Cast : Hermione.G / Draco.M.
Genre : Romance
Disclaimer : All Characters Belongs To © J.
Warning : Typo Dimana - mana hatiku senang (?), OOC,GeJe,Alur Kecepetan
.
.
.
.
Tok...Tok...Tok...
"Huh,Siapa lagi yang berkunjung dikamarku kali ini ?" "seperti artis atau orang sibuk saja" ucap Draco yang sedang mengacak acak rambutnya frustasi dan mau berdiri dari tempat tidurnya. Segera pintu dibuka oleh Draco dan didapati 2 orang yang sangat ia dan Hermione kenal. Laki-laki yang satu mempunyai codet dan yang satu mempunyai rambut merah. "ada apa ?" ucap Draco ketus. "apakah kau berpacaran dengan Hermione,aku telah tau semuanya" ucap Ron sambil berkacak pinggang layaknya Molly,Ibunya. "apa maksudmu?" ucap Draco sambil menaikkan sebelah alisnya. "kau tak usah berpura-pura,Draco" ucap Ron yang mau mengeluarkan tongkatnya tetapi telah dicegah oleh Harry.
"Huh,cukup sudah untuk malam ini aku mau beristirahat" ucap Draco sambil berakting kelelahan. "Ron,sudah biarkan Hermione memilih pacar ia kan sudah besar tak perlu bimbingan kita lagi,lagian dia lebih dewasa daripada kita" ucap Harry menenangkan Ron. "ok, fix gue mau istirahat" ucap Draco yang tiba-tiba ngaco *Draco korban FTV**Poor Draco*. Draco mendorong Ron dan Harry keluar dari bibir pintunya. Setelah mereka meninggalkan Draco sendirian dikamar hijau peraknya,Draco segera merebahkan badannya ke kasur empuknya itu. Tak terasa ia telah terlelap dalam mimpi yang yah bisa dibilang awalnya indah.
The Dream Is Begin
"ah,dimana aku?" kulihat sekelilingku hanya ada aku dan hey ada anak perempuan. Kudekati anak perempuan itu kupanggil dia tapi tak ada jawaban. Akhirnya tinggal 10 langkah lagi aku memberanikan diri untuk lebih mendekatinya
8 langkah
5 langkah
3 langkah
Kupegang tangannya. Lalu kuputar badannya. Dan Ternyata... Ternyata...Perempuan itu adalah
.
.
.
Astoria Greengrass
End of Dream
"Aaaaa..." Draco terjatuh dari kasurnya. Draco mengalami mimpi yang sangat mengerikan "mengapa dimimpiku aku tidak bersama Hermione, mengapa harus bersama nenek lampir itu hiiii..." gumam Draco sambil berusaha bangun dari jatuhnya. "Demi celana dalam merlin,aku ingin tidur nyenyak malam ini supaya besok bisa mengikuti pelajaran ayah baptisku,pelajaran ramuan" gerutu Draco pelan. Draco tertidur kembali tetapi ia tidak bermimpi tentang Astoria Rumput Ijo itu lagi.
The Dream is Begin Again
Ia bermimpi Hermione sedang berada dalam pelukannya,saat itu mereka berjalan menyusuri Diagon Alley untuk ke toko milik Fred dan George. Fred dan George membiarkan mereka masuk *Dimimpi Draco,keluarga Weasley baik-baik termasuk Ron*. Saat itu ia beralasan meninggalkan Hermione menuju toilet. Hermione telah menunggu selama 10 menit tentu tidak sendirian ia sedang berbicara sesuatu dengan Ginny Weasley. Draco kembali dengan tangan ditaruh dibelakang 'sepertinya ia menyembunyikan sesuatu' batin Hermione. Hermione berbisik kepada Ginny menebak apa yang ada di tangan Draco itu. Dengan segala perasaan Draco memberikan bunga Lily kepada Hermione. "ehm... Kurasa aku akan pergi aku ada janji dengan Harry, Bye" Teriak Ginny yang ternyata sudah jauh dari kedua sejoli itu. "terima kasih,Draco bunga ini sangat indah" ucap Hermione tak terasa waktu berjalan lama dan akhirnya Draco mendekatkan wajahnya ke arah Hermione yang sedang berpipi merah seperti tomat untuk menciumnya. Jarak 5 jari...4 jari...3 jari...2 jari...1 jari... dan... ‒‒‒‒
End Of The Dream
Kring...Kring...Kring...
.
.
.
.
Suara jam baru saja terdengar memecah mimpi dari kamar Draco. Jam menunjukkan waktu 06.00 WHB. Sepertinya ia baru saja tidur. Mata Draco terlihat sangat jelas,membengkak. Ia merasa tubuhnya sedang tak enak badan. Draco memegang kening pucatnya itu dan ternyata hasilnya dia PANAS. "Uh ingin sekali aku libur sekolah untuk hari ini dan beristirahat dikamar tetapi hari ini adalah hari spesial dalam hidupku" ucap Draco yang berusaha bangun. Hey sepertinya Draco sedang pusing lihat saja dikepalanya banyak burung berterbangan *ok,lupakan*. Draco ingin kekamar mandi untuk mandi tetapi Draco beberapa kali terjatuh tapi selalu ia coba untuk berdiri. Bisa dibayangkan bagaimana capeknya menjadi seorang Draco Malfoy.
Seperti biasanya,pagi pagi sekali Hermione menghampiri asrama Slytherin untuk bertemu dengan kekasihnya tersebut. Semua murid asrama Slytherin selalu mengosongkan seluruh ruangan setiap pagi untuk segera menuju ke Aula besar untuk makan pagi. Dengan sesuka hati Hermione bisa bebas keluar masuk asrama Slytherin. Kalau pun ada seorang anak yang mengetahui kehadiran Hermione disana mereka tidak akan melaporkan Hermione ke guru ataupun Filch beserta kucingnya mengingat Hermione adalah seorang ketua murid perempuan dan kalau ada yang mengancam akan memberitahukan ke guru maka tak segan-segan Hermione memotong 15 poin bagi asrama Slytherin. Seperti bulan lalu ketika Pansy mengancam Hermione. Ia memotong 15 poin kepada Pansy.
Hermione melangkah ke kamar Draco yang berada disebelah perapian. Segera Hermione mengetuk pintu kamar Draco "Draco,ini aku" ucap Hermione dengan suaranya yang khas. Tak ada balasan tetapi coba dengar dengan teliti ada suara seseorang sedang merintih kesakitan. Tak tunggu lama Hermione segera merapalkan mantra Alohomora ke pintu kamar Draco. Pintu kamar Draco terbuka sedikit dan lihat kamarnya sangat berantakan ada gelas pecah,vas bunga pecah,ranjang yang tak rapi. "tak biasanya ia tidak rapi" gumam Hermione khawatir. Hermione membuka lebih lebar lagi supaya bisa dapat akses masuk ke kamar ada seseorang berambut pirang sedang terkapar lemas dilantai. Dengan sontak hermione berteriak "DRACO,APA YANG TERJADI ? "
.
.
.
Hermione masih dalam posisinya,mengompres Draco. Hermione telah merapikan semua kekacauan yang ada di kamar Malfoy itu "Hermione,Hermione" Draco bergumam dalam tidur. "ya sayang aku akan selalu disini untuk menjaga dan merawatmu" ucap Hermione tulus. Lihatlah wajah Draco yang pucat itu dia tersenyum lebar lebih menghangatkan daripada seringaiannya itu. Hermione mengecup kening pemuda berambut pirang itu. "Semoga lekas sembuh sayang" ucap Hermione sambil berdiri dari kursi sebelah Draco. Pada saat Hermione memegang gagang pintu ternyata Draco memanggil "Hermione...Hermione..." "jangan pergi aku butuh kau disisiku supaya aku nyaman" ucap Draco pelan karena masih belum bisa mengumpulkan seluruh tenaganya namun terdengar sangat jelas oleh telinga Hermione.
Hermione kembali ketempat duduknya dan mengusap rambut pirang milik pria itu. "kau pasti sakit karena kau tidur bertelanjang dada,dasar kau susah kalau dibilangin" "sekarang pakailah baju akan ku ambilkan di lemari bajumu" ucap Hermione seperti ibu-ibu yang sedang mengajari tata krama ke anaknya yang berumur 3 tahun. Hermione mengambilkan baju bewarna putih kepada Draco. Hermione memakaikannya kepada kekasihnya tersebut. Tak terasa anak-anak Slytherin telah kembali dari acara makan paginya dan segera bersiap siap untuk melaksanakan pelajaran pertama mereka.
"ada hal yang inginku bicarakan padamu" ucap Draco lirih"oh,well silahkan,sayang" "oh,ya aku akan menuliskan Dispensasi untukmu dan menyerahkannya kepada " ucap Hermione yang akan duduk. "Terima kasih,sayang. Aku ingin mengatakan sesuatu aku tau ini mungkin agak telat" .Draco meng‒Accio‒kan sesuatu yang berasal dari kulkas,ya benda muggle itu Hermione berikan kepada Draco supaya bisa menyimpan makanan agar tidak mudah basi *jangan tanya listrik darimana Rania aja nggak tau darimana*. Tiba-tiba melayanglah sebuah Kue berwarna pink soft dan bisa kalian tebak diatasnya tulisannya apa ?. Apa hayoo ? Hmmmm... Happy Birthday Hermione ?, salah. Hmmm... Nyerah dah
Happy Anniversary 2st dan beserta foto bergerak mereka berdua. "Happy Anniversary,My Sweet Heart" ucap Draco
Hermione masih terdiam melihat kue pink itu melayang diudara dan sudah ingin siap-siap dipangku oleh Hermione. Hermione yang menyadari akan hal itu segera menarik kue itu kepangkuannya. "sekali lagi,Happy Anniversary ya sayang" ucap Draco berusaha duduk dari tempat tidurnya. Kue yang tadi dipangku Hermione segera Hermione pindahkan ke meja pendek sebelah tempat tidur supaya ia bisa membantu Draco duduk "Draco" ucap Hermione yang tak terasa telah menitikkan air mata kebahagiaan. "Hermione mengapa kau menangis apakah kau tak suka dengan warna kue itu yang mengingatkanmu dengan...mmm... lupakan" "Hermione mengapa kau menangis ?" ucap Draco sambil memegang bahu hermione dengan penuh kekhawatiran.
"aku...aku...aaku...merasa sangat bahagia saat ini" ucap Hermione yang spontan segera memeluk Draco yang masih memegang bahunya. Dan reflex Hermione yang sedang sangat sangat bahagia itu mencium bibir tipis Draco dan sepertinya Draco menikmatinya,kau tau Hermione dan Draco adalah pasangan yang cocok karena sama-sama ‒‒‒‒‒‒ Pencium ‒Yang ‒Baik *please jangan diberi tau ke Dramione ya*
.
.
.
DIKELAS SNAPE
Hermione berjalan keruangan dengan tergesa gesa setelah berciuman lama dengan Draco dikamarnya*kamar Draco*. "Professor Snape saya membawa Dispensasi dari Draco,Alasan Draco tidak masuk hari ini ada disitu semua" ucap Hemione di depan kelas. "Terima kasih sekarang kau bisa pergi dari kelas ini aku akan buka suratnya nanti" "APA,DRAKIE TIDAK MASUK!" "KAU APAKAN DIA,MUD‒‒" "Tak ada yang boleh menggunakan status darah dalam kelasku, " ucap dingin memutus omongan Pansy yang belum terselesaikan. Hermione tertawa dalam hati dan ingin sekali ia bisa tertawa lebih dari hati tapi dari mulut langsung. Pansy menggerang marah menghadap ke arah Hermione yang sedang berjalan keluar kelas.
KELUAR KELAS
Hari ini hermione sedang tidak ada pelajaran. Jadi ia akan melakukan rutinitasnya sebagai ketua murid perempuan,yaitu berpatroli. Neville ketua murid laki-laki juga sedang menemani sang ketua murid perempuan untuk berpatroli. "Hermione?" ucap Neville. "ya,Neville?" sahut Hermione. "apakah pacaran itu enak? Kau tau aku belum punya kekasih dan aku ingin menyatakan perasaanku ke Luna tetapi aku tak berani dan apakah kau masih berpacaran dengan Draco,Hermione?" *Yaampun Neville KEPO ya (^v^) v *. "ya,kau tau,kalau kau mempunyai kekasih kau bisa berbagi pengalaman dan bercerita layaknya teman,namun ini sedikit berbeda,ya Luna pasti menerimamu karena Luna pernah berbicara padaku kalau dia menyukai mu" ucap Hermione sedikit berbisik. "Benarkah itu,Hermione?" ucap Neville yang sepertinya sedang sangattttt bahagia. "ya" ucap Hermione senang. "Terima kasih,Hermione aku akan menyampaikan perasaanku ke ..." ucap Neville menjauh sambil melambaikan tangannya ke Hermione. "Sama-sama" ucap Hermione sedikit berteriak. "Oh My God, Draco!" ucap Hermione panik.
Pelajaran ramuan hari ini cukup lama bagi murid penghuni asrama Slytherin jadi mereka belum kembali ke Asrama. "DRACO!" segera Hermione buka pintu kamar Draco. Hermione melihat sekeliling kamar Draco tetapi hey kemana dia ? Mengapa ia tak ada dikamar? Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi. "Draco?" ucap Hermione sambil mengetuk kamar mandi punya Draco tersebut. "ya sebentar" ucap seseorang yang mempunyai rambut pirang(bisa kau tebak siapa). "ada apa,Hermione?" ucap Draco yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah itu. Hermione bengong melihat pacarnya keluar dengan bertelanjang dada yang memperlihatkan secara jelas badan sixpack miliknya dan handuk dililit di pinggul. Muncul akal jahil Draco dengan tanda-tanda seringgaiannya hebatnya telah muncul diwajah pucatnya. "Ehm...ngelihatnya nggak usah sambil bengong juga dong sayang,kau kan bisa liat badan sixpack ku ini kapan aja" goda Draco. Hermione yang menyadari kalau sedang bengong segera mengalihkan pandangan dan hey lihat pipinya,merah. "a..aku tidak melihat badanmu" ucap hermione gugup. Draco menghampiri Hermione untuk memeluknya. "Aaaa.. Pakai dulu bajumu" ucap Hermione mendorong sedikit Draco ke belakang dan JRENGG... Handuk Draco melorot sampai kebawah.
"DRACOOOOO!" Teriak Hermione sambil menutup matanya menggunakan kedua tangannya. "oke-oke baiklah" ucap Draco mengalah tentu saja sambil mengambil handuknya yang jatuh tadi. "Accio Clothes" "tak keberatan kan aku ganti di depanmu?" ucap Draco santai sambil mengambil baju yang melayang didepannya. "ya tapi aku akan berdiri membelakangimu" ucap Hermione yang tak menghentikan aktifitas menutup matanya itu. "itu sama saja aku ganti di belakangmu Mione bukan didepanmu"ucap Draco. "terserah,cepat segera pakai bajumu" ucap Hermione. "selesai" ucap Draco. "cepat sekali ?" tanya Hermione sambil memutar badan ke belakang menghadap Draco. Dan ternyata Draco belum memakai ‒‒‒*Hayo tebak ?*. "Draco! Kau belum memakai ‒‒‒ " . "Atasan,ya kutau supaya kau bisa melihat tubuhku ini" ucap Draco sambil mengeluarkan seringgaian menyebalkannya itu. "Oh My God,sepertinya aku harus pakai cara jitu" batin Hermione. "sayang,aku tak ingin kau sakit lagi aku ingin kau memakai atasanmu sekarang" ucap Hermione melembut,oh ralat SANGAATTT LEMBUTT dan jangan lupa manja. Ya itu adalah cara jitu Hermione untuk membujuk Draco.
"jadi kau menghawatirkanku ?" tanya Draco. "ya iyalah,masa iya pacarku sakit lalu kulupakan,kan nggak mungkin lah,sayangg" ucap Hermione sambil menekan kata-kata terakhirnya. "iya deh,aku pake bajunya" ucap Draco pasrah. Setelah Draco memakai bajunya Hermione berkata "apakah masih panas,Draco ?" tanyanya sambil memegang kening Draco. "udah agak baikan,kok" "emang kenapa? kau cemas?" ucap Draco. "yaiyalah,gimana sih kamu!" ucap Hermione sambil berkacak pinggang. "iya iya" tutur Draco sambil mengacak acak rambut semak Hermione. "sekarang aku bisa memelukmu kan ? Pelukan kita tadi tertunda karena aku belum pakai baju" ucap Draco manja. Tanpa komando apa-apa Draco segera memeluk Hermione. "berada diposisi sekarang ini sangatlah menyenangkan,Mione" ucap Draco berbisik ke arah Hermione. "aku ingin kau berada disisiku untuk selamanya,aku nggak mau kelilanganmu" ucap Draco sambil melepas pelukannya. "2 bulan berpacaran denganmu membuatku yakin karena kau adalah pilihan hatiku,hatiku nggak akan salah pilih orang" ucap Draco memegang bahu Hermione. Hermione masih tak percaya kalau pacarnya mengatakan sesuatu yang ingin ia dengar selama 2 bulan ini. "Draco" ucap Hermione lirih. Sepertinya Hermione akan menangis "menangislah" ucap Draco. "Draco,aku mencintaimu" ucap Hermione sambil menangis. "aku juga,mione". Jreng-Jreng bisa kalian tebak mereka lagi apa sekarang,ya berciuman,ciuman yang sangat hangat dan lama. Sesekali mereka menghentikannya untuk mengambil nafas lalu melanjutkannya lagi.
Terdengar suara burung hantu sedang mengetuk jendela. Menghentikan aktifitas Draco dan Hermione yang berlangsung begitu lama. Lihatlah itukan burung hantu keluarga Malfoy, "ada apa sangat jarang mereka mengirimiku pesan" ucap Draco sambul membukakan jendela. Burung hantu itu masuk kekamar Draco dan ia sedang bertengger di tangan milik Draco. Dengan segera Draco mengambil surat yang ada diparuh burung hantu itu. Sang burung hantu mematuk lembut ke tangan draco sebelum ia terbang keluar jendela. "Draco,cepat buka" ucap Hermione. "Ok,akan ku buka" Draco membuka surat yang berlabel M tersebut. Surat dari kedua orang tuanya ternyata. Surat itu keluar dengan sendirinya dan terbang sambil berkata :
Dear Draco,
Draco kami dengar dari Pansy kau tidak mengikuti pelajaran ya ? kenapa sayang apakah kau sakit? Oh ya Draco kami akan mengadakan makan malam di Malfoy Manor,tidakkah kau mau sekali kali ikut makan malam bersama kami ? ajak juga pacar kamu,Hermione.nanti ibu akan kirimkan baju untuk kalian berdua. Dan untuk Hermione apakah kau tak keberatan apabila kukurimkan gaun bewarna Hijau?
Lucius Malfoy & Narcissa Malfoy
"HAH?"
.
.
.
.
.
LALALA...
Selesai juga chap 3
Huh kayaknya mau break update FF-nih
Masih belum ada ide kelanjutannya
Rania minta coretannya sedikit atau banyak deh nggak papa
Dibawah sini *sambil numjuk kotak review*
Ok,See You Next Time :)
