Dia bangun dari tidurnya. Rambut merah muda sebahunya berantakan, namun tak mengurangi kesan cantik yang ada dalam dirinya. Aku memandanginya dan sedikit tersenyum kala ia mengambil handuk di gantungan dekat kamar mandi dengan masih memejamkan kedua matanya dan sesekali menguap. Ingin sekali aku mencubit pipinya dengan tingkah lakunya yang menggemaskan.
"Sakura, jangan berjalan dengan mata terpejam." tuturku padanya. Ia hanya menggeram untuk meresponnya dan duduk didekatku dengan handuk yang masih tergantung dibahu kecilnya.
"Bukankah kau mau mandi?"
Matanya tiba-tiba terbuka dan melihat sekeliling dengan pandangan bingung, dan detik berikutnya ia menepuk jidatnya.
"Astaga! Sasuke! Kenapa bisa aku duduk disini?!"
Aku terkekeh geli mendengarnya, benar kan? Pasti tadi dia masih dalam keadaan tertidur. Dengan gemas aku mengacak-acak rambutnya "Dasar kau ini! Apa kau begadang lagi, huh?"
Dia mengerucut imut sambil membenarkan rambutnya "Kau tahu sendiri lah. Ah...sepertinya aku sedikit pusing." ujarnya sambil memijat-mijat keningnya.
"Sudahlah, sana mandi. Bau tahu!"
"Iya...iya Sasuke-kun~"
Ia berdiri, dengan langkah gontai sambil berjalan menuju kamar mandi. Aku menggelengkan kepala.
Ah! Sementara Sakura mandi, bagaimana kalau aku membuatnya sarapan? Aku ingin membuat omelet yang spesial untuk gadis yang sudah menguasai hatiku itu. Setahun hidup dengannya membuat hidupku yang dulu datar kini menjadi bewarna dengan tingkah-tingkah lucunya bahkan terkadang menjengkelkan. Ah apapun itu, aku menyukai apapun yang ada pada Sakura.
Sudah setengah jam, dan sarapan pun sudah siap, namun Sakura tak kunjung keluar dari kamar mandi. Apa yang dia lakukan sampai-sampai selama ini ia belum keluar? Biasanya paling lama 15 menit juga ia sudah keluar.
Dengan enggan, aku langkahkan kakiku menuju kamar mandi kemudian mengetuknya.
Tok! Tok! Tok!
Tak ada jawaban disana.
"Sakura? Kau sedang apa didalam?"
Masih tak ada jawaban. Tiba-tiba aku teringat Sakura yang tadi mengeluh pusing. Apa jangan-jangan ia jatuh dan pingsan dikamar mandi? Oh tidak! pikiran negatif kini berputar-putar dikepalaku. Dengan sekuat tenaga aku dobrak pintu itu. Dan benar saja, kutemukan Sakura yang diam terduduk di toilet. Aku segera menghampirinya dan menepuk-nepuk pipinya untuk menyadarkannya.
"Sakura, bangunlah! Sakura!"
Sakura terbangun dan memandangku bingung, aku segera memeluknya. "syukurlah, kau tidak apa-apa 'kan?"
Dia masih memandangku dengan bingung "Ehmm...maksudmu?"
"Kau baru pingsan disini Sakura."
Sakura menggaruk rambutnya. "Pingsan?" dia terlihat masih bingung, namun detik berikutnya, ia tertawa renyah " –Oh! Hahaha..."
Aku menaikkan sebelah alisku, kenapa ia malah tertawa?
"Sasukeee~ aku hanya tidur disini, bukan pingsan. Ya ampun~"
Dan setelah itu aku tidak peduli lagi kalau Sakura selalu lama di kamar mandi tiap pagi, karena aku tahu dia itu tidur, bukan pingsan -_-
.
.
.
.
.
END OF THIS CHAPTER!
.
.
.
.
.
A/N : cerita yg trinspirasi dari kisahku. Masih ingat wajah mbaknya yangg kerja d'rumahku triak2 mnggil2 mama karna aku dikamar mndi lama banget, dan mbaknya lngsung nyimpulin aku mati dikamar mandi, bukan pingsan -_- ya ampun, aku kan cuma tidur krna begadang semaleman. Oh iya, maaf lama banget gak update-update ni fanfic, maklum banyak banget hambatan hehehe...
Yosh, bisakah kalian review fanfic ini sebagai hadiahnya?
Top of Form
