Story by Hikari

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : Gaje, Typo(s)?, Garing, OOC. If you don't like? Don't read. Shut your mouth up and close your browser app ^_^

.

.

.

.

.

HAPPY READING~


Berkali-kali Sakura memutar lembar jawab ulangannya dengan pandangan heran. Sesekali ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan gaya bingung.
"Aku tidak percaya..." desisnya berkali-kali.
Di kertas itu, terpampang huruf B+ dengan gagahnya menempati kolom hasil nilai. Wow! Sugoi! Amazing! Sakura tidak percaya ini. Berkali-kali menghadapi ulangan matematika, ia tidak pernah mendapatkan nilai sebagus ini. Ia tadi sempat berpikir bahwa kertas ulangannya tertukar dengan salah satu teman kelasnya, namun setelah diperhatikan, tulisan itu memang miliknya.
Demi rambut jambul ibu kepala sekolah, Sakura tidak menyontek saat ulangan berlangsung waktu itu.
Ah~ apa kini Sakura bertambah pintar?
Dengan ragu, ia memukul-mukul kepalanya. Mengecek apakah otaknya sudah seimbang, dan disusul dengan kekehan kecil dari Sakura setelah mengetahui itu hal bodoh. Hah... Dasar bodoh!

"Tuhan sedang mengirimiku hadiah kah? Jika ibu melihat ini, pasti aku bisa meminta pindah rumah."

"Siapa yang akan pindah rumah? Kau? Jangan harap!"

Seketika Sakura terlonjak kaget, mendengar tiba-tiba ada suara yang mengintrupsinya.

"UCHIHA SASUKE?!"

Remaja tampan dengan rambut bergaya emo itu hanya nyengir sambil mengorek telinganya. Betapa tidak? Sakura berteriak tepat ditelinganya.
"Aku tahu namaku, Sakura."

"Tch!" Sakura berbalik dan memunggungi Sasuke. Bagaimana bisa Sasuke menemukannya di halaman belakang sekolah seperti ini? Hah! Sakura tidak terkejut lagi. Dia kan sudah seperti hantu saja. Datang dan pergi tanpa Sakura mengetahui tanda-tandanya.

"Sejak kapan kau disini?"

Sambil memakan keripik kentangnya, Sasuke menjawab "Sejak kau memukul kepalamu sendiri." Sasuke menyodorkan bungkusan keripik kentang itu pada Sakura. "Mau?"

"Tidak. Terima kasih." Kemudian Sakura mendengus keras. "Kapan sih aku bisa bersantai tanpa gangguanmu? Bahkan sialnya aku, harus bertetangga denganmu."

"Itu namanya beruntung." Jawab Sasuke, masih tetap memakan keripik kentangnya. Mata onyx milik Sasuke kini terpacang pada selembar kertas di tangan Sakura "Oh? Kau dapat nilai bagus 'kan? Selamat ya."

"Aku tidak butuh ucapan selamat darimu." Sakura bersedekap tangan didepan dada sambil mengerucutkan bibirnya kesal. "Pokoknya aku ingin pindah rumah!"

"Nanti."

Sakura memicingkan sebelah alisnya mendengar penuturan Sasuke. Ia langsung berbalik memandang Sasuke yang memasang wajah tanpa dosanya.

"Apa maksudmu?"

"Nanti, saat orang tuamu mengijinkanku kau jadi milikku. Maka kau akan pindah rumah denganku. Gampang 'kan?" Sasuke tersenyum, dan sesaat kemudian ia melihat isi bungkusan keripiknya. Kosong. Dengan sembarang, Sasuke membuangnya asal. "Sepertinya bel masuk sebentar lagi berdering. Ayo masuk."

Sakura masih diam beberapa saat sambil melihat kepergian Sasuke yang akan menuju kelasnya.
Dan Sakura terjingkat saat menyadari ucapan Sasuke tadi.

"DASAR BODOH! MAKSUDKU BUKAN BEGITU SASUKE BODOH!"
Hah~ ternyata loading lama.

Sementara itu, Sasuke yang belum jauh dari tempat yang tadi hanya terkekeh geli mendengar teriakan Sakura.

.

.

.

END OF THIS CHAP!


ehem~ sebelumnya aku mau ngomong, sebenernya aku mengubah drabble yang judulnya 'Chocolate' jadi kuubah dengan judul ini *tunjuk judul* gapapa kan? semoga banyak yang minat baca kumpulan cerita sasusaku ini hahahaha *ketawa garing* dan kuusahakan aku bisa update sebulan sekali *what?* #nyengirindah

okeeeee... kritik serta saran aku buka~