Lucy : 7 tahun


Sudah 2 tahun ia menjalani pelatihan neraka yang direncanakan oleh Capricorn. Mulai dari latihan fisik, latihan mengontrol sihirnya, dan bermeditasi untuk menambah kekuatan sihirnya. Walaupun mengalami pelatihan neraka, Ia senang dengan pelatihan tersebut karena membuatnya kuat dan merasakan sihirnya bertambah.

Ngomong-ngomong, ayahnya tidak peduli dengan Lucy yang melatih sihirnya. Sebelumnya ia ingin menghentikan Lucy dari kegiatan yang tidak berguna, tetapi dihentikan oleh Capricorn yang memberikan alasan kalau latihan ini berguna untuk masa depan. Dengan terpaksa Jude mengizinkan putrinya mengikuti latihan tersebut asal ia mematuhi untuk diberikan pelajaran bangsawan dan pendidikan yang tinggi.

Lucy seringkali bergumam jengkel mengerjakan soal yang diberikan oleh tutornya. Ia harus bertahan demi latihan yang ia jalani. Lagipula ia cukup menyukai belajar dan membaca buku tetapi ia tidak menyukai etika bangsawan yang menurutnya merepotkan.

Tidak terasa sudah dua tahun ia hidup seperti ini. Pagi menjalani pendidikan, lalu siang sampai sore berlatih dengan Capricorn. Melelahkan memang tetapi menyenangkan. Saat emosinya terkuras, Ia bisa meluapkan kekesalan atas ayahnya yang tidak memberikan kasih sayang dengan berkelahi bersama roh surgawinya.

Oh iya, hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke tujuh. Dia mendapatkan hadiah dari para pelayannya. Bero -guru teori sihirnya selain Capricorn- memberikan hadiah kunci emas Taurus dan Virgo yang tidak ia sangka. Bero tidak sengaja menemukan kunci tersebut di peternakan Crocus dan di jalan berlobang sehabis pulang dari perternakan. Untungnya dia sedang membeli susu di perternakan tersebut dan mendapatkan keberuntungan yang bagus. Lucy memeluk gurunya dengan erat dan berterima kasih dengan senyum lebar.

Bero mengelus jenggotnya dan tertawa kecil melihat murid kecilnya yang bersemangat. Spetto memberikan 3 kunci perak yang ia beli di toko sihir. Dia tidak tahu konstelasi apa yang ada di kunci itu. Untungnya dia membeli di toko langganan sehingga ia diberikan diskon untuk membelinya. Lucy memeluk Spetto dan berterima kasih, ia menghadiahkan ciuman di pipi Spetto yang membuat Spetto tersenyum lembut.

Kemudian ada Ribbon yang memberikan buku lama yang ia simpan tentang sihir surgawi. Ia tidak sengaja menemukan ini di reruntuhan dan memutuskan untuk memberikan kepada Lucy.

Lucy berterima kasih kemudian memeluk Ribbon.

"Aku akan menjaga dengan baik huku tersebut. Aku ingin lebih banyak pengetahuan tentang sihirku. Terima kasih paman Ribbon." Ribbon mengibaskan tangannya, menolak terima kasih tersebut. Ia hanya menepuk kepala majikan kecilnya.

"Saya senang anda suka membaca buku dan belajar hal yang baru sehingga saya memberikan buku tersebut kepada Anda. Suatu keistimewaan bagi saya jika hadiah tersebut dijaga dengan baik. "

Kemudian mata Lucy beralih kepada sang koki, Aed. Ia tersenyum ragu-ragu kemudian memberikan buku dengan halaman tebal.

"Apa ini paman Aed? "

"Uh... Ini adalah resep makanan yang saya tulis untuk anda, nona Lucy. Saya harap kamu menyukainya dan berguna di masa depan. Kemudian, jika anda tidak sibuk, anda bisa ke dapur dan belajar memasak dengan saya lagi. "

"Sungguh menakjubkan. Aku sangat senang menerimanya, terima kasih paman Aed. Aku juga ingin belajar masak lagi denganmu. Mungkin setiap hari minggu pagi kita akan belajar memasak hihihi"

"Dengan senang hati saya mengajarkan anda, nona Lucy." Aed tersenyum lebar mendengarnya, ia juga membalas pelukan yang diberikan oleh Lucy.

Kemudian mereka berbicara seru, saling bercanda gurau dan mengejek tetapi harus berhenti karena kepala pelayan Heartfilia datang untuk memanggil Lucy.

"Nona Lucy, anda dipanggil oleh ayah anda di ruangan kantornya."

"Huh... Ada apa ayah memanggil? tumben sekali, " ujar Lucy dengan nada pelan, kemudian ia mengangguk kepada kepala pelayan tersebut dan menuju ruangan ayahnya.

Sesampainya di ruangan ayahnya, ia melihat sang ayah sedang mengerjakan dokumen dengan kacamatanya. Lucy mengedipkan matanya melihat sosok ayahnya yang sudah lama tidak ia lihat. Sosoknya sudah tua, wajahnya memiliki kerutan dengan lingkaran mata yanng membuktikan ia terus berjaga di malam hari untuk mengerjakan dokumen merepotkan. Karena ayahnya terlalu fokus, Lucy memanggilnya.

"Ada apa kamu memanggilku, ayah? "

" Hari ini ulang tahunmu, kan? Sudah dua tahun aku tidak memberikanmu hadiah. Ini ada hadiah untukmu, aku harap kamu menyukainya." Jude memberikan kotak kepada putrinya yang sedang menatapnya dengan takjub. Ia menaikan alisnya melihat wajah putrinya tetapi tidak memperdulikan reaksi dari anaknya.

Lucy mengedikkan bahunya dan berjalan ke meja ayahnya. Kemudian ia membuka kotak tersebut dan berteriak kaget. Jude yang mendengarnya menatap tajam sang putri, seolah memperingati bahwa ia menganggu. Lucy hanya mencibir melihat wajah sang ayah tetapi ketika melihat hadiah tersebut ia berteriak kecil.

Tidak ia sangka mendapatkan hadiah kunci emas lagi!! Sekarang ia mendapatkan kunci libra dan pisces. Dia melebarkan matanya tidak percaya dan melompat kecil.

"Ayah, kamu dapat darimana kunci tersebut? "

"Ayah membelinya di pasar gelap. Ayah sudah tahu kamu ingin mengumpulkan kunci emas sehingga ayah membelikannya untukmu."

Lucy berlari kecil dan memanjat kursi ayahnya, kemudian ia mencium pipi ayahnya.

"Terima kasih banyak, Ayah. Ini adalah hadiah terbaik yang pernah ada darimu!"

Jude melebarkan matanya ketika pipinya basah. Ia menoleh untuk melihat wajah putrinya yang tersenyum lebar. Entah mengapa jantung ini begitu lemas melibat wajah tersebut, mengingatkannya dengan mendiang istri tercinta. Dia berdehem pelan kemudian mengacak rambut putrinya.

Lucy terpaku menerima perlakuan tersebut, ia juga melihat senyum lembut yang dikeluarkan oleh ayahnya. Baru pertama kali sejak ibunya meninggal, melihat wajah ayahnya yang lembut.

"Sudah waktunya kamu keluar, nak. Ayah harus pergi untuk mengunjungi stasiun yang sedang dibangun."

"Baik ayah, semoga baik-baik saja di jalan." Lucy turun dari tempat duduk Jude dan berlari sembari melambaikan tangannya ke arah Jude.


Saat berlari ke arah taman, ia terkejut dengan suara berat yang ada di sampingnya.

"Lucy-sama." Capricorn membungkuk hormat kepada Lucy, rupanya ia membuka gerbangnya sendiri tanpa sihir Lucy. Hari ini ia akan melatih Lucy dengan membuka gerbangnya sendiri karena ia ingin Lucy melatih sihirnya tanpa kelelahan di hari ulang tahun.

"Whoaaa paman Capricorn. Kamu membuat aku kaget!"

"Maafkan saya membuatmu kaget, tetapi saya akan memberikan hadiah kepadamu."

"Whoaaa hadiah apa? Apakah akan ada pelajaran baru?"

"Ini spesial karena hari ini adalah ulang tahunmu. Saya akan mengajarkan sihir requip."

"Apa itu sihir requip?"

"Sihir requip merupakan sihir kastor atau sihir ruang yang berguna untuk menyimpan barang seperti senjata. Karena kamu adalah penyihir surgawi dan kunci merupakan bagian yang penting sehingga saya memutuskan anda untuk mempelajarinya. Kamu bisa menyimpan semua kuncimu disana."

"Haaa.. Itu sihir menakjubkan yang pernah aku dengar. Apakah penyihir surgawi bisa menggunakan sihir tersebut?"

"Tentu saja bisa selama anda mempelajarinya. Ada batasan pada sihir requip, tergantung dengan dimensi saku yang kamu latih. Selain itu, sihir ini masih sejenis dengan sihir caster."

"Terima kasih paman atas penjelasan yang kamu berikan. Aku ingin mempelajarinya agar kuncinya tidak di ambil oleh orang jahat. Karena kunci ini sangat berarti untukku."

Capricorn menepuk kepala Lucy agar pikirannya kembali lagi. Kemudian dia memberikan perintah kepada tuan kecilnya.

"Sebelum memasuki pelajaran, mari kita berolahraga untuk meningkatkan fisikmu."

"Baik!"


Setelah melakukan pemanasan dengan berolahraga, ia kemudian bermeditasi di hutan mansion Heartfilia. Capricorn memberikan arahan kepada Lucy kemudian sihir Lucy bersinar emas mengelilinginya. Capricorn melirik Lucy dan merasakan sihir tuan kecilnya mulai meningkat dari tahun ke tahun. Capricorn berpikir bahwa Lucy dapat memanggil dua roh secara sekaligus dan merupakan prestasi yang luar biasa untuk anak sekecil ini. Dia bahkan bisa menutup gerbang dengan paksa yang membuatnya takjub.

2 jam kemudian sehabis meditasi, Capricorn mulai mengajarkan Lucy sihir requip. Walaupun berulang kali gagal tetapi Lucy tidak menyerah untuk mempelajari sihir barunya.

Langit sudah berwarna orange, sedangkan Lucy masih berlatih sihir Requip. Mungkin Lucy akan berlatih sampai tengah malam jika tidak dipanggil oleh pengasuh kesayangannya.

"Lucy-sama, berhenti untuk berlatih. Sudah waktunya makan malam. Lebih baik kamu bergegas masuk ke dalam!"

Ujaran Spetto memberi perintah otomatis untuk berhenti. Kemudian ia menatap langit yang sudah gelap.

"Aku tidak sadar waktu, kalau bukan bibi Spetto mungkin akan berlatih sampai tengah malam." Gumam Lucy. Ia menoleh ke Capricorn yang sedang membaca buku.

"Paman Capricorn, hari ini sudah selesai berlatihnya. Aku akan masuk ke dalam untuk mandi dan makan malam. Terima kasih banyak untuk hari ini. " Lucy membungkuk badanya, Capricorn yang melihat sikap Lucy hanya bisa menghela nafas lelah.

Kenapa tuan kecilnya sangat manis dan sopan sekali? Beruntung dia mendapatkan tuan yang menganggapnya keluarga dan bukan alat.

"Jangan membungkuk kepada saya, Lucy-sama. Saya merasa tidak pantas dan ini sudah menjadi kewajiban saya menjadi guru anda karena Layla-sama memintaku untuk membimbingmu."

"Tapi kamu adalah anggota keluargaku dan jangan bilang tidak pantas karena baik roh maupun makhluk hidup yang ada di muka bumi mempunyai kedudukan sama."

"Kalau begitu saya merasa tersanjung." Capricorn meletakkan tangan kanan di dada dan membungkuk juga. Lucy tertawa kecil kemudian melambaikan tangan kepada Capricorn.

"Sampai jumpa paman, besok aku ingin libur dulu karena ingin memanggil kunci baruku!"

Capricorn menganggukkan kepalanya, menyetujui cuti latihan tuan kecilnya.

"Tidak masalah, Lucy-sama. Sampai jumpa dua hari lagi."

Kemudian Capricorn kembali ke dunia roh. Lucy merenggangkan badannya lalu bersenandung riang sembari berjalan ke arah kamarnya. Di sela-sela nyanyian kecilnya, ia mengingat tiga kunci perak yang belum dia lihat.

"Oh iya ngomong-ngomong aku belum melihat kunci perak dari bibi Spetto." Gumam Lucy sambil meraih tas kuncinya. Kemudian ia melirik dan melihat kunci jenis konstelasi yang ia dapatkan.

"Astaga aku mendapatkan kunci Phoenix, Aquila, dan Pegasus. Aku sangat menyukainya. Aku sangat senang melihat kunci perak yang tidak banyak beredar di pasar." Lucy memekik pelan melihat kunci barunya, ia akan memberikan kue buatannya kepada Spetto sebagai ucapan terima kasih.


Continue...


Fact :

Kunci Phoenix ada di serial komik Fairy Tail Blue Mistral yang merupakan spin off dari manga fairy tail yang dibuat hiro mashima. Komik ini dibuat oleh Rui Watanabe dan diterbitkan di Nakayoshi. Tapi belum jelas kekuatannya apa, sehingga disini digunakan sebagai kunci yang bisa menyembuhkan orang, dan sihir penyembuhnya sangat kuat dibandingkan Wendy tetapi dengan bayaran terkurasnya sihir.

Catatan author :

Kemudian nanti akan ada kunci-kunci buatan yang berdasarkan rasi bintang dan kekuatannya berdasarkan imajinasiku.


Bonus cerita pemanggilan roh baru Lucy


Keesokan harinya, lebih tepatnya di siang hari. Ia mengambil kunci perak. Bersiap untuk membuat kontrak mereka.

Lucy menghela nafas untuk mengurangi kegugupannya dan melakukan pemanggilan.

"Aku akan menghubungkan jalan dunia ini dengan dunia roh. Sekarang, jawab panggilanku dan buka gerbang ini! Terbukalah gerbang burung api penyembuh, Phoenix!"

Ia menghalangi cahaya terang yang menusuk matanya, kemudian suara lembut yang merdu terdengar di telinganya.

"Halo, Lucy-sama. Saya Phoenix, senang bertemu dengan putri yang dielu-elukan oleh Capricorn."

Suaranya membuat Lucy terpana, tidak hanya itu, ia juga terpikat dengan wajah cantiknya. Surai merah terang sepunggung dengan iris mata merah gelap, di dahinya terdapat gambar burung phoenix kecil. Matanya cantik sekali hingga ia bergumam cantik berkali-kali. Setelah tersadar, ia berdehem pelan dan menanyakan tentang Capricorn.

"Ah... Apakah Capricorn bener-bener seperti itu?" Tanya Lucy tidak pasti, karena Capricorn orangnya kaku dan tegas sehingga ia tidak yakin Capricorn akan membicarakannya di dunia roh. Phoenix tertawa kecil mendengar nada keraguan yang dikeluarkan oleh tuan kecilnya, ia menganggukkan kepalanya, memberikan jawaban yang diinginkan.

"Dia benar-benar melakukan itu. Dia juga selalu membaca puisi dengan keindahan dan betapa menakjubkan dirimu, Putri."

Pipi Lucy memerah, malu mendengarnya. Ia berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan kecilnya, berusaha untuk menutupi wajah malunya dan tidak ingin dilihat, sayangnya hal itu membuatnya sia-sia karena Phoenix masih bisa melihat rona merah Lucy.

"Ugh.. Lupakan saja hal itu, aku tidak ingin tahu. Oh iya, apakah kamu ingin membuat kontrak denganku dan menjadi temanku?"

"Saya sangat senang membuat kontrak dengan anda, yang dicintai oleh roh dan mencintai roh sebagai teman dan keluarga."

"Jangan menyanjungku, itu berlebihan. Apakah kamu ada hari libur untuk tidak dipanggil?"

"Hanya tanggal 1 di setiap bulan. Selebihnya tidak apa-apa." Lucy mengangguk kepalanya kemudian mencatat di buku kecilnya.

"Sihir apa saja yang kamu gunakan, kalau aku boleh tau? "

"Sihirku bisa menyembuhkan luka berat dan luka ringan serta membersihkan racun. Akan tetapi syarat untuk mengobati luka berat yaitu menguras banyak sihir anda."

"Wow, bukankah itu keren? Aku bisa beristirahat kemudian energiku terisi kembali. Penyihir roh sangat cepet untuk mengisi energi sihirnya ehehehe."

"Asal jangan terlalu lelah, putri." Lucy mengernyitkan dahinya mendengar nama panggilan yang di ucapkan Phoenix.

"Hm.. Kamu kenapa memanggilku putri? Panggil saja Lucy. Aku ingin kita akrab satu sama lain!"

Phoenix menggelengkan kepalanya sembari menyilangkan tangannya.

"Itu tidak bisa, aku sudah nyaman memanggilmu putri, apakah kamu berpikir lebih baik dipanggil master?"

"Itu bahkan yang terburuk! " Lucy menolaknya dengan suara lantang. Phoenix terkekeh pelan melihat Lucy yang cemberut.

"Maka dari itu biarkan aku memanggilmu putri."

"Terserah kamu saja, yang penting aku menganggap kamu sebagai teman dan keluarga dibandingkan sebagai alat. Aku tidak mau menyakiti roh ku yang berharga."

"Aku bisa melihat dari matamu, Putri. Terlebih lagi, kisah baikmu sudah disebarkan oleh Capricorn, ahahaha."

"Uh... Paman Capricorn kenapa menyebarkan yang tidak-tidak sih." Ujar Lucy dengan nada kesal, wajahnya masih memerah malu. Phoenix menyeringai senang kemudian memeluk Lucy. Lucy kaget tetapi ia membalas pelukan tersebut.

"Selain sihir untuk menyembuhkan orang, aku juga bisa bertarung walaupun tidak sekuat sihir penyembuhku. Aku petarung jarak jauh yang menembakkan bola api kepada musuh."

"Menurutku itu sangat keren, kamu bisa menyerang dan menyembuhkan. Selamat datang Phoenix, aku harap kamu betah berkerja sama denganku!"

"Terima kasih sudah menyambutku, kalau begitu aku pulang ke dunia roh. Sampai jumpa."

Setelah itu, Lucy mengambil kunci Aquila dan bersiap-siap memanggilnya.

"Aku akan menghubungkan jalan dunia ini dengan dunia roh. Sekarang, jawab panggilanku dan buka gerbang ini! Terbukalah gerbang elang, Aquila!"

Kemudian keluar sosok laki-laki rupawan dengan rambut berwarna coklat tua dan iris mata coklat muda. Aquila meletakkan tangannya di dada kanan dan membungkuk.

"Halo, master. Namaku Aquila, senang berkenalan dengan anda."

"Halo, Aquila. Nama saya Lucy. Tolong jangan panggil aku master karena rasanya tidak enak. Kamu sudah aku anggap teman dan setiap roh yang aku punya tidak akan dijadikan alat. Aku tidak ingin melihat roh tersakiti karena aku tahu mereka juga makhluk hidup yang memiliki perasaan. Balik lagi ke pokok pembicaraan kita, maukah kamu menerima kontrak dan berteman denganku?"

"Tentu saja saya mau, putri. "

"Kenapa putri? " Lucy merengek mendengar Aquila memanggilnya putri, bertambah lagi orang-orang yang memanggilnya seperti itu.

"Karena sososkmu memang begitu Putri. Kamu adalah orang yang dianggap setiap roh milikmu sebagai putri karena sifatmu yang baik kepada siapapun. Kebetulan para rohmu sangat bangga memiliki tuan yang baik, setia, dan menganggap sebagai teman atau keluarga sehingga mereka pamer kepada roh lainnya yang membuat sebagian roh memiliki rasa iri. "

"Aku tidak tahu kalau aku terkenal disana." Ujar Lucy sambil menggaruk tangannya di belakang kepala.

Aquila hanya tersenyum melihat Lucy yang heran. Sebelum Lucy bertanya hari libur, ia memberikan jawabannya.

"Jika putri bertanya hari apa aku libur, maka setiap hari senin merupakan hari liburku."

Lucy mengangguk kepalanya dan mencatatnya.

"Kemudian sihirmu apa? "

"Saya merupakan roh untuk memantau. Anda bisa terhubung dengan penglihatanku sementara aku pergi untuk memantau. Aku juga bisa berubah ke bentuk elang untuk memantau lebih mudah, kemudian aku bisa membuat aura dan aromamu hilang."

"Wow, memantau dan bisa menghilang ya. Aku rasa itu sangat membantuku ketika aku menjalankan misi di guild. Untuk menghindari adanya musuh kuat, alias aku bisa kabur dengan aman." Lucy menyeringai lebar kemudian mencatat di buku dengan semangat.

Aquila terkejut mendengarnya tetapi tersenyum melihat tuan kecilnya bersemangat dengan dirinya. Sebelumnya dia dianggap tidak berguna oleh penyihir surgawi tetapi sekarang dia mendapatkan tuan kecil yang baik.

"Kalau begitu, senang berkenalan denganmu. Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik!" Ujar Lucy dengan nada riang, Aquila tersenyum lebar, seakan membalas ucapan tersebut.

"Tentu saja, putri. Aku senang memilikimu sebagai tuanku."

Setelah itu Aquila menghilang. Lucy mengangguk kepalanya kemudian bersiap untuk memanggil roh selanjutnya.

"Aku akan menghubungkan jalan dunia ini dengan dunia roh. Sekarang, jawab panggilanku dan buka gerbang ini! Terbukalah gerbang kuda bersayap, Pegasus! "

Kemudian seekor kuda cantik berwarna putih muncul dihadapannya. Ia memiliki sayap dan rambutnya sangat indah. Lucy terpesona melihatnya.

"Apakah aku boleh menyentuhmu?"

Pegasus menatap mata Lucy dengan teliti, lalu mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Lucy yang melihatnya mengangguk, tersenyum lebar. Ia menghampiri kuda tersebut dan mengelusnya dengan lembut.

"Kau sangat indah. Baru pertama kali aku melihat kuda yang indah seperti ini. Terlebih lagi kamu istimewa karena memiliki sayap."

Pegasus yang mendengarnya mendengus seakan menjawab bahwa dia bangga mendengarnya.

"Oh iya apakah kamu ingin membuat kontrak denganku?"

Pegasus mengangguk sebagai jawaban.

"Kemudian apakah kamu punya hari libur?"

Pegasus meringkik, Lucy yang mendengarnya menganggukkan kepalanya.

"Jadi kamu libur setiap tanggal 13 ya? Baiklah aku akan mencatatnya. Kemudian bolehkah aku bertanya lagi?"

Pegasus mencondongkan kepalanya dan mengelus wajah Lucy sebagai tanda setuju. Lucy terkekeh pelan dan merasa geli.

"Sihir apa yang kamu gunakan?"

Pegasus meringkik dengan suara panjang sambil menghentakkan kakinya di tanah.

"Oh jadi selain kamu bisa digunakan sebagai kendaraan yang bisa terbang, kamu juga bisa merubah warna kulit yang cocok untuk penyamaran. Bolehkah aku melihat kamu berubah warna biru?"

Pegasus memejamkan matanya kemudian warna kulitnya berganti jadi biru. Lucy berdecak kagum melihatnya.

"Sangat keren! Aku tidak sabar mengendaraimu dan kita terbang bebas melihat pemandangan dari atas. "

Pegasus menurunkan badannya seakan menyuruh pemiliknya untuk naik. Lucy tersenyum kecil kemudian naik dan berpengangan erat.

"Apakah kita akan terhang?"

Pegasus menganggukkan kepalanya kemudian mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas.

Lucy memekik senang dan menikmati waktunya berada di atas langit.

Setelah 10 menit berlalu, Lucy turun dan Pegasus menghilang ke dalam dunia roh.

"Oh iya aku masih ada gerbang emas. Karena energi Sihirku masih ada, lebih baik aku memanggil 2 untuk membuat kontrak."

Kemudian Lucy mengeluarkan dua kunci emas Pisces dan Libra. Ia memutuskan untuk memanggil keduanya secara berlansung untuk mempersingkat waktu.

"Aku akan menghubungkan jalan dunia ini dengan dunia roh. Sekarang, jawab panggilanku dan buka gerbang ini! Terbukalah gerbang ikan yang berpasangan dan gerbang timbangan surgawi, Pisces dan Libra."

Terlihat di depan Lucy terdapat wanita dengan pakaian sebagai penari dengan memegang timbangan dan disebelahnya terdapat ikan kembar yang berbentuk panjang.

"Halo, namaku Lucy. Maukah kalian membuat kontrak denganku dan berteman denganku?"

"Apakah kamu Lucy Heartfilia, Gyu-gyu?" Tanya ikan berwarna putih,

Gyu-gyu? Apakah itu kebiasaan untuk menambahkan kata belakang sepert Cancer?

"Iya, namaku Lucy Heartfilia."

Terlihat ikan berwarna putih itu mengangguk, disebelahnya terdapat ikan warna gelap yang hanya diam.

"Kami adalah sepasang anak dan ibu. Kami bisa berubah menjadi bentuk manusia dan Sihirku adalah air. Tetapi ketika kami terkena air dalam bentuk humanoid, maka akan kembali ke bentuk ikan. Kami bisa bertarung dalam bentuk keduanya tetapi dalam bentuk humanoid, kami lebih baik. "

"Aku mengerti. Yang mana ibu dan anak?"

"Aku adalah ibu, yang di sebelahku adalah anakku." Ujar sang ikan berwarna putih, kemudian melirik ke samping untuk menunjukkan kepada Lucy.

"Manis sekali kalian. Aku jadi ingin melihat bentuk humanoid dari kalian. Oh iya, apakah kamu ada hari libur?"

"Kami libur setiap hari sabtu dan minggu. Kalau tidak ada hal lain lagi, kami akan kembali ke dunia roh agar Sihirmu tidak terkuras habis."

"Sudah tidak ada lagi pertanyaanku, kamu bisa memanggilku dengan nama Lucy. Aku tidak mau dipanggil master oleh rohku sendiri dan aku harap kamu bisa berteman dengan baik. Terima kasih banyak sudah membuat kontrak denganku."

Pisces mengangguk kepalanya kemudian menghilang.

Setelah itu Lucy melirik Libra yang sedari tadi mengamatinya. Sebelum Lucy mengeluarkan suaranya, Libra memberikan jawaban yang diinginkan Lucy.

"Sihirku adalah merubah gravitasi. Aku libur di hari selasa dan kamis, putri."

"Uh kamu jangan memanggilku putri juga!" Lucy mendesah frustasi mendengar roh barunya memanggilnya dengan putri. Mengapa setiap rohnya tidak ada yang benar?

Walaupun begitu, dia tetap mencintai mereka.

"Aku sudah nyaman dengan ini."

"Huh.. Baiklah jika itu membuatmu nyaman. Terima kasih Libra sudah membuat kontrak denganku. "

"Suatu kehormatan bagiku membuat kontrak denganmu, Putri. Kalau begitu saya pamit undur diri biar anda bisa istrahat." Libra membungkuk dengan sopan kemudian menghilang.

Lucy menghela nafas lelah, ia mengelap keringat yang ada di dahinya kemudian pergi ke kamar mandi. Ia sangat lelah memanggil kunci barunya, tetapi itu sangat sepadan.

Ia sangat senang mendapatkan teman baru dan tidak sabar berpetualang dengan mereka.

Ia memegang dua kunci lagi yang belum dia kontrak tetapi karena hari ini lelah dan sihirnya hampir habis, ia memutuskan untuk besok memanggilnya setelah latihan dengan paman Capricorn.


End bonus