Chapter 3
Setelah membawa Luhan cukup jauh dari Kris, Sehun melepaskan rangkulannya di bahu Luhan
Buaghhhh
Luhan langsung menonjok perut Sehun setelah Sehun melepaskan rangkulannya
"Yakkkkk! Apa kau hilang akal? mengapa kau memukulku?" Sehun memegangi perutnya yang sakit karena tonjokkan Luhan
"Apa? Aku hilang akal? Bukankah kau yang hilang akal? Aku wanitamu? Are you crazy? Woahhh Jinjja!" Luhan memijit keningnya
"Hei Agassi! Seharusnya kau berterima kasih kepadaku! Aku menyelamatkanmu dari Pria berandal itu!" Sehun menatap Luhan dengan kesal Gadis gila, pikirnya
"Apa aku pernah memintamu menolongku?" Luhan balik menatap Sehun dengan pandangan yang sama menantangnya dengan Sehun
"Tchh! Bagaimana mungkin aku tidak menolong Rusa kurus yang sedang menangis karena kukungan sang Singa?" Sehun tersenyum mengejek kea rah Luhan
"Mwo? Rusa Kurus?! Aku bahkan berani bertaruh kau tidak lebih baik dari Kris!" Luhan balik tersenyum mengejek kearah Sehun dan membuat Sehun mengeraskan rahangnya
"Apa kau tidak tahu siapa aku?" Sehun memajukan wajahnya dan menatap Luhan tepat kearah matanya dan membuat Luhan sedikit salah tingkah
"M-mwo? W-Who are You?" Luhan mengumpat dalam hatinya mengapa dia menjadi gagap seperti Park Jimin sekarang hanya karena Sehun menatapnya.
"Hmmmm…" Sehun memajukkan tubuhnya memojokkan Luhan ke dinding
"He-Hey A-apa Yang mau kau la-kukan?" punggung Luhan menabrak dinding dan Sehun sedikit membungkukan badannya mensejajarkan wajahnya dengan wajah Luhan
"Haruskah Aku memberitahumu siapa aku?" Sehun menggunakan tangan kirinya untuk memeluk pinggang Luhan dan menariknya sehingga Tubuh Luhan menabrak tubuhnya
"W-What a-a-are you doing now?!"Luhan mendorong dada Sehun untuk menjauh tapi Sehun malah mengeratkan pelukannya di pinggang Luhan sehingga tubuh mereka saling menempel
"Wae? Bukankah aku sangat tampan? Jadi… mana mungkin pria tampan seperti ku tidak lebih baik dari Kris?" Sehun mengelus pipi Luhan lembut dan membuat Luhan memejamkan matanya karena nyaman dengan belaian Sehun
Ctakkk
Luhan langsung membuka matanya dan memegang keningnya yang baru saja disentil cukup keras oleh Sehun
"Aww! YAKKKKKK! Appo!" Luhan melotot kearah Sehun yang sudah melepaskan pelukannya di pinggang Luhan dan kembali menampilkan wajah datar nya
"Siapa suruh kau memejamkan matamu seperti orang yang membayangkan sesuatu!"
"Me-memangnya Aku membayangkan apa?" Luhan kembali menantang sehun dengan tatapannya
"Memangnya aku tahu~ " Sehun mengendikkan bahunya
"Makannya jangan asal bicara!" Luhan masih memandang sebal kepada Sehun
"Hmhhh~ Sudahlah aku harus pergi sekarang! Senang bermain denganmu!" Sehun mengacak rambut Luhan sebelum berbalik pergi meninggalkan Luhan.
"Apa sekarang aku yang gila?" Tanya Luhan kepada dirinya sendiri sambil memegangi rambutnya yang baru saja diacak-acak oleh Sehun
….
Perpustakaan
Seorang namja tampan berkaca mata sedang sibuk membaca bukunya , wajahnya sedikit diterpa oleh sinar matahari dan angin sejuk yang membuatnya terlihat semakin tampan.
"Woahhh Yeppo-dda"
"Dia seperti malaikat!"
"Dia benar-benar tampan"
Segerombolan mahasiswi yang berada di Perpustakaan memandangi namja tampan itu kagum. Mereka memang sengaja datang ke Perpustakaan hanya untuk melihat Namja tampan yang terkenal dengan julukan "Library Prince" nya tak terkecuali Byun Baekhyun yang sengaja memilih bangku yang dekat dengan namja tampan itu.
"Park Chanyeol memang sangat tampan!" Bisiknya sambil tersenyum dan sesekali matanya mengintip lewat buku yang dibacanya atau lebih tepatnya pura-pura dibacanya.
"Kenapa dia berdiri? Apa dia akan pergi? Tidak seperti biasanya!" Baekhyun dan Mahasiswi lainnya cemas melihat Chanyeol yang sudah berdiri dan sepertinya akan meninggalkan Perpustakaan mereka tidak rela jika acara 'menikmati pemandangan' mereka berakhir
"Apa yang sedang dibicarakannya?" Tanya Baekhyun kepada dirinya sendiri ketika melihat Chanyeol yang sedang berbicara dengan penjaga Perpustakaan dan anehnya Chanyeol melihat ke arahnya dan Baekhyun langsung menundukkan kepalanya berpura-pura membaca buku. Chanyeol kemudian menganggukkan kepalanya sekilas kepada penjaga Perpustakaan
Baekhyun merasa ada yang berjalan kearah mejanya dan langkah kaki itu terasa semakin mendekat dan sepertinya pemilik langkah kaki itu berada di hadapannya sekarang
Tok Tok
"Mmm Chogi-yo!" Baekhyun mendengar suara baritone yang sangat dikenalnya suara itu suara Park Chanyeol! Bagaiman mungkin Chanyeol menyapanya? Baekhyun menggelengkan kepalanya menepis khayalan-khayalan yang tidak mungkin
Tok Tok
Suara ketukan di meja Baekhyun terdengar lagi
"Chogiyo" Dan suara baritone pun terdengar juga
Baekhyun memberanikan dirinya untuk melihat apakah pemilik suara itu benar-benar ada di hadapannya atau hanya khayalannya saja
Deg
Ketika Baekhyun mengangkat kepalanya pandangannya langsung bertemu dengan Namja yang selama ini selalu di pujanya, Namja itu terlihat tenang berbeda dengan Baekhyun yang pipinya mulai memerah seperti kepiting rebus
Mereka hanya bertatapan untuk beberapa saat, dua-duanya tidak mau memutuskan kontak mata diantara mereka
"W-Wae-Waeyo?" Baekhyun akhirnya membuka suara walaupun suaranya sangat kecil tapi masih bisa terdengar oleh namja itu
"Apa kau Mahasiswi Fakultas Kedokteran?" Tanya Chanyeol masih dengan wajah tenangnya
"Ne? A-Aniyo!" Baekhyun menggeleng cepat, Chanyeol mengulum senyumnya kecil
"Lantas kenapa kau membaca buku itu?" Chanyeol menunjuk buku yang di baca Baekhyun dan diikuti oleh Baekhyun
"Ups kurasa aku salah mengambil buku" Gumam Baekhyun, dia merutuki kesalahnnya mengambil buku yang berjudul 'Atlas Of Human Anatomy' dari namanya saja Baekhyun bisa menebak isi buku itu.
"Jika kau salah mengambil buku mengapa kau terus membacanya dari tadi?" Tanya Chanyeol sambil melipat tangannya didepan dada
"A…I-Itu… Ah! Aku hanya ingin menambah pengetahuan! Tapi mengapa kau tahu jika aku membaca buku ini dari tadi? A-Apa kau memperhatikanku?" Baekhyun menunjuk dirinya sambil tersenyum malu mukanya sudah memerah, Bagaimana mungkin dia berani mengatakan hal bodoh itu kepada Park Chanyeol
"Mmmm" Chanyeol mengangguk dan membuat Baekhyun membuka mulutnya tidak percaya tapi langsung ia tutup dengan telapak tangannya. Dan jangan lupakan Fans Chanyeol yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka dan setelah mendengar jawaban Chanyeol barusan mereka langsung menjerit-jerit membuat Perpustakaan menjadi riuh dan ketika Chanyeol menengok Para Fans Chanyeol tersebut langsung diam ada yang pura-pura membaca buku , ada yang pura-pura sibuk dengan laptopnya dan adapula yang pura-pura berdiskusi.
"Waeyo? Ke-kenapa kau memperhatikanku?" Kalau saja ini bukan Perpustakaan mungkin Baekhyun akan berjingkrak-jingkrak tidak jelas mendengar jawaban dari Chanyeol barusan.
"Karena kau membaca buku yang ingin aku pinjam!" entah kenapa para fans Chanyeol mendesah lega mendengar jawaban dari Chanyeol tapi tidak dengan Baekhyun yang terlihat kecewa karena Chanyeol melihatnya hanya karena sebuah buku.
"Chogiyo!" Chanyeol mengibaskan tangannya didepan wajah Baekhyun yang menunduk dan menyadarkan Baekhyun dari lamunannya
"Ne?"
"Bisakah aku meminjam buku itu? Buku itu penting bagiku" Chanyeol tersenyum manis dan membuat Baekhyun langsung memberikan buku itu dengan semangat tetapi sayang Baekhyun malah menusuk perut Chanyeol dengan buku itu
"Ah! Eotokhe? Mianhe-yo" Baekhyun menggigit jari-jarinya melihat Chanyeol yang sedikit tersungkur ke belakang
"It's Okay, Aku harus pergi sekarang" Chanyeol memberikan senyuman manisnya lagi dan segera pergi meninggalkan Baekhyun dan langsung mengambil tasnya kemudian Chanyeol menghampiri penjaga perpustakaan untuk melakukan administrasi peminjaman buku kemudian dia langsung pergi dari Perpustakaan tidak lupa Para Fans Chanyeol yang mengekorinya
Hening
Perpustakaan segera menjadi sepi kembali
"Ah dasar Bodoh Bodoh baekhyun Bodoh! Oh My God! Luhan, aku melupakannya!" Baekhyun langsung mengambil tasnya dan segera pergi dari perpustakaan dan mencari Luhan
. . . .
Kris menghampiri Sehun yang sedang berada dikelasnya. Teman sekelas Sehun tampak heran mengapa Kris si Berandal itu ada di ruang kelas mereka padahal mereka tahu betul bahwa Kris adalah mahasiswa Teknik .
"Ui Yaegihaja" Kris langsung berbicara kepada Sehun yang sedang membaca buku di mejanya
"Wae?" Tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.
"Ttarawa!" Kris berjalan keluar dengan tatapan matanya yang tajam membuat Teman-teman Sehun menjadi takut.
"Hahhh~" Sehun menutup bukunya dan berjalan mengikuti Kris
"Wae?Museun il-iya?" Tanya Sehun ketika mereka sudah sampai di Taman belakang
"Apa yang kau lakukan tadi hah?" Tanya Kris memandang Sehun tajam
"Na? Na wae?" Tanya Sehun dengan wajah yang dibuat polos
"Jangan pura-pura bodoh Oh Sehun!" Kris semakin mengeraskan rahangnya dan tangannya pun mengepal menahan amarah.
"Aku hanya tidak mengerti Kris-ssi!" Sehun tersenyum mengejek kea rah Kris
"Apa maksudmu tadi? Wanitamu? Aku bahkan berani bertaruh kau sama sekali tidak mengenal Luhan!" Sehun mengerutkan keningnya tidak mengerti tapi kemudian dia tersenyum kecil
'Ah jadi namanya Luhan' batin Sehun
"Mwo? Ahaha jadi kau menemuiku sampai kekelas hanya karena masalah tadi? Wae? Apakah itu sangat menganggumu?" Sehun menatap Kris dengan wajah seriusnya.
"Eo! Itu sangat menggangguku!" Kris menjawabnya dengan wajah yang tak kalah serius dari Sehun dan mereka berdua bertatapan
"Hahaha aku pikir kau hanya bermain saja dengan Luhan!"Sehun tersenyum mengejek kembali.
"Ani! Akubenar-benar bersungguh-sungguh pada Luhan!" Sehun menghentikan tawanya setelah mendengar jawaban dari Kris.
"Apa kau mencintainya?" Tanya Sehun
"Aku….Tidak tahu" Kris mengalihkan pandangannya kebawah memikirkan pertanyaan Sehun
'Apa aku mencintai Luhan?' Batin Kris
"Kau mencintainya!" Sehun memandang Kris dengan tatapan yang sulit diartikan
"Ya mungkin aku mencintainya!" Kris kembali memandang Sehun
"Tch rupanya sekarang kau tahu caranya mencintai seseorang!" Sehun mengalihkan pandangannya kebawah seperti yang Kris lakukan tadi.
"Aku sudah bilang padamu kan kalau aku mencintainya maka dari itu kau jangan mengganggunya lagi! Aku memperingatimu!" Kris meninggalkan Sehun yang masih sibuk dengan pikirannya
Sehun mengangkat kepalnya untuk melihat Kris yang pergi menjauh dan kemudian Sehun tersenyum
"Mianhe Kris Aku malah semakin ingin mengganggunya!" Sehun menggumam dan setelah itu ia langsung pergi kekelasnya kembali.
…..
"Dimana Baekhyun? Katanya akan pergi ke Perpustakaan, tapi mengapa tidak ada?" Luhan mengecek ponselnya siapa tahu ada notifikasi dari Baekhyun, dan benar saja! Baekhyun meminta maaf karena dia harus pulang duluan dengan alasan ibunya akan berkunjung ke Apartment nya dan dia harus menjemput ibunya di Stasiun.
"Hahhh~ Bodoh harusnya aku mengecek ponselku dari tadi!" Luhan merutuki kebodohannya dan memutuskan untuk pulang karena menurutnya tidak ada yang bisa dia lakukan tanpa Baekhyun
"Oh! Park Chanyeol!" Luhan melambaikan tangannya ketika dia melihat Chanyeol berjalan ke arahnya.
"Nuguseyo?" Tanya Chanyeol Sarkastik
"Woahhh~ ternyata benar kau Park Chanyeol!" Jawab Luhan sambil memanyunkan bibirnya
"Wae?" Tanya Chanyeol lagi
"Ani! Aku hanya merindukanmu!" Jawab Luhan dengan cengirannya dan langsung memeluk Chanyeol manja
"Lepaskan Luhan! Orang-orang akan salah paham!" Chanyeol mencoba melepaskan Luhan yang memeluknya tapi pelukan Luhan malah semakin erat.
"Orang-orang? Siapa? Fansmu? Yang selalu mengekorimu itu yang disana? Aku tidak masalah" Luhan memandang orang-orang yang berada tidak jauh darinya dan Chanyeol yang memandang dengan tatapan membunuhnya kepada Luhan dan ia yakini sebagai fans Chanyeol.
"Tapi aku yang bermasalah Luhan! Tetapi lain cerita jika kau memanggilku dengan sebutan 'Oppa'" Chanyeol tersenyum meskipun Luhan tidak bisa melihatnya
"Mwoya! Apa ini trik mu yang baru agar aku memanggilmu 'Oppa' Chanyeol-ssi?" Luhan melepaskan pelukannya dari Chanyeol dengan wajah cemberut dan Chanyeol mengacak rambut Luhan , Adiknya ini benar-benar menggemaskan.
"Apa yang kau lakukan Park Chanyeol-ssi?!" Luhan membentak Chanyeol dan Chanyeol menyubit Mulut Luhan
"Aww! Yakk Appo!" Luhan memukul lengan Chanyeol dan Chanyeol hanya terkekeh. Tidak jauh dari tempat Luhan, ada segerombolan wanita- Fans Chanyeol yang melihat tidak suka dengan interaksi Luhan dan Chanyeol
"Siapa dia? Mengapa dia lakukan itu kepada Uri Chanyeol?" Geram salah satu fans Chanyeol
"Benar! Dia menyebalkan!"
"Tapi Chanyeol sangat tampan ketika tertawa begitu!" Tambah yang lain
"Benar! Dia sangat tampan!"
"Permisi kalian menghalangi jalanku!" Seseorang menginterupsi dengan suara datarnya namun terkesan dingin dan tajam.
"Oh Sehun-ssi! Maafkan kami! Maafkan kami!" ucap salah seorang fans sambil membungkuk ketika melihat siapa pemilik suara itu.
"Sudahlah! Memangnya kalian sedang melihat apa?" Tanya Sehun
"Ah kami melihat Park Chanyeol!" Refleks salah satu fans Chanyeol menutup melutnya karena keceplosan berbicara
"Ah Park Chanyeol si jenius?" Tanya Sehun sambil tersenyum kecil tapi kemudian senyumnya menghilang ketika dia memperhatikan lebih jelas dan dis melihat seorang gadis berambut coklat yang tadi pagi di tolongnya.
"Luhan" Gumam Sehun
"Apa gadis itu bernama Luhan? Apa kau mengenalnya Sehun-ssi?" Tanya salah seorang fans Chanyeol yang berambut merah tapi Sehun tidak mendengarkannya
Sehun melangkahkan kakinya ke arah Luhan dan Chanyeol yang masih asyik bercanda, dengan Chanyeol yang mengacak-acak rambut Luhan dan juga Luhan yang cemberut akibat perbuatan Chanyeol tapi pada akhirnya Luhan tertawa kemudian yang membuat Sehun kaget adalah Luhan memeluk Chanyeol yang dibalas juga oleh Chanyeol.
"EKHEMMMMM!" Sehun sengaja berdehem dengan keras untuk menyadarkan dua orang yang asyik berpelukan itu
"You! What are you doing here?" Tanya Luhan sambil melotot kepada Sehun setelah melepaskan pelukannya dari Chanyeol
"Apa yang kau lakukan? Kau berpelukan dengan pria ini?" Tanya Sehun yang entah kenapa menjadi tidak suka kepada Park Chanyeol
"Memangnya kenapa? Tidak boleh?" Tanya Luhan ketus
"Tentu saja tidak boleh!" Sehun menjawab tidak kalah ketus
"Chogiyo Apa yang sedang kalian lakukan sekarang huh?" Tanya Chanyeol dengan muka polosnya karena tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini,'siapa laki-laki ini?' pikirnya.
"Chogiyo Park Chanyeol-ssi apa kau tidak tahu aku?"
"Mmmm Nuguseyo?" Chanyeol masih dengan wajah polosnya bertanya kepada Sehun dan Sehun menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Heol! Kau tidak tahu siapa aku? Aku Oh Sehun!" Jawab Sehun dengan bangga
"Oh Sehun?" Chanyeol kembali mengingat-ingat nama Sehun dan dia tersenyum ketika mengingat sesuatu
"Apa kau anak Oh Sajangnim?" Tanya Chanyeol
"That's Right!" Sehun menunjukkan senyum bangganya tapi bukan kepada Chanyeol tapi kepada Luhan dan Luhan hanya mendengus kesal melihatnya
"Ah Pangabseubnida" Chanyeol tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya ke arah Sehun dan Sehun dengan setengah hati menerimanya
"Ne Ne Pangawayo! Hajiman Chanyeol-ssi kau tidak boleh berpelukan di kampus seperti tadi apalagi dengan gadis ini!" Sehun menunjuk Luhan
"Mwo? Wae? Mengapa aku tidak boleh berpelukan dengannya? Lagi pula dia itu…."
"Sssttt! Kau diam dulu!" Sehun membungkam bibir luhan dengan tangannya dan Luhan berusaha berontak tapi Sekali lagi Sehun lebih kuat darinya sehingga Luhan menyerah
"Begini Chanyeol-ssi, apa kau Oppanya? Atau kau ini Sahabatnya?" Tanya Sehun
"Kurasa bukan…"
"Maka dari itu Chanyeol-sii kau tidak boleh menyentuhnya apalagi memeluknya! Kau tahu dia siapa? Dia itu wanitaku! Aku bisa mentolerir jika kau itu Oppanya atau sahab- Ani Ani Sahabat pun tidak boleh memeluknya Jika namja! Tapi karena aku tahu kau anak yang jenius dan sudah membawa nama baik kampusku dengan medali-medalimu maka kau aku maafkan sekali ini tapi jika kau melakukan itu lain kali kau tahu kan apa yang bisa ku perbuat terhadapmu" Sehun menghela nafasnya karena dia seperti melakukan rap barusan.
"Awww Yakk!" Sehun menjerit kesakitan saat Luhan menggigit tangannya rupanya Luhan menunggu Sehun lengah dan baru dia menyerang Sehun
"Yakk! Beraninya kau bicara begitu pada op….Yakk Yakk Lepaskan!" Luhan menjerit-jerit ketika Sehun menyeretnya meninggalkan Chanyeol yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi barusan
"Mwoya~ mengapa aku terjebak dengan dua orang gila itu?" Chanyeol menggelengkan kepalanya dan kembali berjalan dan tidak lupa Fansnya kembali mengikutinya.
Sehun terus menarik Luhan hingga ke Mobilnya tapi Luhan terus memberontak untuk melarikan diri dari Sehun tapi tetap saja Sehun berhasil menangkapnya lagi begitu berulang kali
"Cepat Masuk!" Perintah Sehun tegas seakan tidak bisa dibantah
"Aku tidak mau!" Luhan melipat tangannya didepan dada dengan angkuhnya
"Masuk Luhan!"
"Tidak mau!"
"Masuk!"
"Aku bilang tidak ya tidak!" Luhan masih dengan pose angkuhnya
"Baiklah jika itu maumu!"
Set
Hup
Sehun yang kehilangan kesabarannya mengangkat tubuh Luhan dan Luhan langsung memeluk leher Sehun erat
"Yakk Oh Sehun turunkan aku!" Luhan memejamkan matanya karena dia takut Sehun akan membantingnya tapi tanpa disadari Luhan Sehun mendudukkannya dibangku penumpang dengan sangat lembut
"Ayolah Luhan jika kau terus memelukku ini akan menjadi sangat lama" Suara Sehun menyadarkan Luhan dari khayalan-khayalan horornya dan ketika Luhan membuka mata dia kaget wajahnya dengan wajah Sehun hanya berjarak 5cm 'eotokhe? Bagaimana jika Sehun menci-' Luhan menggelengkan kepalanya dengan cepat memusnahkan pikiran tidak bergunanya itu.
"Tenang saja aku tidak akan menciummu disini!" Astaga! Sehun tersenyum sangat tampan saat ini
"Jadi bisakah kau melepaskan pelukanmu, Nona?" Tanya Sehun dengan suara yang semanis dan selembut mungkin dan segera Luhan melepaskan pelukannya pipinya pasti sangat merah sekarang.
"Dasar hormon Sialan!" Gumam Luhan
"Pakai sabuk pengamanmu Luhan! Apa perlu aku yang pakaikan?" Tanya Sehun yang sudah duduk dibangku kemudi dengan senyum menggodanya
"Tidak Perlu!" Luhan cepat-cepat memakai sabuk pengamannya setelah itu Sehun memajukan mobilnya ke sebuah tempat.
Diperjalanan hanya ada keheningan Sehun hanya focus menyetir sementara Luhan hanya melihat pemandangan yang ada di balik jendela mobil dengan kagum bagaiman tidak Hari ini langit senja terasa begitu sejuk mungkin Matahari akan segera pulang ke tempat asalnya.
"Kita sudah sampai, Ayo turun!" Sehun membuyarkan lamunan Luhan dan segera turun dari mobilnya diikuti oleh Luhan
"Bagaimana? Indah kan?" Tanya Sehun Sambil melihat pemandangan yang ada didepannya ini, Sungai Han yang jernih dengan cahaya Matahari senja menambah keindahan Sungai Han saat ini.
"Eo Yeppo!" Tak beda dengan Sehun Luhan juga melihat pemandangan yang tersajikan didepannya ini dengan takjub karena jujur ini pertama kalinya dia datang kesini , Baekhyun memang pernah mengajaknya tapi dia menolak karena menurutnya Sungai Han sama saja dengan Sungai yang lain tidak ada Istimewa nya tapi sekarang pikiran itu pun terbantahkan.
"Luhan" Sehun yang sudah mendudukan dirinya didepan bemper mobil mewahnya itu mengganggu Luhan yang masih asyik melihat pemandangan.
"Wae?" Tanya Luhan Ketus
Sehun menepuk tempat disebelahnya mengisyaratkan agar Luhan duduk disebelahnya
"Shireo" Jawab Luhan dan kembali mengahadap kedepan
"Apa kau mau aku gendong lagi?" Tanya Sehun tersenyum menggoda
Luhan mengehela nafasnya kasar dan segera berbalik kemudian duduk disamping Sehun
"Wae?" Tanyanya langsung
"Ani" Jawab Sehun singkat
"Mwoya!" Luhan hendak berdiri namun ditahan langsung oleh Sehun
"Duduk saja disini, kakimu bisa pegal jika berdiri terus" Luhan menuruti saran Sehun karena perkataan Sehun ada benarnya juga
Hening
Mereka berdua hanya menghabiskan waktu menikmati pemandangan yang ada dan menikmati sejuknya angin senja yang mungkin sekarang masuk daftar hal-hal yang mereka sukai.
"Luhan" Sehun memanggil Luhan pelan memecah keheningan tetapi tanpa mengalihkan pandangannya
"Apa lagi Oh Sehun-ssi?" Jawab Luhan tanpa mengalihkan pandangannya juga
Lama Sehun tidak menjawab pertanyaan Luhan yang membuat Luhan menoleh kepada Sehun dan mengulang pertanyaannya
"Jadilah Pacarku Luhan!" Jawab Sehun akhirnya
"MWO?!" Luhan terkejut mendengar pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan Sehun, Luhan melotot meminta penjelasan Sehun dan kemudian Sehun menoleh kepada Luhan
"Apa kau Tuli? Aku bilang jadilah pacarku!" Sehun menatap Luhan dengan wajah serius nya dan juga Luhan memandang Sehun dengan tatapan bingungnya
Mereka berdua saling bertatapan tanpa menyadari Matahari yang semakin tenggelam untuk pulang ke tempat asalnya.
~TBC~
Haaaa maaf banget Author ini memang kalo update suka ngaret maklum banyak tugas jadi Author minta pembaca sekalian harap maklum( Geer banget Tor ceritanya ada yang baca )
Author akan sangat senang jika cerita ini ada yang mereview karena Author bisa tahu kekurangan cerita Author sehingga Author bisa memperbaiki kesalahan yang Author buat jadi Reader-nim Reviem Juseyo
.
