Pilot, My Husband

Pairing : Kaihun, Krishan

Genre : Romance, Hurt

Rated : M (Liat situasi)

.

Happy Reading!

.

TING! TONG!

"Sebentar!" Luhan tergopoh-gopoh membukakan pintu.

"YIXING?" Luhan langsung memeluk Yixing erat, begitupun sebaliknya. Mereka melampiaskan rindu yang sudah mereka pendam bertahun-tahun.

"Wah, Suho-ya. Kau jadi appa! Siapa nama anakmu?" Luhan mencubit pipi bocah perempuan itu.

"Yima. Kim Yima." Yixing tersenyum.

"Yima?"

"Kau tahu lah Tao memanggilku Jun Ma Hao jadi, yah, begitulah." Suho hanya tersenyum tenang.

"Ayo masuk dulu."

"Oi! Kris! Kau dirumah?"

"Kris sedang mandi, ia tak ada jadwal hari ini, begitupun aku."

"Kalian kompak sekali, masuk sekolah bersama, bekerja di tempat yang sama. Dasar." Luhan tertawa.

"Kubuatkan minum dulu, ya.." saat Luhan beranjak ke dapur, Kris keluar dari kamar mandi.

"Oi! Junmyun!"

"Wah, Wufan. Bagaimana kabarmu?"

"aku baik Yixing-ah. Ini anakmu?" matanya menatap hangat bocah perempuan yang dipangku Yixing. SuLay mengangguk.

"Yima imnida."

"Ma? Bukannya itu panggilan Tao untukmu ya?" Kris terkekeh mendengar nama anak Suho itu.

"Begitulah, ngomong-ngomong kau sudah memberi tahu Luhan?"

DEG!

Pertanyaan yang sangat ia hindari saat ini justru mengalun dari bibir sahabatnya.

"Kau harus menghargai perjuangan Tao yang rela melepas Luhan untukmu yang jelas-jelas sudah menyakitinya." Ucap Yixing

"Tapi aku tidak yakin mengingat cerita Luhan saat kita masih di IFS. Bagaimana jika ia tahu aku yang melakukannya? Apa reaksinya?" Kris menghela nafas, sedikit mengacak rambutnya yang lepek karena basah.

"Bukankah Tao sudah berkali-kali mengatakan padamu untuk jujur kepada Luhan mengenai masalah ini?" Suho memandang Kris sarkatis.

"Ini minumannya, sepertinya tadi aku mendengar namaku disebutkan?" Luhan duduk di samping Kris.

"Memang kami sedang membicarakan kau." Jawab Suho enteng. Tidak memperdulikan Kris yang melotot tajam padanya.

"Tentang?" oke, Luhan mulai penasaran.

"Bagaimana rasanya dibohongi orang? Dulu kau mendapat predikat orang paling mudah memaafkan di sekolah?" Kris mulai berkeringat dingin mendengar ucapan Suho yang sepertinya, ah bukan sepertinya, memang menyindirnya.

"Menurutku itu lebih menyakitkan daripada kejujuran yang pahit.

CESS!

Perkataan Luhan menancap telak di dada Kris.

"Jadi, yang kau inginkan?" Yixing berusaha memancing Luhan tentang reaksi yang akan ditunjukkannya.

"Aku lebih suka kejujuran yang pahit seberapapun sakitnya daripada kebohongan yang berkedok demi kebaikan." Ia tidak tahu kalau perkataannya sudah membuat Kris semakin merasa bersalah.

"Oppa! Aku pulang!" Hanyoung berlari dari teras.

"Eh, ada tamu. Annyeonghaseyo, naneun Xi Hanyoung imnida, bangapseumnida." Bocah itu membungkukkan badannya.

"Ini maknaemu?"tanya Yixing.

"Begitulah."

"Yima imnida." Saat tersenyum, dimplenya langsung terlihat.

"Kau sangat cantik." Puji Hanyoung.

"Kau juga."

"Kita ke kamarku, aku punya banyak boneka, kita bisa bermain bersama." Gadis JHS itu menarik bocah yang menurut perkiraannya masih berada di kelas satu sd itu.

"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Sehun? Kudengar ia kau pindahkan ke IFS?" Suho menyeruput teh krisannya.

"Kudengar dari Donghae hyung, kalau di hari pertama ia masuk, ia mencoba memakai alat kita yang dulu." Kris mengambil pie apel dan menguyahnya dengan pelan.

"Dia melakukan uji coba dengan memasangkan Sehun dan Jongin, sepupunya. And, mereka berdua menjadi partner." Kris menguyah santai pie apelnya tanpa mempedulikan aura shock dari tiga orang itu.

"Kalian berlebihan." Kris menatap malas.

Kita lihat saja bagaimana Kris mengatakan siapa sebenarnya ia kepada Luhan.

.

Pilot, My Husband

.

Sehun berjalan di lorong B-3, lorong yang terkenal paling mistis, entah siang atau malam. Ia membenarkan letak pakaian musim dinginnya yang berlapis-lapis itu, ditambah dengan seragam sekolahnya. Matahari sudah condong ke barat, udara senja tampak bersahabat.

KLOTAK!

Suara misterius itu membuat Sehun berhenti, ia merasakan ada orang yang mengikuti. Namun, tak dihiraukan olehnya. Pikirannya benar-benar terkuras. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.

"Aku lelah." Sehun mengeratkan buku di pelukannya.

KLOTAK!

Bunyi itu kembali menggema di lorong yang sudah sangat sepi itu. Sehun tidak menghiraukan, ia tetap berjalan. Lorong yang ia lewati itu adalah yang terpanjang di sekolahnya.

"Appo!" Sehun hanya menghela nafas. Lebih baik ia segera pulang sebelum Luhan mencarinya. Satu-satunya bangunan yang masih ramai hanya gedung C yang berfungsi sebagai ruang olahraga, dan kelas XII A(tidak aksel) pulang jam 8.

Sejenak ia tertegun melihat bintang dari jendela lorong itu, bibirnya membentuk kurva yang sangat tipis. Seolah ada beban yang membuatnya terlalu berat hanya untuk menaikkannya sedikit. Namun, ia segera mengalihkan pandangannya ketika mengingat seseorang. Seseorang yang mengingatkannya tentang bintang.

"Kenapa semua orang menganggap lorong ini angker? Padahal, kalau malam sangat indah, dan cukup strategis untuk melihat bintang dan Seoul malam hari. Aku jadi rindu Jongin. Ah? Tidak! Dia sudah mati. Kai! Ya, ah molla!" Ia menuruni tangga, membiarkan orang di belakangnya hanya menatap sendu melihat punggung Sehun.

"Mianhae Sehunna..." matanya mengalihkan pandangan. Obsidiannya menerawang pemandangan di bawahnya itu.

"Bintang dan Sehun sama-sama indah."

.

Pilot, My Husband

.

"Baik, Sehun dan Kai. Hari ini kita berangkat ke akademi pelatihan di Jeju. Kalian berdua sudah berkemas?" Lee/ kau bisa menyebutnya Donghae hyung. Ia sedang membereskan kertas desain di mejanya.

"Sudah hyung/ Seosangnim." Donghae melirik Sehun.

"Panggil aku hyung saja." Sehun mengangguk.

"Nanti kita di Jeju tiga minggu, dan kita akan terbang ke Amerika. Kita di Texas tiga hari."

"Amerika?" Donghae mengangguk.

"Berapa biayanya hyung?" dua orang itu langsung menatap Sehun.

"500.000 won."jawab Donghae.

"Aku tidak ikut." Sehun langsung keluar ruangan, Kai yang melihat itu langsung menyusul. Melewati lorong B-3, taman, dan kolam ikan dekat gazebo. Kai terus mengikuti Sehun yang pergi ke Gedung B, salah. Perkiraannya salah. Sehun pergi menuju hanggar pesawat.

"Mau apa dia?" Kai berusaha menjaga jarak. Sehun masuk ke dalam pesawat jenis pengangkut buatan Amerika. F-15E Strike Eagle. Kai perlahan membuka pintu pesawat. Ia mendengar Sehun yang menangis di kabin. Ia menepuk pelan bahu Sehun.

"Mau apa kau kesini?" Sehun menatap tajam Kai yang memandang sendu dirinya. Lalu dengan gerakan cepat, Kai memeluk Sehun.

"Jong-Kai...Kai!" Sehun berusaha memberontak tapi pelukan Kai semakin mengencang.

"Maafkan aku, Sehunnie. Kumohon panggil aku Jongin, Hunnie. Jongin." Sehun tertegun mendengarnya, ia menangis semakin kencang di dada Kai, ia memukul dada bidang itu. Membuat Kai mengepalkan tangannya karena menahan sakit.

"Jongin..."Sehun memanggil Kai lirih.

"Jongin..." ada sensasi menggelitik ketika Sehun menyebut namanya.

"Jong-ahuhmpthhhh" Kai mencium bibir mungil Sehun dengan lembut. Mengecapnya. Melumatnya pelan, berusaha menyalurkan perasaannya yang tertutup ego selama ini. Lama-kelamaan ciuman mereka semakin memanas. Sehun meremas rambut Kai. Sementara Kai, tersenyum. Ah, lebih tepatnya menyeringai. Dengan perlahan, ia menggigit bibir bawah Sehun, meminta akses untuk masuk. Sehun membuka mulutnya.

"Eunghhhh..." Sehun melenguh tatkala lidah Kai menggelitik langit mulutnya. Dengan perlahan, Kai membuka seragam Sehun. Bercinta di pesawat? Itu tidak masalah bagi Kai. Ia tidak akan peduli dengan ocehan Sooyoung atau Minho, maupun hukuman dari Seohyun karena mengganggu sistem kenyamanan yang ia buat di setiap kursi.

"Hah..." Sehun menatap sayu Kai yang tersenyum lembut kearahnya. Tatapan itu, Jonginnya yang dulu kembali. Kai mengecup kening Sehun.

"Maaf mengecewakanmu Sehun." Kai tidak akan memaksakan nafsunya, karena saat itu ia pernah menggagahi Sehun saat ia tidak sadar.

"Tidak apa. Aku memaafkanmu." Sehun yang setengah naked itu mengusap pelan wajah Kai yang terlihat sangat tampan.

"Bolehkah?" tanya Kai, dan Sehun hanya mengangguk.

"ah...engh..." Kai perlahan melepas seragamnya, berusaha membuat Sehun nyaman di kursi yang sudah ia baringkan itu. Menikmati wajah ayu Sehun yang memerah dengan bibir merah yang terus memanggil namanya itu mungkin akan menjadi zat adiktif baginya, dan mungkin ia akan memberi tahu Taemin tentang ini. Apalagi ia sangat ingin melakukannya dengan Jino #hayoloh

"ah...KAIH...KAIH...eungh...KAI-AKH...Akh..." Sehun melemas dengan semua ini. Kai memeluk tubuh naked Sehun dengan selimut yang tersedia di setiap laci yang tersedia di bawah kursi. Ah, sepertinya ia akan berterima kasih pada Seohyun setelah ini karena meletakkan selimut di pesawat latihan. Mereka tidak menyadari jika ada tiga orang yang melihat adegan itu di ruang CCTV hanggar. Ya, Yonghwa, Ki Bum, dan Minho. Mereka turn on.

"Seohyun!"

"Ya! Jangan dengan adikku!"

"My baby fishy...im coming!"

.

.

.

TBC


Mari balas review!

wereyeolves : Kaihun baikan disini, nc-an lagi

YoungChanBiased : dia pikir-pikir dulu sih! pingin ditabok dulu kali! #authormarah #balasnabok

KaiHunnieEXO : aku mau nistain Kris dulu, lovey dovey Kaihun, buat Luhan nangis, dan Hanyoun kecewa.

Jung Yeojin : gurunya bohong, aku mei free. nggak sibuk. hehe, ini aku kasih hadiah #nyodorinbubbletea

Fujoshii G : HO'OH! Gak diakuin, si Kai muna sih! ego duluan huuuu! readers: lo yang buat cerita! author : muehehehe

nin nina : aku pingin Kris merasa bersalah banget sampai nangis darah dihadapan Luhan dulu kayaknya deh #smirkbarengJongin

Unknown 88 : berterima kasihlah pada komik hasil mencolong(?) itu, hahaha #ketawanista #maklumdepresi song 'aku rapopo'

Sapphire Zells : salahin aja tuh si temsek dia sih sok-sok banget! kena tuh batunya. Krishan? aku pingin buat mereka pecah, dan

balikan dengan dramatis, misal kayak kecelakaan pesawat kris mati gitu atau gimana, lah...pokoknya dramatis!/ngotot/

zyln : WOKE!

urikaihun : ini baikan, pukpukpuk/ceritanya nenangin/

dah ya! aku masih mau menggalau ria dengan baksound EXO- OVERDOSE suaranya Suho! KYAAAAAAAAAAAAAA!

Leadernya melakukan pembuktian! Lay, suaranya bisa haluuuuuua bgt! Luhan tetap serak-serak basah, Baekhyun dng lafal B. Ing

yang versi korea medhok! Kyungsoo yang nge-ballad. UWAAAA EXO SARANGHANDA!