MinYoon
Boys Love
Park Jimin (Top)
Min Yoongi or Suga (Bottom)
Jimin dan Suga sekarang telah berada di sebuah taman bermain dengan riangnya, Jimin yang tak mau Suga berjauhan dengannya atau Pergi tanpa di ketahui itu menggenggam tangan Suga dengan erat. Suga yang di perlakukan seperti itu oleh Jimin hanya bisa menunduk menyembunyikan semburat merah yang telah menghiasi pipi mulusnya.
Mereka berdua menaiki beberapa wahana seperti roller coaster dan wahana yang menurut mereka menantang ardenalin.
Jimin yang melihat hyungnya kepanasan dan mengipasi wajahnya sendiri membuat jimin sedikit khawatir dengan hyungnya itu. Jimin menarik lengan suga ke sebuah kedai ice cream yang berada di taman bermain tersebut.
"Hyung ingin rasa apa eoh?" Jimin bertanya dengan senyuman yang sama sekali tak pernah luntur dari wajah tampannya.
"Vanilla!" Suga berseru dengan tak kalah riang dari seorang anak kecil yang berumur 5 tahun, membuat jimin gemas dan ingin mencubit hyung yang umurnya lebih tua dua tahun dari dirinya.
"Baiklah tunggu sebentar biar aku yang memesankannya untukmu, hyung tunggu disini nde?" Jimin beranjak dari duduknya dan menuju ke kasir untuk memesan dan membayarnya.
Suga yang kebetulan duduk di meja yang berada di pojok dekat dengan jendela itu mengalihkan pandangannya ke arah jalan. Suga sedikit mengernyitkan keningnya saat dirinya melihat seseorang sedang menatapnya, ia seperti mengenal orang yang berada di pinggir jalan itu dengan pakaian penyamaran yang lengkap seperti topi kacamata dan masker yang menempel padanya, Suga tetap mengenal orang itu meskipun ia memakai penyamaran sekalipun.
"J-jungkook" Suga mengucapkan nama jungkook dengan pelan namun sebelum ia akan beranjak, suga sudah di kejutkan dengan kehadiran jimin yang tersenyum di hadapannya sembari membawa Ice Cream vanilla yang ia pesan.
"Hyung kau mau kemana eum? ini ice cream yang kau pesan tadi, duduklah" Jimin duduk di kursinya dan menarik lengan suga agar ia kembali duduk di kursinya.
"Jim, jungkook ada di luar sana" Suga menatap jimin dengan wajah yang tegang, ia takut membuat jimin kembali bersedih saat ia tau jungkook ada disini.
"Apa hyung, jungkook? ahh itu mungkin bukan jungkook kau pasti salah lihat, nah lebih baik makanlah ice creamnya" Jimin memberikan ice cream yang yoongi pesan tadi dan menatap suga dengan senyuman, jimin juga melihat jungkook dari sana tapi dia benar-benar tak mau memikirkan jungkook untuk saat ini.
"A-ah baiklah jim" Suga tersenyum canggung dan mulai memakan ice creamnya dengan pelan, karena merasa tidak enak dengan keadaan saat ini.
"Eum ini enak hyung cobalah, aaa~" Jimin yang mencoba mencairkan suasana kembali, mengambil tindakan menyuapi hyungnya dengan ice cream coklat miliknya dan di sambut oleh senyuman dari suga.
"Eumm manis, tapi lebih manis ice cream miliku jim. Ini cobalah aa~" Suga pun menyendokan ice creamnya dan memberikan suapan pada jimin.
"Aah ini begitu manis hyung seperti dirimu" Suga yang mendengarnya memalingkan wajahnya karena malu menutupi semburat merah yang terpampang jelas di pipinya.
"Yaak jangan menggombaliku" Jimin terkekeh saat ia melihat pipi hyungnya memerah hanya karena kata-katanya dan itu membuat jimin jadi gemas dan mencubit pipi merah hyung nya itu.
"Aigoo hyung kenapa aku baru sadar kalau kau begitu menggemaskan" Jimin mencubiti pipi suga dengan gemas membuat sang empunya mengerucutkan bibirnya karena kesal dan semakin malu akibat dari kelakuan jimin.
"Jimin ini sakit" Suga menepuk tangan jimin untuk melepaskan tangan jimin dari pipinya. Jimin yang merasa kasihan pun melepaskan cubitannya pada pipi hyung gulanya.
"Jim terlalu keras mencubitnya ya hyung? huhu mianhae" Jimin mengelus pipi suga dengan sangat lembut membuat jantung suga semakin berdetak lebih cepat dari biasanya. Sentuhan jimin begitu hangat untuknya dan membuatnya merasa nyaman.
"Eumm terima kasih jiminnie" Suga menunjukan gummy smilenya yang membuat jimin harus menahan diri untuk tidak mencubit lagi pipi yang sekarang sedang ia elusi.
Setelah puas mengelusi pipi hyung gulanya, jimin pun melepaskannya dan kembali memakan ice creamnya hingga habis. Suga pun ikut menghabiskan ice cream yang masih tersisa di dalam tempatnya. Dengan sangat bersemangat membuat bibir merah suga belepotan karena ice cream yang berceceran.
Jimin mengusap bibir suga dengan ibu jarinya membuat suga kembali terdiam menatap jimin yang sudah membersihkan bekas ice cream di bibirnya. Jimin menjilat ibu jarinya bekas membersihkan bibir suga itu.
"Eumm bahkan rasanya jauh lebih manis dari ice cream yang kau suapi tadi hyung, aku jadi penasaran bagaimana rasa bibirmu yang sebenarnya hyung" Jimin terkekeh dan membuat suga memukul kepala jimin dengan sendok yang berada di tangannya.
"Yaak dasar bocah mesum, Musnah saja kau jim" Suga mendengus dengan kembali menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sendiri.
"Hyung kau memerah lagi? hahaha kau benar-benar lucu suga hyung" Jimin mengusak rambut suga dengan gemas dan mendapatkan decakan dari sang empunya.
"Yak aku sama sekali tak sedang melawak eoh kenapa kau menertawakan kuu" Suga mengerucutkan bibirnya dan menghentakan kakinya meninggalkan jimin yang masih terkekeh.
Jimin pun ikut beranjak, mengikuti suga dari belakang dan tiba-tiba merangkul pundaknya. Membuat suga melirik ke arah jimin dan kembali membuang muka manisnya.
"Hyungie maafkan jim eoh, jim hanya bercanda hyung" Jimin mengeratkan rangkulannya di pundak suga membuat mereka semakin menempel layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan sungguhan.
"Hum" Suga hanya bergumam menanggapi jimin yang terus berceloteh dan merangkulnya tanpa memperdulikan orang lain yang memandangi mereka dengan tatapan yang berbeda karena itulah jimin.
.
.
Mereka duduk di sebuah kursi yang memandang langsung ke arah sungai han, masih dengan tangan jimin yang merangkul suga bahkan jimin sengaja menyuruh suga bersandar di bahunya. Sungguh seperti pasangan kekasih. Suga yang memang dasarnya sudah menyukai jimin sih senang - senang saja meskipun jika ia tau ini hanya sebuah sandiwara jimin jika jungkook mengikuti mereka tapi suga tetap menikmatinya.
"Jimin-ah" Suga memanggil jimin dengan suara rendahnya dan di jawab dengan gumaman dari jimin yang sedang memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di kepala suga.
"Apa kau berniat membuat jungkook cemburu dengan melakukan ini semua?" Suga meremas kemeja yang jimin pakai karena ia gugup jika jimin akan menjawab iya.
"Tidak. Ini naluri ku hyung, entah kenapa kau membuatku nyaman hanya karena berada di sampingku dan membuatku tersenyum sepanjang hari ini" Jimin mengembangkan senyumnya dan mengelus pundak hyungnya yang masih berada di rangkulannya.
"Jadi apa keputusan yang kau ambil tentang perasaanmu pada jungkook?" Suga menjauhkan kepalanya dan menatap jimin yang mulai membukakann kelopak matanya dan balik menatap manik matanya.
"Aku ingin melupakan perasaanku padanya, meskipun tak akan berjalan dengan cepat tapi aku yakin perasaanku pasti bisa berubah padanya" Jimin tersenyum dan membuat suga ikut tersenyum. Suga kembali menyenderkan kepalanya di pundak jimin dan menutup matanya.
"Masih banyak orang yang akan mencintaimu dengan tulus jiminnie dan kau harus selalu mengingat itu, buktikan bahwa dirimu itu kuat di depan jungkook atau siapapun yang menyia nyiakan cintamu" Suga menggenggam erat tangan jimin membuat jimin tak hentinya tersenyum.
"Terima kasih suga hyung, aku menyayangimu" Jimin memberikan sebuah kecupan di kening suga dan membuat suga kembali berdegup dengan kencang akibat sentuhan dari jimin padanya.
"Aku juga menyayangimu jim" Suga tersenyum dan menutup matanya kembali, desiran hangat yang mereka rasakan di iringi dengan angin yang berhembus pada mereka membuat keduanya semakin nyaman dengan posisi masing - masing hingga tak menyadari orang yang mereka bicarakan tadi sedang berdecih di balik batang pohon dengan pakaian penyamarannya dan akhirnya ia pun memilih meninggalkan dua orang yang sedang menikmati harinya.
.
.
Jimin dan suga sudah berada di depan pintu dorm mereka. Mereka berdua di sambut oleh semua member bangtan kecuali jungkook yang sedang asik memainkan game di ponselnya.
"Yaa yaa yaa jiminnie bagaimana kencan kalian eoh apakah kau berhasil di terima oleh suga hyung?" Hoseok yang memang sering heboh itu mengguncangkan tangan jimin.
Suga yang sudah lelah itupun bergegas ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri tanpa berniat mendengarkan celotehan hoseok yang membuat gendang telinganya berdengung kesakitan.
"Apanya yang berhasil hyung? aku sama sekali tak meminta suga hyung untuk menjadi kekasihku" Jimin menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mendudukan dirinya di sofa diikuti oleh hoseok yang memang dari tadi memberikan jimin berbagai macam pertanyaan.
"Jadi, kau tidak meminta suga hyung menjadi kekasihmu? lalu kenapa tadi kau mengajak suga hyung berkencan jika niatmu tak ke sana eoh?" Hoseok terus bertanya pada jimin layaknya seorang wartawan yang sedang mencari berita.
"Aku hanya ingin berjalan jalan dengan suga hyung. Hitung-hitung merileks kan diri kami lah hyung" Jimin menyandarkan kepalanya dan merilik ke arah jungkook yang terlihat acuh terhadapnya.
"Padahal suga itu mencintaimu jiminnie" ungkap seokjin selaku roommate suga, seokjin yang sudah sadar pun segera menutup mulutnya dengan tangannya karena keceplosan.
"Apa? Suga hyung?" Sebelum jimin menyelesaikan ucapannya suga sudah berdiri di belakangnya dan menatap jin dengan tatapan mematikan.
"J-jiminnie" Suga gugup dan menundukan kepalanya karena sudah ketahuan oleh jimin. Jin dan semua member bangtan termasuk jungkook ikut menatap ke kedua sejoli itu dengan di selimuti kegugupan.
Jimin beranjak dari duduknya dan menarik suga ke kamarnya tanpa melihat member bangtan yang ikut gugup melihat suga yang tegang di tarik oleh jimin.
Jimin menutup pintu kamar, dengan suga yang di hempaskan di pintu kamar yang sudah tertutup itu. Suga tak berani menatap jimin, ia hanya bisa menunduk dan meremas baju yang sedang ia gunakan. Jimin yang melihat suga menundukan kepalanya memegang dagu suga dan mengangkatnya perlahan agar suga menatap matanya.
"Hyung jawab aku, apa kata jin hyung itu memang benar?" Jimin menatap manik suga dengan begitu tajam hingga membuat suga tak dapat berpaling darinya. Suga benar-benar di buat gugup sekarang, bahkan ia lupa caranya bernafas karena wajah jimin begitu dekat dengan dirinya.
"I-iya jimin itu benar" Jimin menghembuskan nafasnya dan memalingkan tatapannya dari jimin.
"Sejak kapan kau mencintaiku? dan apa itu lebih dari rasa cinta seorang hyung kepada dongsaengnya?" Jimin mengucapkan setiap katanya dengan penekanan.
"S-sejak kita masih debut jim dan aku sudah memandangmu lebih dari seorang hyung kepada dongsaengnya, perasaan itu muncul tanpa perlu aku memintanya jim maaf karena sudah lancang" Suga kembali menunduk dan menghembuskan nafasnya. Merasa lega karena ia sudah melepaskan perasaan yang ia pendam dari dulu dan ia juga merasa takut jika setelah ini jimin menjauhinya.
"Hyung tatap aku" Jimin kembali mengangkat dagu suga dengan perlahan dan suga pun menuruti jimin untuk menatapnya.
"Kau tau bahwa aku mencintai jungkook dan aku baru saja di tolak olehnya. Aku berniat untuk melupakan perasaanku pada jungkook dan saat ini kau hadir di hadapanku hyung, Mungkin memang benar rasa sayangku padamu hanya sebatas dongsaeng pada hyungnya, tapi jika kau berniat membuatku merubah perasaanku padamu, aku akan dengan senang hati berada di sampingmu dan belajar mencintaimu"
Suga membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang jimin ucapkan tadi, ia takut jika ia tak bisa dan gagal untuk membuat jimin mencintainya, tapi di sisi lain suga merasa bahagia karena ia memiliki kesempatan untuk memiliki pujaan hatinya.
"Ayo kita memulainya, aku akan belajar mencintaimu dan melupakan perasaanku pada jungkook, meskipun terlihat kejam tapi niatku sudah bulat untuk menyimpan namamu di dalam hatiku" Jimin menggenggam tangan suga dan mengecupnya.
"J-jimin" Suga meneteskan bulir bening dari kelopak matanya terlalu bahagia karena dirinya bisa memiliki orang yang sejak dulu ia cintai.
"Jadilah kekasihku dan aku akan berusaha mencintaimu" Jimin menangkupkan kedua tangannya di pipi suga dengan nafasnya yang menerpa kulit wajah suga, membuat jantung suga semakin berdegup kencang.
Suga menganggukan kepalanya disertai dengan senyuman manis yang mengembang di bibirnya. Jimin pun ikut tersenyum dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah suga. Hingga bibir mereka saling menempel, dengan perlahan kedua pasang mata itu menutup menikmati ciuman pertama mereka yang tanpa nafsu sedikitpun, mengawali cinta mereka yang akan mereka hadapi.
.
.
.
Tebese lagih. jim sedih ngetiknya haduh inget moment ama sugar, terkesan buru buru yah emang itu kenyataannya. jim nembak sugar pas jim abis di tolak ama orang yang jim suka, dan tujuan ff jim ini itu pengen ngungkapin rasa kehilangan jim setelah putus ama baby sugar etapi kita balikan lagi deng meskipun banyak bat yang hujat jim dan nyuruh kita putus lagi duh nangis gua huhu. Jim pasti berjuang tuk kisah kita disini.
