MinYoon
Park Jimin
Min Yoongi
Boys Love, Ooc, typo.

Previous Chapter 3

"Ahh babyhh naega gwaenchana shh" Jimin tetap menjawab Suga dengan desahannya yang tak bisa ia tahan karena nafsunya sudah di ubun-ubun. Ia memang membutuhkan suga saat ini namun ia tak mungkin memaksanya dan malah membuat kekasihnya itu tersakiti.

"Mianhaeyeo Jiminnie"

.

.

Love Is Not Over

.

Setelah tiga hari dari kejadian itu Jimin seperti menjaga jarak pada kekasihnya, ia tak lagi menempel pada suga. Hal itu membuat member yang lain bingung dengan apa yang telah terjadi pada pasangan baru ini. Jimin lebih sering pulang hingga larut malam, membuat Yoongi lelah menunggunya di sofa, hingga ia terlelap dan menemukan dirinya telah di pindahkan ke kamarnya.

Jimin melihat kekasihnya itu sedang menghadap laptopnya, mengerjakan pekerjaannya sebagai komposer memanglah bukan hal yang mudah, apalagi saat ia sudah di kejar deadline. Sungguh menguras tenaga.

Jimin berjalan melewati suga tanpa menoleh ke arahnya, suga yang penasaran kekasihnya akan pergi kemana dengan memakai baju yang casual, kemeja baby soft yang membentuk pundak tegapnya, rambut yang di sisir rapi menggunakan gel, membuat dirinya nampak lebih tampan dan Parfume Jimin yang begitu manly, tercium di indranya.

"Kau mau kemana Jiminnie?" Suga menatap Jimin dengan alis berkerut, yang di tatap hanya tersenyum, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Aku ada janji dengan teman, hyung cepatlah beristirahat. Member lain mungkin sebentar lagi akan sampai" Setelah mengucapkannya, Jimin melengos ke depan pintu dorm dan memakai sepatunya.

Suga yang penasaran dengan siapa orang yangakan Jimin temui itu, berinisiatif untuk mengikutinya. Suga mengambil jaket, masker serta beani yang ia gunakan untuk penyamarannya kali ini. Suga berlari ke halte bus yang jaraknya tak jauh dengan dorm mereka. Ia melihat Jimin disana sedang menunggu bus, sembari memainkan ponsel pintarnya.

"Ahh itu busnya datang" Seru suga pelan, Ia melihat Jimin memasuki busnya lewat pintu depan, Yoongipun mengikutinya dengan melewati pintu belakang bus. Ia duduk di tiga barisan bangku yang Jimin tempati.

Jimin masih memainkan ponselnya untuk membalas pesan dari temannya, ia bahkan sesekali tertawa mendapat balasan dari temannya itu. seperti 'akan ku pastikan malam ini juniormu puas hyung' Jimin hanya menganggap itu semua sebagai bualan karena yeah Wonwoo memang suka bercanda, tapi dia memang liar.

Sampailah kini ia di halte yang jaraknya tak jauh dengan sebuah hotel berbintang lima, Ia melangkah dengan santainya dan di ikuti penguntit mungil yang menyandang sebagai kekasihnya itu.

Jimin menaiki lift diikuti dengan Yoongi, yang cepat-cepat mengambil posisi di pojok lift tersebut. Jimin memang tau bahwa ia sedang di ikuti, tapi Jimin ingin tau bagaimana reaksi Yoongi jika ia bertemu dengan orang yang juga menyukai Jimin.

Pintu lift terbuka, semua orang yang di dalam berhamburan keluar, begitu pula dengan Jimin yang di susul Yoongi dari belakang. Masih dengan penyamarannya. Jimin berjalan santai di lorong hotel tersebut, hingga langkahnya berhenti di depan sebuah kamar. Jimin menekan bel dan nampaklah namja manis yang tubuhnya lebih tinggi darinya, namun ia sangat manja pada Jimin.

Yoongi yang melihatnya membelalakan mata, ia mendengar sayup-sayup wonwo mengatakan hal yang membuatnya merinding dan ingin segera meneteskan air matanya.

"Jim hyung, kau benar-benar ingin merasakan service dariku eoh?" Wonwoo memeluk tangan Jimin sangat manja, iapun membawa Jimin masuk ke dalam. Suga yang melihat itu semua terduduk lemas.

Di dalam kamar, wonwoo tanpa basa basi mendorong Jimin ke kasur yang sangat halus, ia merangkak ke atas Jimin dan membawa sebuah tali untuk mengikat Jimin. Jimin hanya terdiam, menerima perlakuan seperti itu dari wonwoo.

Wonwoo kini sudah bermain di bawah Jimin, mengelus junior Jimin dengan perlahan. Menurunkan resleting Jimin lalu membuka celana yang Jimin kenakan. Jimin mengerang saat Wonwoo meremas miliknya dibalik underwere yang masih membungkus kebanggaannya.

"Ternyata kau belum tegang hyung." Wonwoo menyeringai dan menurunkan underwere Jimin hingga pahanya, terpampanglah kebanggaan Jimin yang membuat wonwoo menjilat bibirnya sendiri.

"Rupanya sebesar ini milikmu hyung" Wonwoo memasangkan ringcock ke ujung junior jimin yang membuat sang pemilik kembali menggeram. Jimin harus menghentikan ini semua, bagaimanapun ia sudah mencintai Suga saat ini.

"Wonwoo berhenti sekarang, aku sudah memiliki Suga" Kata Jimin dengan geram, Wonwoo yang mendengar kata Suga, yang memang telah ia ketahui itu sebagai kekasih Jimin, mengerucutkan bibirnya.

"Tapi Sugamu tak mau kau sentuh hyung" Wonwoo menatap Jimin dari atas, ia menyilangkan tangannya di dada.

"Dia bukan tak mau, tapi dia belum siap" Kata Jimin, penuh dengan penekanan. dan itu membuat wonwoo menundukan kepalanya.

"Aku menyukaimu hyung, aku akan melakukan apapun yang kau mau. Datanglah padaku jika suga mu itu tak mau kau sentuh. Ku pastikan kau puas di dalamku hyung" Wonwoo memberikan kecupan di pipi Jimin, tangannyapun membuka satu persatu alat yang tadi ia gunakan pada Jimin.

Suara bel berbunyi, menandakan seseorang yang tak di undang itu bertamu pada mereka. Jimin segera merapikan pakaiannya, ia yakin itu adalah suga kekasihnya. Jimin dan wonwoo pun berjalan ke depan pintu, membukanya dengan perlahan. Nampaklah namja mungil dengan pipi yang basah dan mata memerah, menunjukan bahwa dirinya telah menangis tersedu-sedu.

"Suga hyung? kenapa kau bisa berada disini?" Seakan tak tau, Jimin bertanya hal-hal yang menurutnya tak penting, karena kalian tau sendiri bahwa Jimin sudah mengetahuinya dari awal.

"Apa yang kalian berdua lakukan disini?" Bukannya menjawab, Suga malah balik bertanya perihal Jimin dan Wonwoo yang hanya berdua di dalam sebuah hotel.

"A-ah suga hyung kami hanya bermain" Wonwoo menampilkan senyumannya, yang mana itu membuat Suga ingin sekali mencekik namja yang lebih muda dari dirinya itu. Suga mentap wonwoo dengan tatapan dingin dan sangat mudah diartikan bahwa saat ini suga sedang cemburu padanya.

"Jangan merebut hak ku, ingat! ini pekerjaanku. kau tak seharusnya menyentuh sesuatu yang bukan milikmu" Suga berbisik di depan telinga Wonwoo dan itu membuat Jimin menyeringai, karena ia telah berhasil membuat kekasihnya ini cemburu.

"Jim, ayo cepat kita pulang" Yoongi memeluk tangan Jimin dengan posesif. Ia bahkan mendelik ke arah wonwoo. Wonwoo hanya bergidik ngeri melihat Kekasih dari Jimin itu sangat menyeramkan jika sedang cemburu.

"Hati-hati di jalan Jimin hyung, suga hyung" Woonwo berteriak saat mereka berdua akan memasuki lift, ia melihat Jimin yang melambaikan tangannya dan memberikan senyumannya. Ia juga melihat raut wajah Suga yang kesal padanya. Wonwoo pun membalikan tubuhnya dan kembali memasuki kamar hotelnya.

Kini Suga tak lagi memeluk tangan Jimin, bahkan sekarang ia sama sekali tak mau melihat wajah Jimin. Ia sungguh sakit hati kali ini, apalagi saat ia melihat wonwoo begitu manja pada kekasihnya. Suga ingin bertanya apa yang Jimin lakukan dengan Wonwoo di dalam kamar, tapi menurutnya ini bukan waktu yang pas untuk bercerita.

Mereka duduk di bangku bus berdua, Suga masih tetap tak mau memandang wajah jimin, kepalanya ia hadapkan ke jendela luar untuk menghindari Jimin yang sedari tadi menatapnya.

"Mianhaeyeo" Ucap Jimin pelan, ia meraih tangan kekasihnya dan mengecupnya pelan. Suga mulai terisak dan itu membuat Jimin begitu kejam memperlakukan kekasihnya ini. Jimin meraih kepala Suga dan mengelus rambutnya perlahan.

"Kau jahat Jimin, kau jahat hiks" Suga menangis di dalam dekapan Jimin dan memeluknya erat. Mencurahkan rasa sakit yang tadi begitu menghantamnya, seakan ada ribuan jarum yang menembus jantungnya.

"Maafkan aku hyung"

.

Kini mereka telah sampai di dorm bts, Suga langsung memasuki kamarnya dan mengunci pintunya agar ia bisa menenangkan dirinya sendiri. Suga teringat akan pengakuan Jimin padanya, bahawa Jimin tadi hampir saja melakukan hubungan intim dengan wonwoo. Hatinya begitu hancur berantakan kali ini.

Dering ponsel menyadarkan Suga dari lamunannya, ia mengusap air mata yang telah mengering di pipi putihnya. Suga mengerutkan keningnya melihat nomor yang tak di kenal ini menghubunginya, karena penasaran, suga pun menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya.

"Yeobseyeo"

'Suga hyung, ini aku woozi' kata seseorang di sebrang sana.

"Eoh, woozi-ah ada apa?" Suga mengatur nafasnya dan kembali bertanya pada seseorang yang telah di ketahui bahwa itu adalah woozi, teman yang sudah Jimin anggap sebagai adiknya.

'Kau tak apa? ku dengar Park Jimin bantet mesum mu itu menyakitimu hyung apa itu benar?' Tanya Woozi di sebrang telepon.

"A-aniyeo woozi-ah aku tak apa" Suga memaksakan senyumnya untuk menguatkan dirinya sendiri.

'Kau bisa menceritakan nya padaku hyung, aku tau kau itu sedang butuh seseorang yang bisa mendengarkan keluhanmu sekarang' Ucap woozi dengan nada lirih.

"Baiklah aku akan menceritakannya" Suga pun menceritakan semua keluhannya tentang jimin pada woozi. Mulai dari ia menolak Jimin, sampai dirinya yang menangis akibat penuturan yang begitu menyakitkan hatinya.

Hati suga rasanya tenang, karena ia telah membagi kesedihannya pada orang lain. Menurutnya Woozi itu seseorang yang baik hati, meskipun ia tau bahwa woozi juga menyukai jimin dari dulu. Namun rasa suka woozi terhadap Jimin itu hanya sebatas adik kepada kakanya, begitupula dengan Jimin.

Suara ketukan pintu dari luar, membuat Suga kembali terkaget, ia bahkan mengelus dadanya sendiri.

"Hyung, ayolah maafkan aku. Kumohon hyung, kau harus percaya bahwa aku telah mencintaimu sepenuhnya" Suga menghela nafas, saat ia mendengar suara dari luar itu adalah suara dari kekasihnya yang hari ini berhasil membuat dirinya menangis.

"Hyung, kita harus bicara. Jangan diamkan aku seperti ini hyung" Sambung Jimin.

Suga pun beranjak dari kasurnya, ia melangkah mendekati pintu dan menggenggam kenop dengan ragu. Suga pun membuka kunci pintu dengan perlahan, muncul lah wajah Jimin yang memelas padanya lalu menggenggam tangannya erat. bahkan Jimin mengecup punggung tangannya.

"Hyung kumohon maafkan aku, aku memang bersalah hyung jadi tolong maafkan aku. Aku janji tak akan melakukannya lagi hyung" Jimin menatap mata Suga dengan tatapan memohonnya, membuat suga jadi tak tega pada Jimin.

Sugapun memeluk Jimin sangat erat, menyembunyikan wajahnya di pundak kekasihnya itu. Suga tak bisa untuk berpisah dengan Jimin, semuanya begitu sulit jika tentang Jimin. Semua ini karna cinta, cinta suga kepada Jimin terlalu besar hingga ia tak ingin kehilangan Jimin walau mencintai Jimin itu begitu menyakitkan untuk dirinya sendiri.

"Saranghae Jiminnie"

.

.

To be continue

.

.

Ini bener-bener flashback yaampun, kesalahan jim ke sugar yang pertama kali. dan masih banyak problem yang kita hadapi dan tentunya masalahnya ada di jim. hehe maaf ya hyung, karna dulu jim pernah hampir di itu sama si wonwoo, tapi beneran ko ini ga sampe inti. huhu.

see you

Jimb & Sugar