Stars in the dark sky chapter 5
.
.
Standard Disclaimer Applied
.
.
Friendship/Romance
.
Warning : Typo,OOC pada karakter tertentu, gaje, aneh, abal,
.
.
.
.
Seorang anak laki laki sedang memandang keluar jendela menatap langit yang tampak cerah, tidak peduli dengan suasana kelasnya yang sangat berisik karena beberapa orang yang cukup bodoh menurutnya,
"sasuke-san sudah lihat hasil ujian?". tanya anak laki laki berkulit pucat menepuk pelan bahu sasuke, sasuke hanya menggeleng malas
"dasar teme, nilai ujianmu yang paling tertinggi di konoha high school". sahut anak laki laki berambut oranye dengan cengiran khasnya, sasuke tidak merespon apapun
"bukankah itu sudah biasa naruto". Kata anak laki laki berkulit pucat itu dan tersenyum pada anak laki laki yang bernama naruto
"iya sih,,, oh ya sai kau tau-"
"sasuke-kun selamat ya, nilai ujian mu tertinggi di KHS loh". Kata seorang anak perempuan berambut coklat sebahu, sasuke hanya mengumam pelan,
"singkat seperti biasanya".kata anak peremuan itu langsung swetdrop dan pergi meninggalkan sasuke,
"hoy teme kenapa kau selalu seperti itu pada anak perempuan, kau selalu saja bersikap dingin". Kata naruto ingin sekali menjitak kepala pantat ayam itu. sasuke hanya menghela nafas tanpa menggubris perkataan naruto.
Pov sasuke
Aku tidak bersikap dingin pada mereka aku hanya tidak tau cara menghadapi mereka, sudah enam tahun sejak kejadian itu dan aku selalu memikirkannya, apakah dia baik-baik saja di sana, aku juga bergabung dengan klub astronomi agar bisa melihat bintang dan ingin selalu dekat dengan sakura, dan sejak kejadian itu juga Tsunade baa-san langsung pindah keluar negeri, dia juga memberiku barang barang yang selalu sakura gunakan untuk melihat bintang kepadaku.
Pov normal
"Hei kelas akan segera di mulai duduklah ketempat kalian masing masing". Kata seorang laki laki berambut perak berdiri di pintu masuk, semua murid di kelas itu pun langsung duduk di bangku mereka masing-masing. "kita kedatangan murid baru hari ini". Kata laki laki itu masuk ke dalam kelas di ikuti dengan seorang anak perempuan berambut soft pink sebahu.
"murid baru tumben sekali". Kata sai memperhatikan gerak gadis itu
" bukankah tes untuk pindah kesini sangat sulit sekali". Sahut naruto menggaruk pipinya dengan jari telunjuknya. Sasuke yang awalnya tidak tertarik dan memilih melihat keluar jendela mengalihkan pandangannya ke arah murid baru itu. Matanya langsung membulat ketika melihat murid baru itu
"Namanya haruno sakura". Kata laki laki berambut perak dan memakai masker itu memperkenalkan murid barunya kepada seisi kelas itu
"Semua tolong batuan-"
BRAKK
Sasuke langsung berdiri dan menatap lekat murid baru itu.
"ada apa Uchiha-kun?". Tanya laki laki berambut perak itu pada sasuke, karena ucapannya terpotong gara gara ulah sasuke
"dia benar benar mirip dengannya, meskipun sedikit berbeda tapi tidak salah lagi rambut pink, dan mata emerald itu, mungkin dia memang senju sakura, benar juga aku tidak pernah melihat jasad sakura, itachi bilang mereka tidak menemukan jasad dari sakura"-batin sasuke. Sasuke menutup matanya perlahan menghela nafas
"Kau masih hidup!?". Kata sasuke tegas, seisi kelas itu melihat ke arah sasuke, sasuke tetap tidak peduli dengan tatapan dari teman temannya dengan tatapan yang aneh
"hah?!, teme bicaramu sangat kasar". Sahut naruto yang duduk di belakang sasuke,
"Aku sangat yakin ini pertama kalinya aku bertemu dengan mu".ucap sakura dingin
"Tidak, ketika kita masih anak anak, mungkin kau tidak mengingatnya, tapi dulu kau dan aku sering bermain bersama!". Kata sasuke berjalan mendekati sakura
"Ketika masih anak anak?". Tanya sakura tanpa ekspresi
"Aku bisa membuktikannya-"
"Aku tidak tau apa yang sedang kau bicarakan". Potong sakura dingin
"Terserahlah!, cukup diam dan perlihatkan ketiakmu!". Bentak sasuke, dan mentap lekat lekat sakura. semua yang ada di kelas itu terkejut dengan ucapan sasuke,
"hey,, teme apa kau serius?". Kata naruto pelan, sasuke langsung tersentak dan wajah nya langsung memerah, sakura yang melihat ekspresi sasuke mengkerutkan keningnya dan detik berikutnya
"PLAK!" Tamparan yang cukup keras tepat mendarat di wajah sasuke,
.
.
"Hoy,,, teme aku rasa kau terlalu sering belajar, itu sebabnya kau jadi aneh". Celoteh naruto, menunjuk hidung sasuke yang di sumbat oleh tisu karena berdarah akibat tamparan sakura
"Aku fikir Sasuke-san orang yang baik". Sambung sai sambil meminum minuman kaleng yang ada di tangannya. Sasuke tidak mengubris perkatan kedua teman nya itu, dan tetap memadang ke arah sakura yang duduk dua bangku ke kanan dari bangku sasuke dan di keruminu murid lain
"Apakah aku benar-benar salah orang?". –batin sasuke
.
.
"di pelajaran renang kali ini, kita akan berlatih berenang di bawah air ini bukan lah permainan, jadi berhati-hatilah". Kata seorang wanita menjabat sebagai guru olahraga bernama anko, dan beberapa anak berempuan masuk kedalam kolang renang termasuk sakura.
"Hai, sensei". Kata mereka serempak, setelah peluit di bunyikan semua anak perempuan yang ada di kolam renang itu membenamkan tubuhnya di dalam air, karena tidak sanggup menahan nafas sakura langsung megeluarkan kepalanya dari air dan menghirup oksigen sebanyak yang dia bisa. Siswi yang tidak masuk ke dalam kolam renang langsung membantu sakura menuju tepi kolam renang.
"Daijoubu haruno-san?". Tanya siswi yang membantu sakura, sakura hanya mengangguk pelan, dan menidurkan tubuhnya yang cukup lemah di tepi kolam renang itu. Siswi yang menolong sakura tadi pun menggantikan sakura masuk ke kolam renang.
"Hey, lihat bodinya sakura-chan, rasanya ingin pura-pura membantunya dan memegang payudaranya". Bisik naruto pada sai dan sasuke yang memandang sakura dari tadi, wajah sasuke langsung memerah.
"bukan kah itu tindakan kriminal naruto?". Kata sai dengan senyum, naruto hanya merucutkan bibirnya, sakura langsung melihat aneh ke arah sasuke, mungkin sakura tahu apa yang sedang di fikirkan oleh sasuke, sakura kan punya kekuatan untuk membaca fikiran seseorang lalu sasuke langsung membuang jauh jauh fikiran kotor yang ada di kepalanya
"Baiklah kita mulai lagi". Kata anko, dan detik berikutnya peluit itu berbunyai yang ada di kolang renang itu membenamkan seluruh tubuhnya hingga tertutup penuh oleh air, tiba tiba pompa pembuangan air kolam itu terbuka dan kaki salah satu siswi yang ada di kolam itu tersedot dan membuat salah satu kakinya tersangkut, saat semua siswi yang ada di kolam itu, mengambil oksigen untuk bernafas. Tapi tidak siswi yang kakinya tersangkut di pompa air kolam tadi, salah satu siswi lainya menyadari ekspresi wajah temannya itu langsung berteriak
"Matsuri-san..!, anko-sensei salah satu kaki matsuri-san terhisap di lubang pembuangan air kolam". Katanya panik, anko langsung turun ke kolam renang itu untuk membantu salah satu siswinya itu.
"Aku tau,,, aku tau ini akan terjadi, dan dua dari murid di sekolah ini akan mati."-Batin sakura hanya menatap dingin ke arah kolam berenang . Semua yang ada di sana sangat panik dengan apa yang sedang terjadi .
"BUFFFFFFF". Pompa pembuangan kolam itu pun langsung hancur,salah satu kaki siswi bernama matsuri itu terlepas, dan anko langsung membawanya ke tepi kolam berenang.
"wah, untung saja matsuri bisa selamat yah, aku bertaruh kalau dalam waktu lima detik saja dia tidak menghirup oksigen mungkin dia akan mati, ngomong-ngomong bagaimana bisa pompa pembuangan air kolam bisa hancur ya?". Kata naruto panjang lebar, sedangkan sai yang masih enggan mengomentari perkataan naruto.
"Hal seperti itu jarang sekali terjadi, dan dengan waktu seperti itu tidak ada kata lain yang tergambarkan kecuali keajaiban".- batin sasuke.
.
.
Langit yang sekarang berwarna jingga menandakan hari sudah sore, sasuke turun dari bus yang biasa ia naiki, ia sengaja belum pulang ke apartemennya, dan memilih untuk mampir terlebih dahulu ke sebuah bagunan observasi
"Di hari seperti ini sangat cocok untuk melihat bintang, dan melepaskan rasa lelah setelah seharian"-Batin sasuke. Sasuke berjalan masuk ke bangunan itu dan lansung duduk di salah satu sofa yang ada di sana, sasuke menghela nafas pelan
"Aku tidak bisa menerimanya, aku tau Haruno tidak mungkin Senju sakura,dia… sudah mati. Tapi meskipun begitu, berapa kali pun aku mencoba menyerah, masih tetap sulit menerimanya meskipun sudah enam tahun, aku tidak ingin mengakui bahwa dia telah tiada, aku harap bisa melupakan semua tentang sakura"- batin sasuke.
"Klik". Tiba-tiba ruangan itu menjadi terang, sasuke memang sengaja tidak menghidupkan lampu yang ada di ruangan itu, pandangannya langsung teralih pada seorang perempuan yang menghidupkan lampu itu,
"Kau?, apa yang kau lakukan di sini?". Tanya sasuke sedikit terkejut menatap ke arah sakura yang semakin mendekat
"Apa kau sendirian di sini?". Tanya sakura menatap sekitarnya
"iya". Jawab sasuke berjalan ke arah teleskop besar dan duduk di kursi yang di sediakan di sana.
"Apa kau dapat melihat bintang disini?". Tanya sakura mendekati sasuke
"ya, ku pikir setelah apollo pergi ke bulan mulai banyak orang tertarik pada benda luar angkasa, jadi karena sebab itu orang-orang membangun ruang observasi ini,tapi sekarang hanya akulah orang yang berada di klub astronomi ini, kalau tidak akan ada yang ingin bergabung lagi mungkin akan di bubarkan tahun depan, eh- ". kata sasuke, menyadari ia terlalu banyak bercerita pada orang asing, sakura hanya menatap sasuke dengan tatapan yang datar, sasuke langsung menghindari tatapan sakura dengan melihat ke arah lain ruangan itu.
"Maaf kau benar benar mirip dengan teman masa kecilku". Kata sasuke memberanikan diri menatap sakura. "itulah mengapa aku mengatakan hal hal yang aneh di kelas tadi". Lanjut sasuke
"Teman masa kecilmu?" tanya sakura singkat
"ya, dia adalah gadis yang unik, karena dia aku menyukai bintang,". Jawab sasuke kembali melihat ke arah teleskopnya.
"Aku akan memperjelas beberapa hal". Ucap sakura dingin, pandangan sasuke langsung ke arah sakura. "Aku bukan lah teman masa kecilmu, Bahkan aku tidak mengenalmu. Dan kita baru pertama kali bertemu". Lanjut sakura tegas
"Aku sudah tau itu, jadi kenapa kau kesini". Kata sasuke dengan suara terdengar agak bergetar
"Ada hal yang ingin ku beri tahu padamu, akan ada dua murid dari sekolahmu akan mati,".
"Apa?!". Kata sasuke tidak percaya
"yang pertama gadis yang berada di kolam berenang tadi, tapi dia selamat". Kata sakura tanpa ekspresi,
"Hei, apa yang sedang kau bicarakan?". Kata sasuke beriri dari duduknya
"Dan yang mati kedua adalah…. Kau!". Kata sakura dingin
"Apa maksud mu aku akan mati?". Tanya sasuke berjalan mendekati sakura
"sebaiknya kau jangan naik bus pada jam 17.30 , sebaiknya kau menginap di sini saja atau kau akan mati". Jelas sakura
"jadi aku harus mengikuti ramalanmu yang belum tentu benar itu". Kata sasuke sedikit menaikkan nada suaranya
"Aku tidak perduli kau mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku, kalau kau masih sayang pada hidupmu seharusnya kau ikuti apa yang aku katakan". Kata sakura menatap sasuke, sasuke hanya menghelas nafas
"Baiklah akan ku ikuti perkataanmu". Kata sasuke menyerah, berdebat dengan gadis ini hanya mengingatkannya dengan dia. Sakura hanya menggangguk pelan dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruangan itu, tapi langkahnya terhenti saat sakura melihat sebuah poster besar bergambar macam macam rasi bintang
"Apa berapa banyak rasi bintang?". Tanya sakura melihat ke arah poster itu.
"oh, itu rasi bintang lama,Kau bisa melihatnya di daftarnya, kan?". Kata sasukemenujuk ke arah sisi poster itu.
"oh yang ini?, satu, dua, tiga…-".
"Kau tidak perlu menghitungnya, itu ada enam baris dan delapan kolom jadi semuanya ada empat puluh delapan". Kata sasuke menjelaskan
"Wah hebat, kau cepat sekali menghitungnya". Kata sakura melihat ke arah sasuke
"Apa kau sedang mempermainkan ku?, jika kau mengetahui perkalian akan sangat mudah". Kata sasuke heran.
"apa itu perkalian?". Tanya sakura dengan kepala yang sedikit di miringkan
"Apa?!". Ucap sasuke terkejut
"Hah?!". Sakura mulai panik
"kau tidak tau perkalian, bukankah kita sudah di ajarkan saat kelas dua sd?". Kata sasuke mendekati sakura
"Tentu saja aku tau perkalian!". Kata sakura dengan wajah yang sedikit memerah. "Hanya saja aku tidak suka dengan hal itu". Kata sakura menghindari tatapan sasuke
" 4X4=?". Tanya sasuke
"Eh?!.
"jika kau tahu perkalian akan sangat mudah,, 4x4=? " kata sasuke mengulangi perkataanya
"Apa?! Eh… itu … empat kali lipat". Jawab sakura asal dengan wajah yang memerah, sasuke menatap aneh ke arah sakura
" 10:2=?". Tanya sasuke lagi
"dua di bagi sepuluh".
"7x7=?".
"Eh,?!,, tutup pintu". Jawab sakura, yang semakin di pojokkan oleh sasuke
"ha?, bagaimana kau bisa masuk ke konoha high school tes pindahnya sangatlah sulit, sedangkan kau tidak bisa perkalian". Kata sasuke kesal.
"diam,diam,diamlah, aku punya alasan tersendiri, alasan tersendiri". Kata sakura menekan setiap kata yang di ucapkannya
"Alasan?". Tanya sasuke tidak mengerti, sakura menganggukan kepalanya
"Akan aku beritahu sesuatu pada mu, meski kau pintar, tapi kekuatanku lebih kuat darimu, aku sangatlah kuat". Kata sakura melipat kedua tangan di dadanya.
"heh?, apa kau seorang atlet olahraga?". Tanya sasuke penasaran,
"Eh, enggak kok". Kata sakura dengan wajah yang polos
"ya ampun ada apa dengan gadis ini, dia hanya mengatakan hal hal yang aneh".-batin sasuke
"Aku tidak mungkin kalah pada gadis yang tidak terlatih". Kata sasuke berjalan menuju salah satu meja yang ada di ruanga itu. "Hei, ayo kita adu panco". Lanjutnya
"Baiklah". Kata sakura mengikuti sasuke, keduanya duduk berhadapan di kursi yang ada disana, tangan keduanya juga sudah dalam posisi adu panco yang biasa di lakukan
"Oke ayo!, satu, dua, tiga, ay-"
Brak
Sasuke masih tidak percaya gadis ini mengalahkannya dalam adu panco, sasuke masih menatap tangannya dan gadis itu, ia tidak salah liat tanganya berada di bawah tangan gadis itu.
"Ittai…!". Teriak sasuke menarik tangannya dan mengibas ngibaskannya ke udara berharap agar rasa sakitnya tidak terlalu terasa lagi.
"Go… gomenasai,, kekuatanku tidak terkendali". Kata sakura panik
"Sini perlihatkan lenganmu". Kata sasuke menarik lengan sakura
"Ototnya sama sekali tidak terbentuk, bahkan sangat lebut"- batin sasuke, kedua tangan sasuke meremas pelan lengan sakura, wajah sakura mulai memerah lagi akibat ulah sasuke
"Kenapa wajahmu memerah seperti itu?". Tanya sasuke melihat ke arah sakura
"tidak ada orang yang pernah menyentuku seperti ini!, tidak kah kau merasa gugup ketika seseoreng yang tidak kau kenal meremas remas lenganmu?". Kata sakura panik
"Hah, tolong jangan berfikir buruk tentangku".kata sasuke, sekarang wajah sasuke yang mulai memerah. "Gadis ini kalo di perhatikan, sangat manis, yah tetu saja sangat mirip dengan Dia, benar benar tipeku"-batin sasuke.
"aa..apa suda selesai?". Tanya sakura gugup, "Belum, cuba perlihatkan otot lengan mu". Kata sasuke, sakura menekuk kuat tangannya. "Apa itu sudah batas mu?". Tanya sasuke, sakura hanya mengangguk, sasuke menyentuh otot lengan sakura dengan jari telunjuknya
"ha!, kenapa aku bisa kalah adu panco dengan gadis kenyal seperti mu!". Kata sasuke frustasi, langsung berdiri dari duduknya
"Mana aku tau mungkin kaulah yang memang lemah". Kata sakura, mengambil tas nya dan pergi ke arah pintu keluar, sampai di depan pintu keluar sakura menghentikan langkah kakinya lagi "Aku harap kau mendengarkan pekaraanku tadi jika mau hidupmu selamat". Kata sakura dan berjalan keluar meninggalkan sasuke tanpa berbalik.
"Kenapa kedengarannya seperti dia sedang mengancam"- batin sasuke swetdrop.
Pov sasuke
Aku melihat kearah jam tanganku masih menujukan pukul lima sore, kalau aku harus mengikuti perkataan gadis itu, seharusnya sekitar setengah jam lagi aku tidak boleh naik bus, tapi apakah yang di katakan gadis itu benar, kalau benar aku akan mati bila pulang nanti aku naik bus, hm,,, aku mengerti..
Pov normal
"Kalau yang di katakannya benar sebentar lagi akan turun hujan, tapi tidak mungkin ramalan cuaca mengatakan bahwa hari ini aka cer-". Ucapa sasuke terhenti saat mendengar suara hujan yang cukup deras. "Tidak mungkin".-batin sasuke tidak terima
.
.
Drrrrtttt Drrrttt Drrrrtttttt
Sakura langsung mengambil handphone nya dari tas, gadis itu melihat siapa yang menelponnya dan langsung mengangkat telponnya (yah di sangka jemuran, pakek acara di angkat -,-)
"Moshi-Moshi, ada apa Hinata-chan?, apa tidak mungkin, aku sudah mepertingatkannya, ha,,, baiklah akan aku selesaikan". Kata sakura kembali memasukan handphonenya ke dalam tasnya berbalik sambil berlari.
.
.
.
"jadi jika aku tidak mengikuti perkataannya dan aku melewati bus pada jam 17.30 seharusnya aku akan mati, apa aku harus percaya padanya?, tapi aku tidak mau percaya padanya , jadi apa bencana yang akan terjadi padaku, tidak mungkin akan di tabrak oleh sebuah mobil dengan kecepatan tinggi di tempat seperti ini,dan jika gempa bumi dalam skala besar, pasti banyak korban yang akan mati, jadi bencana apa yang mungkin terjadi di hari yang sedang hujan ini". – batin sasuke, berjalan melewati jalanan perbukitan yang berliku
Tiba-tiba tanah itu bergetar pelan sasuke terkejut dan melihat ke arah tebing yang ada di sebrang nya kini.
"Tanah lonsor,,, Tidak mungkin?". Sasuke langsung berlari menjahui tanah longsor itu, namun usahanya gagal sasuke terseret tanah dan untungnya tubuhnya tidak jatuh ke jurang karena tertahan oleh pembatas jalan
"AKH!, Kuso, aku tidak bisa bergerak". Rutuk sasuke,
Brakkkk
Sasuke melihat keatas, dan terdapat batu besar yang akan menimpanya "dia,,, dia benar benar tahu tentang masa depan!".-batin sasuke panik. Sasuke memejamkan matanya
Duuuuaaaarrrr
Sasuke tidak merasakan ada batu besar yang menghimpitnya pun membuka matanya perlahan, benar saja seorang gadis berambut soft pink sebahu sedang menahan jatuhnya batu besar itu, dan tangannya mengeluarkan sinar berwarna hijau
Craaakkkkkkkk
Batu itu terbelah menjadi dua bagian dan menyelamatkan sasuke, sasuke sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Inilah sebabnya kenapa aku memberi tahumu agar jangan pulang! Baka!". Kata sakura marah
"Ada apa dengan gadis ini?, dia membelah batu besar dengan kedua tangannya".-batin sasuke
"Ya ampun, aku tau kau akan mati jika kau melewati busnya, jadi itulah kenapa aku memperingatkanmu, untuk tetap di bangunan observasi ". Bentak sakura, sasuke hanya diam masih tidak percaya apa yang sedang terjadi
"aku mengerti apa maksudmu, jika aku menaiki bus itu maka aku akan meberhentikan bus itu, dan jika timeingnya tepat maka bus itulah yang akan tertimpa oleh batu besar itu, dan akan banyak lagi memakan korban, tapi jika aku pulang tanpa menggunakan bus, maka bukan bus yang akan tertimpa batu besar itu, aku tidak memberhentikan bus itu, itu sebabnya kau memberitahuku agar aku tetap di gedung observasi kan?". Tutur sasuke dan menghindari tatapan sakura.
"jika kau tau akan jadi seperti itu kenapa kau tetap pergi, dasar keras kepala". Kata sakura tanpa menurunkan nada bicaranya
"yang lebih penting sebenarnya , kau ini siapa?". Tanya sasuke melihat ke arah sakura, sakura hanya terdiam melihat sasuke
"aku adalah pemilik segel kutukan?,". Kata sakura pelan
"tidak mungkin ,Itu hanya sebuah mitos, tunggu aku tidak inggin percaya tapi kalau kau tidak memiliki segel kutukan itu, semua ini tidak akan bisa dijelaskan, maksudku kau bisa membelah batu besar menjadi dua, mengalahkan ku dalam adu panco- ". Kata sasuke melihat ke arah bawah
"Jangan mengejekku!". Kata sakura kesal, sasuke selalu saja meremehkannya
"Hei jika kau memang pemilik segel kutukan , bisakah kau menunjukan padaku?". Tanya sasuke, sakura langsung menurunkan bagian kiri bajunya hingga ke lengan, sasuke hanya terdiam.
"Sebenarnya,,,, aku tidak ingin menggunakan kekuatan ini, aku lari dari laboratorium yang meneliti tentang segel kutukan ini, jadi aku tidak ingin siapa pun tau aku memiliki segel kutukan…". Sasuke melihat bagian ketiak gadis itu tapi tidak ada tanda bekas luka yang di miliki sakura
"Aku tidak bisa lagi mendengarkan apa yang ia katakan lagi, di dalam lubuk hatiku aku masih mengharapkan bahwa gadis ini adalah sakura senju, Tidak bisakan Haruno sakura berubah menjadi Senju sakura saja?, tapi dia sama sekali tidak punya bekas luka yang di miliki oleh sakura"-batin sasuke .
Udah update chapter lima ^.^ , maafkan saya karena terlalu lama update, itu karena hasil UN saya sangat memprihatinkan, di tambah lagi saat saya membaca naruto gaiden chapter 7, sarada adalah anak karin, saya sangat terpukul sebagai fansnya sasusaku, tapi teman saya berkata kalau sarada belum pasti anaknya karin karena di dalam chapter 5 naruto gaiden sakura perutnya buncit, saya jadi semangat lagi,, #Author numpang curhat
Terimakasih kritik dan saran sangat di butuhkan terimakasih ^.^
