Tiga

Conclusion

Main Kai X Hun, slight! Sehun X Everyone (Jongshixun)

Comedy Romance. High School!AU. Omega!verse

PG-15

Series

...

...

...

"Kesimpulannya Sehun itu omega. Sudah omega, kece pula. Sudah kece, baik juga. Sudah baik, sayang anak-anak nilai plusnya. Sudah sayang anak-anak... bokongnya besarrrrrrrrrrrr saudara-saudara!"

Berdasarkan penuturan si Kekasih Mesum Jongin, Hulk Tao, Krisis moneter Yifan, dan Luhantu paranormal.

...

...

...

Jika Sehun gula maka Jongin semutnya, jika Sehun bunga maka Jongin kumbangnya, jika Sehun kue maka Jongin lalatnya... dan jika Sehun bulan... Jongin hanyalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengagumi keindahannya... Jongin mengumpamakan dirinya bintang? Iya... bintang yang telah redup sinarnya. :,)

Sehun itu indah... sungguh, dilihat dari sudut pandang manapun... dari ujung rambut, surai sehalus sutera berwarna almond itu begitu menggoda untuk dielus-elus(?), turun ke bawah... matanya membentuk eye smile cantik saat dia tersenyum, hidungnya kecil dan mancung, bibirnya pink dan mengundang semua alpha untuk mengklaimnya... tapi yah... yang namanya keberuntungan, cuman Jongin yang mendapatkannya.

Berlanjut ke bawah, perutnya langsing seperti Yoona SNSD, kulitnya putih bak snow white di film disney, tubunhnya s-line persis Miranda Kerr, dan kakinya jenjang seperti model victoria secret... yang terpenting... pantatnya itu loh... membuat Jongin mimisan setiap hari... :,) intinya secara fisik dia sempurna... dan selain itu sifatnya pun sangat bagus dan tidak sombong untuk ukuran omega imut yang banyak fanboynya.

"Pokoknya Jongin pasti main guna-guna! Mana mungkin sih dia bisa dapat Sehun!" Luhan memulai obrolan dengan suudzon jahat(?) yang ditunjukkan kepada sahabatnya sendiri.

"Yah... meski kita selalu bertolak belakang dan tidak jodoh(?) aku setuju dengan pemikiranmu Han..." kata Yifan kemudian mencoba mengais-ngais sisa potato chips milik seorang calon aktor film action di sampingnya.

"Apa perlu ku hajar pantat tepos dan hitamnya dengan tongkat wushuku?" Zitao tidak santai dan kata-katanya mengandung implikasi bahwa dia pernah melihat pantat Jongin.

"Tidak perlu Tao... kita orang berpendidikan dan berbudaya(?) jangan jadi pemuda yang menyelesaikan segala permasalahan dengan kekuatan otot saja..." nasihat Luhan gratis. Padahal dia anggota aksi mahasiswa yang setiap akhir pekan mengadakan demo dimana-mana.

"Memang kamu punya cara lain agar dia mau mengaku?!" Zitao kesal. Kesal karena disela Luhan pendapatnya dan kesal karena potato chipsnya habis dimakan Kris.

"Kita balas dengan memvoodonya!"

Dan akhirnya pantat sedatar teflon Luhan yang terkena sabetan tongkat Tao hari ini.

...

...

...

Hari ini cerah... secerah wajah Sehun yang sangat bersinar karena habis memakai pon*s white beauty, karena itulah Jongin mengajak Sehun berjalan-jalan ke taman dekat Sekolah mereka. Di taman itu diadakan flea market setiap minggunya, jadi sekalian saja mereka melihat-lihat... siapa tahu ada celana dalam bekas Son Yejin... ew... :'v

"Banyak juga yah yang berjualan hari ini..." Sehun memulai pembicaraan. Jongin tersenyum lalu mengangguk.

"Iya... meskipun musim panas tetapi memang masih banyak yang belum pergi liburan yah?" Jongin menyambung.

"Hmm... bicara tentang liburan, Sehun jadi ingin pergi ke pantai..." kata Sehun senang. Jongin tersenyum lagi. Pokoknya kalau sudah dekat-dekat dengan Sehun bawaannya jadi bahagia terus.

"Bagaimana kalau kita pergi bersama?" usul Jongin.

"Ha! Ide bagus... kita ajak sahabat-sahabat Jongin juga yah biar tambah ramai... suruh mereka membawa pacar masing-masing agar bisa date bersama-sama hihihi..." Sehun terkikik geli sedangkan Jongin melotot horor. Apanya yang punya pacar?! Incaran sahabat-sahabatnya kan kekasih manisnya yang satu ini!

"Jongin... bukannya itu teman Jongin?" Sehun bertanya kemudian menunjuk seorang sosok asing yang sedang menjual berbagai jenis tong sampah bekas di sudut kanan taman. Jongin pun mengarahkan pandangannya ke sana. Dan benar saja... sahabatnya memang di sana... si Krisis moneter.

"Ah iya... ayo ke sana..." Jongin segera menggenggam tangan Sehun. Haha... kena kau Kris...! jongin tertawa busuk di dalam hati, sekali-kali memamerkan kemesraan dan mengungkapkan keadaan Kris yang selalu Krisis moneter(?)

"Hallo..." sapa Sehun pada Kris. Kris yang semenjak tadi menunduk kemudian mendongakkan kepalanya karena mungkin saja itu suara pembeli.

"Ha... AAAAAAAAAA! SE-SEHUN... APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?! DAN JONGIN!" teriak Kris histeris. Hancur sudah harga dirinya... T_T

"

Ah... kebetulan saja sedang jalan-jalan, ngomong-ngomong sedang apa kamu?" tanya Jongin basa-basi-busuk, Kris menghapal nama binatang dalam hati. Bisa-bisanya orang yang zaman TK dulu berjanji sahabat setia sehidup semati bertanya sekeji itu padanya.

"Aaah... seperti yang kau lihat Jong, aku sedang menjual tong sampah bekas. Kau mau beli?" tanya Yifan balas basa-basi, aduh... sebenarnya sudah tengsin parah dia.

"Tidak-tidak... aku belum butuh yang seperti ini. Mungkin nanti kalau sudah menikah kita butuh Hun?" Jongin melirik Sehun yang kini tersenyum kepadanya kemudian menunduk malu. Aduh unyunya...

"Yakin sekali kalau kalian bisa sampai pelaminan... hahaha..." Yifan tertawa garing, kedua orang di depannya menatapnya heran.

"Kamu tidak yakin sekali akan kekuatan cinta kami?" Jongin si anak tetaer nyasar dialog.

"Bu-bukanya begitu... tapi yah, realistis saja, kita kan baru kelas dua SMA. Perjalanan hidup masih panjang..." kata Yifan mantap.

"Ah... memang sih, tapi aku yakin kok dengan Sehun. Dan Sehun, kamu bisa contoh sahabatku ini... dia itu tidak malu berjualan rongsokan seperti ini demi menambah uang jajannya yang selalu habis untuk membeli dvd porno," Jongin pencemaran nama baik.

"Hormon remaja yah... hihihi..." Sehun terkikik geli mendengarnya. Yifan yang melihatnya jadi seakin kagum kepada Sehun. Ternyata dia tidak langsung menjudgenya sebagai maniak. :,)

"Tapi kan aku menontonnya denganmu Jong," balas Yifan datar.

"Jongeeeeeeeeeen! Apa mengintip Sehun mandi setiap hari belum cukup?!"

"Ampun paduka!"

...

...

...

Luhan sang paranormal wannabe sedang mempersiapkan berbagai alat mistik(?) yang biasa digunakannya untuk menjalankan ritual. Kali ini dia akan belajar ilmu pelet, untuk seseorang. Meski minggu lalu dia menuduh Jongin memelet Sehun, tapi akhirnya dia sadar bahwa mungkin pelet Jongin itu harus dilawan dengan pelet yang lebih kuat agar Sehun beralih kepadanya. Kali ini berdasarkan buku peninggalan leluhur yang telah dibacanya dia membutuhkan bunga tujuh rupa untuk bisa membuat pelet itu berjalan dengan baik. Untuk itulah sekarang dia ada di depan sebuah toko bunga yang lumayan besar.

"Silahkan... ada yang bisa dibantu?" seorang perempuan cantik di usia empat puluhan menyapa Luhan dengan ramah, tidak ingin dianggap sombong Luhan pun balas tersenyum dan sedikit membungkukan badannya.

"Eum... saya butuh tujuh jenis bunga dengan warna dan varietas yang berbeda, oh ya... family dan ordonya juga ya?" Luhan si calon paranormal sekaligus mahasiswa biologi salah tempat.

"Ya? Eung..." si wanita kebingungan, namun beberapa saat kemudian dia tersenyum lalu nampak masuk ke dalam ruangan yang terletak di belakang toko.

"Ah... maaf bisa menunggu sebentar, saya akan menyiapkan bunganya," si wanita kembali dan nampak sibuk mengamati satu persatu bunga-bunga dagangannya.

"Biar Sehun tunjukan yang mana saja bunganya bu..." suara itu?!

Jeng... jeng... jeng... jeng...

"Se-sehun?" Luhan nampak salah tingkah sekarang begitu mendapati tambatan hatinya berdiri di depannya dengan celana pendek yang membuatnya terlihat oh... so sexy...

"Eung... kak Luhan? Temannya Jongin kan?" tanya Sehun ramah, Luhan balas tersenyum lalu mengangguk cepat.

"Kebetulan yah..." Sehun basa-basi, sekedar ramah-tamah takut dikira sombong dengan teman kekasih sendiri.

"Iya, dunia memang sempit..." Luhan tersenyum tidak jelas kemudian menambahkan, "Jangan-jangan kita jodoh... he... he... he..."

"Apah? Ha... ha... ha... kak Luhan bisa saja. Kan sudah ditentukan dari zaman Sehun berada di dalam kandungan kalau jodoh Sehun itu Jongin," kata Sehun malu-malu. Luhan mendengus tidak suka.

"Sehun ini... kan kamu masih kecil, belum bertemu alpha yang lebih keren daripada Jongin saja makanya bisa berbicara seperti itu," kata Luhan. Sehun mengernyitkan alisnya, kenapa teman-teman Jongin sangat sensi sih dengan hubungan mereka? kemarin Kris, sekarang Luhan? :,( salah apa dia Tuhan? Salahkanlah bapak yang berbuat jangan ibu yang mengandung!? Eh...

"Tidak kak, Sehun yakin dengan Jongin. Bahkan meskipun nanti Sehun dipelet orang Sehun akan masih tetap setia pada Jongin, soalnya kan kami berdua anak gerejaaaaaa~" kata Sehun ceria. Luhan menganga. Yah... bagaimana yah... yang musyrik-musyrik memang selalu kalah oleh kuasa Tuhan. :,)

...

...

...

Musim panas masih berlangsung, cuaca bercokol pada angka 50 derajar celcius dan Jongin hampir benar-benar berubah menjadi ras negroid jika bukan karena kekasih pintarnya yang memayunginya dengan payung imut ala lolita.

"Panas sekali yah..." Jongin mengeluh lagi entah sudah yang keberapakalinya, Sehun yang berjalan di sampingnya mengangguk menyetujui.

"Padahal sudah memakai payung..." gumam Sehun.

"Tapi tidak papa lah... pengorbanan kita tidak sia-sia," kata Jongin. Mereka berdua memang baru saja menjadi relawan di sebuah panti asuhan dekat sekolah Jongin. Jongin rela keluar di hari panas, Semua berkat kecintaan Sehun pada anak-anak..

"Iya... tapi lain kali Jongin pakai sunblock yah, takutnya nanti jadi gosong..." dan Jongin sweatdrop seketika.

"Eh... eh... Jongin... bukannya itu Zitao?" Sehun menunjuk seorang lelaki tinggi yang duduk di bawah pohon beringin sambil memakan es krim. Di sampingnya ada dua anak kecil yang nampak mengipasinya layaknya dayang.

"Ah... benar. Ayo kita ke sana!" Jongin menggenggam tangan Sehun kemudian keduanya pun menghampiri Zitao.

"Tao!" panggil Jongin, si objek tergugah dari kenikmatannya memakan es krim kemudian menoleh ke arah Jongin.

"Yo Jongin-ah dan... SE-SEHUN?" Tao nampak kaget dengan kehadiran Sehun.

"Sedang apa?" tanya Sehun kemudian memperhatikan dua anak kecil yang sedang mengipasi Tao dengan tatatapan takut.

"Hahahaha... tidak ada, hanya bersantai saja... hey kalian berdua main sana, dasar pemalas musim panas yang cerah malah duduk-duduk, seharusnya anak kecil banyak beraktivitas! Ini ambil uang untuk beli es krim!" kata Tao kemudian memberikan beberapa lembar uang kepada dua anak kecil itu.

"Wah? Bukannya itu kebiasaanmu yah mengancam anak kecil agar mereka menurut kepadamu?" Jongin tiba-tiba provokasi.

"Apah? Jangan sembarangan yah Jongen, kamu kan tau aku dari dulu. Begitu juga aku," kata Zitao.

"Yah... setahuku sih begitu," kata Jongin santai. Mendengarnya Sehun terkikik geli.

"Dasar kau... kau kan dari dulu sering mengintip omega di ruang ganti!" kata Zitao rusuh. Jongin membulatkan matanya.

"Hahaha... dan Jongin pernah ketahuan kan? Kemudian salah satu omega melemparnya dengan tampon!" tiba-tiba Sehun menjawab dan tertawa terbahak-bahak membuat kedua alpha di depannya menganga tidak percaya. Tau darimana dia tentang aib itu?

"Ekhem... dia juga hobi menonton video porno dengan si Yifan Kris..." Zitao berusaha membangun image buruk Jongin lagi.

"Sehun tau..." kata Sehun santai.

"Di-dia juga suka tidur dimana-mana!" Zitao mulai ngotot.

"Itu juga sudah jadi rahasia umum! Asal jangan tidur dengan siapa saja, itu bukan masalah."

"Woah... kamu memang baik ya Sehun. Terlalu baik, mau-maunya pacaran dengan Jongin..." kata Zitao menggoda, Jongin melotot kepada Tao.

"Namanya juga cinta, jadi harus saling menerima keadaan pasangan apa adanya..." dan ternyata Sehun langganan Mario Rapuh di Mitra TV.

...

...

...

"Yeah... aku menyerah lah... nampaknya mereka berdua memang sudah benar-benar saling mencintai dan tidak bisa dipisahkan," kata Kris pasrah.

"Benar... lebih baik peletnya aku kirim ke Ariana Grande saja... oh dek Ariana..." dan Luhan sudah senyum-senyum mesum.

"Sebaiknya kita minta maaf juga kepada Jongin karena sudah mengganggu hubungannya," kata Zitao.

"Baiklah..."

Kesimpulannya Sehun yang sempurna itu hanya ditakdirkan untuk Jongin seorang. :,)

END.

Cing-cong: Anak kuliahan= nganggur-nganggur-sibuk(?)