minna saaan neko-chan datang lagiii, gomen lamaaa kena WB nih akhir-ahir ini. ini fanfic gore pertama buatan saiaaa :3 request dari temen sebangku, eno-chan :v dia ribet sekaleh oke langsung aja minna Disclaimer : Vocaloid bukan punya neko-chan tapi punya Yamaha, dkk. maaf apabila ada typo, gajean, udah biasa, kurang jelas, jelek, kesamaan ide yang tidak disengaja, dll. bagi yang enggak suka gore, silakan pencet tombol back dipojokan HAPPY READING :D

Love Psychopath

Kaito's POV

Hari ini cerah, aku mengajak Rin untuk kencan di cafe 'Larassa'. Saat ini aku sedang bersiap-siap, memilih baju untuk dikenakan, pada akhirnya aku memilih baju kaos lengan panjang bergaris biru-putih dipadukan dengan celana jeans kebiruan milikku. Ah, ternyata lelaki juga bisa berdandan ya?

"Aniki! Sudah siap?" tanya Len dari bawah.

"Umm, sedikit lagi Len!" sahutku dari atas, kamarku.

"Kalau sudah siap, segera ke bawah aniki!" sahutnya lagi.

"Ha'i!"

Aku hanya tinggal menyikat rambut biru tuaku. Tak sampai 1 menit berselang, aku siap dan melesat turun ke ruang dapur, lalu Len yang entah darimana menampakkan wajahnya.

"Ohaiyou Aniki! Kau terlihat keren hari ini!" puji Len.

"Ohaiyou Len! Soukka? Arigatou!" balasku

Lalu aku berjalan menuju ruang dapur, disana sudah terhidang sarapan serta otou-san dan okaa-san yang duduk di kursi, aku dan Len mengambil tempat.

"Kaito, kau terlihat keren sekali hari ini, mau pergi kemana?" puji plus tanya kaa-san.

"Hontou ni okaa-san? Arigatou! Emm, aku ingin ke rumah Yuuma, mengerjakan tugas." Jawabku bohong.

Ya, aku benar-benar keren hari ini, ini semua demi Rin!

"Ittadakimasu!" ucap kami sekeluarga serentak, lalu mulai menghabiskan sarapan masing-masing. Selesai, lalu aku beranjak dari kursi dan menuju pintu depan. Aku akan pergi menemui Rin, menepati janjiku.

"Ittekimasu Otou-san, Kaa-san, Len!"

Rin's POV

Aku sudah sampai di cafe 'Larissa', menunggu Kaito yang tak kunjung datang. semoga dia tahu kalau aku yang memakai bando putih ini. Tak berselang lama, Kaito datang juga.

"Hora Kaito! Kau datang juga!" ucapku.

"Hehehe, gomen-ne Rin! Jalanan tadi macet" Kaito nyengir lebar.

"Daijoubu Kaito.."

"Sudah lama menunggu?" tanyanya lagi.

"Tidak, aku baru saja datang 10 menit yang lalu." Balasku.

Kaito hanya ber-ooh ria. Lalu kami memesan, Kaito memesan 3 tumpuk ice cream dan aku lebih memilih untuk memesan segelas jus jeruk dingin. Kami terus saja bercerita panjang lebar, dari hal umum, menengah, bahkan hal absurd pun juga dibicarakan. Aneh.

Sebenarnya aku menyukai Kaito. Bukan. Aku mencintainya sudah lama, tapi aku malu untuk mengungkapkannya. Kepadanya langsung. Sampai akhirnya..

"Rin?" tanya Kaito yang membuyarkan imajinasiku.

"O-oh a-ada a-apa K-Kaito?" jawabku gagap.

"Umm, Rin sebenarnya, sebenarnya aku ini..."

"Sebenarnya apa Kaito?" tanyaku penasaran.

"Aishiteru Rin-chan, a-apa kamu m-mau menjadi p-pa-pacarku?" ungkap Kaito gugup sembari menggenggam tanganku erat.

"Hontou ni Kaito?" tanyaku memastikan. Yang ditanya hanya mengangguk gugup, semburat mawar tampak di wajahnya.

"Aishiteru yo Kaito-kun, aku mau." Jawabku.

Mendengar itu Kaito tersenyum senang, lalu menggenggam tanganku lebih erat. Akhirnya, harapanku terkabul, menjalin sebuah hubungan lebih dari sahabat dengannya.

?'s POV

Aku mengikuti Rin secara sembunyi-sembunyi dan sampai pada sebuah cafe terkenal di Crypton City, Cafe 'Larissa' . disana, Rin bertemu Kaito. Sudah kuduga! Mereka berkencan!

'Uuh! Kenapa sih mereka selalu aja berdua?!' gerutuku dalam hati.

Sesampainya disana, aku mengambil tempat yang agak jauh dari mereka agar penguntitanku berhasil, tapi masih bisa melihat greak-gerik mereka. Aku menutup wajahku dengan majalah yang ada diatas meja

"Maaf, anda ingin memesan apa?" tanya seorang maid yang entah darimana datangnya.

"E-ehhh aku pesan mocca float saja satu, terima kasih" pesanku, pelayan itu pun mencatat pesananku.

"Umm, baiklah, ada tambahan?" tanya maid itu lagi melihat ke arahku.

"Tidak, terimakasih." Jawabku sembari tersenyum.

"Emm, maaf sekali lagi, anda.." ucap maid itu tergagap.

"Apa?" tanyaku balik gregetan.

"Anda membaca majalahnya.. terbalik," ungkap maid itu takut.

"Eeh-eeh iya! Ah malunya, terimakasih lagi sudah mengingatkan!" ucapku lagi sambil nyengnir kuda, menampakkan deretan gigiku yang putih, lalu membalikkan majalah itu.

"Daijoubu, mohon tunggu selama 5 menit" balasnya.

Aku pun melanjutkan penyelidikanku, dan sekarang... APA! MEREKA BERPEGANGAN TANGAN?! DASAR KAITO BRENGSEK!" umpatku dalam hati.

Samar-samar kudengar Kaito yang menyatakan cinta kepada Rin dan ternyata Rin menerimanya. Ah, aku memang bodoh. Kenapa aku melihat hal ini yang jelas-jelas membuat hatiku sakit? Bodoh. Sial. Aku juga mmencintai Rin, tapi kenapa takdir berkata lain? Aku sudah lama mencintai Rin, tapi kenapa Kami-sama tak menyadarinya?

Aku berniat membalas dendamku. Rin HARUS JADI MILIKKU!

"Liat saja Kaito, akan kulakukan apapun yang tak sepantasnya kulakukan padamu, bahkan keluargamu. Rin harus jadi milikku!

- ini baru perkenalan, ada yang tau siapa tanda tanya itu? hehehe :3 gaje ya? gomeeen :3 *plaaak* mau dilanjutin? kalo gak, juga gak apa :v *pundung di pojokan* makasih bagi yang udah baca Repiiiiw deeeng :3 *ngarep*