Stars in the dark sky chapter 3

.

.

Standard Disclaimer Applied

.

.

Friendship/Romance

.

Warning : Typo,OOC pada karakter tertentu, gaje, aneh, abal,

.

.

.

.

Onyx dan Emerald itu semakin hari semakin dekat, setelah makan malam saat itu. sasuke langsung meminta untuk pindah sekolah ke sekolah sakura, mereka selalu bersama dimana ada sakura pasti ada sasuke. Seperti sekarang mereka ada di taman tempat biasa mereka menunggu jemputan karena sakura mengajak sasuke ke toko buku langganan sakura

"sasuke-kun, nanti musim panas kita mau liburan ke mana?". Tanya sakura meneguk minuman kaleng yang ia beli di mini market yang ada di dekat taman itu.

"Bagaimana kalau ke pantai?, ku dengar dari Tsunade baa-san, kau ingin sekali pergi ke pantai". Saran sasuke. Wajah sakura langsung memerah semerah buah kesukaan sasuke tomat

"Ti..tidak,,, Kaa-san itu suka berbohong, heheh". gelagap sakura "tapi, bukan ide yang buruk". Lanjut sakura tersenyum.

"Baiklah kalau begitu nanti akan aku bilang pada Kaa-san". Kata sasuke melihat sakura mengambil sesuatu di tas jinjingnya. Dua buah permen lollipop ,sakura menyodorkannya ke hadapan sasuke. Sasuke hanya menggeleng pelan, menolak pemberian sakura.

"ya sudah kalau tidak mau". Kata sakura lalu mengemut permen lolipopnya dengan tangan kanannya. Sasuke tersenyum melihat sakura yang asik mengemut permennya,pandangan sasuke teralih pada ketiak sakura karena sakura menggunakan kemeja pink tanpa lengan dan rok di atas lutut yang membuatnya tampak lebih imut lagi, di ketiak sakura terdapat seperti bekas luka, mungkin itu luka yang di sembunyikan oleh sakura beberapa minggu yang lalu.

"Ada apa Sasuke-kun?". Tanya sakura merasa dari tadi di perhatikan oleh sasuke.

"hn..". jawab sasuke menggeleng. Sakura hanya ber oh ria, sakura juga tidak mencoba untuk membaca fikiran sasuke, Sakura berjanji pada dirinya sendiri agar tidak mau membaca fikiran sasuke lagi, karena sakura yakin sasuke bukan lah orang yang jahat.

.

.

.

Sakura berjalan pelan menuju pintu masuk rumahnya, sakura pulang ke rumah menggunakan transportasi umum karena tidak ada yang menjemputnya, tadi ibu nya mengirim pesan singkat bahwa ia tidak bisa menjemput sakura, sakura juga sempat di di tawari pulang oleh itachi yang menjemput sasuke, tapi di tolak sopan oleh sakura.

Langkah kaki kecilnya melangkah pelan menuju pintu rumah kediaman senju, perlahan sakura membuka pintu itu, dan masuk di dalamnya.

"Tadai-..".

"OROCHIMARU KAU MAU KEMANA?". Teriakan Tsunade dari lantai dua, sakura yakin itu suara dari kamar orang tuanya, lalu muncul orochimaru dari tangga menuju kearah pintu keluar dan menyeret seorang anak perempuan yang dua tahun lebih tua dari sakura.

"Sakura lari, tou-san akan membawa kita pergi ke lab". Kata anak itu kearah sakura,

"Onee-san, gomen nanti aku akan menyelamatkanmu". Kata sakura membalikan tubuhnya siap untuk berlari. Tapi sayang langkah sakura terhenti saat seorang asisten kepercayaan orochimaru, yakushi kabuto menghadang langkah sakura untuk lari.

"Lepaskan aku. Aku mohon". Kata sakura lirih

"Tou-san ku mohon lepaskan sakura, biar aku saja yang pergi ke lab". Kata anak perempuan itu

"DIAM KAU!". Bentak orochimaru pada anaknya, anak perempuan itu terdiam "tou-san hanya mau kalian berdua aman, jadi tou-san mohon jangan membantah yah, sayang". Kata orochimaru melembut dan membelai pipi halus gadis itu.

"Kabuto, bawa juga sakura ke lab, lalu kita akan terbang ke Otogakure, aku akan melakukan percobaan di sana untuk kedua putriku". Kata orochimaru berjalan menuju kearah mobilnya

"baik tuan". Tunduk kabuto

"Kabuto, sebelum kau membawaku bisakah aku bertemu dengan Kaa-san, aku ingin mengatakan kalau aku baik-baik saja".

"Maaf sakura-sama, tapi-".

"Ku mohon….". potong sakura. Kabuto menghela nafas lalu mengangguk pelan

"tapi jangan lama-lama, aku tidak mau orochimaru-sama memenggal kepalaku". Kata kabuto menuntun sakura ke tempat Tsunade berada.

"Baiklah, terimakasih". Kata sakura berjalan mengikuti kabuto.

Kabuto membuka perlahan sebuah pintu berwarna coklat itu,terlihat seorang wanita yang menyedihkan denga tangan yang terikat di sudut ruangan itu dengan bekas memar di tangannya. Sakura langsung berlari menuju wanita itu.

"Kaa-san, tidak apa-apa?". Tanya sakura memeluk tsunade, tsunade mengangguk pelan dan membenamkan wajahnya di bahu kecil gadis itu.

"Sakura kaa-san mohon kau jangan pergi bersama tou-san". Kata Tsunade lirih.

"Aku dan Onee-san akan baik-baik saja kaa-san". Kata sakura melepaskan pelukannya pada tsunade dan tersenyum tulus. "percaya padaku". Lanjutnya

"Kurasa cukup sakura-sama, kau tau kalau orochimaru-sama tidak suka menunggu". Kata kabuto membantu sakura berdiri

"akanku hubungi sasuke untuk membebaskan kaa-san nanti". Kata sakura tersenyum.

Tsunade hanya diam melihat sakura di giring pergi oleh kabuto, ia tidak tau harus bagaimana lagi, apa yang di lakukan oleh orochimaru sudah sangat keterlaluan, tapi sekali lagi ia tidak bisa berbuat apa apa.

.

.

.

Sakura di tuntun masuk ke mobil Cadillac escalade ESV HPE 550 hitam milik orochimaru oleh kabuto, saat sakura masuk ke dalam di lihat kakaknya yang sedang terduduk lemas dengan mata yang membengkak,

"Kenapa kau lama sekali kabuto?". Tanya orochimaru mendekap sakura

"maaf tuan saya tad-".

"aku memintanya mengatarku ke kamar kecil". Potong sakura, orochimaru hanya ber oh ria, tanpa sepengetahuan Orochimaru sakura mengirim pesan singkat pada sasuke.

.

.

.

Sasuke sedang menikmati cemilan yang di berikan oleh ibunya , di tambah sasuke sedang membaca buku yang ia beli bersama sakura, sasuke sedang duduk di sofa berwarna dark blue yang ada diruang bersantai keluarga uchiha, di depannya terdapat tv berukuran 42 inch, di kiri sofa itu terdapat meja buffet yang di atasnya berisikan cemilan, majalah, serta handphone sasuke

"ha,,, musim panas ke pantai bersama sakura, pasti akan menyenangkan"-batin sasuke

Drrrrrrrrrtttttttt….Drrrrrrrrtttttttt….Drrrrrrrrrrrttttttttt

Sasuke melirik handphone nya yang berada di meja buffet, dengan enggan sasuke mengambil handphonenya dan melihat siapa yang mengirimi pesan padanya.

From: sakura

~sasuke, pergi ke rumah ku sekarang, dan temui kaa-san, kumohon~

Sasuke masih mmencerna setiap huruf yang di ketik sakura untuknya, satu menit kemudian sasuke langsung berlari mencari itachi yang berada di kamarnya untuk memintanya mengatar sasuke ke rumah sakura, tanpa babibu lagi itachi langsung mengantarkan sasuke ke rumah sakura, setelah sasuke mengatakan bahwa sasuke di minta datang kerumah keluarga senju.

.

.

.

Sasuke langsung berlari kearah pintu masuk kediaman keluarga senju, perasaan sasuke mulai muncul kekhawatiran karena tidak satupun orang yang membukakannya pintu, sasuke menggedor kasar pintu berwarna coklat tua itu, melihat sasuke yang tampak mulai kesal, itachi langsung turun dari mobilnya dan mendekati sasuke

"Ada apa?". Tanya itachi menyentuh pundak sasuke pelan

"Tidak ada yang membukakan pintu, ini aneh?". Kata sasuke tampak sudut siku di keningnya.

"kau yakin, sakura menyuruhmu ke sini?". Tanya itachi menaikan satu alisnya. Sasuke mengangguk pelan. "kalau begitu kenapa tidak kau telpon saja?". Lanjut itachi memberi solusi. Sasuke langsung mengambil hhandphone di dalam sakunya dan langsung menelpon sakura.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

"Ah moshi moshi sakura, kau ada di mana aku sudah di depan rumah mu". Kata sasuke terdengar nada kelegaan di suara sasuke itu,

"sa… sa…sasuke hiks,, tolong,,, hiks,,-" kata sakura berbisik pelan

"BERIKAN BENDA ITU PADAKU SAKURA!". Terdengar cukup jelas suara laki-laki yang membentak sakura, sasuke langsung menatap itachi seolah mengatakan 'sakura dalam bahaya'.

"SAKURA…SAKURA…. JAWABLAH!". Bentak sasuke, tapi usaha nya nihil, sakura tidak menjawab sambungannya pasti telah terputus.

"Ada apa?". Tanya itachi yang mulai ikut panik

"Sakura… sakura di dalam sana". Kata sasuke menatap itachi. "Apa yang harus kita lakukan?". Tanya sasuke lagi

"akan aku cuba untuk mendobraknya, sasuke menjauh dari sana!". Kata itachi tegas, sasuke langsung menghindar dari pintu itu Itachi mengambil ancang-ancang

"satu,, dua,, tiga,,". Itachi membenturkan kuat tubuh atletisnya ke pintu

BRAK!

"Terbuka,," kata sasuke langsung berlari masuk ke dalam kediaman senju, di susul oleh itachi

"Apa pun yang terjadi aku akan menyelamatkan sakura, yah itu pasti karena dia adalah teman pertama yang aku miliki"-batin sasuke.

Sasuke terus berlari menelusuri rumah itu, ruang tamu, dapur, ruang keluarga kamar madi, bahkan halaman belakang tapi tidak ada seorang pun ada di di sana.

"coba cek di lantai atas". Kata itachi, sasuke langsung berlari kearah tangga menuju lantai 2

Semar-semar sasuke mendengar isak tangis seseorang, sasuke langsung menajamkan pendengarannya dan mencari asal suara itu, kaki nya terus menelusuri lorong yang ada di lantai dua itu, kaki nya terhenti di sebuah pintu berwarna coklat yang terbagi menjadi 2 itu, sasuke yakin isak tangis itu berasal dari kamar itu, perlahan tangannya mendorong bagian sisi kanan pintu itu, saat pintu itu terbuka pandangan sasuke langsung menangkap seseorang yang tengah terduduk lemas di sudut ruangan itu dengan kedua tangan yang terikat, perlahan seseorang itu mendongakkan kepalanya dan menatap sasuke.

"Sa..sa..sasuke". katanya peluh, tampak ada sedikit darah di bibir sexynya

"Tsunade baa-san". Sasuke langsung berlari dan mencoba melepaskan ikatan tali yang terikat di tangan mulus Tsunade

"Ckk,,, ikatannya terlalu kuat".-Batin sasuke. "Aku akan mengambil sesuatu untuk melepaskan ini, tunggulah sebentar". Kata sasuke langsung berlari keluar dari ruangan itu menuju dapur yang terletak di lantai satu.

"Kau mencari sesuatu?". Tanya itachi melihat sasuke yang membuka hampir sebagian lemari yang ada di dapur itu.

"Aku mencari pisau, gunting atau apa pun". Jawab sasuke yang masih mencari pisau

"Untuk apa?".

"Di lantai atas ada Tsunade baa-san yang tanganya sedang terikat". Jelas sasuke

"Ckkkk,,, kenapa tidak bilang dari tadi?". Kata Itachi mengambil sesuatu dari lemari yang lainnya dan berlari menuju lantai atas, di ikuti oleh sasuke tentunya.

Itachi langsung berlari masuk menuju ruangan tempat Tsunade, dan perlahan itachi memotong tali yang mengikat kencang tangan Tsunade.

"Tsunade baa-san?, apa yang sedang terjadi?,". Tanya itachi mencoba membantu Tsunade berdiri dan duduk di kursi yang dara di ruangan itu

"Me,,mereka hiks sakura hiks,,". Jawab Tsunade yang tidak terlalu jelas, mendengar nama sakura di sebut sasuke tambah khawatir .

"sebaiknya Tsunade baa-san menenang kan diri dulu, sasuke ambillah segelas air di dapur untuk tsunade baa-san". Kata itachi sasuke langsung turun mengambil segelas air untuk Tsunade. Dalam waktu yang singkat sasuke datang membawa segelas air dan memberikannya kepada Tsunade, setelah memberikan segelas air sasuke keluar dari ruangan itu meninggalkan Itachi dan Tsunade. Kaki kecilnya menyusuri lorong lantai dua yang ada di rumah kediaman senju itu, langkahnya terhenti di sebuah pintu berwarna putih, pintu itu tidak tampak istimewa hanya saja di pintu itu terdapat nama sang pemilik kamar yang membuat sasuke berhenti yak tidak salah lagi

"Senju Sakura,,, Di larang masuk tanpa izin ('3') … ". sasuke terkekeh pelan melihat tulisan sakura yang di tempel didepan pintu itu. Perlahan tangannya memutar knop pintu putih itu dan mendorongnya pelan,Onyx nya langsung menangkap warna bernuansa pink di dalam kamar itu, tentu saja inikan kamar sakura. Sasuke melangkah masuk ke kamar sakura menatap sekeliling kamar sahabatnya itu, kamar itu tampak sangat rapi, kamar itu memiliki satu tempat tidur untuk satu orang yang ada di sudut kamar, disebelah kasur ada pintu kaca yang menghubungkan ke branda kamar di branda kamar sakura tampak benda seperti teleskop untuk melihat bintang. di sisi lain kamar itu terdapat lemari pakaian yang cukup besar, di antara kasur dan lemari terdapat meja bundar berkaki pendek dan terdapat bantal duduk di sana. Mata sasuke teralih saat Onyx nya menemukan sesuatu di meja itu terdapat buku yang tersampul dalam warna yang di dominasi dengan biru tua itu menarik perhatian sasuke, sasuke mengambil buku itu.

"STARS IN THE DARK SKY, Buku yang sering di baca oleh sakura"- batin sasuke, sasuke mengalihkan pandangannya ke meja belajar sakura yang terdapat di sebelah lemari pakaian, banyak terdapat buku yang tersusun rapi di meja tersebut, dan lagi Onyxnya terfokus pada sebuah buku yang memiliki sampul berwarna pink, perlahan tangan sasuke menyentuh buku itu dan sedikit membukannya.

"Sasuke?". Panggil seseorang bersuara baritone dari arah pintu masuk, sasuke langsung mengalihkan pandangannya kearah suara itu, pandangannya menangkap seseorang laki laki bertubuh atletis, laki laki itu adalah kakaknya itachi.

"Ayo kita pulang, kurasa Tsunade baa-san sudah cukup tenang". Ajak itachi berjalan meninggalkan sasuke. Sasuke menutup kembali buku itu dan mengikuti itachi keluar dengan sebuah buku di tangannya.

.

.

mobil Porsche 918 Spyder hitam milik itachi melaju santai menuju kediaman uchiha,sejak dari rumah kediaman senju sasuke maupun itachi masih nyaman dengan keheningan di antara mereka, keduanya masih sibuk dengan fikiran mereka masing masing, sampai onyx hitam milik itachi beralih singkat pada buku yang di baca oleh sasuke.

"sejak kapan kau suka membaca?". Kata itachi memecah keheningan, sasuke menutup pelan buku itu dan menghela nafas pelan.

"…" . tidak ada jawaban, sasuke mengalihkan pandangannya ke luar jendela

"Dari mana kau dapat buku itu?". Tanya itachi tanpa mengalihkan pandangnanya ke jalan.

"di kamar sakura, kurasa aku akan meminjamnya". Jawab sasuke seadanya, itachi hanya beroh ria, dan seketika kembali hening.

"apa yang terjadi pada Tsunade baa-san?"Tanya sasuke

" Orochimaru jii-san membawa kedua putrinya pergi ke otogakure". Jawab itachi, saat sasuke keluar tadi. Tsunade menjelaskan kepada itachi cukup detail.

"Sakura juga?". Tanya sasuke memastikan, itachi mengangguk membalas pertanyaan sasuke, sasuke tidak berkata lagi, di lihatnya buku yang di pinjamnya tadi atau lebih tepatnya di ambilnya.

"Bukankah ini bacaan yang cukup berat untuk seumuran sakura-chan?". Kata itachi melihat sasuke memandangi buku itu. "oh iya sakura-chan kan anak yang pintar". Lanjutnya

"Stars in the dark sky, apa bagusnya buku ini?"- batin sasuke, mebuka halaman demi halaman buku yang cukup tebal itu.

.

.

Sasuke masih mencoba untuk memahami setiap kata yang ada di buku itu, semakin sasuke coba memahami semakin sasuke tidak mengerti apa yang di maksud buku itu, kakaknya benar ini bukan lah buku bacaan untuk anak 10 tahun kecuali sakura memang anak yang benar benar cerdas, sudah dua hari sejak kejadian sakura mengirim sms padanya untuk pergi ke rumahnya, sakura tidak pernah tampak di sekolah atau di manapun. mungkin ia masih di otogakure, Tsunade baa-san juga tidak mengatakan apa apa tentang sakura, entah kenapa sasuke sangat merindukan sakura. Terdengar suara langkah kaki cepat dari luar kamar sasuke.

BRAKKKKK

Pintu kamar sasuke terbuka paksa pandangannya teralih kearah pintu melihat itachi dengan tatapaan yang sulit di artikan, jujur saja perasaan sasuke tidak enak, itachi berjalan kearah sasuke dengan ngosngosan mungkin karena itachi berlari menuju kemari, itachi langsung memeluk sasuke erat,

"Ada apa nii-san?". Tanya sasuke tanpa membalas pelukan itachi

"Sakura,,, sasuke, sa…sa..sakura -". kata itachi menggantung kalimatnya.

Udah update chapter 3,, maaf kalau kurang memuaskan, terimakasih yang sudah mau menyempatkan waktunya untuk mereview cerita yang gak tau akan gimana akhirnya heheh…#plakkk abaikan

Terimakasih sekali lagi kiritk dan saran sangat di perlukan ^-^