DISCLAIMER: Created in the world belonging to J.K. Rowling and no money here. Just for fun.
Chapter 10: We're Dumbledore's Army
x-x-x
Setelah selesai memasang mantera-mantera anti penyusup dan juga perintang lainnya dibantu oleh lainnya, Harry terduduk dan jatuh pingsan.
Semua terkejut dan segera mengerumuninya. Mereka baru memperhatikan kalau sekujur badan Harry penuh dengan luka, bahklan jubahnya banyak berlubang di sana-sini.
"HARRY!, Kau kenapa…? teriak beberapa temannya
"Mungkin Harry hanya kecapaian saja" kata Luna, "Sejak tadi dia terus melakukan sihirnya, bahkan dengan dua tongkat sekaligus".
"Apa? Kau tak salah?" teriak si kembar bersamaan
"Sejak kapan Harry bisa melakukan sihir dengan tongkat sekaligus?"
"Tak banyak penyihir yang bisa melakukannya dengan baik"
"Kami pernah mencobanya tapi tak bagus hasilnya".
"Tapi kami memang melatihnya, aku sendiri tak bisa melakukannya dengan baik. Tapi Harry hampir sempurna melakukannya" balas Luna
"O..ya, hebat sekali dia" kata Jordan
"Woi…kalian semua, nanti saja ngobrolnya. Kita bantu Harry dulu sekarang" kata Alicia.
"Katie, kau bisa menyembuhkannya?" lanjutnya
"Coba biar aku memeriksanya dulu" kata Katie
Mereka semua memandang Katie, hendak melihat apakah benar Katie yang bicara barusan.
"Oh, ya..kalian belum tahu kan…" tiba-tiba Alicia berbicara, "Katie sedang menempuh study lanjutan untuk menjadi penyembuh. Dia sudah diterima di Wimbeldon Healing and Wizard College, sekolah tinggi khusus penyembuh" lanjut Angelina. "Katie kan lulus NEWT jampi penyembuhan dengan nilai O+, begitu juga dengan ramuan". "Katie memang sudah berencana hendak berkarir sebagai penyembuh sejak dulu" komentar Alicia dan Angelina dengan kompak.
"Rupanya teman kita yang satu ini tanpa kita duga bisa juga melakukan hal lain selain Quidditch" sahut Jordan.
"Jordan, kau sepertinya merendahkannya…" sahut Alicia "Coba kalau Wood ada disini.." lanjutnya
"Lho..apa hubungannya dengan Wood? tanya Jordan
"Memangnya kau tak tahu kalau mereka..." sambung Angelina
"Sudah..sudah. Hentikan obrolan kalian..." potong Katie. "Aku perlu bantuan untuk memindahkan Harry ke tempat yang teduh"
Mereka kemudian memindahkan Harry ke bawah sebuah pohon yang teduh. Katie duduk di sampingnya, mengeluarkan tongkatnya dan mulai memeriksa.
"Aku perlu air untuk membersihkan lukanya. Bisakah salah satu dari kalian membantu mencarinya?"
"Baik, biarlah kami berdua yang mencarinya, sekaligus kita mencari sesuatu untuk makan. Kalian bersama Jordan menyiapkan lainnya" kata Fred dan George bersamaan.
Beberapa waktu kemudian mereka sudah kembali berkumpul kembali. Mereka semua duduk melingkar mendengarkan cerita Luna sambil makan buah-buahan yang dibawa oleh Fred dan George. Luna bercerita tentang pengalamannya dengan Harry di Gringotts, pada masuk Gringotts dan kecurigaan Harry, berita mengenai kedatangan Bellatix dan Ron, petasan naga, memasang perintang di sepanjang rel, hingga naga yang menewaskan Dean. Luna menceritakannya dengan mata yang berkaca-kaca.
x-x-x-x
Harry mendengar suara mendekat, dan sepertinya dia mengenal suara itu. Suara itu cukup familiar baginya, dulu, namun dia tak ingat suara siapa itu.
"Dia pasti berapparate, Severus, seharusnya ada yang menjaganya"
"DIA TIDAK BISA BER-APPARATE!" terdengar suara yang cukup dibencinya. Suara Snape yang berteriak.
"DIA TIDAK BISA BER-APPARATE DI DALAM HOGWARTS!".
"INI PASTI ADA HUBUNGANNYA DENGAN SI POTTER!"
Dan belum sempat Harry menarik nafasnya, "BRAKK!" tiba-tiba pintu terbuka lebar.
Harry melihat Dumbledore, Fudge dan Snape masuk ke dalam ruangan. Ya benar, Dumbledore, tidak salah lagi. Harry mengosok-gosokkan tangannya pada matanya dan kembali melihat. Masih tetap sama. Mereka bertiga tetap ada di hadapannya. Dumbledore, Fudge, dan Snape. Mereka exist. Harry memegang keningnya dan berpikir keras, dia bingung melihat mereka bertiga di depannya. Dia teringat Dumbledore dan Fudge sudah meninggal. Kemudain dari sebelah kanannya ada suara berbisik memanggilnya, dia menoleh dan melihat Hermione duduk di atas ranjang dengan mulut terbuka tanpa suara menatap mereka yang baru masuk.
"MIONE!" desisnya. "Bagaimana mungkin, dia..dia..Mione kan mereka…" pikir Harry sambil melihat ranjang di sebelah Hermione. Dia melihat Ron yang terbaring, sepertinya pingsan.
"Apa yang terjadi. Bagaimana mereka semua ada di sini. Di hadapanku? Sepertinya aku ingat kejadian ini. Ini moment saat aku baru menyelamatkan Sirius bersama Hermione. Kenapa aku ada di sini" pikir Harry dalam hatinya. "Apakah aku sedang bermimpi?"
Sementara Harry masih berpikir dan terlihat bingung, kemarahan Snape padanya makin menjadi.
POTTER!" bentaknya. "APA YANG KAU LAKUKAN?"
Harry terdiam, dia masih bingung.
"Profesor Snape!" terdengar suara di belakangnya. "Kuasai dirimu".
"Snape, bersikaplah yang masuk akal" kata Fudge "Pintu ini dikunci, aku tadi melihat.."
"MEREKA PASTI MEMBANTUNYA KABUR. PASTI. AKU TAHU ITU!" kembali Snape berteriak sambil menunjuk-nunjuk dirinya dan juga Hermione di sebelahnya. Wajahnya terlihat merah padam.
"Tenang Snape!" Fudge balas berteriak, "Kau jangan asal bicara! Lihat saja mereka kebingungan melihatmu.
"ANDA TIDAK TAHU POTTER! sahut Snape sambil memandang wajah Fudgedengan wajah yang bagai hendak menelan apapun yang ada di hadapannya. "DIA YANG MELAKUKANNYA. MEREKA YANG MELAKUKANNYA. AKU TAHU ITU..."
Dan kemudian seakan waktu menjadi berhenti. Sekelilingnya menjadi sangat sepi dan sunyi, tanpa suara. Harry merasakan hawa dingin menyelimutinya. Harry melihat sekelilingnya. Semuanya diam membeku. Dia dapat bergerak, namun tidak dengan sekelilingnya. Hawa dingin mulai terasa menembus kulit dan tulangnya, seakan sebatalyon dementor ada di hadapannya.
"Dementor" pikir Harry, tanpa berpikir lagi dia segera mengeluarkan tongkatnya. Tapi sebelum Harry sempat membuka mulut untuk mengucapkan Patronus-nya, tiba-tiba dari samping kirinya muncul kabut putih yang dengan sangat cepat membentuk gambaran Hermione. Terdengar desisan suara Hermione memanggilnya,
"HARRY! Apa yang kau lakukan di sini? Kau harus segera kembali ke Gringotts. Luna dalam bahaya".
"Mione..! kau… aku tadi melihatmu tadi sedang duduk di samping Ron. Bersama dengan Dumbledore dan Fudge" kata Harry sambil menunjuk ke arah depan. Namun detik berikutnya Harry binggung. Alih-alih Dumbledore, Fudge, dan Snape, di hadapannya hanya ada meja batu besar, kosong melompong juga 3 kursi batu yang besar yang menghadap ke arahnya.
"Harry…" lanjut Hermione "Kau tadi tertidur di meja. Tapi sekarang bukan waktunya. Cepat kembali, Luna dalam bahaya". Hermione dengan cepat menjelaskan situasi di Gringotts secara singkat.
x-x-x-x
Setelah mengambil nafas beberapa kali dan menenangkan dirinya, Luna melanjutkan ceritanya. Dia kembali bercerita tentang pertemuannya dengan Bellatrix sepeninggalan Harry. Luna kelihatannya sudah melupakan kesedihannya dan dia bercerita dengan mimik wajah yang lucu sehingga sesekali terdengar tawa dan komentar. Luna bercerita dengan mimik sedih saat dia disiksa, dengan nada jenaka saat membodohi Bellatrix. Semuanya tertawa terbahak-bahak saat Luna menyuruh Bellatrix memegang portkey.
Kisah Luna saat berhadapan dengan Avery terpotong dengan teriakan di sampingnya.
"ADUH!...SAKIT...!"
Semuanya terkejut dan segera melihat ke samping.
Mereka melihat Harry terbangun, sepertinya Katie melakukan sedikit kesalahan. Katie rupanya sedang berusaha mengembalikan tulang bahu Harry yang terkilir namun Katie tidak memberikan mantera pereda rasa sakit karena disangkanya Harry tak akan kesakitan karena masih pingsan. Tapi karena itulah Harry terbangun dengan kesakitan.
"Wah Harry, senang melihatmu sudah kembali" kata Fred
"Padahal Luna hendak memberimu nafas buatan setelah ini" sambung George sambil melirik Luna
"Kami iri padamu" sambung Fred
"Katie dari tadi sudah meraba-raba seluruh tubuhmu" lanjut George
"Kini giliran kami untuk pingsan" kata Fred dan George bersamaan.
"Bagaimana kalau kalian gunakan permen pingsan?" usul Jordan
"Usul yang bagus. Kau membawanya George?"
"Aku bawa permennya Fred, tapi tidak dengan penawarnya"
"Biar saja Katie makin lama meraba-raba tubuh kita"
"Itu mau kalian…" sahut Angelina
"Dasar cowok.." sambung Alicia
Mendengar mereka semua Harry ikut tertawa "Senang melihat Tim Quiddicth Gryffindor berkumpul kembali. Juga para komentator pertandingannya"
"Harry..kau benar. Tim quidditch terbaik Hogwarts ada di sini. Kita harus merayakannya. Sayang kita tidak punya Butterbeer sekarang" kata Jordan.
Katie tersenyum melihat Harry sudah sadar, wajahnya terlihat sangat lelah. Hampir semua luka yang ada di sekujur tubuh Harry sudah berhasil disembuhkan olehnya.
Harry melihat tubuhnya penuh dengan perban, Luna kemudian berkata "Tadi Katie Bell yang menyembuhkanmu"
"O..Katie, tak kusangka kau mahir menyembuhkan. Thanks ya…" kata Harry sambil memandang Katie lalu memandang sekeliling mencari pakaiannya.
"Harry, ini pakaianmu, aku tadi sempat menjahit lobang-lobang yang ada" kata Luna sambil melemparkan pakaian Harry.
"Thanks, Luna. Kau baik deh…" Kata Harry
"Itu sebagai ganti permintaan maafku karena sudah membuatmu cemas" kata Luna
"Hahaha…sudah lupakan saja hal itu.." kata Harry
"Kau tak apa Luna? Kau sepertinya terluka juga?" tanya Harry melihat tubuh Luna juga dipenuhi perban.
"Tak separah kamu. Tadi Katie sudah merawatku juga" jawab Luna
"Aku lapar, apakah ada sesuatu yang dapat kumakan?" tanya Harry.
"Nih..Harry, tangkap…" Alicia melemparkan beberapa buah-buahan ke arah Harry
Sambil makan, Harry menyambung cerita Luna saat kembali ke Vault, pertemuan dengan Avery dan Mr. Griphook, cerita tentang Ron dan terakhir melarikan diri dengan naga.
"Kemungkinan mereka sedang menawan Ron dan menyekapnya. Namun kami tidak tahu ada di mana mereka menyekapnya" cerita Harry
"Jadi begitu ceritanya, karena itu sikap Ron jadi aneh. Kita akan memberitahu dad dan mom" kata Fred dan George
"Apakah Hermione bisa mencoba mencari tahu dimana Ron disekap?" tanya Fred sambil menoleh ke Hermione yang tak jauh dari Harry
"Aku sudah mencoba mendatangi Mafloy's Manor, tapi aku tak bisa masuk ke sana. Mereka sepertinya memasang jampi-jampi penolak hantu" balas Hermione
"Kalian sebaiknya kembali saja ke rumah untuk itu, aku akan pergi ke Hogwarts sendiri saja. Mungkin kalian dapat mengantarkan Luna pulang, kalian kan sejalan" kata Harry
"Tidak Harry!.." Tidak.. Harry!. Kau tidak bisa begitu!" sahut Luna dan si kembar kompak.
"Kami semua akan membantumu" kata Jordan
"Tapi aku tidak ingin melibatkan kalian semua, apalagi setelah kejadian dengan Dean dan Hermione…".
Harry mengatakan hal itu sambil menoleh ke arah Hermione yang sedang melayang di sebelahnya. Hermione juga memandang kepada Harry. Wajah Hermione juga terlihat sedih.
"Harry, kau mesti ingat. Kita semua adalah Dumbledore's Army. We're Dumbledore's Army. Kau harus ingat itu" kata Fred
"Di sini kita saling bahu membahu dan berjuang untuk Hogwarts" lanjut George
"Voldemort bukan hanya musuhmu seorang Harry. Dia musuh kita semua" sambungLuna
"Tapi…" Harry berusaha membantah
"Tidak ada tapi Harry. Kita semua akan turun tangan, baik kau suka atau tidak suka" kali ini Jordan yang berkomentar
"Lebih baik kau menceritakan rencanamu pada kami dan kami akan menyesuaikan dan bergabung di dalamnya. Itu lebih baik daripada kita bergerak sendiri-sendiri" kata Alicia
"Benar Harry, tentunya kau tahu pepatah bersatu kita kuat, tidak bersatu kita hancur" kata Angelina turut menimpali
Harry terlihat menahan air matanya, dia sepertinya sedih dan juga kehabisan kata-kata menghadapi teman-temannya yang mendesaknya untuk ikut membantu. Dia memandang Hermione, meminta pendapat. Hermione tersenyum padanya, lalu mengangguk.
"Harry, kita sebaiknya bicara dulu sendiri" bisik Hermione
Harry mengangguk, "Teman-teman, biar aku memikirkannya dulu, aku akan menyendiri bersama Hermione sebentar"
-
x-x-x-x-x-x
"Mione…aku benar-benar kehilangan dirimu"
"Harry kan aku tetap di sini, di sampingmu"
"Sepertinya berbeda, Mione.. Aku dulu bisa menjamahmu, menyentuhmu, mengandeng tanganmu, merangkulmu, memainkan rambutmu, bahkan men..menciummu" kata Harry sedih sambil mengarahkan tangannya menembus tubuh halus Hermione
"Harry..tak apa, suatu saat nanti kita pasti akan bersama lagi"
"Mione..kau.."
"Harry …serius dulu. Ini tentang Horcrux. Aku kira ada Horcrux yang tersimpan di Hogwarts. Kemungkinan besar Diadem Ravenclaw. Tapi aku belum tahu di mana dia menyembunyikannya. Tapi aku tahu pasti itu ada di Hogwarts"
"Diadem Ravenclaw…apakah kau bisa menjelaskan bentuknya. Apakah seperti tiara milik Fleur?
"Ya, hampir mirip sepertinya, aku sempat melihatnya di buku sejarah pendiri Hogwarts. Tapi bukan buku sejarah yang biasa digunakan di kelas, ada pada buku Sejarah Kuno Hogwarts, edisi tahun 1302".
"1302? Edisi tahun 1302, Mione..kau benar-benar deh…kutu buku sejati" ledek Harry sambil berusaha tertawa
"Huh…!" dengus Hermione "Dengar… justru di sana lebih banyak penjelasan mengenai para pendiri Hogwarts, bahkan aksesori yang mereka miliki, ruangan-ruangan yang ada di Hogwarts, bahkan… Harry tahukah engkau kalau masing-masing pendiri Hogwarts ternyata punya ruangan pribadi sendiri-sendiri".
"Maksudmu?"
"Slytherin punya kamar bawah tanah, ruangan yang pernah kau masuki saat menyelamatkan Ginny. Ravenclaw punya ruangan pribadi juga. Ruangan itu pernah kita masuki juga. Kau masih ingat ruangan yang berisi catur raksasa yang dulu kita masuki di tahun pertama kita. Kau ingat itu Harry? Kau pasti ingat kan, kalau Ron yang memimpin kita memainkannya" lanjut Hermione bersemangat.
"Ya aku masih ingat, tempat yang dijaga oleh Fluffy itu. Rupanya itu ruangan Ravenclaw ya.." kata Harry
"Ruangan milik Hufflepuff adalah ruangan yang tadi sempat kau masuki, yang berisikan meja dan kursi, itu adalah ruangan untuk observasi dan pertemuan. Gryffindor sendiri punya ruangan berisi aneka senjata dan sasana untuk berlatih sihir dan fisik. Dan yang pasti semua ruangan itu tak bisa dimasuki dengan cara yang biasa, kau harus punya keahlian khusus untuk memasuki ruangan-ruangan pribadi mereka".
"Aku mengerti, untuk bisa membuka ruangan Slytherin kau harus menguasai parseltongue" kata Harry
"Ya..kau benar.."
"Untuk membuka ruangan Ravenclaw kau harus dapat melewati flupff dan memainkan catur dengan baik. Tapi, apa yang menyebabkan aku bisa masuk ke ruangan Hafflepuff?" tanya Harry
"Aku juga tak tahu Harry. Aku belum selesai membacanya. Buku yang aku baca sudah hampir rusak, tidak semua halamannya utuh. Aku menemukan buku itu di ruang kebutuhan".
"Oh…pantas. Aku tahu itu. Aku yakin kau menemukan perpustakaan dia sana" kata Harry sambil tersenyum lebar.
x-x-x-x-x-x
"Baiklah, kalian semua boleh ikut membantuku" kata Harry
"Hore….hidup Harry. Kau memang pemimpin kami yang baik…" kata Jordan
"Harry, The Boy who lived" lanjut Fred
"Harry, The King of The Wizard" sambung George
"Harry, penakluk pangeran kegelapan"
"Harry, pembasmi segala kejahatan"
"Harry,…"
"Hoi….sudah selesai kalian?" tanya Luna "Harry hendak menjelaskan sesuatu"
"Ya,…nyonya Potter. Kau selalu membela Harry dari tadi" kata Fred dengan nada ketakutan
"Ampunilah kami nyonya Luna Potter" sambung George sambil terkekeh-kekeh
Semua tertawa mendengar gurauan si kembar, bahkan pipi Luna merona merah
"Luna, apakah kau tak takut dengan Hermione? Dia akan menghantuimu seumur hidupmu karena kau telah mencuri hati Harry darinya" kata Jordan
Hermione lalu ikut berlagak marah dan bergerak maju mendekati Luna, mengarahkan kedua tangannya seakan hendak mencengkramnya
"Luna…Luna Lovegood….berani-beraninya engkau…mengambil Harry dari padaku…".
"Hei….aku tak begitu Hermione!" protes Luna
"Aku tak mengambil Potter darimu. Maaf kalau kau mengira demikian. Aku hanya menganggapnya sebagai kakakku saja. Kalian kan tahu aku tak punya saudara. Selama ini Harry baik padaku, dia selalu melindungi aku, bahkan mengkhawatirkan keadaanku" kata Luna dengan suara yang hampir seperti menangis
"Hahaha…Luna…aku cuma bercanda koq. Memangnya aku akan menakuti kamu? Aku tahu koq hubungan kalian. Tak apa, aku merestuinya..hehehe.." kata Hermione dengan tertawa
"Nah…ketahuan sekarang, Luna dan Harry. Harry dan Luna..Luna dan Harry.." kata si kembar sambil menari tak karuan sementara yang lain tertawa-tawa melihat perbuatan si kembar.
"Harry…Luna…..Harry…Luna…."
"Ya..Luna jangan dengarkan mereka. kau tahu kan mereka kalau lagi bercanda. Jangan sedih dong" kata Harry
"Sudahlah sekarang mari kita bahas rencana kita dulu" lanjutnya
Setelah berulang beberapa candaan dan tawa, akhirnya mereka semua bisa serius dan duduk tenang membicarakan rencana mereka.
"Kita harus bisa masuk ke Hogwarts, menurut kabar dari Neville kita bisa masuk melalui Hog's Head di Hogsmeade. Jadi sepertinya kita harus langsung ber-apparte langsung ke dalamnya".
"Ya benar Harry, kita sebaiknya masuk ke sana malam hari saja biar tidak terlihat"
"Jadi setelah kita tiba di Hogwarts, kita akan berpisah menjadi 2 tim. Aku perlu melihat patung Ravenclaw di ruang rekreasinya lalu mencari dan memusnahkan diadem itu bila sudah ketemu. Untuk itu aku perlu didampingi oleh teman-teman dari Ravenclaw".
"Mungkin Luna, Cho, Padma, Terry Boot dan Michael Corner bisa membantuku. Sementara yang lain membantu kalian" usul Harry.
"Lalu kalian, tim kedua. Kita perlu juga mengamankan Hogwarts, kalian sepertinya perlu mengantisipasi serangan yang mungkin dilancarkan oleh Voldermort dan para Death Eaternya"
Dan mereka semua mulai berembuk dengan serius untuk rencana mereka itu.
"Baik Harry, sepertinya memang harus seperti itu. Nanti setibanya di Hogwarts kita harus langsung memberitahukan yang lain tentang rencana ini"
"Jadi bagaimana kalau malam ini kita berangkat ke sana?" usul Harry
"Sebaiknya jangan malam ini Harry. Kau perlu beristirahat memulihkan tenagamu. Kau baru saja kehabisan tenagamu. Kau dan Luna perlu waktu setidaknya 2 hari untuk memulihkan tenaga" protes Katie
"Wah Katie..kau mulai terdengar seperti Madam Pomfrey" kata George
"Tapi benar katanya, kalian harus beristirahat dulu. Sementara kami perlu menyampaikan kabar tentang Ron pada Dad".
"Kami rasa Dad akan mulai memberitahukan ordo tentang rencanamu kembali ke Hogwarts supaya Ordo bisa bersiap-siap bila Death eater dan Voldermort benar-benar hendak menyerang Hogwarts"
x-x-x-x-x-x
Malam itu Cho Chang dan Oliver Wood datang mengabungkan diri bersama mereka. Setelah saling bertegur sapa, mereka turut beristirahat dan membagi giliran untuk berjaga dan mencari makan. Mereka berdua sudah diberitahu tentang rencana masuk ke Hogwarts. Wood langsung duduk di sebelah Katie, memeluknya, mencium pipi Katie kemudian ngobrol dengan berbisik-bisik. Sementara pipi Cho sempat merah saat matanya bertemu pandang dengan Harry. Dia menundukkan kepala, sepertinya malu melihat Harry. Cho akhirnya mengambil tempat duduk yang dekat dengan tempat Harry duduk. Dia hanya berdiam diri tanpa suara dan juga sepertinya tidak berani melihat mata Harry.
"Cho..senang melihatmu kembali. Bagaimana kabarmu" tanya Harry berusaha mencairkan suasana
"Aku baik-baik saja, Harry" kata Cho pendek
Keduanya terlihat cangung, Harry bahkan sepertinya tak punya bahan pembicaraan, jadi keduanya duduk diam saja. Melihat itu Luna berbisik dan melirik ke arah Hermione. Hermione hanya tertawa kecil lalu pergi menjauh sambil mengajak Luna bersamanya.
"Mereka perlu berduaan saja" bisik Luna setelah cukup jauh dari Harry dan Cho.
"Tapi Mereka tetap saja diam-diaman" kata Hermione sambil tertawa memandang Harry dan Cho.
Akhirnya Oliver Wood lah yang memecahkan keheningan.
"Apakah kalian yang membobol ke Gringotts tadi siang? Aku baru membaca beritanya sebelum kemari" tanya Wood
"Apakah nama kami disebutkan disana?" tanya Luna
"Tidak, tidak ada disebutkan nama, hanya disebutkan ada 5 orang pembobol dan 3 di antaranya berhasil kabur, 1 orang ditemukan tewas tanpa identitas, dan 1 orang tertangkap namun berhasil melarikan diri dan membawa kabur naga penjaga Gringotts"
"5 orang? tapi kami hanya bertiga saja awalnya" kata Harry "
"Mungkin Bellatrix dan Avery juga dianggap sebagai pembobol karena turut membuat kekacauan disana" kata Luna
"Hehehe..Harry memang luar biasa, waktu itu dia berhasil mengecoh naga saat Triwizard. Hari ini dia mengendarai naga" kata Katie
"Apakah kau bisa melakukannya juga Wood?" tanya Katie sambi tersenyum dan melirik ke arah Oliver.
"Wah, kalau untuk yang satu ini sepertinya aku menyerah saja deh. Aku kalah jauh dengannya. Langsung saja kukatakan tanpa perlu kututup-tutupi lagi" kata Wood sambil nyengir.
"Kau memang hebat, Harry" kata Wood.
"Menurut Daily, di Gringotts juga ditemukan beberapa ampul sisa ramuan polijuice sehingga mereka tidak dapat memastikan dengan benar 100% penyusup itu. Hanya disebutkan mereka mengenakan identitas keluarga penyihir terkenal saja" kata Wood melanjutkan berita Gringotts.
"Wood..apakah disebutkan tentang petasan?" tanya Fred
"O..kuduga itu perbuatan kalian? Ya, disebutkan juga tentang itu. menurut Daily, saat ini ada petasan yang menganggu sistem keamanan mereka, namun mereka masih kesulitan untuk memadamkannya" jawab Wood
"Hehehe…coba kalau tidak dalam situasi ini, produk kita sangat berhasil ya" kata Fred
"Ya…untung aku masih menyimpan resepnya" kata George
"Kalau ini semua sudah selesai, kita perlu memperbanyak petasan itu"
"Tapi bukankah itu akan membuat kalian ketahuan kalau petasan itu berasal dari kalian? tanya Luna
"Lihat saja nanti, Sekarang giliran siapa yang berjaga? "
x-x-x-x
A/N: Thanks buat koreksi Princess Ravenclaw, saya tidak memperhatikan ejaan penulisan" Hogwarts", dari dulu saya selalu tulis "Howgarts".
Jadi hampir semua chapter sudah saya koreksi penulisannya. Thanks Princess buat koreksi dan reviewnya :D
Buat yang lain jangan sungkan komentar baik cerita maupun ejaan (hehehe...), maklum ini tulisan pertama jadi pasti banyak yang ga bagus
