Chapter 12
Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
Pairing : NaruHina
.
Selamat membaca, terima kasih banyak ^^ :)
.
Tak ada satupun dari mereka yang mengalihkan pandangan, Naruto maupun Hinata keduanya telah terkunci dengan keindahan mata masing-masing. Terhipnotis dengan kehangatan yang terpancar disana. Tapi bagi Hinata kejadian itu terasa tidak asing lagi, seolah dia sering merasakannya.
"Eemmmm sepertinya aku pernah merasakan kejadian ini" ujarnya membuat kedua mata Naruto terbelalak "apakah kamu mengingat sesuatu?" Tanyanya tidak sabar, terkejut bukan main.
Hinata beranjak, berjalan mendekati Naruto, membawa nampan yang ada ditangannya. Ia makan begitu saja tanpa menghiraukan tatapan bahagia yang dilayangkan Naruto padanya. Hanya dengan mengatakan bahwa Hinata pernah mengalami kejadian seperti ini perasaan bahagia sudah menjalar didalam hati pria itu. Heiii, jangan terlalu senang dulu kau Naruto belum tentukan ingatan Hinata kembali begitu saja? Bisa saja itu hanyalah ingatannya yang lewat begitu saja. Lihat saja sekarang wanita itu acuh dan sangat menikmati sarapannya.
Narutopun duduk didepan Hinata, melihat wanita itu melahap sarapan yang ia bawa seraya berpikir mengingat kembali apa yang hilang dalam dirinya selama ini. Mungkin Hinata penasraan juga kenapa bisa Naruto memberikannya sarapan seperti ini. 'Apakah dia tidak memberikan racun padaku?' Batinnya menatap sarapan yang hampir habis dimakannya. Melihat hal itu membuat Naruto terkikik dibuatnya. Melihat wajah Hinata yang sedang berpikir dalam pandangan Naruto, Hinata sangat lucu saat ini.
"Kenapa kau terkikik, baka"
Mendengar itu Naruto menghentikan tawanya dan menatapa Hinata yang kini juga tengah menatapnya "aku melihat hal lucu tadi, makanya aku terkikik heheh" jawabnya, Hinata hanya ber'oh' ria saja sampai beberapa detik kemudian wanita itu tersadar setelah mencerna perkataan Naruto tadi.
"APAAA? AKU BILANG JANGAN MENGATAIKU SEPERTI ITU BAAAKKKAAAAAAAAAAA. KAU KELUAR SANA PERGIIIII" usir Hinata membuat Naruto kembali tertawa, sebelum Hinata semakin marah dan mengamuk akhirnya secepat kilat Naruto pergi dari sana.
"Hhmmpphhh... dasar baka" gumam Hinata, kembali menuju meja kerjanya menyambung pekerjaan yang sempat tertunda.
.
Ada perasaan lega ketika melihat Hinata berucap bahwa dia teringat tentang kejadian tadi. Itu kemajuan yang sangat baik, masih besar kemungkinan untuk Hinata mengingat semua tentang siapa sebenarnya dirinya itu. Senyum mengembang di wajah tampannya, menghiraukan tatapan demi tatapan aneh dari pekerja Hyuga-Corp yang ia lewati. Selagi dirinya bahagia prasangka apapun orang lain terhadapnya tidak akan ia tanggapi, hatinya terlalu senang dan tak mau terganggu dengan hal kecil seperti itu.
"Sakuraa-channn~" lihat, bahkan memanggil nama sahabatnya dengan suara yang amat lembut membuat wanita itu bergidik ngeri mendengarnya. Bukan apa-apa, karna sebelumnyakan pria itu tidak pernah sekalipun seperti ini dan hal itu justru membuatnya terlihat aneh dan menakutkan.
"Ada apa denganmu baka? Apa kau mendapatkan sesuatu yang bagus?" Tanya Sakura melihat kedatangan Naruto ditempat kerjanya.
"Hehehe... lebih dari itu, kau tahu Sakura tadi Hinata mengingat sesuatu" jawabnya dengan senyuman bodoh dalam pandangan Sakura.
"Memangnya Hinata mengingat apa?"
Dengan semangat Naruto menjelaskan yang baru saja terjadi "Kau tahukan jika dulu aku selalu mengantarkan sarapan untuknya?" Sakura mengangguk mengingat bahwa kegiatan itu selalu dilakukan olehnya "Nah dan tadi aku melakukannya lagi dan dia mengatakan 'sepertinya aku pernah merasakan kejadian ini'. Aku yakin ingatannya sudah kembali" ujarnya memberitahukan pada Sakura. Bagaikan seorang anak yang tengah mengadu pada Kaa-sannya bahwa ia menemukan mainan baru.
Sakura cengo mendengar bagaimana Naruto dengan percaya dirinya mengatakan bahwa Hinata sudah mengingat kembali tentangnya. Sakura berusaha menahan tawa melihat tampang bodoh orang didepannya ini.
"Kau jangan terlalu senang dulu baka. Siapa tahu itu hanya ingatannya yang lewat begitu saja. Aku harap Hinata tidak akan mengingatmu selamanya HA... HA... HA... HAHAHAHA" tawa nista Sakura menggema disana, untung saja tidak banyak pembeli yang datang kalau tidak bisa-bisa mereka pasti akan menatap aneh pada Sakura. Wanita cantik yang dimiliki oleh pemimpin Uciha-Corp yang menampilkan sikap buruknya.
Sedangkan Naruto sudah murung dipojokan dan dengan aura kelam menghiashi sekitarnya. Ia tidak menyangka jika Sakura akan berkata kejam seperti itu. Sakit, itu sangat menyakitkan baginya.
"Hahahaha baka... baka... kau memang sangat mudah untuk dibohongi" goda Sakura melihat Naruto yang seperti itu. Sakura yakin bahwa sahabatnya ini sangat terpuruk dengan kondisi Hinata. Hanya dengan hal kecil seperti itu saja sudah membuatnya bahagia seperti itu. Senyuman tertera diwajah cantiknya "hhmm... aku rasa memang masih mungkin untuk Hinata bisa kembali mengingatmu lagi"
Drapp... ddrraapp... ddrraappp... sekuat tenaga Naruto berlari menuju kearahnya lagi menatap denga binar sahabat didepannya ini 'Eehhh... secepat ini dia kembali bersemangat' batin Sakura menggeleng-gelenggkan kepala melihat kelakuan Naruto.
"Benarkah itu Sakura? Benarkah? Benarkahhhhhhhh?" Semangatnya semakin menggebu-gebu. Tawa begitu canggung dilayangkam oleh Sakura "E...ehhh Aha...ha...ha...ha aku tidak menjanjikan sih, tapi jika kau berusaha semaksimal mungkin saja_"
"Baiklah, arigato Sakura-chan"
"E...EEHHHHHH... secepat itukah dia pergi?" Ucap Sakura melihat kepergian Naruto yang secepat bagaikan kilat menyambar.
"Ganbatte ne, baka"
.
.
Pria berambut merah darah itu tengah berjalan memasuki sebuah gedung menjulang tinggi didepannya. Seringaian tercipta diwajah baby face itu, siapapun wanita yang melihat kedatangannya pasti akan berteriak histersis. Lihat saja bagimana rupawannya wajah itu, mata merahnya, hidung mancungnya, serta kulit putih bersihnya menambah daya tarik yang ia miliki.
Dengan percaya diri diapun melangkahkan kakinya, setiap pekerja wanita yang tersenyum padanya dibalas lagi dengan senyuman menawan. Pesona yang ia punya begitu memabukan setiap wanita yang berada disana.
"Hallo nona, apakah Hyuga-samanya ada?" Tanya pria itu pada sekertaris baru disana. Melihat senyuman menawan yang penuh pesona wanita yang kini menjabat sebagai sekertaris baru itu mengangguk antusias mengiyakan ucapannya "bisa antar aku kesana?" Pinta pria tadi dan tentu saja tidak bisa ditolak oleh sekertaris itu.
"Ha...ha'i silahkan ikuti saya" ujarnya dengan menahan degup jantung melihat betapa tampannya pria yang tengah berjalan dibelakangnya.
Mereka berduapun berjalan mendekat keruangan yang dituju. Tokk... tokk... ttookk... "masuk" ucap orang didalam.
"Permisi Hyuga-sama ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ujar sekertarisnya memberitahukan.
"Hmm... persilahkan dia masuk"
Pria tadipun masuk, tersenyum manis kearah Hinata. Namun sayang wanita itu terlalu sibuk berkutat dengan berkas-berkas penting dimejanya.
Sampai akhirnya iapun tersadar bahwa orang yang ingin berjumpa dengannya sudah ada didalam ruangan.
"Gomen aku mengabaikan_ eehh... Sasori?" Ucapnya terkejut dengan kedatangan orang dimasa lalunya.
"Hallo Hinata" ujarnya berbasa-basi dengan seulas senyuman tercipta diwajahnya. Hinata hanya menatapnya tanpa ekspresi apapun. Tidak mengetahui ada maksud apa sebenarnya pria itu datang kekantornya lagi.
"Sebenarnya aku datang kemari hanya ingin bertemu dengan sekertarismu tapi yang aku temui sudah berbeda orang makanya aku datang padamu untuk menanyakannya" lanjut Sasori lagi menjelaskan kedatangannya. Entahlah apakah itu benar ataupun hanya alibinya saja.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan sekertarisku? Memang sebelum Sara, sekertarisku siapa?" Tanya Hinata yang tidak mengerti sama sekali.
'Ternyata perkataan Sasuke benar, Hinata tidak mengingat si kuning baka itu. Tidak ku sangka berita yang aku dengar tanpa sengaja benar juga. Hahahah' batinnya mengingat kembali obrolan Sasuke dan Itachi diruangan mereka tentang kondisi Hinata pasca kecelakaan yang melandanya, juga mengenai hilangnya ingatan tentang Naruto. Tapi ada maksud apa sebenarnya ia datang kesini? Ingin memastikan hal itu? Atau mungkin punya maksud lain? Hmmm... baiklah kembali pada percakapan mereka berdua.
"Sekertarismu dulu Uzumaki Naruto, memang siapa lagi jika bukan dia?" Ujar Sasori membuat Hinata terkaget setelah mendengar hal itu dari mulutnya.
"Naruto?" Mendengar nama itu, Hinata jadi teringat pada sosok pria kuning yang selalu mengganggunya selama ini "emangnya ada urusan apa kau dengannya?" Tanya Hinata yang kini sudah mulai penasaran.
Lagi-lagi Sasori tersenyum aneh kearahnya membuat Hinata semakin tidak mengerti akan maksudnya itu.
"Kau ingat tidak dimalam pesta dasta waktu itu, seseorang datang menyerangku?" Hinata mengangguk mengingat hal itu, tapi Hinata tidak ingat siapa yang melakukan serangan itu pada Sasori "Dia adalah Uzumaki Naruto, saat kita tengah mengobrol berdua tiba-tiba saja dia datang dan meninjuku begitu saja tanpa alasan. Maksud kedatanganku kesini adalah aku ingin membalasnya" jelas Sasori yang sungguh pintar berbohong. Akankah Hinata akan percaya dengan ucapannya? Tentang Naruto yang tiba-tiba saja datang menghajarnya tanpa sebab? Tapi yang jadi masalah adalah ingatannya yang tidak terlalu ingat tentang kejadian waktu itu, dan kemungkinan Hinata bisa percaya dengannya.
"Ya, baiklah lakukan semaumu" jawab Hinata acuh tak acuh. 'Aku akan membuat kau melupakan si baka itu... selamanya'
.
Sudah sangat lama ia tidak datang dan bersantai disini. Biasanya jika dirinya masih bekerja dikantor ini ia selalu menyempatkan diri tidur siang dengan nyaman disana. Ya apalagi jika bukan atap kantor. Kejadian demi kejadian pernah terjadi disini. Sambil menunggu Hinata tengah bekerja Naruto mengistirahatkan badannya, ia tidur diatas bangku yang ada, menghiraukan apapun disekitarnya. Dengan nyaman perlahan kesadarannya itu mulai hilang ditelan oleh rasa kantuk yang luar biasa.
Tak berapa lama setelah dia jatuh tertidur seseorang datang kesana. Wanita berambut blonde datang berjalan menghampirinya. Sebuah senyuman terpampang manis diwajahnya melihat begitu pulas Naruto tidur diatas bangku keras itu. Perlahan wanita tadi berjongkok disampingnya, melihat dengan seksama betapa tampan dan polosnya wajah tan itu.
Perlahan tangan putihnya terulur, mengelus pelan pipi yang memiliki tanda 3 kumis kucing itu 'tampan' batinnya, namun sebelum tangannya berhenti mengelus pipi pria yang tengah tertidur tiba-tiba saja ditahan olehnya membuat wanita itu terkejut bukan main. Ternyata Naruto terbangun dengan belaian itu.
Perlahan kedua matanya terbuka, melihat seorang wanita tengah tersenyum canggung padanya. "E...eehehehe Naruto. Kau sudah bangun?" Tanyanya menahan gugup luar biasa.
"Emm... kau mengganggku. Ada apa Shion?" Tanya Naruto yang ternyata itu adalah Shion teman serekan kerjannya dulu.
"A..ahaha aku hanya datang kesini saja. Dan tidak sengaja melihatmu tertidur disini" jelasnya.
Naruto beranjak dari tidurnya dan duduk begitu saja. Tanpa perintah Shion duduk disampingnya. Hening, mereka tidak ada yang mengeluarkan suara lagi setelah percakapan tadi. Naruto masih mengumpulkan nyawanya setelah bangun tidur yang baru beberapa menit lalu sedangkan Shion tengah mengumpulkan keberaniannya untuk menanyakan sesuatu hal yang sudah sangat lama mengganggu pikirannya itu. Tentang dulu yang Naruto membalas pelukannya setelah ungkapan perasaannya pada Naruto. Akankah Naruto masih ingat hal itu? Atau hanya ia seorangkah yang terlalu berharap? Memang sejak kejadian itu keduanya sempat berkomunikasi via ponsel untuk menanyakan kabar satu sama lain.
Dan hal itu justru membuat Shion malah semakin nyaman berada disamping pria itu. Sudah lama memang ia ingin mendengar jawaban Naruto atas pernyataan cintanya. Dengan berani ia pun sudah menguatkan tekat apapun yang terjadi nanti dia harus kuat dan juga dia harus menerima semua keputusan Naruto.
"Eemmmm Na...naruto-kun?" Tanya Shion begitu gugup.
Mendengar namanya disebut, Narutopun menoleh padanya "emm... ada apa?"
"Ano... begini wa...waktu itukan aku pernah menyatakan perasaanku padamu. Dan... dan dan_" sebelum Shion menyelesaikan ucapannya Naruto memotong begitu saja.
"Gomen Shion, sebenarnya waktu itu aku membalas pelukanmu karna aku tengah emosi pada Hinata. Tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk memberikan harapan apapun padamu. Gomen, aku benar-benar minta maaf" ujar Naruto beranjak dan menunduk pada Shion.
Wanita itu terbelalak saat melihat Naruto sampai seperti itu untuk meminta maaf padanya. Senyum kecut hadir dibibirnya "sudahlah, aku tahu ko. Eemmm yosh aku lega mendengarnya" ucap Shion yang sudah tahu sendiri apa jawaban Naruto.
"Aku benar-benar minta maaf Shion" lanjutnya lagi dengan menggaruk belakang kepala yang tak gatal sama sekali. Itu dilakukan karna ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Naruto tahu jika kini Shion pasti kecewa terhadapnya. Apalagi setelah kedekatan mereka yang selalu mengobrol lewat ponsel selama ini sebelum kecelakaan terjadi pada Hinata. 'Gomen Shion aku benar-benar minta maaf telah memanfaatkanmu'
"Baiklah sebagai gantinya kau harus menemaniku makan siang hari ini" ujar Shion seraya menarik paksa Naruto begitu saja "ee... tunggu Shion... tapi traktir aku ya hehehe" balasnya tanpa dosa sama sekali.
Tumben-tumbennya Hinata kini berjalan sendirian dikantin. Biasanya ia selalu bersama Sakura atau Ino untuk makan siang bersama disana. Berbicara tentang Ino selama ini ia tidak kelihatan lagi ada di Hyuga-Corp, aahhh itu karna Ino akhirnya bisa mencapai cita-cita terbesarnya. Yaitu menjadi seorang model profesional, beberapa bulan yang lalu wanita itu sudah terbang ke Paris untuk mengikuti lomba model tingkat internasional. Tentu saja Hinata mengijinkannya toh pekerjaan ia selama ini sudah diambil oleh rekan sesama modelnya Tenten. Ya Tenten memang bekerja di Hyuga-Corp tapi kini ia tengah mengambil cuti untuk liburan.
Dan disinilah Hinata sekarang, tengah mengambil beberapa makanan berat untuk disantapnya. Beberapa pekerja yang melihat Hinata membungkuk hormat seperti biasa, juga mereka merasa heran dengan Hinata yang jarang sekali datang kekantin hari ini datang seorang diri pula. Hah, mungkin saja Hinata memang sudah sangat lapar jadi ia terpaksa datang sendirian kesana.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan Hinatapun mengedarkan pandangannya untuk mencari meja mana yang kosong. Meskipun ia seorang atasan, Hinata tidak mau mengusir salah satu pegawainya meninggalkan meja hanya untuk dirinya. Hinata tidak seegois itu.
Perlahan dia berjalan mencari-cari meja mana yang tersisa. Namun sepetinya semua meja sudah terisi penuh. "Lebih baik aku makan diruangan saja" gumamnya, tapi sebelum kakinya melangkah pandangan Hinata menatap seseorang yang sudah mengganggu dirinya itu tengah makan siang juga disana. Tapi dia tidak seorang diri, ada wanita lain disebrangnya. Hinata menangkap masih tersisa dua bangku kosong diantara mereka, iapun berjalan mendekat padanya memikirkan ikut bergabung bersama saja.
"Hallo, apakah aku boleh duduk disini? Aku lihat kursi itu kosong" ujar Hinata membuat keduanya terkejut bukan main.
Brakk! "Ahh Hyuga-sama" ucap sang wanita yang menggeser begitu saja kurisnya untuk segera menunduk hormat pada atasannya itu. Sedangkan pria yang bersamanya membulatkan kedua matanya "Hinata?" Ujarnya.
"Kenapa? apakah aku tidak boleh bergabung dengan kalian?" Tanya Hinata lagi membuat wanita itu dan Naruto tersadar.
"A...ahhh bukan seperti itu. Silahkan duduk Hyuga-sama" ujarnya mempersilahkan Hinata bergabung bersama mereka.
"Ha'i arigato Shion-san" jawab Hinata dan duduk disamping Naruto.
Shion dan Naruto saling berpandangan setelah kedatangan Hinata yang kini sedang menyantap makan siangnya. Dan bodohnya lagi Narutokan sudah bertekat jika ia akan kembali membawakan makan siang itu ke ruangan Hinata. Aahh dia lupa dengan hal itu karna saking bersemangatnya dengan traktiran Shion.
'Bakaaa aku lupa. Lihat bagaimana Hinata makan sendiri seperti itu. Aarrgghhhhh baka baka baka' batinnya menyesali perbuatan yang ia lakukan.
Akhirnya mereka berdua kembali makan, walaupun ada perasaan canggung diantara mereka bertiga. Tatapan aneh dilayangkan oleh pekerja lain yang melihat hal itu disana, mungkin mereka berpikir jika mereka bertiga berada dalam skandal cinta segitiga, karna merekapun tahu jika Naruto sangat mencintai Hinata. Namun Hinata sama sekali tak memperdulikan hal itu dirinya terlalu lapar untuk meladeni mereka yang tak penting.
Ditengah-tengah mereka makan dengan diam Hiantapun berujar bermaksud untuk mencairkan suasana. Namun itu berdampak buruk bagi Shion dan Naruto.
"Apakah kalian berdua berpacaran?" Pertanyaan polos itu keluar dari mulut Hinata.
"Okhookk... okkhhookkk... okhhokkk..."
"Okhookk... okkhhookkk... okhhokkk..."
Mereka berdua tersedak makanan setelah mendengar pertanyaan Hinata. Bukan apa-apa tapi apakah Hinata tidak berpikir jika pertanyaannya itu terlalu serius.
"Wwaahhh kalian terlihat kompak. Apa jangan-jangan kalian berdua sudah menikah? Wwahhh kalian kejam tidak mengundangku"
Sekarang apa lagi? Apakah kecelakaan itu sudah membuat Hinata gila? Heii apakah Hinata tidak melihat bagiaman tatapan kedua sosok disamping dan didepannya itu. Ya Naruto dan Shion tengah menatap Hinata yang telah berbicara seenaknya. Tapi Shion bukannya marah Hinata berkata seperti itu namun dia terlalu malu, bagaimana mungkin Hinata yang juga mencintai Naruto dengan mudah berbicara seperti tadi? Lihatlah bagaimana merahnya pipi Shion saat ini. Sedangkan Naruto menatapnya tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari mulut Hinata. Andai saja jika Hinata tidak hilang ingatan tentang dirinya mungkinkah dia akan berkata seperti itu dan duduk bersamanya seperti ini? Hahh sungguh kejadian konyol yang menimpa mereka atas kelakuan Hinata.
"Hahah sudahlah jangan dibahas lagi" lanjut Hinata mencairkan suasan melihat bagaimana aura disekitarnya sudah tidak enak.
"Aku bukan pacarnya dan aku juga tidak menikah dengannya. Aku mencintaimu Hime" bisik Naruto penuh dengan nada penekanan disetiap kata-katanya.
Plukk! Hinata menjatuhkan sosis goreng yang tak sempat dimakannya. Ia menegang seraya menganga mendengar perkataan itu keluar dari mulut Naruto.
Pria itu dengan cuek kembali menghabiskan makan siangnya. Seolah tidak ada yang terjadi, begitupun dengan Shion wanita itu tersenyum canggung pada Hinata.
.
.
.
Sejak kedatangan Sasori waktu itu, Hinata sering meninggalkan ruang kerjanya. Itu menimbulkan kecurigaan Sakura melihat Hinata yang seperti ini. Biasanya wanita itu mana mungkin bisa meninggalkan pekerjaannya kalau tidak ada kepentingan yang benar-bener mendesak. Tapi sekarang Hinata selalu menghilang tanpa sebab dan itu membuat Sakura mengkhawatirkan sahabat indigonya ini.
'Kemana Hinata pergi ya?' Batin Sakura melihat ruangan Hinata kosong lagi.
Ini sudah 1 minggu Hinata kembali dekat dengan pria yang telah menyakitinya dimasa lalu. Hinata kini sudah terbujuk rayu akan kata-kata maut Sasori. Sakura sempat sekali memergoki kebersamaan mereka. Wanita musim semi itu terkaget saat melihat Hinata tengah makan bersamanya disalah satu restoran dekat kantor. Mereka terlihat cukup akrab seolah tidak terjadi apa-apa. Kecurigaan sudah memenuhi benak Sakura mengenai maksud busuk Sasori yang kini kembali mendekati Hinata. Bagaimanapun jugakan Sakura mengetahui tentang masa lalu mereka. Bisa saja Sasori punya maksud tidak baik pada Hinata. Memang berpikiran negatif itu tidak baik tapi jika yang melakukannya pembohong bermuka manis seperti dia, bagaimana bisa dipercaya?
"Kau harus bertindak lebih cepat. Kau tahu si setan merah aka Sasori mendekati Hinata lagi" pesan terkirim.
Naruto yang tidak setiap hari datang ke kantor Hinata sama sekali tidak mengetahui perihal Hinata dengan Sasori, ia juga harus mencari pekerjaan baru untuk menyambung hidupnya. Kalau saja Sakura tidak mengirim sebuah pesan padanya mungkin Hinata akan semakin pergi jauh dalam hidupnya, namun hal itu tidak boleh terjadi. Dan disinilah ia sekarang, menatap kosong ruangan yang selalu digunakan Hinata setiap harinya untuk bekerja. Tapi sekarang sang penghuni ruangan sedang tidak ada ditempat. Naruto kembali beranjak keluar lagi menanyakan pada sekertaris baru Hinata.
"Sara kau tahu kemana Hyuga-sama pergi?" Tanya Naruto "aku lihat beliau pergi dengan seorang pria beberapa menit yang lalu. Kau tahu Naruto pria itu sangat tampan" ucap Sara membayangkan betapa tampannya pria yang pergi bersama atasannya itu.
Brakk! "Aku tidak ingin mendengar kau memuji-mujinya, aku bertanya kemana mereka pergi" sulut Naruto menahan emosi, Sara yang melihat hal itu terkaget tidak menyangka jika mantan rekan kerjannya itu bisa seperti ini.
Sara memutar bola matanya bosan "Ya elahhh kau ini... aku tidak tahu kemana mereka pergi" jawab Sara acuh tidak memperdulikan Naruto dan kembali kerja.
Cepat-cepat Naruto segera pergi dari sana. Berlari mencari sosok Hinata yang tengah bersama setan merah yang dikatakan oleh Sakura. Naruto yakin Hinata tengah pergi bersamanya terbukti dengan perkataan Sara sang sekertaris Hinata yang melihat mereka pergi.
Namun kemana langkah kaki membawanya pergi pandangan mata sebiru lautan itu tidak melihat dimanapun Hinata berada. Naruto benar-benar merasa khawatir sekarang, bagaimanapun Sasori adalah masa lalu Hinata yang telah membuat wanita itu sakit hati sampai tidak percaya akan yang namanya cinta.
Tapi bukan Uzumaki Naruto namanya jika seperti itu saja ia sudah menyerah. Narutopun kembali berlari kesana kemari, menurut Sara Hinata pergi beberapa menit yang lalu kemungkinan besar mereka masih ada dalam lingkungan kantor. Merasa yakin Naruto pergi keluar gedung. Seingatnya ada sebuah taman dibelakang gedung ini.
Iapun berlari lagi kearah yang dimaksud 'firasatku mengatakan mereka ada disana' dan benar saja, ketika Naruto sudah tiba ia melihat 2 sosok yang sangat dikenalinya. Mereka sedang bercakap-cakap tentang sesuatu. 'Firasatku memang tidak akan salah' ujarnya seraya bersembunyi dibalik semak-semak mencari tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Ini sama persis seperti kejadian malam pesata waktu itu.
.
"Setelah semua yang sudah kau berbuat terhadapku, kenapa sekarang kau datang dan mendekatiku?" Ucap Hinata yang sudah penasaran sejak awal kedatangan pria itu.
Sasori tersenyum mendengar ucapan Hinata "aku hanya ingin bersamamu saja Hinata, dan aku juga ingin membalas si pria kuning itu"
'Pria kuning? Maksudnya aku?'
"Kenapa kau begitu bersemangat sekali ingin membalasnya?"
"Karna dia sudah mempengaruhimu dengan kelakuan liciknya itu. Apakah kamu tidak ingat saat dia datang dan langsung membawamu pergi untung saja aku cepat datang menyusul kalau terlambat sedikit saja aku yakin kamu sudah diapa-apain olehnya Hinata" bohong Sasori lagi, mendengar hal itu Hinata mencoba berpikir apakah dari dulu juga Naruto sudah berbahaya?
'Kusoo, apa maksudnya dia berkata seperti itu? Cihh setan merah pembohong besarr'
Beberapa menit berlalu, Hinata mencoba mengingat kembali kejadian yang dikatakan oleh Sasori barusan. Sekeras apapun ia berusaha untuk mengingatnya tidak ada sedikitpun kejadian yang Sasori katakan hinggap dikepalanya.
"Tapi sepertinya aku tidak mengingat hal itu pernah terjadi. Memang Naruto akan melakukan apa padaku?"
Sadarkah ia bahwa ucapannya sudah memancing apa yang dipikirkan pria licik disampingnya. Dengan seringaian tajam ia akan segera melakukan aksi yang sudah dipikirkannya itu.
"Dia melakukan ini"
Grepp! Melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres Naruto keluar dari persembunyiannya, menghentikan aksi senonoh yang akan dilakukan oleh pembohong besar itu pada Hinata. Brughh! Pukulan telak yang sangat keras dilayangkan oleh Naruto, membuat Sasori terpental jauh dan jatuh dihadapan Naruto. Hinata membelalakan matanya tak percaya. Ia tahu apa yang akan dilakukan Sasori tadi padanya, untung saja Naruto menyaksikan kejadian itu jadi Hinata bisa bernafas lega, selamat sebelum diapa-apakan oleh pria brengsek itu.
"Beraninya kau mengambil kesempatan pada Hinata dalam kondisinya seperti ini, HHAAHHH" brughh! Bbrrugghh! Pukulan demi pukulan dilayangkan lagi olehnya. Darah mengalir keluar dari mulut Sasori, lebam menghiasi wajah tampannya. Namun bukannya menyerah, Sasori malah menyeringai pada Naruto dan itu semakin menyulut emosinya. Naruto mengamuk membabi buta, hal itu lebih parah jika dibandingkan ketika malam pesta dansa kemarin.
Hinata yang menyaksikan hal itu sama sekali tidak percaya melihat bagaimana emosinya Naruto melihat dirinya yang akan mendapatkan hal menjijikan itu. Namun setelah beberapa menit ia menyaksikan kejadian itu ingatan lain muncul dalam kepalanya 'sepertinya kejadian ini aku pernah mengalaminya juga. Dimana Naruto datang untuk menyalamatkanku'
Secepat roda berputar segala kenangan bak film ditayangkan hadir kembali dalam ingatannya. Kenangan dimalam pesta, kenangan setiap pagi ketika Naruto selalu datang dan memberikannya sarapan, kenangan Naruto yang selalu mengusik hidupnya setiap hari, kenangan saat Naruto mengatakan cinta padanya, kenangan bagaimana pria itu bisa meyakinkan dirinya akan cinta lagi, sampai kenangan yang membuat dirinya dan Naruto sama-sama terluka akibat keegoisan yang dilakukan oleh Tou-sannya, Hyuga Hiashi.
Kenangan demi kenangan itu hinggap kembali dalam ingatannya, tentang siapa sosok yang kini ada dihadapannya. Sosok yang kini tengah memberikan pelajaran atas tindakan kurang ajar yang akan dilakukan pada dirinya oleh pria brengsek itu.
Tess... air mata mengalir dikedua matanya. Kenangan indah saat bersama pria itu kini sudah teringat kembali, betapa pentingnya sosok itu dalam hidupnya. Sosoknya yang hangat dan penyayang sangat dirindukan olehnya. Ingin sekali dia berlari dan mendekap hangat bahu tegap orang yang berada didepannya. Namun sayang, denyutan yang teramat sakit di dalam kepalanya harus menghentikan keinginannya itu. Pandangannya semakin memburam, seakan langit mematikan cahaya disekitarnya. Gelaplah yang kini sudah menyambutnya. Bruggg! "Naruto-kun"
Mendengar suara jatuh dibelakang menghentikan aksinya, Naruto tersadar dan segera melihat ada apa disana. Matanya terbelalak ketika melihat Hinata yang sudah tak sadarkan diri jatuh terkulai disana.
Naruto berlai dan mendekapnya hangat "Hinata..."
Tbc...
Bagaimana minna semoga tidak mengecewakannya, jika berkenan silahkan reviews ya, kritik dan sarannya juga silahkan tuangkan saja :) ^^
Balasan reviews :
JustNaruHinaAndKibaTamaLover : hahaha teganya :D tapi tak apalah akupun ingin seperti itu tapi kasian juga hahah :'D udah lanjut semoga suka, arigato udah ngereviews ^^/
magendrik : udah lanjut semoga suka, arigato udah ngereviews ^^/
Tisnata : iyaa sama" okee makasih banyak udah ngoreksi hehe gomen banyak yang salah :) arigato udah ngereviews ^^/
UzumakiHyuga13 : arigato gozaimasu hehe :) arigato udah ngereviews ^^/
krisskun12pb : hehehe arigato gozaimasu kriss_san, tidak akan HIATUS ko mudah-mudahan wkwk :D okee semangat ^^/ arigato udah ngereviews ^^/
febrianzawira : hehe udah lanjut semoga suka, arigato gozaimasu ^^ udah kembali ko #mungkin wkwk arigato udah ngereviews ^^/
permatadian : hehehe gomen gomen tenang tenang Shion baik ko :D :D arigato udah ngereviews ^^/
piupiuchab : udah lanjut semoga suka ^^ arigato udah ngereviews ^^/
fatrakey : arigato hehe ^^ udah lanjut semoga suka, arigato udah ngereviews ^^/
5udiantara4 : udah lanjut semoga suka :) arigato udah ngereviews ^^/
Desi Rei Mei : udah lanjut semoga suka, arigato udah ngereviews ^^/
PAINAKATSUKI78 : hehe arigato udah nyempetin baca :D ga ko tenang saja heheh arigato udah ngereviews ^^/
