suara berbisik.

"Aku ada bukti kok Appa. Sebentar." Ucap V membuat mereka semua kini mengalihkan pandang kearah V yang tengah sibuk dengan ponselnya.

"Nah. Ini ketemu !" Ucap V sambil menaruh ponselnya ketengah meja dan membuat keempat orang yang mengelilingnya itu langsung berdiri dan menatap intens kearah layar ponsel yang ada dimeja.

"MWOOOOO ?!"

"ASTAGAAA !"

"YA TUHAN !"

"JANTUNGKU !"

Teriakan ke empat orang tua itu membuat DaeBaek, Beom-Ri dan member BAP yang ada diujung ruangan kompak terkejut. Ada apa dengan mereka berempat ?! Apa yang mereka lihat ?!

"Ada apa ya disana ?!" Ucap Youngjae yang diangguki oleh JongLoChan yang sama – sama menoleh kearah teriakan itu.

"Itu urusan mereka, kita tak berhak ikut campur. Sudah kita lanjutkan makannya saja." Ucap Yongguk sambil tetap tenang menyantap makanannya dan membuat member BAP yang ada disana serempak mendengus.

Kenapa mereka memiliki Leader sebijaksana itu. Coba Bang YongGuk memiliki sedikit saja sifat ke'Kepoan (?) .. mungkin mereka bisa melihat apa yang terjadi disana. ^^

"Eh – eh Yoebo ! Jangan mati dulu ! Aku belum siap menjadi duda !" Ucap Tuan Byun saat menahan tubuh istrinya yang terlihat lemas.

/Pletak !/

"Aduh yoebo ! kenapa memukulku ?!" Protes Tuan Byun saat Nyonya Byun tiba – tiba bangun dan memukul kepalanya.

"Kau mendoakanku mat-"

"JUNG DAEHYUN INI APA ?!" Teriak Nyonya Jung memutuskan perdebatan kedua orang tua Baekhyun sambil menunjukan gambar yang ada dilayar.

"MWOOOOOOOOO~ ?!"

DaeBaek dan Beom-Ri langsung serempak dan melongo ditempat saat melihat gambar yang terpampang dilayar tersebut.

"I-itu a-apa ?!" Ucap Baekhyun tergagap sambil menunjuk kearah layar ponsel.

"APA APA ! JELAS – JELAS ITU WUJUDMU !" Teriak Nyonya Byun mengomeli Baekhyun.

"Sudah Nyonya Byun tenang. Tidak perlu berteriak – riak." Ucap Tuan Jung mencoba ikut menenangkan.

"I-itu kapan ?! Aku tak pernah .. YA TUHAN ITU KAPAN ?! Kenapa bisa ada foto seperti itu ?! " Teriak Baekhyun frustasi. Dia memang merasa tidak pernah melakukan itu. Tapi kenapa bisa ada foto seperti itu.

Sedangkan Daehyun sendiri terlihat gelisah saat melihat gambar tersebut. Bagaimana bisa gambar itu masih ada diponsel V. Padahal dia sudah membelikan ponsel baru untuk V.

"Mati kau !" Ucap Yuri pelan tepat didepan telinga Daehyun.

"Noona jebal tolong aku !" Saut Daehyun dengan suara yang berbisik sembari meraih tangan Yuri, mencoba meminta bantuan kepada Noonanya itu.

"Nikmati saja. Salah sendiri kurang kerjaan !" Ucap Yuri sambil mencibir dan menepis jemari Daehyun membuat Daehyun menghela nafas berat dan mengasak rambutnya frustasi.

"Ada keterangan waktunya kok di situ." Ucap V menyaut.

"Mianhamnida Ahjumma. Boleh saya pinjam sebentar." Ucap BaekBeom sopan sambil meraih ponsel yang dipegang Ibu Daehyun dan mengusap – usap layar ponsel.

"Dari sini keterangannya 30 September ya ?! Jadi tahun la- eh MWO ?! Ini sehari setelah pernikahanku ?! Bukankah tanggal ini kau menginap ditempat Daehyun Baek ?!" Ucap BaekBeom saat mengetahui tanggal yang tertera diponsel tersebut.

"Tanggal 30 ?! I-iya . . hari itu memang aku ditempat Daehy-"

"NAH INI MENGAKU ! TADI MENGELAK !" Omel Nyonya Byun kembali.

"EOMMA ! DENGARKAN AKU DULU ! Hari itu aku memang menginap ditempat Daehyun, tapi sunguh sepertinya kami tidak melakukan it-"

"Tunggu ! September ?! Bukankah kalian bilang kalian baru resmi bersama sejak bulan November, tapi kenapa bisa melakukan seperti itu bulan September ?! Jangan bilang kalian melakukan itu tanpa status ?!" Saut Nyonya Byun kembali mengabaikan ucapan Baekhyun.

/Glek !/

Daehyun menelan kasar ludahnya. Mati dia ! Dia tak bisa mengelak lagi kali ini.

"Eomma ! Dengarkan aku dulu ! Ini tidak seperti yang eomma kira!" Ucap Baekhyun mencoba menjelaskan kembali.

"APA ?! MAU MENGELAK APA LAGI ?! JELAS – JELAS ADA FOTO SEPERTI ITU !" Omel Nyonya Byun kembali membuat Baekhyun benar – benar stres.

Baekhyun benar – benar merasa tidak melakukan apa yang ada difoto tersebut saat itu. Jelas – jelas hari itu dia langsung tidur sepulang diajak Daehyun dari TS merayakan comeback lagu baru Song Jieun, makan malam dorm BAP dan terakhir mereka berbelanja sebentar. Dia masih ingat jelas itu, karna itu adalah saat – saat pertama dia menginap dan tidur bersama Daehyun. Hanya tidur, tidak lebih. Tapi kenapa bisa ada foto seperti itu.

Tapi beberapa saat kemudian Baekhyun seperti tersadar satu hal lalu melirik kearah Daehyun dan menatapnya tajam, membuat Daehyun sedikit tersentak saat di melihat tatapan itu.

"Biar aku yang jelaskan." Ucap Daehyun pelan kearah Baekhyun dan dijawab anggukan pasrah oleh Baekhyun.

"Maaf, biar saya yang menjelaska-."

"MEMANG HARUSNYA KAU JUGA IKUT BICARA ! DARI TADI DIAM SAJA ! DIMANA TANGGUNG JAWABMU HAH !"

Ucapan Daehyun terputus saat Ibunya gantian yang meneriakinya.

"Yeobo sudah." Ucap Tuan Jung mencoba menenangkan istrinya.

"Hah ! Jadi begini. Foto itu memang Taehyung dapat dari saya. Saya yang mengirimkan padany-"

"MWOOOOOOOOOOO ?!"

Daehyun menutup mata dan telinganya saat orang – orang itu kembali meneriakinya dengan ekpresi tidak percaya.

"OTAKMU ITU DIMANA JUNG DAEHYUN ! BAGAIMANA BISA KAU MENGIRIMI TAEHYUNG YANG MASIH POLOS DENGAN FOTO YANG BERISI KALIAN SEDANG BERSETUBUH !" Teriak Nyonya Jung.

"Demi Tuhan Shieommoni ! Kami tidak bersetubuh ! Aku bahkan tak tahu jika foto itu ada." Bantah Baekhyun.

"Makanya Eomma dengarkan aku dulu ! Jangan asal mengomeliku !" Ucap Daehyun ikut kesal. Dan akhirnya membuat mereka semua terdiam.

"Yah, itu terjadi pada bulan September. Sehari setelah pernikahan Baekbeom Hyung, dimana Baekhyun saya jemput dan saya amankan ditempat saya untuk menenangkannya terkait masalahnya dengan sasaeng fans yang datang kepernikahan Beom Hyung. Saat itu Taehyung sedang marah pada Baekhyun. Taehyung tidak mau memaafkan Baekhyun meskipun Baekhyun sudah berkali – kali minta maaf. Jadi saya iseng mengerjainya. Saya memotret Baekhyun yang sedang tidur. Saya mengancam Taehyung akan membuatkan adik baru untuknya jika-"

"Appa kurang ajar mengerjaiku !" Ucap V memutus ucapan Daehyun.

"Kau itu yang kurang ajar memutus ucapan orang tua ! Bisa diam tidak ?!" Omel Daehyun dan membuat V cemberut sembari memeluk Ibu Daehyun.

"Lanjutkan !" Ucap Tuan Jung.

"Jika dia tak mau memaafkan Baekhyun. Tapi dia malah mengatai saya berhalusinasi karna menurutnya Baekhyun tak akan sudi tidur dengan saya, karna saat itu memang saya dan Baekhyun memang belum resmi bersama. Tapi karna geram saya langsung menarik tubuh Baekhyun yang tertidur dalam balutan selimut untuk berselca. Posisi Baekhyun saat itu menggunakan pakaian lengkap hanya sengaja saya tutupi selimut. Sedangkan saya memang toples karna saya memang sering tidur dalam keadaan toples, lagipula suhu kamar sangat panas karna Baekhyun tidak kuat udara dingin. Jadi itu murni saya mengerjai Taehyung." Jelas Daehyun membuat mereka yang ada disana menatap cengoh kearahnya.

Mereka semua tak habis pikir, kenapa Daehyun sekurang kerjaan itu. Untuk apa mengerjai anak kecil dengan hal – hal seperti itu.


(Bagi yang lupa, cerita ini ada di Chapter 6 '2 3 We are ONE Family, Yes Sir!

Dimana V V marah sama Baekhyun gara – gara Baekhyun tak pamit pergi ke Jerman selama seminggu pada V. Tapi marahnya V itu berimbas baik pada hubungan DaeBaek karna sejak V marah, Baekhyun jadi nempel terus sama Daehyun -_- kebetulan bulan – bulan itu BAPEXO dan BAPBTS sering satu panggung. V tak mau memaafkan Baekhyun walau Baekhyun udah berkali – kali minta maaf.

Saat hari pernikahan Baekbeom, Baekhyun dijemput Daehyun dan 'diamankan' diapartemenya (apartemen Yuri) selama 2 / 3 hari. Disalah satu malam saat Baekhyun tidur, Daehyun iseng memotreti Baekhyun untuk dikirimkan ke V, salah satu fotonya ada pose dimana terlihat mereka habis melakukan sesuatu karna sama – sama berkeringat. Efek kepanasan suhu ruangan sebenarnya -_-)


"Lalu kalo balon lucu itu bagaimana ?!"

*NGEK !

"Eh ?!"

"Mati aku ! Kenapa setan kecil itu malah membahas masalah itu ?!" Ucap Yuri pelan sambil menepuk keningnya di saat semua orang kembali menatap heran kearah V. Dia menoleh sejenak kearah Baekbeom saat namja itu menjawil pelan bahunya.

"Kenapa ?! Ada apa ?! Apa yang dia maksud ?!" Tanya BaekBeom berucap dengan menggerakan bibir tanpa suara. Yang dijawab pula dengan hal yang sama oleh

"Peng . . ang . . man !"

"MWOOOOO~ !"

"BaekBeom ! Kau kenapa ?!" Tanya Nyonya Byun saat Baekbeom tiba – tiba berteriak sebelum menutup mulutnya.

"Pabbo !" Omel Yuri pelan sambil memelototi Baekbeom yang terlihat langsung menepuk – nepuk keningnya.

"BaekBeom ! Eommamu tanya, kau kenapa ?!" Saut Appa Baekhyun.

"Itu tidak penting Tuan Byun, saya rasa dia berbincang dengan Yuri tadi. Yang sebaiknya kita tahu adalah maksud kalimat dari Taehyung." Ucap Tuan Jung membuat ketiga orang tua itu mengangguk.

"Mati kita Baek !" Ucap Daehyun pelan sambil menggenggam erat jemari Baekhyun.

"Kau sih bodoh ! Huhuhu, aku takut." Ucap Baekhyun Baekhyun sambil mencubit pelan lengan Daehyun.

"Akh, aduh ! Kenapa mencubit ?! Kau pikir aku tak takut ?! Eh – eh Baek, tapi kalau ketahuan kan paling hukumannya kita disuruh menikah. Bukankah itu menyenangkan, kita akhirnya menikah juga, bukankah itu yang kau mau, akhirnya kau jadi istriku dan aku jadi suamimu. Hehehe." Ucap Daehyun sembari terkekeh membuat Baekhyun mendengus sebal.

"Pikirkan karir kita Kekemato Pabbo !" Ucap Baekhyun geram yang membuat Daehyun langsung tersenyum kecut.

"Benar juga ya." Jawab Daehyun pelan.

"Taehyungie, tolong kemari sayang. Bisa Taehyung jelaskan apa maksud dari Taehyung tadi tentang balon lucu itu kepada Halmae ?!" Ucap Nyonya Jung sambil menarik V.

"Itu balon mainan kok Eomui, bukan sesuatu yang penting !" Saut Yuri membuat DaeBaek menoleh kearahnya. Tumben Yuri melindungi mereka.

"Kalo tak penting kenapa Taehyung harus membahasnya ?!" Ucap Nyonya Jung.

"Otak anak itu kan memang kurang beres." Ucap Yuri membuat V langsung melotot.

"Enak saja ! Aku kan memang menemukan balon – balon lucu di Apartemen yang lama dulu ! Bahkan ahjumma sampai memarahi Appa dan Eomma gara – gara balon lucu yang aku ditemukan dikamar ?!" Ucap V sambil berdecak pinggang ke arah Yuri dan membuat yeoja itupun ikut memelotinya.

"Kamar ?! Kamar di dorm EXO atau BAP Taehyungie ?!" Tanya Tuan Jung.

"Kamar Apartemen kami. Kami sebuah apartemen yang ditinggali bertiga."

"MWOOOOOOOO ?!"

Keempat orang paruh baya itu kembali berteriak mendengar ucapan V. Yuri dan DaeBaek semakin panas dingin. Sedangkan BaekBeom hanya bisa memainkan alisnya. Jujur dia tak tahu banyak tentang hubungan mereka dimasa lalu. Jadi dia memilih diam sebagai penonton.

"Apartemen ?! Kalian punya Apartemen ?!" Tanya Nyonya Byundan dijawab anggukan oleh V.

"Nde Halmoeni. Kalau apartemen yang lama. Itu dulunya milik Ahjumma dan Yongnam ahjusshi lalu diserahkan kepada Appa karna katanya mereka putus. Setelah itu kami yang menempati. Sayangnya hanya ada satu kamar. Hingga aku selalu diusir oleh Appa setiap mau menginap disana. Katanya mengganggu kegiatan mereka begitu. Aku tak tahu kegiatan apa. Untung saja Ahjumma membelikan Apartemen baru dengan dua kamar. Jadi aku tidak diusir – usir lagi dari kamar mereka karna sudah memiliki kamar sendiri." Ucap V dengan tampang tak berdosa mengabaikan ekspresi cengoh dari ke empat orang dewasa dan empat orang tua yang terlihat terkejut.

"Apartemen SeHyun ?! Sehyun-ah, jadi dulu selama tinggal di Seoul kau tinggal serumah dengan Yongnam ?!" Tanya Nyonya Jung kearah Yuri yang terlihat terkejut.

"Sialan kau setan. Kenapa malah aku yang kena ?!" Batin yeoja itu.

"A-anu eomui, ka-kami memang pernah tinggal bersama. Tapi hanya tinggal bersama. Kami tidak pernah melakukan apapu-"

"Bohong sekali, mana mungkin dua orang tinggal bersama dalam satu tempat dan hanya ada satu kamar tidak melakukan apapun." Saut Daehyun sembari mencibir membuat Yuri menoleh dan memberi tatapan membunuhnya.

"Dae~ kau itu kenapa komentar terus sih !" Omel Baekhyun pelan. Baekhyun rasa kalau salah satu dari mereka berkomentar dampaknya akan panjang.

"Yeobo sudahlah, kan hubungannya dengan Yongnam juga sudah jelas." Ucap Tuan Jung mencoba menenang istrinya.

"Bukan begitu yeobo, kalau tahu begitu kenapa tidak dilanjutkan saja. Kan aku lebih ten-"

"Aku bukan anak kecil Eomui. Aku bisa hidup sendiri. Urusi saja anak lelaki Eomui itu." Ucap Yuri sambil menunjuk kearah Daehyun.

"Benar juga katanya, kita ini membahas Daehyun dan Baekhyun yeobo." Ucap Tuan Jung kembali dan membuat Nyonya Jung mengangguk.

"Tunggu, Taehyung bilang kalian menempati sebuah apartemen. Berarti kalian juga tinggal bersama ?! Sekamar ?! Seranjang ?! Lalu kegiatan ?! Kegiatan apa yang kalian lakukan disana ?!" Tanya Tuan Byun tiba – tiba.

/Glup !/

DaeBaek kembali menegak kasar ludah mereka saat mendengar pertanyaan Appa Baekhyun itu.

"E-eobseo Appa ! Kami tak selalu berada disana." Ucap Baekhyun dengan suara sedikit tergagap.

"Nde. Benar Aboejin. Kami hanya menggunakan tempat itu sebagai tempat singgah dikala kami free. Hanya sekedar ngobrol. Itu saja." Ucap Daehyun mengimbuhi.

"Ooo~ begitu ?! Bohong sekali, kalau ngobrol dimana – mana kan bisa. Lagipula mana mungkin dua orang tinggal bersama dalam satu tempat dan tidur dalam satu kamar tidak melakukan apapun. Sekalipun mereka hanya kesana saat free saja. Lalu kegiatan tadi kegiatan apa ya ?!" Saut Yuri mengulangi pernyataan Daehyun sembari bersmirk kearah Daehyun yang tengah tercengang itu.

"Apa aku bilang ! Mulutmu itu tadi pakai menyaut. Seperti tak tahu watak yeoja itu saja." Omel Baekhyun kembali dengan suara berbisik kearah Daehyun yang langsung tertunduk lesu.

Yah, itu memang kesalahannya. Seharusnya dia yang lebih mengetahui watak dari yeoja yang pernah menjadi bagian dari keluarganya itu. Sekarang kalau sudah begini, dia yakin yeoja itu pasti akan menyerangnya lebih parah lagi.

"Ja-jadi . . . maksudmu Baekhyun dan menantu Jung begitu – begituan ?!" Ucap Nyonya Byun sambil memainkan jarinya dengan ekspresi anehnya.

"Begitu – begitu apa sih Eomma ?! Kami tidak melakukan apapun !" Bantah Baekhyun dengan wajah berkeringat.

"S-sungguh ?!" Tanya Nyonya Byun dengan ekspresi sedikit ragu.

"SUNGGUH !" / "BOHONG !"

"Eh ?!"

Keempat orang tua itu saling berpandangan satu sama lain saat melihat DaeBaek kompak menjawab 'SUNGGUH' (mereka tak melakukannya), tapi Baekbeom Yuri dan Taehyung kompak berteriak 'BOHONG' (jika mereka bilang tak pernah melakukannya).

"Ja-jadi . . . Ka-kalian ?! Me-melakukan ?! Ya Tuhan jantungku !"

"EOMMA !" / "YOEBO !" Teriak Byun bersaudara dan Tuan Jung sambil berlari kearah Nyonya Jung yang terlihat lemas hingga terjatuh dan duduk di kursi.

"Hah ! Hah ! Hah ! Na-nafasku . . . Na- . . . fasku . . . Dadaku se-sesak sekali !"

"EOMUI !" / "YEOBO !"

Kini ganti keluarga Jung yang panik karna Nyonya Jung memegangi dadanya. Nyonya Jung memang menderita asma.

"Lalu aku harus mendatangi siapa ?! Halmoenie / Halmae ?! Ah molla, aku duduk disini saja. Takut salah lagi." Ucap V yang bingung mau ikut menolong siapa akhirnya memilih duduk dan memakan kue yang ada di meja -_-

"Eomma ! Eomma gwenchana ?!" tanya Beom panik.

"Hiks~ eomma mianhae !" Ucap Baekhyun sembari terisak. Bagaimanapun dialah penyebab Eommanya jadi seperti ini.

"Yeobo ! Sabar yeobo ! Tenangkan dirimu .. aku benar – benar belum ingin menjadi duda."

"APPA !" Byun bersaudara kompak meneriaki Appa mereka yang kembali berbicara ngawur.

"Yeobo ! Tarik nafas pelan – pelan. Kontrol nafasmu yeobo !" Ucap Tuan Jung sambil memegang tangan istrinya dan mengurut pelan bagian atas dadanya.

"Haduh mana alatnya lupa dibawa. Eomui, eomui tenang nde ?! Eomui jangan panik seperti ini. Ingat kesehatan Eomui." Ucap Yuri ikut menenangkan Nyonya Jung sembari mengelus elus pelan punggung Nyonya Jung.

"Eomui maaf eomui ! Mianhae eomui !" Ucap Daehyun sambil memeluk ibunya dengan wajah berada dipangkuan Nyonya Jung.

"La-lalu b-bagaimana cara kalian melakukan i-itu ?!" Tanya Nyonya Byun pada Baekhyun.

"Melakukan apa Eomma, kami tidak melakukan apapun." Bantah Baekhyun.

"Dae~ bagaimana rasanya ?! Apa bedanya dengan melakukan itu dengan seorang yeoja ?!" Tanya Nyonya Jung tiba – tiba.

"Molla. Aku belum pernah melakukannya dengan yeoja. Baekhyun satu - satunya orang yang pernah aku sentuh."

"MWOOOOOOO ?!"

/Bruk !/

"Eh ?!"

"YOEBO !"/ "EOMUI !" / "EOMMA !"

Tuan Jung, Tuan Byun dan Beom-Ri langsung kembali berteriak panik saat kedua wanita itu kompak pingsan secara bersamaan.

"JUNG~ . . . DAE~ . . . HYUN~ ! KAU ITU BODOH YA ?!" Teriak Baekhyun sambil menghampiri Daehyun dan memukul – mukul tubuhnya.

"Akh ! Aduh – aduh . . . kenapa memukuliku ?! Aduh maaf aku tak sengaja ! Aduh sudah dong sakit ! Baek ! Aku kan keceplosan. Aduh sakit ! Berhenti BEB !" Ucap Daehyun sambil mencoba melindungi tubuhnya yang menjadi korban kekerasan Baekhyun.

"Apa Babeb Babeb ! Panggilan macam apa itu ?!" Ucap Baekhyun menghentikan cubitan dan pukulannya.

"Baby Baekhyun~ . . . !" Ucap Daehyun dengan nada menggoda.

"Kau itu sempat sempatnya bercanda." Ucap Baekhyun sewot.

"Sudah ! Jangan malah ribut sendiri ! Lihat akibat perbuatan kalian, Eomma dan Eomui kalian jadi seperti ini !" Omel Tuan Jung membuat DaeBaek langsung terdiam sembari menunduk.

"Tuan Byun, lalu ini bagaimana ?! Haruskah kita menikahkan mereka ?!" Tanya Tuan Jung yang membuat DaeBaek langsung terkejut mendengarnya.

"Ya harus. Sudah seperti ini juga." Jawab Tuan Byun membuat DaeBaek semakin melebarkan matanya.

"Tapi Tuan Byun, bukankah pernikahan mereka akan susah adanya ?! Mereka kan sesama namja. Bagaimana cara menikahkan mereka. Belum lagi lihat keadaan istri kita sekarang. Apakah mereka setuju jika Daehyun dan Baekhyun dinika-"

"AKU SETUJU !" / "AKU JUGA SETUJU !"

"Eh ?!"

Keenam orang yang tengah sadar terlihat terkejut melihat kedua wanita yang tadi pingsan tiba – tiba mendadak terbangun.

"Aneh sekali tiba – tiba bisa terbangun dari pingsan begitu ?!" Ucap Yuri.

"Eh pingsan ?! Tadi Eomui pingsan ya ?! Hahaha... aduh kenapa bisa mendadak bangun begini ya ?!" Ucap Nyonya Jung sembari tertawa gaje.

"Benar Besan Jung. Kenapa aku juga bisa tiba – tiba mendadak sadar ya. Mungkin karna kita kita berjodoh sebagai besan. Hahaha." Saut Nyonya Byun yang juga tertawa.

"Hahaha. Benar sekali Besan Byun. Kita sekeluarga memang berjodoh." Ucap Nyonya Jung ikut tertawa sebelum akhirnya berpelukan satu sama lain. Mengabaikan ekspresi cengoh orang – orang disekitar mereka.

"Yul, menurutmu keluargaku atau keluargamu yang gila ?!" Tanya Baekbeom dengan suara berbisik kearah Yuri.

"Terima nasib saja. Keluarga kita semuanya gila." Ucap Yuri membuat dirinya sendiri dan Baekbeom langsung menghela nafas.

"Kalian ini ada – ada saja." Komentar Tuan Byun.

"Sudah, abaikan saja mereka berdua. Yang perlu kita pikirkan adalah, bagaimana cara kita menikahkan mereka. Belum lagi dengan karir mereka." Ucap Tuan Jung kembali kebahasan awal.

"Ah benar, karir mereka ya ?! Bagaimana ya ?! Bisa – bisa mencurigakan. Belum lagi dengan agensi mereka. Apa mereka akan mengijinkan ?!" Ucap Tuan Byun ikut berfikir.

"Buat skandal saja."

"Eh ?!

Mereka semua langsung menoleh kearah Yuri saat yeoja itu tiba – tuba menyaut dengan ucapan yang tidak mereka mengerti.

"Maksudmu Yul ?!" Tanya Baekbeom.

"Yah buat saja skandal yang bisa menutupi hubungan kalian. Kencan mungkin. Salah satu dari kalian pura – pura memiliki kekasih yeoja dan mengenalkannya pada public." Ucap Yuri membuat DaeBaek cengoh seketika.

"Ah, ide yang bagus. Semacam pengalihan perhatian begitu ?! Boleh juga itu. Kalau masalah agensi bagaimana Yul ?! Yang satu ini cukup berat." Saut Baekbeom kembali.

"Masalah agensi tenang saja. TS itu lebih longgar daripada SM, jadi lebih mudah didekati dengan cara berbicara baik - baik. Kalo untuk SM, santai. Selama ada aku. Masalah dengan SM dijamin beres. Hehehe." Ucap Yuri sembari tersenyum.

"Jelas saja. Kau kan pernah menjadi wanita simpanan petinggi SM."

"YAK !"

Yuri langsung berteriak dengan ekspresi geramnya saat Daehyun tiba – tiba menyaut ucapannya dan mengatainya.

"Daehyun ! Kau ini apa – apaan mengatai noonamu seperti itu. Sehyun bukan simpanannya tapi-"

"Eomui ! Tak perlu dibahas juga kali !" Ucap Yuri memutuskan ucapan Nyonya Jung yang dirasa pasti akan melebar kemana – mana.

"Jadi siapa yang harus membuat skandal ?! Daehyun atau Baekhyun ?!" Tanya Nyonya Byun. Membuat DaeBaek saling berpandangan sebelum akhirnya sama – sama menggeleng. Sepertinya mereka sama – sama tidak mau melakukan hal bodoh itu.

"Kenapa malah geleng – geleng. Mau tak mau hanya itu jalan keluar satu – satunya." Ucap Nyonya Byun yang diangguki oleh semua kecuali DaeBaek dan V yang tengah tertidur tentunya.

"Ah itu bisa dipikirkan nanti. Yang penting kita sudah menemukan sedikit jalan keluar." Ucap Tuan Byun.

"Benar sekali. Masalah itu bisa dibahas lain hari." Saut Tuan Jung.

"Hah ! Benar sekali. Yang penting hatiku sudah lega sekarang karna tak ada kesalahan untuk kedua kalinya. Sekarang aku mensyukuri menantu Byun itu namja." Ucap Nyonya Jung dengan ekspresi lega.

"Maksud Besan Jung apa ?!" Tanya NyoNya Byun tak paham.

"Aku hanya berfikir jika Baekhyunee itu yeoja dan mereka sudah berhubungan terlalu jauh, bagaimana jika sampai Baekhyunee hamil ?! Aku bisa gila mengetahui kenyataan kedua putraku sama – sama menghamili yeo-"

"EHEM !"

/DEG !/

"Eh ?!"

Ucapan Nyonya Jung terhenti seketika saat tiba – tiba terdengar suara deheman keras. Suasana mendadak hening dengan semua pandangan tertuju kearah Yuri.

"S-sehyun-ah mianhae, eomui tidak bermaksud me-"

"Gwenchanayo eomui. Itu hanya masa lalu. Tapi bisakah Eomui mulai memanggil namaku dengan Yuri, sekarang namaku Yuri bukan lagi Sehyun lagi." Ucap Yuri sambil tersenyum samar tapi tak bisa menutupi matanya yang tengah berair.

"Beom-ssi bisakah kau angkat Taehyung. Kita harus kembali ke airport. Mari semuanya kita bersiap – siap. Kan masalahnya sudah selesai. Saya ke member BAP dulu. Permisi." Lanjut Yuri sambil menarik Baekbeom untuk menggendong V sebelum akhirnya meninggalkan mereka dan berjalan kearah meja member BAP.

Daehyun yang melihat kepergian mereka hanya bisa terdiam. Dia mengerti perasaan kedua wanita itu. Dia mengerti ketakutan Ibunya. Dia tahu Ibunya tak ingin ada korban kedua. Ibunya tak mau kedua anaknya melakukan kesalahan yang sama.

Dan Daehyun juga sangat paham perasaan Yuri. Dia mengerti jika Yuri tak pernah ingin mengingat masa lalunya. Masa dimana dia masih menjadi bagian keluarga Jung. Masa dimana yeoja itu mengalami depresi dan berkali – kali melakukan percobaan bunuh diri, akibat dihamili dan dicampakan begitu saja oleh Hyungnya. Terdengar kejam dan menyakitkan. Jadi dia berjanji pada dirinya sendiri jika dia tak akan melakukan hal yang sama.

Tapi terlepas dari itu. Sesuatu yang mengganggu pikirannya adalah . . . bagaimana kelanjutan rencana tentang 'skandal dating' yang akan dihadapinya dengan Baekhyun. Akankah mereka tetap melakukan hal bodoh itu untuk menutupi hubungan mereka?!

.

.

.

.

.

.

TBC

dengan tidak elitnya .. hahaha


Annyeong HYUNers~ Mian cuma dikit dan gak jadi Last chapter .. Yuri samain sama yang di FP biar imbang .. walau kata - katanya banyakan disini

Gomapta buat yang udah Review , Yuri baca kok semua komen kalian .. yang jadi SIDER, makasih udah mampir..tapi jangan diteruskan dong.

Kecuali jika kalian itu Antis HYUN Family tapi nekat memaksakan diri untuk membaca karna penasaran..

Sekali lagi Yuri bilang, jangan terlalu membenci mereka, karna ini murni hanya Fanfiction .. kalau nekat,jangan salahkan saya jika nanti kalian malah JATUH CINTA sama moment mereka di cerita saya! ^^

Mian Yuri ngomong beginian, jujur Yuri memang masih sensi masalah ini..

Katanya gak suka HYUN family tapi baca semua FF Yuri yang notabene pasti HYUN Family.


[MAKE ART NOT WAR ala BYG]

Mari kita berkarya dengan karya kita masing – masing tanpa menjatuhkan karya orang lain !


Buat yang belum tahu, Yuri sempat ada masalah kemarin di FP mengenai orang yang mungkin membenci HYUN Family karna dirasa merusak DaeJae & ChanBaek ! (Kalo ChanBaek shipper masih aman sih ya ^^)

PLEASE ! Ini hanya fanfiction .. kenapa dibawa serius ?!

Kalau gak suka .. gak usah baca ! Gampangkan ?!

Untuk ChanBaek Shipper DaeJae Shipper .. I LOVE YOU ! Makasih dah mau baca ^^*bow !

Yuri membuat karya untuk menghibur bukan untuk cari musuh.

Kalau kalian pikir dengan begitu Yuri akan berhenti nulis .. kalian salah !

.

.

.

NB : Untuk masalah skandal, Yuri memang buat seolah – olah Han Yuri penggagasnya, agar kalian tak menyalahkan Baekhyun.. silahkan membenci atau mengomeli Han Yuri.. anggap aja mereka hanya 'korban'. Han Yuri. Tapi omelin Han Yuri yang sono ya .. yang entah wujudnya ada dimana .. *pasang puppy eyes .

Yang gak kenal sama OC 'Han Yuri', Yuri minta kalian untuk baca '2 3 We are ONE Family, Yes Sir !' di FFn, dia bukan orang asing yang tiba – tiba masuk !

Jadi Yuri sedikit tersinggung waktu ada yang bilang Han Yuri itu ganggu .. dikit tapi .. hehehe.
Yuri pribadi kadang suka sebel kok ma tokoh Han Yuri, tapi Yuri masukin dia karna Cuma dia yang bisa bikin 'keributan'.

Yuri juga nurutin reader yang minta moment Tae-Ri (ini couple Ahjumma Keponakan, bukan couple pacaran) ..

Dan yang mikir Yuri bakal CinLok ma Sehun gegara moment kemarin KAGAK BAKAL ! Sehun itu milik Luhan dan Yuri itu milik Yongnam ! Hehehe


THANKS TO ALL READER !

Terutama untuk para Reader setia yang tak hanya setia membaca tapi juga setia mereview juga.

ohmydeer , unny2013, GGranie, 0706, Byunb, HunHan Baby, AnisaGalih, Winter Deer, Nisa Marni EXO fans, JeonYeona, Jungjaegun, Luhandeer, Dinda Ladyta, Young Demin, Tyahra Lau, Novnov, KimYori95, Lulu Auren, Kaa,Laxuovrds, Vbuble, RaHae AngElFishy Dae, July, Kim Sakee, Jung99, Thyaa rizki, Rizkiamaliee, RiinKkamjongBaek, Byunbaekkie, Akiya Exotics, ChoHan, Rizkivia, NaturalCandy1994, Inggit, ByunBaekkie, HyuieYunnie, MaknaeVisual, Flenkyu, Rapp-i, Nur991fah, Vakmalia9, Byuntae92, BJooXero, DBSJYJ, Amelll FDLUKEERS, Eth'V'baby, AhnJaehyun, Oh chacha, Chensing, Yerizel98, Taehyung's, Strongbabyz, Fujoshistan, Ulfaaadn, RatriW, ChaYunwoo, Putrinurul maulidya, Ssonyoung, Kim Tria, RTY juga para GUEST (lain kali pake nama ya, biar Yuri kenal ma kalian ^^)

Makasih juga yang udah review lewat Facebook, sms, BBM, Facebook, Twitter, WA dan yang lain – lain. Juga yang udah follow dan favoritein FF ini.

Mian gak bisa sebutin dan bales coment kalian satu persatu :(

Sampai Jumpa di LAST CHAPTER ! ^^