MINYOON
Park Jimin
Min Yoongi (Suga)
Suport Cast:
All Member Bangtan
Woozi Seventeen

Warning!
Boys Love, OOC, Little Bit Mature

Suara hiruk piruk penggemar memenuhi gedung yang kini di tempati member bangtan, kali ini BTS tak hanya konser sendiri namun banyak juga boys grup lain yang akan menampilkan musiknya.

Suga yang saat ini menutup matanya di backstage untuk beristirahat sejenak, mengernyitkan keningnya karena mendengar suara Jimin yang sedang tertawa terbahak-bahak dengan seseorang yang memiliki suara yang tak kalah melengking.

Suga yang tak tahan dengan suara jimin yang mengganggunya segera mendekati tempat dimana jimin berada untuk memperingatinya. Namun saat suga telah berada di depan pintu yang terbuka itu ia melihat jimin kekasihnya sedang memberikan kecupan di pipi namja mungil berkulit putih, dan terdengar suara kekehan dari namja itu.

"Kau lucu sekali woozi ah, aku ingin sekali menggigitmu" Jimin mencubit pipi namja yang telah di ketahui bernama woozi itu.

"Yak hyung jangan mencubit pipiku eoh, nanti pipiku bisa chubby sepertimu" Woozi mendengus dan menyilangkan tangannya di depan dada.

"Jimin-ah kau berisik sekali" Suga mendekati jimin dan berdiri di sampingnya lalu menatap woozi dan jimin bergantian.

"Anyeonghaseyeo Suga hyung" Woozi membungkukan badannya hormat kepada suga. Ia tersenyum manis lalu melambaikan tangannya pada suga.

"Aah iya hyung kenapa kau kesini eum?" Jimin mengelus pipi kekasihnya dan memberikan sebuah kecupan di keningnya.

"Kalian mengganggu istirahatku, jimin woozi bisakah kalian mengecilkan suara?" Suga menguap dan mengucek matanya, membuat jimin gemas dengan tingkah kekasihnya.

"Aigoo jimin hyung lihatlah kekasihmu begitu lucu ahh ingin rasanya aku memakannya" Woozi mencubit pipi suga dengan gemas dan mendapatkan pelototan dari sang pemiliknya.

"Yaak apa yang kau lakukan woozi?" Suga mendengus melihat Woozi yang terkekeh melihatnya.

"Dia memang sangat manis, dan sepertinya aku jatuh cinta padanya" Jimin merangkul pundak suga dan memberikan kecupan di pipi mulus Suga. Membuat pipinya jadi memerah karena jimin.

"Eyy hyung kalian membuatku iri" Woozi memandang sepasang kekasih itu dengan tatapan iri yang di buat-buat.

"Kau ingin ku cium juga ozi-ah?" Jimin balik menatap woozi dengan smirk nya, dan suga yang melihatnya jadi kesal sendiri.

"Apa? di cium juga? hah kau gila hyung ingatlah kau sudah memiliki suga hyung" Woozi mendengus dan membuat jimin tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.

"Kau lupa kalau dulu kau pernah menciumku disini" Jimin menunjuk bibirnya sendiri. Suga membelalakan matanya mendengar pengakuan jimin, ia memang tau kalau jimin itu dekat dengan woozi tapi dia tak tau kalau jimin dan woozi pernah melakukan skinship lebih dari kecupan di pipi.

"Yaak hyung itu dulu, dan sekarang kau sudah mempunyai seseorang yang bisa kau cumbu" Woozi bersmirk menatap suga dengan ekor matanya.

"Kau benar woozi-ah, aku sudah memiliki suga hyung, gula ku yang manis ini" Jimin mendapatkan cubitan di perutnya dari suga. Suga mendengus dan segera pergi meninggalkan dua orang yang sedang tertawa terbahak-bahak karena menggodanya.

Setelah kepergian suga, jimin dan woozi kembali bercakap cakap mengenai banyak hal hingga waktunya penampilan grup Seventeen pun akan segera di laksanakan, membuat kedua namja itu menghentikan aksi ejek mengejeknya.

"Hyung 5 menit lagi aku akan tampil, aku izin untuk bergabung dengan teman temanku okay?" Woozi tersenyum manis dengan kedua matanya yang tenggelam karena mata sipitnya. Begitu menggemaskan hingga jimin mencubit pipi woozi dengan lumayan keras.

"Ya baiklah, sana kau bocah aku juga ingin menemani suga hyung di ruangan kami" Jimin mengusakan rambut woozi hingga berantakan dan mengakibatkan sang empu mengerucutkan bibirnya beberapa centi.

"Jaga suga hyung baik-baik oke? kalau tidak aku akan merebutnya dan membawanya ke kamarku hyung" Woozi sedikit berbisik kepada jimin membuat Jimin berdecak mendengar perkataan woozi.

"Haha kau lucu sekali bocah mesum, sadarlah kau juga seorang submisive" Jimin menoyor kening woozi dengan sangat tak elitnya.

"Tapi aku juga pernah mempunyai uke hyung, dan dia... ahhh sudahlah bisa-bisa aku telat karena meladenimu hyung" Woozi akhirnya pergi meninggalkan Jimin yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman yang sudah Jimin anggap adiknya itu.

.

.
Di ruang make up bangtan terlihat suga yang sedang memainkan ponselnya dengan bosan. Entah sudah berapa kali ia mematikan dan menghidupkan ponselnya kembali karena sudah bosan. Namun kegiatan itu terhenti saat sepasang tangan memeluk lehernya dari belakang, memberikan kecupan kecil di leher putihnya.

"Kau sedang apa eum" suga menoleh dan mendapati Jimin, kekasihnya yang dari tadi mengabaikannya karena asik mengobrol dengan Woozi member seventeen itu.

"Kau sudah lihat sendiri kan jim aku sedang apa" suga menghembuskan nafasnya kasar karena jantungnya yang berpacu sangat cepat akibat sentuhan Jimin di belakangnya.

Jimin pun mengambil posisi kursi dan duduk di samping suga yang sedang menundukan kepalanya karena malu akibat perbuatannya itu.

"Hyungie maafkan aku karna tadi mengabaikanmu dan membuatmu bosan disini" Jimin menarik perlahan kepala suga agar dapat bersandar di pundaknya dan mengelusnya dengan kasih sayang.

"Hm" Hanya sebuah gumaman yang jimin dapatkan membuat jimin mengernyitkan keningnya karena tak biasanya suga terdiam seperti ini.

"Apa kau marah soal aku bilang pernah mencium woozi?" Jimin memerhatikan raut wajah kekasihnya dari cermin yang berada di depannya. suga terlihat mengerucutkan bibirnya dengan lesu dan matanya yang terpejam.

"Hyung kau tau kan, kalau aku dengan woozi hanya sebatas teman dan juga aku hanya menganggap dia adiku. Lalu tentang aku pernah menciumnya itu hanya satu kali dan tak ada apa-apanya" Jimin mengelus surai suga dengan lembut membuat suga begitu nyaman di pundak kekasihnya.

"Aku mengerti jim, kau hanya menganggap woozi itu teman yang baik dan dia adikmu. Lagi pula aku tahu bahwa woozi itu anak yang baik, dia tak akan merebutmu dariku"
Suga pun membalas pelukan jimin dengan sangat erat, ia mengusal di ceruk leher Jimin untuk mencari kehangatan disana.

"Aku menyayangimu baby sugar" Jimin mengecup kening Suga dengan sangat lembut dan mengalirkan getaran yang membuat jantung suga berpacu dengan sangat cepat.

"Aku mencintaimu Jiminnnie" Suga tersenyum sangat menis dan semakin menelusupkan wajahnya di ceruk leher Jimin.

Mereka berdua terhanyut dengan kehangatan masing masing hingga.

"Jimin hyung, Suga hyung cepatlah siap-siap, waktu kita hanya tinggal 10 menit lagi untuk tampil di panggung" Jungkook yang jengah melihat kedua pasangan baru itu, ia segera memisahkan mereka berdua dengan suara dinginnya, lalu jungkook melengos pergi meninggalkan kedua hyungnya yang sedang bermesraan itu.

"Yasudah ayo baby kita bersiap-siap" Jimin merapikan helaian rambut suga. Lalu berdiri dan menarik tangan suga untuk ikut bergabung dengan member bangtan yang lain.

.

.

Setelah menampilkan beberapa lagu. Semua member bangtan pun segera pulang menggunakan mobil agensi mereka. Dengan Rap Monster dan manajernya yang duduk di depan. Jin, hoseok dan taehyung di kursi tengah. Lalu Jimin, Suga dan Jungkook yang duduk di kursi paling belakang.

Jimin yang saat itu duduk di antara Suga dan Jungkook memperhatikan keduanya bergantian. Pertama Jungkook yang merasa tak nyaman dan memilih mendengarkan musik di ponselnya dengan kedua telingannya yang ia sumpal dengan earphone.

Lalu melirik Suga yang nampaknya begitu lelah karena ia yang sama sekali belum tidur dari kemarin. Jimin dengan maksud membuat kekasihnya itu nyaman merangkul Suga agar menyandar di pundaknya.

Suga yang sadar dengan apa yang Jimin lakukan mendongakan kepalanya untuk menatap Jimin.

"Tidurlah hyung, aku tau kau pasti lelah" Jimin memberikan sebuah kecupan di bibir suga, membuat yang di kecup menundukan kepalanya untuk menyembunyikan semburat merah di pipinya. Jungkook yang melihatnya hanya mendelikan matanya tak suka, iapun mengalihkan pandangan nya ke jendela untuk melihat jalanan.

"Gomawo jiminnie" Suga pun memejamkan matanya, tangannya ia lingkarkan di pinggang Jimin untuk memeluknya. Jimin yang melihat itu di buat tersenyum, karena tingkah manis kekasihnya ini. oh mungkin saat ini jimin mulai merasakan adanya cinta untuk suga, bahkan ia sama sekali tak memperdulikan jungkook yang berada di sebelahnya.

"Selamat tidur baby sugar, aku menyayangimu" Sebuah kecupan hangat jimin berikan untuk mengantarkan kekasihnya ke alam mimpi hingga ia pun juga memejamkan matanya untuk menyusul kekasihnya tidur.

"Wuah mereka manis sekali taehyung-ah" Hoseok menoleh ke arah Jimin dan Suga yang sudah berpelukan. Hingga semua mata tertuju kecuali jungkook dan manajer hyung yang sedang menyetir.

"Ahh aku iri dengan Suga, Namjoonie aku ingin memelukmu" Seokjin mengerutkan bibirnya lucu dan merentangkan tangannya ke arah kekasihnya. Namjoon yang melihat kekasihnya manja seperti itu di buat terkekeh.

"Sabarlah sebentar sayang di dorm kau bisa memeluku sepuasnya" Jin yang mendengar itu berteriak senang.

"Taehyungiee peluk aku" Hoseok memeluk taehyung dengan sangat erat, dan taehyung pun membalasnya sembari tangannya mengelus punggung kekasihnya dengan kasih sayang.

Jungkook menggelengkan kepalanya, ingin sekali ia sampai di dorm atau turun dari mobil karena melihat orang yang ia cintai saat ini ikut bermesraan di depannya. Membuat jungkook semakin muak dengan ini semua.

.

Love Is Not Over

.
Telah terhitung tiga minggu hubungan asmara Jimin dengan Suga telah berlangsung. Jimin yang telah terbiasa dengan adanya suga di setiap waktu itu mulai mengukir nama Min Yoongi dalam hatinya. Mereka semakin merasakan manis dan hangat sebuah cinta. Tanpa memperdulikan seseorang yang tampak sangat tak menyukai hubungan meraka berdua.

.
Hingga malam itu di dalam kamar, Jimin sedang memainkan ponselnya dan membuka akun resmi mereka melihat sebuah link yang sepertinya menarik perhatian Jimin. Ia dengan penasaran membuka link itu dan terlihatlah puluhan atau bahkan ratusan video dewasa yang terpampang di situs tersebut.

Jimin yang sebenarnya memang seseorang yang telah di kenal dengan kemesumannya itu membuka satu video dengan sangat fokus. Hingga sepertinya ia mulai terbawa suasana, tangannya meraih juniornya sendiri dan mengurutnya pelan.

"Ohh yesshh babyhh"

Desahan dari pemain yang sedang jimin tonton itu berhasil membuatnya tegang dan mulai berfikir kotor. Bahkan saat ini ia membayangkan tubuh kekasihnya.

"Ah aku jadi penasaran dengan manhole suga hyung, shh sepertinya dia sangat ketat" Jimin bergumam pelan dan menggigit bibirnya sendiri. Tak lupa tangannya semakin kuat meremas miliknya sendiri yang masih terbungkus kain celananya.

Ceklek

Suara pintu terbuka itu menyadarkan jimin dari fantasi liarnya, ia segera meng close video tersebut dan menyimpan ponselnya dengan sangat tergesa. Tangannya kini tak lagi menggenggam kejantananya namun Jimin kecil itu masih tegak sempurna karena belum mendapatkan kepuasan nya.

"Jiminnie, kau belum tidur eoh?" Suga yang memang sudah menjadi rommate jimin semenjak ia menjadi kekasihnya, baru memasuki kamarnya karena ia baru pulang dari studio untuk mengkomposisikan lagu.

"Ah-aniyeo hyung, kau baru pulang?"

Suga meletakan jaketnya dan mendudukan pantatnya di samping Jimin. Dengan sigap jimin menarik suga dan memberikan ciuman di bibirnya.

Suga yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari jimin begitu terkejut.

Jimin memanggut bibir suga dengan begitu bernafsu, bibirnya begitu liar hingga suga susah untuk mengimbangi ciuman jimin. Tangan jimin yang mulai nakal itu mengelus paha suga dengan begitu menggoda.

Suga membalas panggutan Jimin dengan perlahan, bibirnya ia buka untuk memberi jimin celah untuk memasuki lidahnya ke mulut suga. Jimin yang mendapat lampu hijau pun segera menerobos masuk, ia mengabsen isi dari mulut hangat kekasihnya. Sesekali gigi jimin dengan gemas menggigit bibir bawah suga, membuat sang pemiliknya mengerang tertahan di mulut Jimin.

Jimin mengangkat tubuh suga secara perlahan untuk ia pindahkan ke pangkuannya. Bibir mereka tak sedikitpun terpisah.

Hingga kesadaran Suga telah kembali saat pantatnya yang masih memakai celana itu seperti di tusuk-tusuk dengan benda tumpul. Ia sadar kalau saat ini ia sedang dalam bahaya. Dengan terpaksa Suga melepaskan panggutannya, ia menatap jimin yang ikut menatapnya dengan raut bertanya dan ada kekecewaan di dalamnya.

"Waeyeo baby?" Jimin mengelus surai suga dan ingin kembali menyatukan bibir mereka, namun kegiatannya terhenti karena suga memalingkan kepalanya kesamping.

Suga menolak Jimin.

"Aku belum siap jim. maaf" Suga menundukan kepalanya dan mulai mengeluarkan air matanya. Jimin yang mengerti itu ngangkat dagu Suga dengan perlahan, menghapus jejak air matanya dengan kasih sayang.

"Aku mengerti baby, Dan maafkan aku karena telah berbuat jauh padamu" Sebuah kecupan di kening suga, Jimin berikan. Membuat suga merasa tenang karena Jimin mau mengerti dirinya.

"Maaf karena tak bisa menjadi apa yang kau inginkan jim" Suga menatap jimin dengan sendu.

"Tak apa baby ini hanya hal yang biasa" Jimin tersenyum dan membaringkan suga ke kasurnya.

"Hm" Suga bergumam menanggapi Jimin.

"Aku ke kamar mandi sebentar okay? kau bisa tidur sekarang baby" Jimin memberikan kecupan lagi di kening suga dan segera beranjak dari tempatnya.

Jimin memasuki kamar mandi yang berada di kamarnya dan segera menurunkan celananya. Ia menggenggam kembali juniornya dan mengurutnya pelan.

"Ahhss" desahan jimin mulai keluar saat tangannya ia gunakan untuk mengocok juniornya sendiri.

"Jiminnie gwaenchananyeo?" Di depan pintu kamar mandi, suga menjongkokan dirinya dan mulai menangis kembali mendengar Jimin yang menyelesaikan nya sendirian.

"Ahh babyhh naega gwaenchana shh" Jimin tetap menjawab Suga dengan desahannya yang tak bisa ia tahan karena nafsunya sudah di ubun-ubun. Ia memang membutuhkan suga saat ini namun ia tak mungkin memaksanya dan malah membuat kekasihnya itu tersakiti.

"Mianhaeyeo Jiminnie"

.

.

To Be Countinue.

Thanks For baby sugar yang izinin jim lanjutin ff ini hehe. terharu jim ini karna kita udah bisa blikan kaya dulu dan bahkan sekarang jim lebih sayang sama kamu hyung. dikit dikit kangen liatin jam, buka hp nunggu lagi haha. dan hey jangan nangis baby jim pasti selalu sama kamu ko. because i love you.

JIMB AND SUGAR