DRABBLES of GENRES
.
—author:
taraxacum
.
—disclaimer:
All casts belong to Almighty God, however, this story and its half-assed idea belong to me
.
—pairing:
Same as previous chapter
.
—warnings inside this work-of-fiction:
AU(s), possibly typo(s), OOC, contain of Shounen-ai, drabble-semi-ficlet, inconsistency of word count
.
—a/n:
Bagi anda yang bingung dengan cara kerja benda aneh ini:
Ini kumpulan drabble dengan plot yang berbeda untuk masing-masing genre. Jadi, jalan cerita dan setting untuk masing-masing genre emang ga berhubungan. Itulah kenapa antar drabble kok berasa ga nyambung, karena emang bukan satu kesatuan. Dan kenapa ngegantung, ya karena drabble ini saya setting sebagai penggalan cerita, jadi plot-nya serba open dengan awal dan akhir cerita yang sengaja ga diceritain alias langsung ke inti.
Paham ga? Atau masih bingung?
Kalau masih bingung, jangan sungkan buat tanya lagi
Atau pm saya juga boleh, saya ga gigit kok.
.
DRAMA
.
Kyuhyun hanya bisa berusaha menahan agar isak tangisnya tak terdengar oleh dua orang yang tengah asik berciuman panas di ruang kerja CEO. Ia kenal dengan baik dua orang tersebut.
Si wanita—bertubuh seksi dan mengenakan baju kerja yang seharusnya ilegal karena melanggar tata tertib kantor—adalah sekretaris pribadi CEO. Dan si pria—mengenakan three piece suit merek Armani, Kyuhyun tahu dengan pasti—yang duduk di hadapan si wanita dan tengah beringas menciumnya tak lain tak bukan adalah si CEO.
CEO Choi Siwon, suaminya sendiri.
Choi Siwon yang delapan tahun lalu memintanya untuk menjadi kekasihnya. Choi Siwon yang lima tahun lalu melamarnya. Choi Siwon yang mengenakan cincin emas bermata berlian di jari tengah tangan kirinya. Cincin yang sama dengan miliknya.
Kyuhyun tak menyangka bahwa orang yang tiap pagi terbangun di sampingnya, yang tiap malam tidur dengan memeluk pinggangnya, tega melakukan ini semua padanya. Ia tak tahu apa yang salah. Ia tak tahu mengapa dan kapan semuanya berubah, tak lagi sama.
Mengelus perutnya—yang akan membuncit dalam beberapa bulan, Kyuhyun berlalu pergi. Masih dengan isak tangis yang ia tahan.
.
Family
.
Seorang anak imut dengan pipi tembamnya yang merona kemerahan tengah antusias melihat pemandangan kota dari atas ferris wheel. Kedua telapak tangan mungilnya menempel di jendela kaca, sementara matanya penuh dengan bintang-bintang imajiner. Mulutnya terbuka membentuk huruf O, tanda bahwa ia sangat kagum dengan apa yang ia lihat. Sesekali bunyi 'wah' terdengar dari kedua belah bibirnya.
Choi Kyuhyun—nama anak tersebut—tengah asyik menikmati pemandangan kota Seoul yang super sibuk dari dalam salah satu gondola bianglala.
Namun ia tak sendiri. Ia ditemani oleh hyung-nya, Choi Siwon.
Berbeda dengan Kyuhyun yang nampak bersemangat, Siwon justru hanya berdiam diri sedari tadi. Duduk diam di sebelah Kyuhyun, matanya menatap lurus ke lantai. Jari-jemari tangannya erat menggenggam pinggiran bangku besi tempat ia duduk. Nampak bulir-bulir keringat dingin menetes dari dahi rupawannya. Ia, Choi Siwon, takut ketinggian.
Sementara itu Kyuhyun masih asyik sendiri. Tangannya menunjuk obyek-obyek yang ia kenali, atau yang sekedar menarik perhatiannya. Kalimat semacam "Siwon hyung, Siwon hyung, coba lihat!" atau "Siwon hyung, kemari kemari" beberapa kali terdengar.
Namun mendapati tak ada sahutan dari Siwon, Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah hyung-nya tersebut.
"Siwon hyung kenapa?"
Lagi, tak ada jawaban.
Menyadari tangan dan bibir hyung-nya bergetar-getar kecil, Kyuhyun tak lagi membutuhkan jawaban verbal. Ia lalu memposisikan dirinya duduk di sebelah Siwon, lalu tangannya bergerak menggenggam sebelah tangan Siwon dalam tangkupan kedua tangan kecilnya.
"Siwon hyung takut ya? Hyung tidak usah takut, kan ada Kyunnie. Kyunnie berjanji akan selalu menjaga hyung. Monster-monster jahat tidak akan mengganggu hyung, Kyunnie akan mengalahkan mereka semua seperti di game. Kyunnie akan selalu bersama hyung, okay? Hyung tidak usah khawatir."
Saat itu, untuk pertama kalinya semenjak naik bianglala, Choi Siwon merasa bahwa semuanya akan baik-baik saja.
.
Friendship
.
Suara benturan antara penggaris kayu dan permukaan meja terdengar nyaring. Nyaring yang membuat nyali ciut. Nyaring yang membuat seluruh siswa yang berada di kelas 11-B bungkam.
"Sekali lagi saya tanya, siapa yang membobol server bank soal?" Kim Youngmin, wali kelas 11-B, berteriak lantang di depan kelas.
Tak ada jawaban yang terdengar, tak ada pula acungan tangan yang terlihat. Semuanya masih tetap bungkam.
"Tak ada yang mau mengaku? Apa kalian harus diinterogasi satu per satu di ruang counselor?" Kim Youngmin lagi-lagi berkata dengan suaranya yang tegas dan keras.
Lalu, terlihat perlahan di antara deretan kepala anak-anak 11-B, tangan kanan yang mengacung ke atas.
Tangan kanan milik Cho Kyuhyun. Teracung ke atas.
Semua kepala menoleh, pandangan mata seluruh siswa—termasuk juga Kim seonsaengnim—fokus pada satu obyek.
"Kau? Cho Kyuhyun, kan? Kau yang membobol server, huh?" tanya Kim Youngmin, gurat keterkejutan tergambar jelas di wajahnya. Namun hal tersebut tak berlangsung lama, lekas tergantikan oleh kemarahan.
"Kau! Push-up lima puluh kali di depan kelas" perintahnya.
Dengan perlahan Kyuhyun berjalan ke depan kelas. Kepalanya menunduk.
Sesampainya di samping Kim Youngmin, ia berhenti. Kedua tangannya saling meremas, tanda bahwa ia merasa gugup.
"Ma-maaf saem, jika harus lima puluh kali itu terlalu.. uhmm.. terlalu…."
"Kenapa hah? Kau tidak sanggup?" Kim Youngmin menyela galak.
Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya.
"Baiklah. Mengapa kau tidak meminta bantuan temanmu saja, Kyuhyun-sshi?" tanya Kim Youngmin sarkastik.
"Ma-maksud seonsaengnim?" tanya Kyuhyun tak mengerti.
"Apa ada di antara kalian ada yang ingin membantu Kyuhyun menjalankan hukumannya?" kata Kim Youngmin, matanya menyusuri penjuru kelas.
Semuanya diam. Tak ada respon.
Kemudian, terdengar bunyi kursi yang bergesekan dengan lantai.
Mata Kyuhyun membulat saat Choi Siwon berjalan ke depan kelas, berdiri di sampingnya, dan langsung mengambil posisi push-up.
Hukuman itu berakhir dengan Kyuhyun yang melakukan tujuh belas kali push-up, dan Siwon 33 kali.
Siswa-siswi 11-B bingung, sebernarnya siapa yang dihukum?
.
—tbc
