Ff pertamaku di fandom fairy tail

Disclaimer: Hiro Mashima
rated: T
genre: Romance
pair: Lucy H X Gray F
warning(!): typo(s), gaje, OOC, menyebabkan mual, muntah dan kejang-kejang(?) "==)a

.

.

Happy Reading

.

.

"Kau menyebalan Gray-kun." Desis seorang gadis manis berambut pirang. Wajahnya memerah menahan marah akibat pria tampan di hadapannya. Buku-buku jari gadis itu bahkan telah memutih karena si empunya mengepalkan tangannya terlampau erat. Bahkan penampilannya yang selalu terkesan rapi, kini berantakan dengan anak rambut yang mencuat dari kepangan rambutnya. Intinya, seorang Lucy Heratphilia tengah marah besar.

Mata bulat Lucy masih setia melotot pada pemuda tampan berambut hitam kebiruan di hadapannya. Entah harus pelototan seperti apa lagi yang diberikan Lucy, agar pemuda itu paham akan maksudnya. Sayangnya bagai tangan tak bersambut, pemuda itu malah acuh memainkan game consoul di tangannya.

Oh demi dewa jashin yang disembah charakter di fandom sebelah, apa susahnya sih untuk pemuda itu menuruti apa yang ia mau? Apa ia harus meminta tolong pada Erza agar pemuda ini menurut? Ahh, jangan Lucy, kalau begitu kapan ia akan menurut pada perkataanmu?

Lucy menarik nafas sedalam mungkin, lalu mengeuarkannya pelan-pelan. Tariiikk, buaaanng, tariikk buanngg. Ia singsingkan lengan bajunya, lalu berjalan bak banteng yang melihat 'mangsa'nya.

"Gray .ter. Dengarkan aku!" Teriak Lucy penuh emosi sembari merebut konsul game yang dimainkan Gray. Kedaan taman yang awalnya ramai, kini sepi begitu melihat pasangan nyetrik itu.

"Ck, kau berisik Lucy. Kembalikan gameku!" Gray berdecak sebal. Ia pandangi Lucy dengan pandangan sengit, seolah mengatakan kembalikan-gameku-atau-kau-akan-menyesal.

Sedangkah Lucy yang sudah tersulut emosinya, membalas tatapan tersebut dengan tatapan aku-tak-takut. Tangan kiri yang ia gunakan untuk memegang game, langsung ia tarik ke belekang punggungnya. Jarang-jarang seorang Lucy kesal sampai seperti ini.

"Kau menantangku, heh?" Seringai mengerikan tiba-tiba saja terpajang dengan apik di bibir tipis Gray. Gray yang awalnya duduk beralas rumput, kini berdiri tepat di hadapan Lucy. Sedang Lucy sendiri, entah kenapa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Entah karena tiba-tiba sang kekasih mendekatkan wajahnya atau seringai mesum yang ditampilkan pemuda es tersebut. Eh? Seringai mesum?

Lucy membulatkan matanya, niat hati ingin segera lari sebelum sebuah insiden menimpanya. Namun sebelum gadis heartphilia itu sempat beranjak, tangan kekar Gray sudah terlebih dahulu memeluk pinggang Lucy dengan Posessive, dan-

Cup

Sebuah ciuman mampir ke bibir penuh Lucy.

Memanfaatkan kelengahan sang kekasih, Gray langsung merebut konsulnya.

"Tak buruk untuk ciuman selamat pagi."

Pemuda arogan berlabel pangeran es itu akhirnya langsung pergi sebelum sang putri sadar. Yah, ia masih sayang nyawanya. Jadi dia harus cepat pergi.

Lucy yang masih dalam keadaan eror, memperlihatkan wajahnya yang merah padam dengan posisi tak berubah. Mata indahnya masih membulat dengan bibir terkatup rapat.

.

.

.
"GRAAAAYYYYYYY! PAKAI BAJUMUUUUUU!"

Oh, dari tadi itu soal baju toh.
*author sweatdrop
*reader jawsdrop

selesaiiii

reader: apaan nih,,? *nanya sambil bawa golok
author: Drible '-') *muka dibuat se-inoncen mungkin
reader: *mulai ngelemparin benda-benda tajam*
author: kyaaaaaaaa,,,,, \(w)/