Past or Present, Which One You Will Choose ?
Disclaimer : the casts belong to God and Masashi Kishimoto but this story belongs to me
Warning ! This is YAOI story
.
.
Ketika kau harus memilih, mana yang akan kau pilih ? Sesuatu yang ada dalam genggamanmu tapi masih kau ragukan atau ... sesuatu yang dulu pernah ada dalam genggamanmu, sempat terlepas, tetapi ingin kembali pulang ?
.
.
.
Disini kuitinggalkan keping-keping kenangan yang takkan kuingat lagi.
Semua cerita yang takkan terulang kembali.
Sejumput kepahitan yang takkan pernah kureguk lagi.
Detik ini, disini, aku melihat dan merasakan semua itu untuk terakhir kali.
Saat kuputuskan untuk melangkah, aku takkan menoleh ke belakang.
Berharap bayang-bayang kelam masa lalu terhapus mengiringi 1000 langkahku.
.
.
.
Matahari menyapa Sasuke yang tengah tertidur lelap. Sasuke mengerjapkan matanya yang terasa berat. Ia berjalan lesu menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian ia keluar dengan menggunakan seragam lengkap.
"Sasuke-chan, kau tak sarapan dulu ?" tanya Mikoto
"Tidak, kaa-san. Aku tidak lapar" jawab Sasuke pelan
"Aku berangkat dulu, kaa-san"
"Nii-chan, cotto matte" teriak Sai saat melihat Sasuke telah keluar dari rumah
.
Sasuke keluar dan mendapati ketiga temannya telah berada di depan gerbang rumah Gaara
"Ada apa denganmu ?"
"Aku tak apa, Gaara"
"Tapi kau terlihat-"
"Aku baik-baik saja, sungguh" potong Sasuke
"Ayo kita berangkat" lanjutnya
.
Kelima namja itu berjalan menuju sekolah mereka sambil mengobrol atau lebih tepatnya menginterogasi Sasuke. Mereka sangat penasaran mengenai kehidupan Sasuke di Osaka. Tetapi Sasuke tetap bungkam sementara Sai mencoba mengalihkan pembicaraan. Sayangnya hal itu tak berhasil, sebab Kiba terus mendesaknya.
"Ah, jangan-jangan kau pindah ke Tokyo karena disakiti oleh kekasihmu di Osaka ?" celetuk Kiba
"Kiba, onegai~. Jangan mengeluarkan virus Drama Kingmu" ringis Neji
.
Sasuke hanya memasang ekspresi datar. Sepertinya rasa penasaran membuat mereka lupa waktu sehingga mereka tak sadar jika sudah berada di depan gerbang sekolah. Mereka langsung menuju kelas mereka yang telah terisi oleh beberapa murid.
"Gaara, pinjam tugas matematikamu ne ?" Kiba mengeluarkan jurus puppy eyes
"Ini" Gaara menyodorkan bukunya pada Kiba tetapi Neji merebutnya sebelum tersentuh oleh Kiba
"Kembalikan buku Gaara, Neji ! Aku ingin menyalinnya"
"Kau seharusnya mengerjakannya sendiri"
"Tapi Gaara memperbolehkanku untuk menyalin tugasnya" balas Kiba sengit
"Kau..."
"Hei sudahlah. Ini masih terlalu pagi untuk memulai pertengkaran"
"Ne, chibi kaa-san" sahut Neji dan Kiba dan membuat Gaara menekuk wajahnya
.
.
.
"Antarkan aku berkeliling" Sasuke menarik tangan Gaara saat Gaara hendak pergi ke kantin bersama yang lainnya
"Kenapa harus aku ?"
"Hn"
"Jawaban macam apa itu ?!"
"Tunjukkan jalan menuju taman itu"
"Taman itu ?"
"Taman dimana kita bertemu"
"Lewat sini" jawab Gaara ketus
.
Sepertinya Gaara dan Sasuke menjadi lebih ekspresif saat mereka hanya berdua, seperti saat ini. Gaara yang biasanya memasang wajah datar tampak mempoutkan bibirnya. Pemandangan yang hanya dapat dilihat 16 tahun sekali. Dan orang yang beruntung melihat hal itu adalah Uchiha Sasuke. Sasuke terus tersenyum sepanjang perjalanan menuju taman belakang sekolah.
.
"Sudah sampai" Gaara hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Sasuke. Ia menyeritkan dahinya tak mengerti. Sasuke hanya memintanya untuk menunjukkan jalan menuju taman belakang lalu mengapa Sasuke tak memperbolehkannya pergi sekarang ?
"Apa ?"
.
Bukannya menjawab pertanyaan Gaara, Sasuke malah menarik Gaara menuju pohon maple. Keduanya duduk di bawah pohon maple dalam keheningan. Tiba-tiba, Gaara merasa ada beban di bahunya, ia melirik dan menemukan Sasuke tengah bersandar pada bahunya.
"Ceritakan semua tentangmu"
"Tch, Sasuke no Baka. Aku bahkan baru mengenalmu 2 hari"
"Maka dari itu, ceritakan semua tentangmu agar kita dapat lebih mengenal satu sama lain"
"Tch, minggir ! Aku mau pergi"
"Kau tidak akan kemana-mana" Sasuke bertahan pada posisinya dan mulai terbawa ke alam mimpi. Gaara memperhatikan wajah damai Sasuke ketika tertidur. Semburat merah menjalari pipi putih bak porselen milik Gaara karena jarak mereka sangat dekat.
.
.
.
Tak terasa 1 bulan telah berlalu. Sasuke menikmati kehidupan barunya di Tokyo. Sedikit demi sedikit ia mulai melupakan 'dia' dan semua itu berkat pemuda mungil bermata panda. Ya nama pemuda yang berhasil membuatnya hidup kembali adalah Gaara.
.
.
Dering ponsel Gaara berbunyi, membuat pemiliknya yang sedang berada di alam mimpi menggerutu karena tidurnya terganggu.
'Ck, siapa yang menelepon di minggu pagi seperti ini sih ?'
.
"Siapa ?!" ucap Gaara ketus tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya
"Apa aku mengganggu tidurmu ?"
.
'Kami-sama ?! Inikan suara Sasuke'
.
"-ra.. Gaara, kau masih disana ?"
"Eh ? Ya, ya aku masih disini" jawab Gaara
"Apa kau ada acara siang ini ?"
"Tidak, ada apa ?"
"Aku ingin mengajakmu jalan. Bagaimana ?"
"U'um"
"Aku akan menjemputmu 30 menit lagi"
"Baiklah"
.
Gaara segera menyambar handuk dan berlari menuju kamar mandi. Setelah memastikan tubuhnya benar-benar harum, ia keluar dari kamar mandi dan memilih pakaian. Ia sudah membongkar lemarinya tapi tak menemukan satu pakaian pun yang cocok. Gaara merutuki dirinya karena bertingkah seperti gadis yang akan kencan dengan kekasihnya. Setelah mengalami pergulatan batin, pilihannya jatuh pada sweater longgar berwarna krem dan dipadukan dengan celana jeans. Dering ponselnya berbunyi tepat setelah ia menyemprotkan parfum.
"Moshi moshi"
"Aku di depan rumahmu"
"Aku akan segera turun"
.
"Ohayou" sapa Gaara setelah berada di depan Sasuke
"Hn. Ayo masuk" Sasuke membukakan pintu mobilnya
"Jangan memperlakukanku seperti seorang gadis" dengus Gaara
"Kau terlalu manis untuk ukuran pria"
"Tch, menyebalkan"
Sasuke mencubit pelan pipi Gaara dan membuat rona merah menjalar di pipi itu. Gaara memalingkan wajahnya untuk menutupi rasa malunya.
"Seriuslah menyetir, Sasuke. Aku tak ingin mati muda"
"Hn"
"Kita akan kemana ?"
"Kau ingin kemana ?" Sasuke balik bertanya
"Bagaimana kalau Vihara Sensoji ?"
"Baiklah"
.
Keduanya telah sampai di Vihara Sensoji. Sasuke menatap bangunan di hadapannya. Ingatan itu mulai merasuki pikirannya lagi. Tempat ini adalah tempat yang menjadi saksi bisu bersatunya ia dan cintanya di Osaka. Ah, masih pantaskah Sasuke memanggilnya seperti itu ?
.
-Flashback ON-
"Suke~ ayo cepat"
"Itu hanya sebuah Vihara, kenapa kau begitu antusias ?"
"Aish, apa Suke tak tau ? Banyak pasangan yang datang kemari untuk berdoa bersama, lalu-"
"Aku tau cerita itu, hime" potong Sasuke
"Tapi itu hanya mitos belaka, tak akan berpengaruh pada kehidupan kita" lanjut Sasuke
Mendengar penjelasan Sasuke, pemuda itu lantas menundukkan kepalanya. Sasuke sangat panik, karena pemuda yang dicintainya itu selalu menundukkan kepalanya jika ingin menangis.
"Tch, jangan menangis"
"Suke jahat"
"Baiklah ayo kita berdoa bersama"
"Suke mau ?" pemuda itu mengangkat wajahnya
"Anything for you, hime" Sasuke mengecup singkat bibir kekasihnya
-Flashback OFF-
.
"Yak ! Uchiha Sasuke, berhenti melamun"
"Eh ? Ah, gomen"
"Aku memanggilmu ratusan kali tapi kau tidak mendengarku. Kau terus menatap vihara itu. Apa ada sesuatu yang mengganggumu ?"
"Ah, iie. Maaf telah mengabaikanmu"
"Tak apa, ayo kita masuk"
.
"Sudah ?"
"Umm" Gaara menganggukkan kepalanya imut
"Apa yang kau harapkan ?"
"Eh ? Uh ? Ngg, rahasia" Gaara menjulurkan lidahnya lalu terkikik
"Huh kau ini"
"Kita akan kemana lagi Suke ?"
"Bagaimana kalau Odaiba ?"
"Sepertinya menarik" jawab Gaara antusias
"Ayo"
.
.
Perjalanan menuju Odaiba membutuhkan waktu sekitar 45 menit, tapi kedua pemuda itu tidak merasa bosan. Keduanya tenggelam dalam obrolan ringan hingga mereka tak menyadari waktu berlalu begitu cepat. Mereka telah berada di Odaiba, Gaara menarik Sasuke untuk mencoba seluruh permainan di game center. Namun baru setengah permainan yang mereka coba, Gaara merasa kelelahan. Sasuke yang sangat peka menyadari hal itu dengan cepat. Ia membawa Gaara ke salah satu restaurant.
"Kau kelelahan, Gaara ?"
"Tidak"
"Jangan berbohong padaku"
"Umm, aku hanya sedikit lelah"
"Sudah cukup bermainnya. Aku tak ingin kau jatuh sakit"
"Tapi, masih banyak permainan yang belum kita coba"
"Kita akan kesini lagi lain waktu" Sasuke mengelus pipi Gaara
"Benarkah ?"
"Ne, aku janji, Love" Sasuke tersenyum manis
Gaara merona mendengar ucapan Sasuke. Sasuke tertawa kecil melihatnya, ia mencubit pelan pipi Gaara.
"Aku punya sesuatu untukmu" ucap Gaara
"Apa itu ?"
"Ini"
Gaara mengeluarkan kalung berbandul salju dan memakaikannya pada Sasuke. Gaara terkejut karena Sasuke memeluknya tiba-tiba namun ia membalas pelukan Sasuke.
.
.
.
Sasuke dan Gaara tengah menikmati udara segar nan sejuk di taman belakang Tokyo International High School. Keduanya duduk di bawah pohon maple favorit mereka dengan Gaara berada di antara paha Sasuke. Sasuke memainkan surai merah bata milik Gaara.
"Tch, aku bukan anak kecil yang harus kau pangku, Sasuke no Baka !"
"Hn" Sasuke memeluk pinggang Gaara dengan sebelah tangannya yang bebas
"Sasuke, lepas" desis Gaara
"Hn"
.
Gaara memilih mengehentikan perlawanan yang sia-sia karena tenaganya tak sebanding dengan tenaga Sasuke.
"Gaara.."
"Hmm ?"
"Aku.." Sasuke menggantungkan kalimatnya
"Kau kenapa ?"
"Aishiteru yo, Gaara" Sasuke menaruh kepalanya di ceruk leher Gaara
"Tch, aku tak seperti gadis-gadis bodoh itu yang dengan mudahnya kau taklukan"
"Aku tak pernah berpikir bahwa kau sama seperti mereka"
"..."
"Gaa-chan.."
"Berhenti memanggilku dengan panggilan menggelikan seperti itu !"
"Jadi apa jawabanmu, Gaa-chan ?"
"..."
"Jawab atau aku akan menciummu ?!"
"Aku.. Aku tak pernah merasakan apa itu cinta" jawab Gaara seraya menunduk
"Aku akan membuatmu merasakan apa itu cinta" Sasuke menarik lembut dagu Gaara agar ia bisa menatap mata azure milik Gaara. Gaara bergerak gelisah, ia tak nyaman berada sedekat ini dengan Sasuke. Perutnya seakan digelitik oleh ribuan kupu-kupu, ia segera memalingkan wajahnya yang mulai senada dengan warna rambutnya.
Suara bel mengusik momen indah yang dilalui oleh kedua pemuda yang sangat kontras itu. Keduanya berjalan beriringan menuju kelas mereka. Sasuke berusaha menggamit tangan Gaara namun Gaara menepis tangannya.
.
.
"Konnichiwa, minna-chan"
"Konnichiwa, sensei"
"Sensei akan memberikan beberapa pemberitahuan. Sekolah kita akan mengadakan kemah di Jonanjima Seaside Park selama 1 minggu. Dan seluruh siswa diwajibkan ikut"
"Kapan akan dilaksanakan, sensei ?"
"Besok. Sensei minta kalian membawa seluruh keperluan kalian. Ada yang ingin ditanyakan ?"
"Apa kita bebas memilih teman setenda, sensei ?"
"Ya, kalian boleh memilih sendiri teman yang kalian inginkan"
"Baiklah kalau tidak ada pertanyaan lagi, mari kita mulai pelajaran hari ini"
.
.
.
Setelah Kurenai keluar, mulai terdengar 'kericuhan' di dalam kelas itu. Seluruh siswa mulai membicarakan perkemahan yang akan dilaksanakan esok hari.
"Sasuke, aku setenda denganmu ya~" siswi bersurai senada dengan gulali tiba-tiba bergelayut manja pada lengan Sasuke. Gaara mengarahkan tangannya pada dada kirinya yang terasa sakit. Sasuke menepis tangan siswi itu lalu meraih tangan Gaara dan menggenggamnya.
"Aku akan setenda dengan Gaara" ucap Sasuke dingin lalu meninggalkan siswi itu yang terpaku di tempatnya
.
"Apa yang kau lakukan, Baka ?!"
"Hn"
"Bagaimana kalau mereka berpikir yang tidak-tidak tentang kita ?"
"Hn"
"Tch, jawab aku, Sasuke no Baka !"
"Hn"
Gaara hendak pergi karena Sasuke sama sekali tak menanggapi ucapannya. Sebenarnya Sasuke menanggapi ucapan Gaara dengan trademarknya tapi tetap saja... Sasuke menarik tangan Gaara dan dihadiahi deathglare oleh Gaara.
"Lepas.." ucap Gaara dingin
"Hn"
"Sa-"
"Aku mengantuk" Sasuke menarik tangan Gaara menuju pohon maple favorit mereka di taman belakang. Gaara memilih menurut karena ia tau sia-sia melakukan perlawanan terhadap Sasuke.
.
"Duduk" titah Sasuke
"Siapa ka-"
"Duduk atau kucium ?"
"Hhh.."
Gaara lagi-lagi menuruti kemauan Uchiha sulung itu. Ia memejamkan matanya, menikmati semilir angin yang membelai lembut wajahnya. Tiba-tiba Gaara merasakan ada beban di pahanya, Gaara membuka matanya dan mendapati Sasuke tengah berbaring dengan kepalanya berada di paha Gaara. Tangan Sasuke terulur untuk menyentuh pipi tirus milik Gaara dan tak terlihat adanya penolakan dari Gaara. Sasuke membelai lembut pipi itu, Gaara menggenggam tangan Sasuke yang berada di pipinya.
"Kenapa ?"
"Kenapa kau memperlakukanku seperti ini ?" lanjut Gaara
"..."
"Sasuke.."
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya, aku mencintaimu"
"Tapi, kenapa ? Kenapa harus aku ? Padahal aku ini laki-laki"
"Aku gay"
"Kenapa kau memilih menjadi gay ? Padahal kau sangat populer di kalangan siswi"
"Bukan aku yang memilih tapi hatilah yang memilih"
"..."
"Gaara.."
"Hmm ?"
"Aku mencintaimu"
"Aku.. Aku-"
"Sssshh, kau tak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan menunggumu" Sasuke meletakkan telunjuknya di depan bibir Gaara
"Mengenai tenda itu-"
"Aku akan setenda denganmu" potong Sasuke
"Hhh, baiklah"
.
.
.
Hari yang dinantikan oleh seluruh murid Tokyo International High School akhirnya tiba. Mereka menggunakan bis untuk sampai di Jonanjima Seaside Park. Gaara kebingungan mencari tempat duduk namun seseorang menarik tangannya dan membuatnya limbung ke arah orang tersebut.
'Bruuukk'
"Akh.."
"Gaara, daijobu ?"
"Sasuke ? Ah, ne daijobu"
"Duduklah"
"Arigatou, Sasuke"
"Hn"
.
Sasuke tengah mendengarkan musik dari mp3nya namun matanya tak berhenti mencuri kesempatan untuk menatap wajah cantik nan rupawan milik Gaara. Sasuke benar-benar menyukai saat-saat dimana pemuda panda itu membaca buku. Mengapa ? Sebab saat Gaara membaca buku, Gaara akan menampilkan berbagai macam ekspresi yang takkan pernah ia perlihatkan pada siapapun. Kerut-
"Sasuke, aku bisa mati terbakar jika kau menatapku seperti itu" suara Gaara menghentikan imajinasi Sasuke
"Hn"
"Hhh"
"Bosan ?"
"U'um" jawab Gaara sembari mengangguk. Sasuke memasangkan earphonenya pada telinga kiri Gaara. Sasuke memilih lagu yang bertempo lambat untuk Gaara namun sepertinya Sasuke salah memilih lagu. Baru beberapa menit mendengarkan lagu itu, Gaara mulai merasakan matanya memberat.
"Mengantuk ?"
"Hmm" Sasuke menarik kepala Gaara agar bersandar pada bahunya. Gaara tak memberikan perlawanan ataupun komentar. Sepertinya rasa kantuk telah merubahnya menjadi panda manis dan penurut.
.
"-ra.. Gaara, bangun. Sudah sampai"
"Eungghhh" Gaara mengusak pelan matanya
"Ayo" ajak Sasuke. Sasuke tak tega melihat orang yang dicintainya membawa tas yang bisa dibilang sangat berat terlebih lagi Gaara belum sepenuhnya sadar. Sasuke memutuskan untuk membawa tas milik Gaara. Sungguh perhatian, padahal tasnya pun tak bisa dibilang ringan.
"Lho ? Kau membawa 2 tas ?" tanya Kiba saat melihat Sasuke menggendong 2 tas
"Baka Puppy ! Salah satunya itu milik Gaara"
"Ish ! Aku tidak bodoh, bintang shampoo"
"Sudah, berhentilah bertengkar" ucap Sai
.
Sasuke menggamit tangan Gaara sepanjang perjalanan menuju lokasi perkemahan, hal itu menimbulkan pertanyaan dalam benak para siswi. Beberapa dari mereka bahkan mulai menyebarkan gosip mengenai Gaara. Mulai dari Gaara yang menggoda Sasuke, Gaara menyebarkan virus gay, dan semacamnya.
Mata Gaara memanas mendengar celotehan siswi itu, ia mengeratkan genggamannya pada tangan Sasuke. Walaupun terlihat dingin dan kejam, Gaara sebenarmya sangatlah lemah, bukan lemah fisik melainkan mental.
"Tutup mulut kalian atau aku akan membuat kalian kehilangan seluruh kekayaan kalian" ancam Sasuke dengan nada rendah nan dingin membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri termasuk siswi-siswi yang memojokkan Gaara. Mereka menundukkan kepala tak sanggup menatap manik obsidian yang tengah dipenuhi amarah.
"Sasuke, sudahlah. Kasihan mereka. Kalian pergilah" ucap Gaara dengan nada lembut
"Yak, kenapa kau baik sekali pada mereka ?" kritik Kiba
"Entahlah.."
"Ayo cepat, kita disuruh berkumpul" ucap Neji
.
"Baiklah anak-anak, sensei akan menyampaikan aturan perkemahan. Satu tenda untuk 2-3 orang. Kalian tidak boleh pergi sendirian, jika kalian ingin ke suatu tempat kalian harus melapor pada salah satu sensei dan meminta teman kalian untuk menemani. Kalian mengerti ?"
"Ha'i sensei"
"Silahkan dirikan tenda kalian"
.
Gaara hendak mendirikan tenda namun Sasuke manahan tangannya. Gaara memandang Sasuke tak mengerti.
"Biar aku saja. Lebih baik kau beristirahat"
"Ta-"
"Uchiha tidak pernah menerima penolakan" potong Sasuke
"Baiklah"
.
"Gaara, kau mau kemana ?" tanya Sasuke saat melihat Gaara hendak keluar dari tenda
"Toilet"
"Tunggu, biar kutemani. Di luar sangat gelap"
"Tak usah. Aku hanya sebentar"
"Bagai-" ucapan Sasuke terpotong karena Gaara telah meninggalkan tenda
.
'Krek'
"Siapa disana ?"
"Hai, manis. Kau sendirian, heum ? Bagaimana jika kutemani ?"
"S-siapa kau ? Menyingkir dariku !"
"Jangan takut, manis"
"To-tolong.. Tolong.."
'Sasuke, sasuke tolong aku'
.
.
.
.
.
Halo semua~
Aika dateng lagi nih..
Yosh! Gimana chapter 2 nya ? Aneh ? Gaje ?
Tolong tulis pendapat kalian mengenai fic ini di kotak review ne ?
Kritik dan saran readers sangat Aika harapkan..
.
Sebelum pamit, Aika mau ngucapin makasih buat | Gaa-Chama | Guest | gue kece mau apa (Guest) | Ahn Ryuuki | Little Kyung Kyung | MatsuMori Miharu-shan |
Makasih udah mau baca dan mereview fic Aika
Aika juga mau ngucapin makasih buat para siders, Aika sayang kalian..
Tapi Aika lebih sayang kalau kalian mau meluangkan sedikit waktu dan tenaga untuk mereview walau hanya satu kata..
.
Last, Aika pamit dulu, ne ?
Sampai ketemu di chapter selanjutnya~
