Pilot, My Husband

Pairing : Kaihun, Krishan

Genre : Romance, Humor

Rate : M(Nanti lihat keadaan)

Summary : "Gelangmu ada di aku."

.

Happy Reading!

.

Kusarankan untuk mendengarkan lagu EXO-HEART ATTACK, atau BABY DON'T CRY di akhir cerita

.

"F-15 Slam Eagle, pesawat terbang Korea yang dibeli dari AS kurang lebih satu tahun lalu. Ini adalah jenis pesawat pengebom yang bisa dialih fungsikan menjadi pesawat penumpang." Luhan menjelaskan sejarah tentang pesawat dan kapal terbang secara mendalam di akademi angkatan udara.

"Kita beralih ke balon udara. Memiliki tiga bagian yang dibagi menjadi beberapa bagian kecil. Bagian balon terdiri dari katup parasut, selubung, panel, dan jahitan. Di bagian keranjang, dibagi menjadi beberapa bagian, coba perhatikan gambar 9.10 halaman seratus tujuh puluh delapan. Ada tungku, kumparan pemanas, kabel bahan bakar, katup serabut, penyangga beban, perangkat penerbangan, alat ukur laju kenaikan, pengukur ketinggia(biasanya mdpl), pengukur sehu, dudukan, gagang keranjang, dan alas kayu. Sampai disini ada yang mau bertanya?" Luhan mengedarkan pandangan ke semua muridnya yang sibuk mencatat.

"Saya Saem!" Krystal mengangkat tangan kanannya.

"Silahkan."

"Bisa jelaskan tentang kapal udara?" Luhan tersenyum, anak didiknya itu memang kritis dalam bertanya.

"Ehm, begini. Joba kalian buka halaman 186. Kapal udara dirancang berdasarkan konsep balon udara. Ada tiga golongan pesawat yaitu pesawat lentur(nongrid) biasa disebut blimp yang kantungnya dibentuk oleh tekanan gas, pesawat semi kaku (semirigid) bentuk pesawatnya terpengaruh dari tekanan gas bentuk lunas yang membujur, dan pesawat kaku atau Zeppelin bentuknya mengikuti rangka pesawatnya. Secara teknis, tiga golongan pesawat ini disebut dirigible (dari bahasa Latin dirigere, yang berarti to direct=mengendalikan, to steer=mengemudi). Ada lagi yang ingin ditanyakan?" semua murid mengangguk paham.

"Baiklah kalau tidak ada yang ingin ditanyakan. Kerjakan soal dari saya, saya dikte!" murid di kelas akademi itu langsung menyiapkan buku catatan.

"Sebut dan jelaskan secara rinci mengapa pesawat layang dapat terbang walaupun tanpa mesin? Dikumpulkan besok lusa, jika sampai ada yang belum mengerjakan, siap-siap menerima hadiah..." seringai keluar di bibir Luhan. Yah, sebagai ketua kelas, Krystal cukup mengenal guru bermarga Xi itu, walaupun ia menjadi guru favorit, jangan lupakan ketenarannya dalam memberi 'hadiah' yang membuat para murid bandel langsung berubah satu minggu kemudian. Penasaran dengan hadiah dari Luhan? Sama, saya juga! ^_^

.

.

.

"Kris, bisa kita bicara sebentar?" Jessica melakukan kunjungan rutin ke ruangan adiknya itu.

"Waeyo noona?"

"Aku mendapat kabar dari Venesse Wu kalau kau harus ke Kanada selama lima hari." Ucapan kakaknya membuat Kris menatap intens kakaknya itu.

"Maksud noona?" Jessica menghela nafas.

"Kau disuruh ke Kanada oleh 'dia' untuk mengurus perusahaan disana, karena aku sudah di London." Jika kakaknya ini ikut berperan dalam drama, sudah dipastikan yang mendengar kabar darinya akan langsung dagdigdugder! Yah, seperti dia sekarang ini.

"Tapi, Luhan bagaimana?" paling tidak Kris harus membuat jalan pikiran kakaknya itu berubah.

"Ajak saja, masalah Sehun dan Hanyoung biar aku yang urus." Jessica menghentikan bicaranya saat melihat mimik wajah adiknya yang berubah.

"Kau menyembuyikan sesuatu dariku?" yap! Applause untukmu Sic, pertanyaanmu menancap telak di dada Kris.

"Aku yang menyebabkan orang tua Luhan bercerai..." jawab Kris lirih, saking lirihnya, Jessica sampai tidak mendengar begitu jelas, tapi ia bisa menangkap maksud dari apa yang adiknya bicarakan.

"Maksudmu? Apa kau menuruti perintah Papa malam itu Kris?! Jawab Aku!" Jessica mulai mengguncang tubuh lesu adiknya.

BRUK!

"Maafkan aku noona, maafkan aku...aku tidak bisa menentang perintah Papa. Maafkan aku noona." Kris bersimpuh di hadapan sang kakak yang masih memasang wajah keras. Jessica hanya menghembuskan nafasnya secara perlahan, berusaha meredam emosinya. Jujur, ia muak dengan kehidupannya. Apalagi ia anak tertua, dan ia masih memiliki tanggung jawab kepada adiknya. Menjadi boneka seorang presdir? Cuih! Bahkan kakak beradik itu menyebutkan nama ayahnya langsung tanpa panggilan sayang seperti Papa, Daddy, atau apalah itu.

"Ceritakan padaku, sejelas-jelasnya, serinci-rincinya." Jessica menangkup bahu adiknya itu.

"Malam itu..."

Flashback

"Noona, kau jadi ke London dan menikah dengan Taylor Kwon?" Kris menatap sang kakak yang berbinar-binar. Jessica hanya tersenyum.

"Ne, paling tidak kau bisa membuatmu lebih dewasa, dengan tidak merepotkan orang lain lagi." Kris mendengus, ia sudah sembilan belas tahun! Dia sudah dapat hak memilih, sim, dan sebagainya.

"Aku bukan anak kecil, Jessica Li." Jessica memberengut, ia mengacak pelan rambut adiknya.

"Tapi, kau masih menjadi boneka Papa, iya kan?" tawa Jessica menggema di ruangan itu, seperti tawa yang hambar. Kris mendesah, ia masih menyayangi Papanya. Ia rela mengorbankan apapun demi keluarganya.

TOK!TOK!TOK!

"Masuk!" jawab Jessica dengan tenang. Kakak beradik itu menoleh dan mendapati sang ayah, Venesse Li atau Venesse Wu.

"Papa?" dua kakak beradik itu spontan menjawab.

"Sic, kemasi barangmu dan cepat berbenah. Besok kita pergi ke London. Kris, Papa ingin bicara denganmu." Kris hanya mengangguk.

"Kau maukan pendidikanmu terus lancar, dan bisa menjadi pilot secara permananen?" ucapan Papanya yang menggiurkan langsung membuat Kris tersenyum, walau cukup tipis, namun kurva itu akhirnya terbentuk.

"Tentu."jawabnya singkat.

"Bantu Papa menghancurkan keluarga Xi, provokasi ibu Luhan untuk meggugat cerai sang suami, lalu bunuh dia." Kris menatap tak percaya ke arah lelaki berusia 49 tahun itu.

"Kau mau memilih yang mana? Menghancurkan keluarga Xi dengan begitu kakak dan Ibumu tidak kubunuh, atau sebaliknya?" Venesse memperlihatkan video dimana Jessica dan Kaylie disekap di sebuah gudang dengan bensin yang siap menyala jika ada yang menyulutkan api. Entah kapan kakak dan Ibunya itu bisa disekap di gudang, padahal baru satu menit yang lalu ia berbicara dengan Jessica, namun ia tidak mempedulikan, yang terpenting, bagaimana ia menghadapi ini. Apalagi, Luhan berstatus sebagai kekasihnya.

"Papa..." Kris hanya menghela nafas, menatap kepergian sang ayah dengan sendu.

Flashback END

PLAK! PLAK! PLAK!

"Bodoh kau Kris! Bodoh sekali! Kau fikir dengan cara itu Luhan bisa dengan mudah memaafkanmu? Menerima segala macam pembelaan dan alasan darimu, hah? Sejak kapan aku mengajarimu menjadi pengecut?"

"Pikirkan baik-baik omonganku, aku pergi." Jessica sudah kecewa dengan kelakuan adiknya yang terlalu penurut dan menghormati orang yang lebih tua.

.

Pilot, My Husband

.

"Hanyoung-ah! Ayo pulang!" Sehun sedang menunggu Hanyoung yang sedang berbicara dengan teman laki-lakinya yang terlihat familiar.

"Sehun oppa! Perkenalkan ini Taemin, Kim Taemin!" Taemin dan Sehun yang sudah saling melihat langsung membelalakkan matanya.

"Kau! Kau adiknya Kai saat itu kan?"

"Kau teman kkamjong hyung yang kusebut hyung-manis-putih-mulus itu, kan?" Sehun hanya tersenyum.

"Ah, syukurlah kalau kalian-"

"Taemin! Ayo pulang!" bersamaan dengan itu sebuah mobil audy lewat di depan mereka. Sehun membungkuk sedikit tanda menghormati Jongin.

"Hyung, aku mau mengerjakan tugas di rumah Hanyoung, boleh kan hyung?" Kai hanya mengangguk, lalu kembai ke dalam mobil.

"Ayo masuk, biar kuantar.

.

Pilot, My Husband

.

"Kita kekurangan personil Kris, mau tidak mau kita harus mengambil tindakan. Sepertinya Ketua Han sangat berani untuk mengambil anak SHS. Paling tidak, ada yang mengendarai pesawat jet F-15 yang tersisa." Yonghwa hanya nyengir, melihat tatapan Kris yang tidak begitu bersahabat.

"Hyung, bisakah kita tidak mengungkit masalah itu dulu? Aku terlalu malas untuk membahasnya." Yonghwa hanya terkekeh.

"Apa karena pembicaraanmu tadi dengan kakakmu? Kuperhatikan, kakakmu keluar dengan wajah seperti menyiratkan kekecewaan mendalam, maybe?" Kris semakin menghembuskan nafasnya lebih berat, ia tahu kakak perempuannya itu sudah berjuang banyak bagi dirinya, dan ia juga yang menjadi sosok pengganti Ibu mereka yang sudah meninggal.

"Dia memang kecewa padaku hyung..." Yonghwa terdiam melihat teman sekaligus orang yang sudah ia anggap saudara itu. Ia diam sejenak, hingga kemudian menarik tangan Kris menuju hanggar pesawat.

"Ya! Hyung! Bagaimana kalau ada Kepala Staf Gabungan yang melihat? Kita akan dihukum dengan sangat tidak elit, mengoperasikan mesin pembersih KTX selama seminggu? Ckckckck." Yonghwa semakin terkekeh. Ia menepuk bahu Kris.

"Ya sudah, kalau kau tidak mau, tiga manuver saja di lapangan terbang, bagaimana? Setelah ini kau dan Luhan, istrimu itu akan pergi ke Jeju untuk melatih dua anak SHS itu kan?" Yonghw greget sendiri melihat teman satu angkatannya yang lola abis.

"Hyung, kau mau memakai yang mana?" Kris menawarkan pesawat yang tersedia di hanggar.

"Bagaimana kalau kita..."

"Yak! Kris Wu! Kenapa anda belum bersiap? Dan Jung Yonghwa, anda kenapa belum berangkat ke Daegu?!" dua orang itu membalikkan badan, dan...jengjengjengjeng...seorang Han Kyu Wan dengan tampang sangar tapi tetap imut/?/ menatap tajam dua Kepala Staf itu. Dan akhirnya, bisa kalian tebak sendiri...

.

Pilot, My Husband

.

"Oppa, kau kenal Sehun Oppa dimana? Dan kenapa wajahmu seolah familiar?" Sehun mengerutkan kening saat Hanyoung mengatakan itu. Sebenarnya ia juga merasa familiar dengan wajah Kai, seperti sahabat kecilnya, ups, kalau boleh yah, cinta pertamanya ^_^

"Young-young, kau kenal hyungku? Dimana?" Taemin mengarahkan pandangannya ke arah Hanyoung.

"Apa Oppa pernah tinggal di Daegu? Ehm, sekitar tujuh tahun lalu?" tanya Hanyoung tiba-tiba.

UHUK!

Rasanya Kai ingin tersedak saat mendengarnya, kenapa adik Sehun ini memiliki ingatan yang sangat kuat? Oh ayolah, ini bukan jamannya buku komik Jepang yang memiliki mind reader. Kai menghela nafas.

"Hanyoung, Taemin, bisakah aku bicara dengan Sehun? hanya berdua." Dua anak itu mengangguk, lalu masuk ke kamar Hanyoung, meski sedikit bingung dengan kelakuan lelaki tan itu.

"Ikut aku." Kai menarik lembut tangan Sehun, sepertinya Kai sedang bernostalgia. Yah, ia ingat saat tangannya menggenggam pergelangan Sehun yang sangat kurus, bagai tulang dilapis kulit saja.

"Taman? Untuk apa?" Sehun mengikuti Kai yang duduk di bawah pohon american elm yang daunnya masih gugur, dan siap meranggas ditelan musim dingin.

"Aku ingin berbicara sesuatu denganmu, Hunnie. Tentang masa lalu." Kai tersenyum lembut, ia menggenggam jemari kurus Sehun.

"K-Kai, k-kkau bilang apa tadi? Hunnie? Kai! Jawab aku!" liquid itu menalir dengan derasnya di pipi Sehun yang memerah kedinginan.

GREP!

"Ini aku Hunnieya, aku kembali , kepadamu..." Kai menunjukkan gelang warna hitam yang ia simpan.

"Ini gelangmu kan?" Sehun hanya mengangguk, bibirnya sangat kelu, sungguh ia ingin menumpahkan seluruh emosinya di dada bidang lelaki tan di hadapannya, tapi ia tidak semurah itu, orang didepannya bukan lagi Jonginya, Jongin yang selalu ada disampingnya, Jongin yang pendiam tapi sangat melindungi dan menyayanginya, Jongin yang berjanji pada Luhan untuk menjaga Sehun dengan sepenuh hati, itu dulu. Sekarang, seorang Jongin sudah mati, detelan pergantian menjadi 'Kai' Sehun terus menggigit bibir bawahnya.

"Hunnie, mianhae..." Kai langsung memeluk Sehun yang terlihat shock karena ucapannya tadi itu. Mengusap punggungnya pelan, memberikan ketenangan pada namja milky skin itu.

"Aku...hiks...membencimu...kau...tidak...tahu...seberapa...hiks...aku...menunggumu." Sehun terus memukuli dada bidang itu hingga Kai harus mengepalkan tangannya menahan sakit.

"Hun, look at me please. Lihat aku, apa ada sinar kebohongan di mataku?"tanya Kai menyakinkan Sehun.

"Jongin sudah mati..." lrih Sehun

"Maksudmu?" Kai tak habis pikir dengan ucapan Sehun itu.

"JONGIN SUDAH MATI! DIA KEMBALI KE SEOUL DAN TAK PERNAH MENDATANGIKU LAGI, DAN DISAAT AKU MERASAKAN ADA PENGGANTIMU ATAUPUN SEKEDAR MENGHILANGKAN PERASAAN ITU, YANG KURASAKAN HANYA SAKIT DAN SAKIT! DAN KINI, ADA ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI JONGIN DATANG KE KEHIDUPANKU LAGI! PADAHAL KAU SUDAH MELARANGKU UNTUK MEMAKAI NAMA JONGIN! KAU BUKAN JONGINKU LAGI!" Sehun langsung berlari meninggalkan Kai yang terduduk lemas di taman, ia melirik gelangnya. Tanpa babibu lagi, ia langsung memasukkannya ke dalam tas sekolah. Tujuannya hanya satu, kamarnya, sehingga ia bisa menangis dengan bebas.

BRAK!

"Sehun? Kau sudah pulang?" Kris mengernyit heran saat melihat adik iparnya terlihat menyedihkan.

"Kris hyung...hiks" Kris langsung memeluk Sehun, Luhan yang kembali dari dapur menatap Kris seolah ada-apa-dengan-Sehun? Dan hnya dibalas gelengan oleh Kris.

"Sehuna, waeyo? Ceritakan pada hyung..." Luhan mengusap pelan leher dan kepala Sehun yang masih berada di pelukan Kris. Perlahan Sehun mengangkat wajahnya dan menatap Luhan, sangat dalam.

"Hyung, Jongin kembali..."

.

Pilot, My Husband

.

Balas review dulu, tapi maaf kalau yang kubalas tidak semua, maaf sekali ya... ini chapter hadiah terakhir bulan ini, soalnya aku bakal hiatus dulu.

UnicornTry : sudah kejawab kan, misteriusnya Kris di chap ini?

Fujoshii G : Jessica bakal ngejelasin sosok Kris mulai chapter ini sampai kedepan.

Windywiwi : Kai nutpupin rasanya itu karena ada sesuatu/?/ liat aja di chapter depan.

Sapphire Zells :eh? Belajar tentang pesawat ya? Hehe, ini aku dapat feel dari komik punya kakakku, ceritanya maling gitu..

Xxx : Kenapa aku lebih suka Donghae jadi ukenya ya? Eh terserah ding, chapter kedepannya akan dijelaskan siapa Donghae itu.

KaiHunnieEXO : Jangan! Nanti kalau Taemin sama Kyungsoo gak ada, nanti gak ada yang bantu Hanyoung buat jadi pemandu sorak hubungan Kaihun.

Wereyeolves : suka deh, kalau punya adik kompak kayak gitu/author terharu/

Ye0ja : Itu masih menjadi misteri...awooooooo

Daddykaimommysehun : sabar aja, Sehun gak meduliin si Kkamjong, ia lebih serius ke sekolah, tpikal anak alim gak bandel, #lirikKai

Urikaihun : Jatoh bangun, #kasihan yah, masalah Kaihun ada di chap ini...

Sehunoona : Kai aku buat jaim, yah, malu malu tapi mau. Sbenarnya dia tu sayang bgt ma Hunnie(peluk)

Unknown88 : eh, aku malah gak tau kalau aku pakai tema baru, hehe #nyengirkuda

Nin nina : Kris sama Hanyoung emang sadis! Coba liat deh, karakter mereka di chapter depan

YoungChanBiased : Kalau sehun hamil, jalan ceritanya pendek bgt, eh tapi ini judulnya My Husband, ya? Bukan My Namjachingu, atau My Boyfriend? Hehe

BaixianGurl : kejawab di chap ini.

SehunBubbleTea1294 : Aku gak bisa buat nc panjang2 tanganku gak kuat...gak...gak...gak...kuat...aku gak kuat #nyanyi