Naruto © Masashi Kishimoto
This story by Hikari HongRhii
Warning : AU, typo(s), OOC, Don't like? Don't read
.
.
.
.
.
Sasuke hanya tercengang dan dengan tidak elitnya sedikit membuka mulutnya kala ia melihat teman merah mudanya yang sudah ia kenal sejak kecil berlari masuk ke dalam rumahnya setelah ia mengacak-acak rambutnya – yang sebenarnya hal ini sudah biasa Sasuke lakukan.
Tersadar dari lamunannya, Sasuke mengedikkan kedua bahunya dan menghela napas keras. Ia kembali memasukkan kedua tangannya di saku dan berjalan pulang ke rumahnya yang jaraknya hanya satu blok dari teman yang tadi kabur darinya.
.
.
,
Sakura langsung membuka lemari es yang terletak di pojok dapur, membuat sang ibu terheran-heran melihat putrinya yang baru sampai rumah, bukannya salam malah berlari mencari air mineral untuk ia tenggak habis. Namun seperti biasanya, wanita paruh baya berambut pirang itu tak begitu peduli dengan semua sifat putrinya yang bergaya tomboy itu sejak kecil. Ia sungguh sudah tahu tabiat putrinya –yah... paling Sakura habis dikejar-kejar anjing hitam penjaga rumah sebelah karena sengaja menginjak ekornya. Itu pemikiran sang ibu yang kelewat cepat menyimpulkan. Padahal seharian ini putrinya sengaja tak melewati rumah pemilik anjing itu –katanya sih lagi malas nyari ribut.
"IBU~ TOLONG JANGAN GANGGU AKU SAMPAI BESOK YA!"
Suara cempreng Sakura menggema di rumah minimalis itu. Sang ibu masih mengiris-iris sayuran yang akan ia masak untuk makan malam. Ia tak menjawab, hanya gumaman yang terdengar samar-samar.
"Setidaknya jangan berteriak dari kamar, dasar gadis tak sopan." –hei! Bahkan ibunya pun enggan memuji putrinya sendiri.
.
.
Sakura kembali menenggak air mineral itu langsung dari botolnya –tidak mencerminkan perempuan pada umumnya –hingga banyak air yang menetes sehingga membasahi kaos abu-abu longgar yang ia kenakan. Dengan raut muka kesal, ia meletakkan botol air yang isinya tinggal seperempat itu dengan kasar ke meja dekat ranjangnya.
"SIAL!"
Masih dalam keadaan uring-uringan, Sakura menyalakan AC dalam kamarnya dengan suhu yang lumayan rendah. Sepertinya ia ingin menghilangkan hawa panas di tubuhnya.
"Bagaimana bisa aku seperti ini?"
Ia mulai mengacak-acak rambut merah muda sebahunya dengan cepat, membuat rambutnya terlihat kusut dan sebagian berdiri atas aksinya itu.
Tidak puas hanya dengan melampiaskan kesalnya dengan rambutnya sendiri, kini ia berjalan mondar mandir dalam kamarnya.
"Astaga, hal bodoh macam apa ini?" Ia mulai berdialog sendiri dengan muka dibuat heran dan menghadap ke lantai, seakan-akan lantai itu objek yang ia gunakan untuk bercerita.
" –hei! Sasuke si rambut ayam itu aku kenal sejak ia buang air besar di celana! Sudah 19 tahun aku kenal dia..."
Lalu ia berhenti –dan menyentuh dadanya pada bagian kiri.
" –kok, waktu si ayam itu ngacak-acak rambutku, jantungku kayak gini banget ya?! Kan dia sering banget kayak gitu ke aku?"
Sakura menjatuhkan dirinya di ranjang, sesaat kemudian, ia membenamkan mukanya ke bantal dan berteriak frustasi.
"Demi puluhan kupon ramen yang Naruto kumpulkan, mana mungkin aku suka sama DIA?!" Tanpa Sakura sadari, kedua pipi putihnya terlihat semburat merah terlihat disana –dan itu kemudian hilang karena Sakura menggeleng dengan kuat.
Dengan kedua mata terbuka lebar, Sakura berteriak.
"KOK AKU JADI KAYAK SASUKE LOVERS?!"
Dia kembali bangun dan menyambar botol minuman yang tadi untuk ia habiskan isinya.
"Besok aku harus pastikan sendiri!"
.
.
.
"Aku tidak percaya! Bagaimana semalaman aku terus berpikir tentang kau!" Sakura menghela napas "Menjijikan! Sungguh!"
Suasana sepi yang ada di lab. Komputer di Universitas Konoha itu membuat suara Sakura yang luar biasa cempreng itu menggema.
Pemuda tampan berambut raven itu hanya mengernyit sambil menutup sebelah telinganya yang bebas dari mouse komputer. Kedua matanya masih terpacang pada layar komputer, tak mengindahkan ocehan makhluk merah muda berkelamin perempuan itu.
"Ck. Berisik!"
Sakura kesal dengan respon Sasuke yang biasa-biasa saja.
"SASUKEEEE?!"
Kesal dengan tingkah sahabat sejak kecilnya itu –yang mengganggu aktivitas privatnya, Sasuke dengan kesal menghadapkan duduknya dengan Sakura "Apa?"
"Ya itu!"
"Itu apa?"
Sakura berdecak kesal "Ah~ Sasuke bego nih –ADUH! SAKIT, AYAM!" Sakura mengusap-usap kepalanya dengan cepat hingga topi yang ia kenakan menjadi miring.
"Salah sendiri mengataiku bego."
"Kau 'kan emang bego –eitss! Jangan pukul lagi. Sakit tahu." Sakura segera menjauhkan kepalanya dari jangkauan tangan Sasuke.
Sasuke berdecak, lalu kembali menghadap layar komputer, kembali menyibukkan diri. "Pergi sana, aku sibuk." Sasuke mengibas-ngibaskan sebelah tangannya, seakan-akan menyuruh Sakura untuk pergi.
Sakura tidak menuruti perintah Sasuke. Sakura menegakkan kepalanya dan menatap Sasuke "Bohong!" kepalanya ia hadapkan ke layar komputer yang sedang Sasuke operasikan "...tuh. Lagi main facebook."
Sasuke me-minimize jendela browsernya, ia menggeram dan segera memberikan deathglare pada sahabat lawas yang tak dapat terpisahkan itu "Iya! Aku lagi main game di facebook! Kenapa?"
Sakura mengerucutkan bibirnya. Raut kesal jelas terpampang di wajahnya yang kini memerah karena marah "Aku sejak tadi cerita, dan kau tidak dengar? Hah?!" Sakura berdecak "...aku membicarakan kau, tahu!"
Sasuke tergelak dalam tawanya yang lebar dan keras, sampai-sampai ia memegang perutnya yang sedikit sakit karena tawanya "Aku dengar kok -"
Kedua mata Sakura melebar "Aku membencimu!"
"Terimakasih. Sudah sana pergi!" Sasuke mengayunkan sebelah tangannya lagi. Tapi Sakura masih duduk di tempatnya.
"TIDAK MAU!"
"Terserah!"
Karena Sasuke tidak memedulikannya, Sakura menggesek-nggesekkan ubun-ubun kepalanya ke lengan Sasuke "Sasuke! Sasuke! Sasukeeee~~"
"Ada apa lagi?" ucap Sasuke bosan.
"Ya...itu! kenapa aku kemarin aneh sejak kau mengacak rambutku?"
Sasuke berhenti dari kegiatannya dan menatap Sakura "Masa?"
Sakura mengangguk. "Jantungku bahkan berdetak lebih cepat dan mukaku memanas."
Sasuke menyeringai mendengarnya. "Aku tahu apa masalahmu."
Sakura mendekatkan duduknya pada Sasuke. Memandangnya dengan tatapan senang "Apa? Apa? Apa?"
"Kau..."
Sakura masih menunggu jawaban Sasuke dengan antusias.
" –Jatuh cinta denganku."
Sakura terdiam setelah mendengar jawaban Sasuke. "Apa?! NAJIS!"
PLAAKK
"Aduh! Kok aku dipukul lagi?!"
"Rasakan! Salah sendiri me-najisi-ku." Sasuke memasang muka marah, dan kembali memandang layar komputer "Kau itu sudah terperangkap pesonaku."
"Aku?" Sakura menujuk hidungnya sendiri "Kok kayak fansmu yang kecentilan itu?"
Sasuke mendengus –biarlah temannya itu berpikir sendiri. Dasar cewek buta tentang urusan asmara! –pikir Sasuke.
"Coba kau acak-acak lagi rambutku." Suruh Sakura, ia membuka topi birunya dan semakin mendekatkan dirinya pada Sasuke.
Sasuke menurut, namun ia lebih mendekatkan wajahnya pada Sakura. Setelah jarak kedua wajah mereka sekitar satu senti, Sasuke mengacak-acak rambut Sakura dengan kedua matanya menatap intens.
"Kenapa kau begitu lugu?" Dan Sasuke tersenyum manis setelah mengucapkan itu.
PESSSSSSHHHHHHH
Tiba-tiba Sakura langsung menjauhkan dirinya dari Sasuke. Wajahnya merah padam. Dan ia langsung berbalik, tak ingin memperlihatkan wajahnya pada Sasuke sekarang.
"AAHH –IYA! Aku tadi dipanggil dosen." Sakura mengambil tas ransel hitamnya tanpa membalikkan tubuhnya menghadap Sasuke "Ha-h-haahaha! –um...sampai jumpa di kelas berikutnya!" Bahkan ia tak mau menengokkan wajahnya ke belakang saat keluar dari ruangan itu.
Sepeninggal Sakura, Sasuke menyeringai. Yah... tanpa ia mencoba mengungkapkan isi hatinya pada gadis itu, Sasuke sudah tahu perasaan gadis itu padanya.
.
.
.
.
.
END OF THIS CHAP!
.
.
.
.
.
A/N : etto~ sebelumnya aku minta maaf karena mungkin ini cerita agak ooc. Maklum ngetiknya malem trus ada ide padahal besok UTS jam pertama lagi huhuhu T.T
Oh iya, sekedar pemberitahuan yang gak pending *lah teruss* hahaha...kalau kumpulan short story ini banyak respon, terus hape jadulku udah jadi, aku usahain update 2 minggu sekali, dulu kan ngomongnya sebulan sekali hehehe itupun kalau nggak males.
Yosh! Minna~ doain aku semoga besok bisa ngerjain UTS dengan lancar. Aamin. Akhir kata, mind to review? Sekedar untuk menyemangatiku yang udah lama gak bikin fict ^^
