Chapter 2:

Kyuhyun berjalan cepat menyusuri pinggiran Sungai Han. Kepalanya sibuk menoleh ke kiri dan ke kanan berharap dia bisa menemukan Sungmin. Tadi dia sudah pergi ke Namsan, setelah berkeliling selama dua jam dengan sia-sia dia langsung berputar arah menuju Sungai Han. Kyuhyun tahu sebenarnya Sungmin tidak terlalu menyukai Sungai Han tapi dia juga tahu kalau selain Namsan, tempat yang dia kenal dengan baik hanya Sungai Han.

Mata Kyuhyun kemudian terkunci pada seseorang yang menggunakan parka berwarna putih sedang duduk di tangga di pinggir taman itu. Orang itu sedang meringkuk—sepertinya dia sedang memangku dagunya di paha. Kyuhyun tahu siapa orang itu jadi tanpa keraguan sedikitpun dia berlari mendekati orang tersebut dengan senyuman di wajahnya

Kyuhyun berhenti di samping seseorang itu kemudian dia duduk di sebelahnya. Memperhatikan baik-baik orang itu. Dia memastikan bahwa orang dihadapannya itu sedang bernapas. Kemudian Kyuhyun menemukan seutas kabel—mungkin earphone . Jadi Kyuhyun menariknya dan memasangkannya di telinganya sendiri.

Si parka putih menegakkan badannya dengan cepat karena terkejut. Namun dia dengan segera menutupi wajahnya—sepertinya mengelap pipinya. Kemudian dia merasa rileks kembali saat tahu bahwa yang datang adalah Kyuhyun.

"Eh? Kenapa lagunya tidak mulai-mulai?" tanya Kyuhyun beberapa saat setelah keheningan di antara mereka. Kyuhyun mengira dia akan segera mendengar lagu-lagu hip hop milik Dynamic Duo atau lagu-lagu rock milik Muse. Tapi Kyuhyun tidak mendengar apa-apa. Tidak ada lagu Dynamic Duo atau Muse.

"Aku memang tidak menyalakan pemutar musiknya. Ponselku mati sejak kemarin." jawab Sungmin sambil mengangkat ponselnya dan menggoyang-goyangkannya di depan Kyuhyun.

"Lalu kenapa kamu memakai earphone?" Kyuhyun menaikkan alisnya bingung.

"Aku hanya sedang ingin mendengar pikiran-pikiranku saja tanpa merasa terganggu dengan suara di sekitarku. Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya kurasakan."

Kyuhyun terbengong-bengong dengan jawaban Sungmin. Sekali lagi Kyuhyun salah menebak apa yang ada dipikiran Sungmin. Sungmin tidak pernah bisa dia tebak dan itu menambah rasa penasaran Kyuhyun. Karena Kyuhyun selalu tertipu oleh Sungmin.

Kyuhyun pertama kali bertemu Sungmin di kantin Universitas Kyunghee empat tahun yang lalu. Saat itu Kyuhyun baru saja bertemu dengan profesornya untuk membahas perkembangan tesisnya dan merasa lapar. Maka dia berjalan menuju kantin Kyunghee dan mendapati seorang perempuan mungil yang sedang bercanda dengan teman-temannya. Kyuhyun melihat Sungmin yang saat itu rambutnya diikat ekor kuda memakai rok panjang bermotif bunga-bunga berwarna biru gelap dan atasan berupa kaus berwarna merah muda. Seketika itu juga Kyuhyun terpesona.

Kyuhyun merasa dia sedang ditertawakan oleh Donghae saat itu. Kyuhyun selalu ngotot bahwa tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama. Menurut logikanya pandangan pertama tidak mempunyai cukup fokus untuk bisa merangsang otak untuk mengeluarkan hormon phenylethylamine (hormon alami yang menyebabkan orang merasa senang bertemu dengan orang yang disukainya. Karena hormon ini sensitif pada stimulus visual). Setidaknya dibutuhkan dua atau tiga kali pandangan agar mata bisa lebih fokus terhadap objek tersebut dan bisa jatuh cinta.

Donghae—yang sama pintarnya dengan Kyuhyun—membenarkan apa yang dikatakan sahabatnya itu. Namun, semua selalu ada pengeculaian. Dan pengecualian dari teori Kyuhyun tersebut adalah cinta. Jadi Donghae kemudian menepuk pundak Kyuhyun sambil berdoa agar Kyuhyun bisa merasakan jatuh cinta yang seperti ini.

Walaupun sangat ingin mendapatkan nomor ponsel Sungmin, dia tidak bisa mendatangi Sungmin begitu saja dan meminta nomor ponselnya. Kyuhyun masih sadar profesinya sebagai figur publik. Jadi Kyuhyun diam-diam datang ke Kyunghee setiap hari agar dia bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan nomor ponsel dan mengetahui nama Sungmin.

Setelah bisa berkenalan dengan Sungmin dan mendapatkan nomor ponselnya—terima kasih kepada manajernya yang ingin segera menghentikan Kyuhyun yang bertingkah seperti stalker, Kyuhyun berusaha mengenal Sungmin lebih jauh. Dan selama ini dia selalu dikejutkan oleh jawaban-jawaban yang Sungmin berikan kepadanya.

Bahwa Sungmin lebih memilih Dynamic Duo dibanding Sung Sikyung. Bahwa Sungmin lebih menyukai film action dibandingkan dengan komedi romantis. Dan Sungmin lebih suka TVXQ dibanding Super Junior. Kyuhyun melongo seketika ketika mendengarnya dan Sungmin hanya tertawa terbahak.

"Sungmin," panggil Kyuhyun membuat Sungmin menoleh. "Apa kau di sini dari semalam? Kau tidak apa-apa kan?"

sSungmin tersenyum lebar. "Aku masih waras, sunbae. Mana mungkin aku di sini semalaman. Aku menghabiskan malam di supermarket itu. Makan ramyun dan teh panas kemudian tertidur. Aku baru keluar beberapa jam yang lalu. Si penjaga kasir sudah melihatku dengan muka berlipat-lipat."

Kyuhyun mendesah lega. "Kukira kau di sini semalaman."

Sungmin menggeleng. "Ah, apa sunbae baik-baik saja di sini? Bagaimana kalau ada yang melihat kita? Tidak baik untuk penggemarmu, sunbae." Sungmin kemudian menggeser duduknya menjauh dari Kyuhyun dan naik beberapa anak tangga.

"Mereka sedang berada di sana. Mereka tidak ingin melewatkan berita pernikahan pertama seorang idol laki-laki generasi kedua."

"Sunbae, kan sahabatnya. Kau harus ada di sana."

"Aku akan ke sana setelah memastikan kamu kembali ke apartemenmu. Ayo aku antar, nanti aku hubungi Siwon dan Boa. Pernikahan Donghae urusan mudah."

Sungmin terdiam. Mendengar dua kata tersebut membuat tubuhnya terasa lemas mendadak. Kyuhyun yang menyadari perubahan sikap Sungmin dengan segera memeluk tubuh Sungmin agar tidak jatuh. Lalu suara isakan terdengar. Sungmin menangis lagi. Dia ingin menumpahkan perasaannya.

"Sunbae, maafkan aku tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Aku janji ini yang terakhir. Hari ini yang terakhir."

Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat. Memeluknya dengan sayang. Berharap agar Sungmin bisa puas menangis tanpa orang lain tahu. Agar Sungmin bisa menepati perkataannya bahwa ini yang terakhir.

Dan berharap waktu berjalan lebih pelan dari biasanya. Agar dia bisa memeluk Sungmin lebih lama lagi.

-Time, Go Slowly-

Kyuhyun menyukai Sungmin. Tapi mereka tidak berkencan—belum.

Setahun setelah Kyuhyun mendapatkan nomor ponsel Sungmin, dia mengatakan pada Sungmin bahwa dia menyukainya dan dia ingin menjadikan Sungmin pacarnya. Tapi Sungmin menolak. Dengan alasan dia tidak tertarik dengan selebriti. Dia hanya menganggap Kyuhyun seorang senior yang dekat dengannya.

Sejak saat itu Kyuhyun semakin penasaran dan semakin tahu banyak tentang Sungmin. Kyuhyun juga tahu bahwa Sungmin sebenarnya menyukai sahabarnya, Lee Donghae. Berkat kejeniusan otaknya mengolah data, Sungmin memang menyukai Donghae.

Pernah sekali waktu setelah Donghae mempublikasikan rencana pernikahannya dengan Sandara Park sebulan yang lalu Kyuhyun mencaci maki keputusan Donghae. Dia bahkan hampir saja menghajar Donghae tanpa alasan yang jelas. Untung saja saat itu Shindong dan Kangin sedang ada di sana juga. Dengan segera mereka memisahkan kedua orang yang sedang mabuk itu.

Kyuhyun berada di sebuah keadaan yang membuatnya begitu frustrasi. Di satu sisi Donghae adalah sahabat terbaiknya. Sudah seharusnya ia berada di belakang Donghae untuk menyokong semua keputusan yang Donghae buat. Namun di satu sisi, Sungmin adalah orang yang sangat dia sayangi. Sungmin mencintai Donghae yang akan menikahi orang lain. Tentu saja, walaupun Sungmin tidak bisa ditebak Sungmin pasti merasa patah hati. Kyuhyun tidak tahan melihat Sungmin yang begitu terlihat menyedihkan saat dia harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari karena Hipotermia.

Jadi sejak saat itu Kyuhyun selalu berada di sisi Sungmin. Saat Siwon menghubunginya dan mengatakan bahwa Sungmin sudah sadar, Kyuhyun buru-buru menuju rumah sakit. Selama di perjalanan Kyuhyun mempersiapkan diri untuk menemui Sungmin, untuk melihat Sungmin dalam keadaan yang tidak sepert biasanya. Namun kembali lagi dia tertipu. Sungmin tampak begitu baik-baik saja. Saat Kyuhyun membuka pintu bangsal rumah sakit itu dia melihat Sungmin sedang menghabiskan roti lapis sambil tersenyum lebar. Membuat Kyuhyun kembali melongo.

Dan ketika hari ini Donghae menikah untuk pertama kalinya Kyuhyun bisa melihat siapa Sungmin sesungguhnya. Akhirnya dia bisa merasakan Sungmin sebagai perempuan biasa yang bisa sakit hati. Bukan Sungmin yang selalu menutupi semuanya sendiri dan selalu bertingkah seperti di hidupnya tidak mempunyai beban berat. Untuk pertama kalinya Sungmin menyerah menjadi wonder woman dan menumpah segala perasaannya pada Kyuhyun.

Di dalam hati Kyuhyun berjanji untuk benar-benar meninju Donghae setelah ini.

-Time, Go Slowly-

...to be continued