Pilot, My Husband
Pairing : Kaihun, Krishan
Genre : Romance, dll
Rated : M (kalau sempat)
.
.
.
Hai! Aku mau ngomong sebentar,..ekhem. WUAAAAAAAAAAAAAAAHHH! DAEBBAK! Reviewnya sampai seratus! Aku terhura!/?/ Responnya bagus!
Chapter delapan ini aku mengusung tema CINTA TANAH AIR INDONESIA. Dan komik kakakku sangat berjasa. Ini ada yang kumasukkan ke dalam ff, semoga kalian bangga juga sebagai ANAK INDONESIA! YEAYY! Nah, berhubung kemarin 2 Mei hari pendidikan jadi, yah...begitulah hehe #nyengirjaran
Oke,author yang kuece badai ekhem...ekhem ini is BACK! Muehheheheh. Oke, sepanjang sejarah per-ff-anku, aku mau naroh review di atas! Setuju?
Kita mulai...
Kireimozaku : tak bantu smirk #smirkbarengbareng Makasih dah review..
Nin nina : Jessica itu mikirin yang terbaik, kejawab di chap ini. Makasih dah review..
KaiHunnieEXO : Luhan membawa Sehun kemana-mana, kan Hunhan! #hunhanshipper angkat banner. Jongin, satu perjuangan sama Kris, dan bertemu beberapa tahun lagi...trotoktoktoktok readers :lukiradalangthor|author : emang gua dalangnya! Makasih dah review..
Hunhun12 : Terima kasih sarannya! Salam perjuangan dari Komandan Wu...doain perjuangan harus juga disertai doa... Makasih dah review..
Sapphire Zells : kubantu perjuanganmu Pak Komandan! Makasih dah review..
Melizwufan : kubantu gregeeeeettttt.! Makasih dah review..
Daddykaimommysehun : Entah Kris beneran tobat atau nggak, tidak menyakinkan. Luhan itu setiasodara, bawa dedeknya juga... Makasih dah review..
Urikaihun : Kaihun dah jadian, tapi, Krishan konflik, nah, aku mau konflik dulu, trus baikan, trus peluk sedih dramatis gitulah #winkbarengwufan Makasih dah review..
Unknown88 : Kiss scene ya...hmmm, oke deh, tapi aku gak tahu mau ditaruh chapter berapa. Makasih dah review..
Jung yeojin : ada di tangan author.../plak/ sadar! Eh, ditangan Tuhan :D
Yang belum sempat terbalas, aku minta maaf... aku gak sempat edit mianhae...kula nyuwun pangapunten.
.
Happy Reading!
.
"Komponen sayap Airbus A380 yang merupakan pesawat terbesar di dunia dibuat oleh Indonesia. Antara lain bagian IOFLE (Inboard Outer Fixed Leading Edge) dan drive rib atau 'ketiak pesawat'."
"Pesawat ini diproduksi oleh Airbus S.A.S yang merupakan pesawat dua tingkat dengan 4 mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi 1 kelas/555 penumpang yang dibagi dalam Konfigurasi 3 kelas. Terbang perdana pada 27 April 2005 dan terbang komersial akhir 2007, empat mesin buatan Rolls-Royce Trent-900 dengan daya dorong 36.280kg/4 mesin kipas turbo Alliance Gp7200 dengan daya dorong 37.003kg."
"Pesawat A380 standar memiliki 854 kursi penumpang, sedangkan pesaawat A380-900 memiliki 1000 kursi penumpang dengan disertai pusat perbelanjaan, besar sekali kan?"
"Selanjutnya, kalian tahu airbridge? Kalau gak tahu, percuma masuk IFS. Kita belajar sejarahnya. Airbridge (aircraft passenger boarding bridge) pertama diciptakan oleh perusahaan industri di Indonesia, PT Bukaka Teknik Utama yang merupakan anak dari perusahaan NV. Hadjhi Kalla yang berlokasi di Makassar dan didirikan oleh Jusuf Kalla, dan kita pertama kali mengimpor dari Indonesia tahun 1990-an."
"Buka buku halaman 234. TEORI CRACK PROPAGATION AT PLANE OF HYPERSONIC. Pengertiannya, pada awalnya dinding pesawat merupakan campuran material aluminium baja dan bahan lainnya yang cukup berat. Ketika pesawat terkena terpaan angin yang cukup kuat(turbulensi udara), hal ii dapat mengakibatkan terjadinya keretakan(crack) yang sangat kecil. Dengan demikian, jika pesawat melakukan penerbangan yang cukup lama(beberapa ribu jam terbang) tingkat kemungkinan sayap patah akan menjadi semakin besar. B.J Habibie mampu membuat sayap pesawat lebih tahan terhadap turbulensi udara dan juga mampu mengetahui tingkat kerusakan sambungan sayap dengan badan pesawat hingga bentuk atom. Jadi, seharusnya bangsa Indonesia bisa lebih bangga dengan produk dalam negeri, padahal mereka sudah bisa mengimpor airbridge ke Korea, bahkan, kalau kalian tahu, Korea Utara melakukan 'Diplomasi Bunga'." Jelas Cho-saem.
"Kalau boleh bertanya, itu maksudnya apa saem?" Seohyun mengacungkan tangannya.
"Maksudnya begini, dulu, presiden Seokarno membantu negara sebelah, hingga presiden Kim Il Sung tertarik pada sebuah bunga anggrek, dan oleh sang presiden diberikan, dengan nama Kimilsungia berasal dari Kim Il Sung dan Indonesia."
"Ngomong-ngomong, kemana si jenius pindahan dari gedung B itu?" semua anak langsung mengedarkan pandangan, namun, mereka tidak menemukan seorang Xi Sehun. Kai yang merasa paling khawatir. Entah dari semalam ia merasakan tidak enak. Perasaannya bisa berkata jujur, dan ia yakin itu. Ia tidak mau pacarnya yang masih satu hari(resminya) itu dalam bahaya.
"Kau dimana, Xi Sehun..."
.
Pilot, My Husband
.
"Kris bisa minta waktu sebentar?" Jessica memandang adiknya yang tengah menangkupkan kepalanya, dan tangan yang bebas ia gunakan untuk mengusap foto Luhan dimejanya.
"Noona, masuklah." Pria jangkung itu hanya diam saja, tak berani menatap mata sendu kakaknya yang membuatnya semakin merasa bodoh dan menjadi pria pengecut.
"Saat di bank kau mengirimkan uang untuk Sehun, kan?" Kris hanya mengangguk. Noonanya memang tahu keadaannya tanpa harus diberi tahu terlebih dahulu.
"Tepat dugaanmu." Jawabnya pendek.
"babo!" Jessica mengeluarkan buku catatan dari tasnya.
"Aku memang bodoh, sudahlah." Decak Kris malas.
"Kau mentransfer uang beasiswa untuk Sehun dan Luhan menemukan buku ini, yang isinya kartu As milikmu. Kau harus memikirkan apa resikonya, perbuatanmu itu membuat IFS mencabut biaya gratis milik Sehun!"
"Mwo? Kau tak bercanda?" Jessica menghela nafas.
"Karena perbautan bodohmu yang tidak kau pikir itu, Kim Jongin, partner Sehun harus berganti lagi. Sementara Krystal, yang menjadi partner Jongin sedang menghadiri seminar di Jepang. Ditambah Luhan tidak ikut melatih pelatihan ini, yang dengan pasti kau tahu penyebabnya!"
TOK! TOK! TOK!
"Maaf, pak, saya mendapat surat pemberitahuan dari Kepala Staf Gabungan, Han Kyu Wan." Ian Lee, staf dalam divisinya membungkukkan badannya.
"Terima kasih kau boleh pergi." Ian mengangguk dan keluar ruangan.
"Apa ini?" Kris menatap Jessica meminta izin dan ia mengangguk. Saat ia membaca surat itu, bahunya langsung menegang.
"Pembatalan latihan di Jeju, dan dipindahkan ke Daegu? Noona! Ini artinya, aku bisa mencari anaeku. Kemungkinan besar ia kembali ke kampung halamannya!" Kris langsung melepas seragam dinasnya.
"Kau tidak diikutsertakan. Sehun tidak masuk sekolah dan Luhan mengajukan cuti. Lalu, apa kau tidak mendengar berita pagi ini? Kereta KTX Seoul-Daegu mengalami kecelakaan karena konstruksi rel yang tidak sesuai.."
"Maldo andwe..." Jessica hanya bisa mengusap bahu penuh beban adiknya itu dengan perlahan. Kata-kata menghibur pun, percuma.
.
Pilot, My Husband
.
"Patah hatiku...oh daku sakit sekali...aaaa~" Minho memutari bangku Kai. Sedangkan Kai? Ia pura-pura tidak peduli dengan membaca komik naruto. Sooyoung tertawa melihat kelakuan Minho.
"Kau tidak menjalankan tugas asisten dari Choi saem?" Sooyoung mengacungkan daftar asisten.
"Malas.." jawabnya singkat. Oh, rupanya pilot muda kita ini sedang broken heart kekeke.
BRAK!
Semua anak terdiam melihat Seohyun masuk dengan wajah yang yah, bisa dibilang kakaknya kusut kakaknya kumal, apadong? Yadong? Bukan! Ai don kenow!
"Heh, kau kenapa albino?" ini dua saudara labil, harap maklum. Seohyun mendudukkan tubuh lelahnya di kursi sebelah Kai, yang biasa dipakai Minho.
"Apa kalian tahu? Beasiswa Sehun dicabut! Dan kau Kai! Kau dipartnerkan dengan Krystal, adik sepupumu sendiri." Kata Seohyun. Gadis itu mengusap peluh di dahinya. Reaksi teman sekelasnya, kita hitung..
3
2
1
"MWO?!"
"Bagaimana bisa? Bukankah beasiswa itu yang menanggung Komandan Wu?" tanya Sooyoung.
"Kalau Komandan Wu yang menanggung, kenapa ia juga yang melunasi? Padahal tugasnya hanya 'bertanggung jawab' saja." Seohyun menekankan.
"Dan kalian tahu? Krystal tadi menghubungiku kalau Luhan-seosangnim tidak mengajar karena Kepala Staf Gabungan, Han Kyu Wan seosangnim mendapatkan surat pengunduran diri atas nama XI LUHAN!" mendengar penjelasan Seohyun itu, atmosfer di dalam kelas berubah dingin dan tegang, semua murid sibuk berpikir. Anak pindahan dari Gedung B itu kan? Sehun, Xi Sehun?
BRAK!
"Krystal? Kau tidak berangkat seminar?" tanya Sooyoung.
"Bantu aku! Ayo kita ke hanggar dekat akademi pelatihan! Terutama Kai oppa, Seohyun eonni, Sooyoung eonni, dan Minho oppa! Yang lain, tolong hubungi Han Kyu Wan Seosangnim." Meski bingung, mereka tetap mengikuti Krystal. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk di hati setiap orang itu. Namun, mereka lebih memilih diam. Sampai di parkiran sepeda, lima orang itu langsung mengambil sepeda masing-masing dan bergegas mengayuhnya dengan sekuat tenaga. Tiba di belakang hanggar pesawat, mereka berhenti.
"Kita parkir disini saja. Sebenarnya aku meminta kalian datang karena aku butuh bantuan kalian untuk menghentikan pesawat itu." Krystal menunjuk lapangan udara.
"eh? Itu bukannya pesawat pilot tunggal dengan kunci kemudi berada di ruang radar? Lalu apa masalahnya?" tanya Seohyun, anak komputer cuy!
"radarnya tidak ditemukan, kunci kemudi sudah aku tekan, tapi tidak berfungsi sama sekali." Ucap Krystal.
"Teman-teman...apa kalian tidak tahu jenis pesawat itu?" serentak semua mata memandang Minho yang sejak tadi diam. Namun, mereka mengalihkan perhatian ke pesawat itu, hingga...
"Cepat! Kita harus susul pesawat itu, atau, tunggu, siapa yang mengemudikannya?" tanya Seohyun.
"Yang kutahu, OMO! Komandan WU!" dan lima orang itu langsung masuk ke hanggar. Kai dan Minho pergi mencari pesawat yang sudah siap pakai. Sementara Krystal, Seohyun, dan Sooyoung mengambil alih headphone yang menghubungkan ke tiga pesawat itu.
"Pilot pesawat N-786 Kai, titik koordinat satu per empat ke timur dari garis bujur, kecepatan pesawat 350 mil/jam siap landas!" Kai memencet tombol penghubung.
"Pilot pesawat N-900 Minho, ada sedikit kerusakan di pesawat, bisa diatasi, titik koordinat 450 condong ke kiri dari garis bujur, kecepatan pesawat 400 mil/jam siap landas!"
3
.
2
.
1
BRUSHHHH!
"Stabilkan kecepatan pesawat! Kunci target, jangan sampai kehilangan jejak!" Kai mengangguk mendengar perintah Krystal, ia bermanuver ke arah kanan.
"Kris hyung! Kau mendengarku? Shit! Tekanan tangki bahan bakar milik Kris hyung terlalu tinggi, kuperkirakan lima belas menit lagi jika pesawat itu melakukan manuver...kalian tahulah akibatnya." Ucap Minho lirih lewat headphonenya. Ia menggeram frustasi saat pesawatnya tidak bisa menghubungi pesawat mata-mata itu.
"Apa yang diucapkan Minho benar, kita harus menghambat laju pesawat itu, atau nyawa Wu seosangnim menjadi taruhannya." Tambah Kai. Dua pilot muda itu berjibaku dengan tekanan angin serta perubahan panas dan awan kumulus yang berarak dari jarak 200m dari arah pantai menuju lapangan penerbangan.
"Arah hutan, 350 dari lapangan terbang!" jujur bagi Kai, ia merasa de javu mengingat dulu Sehun juga mengingatkannya, ia hanya menghela nafas, lalu bermanuver ke arah kiri.
"Kai! Kau bisa mendengarku?" Seohyun berteriak panik saat komputer memperlihatkan susunan komponen burning yang tidak stabil.
"Seohyun! Bisakah aku turun? Speedometerku-ah!" Seohyun melotot saat pesawat milik Kai turun darurat.
"Krys, urusi.." gadis itu langsung berlari mendekati Kai yang keluar dari pesawat.
"Kau dapat pesan?" Seohyun tahu itu sinyal tidak baik, mengerti tatapan Kai, mereka berdua langsung menaiki pesawat dengan two controller.
"Pilot 1 siap!"
"Pilot 2 siap! Penerbangan mulai, lepas landas!"
"Batasi penerbangan Slam Eagle 20 itu! Kalau bisa kunci dengan magnet yang ada di setiap sayap pesawat!" Sooyoung memandang tegang tiga pesawat yang berputara-putar itu hingga koordinat terbaru berada di pantai dekat pelabuhan pemberangkatan Seoul-Jeju.
"Ya! sedang apa kalian disini?"
"Han seosangnim, tolong kami, Wu saem..." Krystal menunjuk tiga pesawat itu.
"Kami tidak bisa mengejar! Ya Tuhan!" Seohyun dan Kai berteriak saat melihat pesawat yang berada tepat di depan mereka bermanuver ke arah kanan, namun, karena terlalu rendah..
BRUMM! DUARR!
Semua orang yang sedang berada di dalam kelas langsung keluar, mereka ternganga melihat pesawat jatuh dan terbakar.
"Panggil ambulans! Cepat! Tolong Komandan Wu!" beberapa orang langsung membawa drug bar dan pemadam api tabung.
"Dia terkena luka bakar cukup parah.."
"Ambulansnya datang.."
.
Pilot, My Husband
.
Ruang operasi...
"Pasang selang, ambil alkohol! Tolong bantu gunting bajunya! Pasang elektrokardiograf dan alat bantu nafas! Kaitkan kantong darah dan infus! Kita cukur rambutnya terlebih dahulu untuk pembedahan, kepala belakangnya mengalami pendarahan cukup hebat!"
"Kita potong tulang yang menjepit paru-paru itu! Bersihkan luka bakar di daerah kaki! Siapkan gunting dan penjepit besar!"
"Dok, kita sobek kulit arinya bagaimana? Karena pembuluh vena di dekat nadi terkena."
"pasang saja winged needle(alat penyambung vena)" suster itu mengambil pinset dan gunting kassa.
"Lebih cepat lebih baik, lebarkan kaki dan gips, supaya tidak bergerak, sepertinya bagian paha hingga lutut mengalami retak."
"Baik Dok!"
"Suntikkan obat bius dan suntikkan antibiotik, pastikan bekerja." Dokter itu memindahkan tulang rusuk yang menjepit.
"Dok! Tekanan darahnya sangat rendah."
"Cepat selesaikan pembalutan, tolong perban bagian kepala, sepertinya tadi sudah mengalami infeksi." Operasi 4 jam itu berlangsung menegangkan.
TIIIT...TIIIIT...TIIIIIT
"Kita harus cepat, lebarkan penjepitnya, tutup perlahan dengan jahitan berikat perekat tulang.." belum sempat selesai..
"Dok! Kebocoran! Paru-paru pasien tidak mendukung!"
"Pasang alat pengendap, dan gips dada." Tujuh orang itu berusaha mengabaikan suara elektrokardiograf yang terdengar seperti alarm kematian bagi para petugas itu.
3 jam kemudian...
"Pasien sangat kuat bertahan."
"Kita pindahkan ke ruang VIP pihak keluarga sudah mengurus administrasinya.
.
Pilot, My Husband
.
Sehun berdiri saat Luhan keluar dari ruangan Dokter dengan tersenyum.
"Bagaimana keadaan aegyamu hyung?" tanyanya.
"Syukurlah ia bisa bertahan, kita beruntung tidak di gerbong depan." Ucap Luhan. Tangan kurusnya menggandeng Sehun untuk keluar dari rumah sakit itu, mereka berdua berjalan beriringan dengan Hanyoung di gendongan Sehun yang masih pulas tertidur. Tiba tiba, dari depan, ada beberapa perawat yang mendorong ranjang pasien dari arah ruang operasi, Sehun melihat wajah orang yang di operasi itu, namun sedetik kemudian ia seperti mati berdiri saat melihat siapa yang berada di ranjang pesakitan itu. Ia yakin, Luhan tidak tahu..
"Kris hyung..."
.
.
TBC
Chapter ini sudah kupanjangkan, semoga senang ya, maaf kalau ada typo atau apapun lan yang kurang berkenan.
Mind to review?
*bbuing bbuing*
