Chapter 3
Disclaimer by : Masashi Kishimoto
Pairing : NaruHina
.
.
.
Naruto POV
Aku mulai membuka mata saat kurasakan cahaya hangat menerpa wajahku. Baru saja aku tertidur saat jam menunjukan 05:30 pagi, tubuhku terasa ngilu saat terbangun dari tidur. Benar saja, seharian aku berada di kantor dan tidak pulang ke apartemen. Alasannya adalah karna aku harus menyelesaikan sebuah liontin yang tentunya menjadi tanggungjawabku juga. Aku merasa lega karna bisa menyelesaikannya tanpa membebankan wanita yang aku suka. Tunggu suka? Semalaman aku memikirkan ucapan Sakura kemarin. Ternyata aku baru sadar jika perasaan itu tumbuh tanpa pernah aku duga dan tak pernah aku sangka. Hal itu mungkin saja terjadi mengingat kebersamaan kami sudah hampir 5 tahun lamanya.
Sebagai seorang sekertaris yang selalu berdekatan dengan atasannya membuatku tak menyadari datangnya perasaan itu.
Siapa yang tidak jatuh cinta pada wanita dengan paras cantik, pekerja keras, penuh dengan tanggungjawab. Meskipun aku tahu sikapnya yang arogan membuat sebagian orang pasti akan jengah dengannya. Namun apakah kalian tahu? Disisi lain wanita itu memiliki sikap baik hati yang tak ada satu orangpun tahu. Yang jelas aku pernah merasakannya.
Kulirikan pandanganku kearah samping, disana masih aku lihat wajahnya yang terlelap tidur. Aku tidak sanggup untuk membangunkannya. Aku tahu menjadi seorang pemimpin tidak semudah yang orang lain bayangkan. Ku kembali mengelus rambut panjangnya yang terurai. Aku tersenyum merasakan betapa lembutnya rambut lavendernya ini.
"Hinata, aku menyukaimu" gumamku sepelan mungkin.
.
Hinata POV
Tanpa sadar aku terlelap begitu saja. Kurasakan ada sentuhan hangat mengelus pangkal kepalaku. Apa itu Tou-san? Tidak aku yakin ini bukan di rumah. Setelah aku tidak lagi merasakan sentuhan hangat itu kumulai membuka mata. Pandangan yang kulihat pertama kali adalah seorang pria yang ada disampingku tengah tersenyum hangat padaku. Pantas saja aku merasakan hangat walaupun tidur disini ternyata jas abu inilah yang menyelimutiku. Ya aku yakin jas ini adalah miliknya. Ku lihat kesekeliling ternyata liontin itu sudah jadi. Rupa-rupanya sekertariskulah yang menyelesaikannya.
Hahhh ternyata dia tidak sebodoh yang aku kira.
Kerja bagus... Naruto
.
Mereka bangun dengan penampilan acak-acakannya. Hinatapun buru-buru pergi menuju ruang privatenya yang ada dikantor untuk berganti pakaian dan mandi. Sedangkan Naruto? Ia hanya menuju toilet dan melakukan kegiatan lainnya disana.
.
Jarum jam sudah menunjukan pukul 10:00 itu artinya clien yang mereka tunggu-tunggu sebentar lagi akan tiba di Hyuga Corp. Hinata serta sekertarisnya Naruto sudah ada didepan pintu masuk untuk menyambut kedatangannya. Rambut merah menyala mulai terlihat saat dia sudah keluar dari mobilnya. Jas hitam menambah kegagahannya. Senyum cerah bertengger indah diwajah Hinata, begitupun dengan Naruto. Ia tersenyum seraya membawa sebuah kotak yang didalamnya terdapat sebuah liontin yang akan menjadi syarat kerjasama mereka.
"Silahkan duduk Sabaku-san" ujar Akiko sebagai penerima tamu.
Clien yang bernama Sabaku beserta pegawai-pegawainya duduk didalam sebuah ruangan. Disusul dengan Hinata dan Naruto yang duduk didepannya.
"Seperti yang sudah anda inginkan saya menerima tawaran itu. Dan inilah kesepakatannya" ujar Hinata seraya membuka kotak yang diberikan oleh Naruto.
Kotakpun terbuka, menampilkan sebuah liontin indah dengan bandul sebuah mata. Kristal yang menghiasinya nampak berkilauan terkena sinar lampu diruangan itu. Mata biru-hijau pucat itu terbelalak melihat keindahan perhiasan itu didepannya.
"Bagaimana bisa anda membuat sebuah liontin seindah ini?" Tanyanya seraya membawa liontin itu untuk dilihatnya lebih dekat.
"Sebenarnya itu semua adalah ide dari sekertaris saya. Dan dia juga yang sudah menyelesaikannya" jawab Hinata.
"Aahhh... tapi tak apalah yang penting aku sangat menyukainya..."
Blugg! Suara kotak liontin itu ditutup olehnya "baiklah seperti yang sudah aku sepakatkan. Saham yang sudah aku tanam di Hyuga Corp ini akan berlanjut. Serta kerjasama kita akan terus berjalan. Ok saya permisi dulu"
"Ha'i arigato gozaimasu Sabaku-san" ujar Hinata seraya membungkuk hormat mempersilahkan Cliennya untuk pergi.
"Yyyeeeee akhirnya perusahaan ini akan terus berjaya" lanjut Hinata setelah kepergian cliennya "dan ohh ya untukmu Naruto aku akan memberikan bonus yang luarrrr biasa untukmu" girangnya dan berlalu darisana membuat Naruto tersenyum melihatnya.
'Baguslah jika dia bahagia. Tapi aku janji akan membawa liontin itu lagi untukmu. Karna aku tahu kristal yang ada disana sangat berharga untukmu terlebih itulah pemberikan terakhir dari Kaa-sanmu' batinya melihat kepergian Hinata.
.
.
Suasana kantor terlihat lebih tenang sekarang. Tentu saja jika sekarang suasana hati sang pemimpin tengah dalam keadaan tenang dan bahagia. Hal itu sangat berpengaruh pada semua pekerja disana. Lihat saja mereka bekerja dengan penuh semangat.
"Eehhh kamu tahu tidak bahwa Hyuga-sama dengan Naruto-san semalam menghabiskan waktu bersama lohhh" ujar Akiko memulai gosip mereka yang kini tengah berada didalam kantin.
"Aahhh yang benar?" Tanya Shizuka terlihat tak percaya.
"Iya itu benar bahkan scurity tak sengaja melihat mereka bersama" jawab Shion yang juga ikut bergabung bersama.
"Aku yakin mereka memiliki hubungan yang spesial" ucap Akiko dengan muka penuh dengan keyakinan.
"Wwaahhhh jika itu benar maka akan menjadi sebuah berita hebohhhh. Bisa kalian bayangkan seorang pemimpin perusahaan kencan dengan sekertarisnya"
"Hahahha kau benar Shizuka itu akan menjadi sebuah berita yang sangat viral" ucap Shion mengakhiri ekspetasi mereka.
Sedangkan sekertaris yang tengah mereka bicarakan kini sedang makan siang bersama kawan-kawannya, bercanda gurau bersama. Seolah kebahagiaan tengah memihak padanya.
"Naruto benar kau semalam menghabiskan waktu bersama Hyuga-sama?" Tanya Kiba tiba-tiba, oohhh tidak virus 'kegosipan' sudah menyebar padanya dan berita itu menyambar secepat kilat pada mereka.
"Okhokk... ookkhhookkk. Apa maksudmu?" Tanya Naruto balik tak mengerti.
"Kau jangan pura-pura bodoh baka. Kami tahu kau semalam bersama Hyuga-sama kan? Ne? Ne?" Goda Lee kemudian.
"Apa benar kau dan dia tidak ada hubungan apapun?" Lanjut Sai yang berada disana.
"A...apa maksud kalian? Aku memang semalam bekerja bersama dengannya dan kami tidak mempunyai hubungan apapun selain atasan dan bawahan" jawab Naruto meyakinkan mereka.
Pukk! "Hhmmm... jika itu benar aku mendukungmu Naruto. Dan rubahlah sikapnya menjadi lebih manis" tidak biasanya Shikamaru berucap seperti itu seraya merangkulnya.
"Aahhh lihat sajalah nanti" jawab Naruto penuh dengan keraguan.
.
Makan siang hari inipun harus kembali ia lewatkan, bagaimanapun pekerjaannya masih banyak dan belum terselesaikan. Namun semangatnya tak pernah habis terlebih hari ini ia sudah mendapatkan kerjasama yang akan membangkitkan kembali perusahaannya tentu hal itu membuat semangatnya semakin membara walaupun kesehatan menjadi taruhannya.
Ddrrttt... ddrrrttt... ponsel dimeja kerjanya bergetar, mengusik ketenangannya dalam bekerja. Tanpa melihat sang penelpon iapun langsung menjawabnya "moshi-moshi"
'Hinata, semalam kamu kemana nak? Ko tidak pulang?' Ucap si penelpon yang ternyata adalah Tou-sannya.
"Aahhh Tou-san... semalam aku tidur disini ada pekerjaan yang harus Hinata selesaikan"
'Baiklah. Tapi jangan lupa makan ingat kau itu punya magh Hinata'
"Ha'i ha'i Tou-san. Baiklah Hinata kembali bekerja ya. Jaa. Sampai jumpa dirumah"
Klikk! Telpon ditutup.
"Hahh~ kembali bekerja" lanjutnya dan kembali membuka laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Cklekk! "Hinataaaa~ makan siang" ujar seseorang yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Pukk! Wanita itupun menepuk dahinya melihat pria itu "aku bukan anak kecil baka. Hahhh baiklah karna suasana hatiku sedang bahagia jadi kemarikan makananku" senyum Hinata seraya menerima makanan itu dan berjalan menuju kursi lain disana.
Pukk! Pukk! "Baguss... anak pintar" jawabnya dengan menepuk nepuk puncak kepala Hinata pelan. Dan sedetik kemudian perempatan urat kemarahan muncul didahi Hinata. Bletakk! Satu pukulan telak dilayangkannya pada Naruto, dan setelah itu iapun kembali makan seolah tidak terjadi apa-apa. Pria itu melongo seraya memegang kepala kuningnya yang beberapa detik lalu menjadi sasaran tinju atasannya.
Tatapan mereka kembali bertemu... sedetik kemudian senyuman tercipta diwajah keduanya. Sungguh suasana yang begitu mendamaikan melihat sang atasan dan bawahan yang bersikap seperti itu.
"Naruto-kun bagaimana jika kita mengadakan liburan bersama dengan para pegawai lain? Ya itung-itung buat refreshing sekalian mencari ide buat desain perhiasan yang baru. Bagaimana?"
'Tunggu? Kun? Naruto-kun? Benar Hinata menyebut namaku dengan suffix itu? Aahhh senangnya... terdengar begitu menyenangkan'
"... to... Naruto... NARUTO... BAKAAAAA" Bletakk!
"Aahhh... i...iiittaaiiii a...apa Hinata?"
"Hahh~ kau ini benar-benar bodoh ya. Kau mendengarkan ucapanku barusan?"
"Aahhh soal liburan itu. A... ahahah gomen gomen... iyaa aku setuju sangaatttt setuju aku yakin pegawai yang lain juga sangat setuju kalau kita semua pergi liburan"
"Bagus... sore nanti kau umumkan pada mereka. Sekarang kembalilah bekerja dan ambil ini" lanjut Hinata, kembali menyerahkan nampan kosong pada Naruto.
"Ha'i. Saya permisi dulu"
Blamm! Pintu ditutup dan Hinatapun kembali kemeja kerjanya.
.
.
.
Sore sudah menjelang, disana didalam sebuah ruangan sudah banyak orang-orang berkumpul untuk mendengarkan pengumuman.
"Naruto cepatlah sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan"
"Tenanglah Kiba kita hanya menunggu Hyuga-sama sebentar lagi"
Dan tak berapa lama kemudian atasan yang mereka tunggu sudah tiba.
"Baiklah jika semuanya sudah berkumpul. Aku akan menyampaikan apa yang sudah Hyuga-sama bicarakan... eeekkkkhhhmmnn begini semuanya Hyuga-sama merencanakan bahwa akhir bulan ini kita akan liburan bersama."
"Wwwaahhh? Benarkah itu Naruto?" Teriak Kiba dan dijawab anggukan kepala oleh Hinata supaya meyakinkan mereka semua.
"Hhhoorrrreeeee"
"Kkkkyyyyaaaaa kita akan liburan"
"Yyyyeeeeeee"
"Hhooorrree"
Itulah sederetan teriakan demi teriakan yang dilontarkan oleh para pegawai mendengar pemberitaan bahwa mereka akan pergi berlibur.
"Tapi kemana kita akan pergi Hyuga-sama?" Tanya Sakura memastikan.
"Aahh benar juga. Apakah kalian mempunyai ide kita akan berlibur kemana?" ujar Hinata bertanya balik.
"Bagaimana kalau kita kepantai? Aku tahu pantai mana yang memiliki pemandangan yang indah" ucap Shizuka memberikan pendapatnya.
"Boleh, ide yang bagus aku juga berpikiran seperti itu. Baiklah kita akan pergi pada tanggal 20 dan pulang tanggal 23. Baik silahkan kalian boleh pulang" dan setelah mengatakan hal itu Hinata kembali meninggalkan mereka.
"Yyoosshhh ini akan menjadi liburan yang sangat menyenangkan. Minna ayo kita siap-siap" ujar Lee yang nampak begitu semangat.
"Yyyoooooo" teriak semuanya dengan mengacungkan kepalan tangan mereka keudara.
.
Mereka semua sudah pulang beberapa menit yang lalu, dan kini Naruto tengah berjalan sendirian menikmati angin sore yang menyapanya. Setiap melihat langit sore ia terbayang akan sosok Kaa-san yang sudah belasan tahun meninggalkannya. Warna langit senja itu bagaikan rambut merah Kaa-sannya yang terurai. "Kaa-san aku merindukanmu" gumamnya berucap begitu lirih "Tou-san bantulah aku menjadi seorang pria yang kuat menghadapi semuanya" lanjutnya lagi seraya melihat air sungai yang mengalir dengan tenang dibawah jembatan yang ia kunjungi.
"Yoshhh ayo kita pulang dan bersiap-siap pergi liburannn" semangatnya dan berlalu darisana untuk segera sampai keapartemennya.
Sedangkan disisi lain Hinata tengah mengepak semua barang-barang yang akan ia bawa. Hinata baru sadar jika tanggal 20 itu jatuh pada hari esok maka sebelumnya iapun menyebarkan sebuah email bahwa keberangkatan mereka akan dimulai pukul 08:00 pagi.
2 koper ukuran besar sudah ia siapkan disana, ternyata barang bawaannya lumayan banyak juga sampai membutuhkan 2 koper sekaligus.
Sang ayah yang tidak sengaja melihat kamar anak semata wayangnya itu berhenti dan melihat kedalam "Hinata kau akan pindah dari sini? Oohhh nak apakah Tou-san sudah berbuat salah padamu sampai-sampai kamu akan meninggalkan Tou-san. Jadi semalam kamu tidak pulang karna tidak ingin bertemu dengan Tou-san? Hinataaa Tou-san mohoonnnn jangan tinggalakan Tou-san sendirian di usia tua ini. Tou-san tahu jika Tou-san selalu memaksakan kehendak sendiri dan memaksamu. Tapi Hinata jangan tinggalkan Tou-san" lirih Hiashi menahan sedih tanpa melihat Hinata sedikitpun.
Hinta nampak bingung dengan kelakukan Tou-sannya yang tiba-tiba saja berubah drastis "hah? Apa maksud Tou-san? Siapa yang mau meningglkan kediaman ini dan Tou-san. Hhmmpptt"
"Eehhh?" Mendengar ucapan putrinya barusan Hiashipun menegakan kembali kepalanya dan melihat Hinata yang tengah menahan tawa disana.
"Siapa lagi, kamu Hianta. Kamu akan meninggalkan Tou-san?"
Hinatapun sudah tidak bisa menahan tawanya lagi melihat wajah polos Tou-sannya "Hahahahahha Tou-san Tou-san. Hinata tidak akan meninggalkan Tou-san ko."
"Lalu koper-koper itu apa?"
"Haha ohhh ini Hinata dan semua pegawai perusahaan akan berlibur kepantai besok. Hahahha Tou-san ini ada-ada saja" ucap Hinata menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ohh... hahahahah Tou-san hampir serangan jantung, habis Tou-san tidak mau kehilanganmu. Baiklah berliburlah dengan teman-temanmu ya. Ohh ya apakah dengan Naruto?"
"Ya sudah pasti dia juga ada"
"Baguslah. Kalau sudah bersiap istirahatlah" pukk! Hiashipun kembali keluar setelah menepuk puncak kepala Hinata pelan.
.
Didalam sebuah kamar apartemen terlihat seorang pemuda juga tengah sibuk menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa untuk besok. Setelah membaca email masuk dari atasannya Naruto tak habis pikir jika tanggal 20 itu jatuh pada esok hari. Padahal pria itu belum menyiapkan apapun untuk besok.
"Apa yang harus aku bawa lagi ya?" Ucapnya seraya melihat-lihat barang yang ada dikamarnya. Namun sepertinya sudah hampir semua barang yang ia butuhkan sudah dimasukannya.
Hanya membutuhkan 1 koper kecil untuk membawa barang-barang yang Naruto perlukan. Tentu saja ia bukan seorang wanita yang harus membawa banyak barang bawaan.
"Sepertinya sudah... yyoosshhh baiklah waktunya tidur."
Bbrruuggg! "Hhooaammmm... oyasumi Hina...ta... kkkkkkrrrrrrrrr" sepertinya pria itu sangat kelelahan setelah bebenah. Lihat saja Naruto langsung jatuh terlelap kealam mimpinya sampai tidak sadar menyebutkan nama atasannya, wanita yang diam-diam ia sukai.
.
.
.
Pagi sudah menjelang, sang raja siang mulai menampakan dirinya. Sepertinya cuaca mendukung mereka semua untuk pergi liburan bersama.
Didepan perusahaan sudah terlihat 2 bus menunggu mereka. Semua sudah tiba disana, lihatlah mereka semua berpakaian yang berbeda dari hari biasanya. Tentu saja karna hari ini mereka tidak sedang bekerja jadi mereka bisa bebas mengenakan pakaian apapun.
Bbrrmmm! Sebuah mobil lamborghini berwarna lavender berhenti didepan mereka, membuat semua mata takjub akan keindahan mobil didepannya.
"WWOOWWW" suara decak kagum keluar disetiap mulut mereka.
Dan... sedetik kemudian seseorang keluar dari sana dan ternyata itu adalah Hyuga Hinata, sang pemimpin perusahaan. Semua mata yang memandang kearahnya tak sedikitpun berkedip melihat atasan mereka yang hari ini tampil begitu berbeda.
Hinata kali ini hanya memakai pakaian sehari-hari tidak seperti biasanaya yang selalu memakai rok span, kemeja dan blezer. Namun hanya ada 1 diantara mereka yang melihat Hinata dengan tatapan penuh keterpesonaan. Tanpa sepengetahuan siapapun sebuah senyuman tercipta diwajah tampannya 'sungguh, kau sangat cantik hime' batinnya terus memperhatikan Hinata yang tengah menyapa pegawai-pegawainya.
"Baiklah minna, karna yang tahu lokasinya cuman Shizuka jadi dia akan bersama saya. Bagaimana Shizuka?" Tanya Hinata pada wanita berambut hitam itu.
"Ya, saya sangat senang bisa satu mobil dengan anda. Yyyeeee minna aku naik mobil Hyuga-sama kalian jangan iri yaa. Ahahahahha" ujar Shizuka yang sikapnya langsung berubah dari anggun menjadi kekanakan. Pegawai-pegawai yang lain melongo melihat Shizuka yang mengangkat tangannya keudara seolah mendapatkan hadiah besar walaupun itu hanya satu mobil dengan atasannya.
"Kau yakin Shizuka tadi tidak terbentur apa-apa?" Tanya Shion melihat temannya itu saat akan masuk kedalam mobil Hinata.
"Aku juga tidak tahu. Sepertinya dia memakan obat yang salah tadi" jawab Akiko yang berada disampingnya.
"Baiklah minna sekarang kita masuk kedalam bus dan duduk dengan tenang ditempat yang kalian inginkan" ujar Shikamaru yang mengarahkan mereka.
Merekapun mulai masuk kedalam bus.
Satu persatu kendaraan yang terparkir rapih didepan perusahan kini mulai bergerak. Lamborghini lavender memimpin didepan 2 bus yang berada dibelakang. Mungkin perjalanan yang akan mereka tempuh akan memakan waktu beberapa jam kedepan.
.
Hinata nampak serius mendengarkan semua arahan Shizuka untuk menuju salah satu pantai yang berada di luar kota Konoha atau lebih tepatnya berada di kota Kusagakure sebuah pulau yang tak banyak orang mengetahuinya.
"Lalu kita kemana lagi Shizuka?" Tanya Hinata yang saat ini tengah serius menyetir.
Shizuka yang berada disampingnya menoleh "masih lurus saja Hyuga-sama" jawabnya sopan.
"Ini diluar kantor jadi kau bisa memanggilku Hinata saja. Bukankah kita seumuran? Aku merasa tidak nyaman" ucapnya tanpa menoleh pada wanita itu.
Shizuka yang mendengar Hinata mengatakan hal itu antara percaya dan tidak percaya "ha...ha'i Hyug_ eehh Hinata-san"
.
.
Perjalanan terus berlanjut mereka tempuh tak ada kendala sedikitpun mengingat kendaraan tak begitu memadati jalan raya. Semuanya berjalan dengan lancar.
Naruto nampak menikmati setiap pemandangan yang dilewati bus . Pikirannya merasakan kosong tanpa ada beban sedikitpun padahal sebelum tadi dia berangkat seseorang menelponnya. 'aku akan menjaganya' batinnya mengingat kembali ucapan seseorang yang menelponnya pagi tadi. Ya dia adalah Hyuga Hishi Tou-san dari atasannya. Beliau menitipkan Hinata pada . Dan itu sudah menjadi tanggungjawab Naruto, terlebih saat ini sebuah perasaan nyaman sudah memenuhi hatinya jadi tugas itu sangat mudah untuk ia jalankan.
Tapiiii bagaimana dengan wanita itu? Apakah ia akan menerima semua penjagaan Naruto? Semua tergantung padanya...
Tbc...
Gomen jika kelanjutannya lama semoga suka ya... kalau berkenan silahkan tinggalkan reviewsnya :)
.5 : sudah lanjut semoga suka :) arigato udah ngereviews ^^
JustNaruHinaAndKibaTamaLover : tenang ga akan menghilang ko cuman lama update aja hehehe :) iyaa mulai ada getar-getar cyntahh heheh ^^ udah lanjut semoga suka ya :) arigato udah ngereviews ^^
Helena Yuki : hehe arigato #naruto ^^ sudah lanjut semoga suka :D arigato udah ngereviews ^^
piupiuchan : sudah next semoga suka ya ^^ arigato sudah suka sama ff hyugana heheh :D arigato juga udah ngereviews ^^
ana : arigato :) iyaa ga papa arigato udah ngereviews ^^
isabelstefan8 : hehehe arigato gozaimasu isabel-san sudah menyukai ff hyugana :D sudah lanjut semoga suka ya :) arigato udah ngereviews ^^
hinami (Guest): heheh iyaa gomen ne ^^ arigato udah ngereviews ^^
Gaara van astrea : iyaa dong pasti dijaga tenang sata ttebayo #naruto wkwk :D arigato udah ngereviews ^^
silveria (Guest): arigato udah ngereviews ^^
evill smirk : heheh nanti juga bakalan dijelasin ko sabar ya :D arigato udah ngereviews ^^
Minna, terima kasih banyak ya yang sudah setia menunggu kelanjutan fic ini. Hyugana minta maaf jika updatenya selalu lama ^^ juga terima kasih yang sudah selalu ngereviews fic ini. Dan terima kasih sekali lagi kepada JustNaruHinaAndKibaTamaLover yang sudah memberikan sebuah ide untuk Hyugana terima kasih banyak ^^ 0_0 :') :'D
