Dua

Ballpoint Pen (luhanhan8)

Main! HanxHun. Slight! HanxMin

Comedy Romance. Business!AU. Omega!verse.

PG-15

Series

...

...

...

"Karena si 'itu' sifatnya tidak peka. Iya sifat yang menyebalkan setengah mati. Dan aku di sini diam dan meratapi(?). Aksiku yang ibarat bulpoin fa*er cas*ell itu selalu gagal. Gagal Karena, ternyata bulpoin yang kugunakan untuk menulis alur adalah bulpoin kadaluarsa. Uh saja deh.."

Oh Sehun, 24 tahun, jomblo dan maso.

Sekian dan terimakasih.

...

...

...

Sungguh demi Hayati yang lelah, Sehun hanyalah seorang omega biasa yang berusia dua puluh empat tahun dan bekerja di sebuah perusahaan pembuat alat tulis sebagai seorang karyawan biasa pula. Yang lebih biasa lagi, Sehun hobi mengumpulkan stiker line (karena menurutnya mengumpulkan perangko sudah ketinggalan zaman dan mainstrean) di accountnya. Yang tidak biasa dan perlu dikasihani hanyalah satu, yaitu fakta bahwa dirinya adalah seorang jomblo... dan juga maso. Tidak ada yang salah sebenarnya jika jomblo dan maso itu terjadi dalam kasus masyarakat secara umum(?), permasalahannya di sini adalah, jomblo dan maso, Oh Sehun naksir dengan kepala divisi bagian produksi yang tidak peka. Jadilah jomblo dan maso Sehun semakin menjadi-jadi.

"Seharusnya jomblo dan maso yang tertanam dalam dirimu sejak lahir(?) bisa menjadi perlawanan yang bagus untuk menggaet Pak Luhan..." Yixing, salah satu teman Sehun yang pikun dan baik hati mencoba merumuskan permasalahan dengan teori.

"Jadi... karena kamu jomblo dan juga maso, kamu pastinya akan melakukan 'attack' lebih dahsyat daripada kebanyakan orang. Daaaan... si bos yang tidak peka itu lama-lama akan tergerus juga ketidakpekaannya..." Yixing menjelaskan dengan seksama, membuat kepala Sehun mau pecah rasanya. Ugh... untuk apa sih pakai bahasa yang muter-muter seperti itu?

"Yeah... yeah... nyatanya tidak kan? Mungkin tidak pekanya Pak Luhan stadium empat level tiga puluh enam," dan Sehun keranjingan makan keripik pedas level-levelan.

"Tapi serius Hun... seharusnya analisaku benar..."Yixing usap jenggot, padahal omega tidak tumbuh jenggot. Ilusi. Setelah itu dia menambahkan, "atau... mungkin karena ada si muka bawang bombay Minseok?" Yixing berseru.

"Itu muka bakpao bukan muka bawang bombay Xing... please deh..." Sehun facepalm. Yixing meringis.

"Ah sama saja... lanjut... mungkin saja hipotesisnya seperti ini... Luhan naksir kepada Minseok jadi dia acuh pada semua orang!"kata Yixing bak dosen penulisan akademik.

"Kamu sedang menganalisa karya ilmiah atau masalah asmaraku sih? Dan juga... dia itu bukannya acuh, hanya tidak peka!"geram Sehun lelah. Seperti Hayati. :,)

"Ah... oke... oke... kalau begitu kau semangat sajalah..."kata Yixing lalu tersenyum.

"Kau lebih semangat yah... kemarin aku lihat Jongdae jalan berduaan dengan Minseok,"kata Sehun santai.

"APAH?!"

...

...

...

Hari senin... damn! A f*cked up day! Sehun selalu mebenci hari senin... karena di hari senin dia harus pulang jam setengah dua belas malam karena lembur, karena di hari senin dia tidak bisa curi-curi streaming drama favoritnya, Catatan Hati Seorang Jomblo karena produksi mingguan dimulai, dan karena hari senin paket makan murah di kantin ditiadakan... dan yang lebih parah lagi senin ini nampak mendung... hngggg...

"Mendung yah..." gumam Sehun pelan. Kepalanya kini sudah ditumpukan di atas meja dengan malas. Padahal jam masih menunjukan pukul sembilan.

"Iya... tapi jangan ikutan mendung dong..." tiba-tiba suara mistis(?) terdengar dari arah bilik kanan Sehun.

"Jongin! Jangan mengagetkan kenapa?! Dan... sejak kapan kamu datang?" tanya Sehun cepat. Jongin tersenyum alpha ganteng.

"Semenjak tadi kok... kamu melamun terus sih..." Jongin tepe-tepe.

"Ah... iya, soalnya mendung, hawanya enak untuk malas-malasan di rumah... mungkin sambil gelundungan di atas kasur... hehe..." tawa Sehun tidak niat. Jongin menyeringai mendengarnya.

"Kamu kode yah?"tanya Jongin mesum.

"APAAN?! DASAR HENTAI!" teriak Sehun keras-keras.

"Ya? Saya?" hah? Ini siapa lagi nyambung-nyambung...

"Bukan... eh? Pak Luhan?! " Sehun kaget begitu mendapati alpha kecehnya berada tepat di belakangnya.

"Oh... saya kira kamu menuduh saya mesum... oh ya, tolong perbaiki laporan bulanan ini, sepertinya ada yang sedikit bermasalah pada kuartil pertama," kata Luhan kemudian meneyerahkan berkas-berkas kepada Sehun.

"Maaf pak..." kata Sehun malu-malu. Duh... Jongin sih!

...

...

...

Sehun tau, Minseok itu kece, baik, unyu pula, sudah begitu dia kaya... secara anak pemegang saham terbesar perusahaan. Tapi gak usah dekat sama Luhan juga dong... dan kenapa? Kenapa realita ini begitu kejam kepada Sehun? Kenapa Minseok si omega idaman harus menjalin hubungan yang dekat dengan Luhan si alpha idamannya? Oh dunia... meski dunia memandang mereka William dan Katenya Helliotroph (negara mereka), tapi di mata Sehun, mereka adalah Mas Bram dan Karin. Suer...

"Oh... hai Sehun... wah kebetulan sekali bisa bertemu di sini, apa yang sedang kamu lakukan?"sapa Luhan tidak sombong ketika dia dan Minseok yang tidak tau lagi apa berpapasan dengan Sehun jomblo yang selalu alone di sebuah kedai ramen murah tapi enak dekat kantor mereka.

"Ah... kebetulan saya memang sering ke sini..." 'sedang menyaksikan hal yang akan membuat hatiku berantakan mas... :,)'

"Ah... kalau begitu bareng saja dengan kita,"tawar Minseok baik. Dan Sehun suudzon aja. 'Mau pamer kemesraan bu?!'

"Ah baiklah kalau memaksa..."padahal tidak ada yang maksa.

"Duduk di sini saja..."dan setelah itu pun hening. Setelah pesanan datang hanya terdapat suara sruputan mie dan bisikan-bisikan antara Minseok – Luhan diselingi kikikan manja Minseok. Dunia serasa istana Backingham, Sehun hanya rakyat jelatah kakak... :,(

"Ah... keliatannya Pak Luhan dan Pak Minseok sering berduaan yah?" Sehun berusaha melawan takdirnya sebagai obat nyamuk.

"Bukan berduaan, tapi berdua iya," Minseok tersenyum ala Miss Helliotroph. Sehun iri, kok dia tidak bisa seunyu Minseok yah? Dunia memang kejam... Tuhan menciptakan manusia ada yang unyu ada yang tidak. huhu...

"Oh... memangnya sudah kenal semenjak kapan? Keliatannya akrab sekali?" Sehun bertanya, sebisa mungkin terlihat biasa saja meskipun itu sedikit lancang karena dia sedang berbicara dengan atasannya.

"Eum... sudah lama... lama sekali... sampai rasanya ini memang takdir kita untuk bersama," jawab Minseok puitis. Sehun muntah darah.

"Oh begitu... Pak Luhan orangnya asik sih ya... seru dong..."pernyataan itu bertujuan untuk memuji Luhan di tegah krisis mental percintaannya.

"Yeah... kece pula, jadi gak malu-maluin kalau buat diajak ke kondangan..." Minseok ngelawak, tapi sumpah itu gak lucu. Luhannya masih senyum ganteng aja.

"Ah iya... itu yang saya selalu impikan, datang ke pernikahan teman kerja bareng Pak Luhan," dan dunia seketika membisu. Sehun undur diri setelah tersadar dari ngeflynya kemudian mengucapkan salam dan meninggalkan beberapa ribu won. Duh... dasar ember.

...

...

...

Sehun galau, karena ucapannya kemarin itu sekarang dia jadi canggung kalau bertemu dengan Pak Luhan. Itu tidak baik! Sungguh tidak baik... secara mereka rekan kerja. Tapi memang dasar Sehunnya saja yang tidak profesional sehingga dia melibatkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Pakai canggung-canggung dan menghindar saja setiap melihat Pak Luhan.

"Kamu kenapa sih hari ini? kalau lihat Pak Luhan kok seperti lihat hantu?" tanya Yixing yang tidak kuasa melihat tingkah absurd temannya.

"Ah... Yixing! Aku kacau! Kemarin aku keceplosan di depan Luhan dan Minseok!" cerita Sehun alay. Yixing mengernyitkan alisnya tidak mengerti.

"Maksudmu?"

"Jadi kemarin aku ngode ke Pak Luhan... dan ngodenya itu jelas banget... sejelas Jongdae yang naksir Minseok..." jawab Sehun sembarangan. Yixing mukanya jadi merah. Marah dia kelihatannya.

"Kalau bicara jangan sembarangan dong! Jongdae itu setia yah... dia hanya mencintaiku seorang!" Yixing tidak terima pacarnya yang kece dan gajinya banyak dihubung-hubungkan dengan si muka bawang bombay.

"Iya deh... maaf. Pokoknya itu deh alasannya..." Sehun menunduk pasrah. Yixing nampak berpikir pintar.

"Ah... itu artinya kan Pak Luhan kemungkinan besar sudah tau kamu ada rasa sama dia, jadi ngodenya di agresifin aja gitu... siapa tau akhirnya dia jadi peka," Yixing memberi saran.

"Ah benar juga yah..."

"Sehun... tolong isi bagian jadwal produksi untuk kamis minggu depan yah..." dan yang dibicarakan tiba-tiba muncul. Panjang umur. Sehun tersenyum matahari.

"Hati pak Luhan yang kosong tidak sekalian diisi pak?" Luhan mendadak asma, Yixing pamit undur diri sebagai teman Sehun.

...

...

...

Hari minggu ini dunia kembali durja. Minggu indah yang seharusnya Sehun habiskan dengan tidak mandi seharian dan guling-guling gaje sambil baca doujin Midorima x Takao rated – M digagalkan begitu saja oleh acara kantor yang nggak penting-penting amat. Acara jalan sehat... acara jalan santai yang disponsori bersama oleh perusahaannya dan perusahaan susu terkenal yang mottonya seribu langkah *piip*. Kalau ini tidak wajib dan setelah acara selesai dapat es krim gratis, Sehun pasti izin dengan alasan ebola... eh... diare saja yang lebih realistis.

"Wah... pagi-pagi sudah pacaran kalian berdua," Sehun memandang dengki kepada sepasang kekasih sakinah di hadapannya, Jongdae dan sahabat karibnya Yixing.

"Yeh... orang pacaran kan memang seperti ini. Iya kan beb?" tanya Yixing manja. Sehun mendadak beneran diare.

"Iya iya..." Jongdae menjawab dengan wajah yang berseri-seri. Duh... jatuh cinta memang indah. Apalagi kalau jatuh cinta sama orang kaya macam Jongdae. Sudah mobilnya BMW rumah pribadi pun ada.

"Makanya cepat cari pacar..." ledek Yixing. Sehun merengut kesal.

"Selamat pagi!" dan pangeran Sehun dari negeri impian tiba-tiba menghampiri tiga orang itu.

"Selamat pagi pak..." jawab tiga orang itu kompak. Sehun mendadak berubah penyakit jantung. Duh... jantungnya memompa lebih cepat daripada biasanya. Alay... -_-

"Kalian sudah mengambil ice cream?" tanya Luhan basa-basi ganteng. Yah... gimana sih... orang ganteng memang ngapain aja tetap ganteng.

"Sudah pak. Sehun malah sudah nambah empat kali," Yixing pencemaran nama baik, Sehun melotot ke arahnya.

"Wah benarkah Sehun? Kamu suka sekali yah sama ice cream?" tanya Luhan ganteng. Lagi?

"Iya pak. Eung... kalau Pak Luhan tidak makan ice cream yah karena lacto intolerant?" Sehun keceplosan tapi tidak sadar.

"Eh... kok kamu tau?" tanya Luhan heran. Sehun jadi kelabakan.

"Eh? Hahaha..." Sehun menggaruk pantatnya canggung, kebiasaan. Kemudian mengungkapan alasan, "ah... soalnya saya memang memperhatikan orang-orang yang spesial dalam hidup saya..." asikkkk! Sehun kode! Yixing matanya berkaca-kaca bertanda kagum kepada Sehun, sedangkan Jongdae tidak mengerti dengan adegan sinetron di depannya.

"Ah... mungkin saya penting karena kamu dapat gaji dari saya yah? Hahaha..." dan Jongdae malah yang menjeduk-jedukan kepalanya ke tiang listrik terdekat. Luhan tidak peka! Sehun tersenyum maso. Duh... sudah deh tidak usah bertingkah menyedihkan, sudah diwakili Jongdae. :,)

...

...

...

Sehun itu maso. Masochist, dalam hal percintaan saja, bukan yang lain-lain. Meski targetnya si alpha ganteng Luhan itu selalu sok oblivious tapi dia tetap bertahan. Yah... untuk orang maso macam dia, cinta memang ada harganya dab... tapi... orang maso pun mempunyai batas.

"Aku lelah! Aku butiran debu... aku menyerah saja!" sajak Sehun alay mendayu-dayu pada saat jam istirahat hampi selesai. Yixing, sebagai sahabat ikut sedih mendengarnya.

"Iya... kalau ditelaah... wajar saja sih kamu menyerah..." Yixing berusaha membantu. Sehun mengangguk setuju.

"Sudah dua tahun, tapi tidak ada respon. Setiap hari bak sms operator aku mengkodenya Xing..." mata Sehun berkaca-kaca kemudian dia melanjutkan, "tapi sekarang... rumor berhembus dia ada main dengan Minseok..." Sehun kebanyakan baca roman.

"Yah... mungkin kamu memang harus mulai move on. Jongin mungkin salah satu objek bagus," kata Yixing. Sehun diam membatu. Di negeri antah berantah Jongin mendadak kesandung.

"Kenapa sih... dia tidak peka?! KENAPA LUHAN TIDAK MENANGKAP KALAU AKAU CINTA KEPADANYA?!"

"Eh... Luhan? Aku?" nah? Loh?

"Eh? Pak Luhan?" Yixing hampir pingsan karena Luhan tiba-tiba muncul.

"A-ada pa ya Pak?" Sehun mengalihkan pembicaraan.

"Tunggu... jangan mengalihkan pembicaraan... yang kamu maksud itu Luhan aku?" Luhan meminta penjelasan. Sehun jadi gelisah.

"Ng... iya... tapi lupakan saja, bapak kan sudah dengan pak Minseok," :,(

"Hah? Iya memang benar dengan Minseok. Tapi sebagai sahabat tidak lebih..." Luhan malah jadi seperti suami yang ketahuan nikah lagi.

"Jadi... apa yang kamu katakan tadi benar Hun?" tanya Luhan serius. Duh... dia jadi lupa tujuannya untuk meminta berkas laporan.

"Iya pak..." jawab Sehun takut-takut.

"Sebenarnya... aku ada rasa juga sih sama kamu... soalnya kamu mirip anggota EXO yang cadel itu... aku ngefans sama dia, imut... dan jujur pantatnya besar pula. Pokoknya persis deh sama kamu..." Sehun tersipu mendengarnya. Yixing malah muntaber.

"Tapi... kalau kamu memberi kesempatan, mungkin rasa yang mulanya berdasarkan ciri fisik(?) ini akan berubah menjadi rasa dari palung hati terdalam," dan Sehun yakin Luhan suka baca novel romance alay.

"Jadi... mau gak jadi kekasihku?"

"..."

"..."

"..."

"NGGAK?!"

"NGGAK NOLAK MAKSUDNYA!"

...

...

...

Hari minggu ini cerah. Meski suhu udara sangat rendah Sehun merasa hangat... iya, hangat akan cinta Luhan :,) saai ini dia dan kekasih barunya itu sedang berkencan hemat di sebuah restaurant cepat saji Amerika. Memesan sebuah burger, porsi kecil kentang goreng, serta pep*si untuk berdua, Sehun merasa sempurna walau mereka terlihat seperti pasangan KrisMon (Krisis Moneter). Namun kesempurnaan itu tidak berlangsung hingga es di kutub utara mencair, hanya beberapa menit momen kemesraan berlangsung, virus utama hubungan muncul. Minseok si muka bawang...

"Ah... Minseok! Kok bisa kebetulan!" sapa Luhan akrab. Minseok tersenyum swarovski, sedangkan Sehun tersenyum batu kali.

"Iya... haha... sepertinya memang takdir yah," Minseok langsung ambil posisi duduk di sebelah Luhan. 'Takdirmu sebagai perusak hubungan orang!'

"Kalau begitu bergabung saja, boleh kan Hun?" Luhan meskipun tidak peka, tapi tetap meminta izin dahulu kepada Sehun.

"Iya... silahkan," Sehun bersandiwara. 'Asal tidak bergabung di atas rajang kami saja...' uhukkkk...

Dan setelahnya terjadi hal seperti biasanya. Di mana Minseok dan Luhan asik mengobrol dan Sehun dilupakan eksistensinya. Mungkin mereka sengaja membicarakan sesuatu yang tak Sehun mengerti sehingga Sehun tidak bisa masuk dalam pembicaraan. Yah... orang cemburu memang suka suudzon kakak... :,)

"Ah aku ke toilet sebentar yah..." izin Luhan. Orang ganteng pun butuh pipis.

"Huh... jadi kencan ala anak kos defisit keuangan hemmm...?" Minseok split personality. Sehun merengut kesal.

"Ada masalah dengan itu?" dia masih mencoba sabar.

"Tidak juga... bagus lah, jadi aku tau Luhan tidak membuang uangnya sia-sia hanya untuk mentraktir kekasihnya... hahahaha..." Minseok tertawa Ibu tiri, Sehun merasa jadi Cinderella. -_-

"Terserah anda saja," jawab Sehun acuh. Minseok terkikik mendengarnya.

"Haha... bercanda... kamu ini sensitif sekali kalau sudah menyangkut soal Luhan... tapi... aku jadi lega mendengarnya..." Sehun mengernyitkan alisnya bingung. Tidak mengerti dengan arah pembicaraan atasannya itu.

"Iya... jadi sudah sejak dulu aku menargetkan jodoh Luhan itu dirimu... aku sengaja kegatelan padanya untuk melihat reaksimu tau..." jelas Minseok serius, Sehun melongo dibuatnya.

"Maksudnya?"

"Hmmm... begini, jadi sebagai sahabat Luhan... aku merasa khawatir dia tidak mendapatkan pasangan sampai akhir hayatnya karena sifatnya yang tidak peka itu..." Sehun mengangguk ragu menjawabnya.

"Tunggu! Jangan hanya mengangguk-ngangguk... kamu yakin seratus persen kepadaku kan?!" tanya Minseok.

"Eh? Iya... iya..." jawab Sehun takut-takut.

"Lagipula... aku lebih tertarik kepada Jongdae itu tau!" Minseok nge-wink. Sehun membatu.

"Bye... aku pergi dulu!"

"..."

"..."

"..."

"Hah? Tunggu...!"

"Yixing?! "

...

...

...

"Dan ternyata bulpoinnya tidak kadaluarsa ataupun habis. Bulpoinnya hanya macet saja. Dan cara untuk mengatasinya adalah dengan mencoba menggunakannya secara berulang kali. Sampai sumbatan itu hilang dan ceritamu akhirnya bisa dituliskan."

END.

Ya Alloh... yang udah review mumumu semuanya yah... maaf belum bisa bales... sibuk nih...

Chapter depan Sehun X All... hoho... ditunggu saja. Yang requestnya belum di tulis sabar yah... :D Proses nih...

Oh ya kabar gembira untuk kita semua... tanggal 22 ada Korea-an lagi di tempatnya anak Sastra Korea, haha... *BeburuPenghematan.

See U!c: