Lucy : 5 tahun

'italic' monolog/pemikiran dalam hati/ucapan dalam hati

"hai" ucapan langsung


Hujan turun dengan deras seakan tahu kepergian bidadari yang baik hati telah meninggalkan bumi. Di sisi lain, seorang anak perempuan bersurai pirang sedang menatap kosong batu nisan dengan tulisan Layla Heartfilia. Kemudian ia memeluk batu nisan sembari memejamkan matanya untuk menghentikan air mata yang terus mengalir. Tidak peduli hujan membasahi tubuh mungilnya, ia terus menangis, tidak ingin mempercayai ibunya telah pergi ke surga.

Sebelumnya ayah Lucy masih disamping tetapi sudah meninggalkan tempat peristirahatan istrinya. Lucy sempat melihat wajah sang ayah yang terpukul, wajahnya menghitam, matanya diisi dengan kesedihan, tatapannya menyeramkan saat memandang Lucy. Seakan berkata 'ini semua salahmu' yang membuat ia ketakutan. Apa salahnya? Ia tidak tahu. Ia hanya mengetahui ibunya sakit setelah ia pergi menemukan raja. Mungkin saat dewasa ia mengetahui apa yang terjadi sehingga hubungannya dengan ayah bisa menjadi baik. Tidak ingin larut dalam pikirannya, Lucy melirik kunci di tangan kanannya.

Kunci emas ibunya, kunci roh surgawi Zodiak. Ia mengetahui jenis kunci zodiak itu, Cancer, Aquarius, dan Capricorn. Kunci ini menjadikannya sebagai penyihir roh surgawi seperti ibu. Ia akan mengumpulkan 12 kunci zodiac sesuai keinginan ibunya dan mengumpulkan kunci lainnya. Selain itu, ia akan menganggap semua roh yang ia miliki sebagai teman dan keluarga seperti yang dinasehati oleh ibu. Ia mencium ketiga kunci kemudian memeluknya. Semoga saja kunci barunya menerima kontrak Lucy, ia berdoa supaya sifat kunci barunya tidak segalak Aquarius . Ngomong-ngomong Lucy sudah membuat kontrak dengan Aquarius saat ibunya masih hidup, sedangkan dua kunci lainnya baru diberikan setelah ibunya meninggal.

Lucy memutuskan membuat kontrak dengan roh barunya setelah mandi. Tidak sabar bertemu dengan teman barunya, ia berlari meninggalkan tempat peristirahatan ibunya menuju rumah. Pengasuhnya –spetto—menghampiri Lucy dengan wajah khawatir. Ia membawa handuk dan mengusap rambut Lucy yang basah.

"Lucy-sama, lebih baik anda segera mandi daripada terkena penyakit." Ujar Spetto.

Nada lembutnya membuat Lucy mematuhi perintah pengasuh favoritnya. Sebelum masuk ke kamar mandi, ia memberi tahu Spetto untuk membuat kontrak dengan dua roh barunya. Spetto mengangguk kemudian memberikan senyum kecil dan bertepuk tangan.

"Saya tidak sabar melihat Lucy-sama membuat kontrak dengan teman barunya. Saya sangat menantinya."

Lucy tersenyum lebar dan berlari ke kamar mandi dengan lompatan kecil. Spetto memandang Lucy dengan senyuman geli melihat tuan kecilnya yang bahagia. Ia senang melihat Lucy bahagia dibandingkan sedih. Ia tidak tahan dengan binar mata yang indah harus meneteskan air mata.


Di dalam kamar mandi, Lucy membuka bajunya dan menaruhnya di dalam keranjang. Kemudian dia masuk ke dalam bak mandinya. Di kamar mandi sangat sepi dan rasanya dingin walaupun dia sedang berendam di air panas. Biasanya ibunya akan mandi bersama dan menceritakan kisah-kisah rasi bintang yang menarik. Namun, sekarang ia sudah tiada hingga saat ini ia mandi sendiri. Karena kesepian, ia memutuskan untuk memanggil Aquarius. Ia takut dengan kemarahan yang akan dilontarkan oleh Aquarius karena memanggilnya saat tidak ada sesuatu yang penting, tetapi ia tidak ingin sendirian.

'Aku tidak peduli Aquarius akan marah, yang penting aku tidak ingin sendiri' ucap Lucy di dalam hati. Ia menarik nafas pelan lalu menghembuskannya dengan pelan.

"Buka gerbang pembawa air, Aquarius!" ucap Lucy dengan suara lantang sembari mencelupkan kunci tersebut ke dalam bak mandinya. Kemudian sesosok wanita cantik bersurai biru dengan ekor birunya yang indah muncul di dalam bak mandi. Wajahnya kelihatan kesal membuat Lucy meringis.

"Apa-apaan ini, kenapa kamu memanggilku disaat tidak ada musuh." Sudah dia pikirkan bahwa Aquarius akan memarahinya. Wajahnya gelap, dahinya mengkerut, dan tangan kanannya yang memegang guci ingin mengeluarkan air tsunami kepada Lucy. Sebelum dia melakukannua, Lucy meminta maaf sembari menangis.

"Aku minta maaf Aquarius. Aku hanya tidak ingin kesepian di kamar mandi, aku rindu ibu jadinya aku memanggilmu untuk menemaniku mandi." Dengan suara terisak, ia mengucapkannya. Aquarius menghela nafas, berusaha merendam amarahnya.

"Apa alasanmu memanggilku, bocah sialan."

"apa itu bocah sialan? " Lucy bertanya kepada Aquarius dengan wajah bingung,

Aquarius mendengus mendengar pertanyaan balik dari majikan kecil. Terpintas rasa bersalah hinggap di hati Aquarius tetapi ia mengabaikannya.

"Kau tidak mau menjawab pertanyaanku?" Aquarius mengalihkan pertanyaan Lucy dengan meminta jawaban paksa darinya.

"Aku sudah bilang aku ingin kamu menemaniku mandi. Rasanya sepi disini."

"Aku bukan pengasuhmu." Aquarius berkacak pinggang, matanya melotot ke arah Lucy. Lucy mengabaikan perasaan takut, tetap menjelaskan tujuan panggilan Aquarius.

"Aku tahu, tapi hanya kamu yang dekat denganku. Kamu sudah menjadi keluarga bagiku, Aquarius. Karena kamu merupakan kunci pertama yang diberikan oleh ibuku dan aku menganggap hal tersebut istimewa dibandingkan dengan kunci yang lain. Tapi aku menganggap kunci yang lain sebagai keluargaku juga." Ucap Lucy dengan suara pelan, ia memainkan kedua jari telunjuk yang menandakan ia gugup. Aquarius mengerutkan dahinya dan menghela nafas.

"Baiklah bocah. Asal kamu tidak lama mandinya, aku akan Menemanimu." Mendengar Aquarius yang menerima permintaannya membuat ia senang. Lucy memercikkan air kepada Aquarius membuat Aquarius marah.

"Jangan lakukan itu atau aku kembali ke alam roh." Ancam Aquarius. Lucy mengerucutkan bibirnya dan bergumam tidak asik. Tetapi ancaman tersebut membuat ia berhenti dan mandi dengan benar.


Setelah 20 menit di kamar mandi, ia keluar mengenakan handuk. Wajahnya senang karena ada Aquarius yang menemani di kamar mandi. Spetto tersenyum lembut kemudian menyuruh Lucy mengenakan pakaian yang ia pilih. Setelah mengenakan pakaian, rambut Lucy yang basah di keringkan oleh Spetto.

"Putri, anda bilang mau membuat kontrak kepada kunci barumu. Saya ingin melihat anda membuat kontraknya."

Lucy mengangguk senang, kemudian membuat wajah serius. Ia memegang kunci cancer dan menaikkan keatas sembari mengucapkan mantra untuk menghubungkannya.

"Aku akan menghubungkan jalan dunia ini dengan dunia roh. Sekarang, jawab panggilanku dan buka gerbang ini! Terbukalah gerbang kepiting raksasa, Cancer!"

Kemudian datang roh surgawi dengan tampilan yang aneh. Roh tersebut tampaknha berjenis laki-laki dengan rambutnya bersurai hitam yang dikepang dengan cornrows merah yang diakhiri dengan bentuk menyerupai capit kepiting. Ia menggunakan kacamata dan baju biru bergaris.

"Halo, Cancer. Namaku Lucy. Apakah kamu mau membuat kontrak denganku dan menjadi temanku?" Lucy menatap Cancer dengan binar mata yang kemilau.

"Tentu saja, ebi. Apapun untuk anak perempuan Layla, ebi." Lucy berteriak kecil kemudian mengambil kedua tangan Cancer dan menggoyangkan dengan semangat.

"Kamu dapet dipanggil hari apa saja? Aquarius dapat dipanggil hari Rabu."

"Aku dapat dipanggil hari selasa, kamis, sabtu, dan minggu." Lucy mengangguk kemudian mencatat harinya.

"Sihir apa yang kamu gunakan? apa yang harus aku tahu? Maafkan aku membuat pertanyaan banyak untukmu, aku ingin memastikan agar kamu nyaman denganku." Lucy tersenyum malu dan menganggruk kepalanya yang tidak gatal. Cancer tersenyum kecil melihatnya.

"Aku memiliki kemampuan memotong apapun, baik rambut atau senjata dengan gunting dalam waktu cepat, selain itu aku bisa menumbuhkan rambut dan membuka kunci menggunakan gunting. Kemudian izinkan aku untuk menata rambut anda ketika kamu ingin, tidak masalah dengan kontrak yang ada, Ebi. " Lucy tersenyum lebar, tangan kecilnya menulis kebib detail informasi yang diberikan.

"Mohon kerja samanya Cancer!" Lucy membungkuk sedikit yang dibales anggukan sopan.

"Tentu saja, senang mendapatkan tuan sepertimu, ebi." Kemudian roh tersebut menghilang.

Lucy menghela nafas lega kemudian mengambil gerbang Capricorn. Spetto ingin menghentikan Lucy karena wajahnya sudah pucat tetapi Lucy menolak beristirahat dan ia tetap memanggil Capricorn.

"Aku akan menghubungkan jalan dunia ini dengan dunia roh. Sekarang, jawab panggilanku dan buka gerbang ini! Terbukalah gerbang kambing, Capricorn!"

Lucy merasakan energi sihirnya terkuras habis, wajar saja ia masih 5 tahun dan wadah sihirnya belum banyak. Untungnya pemanggilan tersebut berhasil yang membuat dia tersenyum lebar.

"Halo Lucy-sama. Aku sungguh takjub melihat kamu dapat memanggilku setelah membuat kontrak diumur yang muda." Ujar Capricorn dengan nada bangga. Lucy tersenyum lebar mendengarnya.

"Terima kasih pujiannya Capricorn. Ngomong-ngomong, apakah kamu mau membuat kontrak denganku dan menjadi temanku?"

"Tentu saja, Aku bersedia setiap hari tanpa liburan." Lucy yang mendengarnya cemberut, ia berkacak pinggang dan menasehati kambing yang berpenampilan Butler.

"Kamu harus ada hari libur biar tidak capek bekerja. Papa selalu lelah setiap hari kerja dan aku ingin dia istirahat, tetapi dia selalu marah jika aku ada di dekatnya. Aku tidak ingin kamu kelelahan." Lucy menasehati Capricorn. Wajahnya sedih, memikirkan sang ayah dengan gila kerja sehingga tidak mempunyai waktu untuk menemaninya.

Tidak ingin membuat tuan barunya sedih, Capricorn berdehem pelan kemudian menepuk kepala Lucy. Lucy mendongakkan kepala dan melihat Capricorn tersenyum lembut sembari membenarkan kacamatanya.

"Baiklah, atas permintaan dari Lucy-sama. Aku akan libur di hari Minggu."

Lucy mengangguk senang, lalu ia memberikan pertanyaan yang sama. Capricorn menjelaskannya sedangkan Lucy menulis setiap informasi yang ada seperti sebelumnya.

Ia berterima kasih kepada Capricorn yang dibalaa tepukan lembut dikepalanya.

Sebelum gerbang ditutup, Capricorn ingin membuat permintaan kepada Lucy.

"Permintaan apa? aku pasti membantumu."

"Aku diperintahkan oleh Layla-sama untuk melatih sihirmu dan melatih fisikmu. Apakah kamu mau mengikuti pelatihan dariku?"

Lucy melebarkan matanya, kemudian dia mengangguk gembira mendengar permintaan Capricorn. Sebenarnya dia ingin melatih sihirnya agar kuat tetapi tidak tahu mulai darimana. Untungnya ada Capricorn yang akan mengajarkannya.

"Dengan senang hati aku menerimanya."

"Tetapi kamu harus memanggilku sehingga sihirmu akan terkuras."

"Tidak apa-apa, hal itu juga menjadi pelatihanku dan itu berfungsi mengembangkan sihirku."

Capricorn mengangguk setuju, ia memberikan penjelasan lebih detail mengenai perkembangannya nanti. Setelah selesai, ia pamit kepada Lucy.

"Terima kasih kalau begitu Lucy-sama."

"Tidak-tidak. Akulah yang harusnya berterima kasih kepadamu!"

Capricorn tersenyum mendengarnya dan melambaikan tangannya sebelum menghilang. Setelah semuanya selesai, Lucy pingsan karena sihirnya habis. Spetto yang melihatnya dengan sigap menangkap tubuh kecil tuannya.

"Ya ampun, Lucy-sama. Kamu bener-bener mirip dengan Layla-sama. Saya berdoa untuk kebahagiaanmu di masa depan." Spetto berbisik pelan kemudian menaruh Lucy di tempat tidurnya.

Seakan mendengar bisikan, Lucy tersenyum dengan mata terpejam. dia bergumam mama yang membuat Spetto tersenyum kecil. Spetto mencium dahi nyonya kecilnya dan berbisik bahwa ia selalu sayang kepada Lucy. Setelah selesai, ia menyelimuti Lucy dan pergi ke luar.


Takdir manis dan pahit terjalin di tangan Lucy, entah dia menuju ke mana tetapi yang pasti dia akan menghadapinya bersama teman-temannya


Continue..

Peringatan

Cerita ini berbeda dengan Ori Fairy tail, beberapa ada perubahan demi kelangsungan cerita. Karena ini fiksi penggemar, jadi author bebas berkreasi diluar cerita original.

Ini Lucy aku buat powerful dari hasil latihan yang ada. Kemudian pairing utama di dalam cerita ini adalah Laxus x Lucy. Karena aku lagi suka sama pairing itu hingga terbuatlah cerita ini. Jangan suruh aku membuat Natsu x Lucy sebagai pairing utama, mungkin aku akan menambah konten tersebut buat jalan cerita tapi tetap Laxus yang akan jadi pasangan Lucy.

Mohon jangan di hate karena sudah diperingati dari awal bukan pairing Nalu. Disini juga nanti ada berbagai couple lainnya.

Ini pertama kali nulis, jadi mohon maaf kalau ada kesalahan kata.