DISCLAIMER: Created in the world belonging to J.K. Rowling and no money here. Just for fun.
Chapter 9: Escape from Gringotts
-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x-x
"Kau sebaiknya menyerah dan aku hanya akan mengikatmu. Atau kalau kau melawan, jangan harap kau bisa selamat" kata Avery
Luna segera mengeluarkan tongkatnya, namun sepertinya terlambat karena Avery lebih cepat.
"STUPEFY…" teriak Avery
"PROTEGO...!"
Kubah perlindungan sihir segera terbentuk di sekeliling Luna dan memantulkan kembali serangan Avery dengan kecepatan yang berlipat. Avery yang tak menduga akan hasil seperti itu tak sempat menghindar dan dia pingsan akibat terkena serangan balik dari sihirnya. Luna menoleh ke belakang, dan melihat Harry sedang memegang 2 buah tongkat, masing-masing di tangan kiri dan kanannya. Harry tersenyum padanya, "Sorry Luna, aku terlambat kembali"
Tapi mereka tak dapat berbincang karena sebagian dari kawanan goblin yang turut menyertai Avery dan Bellatrix kini mulai mengepung Harry dan Luna. Luna turun dari keretanya dan mengeluarkan tongkatnya. Mereka lalu saling membelakangi dan bersiap-siap akan serangan dari para goblin yang tentunya berpihak pada Avery dan Bellatrix.
Kepungan goblin makin merapat, lalu mereka mendengar suara yang sudah mereka kenal sebelumnya. "Mr. Potter, menyerahlah, dan aku akan melepaskan gadis itu". Mereka otomatis menoleh ke arah suara itu dan mereka terkejut bagai melihat hantu. Sejenak mereka terdiam.
"Mr. Griphook" sahut Harry dan Luna bersamaan.
Luna lalu melanjutkan, "Mr. Griphook, ternyata kau masih hidup. Sepertinya kami salah sangka terhadapmu. Tentu kau yang menghianati kami"
"Hahaha, gadis pintar. Ya, aku tak menyangkal. Akulah yang melaporkan kalian pada Bellatrix kalau kalian berencana membobol vaultnya. Jadi aku bersandiwara dengan Mr. Avery yang menyamar menjadi Weasley, teman kalian yang tolol itu". (Tanpa sadar Griphok membuka rahasia penyamaran Avery)
"Apa katamu? Maksudmu, dia bukan Ron?" tanya Harry .
"Upss...sepertinya aku keceplosan. Tapi tak apalah, toh kalian juga pasti tertangkap juga. Ya, dia Mr. Avery, dia bukan Weasley".
"Mr. Griphook, mengapa kau menghianati kami?" tanya Luna
"Aku menghianati kalian? Huh…" dengus Mr. Griphook.
"Memangnya aku berjanji pada kalian untuk tutup mulut? Aku tentunya tak mau mati konyol, hanya karena gara-gara kalian para penyihir yang saling berperang, kami para goblin ikut terkena getahnya"
"Satu lagi Mr. Griphook, katakan pada kami. Kemana jenasah teman kami Hermione dan barang-barangku yang hilang?" tanya Harry.
"Kalian tentu tak menduganya. Avery merubah jenasah teman wanita kalian itu menjadi seperti mayatku. Dan mengenai barang-barangmu, tanyakan saja padanya nanti"
"Dan sekarang sudah cukup basa-basinya. Cepat, jangan membuang waktuku lagi".
"Tangkap mereka segera!" perintah Griphook pada teman-temannya.
Harry dan Luna makin merapat, sementara para goblin sudah makin mendekat. Hermione tanpa disangka muncul di sebelah mereka
"Serang saja naga itu, buat konsentrasi mereka terganggu" bisik Hermione
"Ide yang bagus, Mione"
Harry mengarahkan tongkatnya pada naga
"Avis!. Avis!"
Segera puluhan burung atau mungkin juga ratusan keluar dari ujung tongkat Harry dan semuanya terbang langsung ke arah naga. Otomatis sang naga merespon dan menyemburkan api dari mulutnya, yang langsung membubarkan kawanan goblin yang ada di sekelilingnya. Harry kembali mengarahkan tongkatnya, kali ini ke arah rantai yang mengikat leher dan kaki naga itu, dan dengan dibantu oleh Luna, beberapa ledakan kecil memutuskan semua rantai yang mengikat naga, sehingga sang naga menjadi makin leluasa dan bahkan menyerang balik para goblin. Situasi menjadi semakin kacau karena ada beberapa goblin yang menerit-jerit karena terinjak dan terbakar, serta terlempar kesana kemari. Mr. Griphook mengeluarkan tongkatnya, lalu mengarahkannya ke Harry. Namun tangan kiri Harry lebih cepat
"Expelliarmus!" tongkat Mr. Griphook terlempar. Sementara tangan kanannya melanjutkan "Flipendio!" yang menghantam dan melemparkan Mr. Griphook entah ke mana.
Karena Mr. Griphook terlempar jauh, menghantam dinding dan sepertinya tak sadarkan diri, kawanan goblin menjadi semerawut karena tidak ada yang mengarahkan. Mereka ada yang bertahan hendak mencoba menangkap Harry dan Luna, sebagian lagi masih mencoba menangani naga, yang beberapa lainnya malahan kabur, mungkin ketakutan dengan amarah sang naga. Luna kembali melemparkan beberapa serangan dan ledakan dengan tongkatnya, sementara Harry mengarahkan tongkatnya ke Avery yang masih pingsan "Mobilicorpus"dan menerbangkannya ke punggung naga.
"Luna, kita sebaiknya naik di punggung naga itu dan membawanya kabur. Kita akan kesulitan kalau harus kembali berjalan kaki ke atas".
Sambil menghindari serangan goblin dan melancarkan serangan balasan, mereka dapat mencapai dan menaiki naga tersebut. Harry lalu membuat ledakan di dekat ekor naga sehingga sang naga terkejut lalu merentangkan sayap, menjejakkan kakinya dan terbang. Rentangan sayap naga mencapai hampir setengah dari luas gua. Sementara duri-duri di punggungnya membuat lobang pada langit-langit saat bergesekan. Gesekan itu mulai meruntuhkan langit-langit dengan pelahan namun pasti. Batu-batu kecil dan besar, serta gumpalan tanah turut menghujani Harry dan Luna yang berada di pungung naga. Harry memasang mantera perlindungan untuk mereka berdua sementara Luna mengarahkan tongkatnya ke langit-langit gua, "Defidio!" beberapa kali untuk memperbesar lobang yang dibuat naga. Harry dengan tongkatnya yang satu lagi membantu Luna juga untuk memperbesar lubang yang ada di hadapan mereka.
Meskipun sudah dihujani dengan batu dan tanah, para goblin tetap menyerang mereka dari bawah. Harry tidak mau mengambil resiko mereka akan terkena serangan dari bawah atau sang naga terluka. Harry mengarahkan kedua tongkatnya masing-masing ke samping kanan dan kirinya, "AQUAMENTI!" Segera semburan air bah langsung membanjiri gua, membubarkan seluruh kawanan goblin yang ada. Harry sempat melihat air juga membanjiri vault milik Bellatrix yang baru saja ditinggalkannya itu.
Mereka dengan cepat melewati level 6, level 5, dan makin naik. Mereka sempat melihat Dragons Fireracker masih memenuhi seluruh lorong, bahkan jumlahnya telah menjadi berkali-kali lipat. Akhirnya dengan berbagai kombinasi antara mantera sihir dan kebrutalan sang naga, mereka berhasil menjebol jalan keluar menuju langit terbuka.
Saat terbang meninggalkan Diagon Alley, Harry melihat banyak orang melihat ke arah mereka dan menunjuk-nunjuk. Sepertinya kehebohan atau pembobolan yang mereka lakukan telah terdengar hingga ke seluruh penjuru diagon Alley.
"Harry, tadi kau ke mana?" tanya Luna
-x-x-x-x-x-x
-x-x-x-x-x-x
Harry mengarahkan tangannya, memegang erat Piala Hafflepuff. Dia lalu melihat piala ditangannya berpendar kebiruan, dan dia merasakan isi perutnya berputar, sementara dia tertarik ke belakang. Dia pernah merasakan sensasi yang sama sekitar 3 tahun lalu saat Triwizard.
Dia tiba di suatu ruangan mirip aula dengan tangan masih memegang sapu. Ruangan itu agak gelap, hanya diterangi oleh beberapa pantulan sinar matahari dari kejauhan di atasnya. "Mungkin aku berada di dasar sumur" pikir Harry sambil menatap ke atas. "Lumos" tongkat Harry mengeluarkan cahaya yang menerangi seisi ruangan yang ternyata tidak terlalu luas. Harry melihat meja bundar di tengah ruangan dengan kursi-kursi batu yang menggelilinginya. Harry berjalan perlahan, mendekati meja itu. Setelah dekat, Harry memperhatikan bahwa ada 4 buah kursi batu dan ada ukiran lambang Hogwarts pada sandaran masing-masing kursi. Singa Gryffindor, Musang Hafflepuff, Ular Slytherin, dan Elang Ravenclaw.
Entah kenapa, Harry melangkahkan kakinya mendekati kursi Hafflepuff. Setelah tiba, Harry lalu meletakkan tubuhnya, duduk dikursi tersebut, lalu memandang berkeliling. Tak lama kemudian pada meja di hadapannya lalu muncul bak air besar seukuran kopernya. Bentuknya mirip dengan pensieve yang sering dilihatnya di ruangan Dumbledore. Harry mencoba mendekatkan kepalanya, namun tak diduganya, seluruh tubuhnya justru tertarik masuk ke dalam benda mirip pensieve tersebut. Harry berusaha menahan agar dirinya tak tersedot masuk, namun usahanya sia-sia.
Harry merasakan sekelilingnya gelap dan tubuhnya menjadi lemah. Dia mendengar jeritan ibunya di kepalanya. Dia juga melihat Sirius Black. Ya..benar, Sirius Black sedang meratap di dekatnya. Sementara sosok dementor yang tinggi besar sudah membuka kerudungnya mendekatkan kepala ke wajahnya, hendak menciumnya. Harry berusaha menjerit, namun suaranya tak terdengar. Dia merasakan seluruh energinya tersedot keluar, sekilas dia melihat ke samping, Hermione sepertinya pingsan di pangkuannya.
"SIRIUS!…MIONE…!" teriaknya namun suaranya tak terdengar. Harry merasa cemas dan hilang harapan. Sekilas dia melihat sinar perak menghalau dementor-dementor. Dementor yang tadi memegangnya menlepaskannya dan menghilang diterjang rusa jantan keperakan. "patromus" pikirnya lalu dia melihat sosok ayahnya di tepi danau. "Bukan, itu bukan ayah. Itu diriku" pikirnya lagi sebelum jatuh pingsan.
x-x-x-x-x-x
x-x-x-x-x-x
Harry masih menceritakan pengalamannya selagi mereka di atas naga yang terbang semakin tinggi. Cerita itu terputus saat tubuh Ron bergetar, kembali ke wujud aslinya Avery. Karena mereka berdua setengah berdiri dan cukup kesulitan untuk berpegangan ke punggung naga tanpa terluka. Tentu saja pikiran mereka tidak terkonsentrasi penuh sehingga mereka tidak menyadari kalau Avery sudah siuman dan merambat mendekati Luna. Tiba-tiba saja Avery bangkit sambil mencengkram leher Luna dari belakang, Luna dijadikan perisai olehnya.
"Auw…..!" teriak Luna
"Berikan tongkatmu atau kupatahkan leher gadis ini" kata Avery dengan nada sengit
"Jangan Harry, jangan lakukan itu" pinta Luna
"Cepat, serahkan! Aku tidak mau bermain-main."
"Baik, akan kuberikan" kata Harry sambil menurunkan tas, membukanya dan memasukkan tangannya hendak mengeluarkan tongkat sihir
"Secara pelahan, dan arahkan tongkatmu ke bawah" perintah Avery
Namun diluar dugaan mereka semua, sang naga mendadak menukik ke bawah sehingga mereka semua kehilangan keseimbangan. Harry masih sempat berpegangan pada duri naga meskipun duri itu mengores lengannya hingga berdarah. Kesempatan itu juga dipergunakan oleh Luna untuk memberontak dan menjejakkan kedua kakinya ke punggung naga dan menghantamkan kepalanya ke dagu Avery sehingga cengkraman Avery terlepas. Sayangnya, sebelum jatuh tangan Avery masih sempat menjambak rambutnya sehingga Luna menjerit kesakitan sambil memeganggi kepalanya. Keduanya terguling dari punggung naga dan jatuh ke bumi.
"LUNAAA!" teriak Harry
x-x-x-x-x-x
x-x-x-x-x-x
Fred dan George segera beranjak dari depan Gringott setelah melihat Bellatrix dan Ron memasuki Gringotts.
"Kita harus bergerak juga. Kita tak mungkin masuk ke Gringott menyusul mereka sekarang. Mereka sudah tahu resikonya dan sudah bersiap untuk situasi seperti ini" kata Fred
"Kau benar, hanya saja mereka perlu tahu bahwa siapa yang akan mereka hadapi" balas George sambil mengirimkan pesan untuk Harry dkk.
Mereka berdua kemudian beranjak dari seberang Gringotts dan kembali berjalan ke tempat persembunyian mereka. Setibanya di tempat persemunyian, mereka memberitahu Lee Jordan tentang kunjungan Bellatrix ke Gringotts. Setelah berembuk, mereka bertiga awalnay sepakat untuk membantu Harry dengan ikut masuk ke dalam Gringott untuk membantu mengalihkan perhatian dengan segala resikonya. Namun menurut Jordan, kemungkinan besar mereka tak dapat masuk ke Gringott saat ini karena Gringotts pasti sedang ditutup dengan kedatangan Bellatrix yang asli. Para goblin pasti sudah menyadari bahwa ada penyusup yang masuk dengan cara menyamar menjadi Bellatrix. Untuk itu mereka berembuk untuk rencana selanjutnya, yakni rencana pasca kaburnya Harry dkk dari Gringotts.
Mereka sepakat untuk meminta bantuan dari teman-teman lainnya. Fred mencoba menghubungi Bill dan Charlie, sementara George menghubungi Katie, Alicia, dan Angelina. Jordan menghubungi Oliver, Cho serta beberapa anggota Dumbledore's Army lainnya dari eks asrama Gryffindor, Ravenclaw dan Hafflepuff. Mereka semua diminta bersiap dalam waktu dekat karena sepanjang Fred dan George tahu, Harry dkk sedang menjalankan misi dari Dumbledore's guna menghadapi Voldermort.
Mereka hampir selesai menyelesaikan undangan saat gempa melanda Diagon Alley. Getarannya terasa sangat kencang walau tidak menimbulkan kerusakan berarti. Jordan segera melonggokan kepalanya keluar jendela dan melihat seekor naga telah menghancurkan sebagian dari bangunan Gringotts dan terlihat ada beberapa orang yang berada di punggungnya.
"FRED!, GEORGE! Lihat, kalian tak akan percaya ini" teriak Jordan
Fred dan George segera berdesakan di jendela dan ikut melihat sosok naga yang ditunjuk oleh Jordan.
"Itu Harry!" teriak Fred dan George bersamaan.
"Mari kita susul mereka"
Mereka bertiga segera mengambil sapu mereka dan terbang menyusul naga itu. Tentunya agar tidak menimbulkan kecurigaan, mereka terbang berputar dahulu agar tidak terlihat dari Diagon Alley. Hal ini karena banyak orang dan goblin berhamburan keluar dari Gringott yang mulai ambruk. Sementara dari toko-toko lain juga banyak yang keluar untuk melihat apa yang terjadi. Keributan melanda sepanjang jalanan di Diagon Alley dan sekitarnya.
Mereka sudah hampir mendekati naga, namun karena sang naga terbang terlalu tinggi, sapu-sapu mereka tidak ada yang sanggup menyamai ketinggian terbang naga tersebut. Sapu yang mereka naiki hanya mampu terbang hingga sedikit di atas awan, sementara sang naga terbang jauh di atas. Untungnya, mereka tetap dapat mengikuti arah terbang dengan melihat bayangan hitam kecil di atas mereka.
Tak lama mereka dikejutkan dengan panggilan dari belakang mereka,
"FRED!...GEORGE!...JORDAN..!"
Ternyata menyusul di belakang mereka Alica Spinet, Katie Bell, dan Angelina Johnson.
"Wah kalian cepat juga menyusul" seru Jordan bersemangat.
"Harry ada di atas naga" lanjutnya sambil menunjuk ke arah naga
Setelah bertukar sapa, Alicia, Katie, dan Angelina ternyata sedang berada di Diagon Alley saat Gringotts diporak-porandakan sehingga mereka dapat terbang menyusul dengan segera.
Tiba-tiba Katie berteriak sambil menunjuk "ADA YANG JATUH! 2 ORANG!"
Fred dan George segera terbang menukik dengan cepat mengejar 2 orang yang jatuh itu. Satu orang langsung lenyap sepertinya ber-apparte saat sudah dekat dengan George, sementara Fred berhasil menangkap tangan orang yang satu lagi dengan tangan kanannya. Hampir saja dia ikut terjatuh karena keseimbangannya terpengaruh bobot orang yang ditangkapnya.
"LUNA!…, Kau!… Apa yang terjadi? Siapa yang jatuh bersamamu tadi?" seru Fred sambil membantu menaikkan Luna ke sapunya. George dan lainnya mendekat.
x-x-x-x-x
x-x-x-x-x
Harry membeku dan bengong melihat Luna dan Avery terjatuh di hadapannya tanpa sempat dia berbuat apa-apa. Jantungnya terasa berdebar-debar dengan sangat cepat, dan seketika teriakan Hermione segera menyadarkannya, "Cepat Harry! gunakan sapumu"
Harry pun segera mengeluarkan sapu dari dalam tas dan segera meluncur dengan sapunya dari punggung naga, menyusul Luna.
Belum lama Harry menaiki sapunya, terdengar teriakan dari atasnya
"Hoiii! HARRY! Kami di sini!"
Harry menoleh ke atas dan melihat George menaiki sapu sambil melambaikan tangannya, sementara Fred membonceng Luna. Harry juga melihat teman-temannya yang lain Jordan, Angelina, Katie, dan juga Alicia. Harry lega melihat Luna selamat, lalu balas melambai ke arah mereka. Harry kemudian terbang mendekati Fred yang sedang membonceng Luna.
"Luna! Jangan pernah dan jangan pernah lagi kau melompat seperti tadi" Luna hanya mendengus lalu tertawa lepas
"Kenapa Harry, kau khawatir?" tanya Luna
"KHAWATIR?! Kenapa aku harus khawatir?. Kau nekad tahu! Kau tahu-tahu melompat dan membuat jantungku hampir copot!"
"Hahaha…tadi itu spontan Harry. Aku cuma melakukan improvisasi saja" balas Luna
"Improvisasi?! Kau..kau…kau gila tahu"
"Hahaha…Oh Harry, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengejutkanmu. Tadinya aku hanya hendak mendorong Avery saja, tapi tak disangka dia menarik rambutku juga" kata Luna sambil mengelus kepalanya
"Ini masih terasa sakit tahu"
"Hei…Harry sejak kapan kau mengkhawatirkan Luna?" tanya George
"Hei Luna, sebaiknya kau pindah ke belakang Harry saja Luna. Biar dia tidak khawatir" lanjut Fred
"Ha..ha..ha..Fred, kau tidak bersedia memboncengku ya" tanya Luna
"Omong-omong, kalian ada yang melihat Avery?" tanya Harry berusaha mengalihkan pembicaraan saat Luna pindah ke belakangnya.
"Oh, yang jatuh bersama Luna? Sepertinya dia sempat ber-apparte tadi, kami melihat dia tahu-tahu lenyap saat kudekati tadi. Siapa dia?" tanya George
"Sebaiknya nanti saja ceritanya, sekarang kita sebaiknya bergerak cepat dan sebelum gelap kita harus mendapat tempat untuk mendarat dan bersembunyi karena pasti sekarang mereka sedang mencari Harry" teriak Fred dan semua teman-temannya menyetujui lalu mengikuti Fred menuju ke utara.
Setelah melewati puluhan gumpalan awan, beberapa aliran sungai serta dua tiga desa. Mereka terbang rendah dan akhirnya mendarat di tepi hutan yang agak terbuka. Begitu mendarat, Harry segera berlari berkeliling, merapal mantera-mantera perlindungan.
"Kau sedang apa Harry?" tanya Jordan
"Memasang perlindungan, tentu saja" kata Hermione yang tahu-tahu muncul di hadapan mereka.
"Hermione! Kau…kau…" teriak Alicia dan Angelina bersamaan. "Kau jadi hantu. Kau sudah meninggal?" tanya Katie
"Ya, benar. Iini aku" kata Hermione
Bruk… dan keduanya jatuh pingsan melihat sosok Hermione yang transparan.
"Haha..Hermione, kau menakuti mereka berdua" kata Fred dan George bersamaan.
"Kami mohon, kau jangan menghantui kami" pinta Fred dengan nada ketakutan
"Ya…Kami ketakutan sekali" lanjut George
"Huh…kalian masih saja konyol di saat ini" kata Hermione
"Aku tidak melihat Dean Thomas, kemana dia?" tanya Jordan
x-x-x-x-x
