Chapter 3:

Kyuhyun segera kembali ke gedung pernikahan Donghae setelah memastikan Siwon dan Boa sudah datang ke apartemen Sungmin. Saat itu Sungmin sedang tidur karena kelelahan menangis sepanjang perjalanan pulang mereka. Kyuhyun meminta kepada Siwon dan Boa untuk menyembunyikan ponsel Sungmin. Hanya berjaga-jaga kalau saja Sungmin membuka portal berita dan menemukan apa yang sebenarnya tidak baik untuk Sungmin.

Setelah memarkir mobilnya di basement, Kyuhyun buru-buru masuk ke ballroom dan segera mencari Donghae. Kyuhyun harus menajamkan matanya dan menoleh ke kanan dan ke kiri beberapa kali dulu sebelum menemukan Donghae sedang berbincang dengan member Super Junior yang lainya. Maka dengan segera Kyuhyun menghampirinya.

"Hai, sobat. Aku sungguh minta maaf aku keluar sebelum upacara pernikahanmu dimulai. Tadi benar-benar ada sesuatu yang harus aku selesaikan." ujar Kyuhyun sambil memeluk Donghae dengan erat.

"Tidak masalah." Donghae membalas pelukan Kyuhyun lebih erat sambil menepuk punggung Kyuhyun. "Tapi kenapa kau pergi dengan muka pucat seperti itu? Apa ada sesuatu yang salah?"

Kyuhyun hanya menyeringai—karena senyumannya tidak bisa dibilang sebagai sebuah senyuman—kepada Donghae. "Ya, memang ada sesuatu yang terjadi. Tapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Ah, ngomong-ngomong…"

Dengan gerakan cepat Kyuhyun melayangkan tinjunya ke perut Donghae. Kyuhyun memang jarang sekali berolah raga tapi memang dasarnya Kyuhyun mempunyai tenaga yang lebih dari rata-rata member Super Junior lainnya sehingga tinjunya masih bisa dirasakan Donghae.

Member Super Junior lain yang melihat mereka sangat terkejut. Leeteuk, Heechul, Kangin dan Yesung yang sudah mendapatkan pelatihan militer—yang membuat refleks mereka lebih cepat—segera mendatangi Kyuhyun dan Donghae.

"Wo wo, Kyuhyun-ah. Ada apa denganmu?" tanya Leeteuk yang terhenti langkahnya karena Kyuhyun menghentikannya.

Kyuhyun terkekeh. "Aku tidak apa-apa. Aku hanya meninjunya karena dia melanggar janjinya untuk membiarkanku mendahuluinya menikah. Tapi dia justru yang menikah duluan."

Seketika member lain melongo sedangkan Donghae melongo sambil memegangi perutnya. Donghae mungkin akan menunda apa yang sudah ia rencanakan atas tuntunan Eunhyuk besok. Dan sepertinya malam ini Sandara Park harus merawat perutnya yang membiru.

Mungkin terlalu lama bersama Sungmin membuat Kyuhyun ketularan.

-Time, Go Slowly-

Kyuhyun tersenyum saat dia sudah sampai di depan gedung apartemen Sungmin. Dia baru saja mendapatkan persetujuan dari Sungmin untuk bertemu. Jadi Kyuhyun meminta Sungmin untuk turun dari apartemennya. Kyuhyun melihat Sungmin keluar dari lobi apartemen dengan celana training dan jaketnya yang berwarna kuning. Rambut Sungmin yang panjang digelung sembarang yang justru di mata Kyuhyun terlihat… mempesona.

Begitu Kyuhyun sadar dari lamunan mesumnya sesaat, dia buru-buru mengambil karangan bunga yang dia simpan di jok belakang dan segera mengangkatnya di depan wajah Sungmin tepat ketika Sungmin membuka pintu penumpang.

"Ini apa?" tanya Sungmin sambil berkedip-kedip kaget karena serangan buket bunga dari Kyuhyun.

"Terimalah." jawab Kyuhyun. "Aku membelinya tadi." Kyuhyun menari lengan Sungmin dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobi.

Sungmin yang sudah duduk di dalam mobil dan menutup pintunya malah terkekeh. "Jangan bercanda. Aku tahu ini karangan bunga yang dibawa Sandara Park. Luar biasa. Bagaimana kamu mendapatkannya?"

"Aku menginjak kaki Chanyeol, menjatuhkan burger Changmin dan mendorong Siwon. Dengan begitu kan aku yang tertinggi jadi mudah saja buatku untuk mendapatkannya. Kamu suka?"

"Tidak juga." jawab Sungmin sambil memperhatikan bunga-bunganya. "Aku tidak bisa melupakan fakta bahwa ini adalah bunga pernikahan Donghae dan Sandara Park. Juga aku tidak menyukai kombinasi ini."

Kyuhyun menaikkan alisnya. "Kombinasi yang bagaimana yang kamu suka kalau begitu?"

Sungmin terlihat berpikir sebentar. Kemudian dia tersenyum, "Baby Breath dan lili putih. Tapi aku tidak begitu menyukai bunga yang dipetik. Kalau kau memberikan sekalian dengan pohonnya aku baru senang."

Kyuhyun tersenyum. Di dalam hatinya dia begitu mengagumi keteguhan dan pendirian Sungmin. Mungkin ini karena Sungmin banyak bergaul dengan laki-laki dan bahwa dia adalah anak pertama di keluarganya. Pernah Kyuhyun bertanya pada Boa tentang hal ini. Dan Boa dengan senang hati menjawab, "Aku sebagai psikolog yang baru memulai karirku hanya bisa mendapatkan sedikit informasi atas kepribadian Sungmin. Hipotesaku bahwa Sungmin berkepribadian ganda itu salah. Menurutku Sungmin hanya menyembunyikan apa yang dia rasakan. Dia adalah anak pertama, dia mempunyai kecenderungan untuk tidak mengatakan kesulitannya pada orang-orang lain sehingga dia senang menunjukan sifat periangnya. Sifat yang dia bawa secara alami dari lingkungan keluarganya ini diperkuat setelah dia masuk kuliah. Dia masuk ke fakultas engineering yang mayoritas mahasiswanya adalah laki-laki."

Kyuhyun menyukai perempuan yang feminin dan lemah lembut. Yang mempunyai dahi yang indah dan berkaki panjang. Yang seperti kakaknya dalam versi model.

Sungmin berkaki pendek tapi proporsional—tidak gemuk namun berisi. Dahi Sungmin juga biasa saja. Sungmin tidak feminin namun dia lembut. Sungmin bukan tipe ideal Kyuhyun. Namun perlahan Sungmin menjadi tipe idealnya.

Kyuhyun menyukai kepribadian Sungmin. Yang hatinya kuat dan tegas namun sebenarnya dia berhati yang lembut. Yang santai namun patuh peraturan.

"Besok Rabu malam kamu ada acara?" tanya Kyuhyun kemudian.

"Rabu?" Sungmin terlihat berpikir sebentar. "Tidak ada. Yang jelas hari itu aku harus presentasi projek baru. Mungkin di malam hari aku butuh tidur. Kenapa?"

"Mau pergi denganku? Aku berjanji akan menyamar dengan baik." Kyuhyun mencoba meyakinkan Sungmin.

"Kalau sunbae memaksa…" jawab Sungmin sambil terkikik.

"Baiklah kalau begitu. Rabu pukul 7 malam aku akan menjemputmu." ujar Kyuhyun puas.

-Time, Go Slowly-

Setahun belakangan ini Kyuhyun selalu mengajak Sungmin ke Yeouido setiap Rabu malam untuk menonoton acara komedi secara langsung. Kemudian setelah selesai menonton mereka akan mencari restauran atau kedai di dekat sana yang belum pernah mereka coba atau mereka akan makan di mobil lewat drive-trough kemudian mengobrol bersama.

Mereka terlihat seperti pasangan kekasih? Benar, mereka sudah berkencan. Setahun yang lalu Kyuhyun menyatakan bahwa Rabu malam pertama kali mereka keluar adalah hari pertama mereka sebagai kekasih. Hanya Kyuhyun yang mendeklarasikannya, Sungmin tidak.

Kyuhyun selalu merasa senang saat Sungmin tertawa lepas di dalam studio ketika acara komedi itu berjalan. Kyuhyun merasa senang karena Sungmin selalu membicarakan tentang mereka berdua bukannya membicarakan tentang buku-buku atau hukum fisika atau fenomena fisika atau Donghae. Sungmin juga tidak pernah lagi merasa terkejut dan merasa tidak nyaman ketika membicarakan Donghae.

Menurut Boa, Sungmin sudah lebih manusiawi sekarang. Sungmin sudah mau berbicara tentang perasaannya kepadanya dan Siwon. Sungmin juga sudah tidak pernah lagi menangis diam-diam.

"Sunbae, tahu tidak bahwa sebagian besar fisikawan takut pada apa?" tanya Sungmin saat mereka sedang mengunjungi café dan penginapan yang dikelola oleh keluarga Kyuhyun setelah kencan Rabu malam mereka.

"Mmm… equation error?" Kyuhyun mencoba menjawab. Kyuhyun itu jenius Matematika bukan Fisika, jadi mana dia tahu.

"Bukan. Tapi waktu." jawab Sungmin.

Baiklah kita mulai kuliah dari Ibu Profesor Lee Sungmin, batin Kyuhyun sambil diam-diam menyiapkan beberapa ekspresi seperti "Ah", "Oh", atau "Begitu, ya?"

"Sunbae tahu bukan kalau satu hari di Bumi bisa hanya beberapa jam saja di planet lain. Atau bahkan bertahun-tahun di Bumi setara dengan satu atau dua jam di planet lain yang berbeda galaksi?" Sungmin terlihat antusias untuk menjelaskan variabel waktu dalam fisika ini kepada Kyuhyun. Kyuhyun mencoba berpura-pura tertarik dengan mengangguk-anggukan kepalanya.

"Aku juga takut dengan waktu. Walaupu aku bukan Fisikawan."

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Mulai tertarik dengan pembicaraan ini jadi dia bertanya mengapa.

"Karena," mata Sungmin terlihat tidak fokus. Dia seperti mencoba menghindari tatapan Kyuhyun. "Setiap aku bersama sunbae aku merasa waktu selalu saja cepat berlalu. Tahu-tahu aku sudah berada di depan pintu apartemen pukul sebelas malam. Padahal rasanya aku baru meninggalkan pintu yang sama itu lima menit yang lalu."

Kyuhyun dalam sekejap sudah mencondongkan badannya lebih dekat pada Sungmin. "Kamu merasakan apa?"

"Aku sepertinya…" Sungmin menundukkan kepalanya dan memijat-mijat jari-jarinya sendiri. "Jatuh cinta pada sunbae."

Senyuman Kyuhyun merekah. Mulutnya sampai-sampai terbuka Kyuhyun berdebar tidak karuan ketika mendengar ucapan Sungmin. "Katakan sekali lagi."

Sungmin tersipu-sipu malu. Kyuhyun menarik tangannya dan menggenggamnya. Setelah beberapa kali dia berdeham untuk membersihkan tenggorokannya, Sungmin berkata lagi. "Aku jatuh cinta pada sunbae."

Dengan gerakan cepat Kyuhyun memeluk Sungmin dengan erat. Begitu erat sampai-sampai Sungmin ingin menangis karena dia sesak napas. Namun Sungmin tidak mau menangis. Karena dia sedang bahagia sekarang.

Jadi hari Rabu malam ke-50 mereka ini menjadi lebih spesial dari Rabu malam pertama mereka karena Sungmin setuju untuk berjalan di lintasan yang sama di kehidupan Kyuhyun.

Di saat-saat seperti ini Sungmin selalu berharap bahwa waktu bisa menurunkan akselerasinya sedikit. Dia ingin waktu bergulir lebih lambat. Sedikit saja lebih lambat agar kejadian seperti ini bisa berjalan lebih lama. Karena Sungmin tidak mau hal-hal yang membuatnya bahagia harus terlewat hanya dalam sekejap mata. Dia ingin waktunya bersama Kyuhyun ingin berjalan lebih lama. Hanya saat bersama Kyuhyun.

Karena Kyuhyun memberikannya kebahagiaan.

Pelan-pelan saja, waktu. Pelan-pelan saja. Time, please take your time.

-Time, Go Slowly-

ended.


Note: If you find something is missing from this story, tell me. I'll try to make it please you.

And special thanks for my Psychology-student-friend who gave me a brilliant character.