DISCLAIMER: Created in the world belonging to J.K. Rowling and no money here. Just for fun.
Chapter 5: Trapped
Setelah berkemas dengan cepat, mereka segera pergi dari pertanian dan dalam sekejap Dobby telah mengantar mereka ke suatu lembah yang ditumbuhi bunga-bunga liar. Di tempat baru ini, udara lebih hangat. Saat mereka tiba, mereka memeriksa daerah sekeliling mereka, mencari bahan makanan dan menemukan sumber air untuk keperluan memasak, minum dan mandi serta sebuah gua yang lapang yang dapat mereka gunakan untuk berteduh. Mereka menemukan jamur-jamur liar, kelinci serta ular. Namun mereka hanya dapat menangkap kelinci untuk santapan mereka disamping memasak jamur.
Awalnya Harry bertekad untuk kembali ke pertanian untuk menyelidiki hilangnya jenasah Hermione. Namun setelah Luna mengomel dan mengatakan resikonya sangat besar, "Sebaiknya kau menunggu dulu beberapa hari, baru kau dapat kembali. Saat ini kau sudah kehilangan jubah gaib jadi kau tidak dapat datang ke tempat itu dengan aman" dan masih disambung lagi dengan rentetan bla..bla..bla.. lainnya. Harry menyerah dan menurut saja dengan perkataan Luna, karena dirasa masuk akal juga pendapat Luna tersebut. Karena Harry batal kembali ke pertanian, Harry mengusulkan untuk giliran berjaga mulai hari itu dan mereka semua setuju dengan ide tersebut dan Harry dengan sukarela memilih giliran pertama.
Malam harinya saat makan, Harry mengusulkan agar mereka segera ke Gringotts dalam waktu dekat. Luna akan menyamar sebagai Bellatrix dengan ramuan polyjuice, Polyjuice yang mereka temukan di tas milik Hermione. Harry dan Dean memutuskan menyamar sebagai partner Bellatrix, para pengagum gerakan Voldermort dari negara lain. Untuk itu beberapa helai rambut muggle telah mereka peroleh dari perjalanan mereka ke desa kecil yang terletak di dekat kaki gunung, dan tentunya untuk melengkapi penyamaran, mereka menambahkan mantera transfigurasi untuk membuat wajah mereka kelihatan seram. Mereka juga berlatih untuk penampilan mereka dan cara mereka berbicara. Menurut Harry, penampilan fisik Luna sebagai Bellatrix tidak diragukan sangat sempurna. Hanya saja perkataan dan sikap Luna masih terlalu manusiawi, nada suara Bellatrix seharusnya terdengar keji dan menanggap orang lain adalah sampah. Mereka juga membutuhkan beberapa peralatan lain, khususnya buatan muggle yang rencananya akan mereka beli di Diagon Alley sebelum penyusupan.
Selain berlatih penyamaran, mereka juga menyiapkan beberapa strategi penyusupan dan berlatih beberapa macam sihir untuk penyerangan dan perlindungan. Luna berkata dia teringat dengan masa-masa di Hogwarts saat berlatih bersama semua anggota Dumbledore's Army. "Aku sangat merindukan moment itu" kata Luna dengan nada sedih. "Luna, kan pelatih Dumbledore's Army ada di sini. Jadi kau tak perlu sedih" goda Harry sambil tersenyum. Luna tertawa sambil mengarahkan tongkatnya ke arah Harry "Dasar, kau. Harry, kenapa kau jadi genit sekarang. Kau masih sempat-sempatnya bercanda dan mengodaku. Stupeffy!". "Protego!" balas Harry
Harry mencoba menggunakan dua tongkat secara bersamaan, ide yang didapatnya pada saat menyerang Greyback di kediaman Mafloy. Meskipun sudah berulang kali mencoba mantera perlindungan dan penyerangan dengan 2 tongkat, ia masih merasa gerakannya masih kaku dan kurang lincah. Namun dia terkejut melihat kekuatannya dengan 2 tongkat. Saat itu dia meminta Dean dan Luna menyerangnya dengan mantera bius, Harry membuat mantera perlindungan "Protego" dengan dua tongkat. Hasilnya selubung perlindungan terbentuk sangat kuat dan memantulkan kembali mantera bius dengan kecepatan yang luar biasa kembali ke pemiliknya. Hasilnya Luna dan Dean pingsan akibat mantera "Stupeffy" yang menyerang balik mereka.
Seminggu berlalu, Harry masih saja memikirkan misteri hilangnya jenasah Hermione bersama Ron. Dia sudah sempat kembali ke pertanian dengan diam-diam tanpa memberitahukan teman-temannya, namun hasilnya nihil. Dia tidak menemukan sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas hilangnya jenasah Hermione, semua yang ada dipikirannya hanyalah perkiraan dan teori-teori kosong saja. Akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk menyelidikinya di kemudian hari.
Hari itu mereka membahas persiapan terakhir, dan meyakinkan bahwa rencana mereka cukup sempurna untuk masuk dan keluar dari gringotts dengan utuh.
"Kita harus menggunakan payung atau jas hujan untuk menghindari air terjun bawah tanah yang menurut Mr. Griphook dapat membuyarkan semua sihir"
"Kita perlu menyalakan petasan naga untuk mengalihkan perhatian".
"Kita juga perlu portkey untuk melarikan diri dengan cepat"
"Kita membutuhkan galeon untuk membeli peralatan"
"Kita tidak boleh kembali ke tempat ini"
"Kita harus ... "
dan masih banyak lagi daftar yang disebutkan
Malam itu bulan tertutup kabut, api unggun telah mereka matikan sejak sore. "Agar tak terlihat" kata Harry. Harry berjaga di depan gua. Sama seperti yang dia lakukan dulu di tenda, dia duduk diam tak bersuara, memasang telinga dengan tongkat di tangan. Sesungguhnya Harry sudah tak bisa tidur lelap sejak petualangan di hutan bersama Ron dan Hermione. Maka dari itu dia selalu dengan sukarela menawarkan diri untuk berjaga pada giliran pertama. Setelah beberapa waktu, keheningan malam itu tiba-tiba dipecahkan dengan teriakan Mr. Griphook dari arah sungai. Harry segera masuk ke dalam gua, membangunkan Dean, Luna, dan Mr. Ollivander agar bersiaga, lalu dia segera berlari ke arah sungai. Setibanya di sana, dia tidak melihat apapun. "Lumos" dan cahaya muncul dari tongkatnya, menerangi tempat itu. Diaterkejut melihat Mr. Griphook tergeletak di atas tanah dengan luka dalam seperti cakar binatang pada sekujur tubuhnya, dan karena merasa ada yang ganjil, Harry segera mendekat, memeriksa lebih seksama. Dia melihat hal yang mengerikan, leher goblin itu terplintir. Dalam hatinya Harry memastikan Mr. Griphook sudah tewas. Luna dan Dean tiba di belakangnya dan mendekat. Luna berteriak tertahan dan menutup mulut dengan kedua tangannya melihat kondisi Mr. Griphook, Dean terduduk lemas. Sesaat setelah memeriksa Mr. Griphook, Harry tersadar bahwa ada masih ada bahaya yang menghadang mereka. Dia bangkit berdiri dengan cepat, memandang sekeliling bersiap menghadapi serangan, "Luna, Dean, ... siaga" bisik Harry sambil menggeluarkan tongkatnya yang satu lagi. Dean dan Luna segera mengeluarkan tongkat masing-masing. Mereka saling membelakangi. Setelah beberapa lama dan yakin tak ada yang akan menyerang, Harry menurunkan pertahanannya dan memutuskan kembali ke gua. Saat dia dan Dean mengangkat tubuh goblin, dia menemukan potongan perkamen dibawah tubuh Mr. Griphook. Harry segera mengambil perkamen itu dan membaca isinya. Ekspresi Harry segera berubah, dia sangat mengenali tulisan pada perkamen itu.
Malam mereka semua terjaga dan tidak dapat tidur kembali. Bertiga, Harry, Dean dan memakamkan Mr. Griphook dengan cepat. Mereka telah menyadari bahwa tongkat sihir Mr. Griphook, yang diberikan Harry padanya turut lenyap. Luna kemudian menyimpulkan bahwa hilangnya beberapa barang milik mereka: Batu bertuah, jubah gaib milik Harry, jenasah Hermione, Ron serta tewasnya Mr. Griphook sepertinya saling terkait.
"Teori konspirasi Lovegood" begitu komentar Dean ketika mendengar bahwa menurut teori Luna, Hermione telah dihidupkan kembali dengan batu bertuah milik Harry oleh Ron. Mereka berdua kini berada dekat dengan tempat ini dan bersembunyi dengan mengenakan jubah gaib. Tulisan pada perkamen juga merupakan bukti bahwa ada orang lain disekitar mereka yang tahu tentang rencana penyusupan mereka ke Gringott. Namun ketika Harry menanyakan kenapa mereka harus bersembunyi, Luna mengatakan bahwa dia juga masih memikirkannya.
"Kalau mereka di pihak kita kenapa harus bersembunyi, tidak menampakan diri pada kita, tapi kalau mereka berada di pihak musuh mengapa mereka tidak menyerang?. Itulah yang membingungkan" kata Luna.
"Vault Bellatrix ada di level 7 di dekat vault milik Sirius Black. Jangan percaya dengan perkataan si goblin" begituisi dari perkamen itu. Tanpa tanda tangan penulisnya, tapi Harry sepertinya mengenal tulisan tersebut. Tulisan tangan itu mirip dengan tulisan tangan milik Hermione, tapi Harry tidak yakin 100%, karena dia merasakan ada perbedaannya tapi dia tidak tahu perbedaannya dimana.
"Ada kemungkinan Mr. Griphook hendak menjebak kita dengan mengatakan vault Bellatrix ada di level 5" kata Harry, "karena perkamen ini menyatakan letaknya ada di level 7. Itu pun kalau tulisan ini benar"
"Bagaimana Luna, Dean. Apakah sebaiknya kita mempercayai perkamen ini atau kita tetap dengan rencana awal ke level 5?" tanya Harry.
Dean tidak punya pendapat karena dia tak tahu banyak tentang kondisi Gringotts meskipun dia pernah beberapa kali ikut orang tuanya masuk saat masih kecil.
"Menurutku,tidak ada bedanya vault itu ada di level 5 atau level 7. Intinya, kita tetap harus masuk ke Gringotts. Bila isi perkamen itu benar, Vault milik Bellatrix memang seharusnya berada dalam kelompok vault milik keluarga darah murni yang sudah lama ada. Posisi keluarga Lestrange seharusnya sama tuanya dengan posisi keluarga Black dilihat dari kemurnian mereka. Bila vault milik keluarga Black saja ada di level 7, seharusnya milik Lestrange tidak akan jauh letaknya dari level 7".
"Aku jadi teringat dengan Hermione mendengar kesimpulanmu, Luna. Lagipula tulisan di perkamen itu mirip benar dengan tulisan Hermione. Tapi aku tahu itu bukan tulisan Hermione. Luna, kau memang jenius, tapi tidak seperti kelihatannya" kata Harry sambil tertawa.
Luna tersenyum mendengar komentar Harry. "Apa maksudmu Harry. Apa maksudnya tidak seperti kelihatannya?" geram Luna. Dean tertawa mendengarnya dan menyambung "Maksudnya mungkin anting gabus dan kalung lobak yang sering kau kenakan"
"Sialan kalian berdua mentertawakan aku" sahut Luna dengan nada galak
"Lho, aku tidak mengatakan demikian, maksud aku, kamu tidak terlihat typical kutu buku" bantah Harry
"Memangnya orang jenius harus kutu buku?" tanya Luna
"Tapi Harry, aku senang melihatmu bersemangat kembali" lanjut Luna
Pagi-pagi buta Harry memanggil Dobby dan berterima kasih padanya untuk segala bantuannya selama ini. Untuk itu Harry memberi Dobby sweaternya dan Dobby terlihat senang atas pemberian Harry. Dean tidak bisa memberi apa-apa karena dia memang tak punya apapun saat ini. Sedang Luna memberikan ikat rambutnya. Harry mengatakan pada Dobby bahwa dia hendak pergi dan tidak akan kembali ke tempat ini. Untuk itu Harry meminta tolong Dobby kalau-kalau dia bersedia menemani Mr. Ollivander dalam persembunyiannya karena Mr. Ollivander sudah menolak untuk diajak kembali ke Diagon Alley.
"Harry Potter boleh memanggil Dobby kalau-kalau Harry Potter butuh bantuan Dobby. Dobby selalu siap" ucap peri itu sambil memegang tangan Harry.
"Sebenarnya aku juga berharap kamu dapat menyertai kami Dobby. Kamu sangat dapat diandalkan. Tapi perjalanan kami kali ini sangat beresiko dan lagipula Mr. Ollivander juga perlu teman saat ini."
"Sampai jumpa Dobby" kata Harry dan Luna bersamaan.
"Sampai jumpa Harry Potter. Sampai jumpa Miss Lovegood dan Mr. Thomas" balas Dobby
Harry, Dean, dan Luna tiba di Diagon Alley. Saat itu masih terlalu pagi, dengan menutupi wajah mereka dan tak lupa efek transfigurasi pada wajah mereka agar tak dikenali oleh orang-orang. Saat itu mereka belum menyamar untuk penyusupan, namun mereka tetap harus berhati-hati agar tak dikenal dengan orang-orang di sana. Dean menyenggol lengan Harry sambil menganggukan kepalanya ke jalanan Diagon Alley. Harry melihat banyak sekali tempelan poster wajahnya di sepanjang jalan. "Harry, kau rupanya cukup tenar di sini" kata Luna sambil tersenyum maju mengambil salah satu poster.
"Lihat, di poster ini kau kelihatannya manis".
"Luna, jangan membahas itu sekarang, kita masih punya tugas penting" potong Harry.
Mereka bertiga segera bergegas menuju toko lelucon milik Fred dan George. Papan nama "Weasly's Wizard Wheezes" terlihat dari kejauhan. Papan nama toko itu sangat menyolok dengan warna yang selalu berubah setiap saat. Mereka dengan cepat menghampiri pintu toko dan hendak mengetuk pintunya. Namun mereka lihat toko itu sudah lama tidak diurus. Terlihat debu menutupi kaca estalase. Rantai, gembok dan palang terlihat menghalangi pintu masuk dan jendela toko.
"Wah, kemana mereka. Jangan-jangan terkena masalah" bisik Dean.
Harry melihat ke samping kanan dan kiri tapi dia tidak melihat seseorang yang dapat mereka tanyai, karena hari masih pagi dan belum ada banyak pengunjung di Diagon Alley.
"Kalian sedang apa? Toko itu sudah lama tutup". bisik suara dari belakang mereka yang membuat mereka terkejut
"Kami hendak membeli sesuatu di sini. Anda tahu pemiliknya pergi kemana?" tanya Harry
Harry melihat orang yang berbicara itu ternyata seorang gelandangan yang sangat kotor, kelihatannya sudah berbulan-bulan tidak mandi.
"Mereka sudah lama pergi. Sejak menteri sihir terbunuh, semuanya berubah".
"Kabarnya pemilik toko dituduh menghianati kaum darah murni. Jadi mereka kini sedang dikejar oleh pihak kementerian" bisik suara lain di samping kanan mereka.
Kali ini Dean dan Luna menoleh dan melihat bahwa ada gelandangan lain juga namun yang ini sedikit lebih bersih
"Mereka sudah kabur jauh, entah kemana" kata orang yang pertama.
"Padahal saat mereka buka, banyak rejeki buat kami untuk membeli makanan" sahut orang ini.
Harry sepertinya mengenal suara itu.
"Itu mereka, Fred dan George" Luna berbisik dekat telingga Harry.
Harry tersenyum sambil menoleh,
"Fred, George senang mendengar suara kalian lagi"
Harry memandang orang pertama entah yang mengenakan pakaian dekil dengan beberapa tambalan, dengan wajah hitam penuh goresan arang, "Fred..., kau kah itu?" tanya Harry sambil berbisik
"Dan..kau pasti George, kalian baik-baik sajakah?" lanjut Harry sambil menoleh ke kanan
"Demi jenggot Merlin... Harry kau ada disini. Kau tidak melihat seluruh jalanan dipenuhi postermu" bisik Fred
"Mari kita pergi dari tempat ini sebelum ada yang curiga. Ikuti kami" bisik George.
Harry melihat, pakaian yang dikenakan George agak berbeda, lebih rapi tidak ada tambalan.
"Baru kali ini aku melihat kalian berpakaian tidak kompak" bisik Luna.
"Kita tidak boleh dikenali, kalau kita berpakaian sama, banyak yang curiga" kata Fred
"Hanya kami yang kembar di Diagon Alley" lanjut George
Fred berjalan dahulu, kemudian diikuti George selang beberapa waktu. Mereka cukup menjaga jarak.
Mereka berjalan melewati beberapa gang sempit, dan toko-toko yang masih tutup. Akhirnya mereka tiba di pojok jalan buntu. Di pojok jalan itu terdapattimbunan barang-barang tak terpakai, seperti tong sampah, sepeda, patahan sapu, dan masih banyak lagi. Fred berdiri disamping dinding bata yang ada di samping kanannya saat mereka tiba, sementara George medekat ke dinding yang ada sebelah kiri. Mereka berdua secara bersamaan lalu mengetuk beberapa batu bata dengan kedua ujung jari mereka. Lebih rumit dari yang Harry pikirkan. Kemudian setelah beberapa belas ketukan, terakhir mereka bersama mengucapkan
"Aku bersumpah bahwa aku tidak bodoh dan dia yang tak punya nama lebih dungu daripada kami"
Dan tiba-tiba dari atas, terjulur tangga tali yang menyambung ke sebuah jendela yang muncul dari udara.
"Sepertinya aku sangat mengenal beberapa hal yang baru kau lakukan" kata Harry sambil nyengir.
Fred dan George tertawa bersama. "Ini baru permulaan, lihat saja nanti"
Setelah naik, mereka tiba di sebuah kamar, Fred dan George membuka pakaian mereka, ternyata di dalamnya mereka mengenakan pakaian yang cukup bersih. Lalu Fred membuka pintu dan berteriak kecil
"Jordan, kemarilah. Lihat siapa yang datang".
Tak lama Lee Jordan masuk dan bingung karena tidak mengenali Harry dan kawan-kawan (maklum mereka masih dalam samaran mereka)
"Hai Jordan, bagaimana kabarmu. Masih aktif di Potterwatch? " tanya Harry.
"Jenggot Merlin" teriak Jordan. "Harry, kau itu? Gambarmu ada di mana-mana dan kau berani kemari. Luar biasa. Kapan kau akan menghadapi Kau-Tahu-Siapa"
"Hahaha.. aku belum berencana menghadapinya sekarang" kata Harry
"Lalu mereka?" sambil melihat Luna dan Dean. "Ron dan Hermione kan?" tanyanya pada Harry
"Bukan, Luna dan Dean" kata Fred dan George bersamaan, mereka sudah diberitahu oleh Harry saat mereka naik ke kamar.
"Hah… bukannya kalian selalu bersama. Kemana mereka"
"Ceritanya panjang…"
"Ceritakan pada kami, apa yang terjadi pada mereka. Kami juga ingin tahu di mana mereka" kata Fred
"Ya, kami perlu tahu tentang adik kami, Ron" sambung George
Setelah mereka duduk dan minum butterbeer yang dibawakan oleh Jordan, Harry mulai bercerita tentang kisahnya sejak dari kabur dari penyerangan di The burrow, lalu berkemah di hutan, lantas Ron pergi meninggalkan mereka (Fred dan George memaki Ron dengan perlahan), dan tertangkapnya mereka oleh death eater karena Ron (Harry tidak menceritakan tentang horcrux). Sampai di sini Fred dan George marah-marah karena tingkah laku Ron. Mereka bilang mereka malu dengan sikap Ron. Namun Jordan meminta Harry melanjutkan cerita mereka. Harry melanjutkan ceritanya tentang dirinya di bawa ke tempat kediaman Mafloy, tertawan di ruang bawah tanah, berusaha untuk kabur dengan menyerang Wormtail, serbuannya untuk melarikan diri dan tewasnya Hermione. Sesampai di sini Harry terdiam, dia menundukkan kepalanya dan menangis tanpa suara, karena rasa sedih dan pedih kehilangan Hermione. Fred, George dan Jordan juga terdiam seakan tak percaya bahwa Hermione telah tewas. Tak lama setelah semuanya kembali dari shocknya, Luna kemudian melanjutkan cerita Harry dengan dugaan bahwa sikap Ron tersebut kemungkinan untuk menyelamatkan Ginny, lalu pemakaman Hermione, pertemuan kembali dengan Ron, tewasnya Mr. Griphook dan hilangnya Ron disertai hilangnya beberapa barang milik Harry dan secara khusus misteri makam Hermione yang kosong.
Fred dan George bangkit berdiri lalu berkata, "Mom pernah mengabarkan bahwa Ginny tertangkap namun sudah kembali bersama Ron. Tapi setelah itu Ron pergi lagi dan tak ada kabar hingga hari ini. Kami bahkan tidak tahu tentang Hermione bila kau tidak menceritakannya. Ginny bahkan tidak berbicara tentang tertangkapnya kau dan Hermione, tapi dia telah bercerita tentang tertangkapnya dia dan kau, Luna. Kami juga tidak tahu bagaimana cara Ron menyelamatkan Ginny. Ginny juga tidak tahu apa-apa tentang itu. Kami akan mengabarkan tentang ini pada Mom" kata Fred dan George bersahut-sahutan.
"Sebaiknya jangan sekarang. Ada hal penting lainnya, saat ini kami butuh bantuan kalian. Kami harap kalian dapat menolong" kata Harry
"Apa yang kalian rencanakan sekarang?"
"Ceritakan pada kami, siapa tahu kami dapat membantu"
Harry lantas mengeluarkan daftar keperluan mereka. Setelah membacanya George menyanggupi daftar keperluan tersebut namun dengan syarat mereka harus tahu untuk apa semua barang-baramng itu dan apa rencana Harry dan mereka ingin terlibat di dalamnya. Awalnya Harry menolak, namun karena desakan Fred, George, Jordan dan juga sepertinya Luna dan Dean juga setuju akhirnya Harry memperbolehkan Fred, George dan Jordan turut serta dalam rencananya.
"Kami hendak membobol Gringotts" kata Harry
Bertiga Fred, Gerorge dan Jordan melonggo mendengar jawaban Harry
"Kau serius Harry?" tanya Fred
"Ya kami serius" jawab Luna
"Wah, itu ide brilian. Cara cepat untuk mati" kata Jordan
"Kami serius" kata Luna kembali menekankan rencana mereka
Secara singkat Harry menceritakan rencananya untuk masuk ke vault milik Bellatrix.
"Lalu bagaimana cara kalian menghancurkannya"
"Kami akan ke Hogwarts. Hermione pernah berkata bahwa racun Balisik mungkin dapat menghancurkannya. Harusnya, masih ada taring Balisik yang tertinggal di kamar rahasia di Hogwarts" kata Harry
"Akhirnya, kita Dumbledore's Armybergerak juga. Kalau kau hendak kembali ke Hogwarts, kita harus memberi kabar pada Neville" kata Jordan
"Neville ?" tanya Luna
"Ya, agar dia dan anggota Dumbledore's Army lainnya bersiap-siap. Apakah kalian tahu kalau dia dan anggota Dumbledore's Army lainnya sudah memulai perlawanan terhadap Snape di Hogwarts. Mereka bergerak di bawah tanah" kata Jordan
"Saat ini semua pintu masuk di jaga ketat, termasuk jalan rahasia. Tapi ada satu jalan yang tidak dijaga dan baru ditemukan oleh Neville. Jalan masuk itu ada di Hog's Head Inn. Jadi bila kalian hendak ke Hogwarts tanpa ketahuan, kalian harus langsung ber-apparte ke dalam Hog's Head Inn"
Sementara Jordan menceritakan tentang gerakan Neville dan Dumbledore's Army di Hogwarts, Fred dan George telah berhasil mengumpulkan semua keperluan Harry.
Harry memberikan satu dari coin galleon palsu kepada Fred, sambil berkata
"Ini mirip dengan coin Dumbledore's Army buatan Hermione, dengan ini kita dapat saling mengirimkan kabar melalui coin ini. Namun karena waktu kami sempit, kami hanya sempat membuat dua buah saja. Jadi kalian yang pegang yang satu ini"
"Ide yang baik Harry" kata George. "Tapi kenapa kau lupa dengan ini, Geminio!.." kata Fred sambil mengarahkan tongkat sihirnya. Segera beberapa galleon palsu bermunculan di hadapannya. "Aku rasa ini sudah cukup untuk kita semua"
"Wah...kami tidak teringat dengan itu..." kata Luna sambil nyengir, "Harusnya mantera itu harus selalu diingat"
"Payung dan jas hujan serta helm ada semuanya. Tapi harus dicuci dahulu karena kami temukan semuanya di tempat sampah di bawah. Karena kalau kita membeli, akan ketahuan kalau ditelusuri"
"Untuk sapu, kalian boleh membawa sapu kami yang lama"
"Portkey tidak dapat digunakan karena selain tidak berfungsi di dalam Gringotts, kementerian dapat melacaknya".
"Namun kami sudah menyiapkannya, ini hanya untuk berjaga-jaga dan kami belum mengaktifkannya. Kalian tahu kan cara mengaktifkannya?"
"Kemana portkey itu akan membawa kami?" tanya Dean
"Ke Knockturn Alley. Jangan tanya kenapa kesana, kami rasa itu tempat pelarian terbaik yang kami pikirkan"
"Lalu ini petasan naga terbaru buatan kami, ini lebih hebat dari yang sebelumnya kalian tahu".
"Dan barang ini lebih hebat, kami menambahkannya sendiri, tidak ada dalam daftar kalian. Dinamit. Buatan muggle. Daya hancurnya luar biasa, kau tentu tahu Harry dan juga Dean. Ini dapat digunakan untuk menghancurkan pintu besi atau rel kereta"
"Ya, aku tahu. Aku bahkan tidak memikirkan sebelumnya. Dari mana kalian memperolehnya ?" tanya Harry
"Kau sebaiknya tidak tahu" kata George sambil tertawa kecil.
"Baiklah ,sekarang semua keperluanmu sudah tersedia. Kapan kalian berencana masuk?" tanya Fred
"Mungkin lusa, karena kami belum tahu situasi di luar Gringotts. Kami masih hendak menyelidikinya dahulu selama 1-2 hari ini" kata Harry.
"Kalau begitu kalian sebaiknya menginap di sini malam ini, tapi tidak ada kamar lebih, tapi kami rasa kalian tak keberatan bila harus membagi ruangan bersama-sama dengan kami"
"Tak masalah" kata Harry dan Luna bersamaan.
Setelah 2 hari pengamatan yang dilakukan Harry dan Jordan, Harry memutuskan rencana penyusupan sebaiknya di lakukan siang hari, sesaat sebelum pergantian shift istirahat siang di Gringotts. Siang itu, Luna meminum polyjuicenya dan berganti pakaian mirip Bellatrix. Harry dan Dean menyamar sebagai partnernya. Ketiganya segera berangkat ke Gringotts. Fred dan George dengan pakaian gelandangan sudah berada di area yang telah mereka rencanakan di dekat Gringotts sejak pagi.
Luna sebagai Bellatrix masuk ke Gringotts tanpa gangguan, meskipun hanya ada sedikit masalah administrasi, namun setelah Luna memaksa dengan kasar dan menunjukan tongkatnya, milik Bellatrix. Goblin yang bertugas segera meminta maaf dan segera mengantarnya menuju kereta yang akan membawa mereka semua ke perut bumi. Setibanya di kereta, Harry berbisik, "Ini semua terlalu lancar, aku agak curiga. Tetaplah waspada". Setelah memasuki perut bumi hingga level 3, Harry memerintahkan Goblin untuk menghentikan kereta dengan merapal "Imperius". Lalu segera mereka mengenakan jas hujan yang dibawa dengan tas milik Hermione. Mereka akan segera melewati air terjun di batas antara level 3 dan level 4.
Sementara itu di atas, tibalah 2 orang, pria dan wanita. Fred dan George sangat terkejut melihat kedatangan 2 orang itu ke Gringotts. Fred segera memberikan tanda bahaya pada coin sicklenya. Kedua orang yang baru datang itu segera masuk ke Gringotts, dan tak lama setelah tiba di dalam, keluarlah seorang goblin dari ruangan tertutup dan berkata
"Mereka sudah masuk, dan mereka akan terjebak, Mrs. Lestrange"
"Kerjamu bagus sekali Griphook. Kita akan lihat kelanjutannya"
