5 Centimeters per Second

Cast: Oh Sehun, Kim Jongin, other cast(s).

Genre: Romance, Angst(?)

Warn: Yaoi, Crack Pairing, Typo(s)

Author's Note: FF ini adalah remake dari film animasi Jepang dengan judul yang sama. Jadi, jika ada yang pernah menonton filmnya pasti akan tahu alur cerita ff ini. Tapi maaf sebelumnya bagi yang sudah menonton filmnya. Cerita ini bakalan agak berbeda dari film tsb. Mungkin ada beberapa penambahan atau pengurangan scene. FF ini author dedikasikan untuk Event HunKai Sweet Couple.

.

.

.

Musim Panas, Tahun Pertama Junior High School.

To: Oh Sehun

Aku sangat menyesal tidak menghubungimu untuk sementara waktu. Musim panas di Seoul terasa sangat panas, walaupun masih lebih dingin jika dibandingkan dengan Daegu. Tapi, aku lebih suka musim panas yang gerah di Daegu.

Sehun sedang duduk di bangku kelasnya di XOXO Junior High School saat ini. Menggenggam secarik kertas dengan goresan huruf hangul yang tersusun rapi di atasnya. Mata tajamnya menatap lekat-lekat ke arah kertas itu, seolah-olah ingin membuat lubang di sana.

Aspal yang terlihat seakan-akan meleleh, gemerlap gedung-gedung pencakar langit di kejauhan, dan pendingin ruangan yang terlalu dingin di pusat perbelanjaan dan stasiun kereta bawah tanah.

Sehun memang sengaja berdiam diri di kelas saat jam istirahat seperti ini hanya untuk membaca sepucuk surat yang baru diterimanya pagi tadi. Sepucuk surat yang dikirim oleh seseorang yang sangat ia rindukan. Seseorang itu adalah Jongin, Kim Jongin. Orang yang ia sayangi sejak kecil. Orang yang sekarang berada di belahan lain Negeri Gingseng ini.

Terakhir kita bertemu adalah saat perpisahan sekolah dasar. Sudah setengah tahun berlalu sejak hari itu.

Masihkah kau ingat padaku, Sehun-ah?


Awal Musim Gugur, Tahun Pertama Junior High School.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi setengah jam yang lalu, tapi Sehun masih betah berada di kelasnya. Saat ia berniat menyimpan buku-buku pelajarannya ke dalam loker, ia mendapati sebuah amplop berwarna merah di lokernya. Sebuah surat yang berasal dari orang yang sama yang mengiriminya surat beberapa minggu lalu. Ia menerka-nerka siapa yang memasukkannya ke dalam loker.

Sehun melangkah menuju salah satu bangku dan mendudukkan dirinya di sana. Sejenak ia pandangi amplop di tangannya. Dengan perlahan, ia membuka amplop itu dan mengeluarkan kertas di dalamnya.

Annyeong, Sehun-ah.

Gomawo atas balasan suratnya. Aku sangat senang saat membacanya. Tidak terasa musim gugur sudah tiba, ne, Sehun-ah? Daun-daun musim gugur di sini sangat indah.

Pemuda albino itu mengulum senyumnya membaca kata demi kata yang tertulis dalam surat itu. Jongin tidak berubah. Pemuda itu masih seperti Jongin yang dulu. Jongin yang sangat menyukai musim gugur.

Sreeekk!

Suara derit pintu mengalihkan perhatian Sehun. Pemuda itu menoleh ke arah pintu yang dibuka oleh seseorang.

Seorang pemuda cantik dengan rambut light brown berjalan ke arahnya. "Sehun-ah..." Sapa pemuda bernama Luhan itu.

"Ne, Sunbae..." Jawab Sehun.

"Sudah kubilang jangan memanggilku Sunbae. Panggil saja aku Hyung." Sehun hanya mengangguk setuju. "Igo mwo? Surat cinta, eoh?" Tanya Luhan ketika melihat sebuah surat yang di genggamnya.

"A-ah, aniya..." Jawab Sehun gugup sambil menggaruk tengkuknya.

"Mianhae, membuatmu melakukan ini seorang diri." Ucap Luhan. Nada menyesal begitu kentara saat ia berucap.

Hari ini Sehun dan Luhan berencana membuat proposal kegiatan OSIS, namun karena ada keperluan dengan guru pembimbing OSIS, Luhan sebagai Ketua OSIS tidak bisa membantu Sehun. Jadilah hanya Sehun yang menyelesaikan pembuatan proposal itu, karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai Wakil Ketua OSIS.

"Gwaenchana, Hyung. Lagipula ini sudah selesai."

"Gomawo." Luhan tersenyum manis pada pemuda poker face itu. "Eum... Sehun-ah, benarkah kau akan pindah?"

Sehun menatap Luhan yang berada di hadapannya. "Ne, Hyung. Aku akan pindah saat kenaikan kelas dua nanti."

"Kemana?"

"Ke Mokpo. Appa dipindah-tugaskan ke sana."

"Oh begitu..." Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya dan sedikit menunduk. "Akan jadi sepi nanti jika tidak ada kau."


Sehun merebahkan dirinya di kasur empuk kamarnya. Tangan meraba ke dalam tas ransel di sampingnya. Mengeluarkan surat yang belum selesai ia baca.

Aktifitas klub tari sedang benar-benar padat, jadi aku menulis surat ini di kereta.

Sehun mengubah posisi tidurannya menjadi tengkurap.

Oh ya, aku baru saja mewarnai rambutku menjadi pirang. Rasanya warna itu sangat kontras dengan kulitku. Saat kita bertemu nanti, pasti kau tidak akan mengenaliku.

Kau juga berubah sedikit demi sedikit, 'kan, Sehun-ah?

Malam itu Sehun habiskan dengan menulis surat balasan untuk Jongin. Menyampaikan perasaan rindu yang selama ini ia simpan untuk pemuda bermarga Kim itu.


Musim Dingin, Tahun Pertama Junior High School.

Annyeong.

Cuaca dingin berlanjut. Bagaimana kabarmu, Sehun-ah? Di sini sudah turun salju, membuatku berpakaian tebal saat keluar rumah. Di Daegu belum turun salju, bukan? Aku sering melihat laporan cuaca di Daegu juga.

"Sepertinya akan turun hujan." Ucap salah satu pemuda yang sedang duduk di bangku panjang di samping lapangan sepak bola XOXO JHS. "Tapi, berat juga terkurung dalam ruangan." Tambah pemuda bernama Namjoon itu.

"Hey, apa kalian pernah ke Seoul?" Tanya Sehun. Kepalanya menengadah ke atas dengan handuk kecil menutup matanya.

"Huh? Seoul ibukota negara ini? Aku tidak pernah ke sana." Jawab temannya—Hoseok.

"Bagaimana aku bisa sampai ke sana?" Tanya Sehun lagi.

"Molla. Naik kereta bawah tanah mungkin..." Sahut Namjoon ragu.

"Seoul itu sangat jauh, bukan?" Lirih pemuda milky skin itu.

Duk! Duk! Duk!

"Hey, murid baru! Ayo, kembali berlatih!"

"Neee!" Seru mereka bertiga kompak. Dengan langkah tergesa, mereka kembali memasuki lapangan setelah sebelumnya mengambil bola.

"Tiga minggu lagi turnamen akan segera berlangsung. Kita harus lebih giat berlatih." Ucap pelatih tim sepak bola XOXO JHS.

Aku sangat terkejut mendengar kau akan pindah sekolah lagi. Apakah kita berdua menjadi terbiasa pindah setelah mengalaminya beberapa kali? Walaupun begitu, untuk pindah ke Mokpo, cukup jauh juga kali ini. Ketika waktunya tiba, bukan hanya jarak yang memungkinkan kita untuk naik kereta dan bertemu satu sama lain. Aku harap kau selalu sehat.

Sehun menandai jalur kereta bawah tanah dari Mokpo menuju Seoul di peta yang baru saja ia beli sepulang latihan sepak bola tadi. Jika dihitung-hitung, ada sembilan stasiun kereta yang harus ia lewati untuk sampai ke kota Seoul. Mengapa rasanya sangat sulit hanya untuk bertemu dengan Jongin?

TBC or End?


Hai hai hai... kaiko dateng lagi bawa chapter 1 nya. Sebelumnya mau minta maaf kalau ceritanya aneh. Jongin memang belum muncul di chap ini. Mungkin chap depan? Atau depannya lagi? Mollayo, masih rahasia soalnya. Di sini ceritanya Sehun itu komunikasi sama Jongin lewat surat menyurat. Ada yang masih nggaak ngerti? Soalnya aku juga nggak ngerti hahahaha #plak. Abaikan, oke?

Balasan review:

novisaputri09: maksudnya Jongin pengen liat bunga sakura berguguran lagi tahun depan sama Sehun. Kan bunga sakura berguguran setahun sekali pas musim gugur, chingu.

.7: ini sudah dilanjut kok. Amin amin :D

jongin48: ahahaha ada juga yg udah nonton film ini. Iya, di sini Sehun emang jadi Takaki Tohno dan Jongin jadi Akari Shinohara. Tapi, sepertinya alurnya bakal aku ubah dikit, chingu. Biar nggak terlalu sama seperti filmnya hehehe.

jongkwang: sudah diupdate~ :D ini udah kilat, kan?

Mizukami Sakura-chan: Jongin kenapa ya? *pasang pose mikir* hahaha Jonginnya nggak kenapa-kenapa kok

cute (Guest): waaah kamu sama kayak aku, chingu. Kalo emang ada film yang diadaptasi dari novel atau sebaliknya, aku juga lebih suka baca novelnya hihihi.

maya han: ahahaha nggak aneh aneh kok. Paling juga nanti Sehunnya tersiksa *evil laugh* nggak nggak, bercanda kok. Sepertinya sih nggak akan ada yang aneh aneh

Kamong Jjong: ini udah update

afranabilah19: hahaha iya, chingu. Ini udah di update

askasufa: Jongin lari soalnya takut diterkam Sehun #ditimpuk Sehun hahahaha. Nee, aku selalu semangat kalo udah berhubungan sama tulis menulis. Tapi sebel juga kalo udah kena writer block *curhat dikit* hihihi

Untuk para reader yang udah mau baca, review, favorite, dan follow ff-ku, makasih banyak. Ditunggu reviewnya, ya.

With love,

Kaiko94