Love Of Onlineshop
Chapter 2
Author : Naumi Megumi
Pairing : SasuSaku, NaruSaku and other
Rate : T
Genre: Romance, Humor
Disclaimmer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning:
OOc banget, AU, Gaje, Alur berantakan, Typo, miss typo, abal, ide pasaran, minimnya diskrip, UPDATE Tak Tentu! Pokoknya amburadul! dan silahkan FLAME jika memang fic-ku ini benar-benar memuakkan! ^_^
Summary:
Karena cowok penipu dari Onlineshop, Sakura harus mengalami banyak kesialan, banyak kejadian, dan banyak cidera. Tapi banyak hal yang manis juga, sih. Apa itu?
Lalu, bagaimanakah kisah Sakura selanjutnya dalam mengejar hak uangnya? Read this chapter!
Mari bersama sama kita teriak 'Uye!'
Uye! \(o.o)/
Balasan riview, ada di bawah, ya!
Kalau nggak suka, nggak usah baca, ya! Ntar mual lho!
Jangan Lupa RnR-nya, ya!
So, Enjoy It!
Cerita Sebelumnya:
Sakura jadi korban penipuan sebuah toko online yang bernama 'Chicken Butt Shop'. Yang akhirnya Sakura harus menemui si penipu tersebut yang tinggalnya tidak dekat dengan kotanya sekarang. Dan lebih parahnya, sang penipu tidak mengakui perbuatannya. Ini membuat Sakura jengkel. Lalu, apa yang akan Sakura lakukan?
Sret!
Dengan cepat Sakura menarik dasi biru pemuda itu, hingga mengaharuskan pemuda itu mengikuti arah gerakan tangan Sakura. Sakura menarik dasi pemuda itu ke arahnya. Sehingga mata mereka bertemu secara langsung dan begitu dekat.
LOO Chapter 2:
Sakura menatap mata onyx pemuda itu dengan tajam. Pemuda berambut pantat ayam tersebut sempat kaget saat Sakura menarik dasinya. Walau begitu, ia masih bisa menutupinya dengan ekspresi datar di wajahnya. Ohya, ada satu fakta lagi. Saat tanpa sengaja mata mereka saling bertemu, pemuda itu sempat tenggelam dalam emerald Sakura. Untung saja pemuda itu segera menyadarkan dirinya sendiri. "Lepaskan tanganmu!" perintahnya menahan emosi.
"Kembalikan uangku!" desis Sakura dengan geram. Jika saja ia tidak sabar, ia sudah memukul wajah pemuda tampan yang ada di depannya, seperti rencana awalnya.
"Uang apa? Bahkan aku tidak kenal sama sekali denganmu. Cepat singkirkan tanganmu!" perintah pemuda ayam itu sekali kali dengan menambah tekanan pada nada bicaranya.
Set!
Sakura semakin mengencangkan cengkraman tangannya pada dasi pemuda itu. "Jangan main-main denganku, Ayam!" serunya jengkel. Kesabaran Sakura benar-benar sudah habis. Jika dengan cara halus tidak bisa, Sakura bisa menggunakan cara kasar. Perutnya sekarang sudah terisi, jadi tidak ada kendala lagi baginya untuk merobohkan pemuda di depannya ini dengan satu pukulan.
"Ya Ampun, Sasuke-kunnnnn!"
Gruduk gruduk gruduk!
Tiba-tiba terdengar teriakan dari beberapa perempuan. Gerombolan perempuan itu kemudian lari-lari beramai-ramai untuk mendekati Sakura, atau lebih tepatnya pemuda rambut ayam.
"Hey! Apa yang kau lakukan pada pangeran kami!?" seru salah satu dari gerombolan tersebut, seorang gadis berambut merah cerah dengan kacamata yang mentereng di matanya.
"…" Sakura tak menjawab seruan peremuan merah itu. Ia hanya memandang gerombolan gadis itu dengan pandangan malas. 'Ini pasti semacam fansgirls dari ayam ini,' batinya. "Aw!" pekiknya saat ia merasakan perih di pergelangan tangannnya karena dicakar oleh perempuan gila yang berambut merah muda terang, yang juga bagian dari gerombolan cewek-cewek gila itu. Seketika Sakura segera melepaskan cengkramannya pada dasi pemuda pantat ayam. "Apa yang kau lakukan!?" murkanya dengan menatap tajam gerombolan cewek-cewek penggila pemuda berambut ayam.
"Sasuke-kun~ apa kau tidak apa-apa?" tanya cewek berkacamata tadi sambil membenarkan letak dasi pemuda ayam tanpa menggubris kemurkaan Sakura. Sasuke sempat menangkis tangan gadis berkaca mata tersebut dengan dingin.
"Hey, sebenarnya masalahmu apa, sih pada Sasuke-kun? Mau cari perhatian dengannya?" tuduh cewek berambut kuning lurus dengan poni rata.
Sakura menghela nafasnya malas. Sebenarnya ia tidak mau masalahnya menjadi ribet seperti ini. "Hey, jangan kabur!" serunya saat melihat pemuda pantat ayam membalikkan badannya hendak meninggalkan lokasi perkara. Sakura juga hendak mengejarnya namun para cewek-cewek gila itu menghalangi jalannya sehingga jalannya terganggu. "Iks! Mau kalian ini apa, sih!?" tanyanya kesal.
"Jangan ganggu pangeran Sasuke!" cewek kacamata memperingatkan.
"Memangnya kalian siapa berani melarangku, ha! Aku itu punya urusan ma pantat ayam itu! Berani-beraninya kalian menghalangi langkahku!" seru Sakura melangkah maju menantang gerombolan fansgirls itu.
Melihat reaksi Sakura yang sangat amat jarang dilihat orang fansgirls tersebut, membuat ciut nyali mereka. Biasanya jika mereka sudah beraksi dan memperingatkan para 'penganggu', mereka akan mundur. Tapi Sakura tidak. Bahkan ia berani menantang mereka semua.
"Kenapa!? Mau ngajak berantem? Sini kalau berani! Kalian juga sudah melukaiku, aku akan membalasnya berkali-kali lipat!" ancam Sakura terus melangkah maju. "Hah!"
"Kyaaaaa!"
Seketika gerombolan cewek-cewek itu kabur begitu Sakura menggertaknya dengan menghentakkan kakinya. "Begitu saja udah kabur," komentar Sakura menyeringai. Sakura teringat kembali dengan penipunya. Ia mengedarkan penglihatannya, tapi sama sekali tidak menemukan kepala ayam tersebut. Tanpa sengaja ia melihat meja yang tadi ia tempati bersama naruto, tapi di sana tidak ada naruto. Mejanya kosong. Itu artinya, makanannya… harus ia bayar sendiri. "Sial!" umpatnya. Sakura berniat pergi mengendap-ngendap, tapi keburu pemilik kantin mendatanginya.
"Nona, kata cowok yang ada di sini tadi, katanya minumannya akan dibayar Nona," ujar sang pelayan wanita menunjuk meja tempat pemuda ayam tadi duduk.
"What?!" jerit Sakura tak percaya.
"Ohya, tadi Nona juga duduk di meja itu, kan?" si pelayan menunjuk meja yang tadi Sakura dan naruto duduki. Walaupun agak ragu, ia berharap naruto sudah membayarinya sebagai cowok. "Itu bill-nya juga belum dibayar sama pacar Nona," lanjut sang pelayan.
Sakura tambah menganga dan syok. Oh~ ini benar-benar bulan yang sial buat Sakura. sudah 3 kali ia kena tipu. "Err… jadi sebenarnya begini. Bukannya saya tidak punya uang atau apa, tapi uang saya ketinggalan di rumah ternyata. Dan kartu ATM saya dicopet di jalan tadi… hiks!" Sakura mencoba meluluhkan sang pelayan dengan air mata buayanya. Walaupun alasannya sedikit kurang masuk akal.
"Cara Anda untuk menipu kami itu sudah basi. Banyak orang yang beralasan sama. Kalau Nona tidak bisa bayar, itu berarti Nona harus menyuci piring!" perintah sang pelayan.
"Yah~ jangan dong. Saya di sini itu sedang ada urusan, masa malah disuruh nyuci piring. Err… bagaimana kalau aku bayar pakai sepatu ini?" tawar Sakura lalu melepas sepatu hak tinggi-nya yang berwarna merah muda. "Ini dijamin kalau dijual lagi harganya tinggi soalnya ini asli import!" Sakura mencoba meyakinkan si pelayan agar mau menerima sepatunya sebagai bayaran. Ya walaupun Sakura harus telanjang kaki, tak apalah. Yang penting jangan cuci piring, urusan Sakura di sini kan masih banyak.
"Iya deh. Tidak apa-apa," jawab si pelayan akhirnya setuju. Sakura pun menyerahkan sepasang sepatunya lalu pergi keluar kantin.
"Hihihihi… impor… impor dari luar kota, kota Iwa. Hahaha…" Sakura cekikan sendiri setelah mengerjai si pelayan kantin sekolah tersebut.
_LOO_
"Haduh~ kemana lagi itu orang?" gumam Sakura yang dari tadi keliling sekolah mencari si penipu ayam, tapi belum juga ketemu. Sebenarnya Sakura malu, karena orang-orang terus saja memperhatikannya. Apalagi Sakura tidak menggunakan sepatu. Semakin anehlah ia.
"Hey!" Mendengar suara tersebut reflek Sakura menoleh, tapi begitu ia menoleh, orang yang paling tidak ingin Sakura temui sedang berdiri di sana, yaitu sang satpam mata duitan.
"Gawat, nih!" pekik Sakura. perlahan ia memalingkan wajahnya lagi. "Kaburrr!" Sakura segera mengambil langkah seribu demi menyelamatkan hidupnya dari kejaran sang satpam tersebut. Tak lama kemudian terdengar suara bel sekolah berdering. Mungkin jam istirahat sudah usai.
Sakura terus berlari tanpa tahu arah yang ia tuju hingga ia menemukan jalan naik ke atas. "Mungkin ini arah ke atap," gumamnya lalu menaiki tangga yang ia perkirakan atap sekolah.
Ceklek! Ngiik…
Perlahan Sakura membuka pintu yang ada di depannya tersebut. Begitu pintu terbuka, Sakura disuguhi pemandangan langit yang begitu indah. "Wow, keren!" serunya kagum kemudian merentangkan kedua tangannya untuk menikmati hembusan angin yang cukup kencang menerpa tubuh dan wajahnya.
Sakura berjalan mendekati pagar pembatas atap gedung. "Wow!" lagi-lagi Sakura terpekik kagum saat melihat gedung-gedung besar dengan gedung-gedung kecil di sekitarnya. "Konoha City itu memang keren," gumamnya.
"Eh?" Sakura sperti mendengar sebuah suara yang aneh. Ia menyelipkan helaian rambutnya yang menutupi telinganya ke belakang daun telinganya. Sakura mencoba menajamkan indera pendengarannya. "Seperti suara dengkuran," gumamnya. Sakura mendengar suara dengkuran, tapi dengkuran yang halus, halus sekali.
Sekali lagi Sakura menajamkan pendengarannya untuk mencari sumber dengkuran tersebut. Sakura melangkahkan kakinya mengikuti arah suara tersebut. Semakin Sakura mengikuti suara tersebut, ia semakin mengarah ke samping pintu masuk atap. Di sana terpasang sebuah bilik papan yang tingginya hanya 2 meter dan panjangnya 4 meter. Sakura yakin bahwa suara dengkuran tersebut berasal dari balik bilik tersebut.
Sakura kemudian masuk ke balik bilik tersebut. Ia sedikit terkejut saat melihat orang dalam daftar buronan di catatannya. Ya, si pemuda ayam yang dipanggil dengan sebutan 'Sasuke-kun' oleh para fansgirlsnya.
Sakura benar-benar tidak percaya. Ternyata orang yang ia cari-cari ada di sini dan sedang tidur. Keadaan seperti ini sangat menguntungkan Sakura, karena Sasuke tidak akan bisa kabur dalam waktu dekat.
Sakura melepas tas ranselnya dan menaruhya. Ia duduk berjongkok di samping Sasuke yang masih tidur. Ia melihat pemuda itu mulai dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Tangan kanan Sasuke ditekuk dan diletakkannya di keningnya, sedangkan tangan kirinya ada di atas perutnya. Wajah tampan Sasuke sedikit tertutup oleh helaian rambut hitamnya. Dan juga di kedua telinganya terpasang headphone wireless. Posisi tidur yang sangat keren.
Sakura memandang Sasuke sejenak lalu beralih ke papan tipis yang ternyata untuk menghalangi masuknya sinar matahari yang menyilaukan. Tanpa sadar Sakura mengulurkan tangannya ke arah wajah Sasuke. Ia menyingkirkan rambut hitam Sasuke yang menghalangi pemandangannya saat menikmati wajah tampan Sasuke yang sedang tertidur.
Grep!
Tiba-tiba secara cepat, tangan Sakura dicengkram oleh Sasuke. "Apa yang kau lakuan di sini?" tanyanya yang masih enggan membuka matanya.
"A… err… a-aku…" seketika Sakura menjadi gagap. Sakura merutuki dirinya karena ia malah jadi gagap. Dan kenapa ia jadi salah tingkah sendiri? Hey! Bukankah Sakura memang berniat mencari Sasuke yang sudah menipunya?
Set!
"Kyaa-hmmp!"
Tapi sebelum Sakura mengungkapkan tujuannya yang sebenarnya, tiba-tiba Sasuke bangun dari posisinya kemudian menarik tangan Sakura sehingga Sakura jatuh terduduk di depan Sasuke. Kejadian itu begitu cepat sehingga membuat syok Sakura. Dan saat Sakura hendak berteriak, dengan cepat Sasuke membungkam mulutnya dengan tangannya. Posisi ini seperti Sasuke memeluk Sakura dari belakang dalam posisi duduk. Sakura bisa merasakan hangat dada bisang Sasuke yang menyentuh punggungnya.
Ceklek!
Tap tap tap.
Terdengar sebuah suara pintu yang dibuka dan juga langkah kaki. "Ah~ Sasori-kun…" Terdengar suara desahan perempuan.
Seketika Sakura tersentak saat mendengar nama yang tak asing lagi di telinganya. 'A-apa itu 'di'a?' tanyanya dalam hati.
"Haah~ Anko-sensei, kau… sangat sexy. Ngh~" sahut si lelaki yang bernama Sasori tersebut.
Sakura semakin membelalakkan matanaya saat saat suara desahan tersebut semakin keras. 'Ini… sama dengan waktu itu,' gumamnya dalam hati. Tubuh Sakura tiba-tiba menjadi gemetar dan matanya mulai berkaca-kaca.
Pluk!
Sakura tersentak saat sepasang headphone terpasang di kedua telinganya. Ia mendongakkan kepalanya untuk melihat Sasuke, tapi Sasuke tak melihatnya. Sasuke hanya menekan tombol pada ponselnya untuk menghidupkan lagu dan menambah volumenya sehingga hanya lagu dari ponsel Sasuke lah yang hanya Sakura dengar. Sakura sempat melemparkan senyumnya sebelum ia kembali ke posisi awal. Ia tersentak saat tiba-tiba Sasuke memeluknya dengan erat sehingga tubuhnya mejadi hangat dan nyaman. Bahkan Sakura merasa pipinya juga menjadi hangat.
Selanjutnya terdengar suara desahan yang panas antara murid dan guru yang sedang bercumbu di atap sekolah yang juga ada Sasuke dan Sakura yang bersembunyi di balik papan di samping pintu masuk.
_LOO_
"Terima kasih, Sasori-kun," ucap sang guru wanita itu lalu mencium bibir sasori singkat.
"Ayo kita pergi!"
Kemudian terdengar suara langkah dan pintu dibuka. Guru wanita dan murid laki-laki itu meninggalkan atap sekolah.
Akhirnya Sasuke dapat bernafas lega setelah selama kurang lebih 1 jam ia dan Sakura menunggu sepasang kekasih itu bercinta. Dan selama 1 jam pula Sasuke dan Sakura masih dalam posisi awal tanpa merubah posisi mereka sedikit pun.
Sasuke memegang bahu Sakura untuk memanggilnya, tapi tidak ada respon dari Sakura. Sasuke menaikkan sebelah alisnya bingung. Kemudian ia mencondongkan kepalanya ke depan untuk melihat Sakura. Ia sedikit menaikkan sudut bibirnya geli saat melihat mata Sakura yang tertutup, Sakura tertidur. "Bisa-bisanya ia tidur," gumam Sasuke pelan dengan satu sudut bibir naik.
Melihat Sakura yang tidur, Sasuke mengurungkan niatnya untuk membangunkan Sakura. Bahkan sekarang Sasuke malah menikmati wajah tidur Sakura dengan sudut bibir terbentuk ke atas. Ia lalu menyingkirkan helaian rambut pink Sakura yang menutupi wajah mulusnya. Ini persis seperti yang dilakukan Sakura pada Sasuke saat tidur.
Selama 5 menit Sasuke memandangi wajah Sakura yang tertidur, lalu ia berniat untuk membangunkan Sakura. Ia melepaskan headphone pada telinga Sakura. "Hey, bangun!" bisiknya tepat di depan telinga Sakura.
"Engh," hanya erangan kecil yang keluar dari bibir tipis Sakura.
"Hey, bangun, pink!" Sasuke kembali membangunkan Sakura dengan menambahkan volume suaranya dan sedikit mengguncang bahu kecil Sakura.
Sakura bergerak. Sasuke akhirnya berhasil. Gadis pink itu mengucek kedua matanya. "Ha!?" pekiknya tiba-tiba. 'Ya ampun! Aku ketiduran!' jerit Sakura dalam hati. Buru-buru Sakura mengelap wajah sekitar bibirnya, ia takut kalau ada air liur yang keluar. "Apa mereka sudah pergi?" tanya Sakura yang masih sibuk merapikan penampilannya.
"Hn," jawab Sasuke singka.
Sakura menautkan kedua alisnya tak mengerti maksud kata 'hn' dari Sasuke. Ia kemudian mengintip dari balik bilik untuk memastikannya sendiri. "Ternyata 'dia' masih belum berubah," gumamnya pelan lalu duduk kembali. "Ehm, apa setiap hari dia melakukan itu?" tanya Sakura.
"Setiap hari si playboy itu selalu melakukannya di sini," jawab Sasuke.
"Ya ampun." Sakura memijat pelipisnya pelan. Ia sudah salah tujuan. Baru saja ia memuji keindahan Konoha City, dan beberapa menit kemudian ia sudah dikejutkan dengan seseorang yang sudah pernah menggores hatinya. Ia harus segera pergi dari kota ini dan kembali ke Suna. Tapi ada satu hal yang masih membuat penasaran Sakura. "Dan… kau melihanya setiap hari?" tanyanya ragu.
"Kadang." Lagi-lagi Sasuke menjawab dengan datar dan singkat. Sasuke menoleh pada Sakura untuk melihat ekspresi Sakura. "Kau baru pertama?" tebaknya.
Sakura menundukkan kepalanya. "Bukan, aku juga pernah mendengar 'itu' sebelumnya," jawabnya lirih. "Ohya, pantat ayam. Kau masih punya banyak hutang padaku," tagih Sakura dengan mudahnya mengganti topik. Sasuke hanya menaikkan sebelah alisnya. "Tolong dengan sangat. Kembalikan uangku!" pinta Sakura menengadahkan telapak tangannya.
"Aku sudah bilang bahwa aku tidak mengenalmu!" jawab Sasuke dingin.
"Ya, kau memang tidak mengenalku, tapi kau sudah menipuku!" kata Sakura sedikit meninggikan nada bicaranya.
"…" Tanpa berbicara, Sasuke langsung membalikkan badannya dan pergi jika saja ujung kemejanya tidak ditarik oleh Sakura.
"Aku mohon, pantat ayam…" Sakura sudah membuang semua harga dirinya dan rela memelas pada Sasuke demi uangnya kembali. Sasuke menautkan kedua alisnya saat Sakura memanggilnya dengan sebutan 'pantat ayam' lagi. Semakin sering sebutan 'ayam' itu diucapkan, semakin tidak enak didengar oleh telinga Sasuke.
"Apa?" tanya Sakura yang menangkap ekspresi tidak suka Sasuke. "Bukankah kau sering disebut 'pantat ayam'?" tanyanya.
"Hn?" Sasuke hanya mengalihkan wajahnya sebagai tanda protes atas ketidaksukaannya.
"Ok, lupakan masalah namamu dulu! Aku mau menunjukkan sesuatu." Sakura mengambil tasnya lalu menyalakan netbooknya.
"Kita bicarakan ini nanti. Aku sedang sibuk." Sasuke lalu berjalan menjauhi Sakura dan mendekati pintu keluar.
"Tung—"
"Temui aku di Uchiha's Hotel, kamar 999!" potong Sasuke cepat sebelum ia berlalu.
"Ha!?" sedangkan Sakura hanya bisa mematung. "Apa dia bilang? Uchiha's Hotel? Ya ampun, hotel rampok itu lagi!" jerit Sakura. "Hey, pantat ayam!" Sakura mencoba memanggil Sasuke agar kembali, tapi Sasuke tidak muncul juga.
Sakura menundukkan kepalanya. "Dan bagaimana caranya aku ke sana? Aku kan tidak punya uang. Hiks!" Sakura hanya bisa meratapi nasibnya yang sial. Sedangkan Sasuke memasang senyum yang sangat tipis di balik pintu saat keluar.
_LOO_
"Aku tidak percaya bahwa aku akan kembali lagi ke sini," gumam Sakura lemas. "Ya ampun."
Saat ini Sakura sedang bersembunyi di balik pohon depan Uchiha's Hotel. "Awh!" pekik Sakura yang merasa kakinya nyeri. Ia kemudian duduk di atas kursi besi yang tidak jauh dari pohon. Dilihatnya telapak kakinya yang merah-merah dan membengkak. Tentu saja kakinya akan merah-merah dan bengak, karena ia jalan kaki dari Konoha High School ke Uchiha's Hotel tanpa alas kaki selama 5 jam. Walau ia tidak tersesat, tapi dengan jalan kaki tentu saja akan memakan banyak waktu. Apalagi jalanan panas hingga membuat telapak kaki Sakura panas. Jarak antara sekolah Sasuke dengan Uchiha's Hotel kan memang jauh.
Sempat beberapa kali juga saat Sakura menemui tong sampah, ia pasti mengorek-ngorekknya hanya untuk sekedar mencari alas kaki bekas untuk melindungi telapak kakinya. Tapi nasibnya tidak seberuntung yang ada di drama-drama korea pada umumnya.
"Kalau saja uang itu bukan hasil jerih payahku menabung, aku tidak akan mau repot-repot seperti ini," keluhnya sambil memijat-mijat kakinya.
Sekarang Sakura harus mencari cara bagaimana ia bisa masuk ke hotel itu. Masalahnya, ia sudah pernah membuat kekacauan di sana, termasuk menendang pot yang ada di depan hotel. Jangan lupakan yang satu itu. Sakura kembali menghela nafasnya. Banyak yang dipikirkannya di bawah pohon yang rindang tersebut. Tentang uangnya, nasibnya dan sekolahnya.
"Aaargh~!" teriak Sakura frustasi sambil menjambak rambutnya. "Aah, bodo amat! Yang penting aku harus dapet uangku malam ini. Kalau tidak, aku harus tidur dimana lagi?" gumamnya. "Kalau orang itu tidak mau kasih, aku rampok saja." Sakura hanya mengangguk-angguk sendiri menyetujui pemikirannya.
Sakura pun berdiri, ia sudah bertekad akan menerobos masuk hotel itu. Karena Sakura sudah kehabisan akal, akhirnya ia mengambil cara ini. Ia memakai kaca matanya lalu mulai berjalan ke pintu masuk hotel.
Dengan percaya diri, Sakura berjalan melewati satpam, walaupun ia tidak memakai sepatu.
"Nona!" tiba-tiba sang satpam memanggil Sakura. Sakura pun berhenti tanpa melepas kaca matanya. "Kenapa Nona tidak memakai alas kaki?" tanya sang satpam kepo.
Sakura tetap menengkan diri. "Iya, tadi soalnya ada anak kecil yang tidak memakai alas kaki, jadi aku kasih ke anak kecil itu," jawab Sakura bohong.
"Owh." Sang satpam hanya ber-oh ria. Satpam tersebut kemudian memandangi Sakura dari bawah hingga atas.
"Kenapa, pak? Aku cantik, ya?" tanya Sakura dengan penuh percaya diri.
"Ah, bukan. Tapi sepertinya saya pernah melihat Nona," jawab satpam
Bruk!
"Maaf." Tiba-tiba ada yang menabrak Sakura hingga kacamatanya lepas dan jatuh ke lantai. Dengan sigap, satpam hotel itu mengambil kacamata itu. Tapi saat sang satpam akan memberikan kacamata Sakura, ia teringat sesuatu. "Kau... kau orang yang menendang pot itu, kan?" tanyanya.
Sakura hanya nyengir kuda. "Hehehe... itu... potnya kotor, jadi aku bersihin, Pak. Tapi eh, malah ketendang. Pecah, deh," mungkirnya.
"Kau harus bertanggung jawab. Ayo ikut!" sang satpam hendak menarik Sakura, tapi gerakan Sakura lebih cepat. Sakura segera mengambil kaca matanya yang mahal lalu melarikan diri.
"Tanggup jawabnya kapan-kapan, ya Pak. Daahg...!" seru Sakura saat berlari menuju lift.
_LOO_
Sakura akhirnya sampai di lantai puncak. "Huft! Akhirnya sampai juga." Sakura menarik nafas lega.
"Hey, berhenti!"
"Waduh, gawat!" pekik Sakura begitu ia melihat ada beberapa orang berseragam hitam mengejarnya. Sakura pun berlari sambil menyusuri kamar hotel untuk mencari kamar bernomor 999.
"Hey!" seru orang-orang yang ada di belakang Sakura. Tanpa memerdulikan orang-orang yang mengejarnya, Sakura terus menambah kecepatan kakinya. "Kenapa hidupku jadi ribet gini, sih?" keluhnya.
"Eits!" Kamar 999 sempat terlewati oleh Sakura. Ia pun kembali mundur kemudian menekan tombol bel dengan tidak sabaran. "Aduh, cepet dong!" gumamnya harap-harap cemas.
Ceklek!
Pintu pun terbuka. Tanpa sopan Sakura langsung menerobos masuk dan segera menutup pintu itu. Ia juga melihat dari celah pintu untuk memastikan para petugas hotel sudah pergi atau belum. "Huft! Akhirnya mereka pergi juga," gumamnya lega. Sakura lalu berbalik dan menghadap orang yang tadinya ada di belakangnya. "Kyaa!" jeritnya saat dilihatnya seorang pemuda tinggi dan putih berdiri di depannya dengan telanjang dada. Reflek Sakura menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Walaupun ia tidak merapatkan jari-jarinya sehingga ia masih bisa melihat dada atletis pemuda itu dari celah-celah jarinya.
Sedangkan sang pemuda hanya memandang Sakura dengan aneh. Cewek mana yang berteriak histeris saat melihat dadanya yang telanjang dan menutupi wajahnya dengan tangan, tapi merenggangkan jari-jarinya. Jawabannya yaitu Sakura.
"Kau ini apa-apaan, sih? Telanjang begitu di hadapan seorang gadis. Tidak sopan!" seru Sakura sambil melihat Sasuke dari celah jarinya.
"Kau yang tidak sopan. Masuk sembarangan dan mengintipku dari celah-celah jarimu," balas Sasuke.
Sakura menjadi salah tingkah sendiri. Ia pun menyingirkan tangannya dari wajahnya. "Si-siapa juga yang mengintip?" elaknya. Kemudian dengan tidak sopannya Sakura berjalan melewati Sasuke lalu duduk di sofa empuk yang ada di ruangan itu. "Berpakaianlah dulu! Baru nanti kita bicara." katanya lalu melepas ranselnya dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
Tanpa banyak bicara, Sasuke pun pergi ke balik bilik yang ada diruangan tersebut yang memang khusus untuk ganti baju.
Akhirnya Sakura bisa bersantai sejenak. Kakinya mulai terasa nyeri. Mungkin karena seharian penuh ia berjalan kaki. "Ya ampun, kenapa jadi begini, sih?" keluhnya sambil memijit-mijit kakinya. Sakura menghela nafasnya. Entah sudah berapa kali ia mengeluh dan menghela nafas satu hari ini. Mungkin saja sudah tidak terhitung jumlahnya. Hari ini banyak sekali yang terjadi.
Tak lama kemudian Sasuke keluar dari biliknya. Sedangkan Sakura segera menyalakan netbooknya. "Sini!" Sakura menepuk sofa di sampingnya, menyuruh Sasuke untuk duduk di sana. "Aku mau menunjukkan sesuatu," tambahnya. Sasuke pun duduk di sofa tersebut.
Sakura berkutat dengan netbooknya. "Ini, screenshot bukti bahwa kau menipuku." katanya menunjukkan beberapa screenshot pesan antara dirinya dengan Sasuke.
Sasuke mencondongkan tubuhnya untuk melihat bukti tersebut. Wangi tubuhnya yang habis mandi menguar masuk ke indera penciuman Sakura. "Aku tidak pernah mengirim pesan itu," katanya datar lalu kembali bersandar pda sofanya.
"Oh, ayolah, ayam. Kau akui saja! Kau kembalikan uangku. Semua beres, kan?" tawar Sakura yang mulai lelah dengan semua ini.
Sasuke melihat Sakura dengan wajah datarnya, tapi menyeramkan. "Aku tidak akan pernah bertanggung jawab oleh apa yang tidak pernah kuperbuat!" tegasnya. "Dan satu lagi, namaku Sasuke, bukan ayam!" tambahnya.
Sakura menatap Sasuke sengit. "Terserah. Aku hanya ingin uangku kembali!"
"Aku akan bayar kau lebih dari uangmu yang hilang itu, jika kau mau bercinta denganku," kata Sasuke dengan seringai.
Buagh!
Sebuah pukulan yang lumayan keras dilayangkan Sakura tepat mengenai rahang bawah Sasuke. Sasuke juga sempat merasa nyeri. Ia salah telah meremehkan Sakura.
"Kamu mau ngajak berantem?!" desis Sakura.
Sasuke menyeka darah yang ada di tepi bibirnya. "Baiklah, ayo kita bertaruh!" tawar Sasuke. Sakura menaikkan sebelah alisnya tak mengerti. "Aku tidak terima dan tidak mau kau tuduh sembarangan seperti itu. Kita bertanding. Jika aku menang, jangan pernah menuduhku lagi. Dan jika kau menang, aku akan membayarmu sejumlah uangmu yang hilang. Walau bukan aku yang melakukan semua itu," terangnya.
Sakura menyeringai. Ternyata Sasuke mengajaknya untuk adu tinju. "Baiklah," jawab Sakura langsung menerima tantang Sasuke.
Sakura dan Sasuke pun berdiri. Mereka sudah siap dengan posisi masing-masing. Sakura memulainya dengan mengarahkan tinju kananya ke wajah Sasuke.
Puk!
Tapi sayang, kepalan tangan Sakura dapat ditahan dengan tangan kiri Sasuke. Sakura menyeringai, lalu dengan cepat ia menendang belakang lutut Sasuke sehingga keseimbangannya hilang dan jatuh berlutut. Dengan cepat pula, Sakura mengambil alih tangan Sasuke yang awalnya menahan tinjunya. Ia memutar tangan Sasuke lalu menekuknya ke punggung Sasuke. Sasuke juga sempat terpekik kesakitan saat tangannya diputar dan ditekuk ke balik punggung oleh Sakura.
Sakura menyeringai di balik punggung Sasuke. "Aku menang!" tuturnya dengan penuh percaya diri. Tanpa sepengetahuannya, Sasuke juga sedang memasang seringai di bibirnya.
Sasuke bersiap dan mengumpulkan seluruh tenaganya. Tiba-tiba ia berdiri, mengambil alih tangan Sakura yang menahannya lalu menarik tangan Sakura sehingga tubuh Sakura membentur punggungnya dengan gerakan cepat, Sasuke berlutut lagi dan membanting Sakura ke depan melewati kepalanya dari punggungnya.
"Aw!" pekik Sakura begitu merasakan tangannya amat sakit terasa ingin patah dan ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena rasa sakit yang ia rasakan tersebut. Tiba-tiba tubuhnya terlempar ke depan melewati tubuh Sasuke. Ia hanya bisa memejamkan matanya takut jika punggungnya berbenturan dengan lantai yang keras tersebut.
Sakura merasa ada tangan kekar yang manahan punggungnya dan tangan kanannya masih bertaut dengan tangan yang sama. Ia memberanikan diri untuk membuka matanya. Dilihatnya wajah Sasuke yang tak jauh dari wajahnya. "Kenapa kau menahanku?" tanyanya sinis.
Sasuke menaikkan sudut bibirnya. "Aku menang," ujarnya. "Aku tidak membanting seorang perempuan," jawabnya kemudian.
Sakura segera melepaskan diri dari rengkuhan Sasuke begitu sadar posisinya yang membuat pipinya memanas. "Aw!" pekik Sakura kesakitan saat tanpa sengaja ia menghela tangan kananya. "Tapi kau berhasil mencideraiku!" ketus Sakura sambil menyangga tangan kanannya.
Sakura berjalan kembali duduk ke sofa. Ia memberesi semua barang-barangnya. Ia berdiri, mencangklongkan tasnya di bahu kirinya lalu menengadahkan tangan kirinya pada Sasuke.
"Apa?" tanya Sasuke tak mengerti.
"Ganti uang minumanmu waktu itu!" perintah Sakura. Sasuke mengambil dompetnya yang ada di meja belajarnya. "Dan pinjamin aku beberapa uang. Aku mau pulang. Catat nomer rekeningmu yang asli di kertas. Besok kuganti!" perintah Sakura lagi. "Jika kau benra-benar tidak melakukannya, ya sudah. Aku juga tidak bisa memaksamu untuk bertanggung jawab oleh apa yang tidak kau perbuat. Lagipula, aku juga sudah kalah. Anggap saja semua masalah ini sudah selesai," terang Sakura panjang lebar.
Sasuke yang awalnya hendak mengeluarkan uang, akhirnya mengurungkan niatnya. "Kau masih menyimpan nomer rekening penipu itu?" tanyanya. "Mungkin saja akunku dihack oleh seseorang. Aku akan mencari tahu. Ini masalah nama baikku," tambahnya.
Sakura menautkan kedua alisnya begitu Sasuke menyimpan kembali dompetnya. Dan akhirnya ia pun mengerti maksud pertanyaan Sasuke. "Memang bisa?" tanyanya.
"Aku mempunyai orang yang ahli dalam hal seperti itu," jawab Sasuke.
"Baiklah." Sakura lalu mengotak-atik ponselnya kemudian mengambil bolpoin serta kertas yang ada di meja belajar Sasuke. Tapi ia baru ingat bahwa tangan kanannya sedang sakit sehingga ia tidak bisa menulis. Sakura pun berdecih kesal.
"Sini!" Tanpa permisi-permisi, Sasuke langsung menyambar ponsel Sakura. ia mulai mengotak-atiknya dan tak lama kemudian ponsel yang ada di ranjang Sasuke berdering. "Kau beruntung dapat nomer ponselku," ucapnya saat mengembalikan ponsel Sakura.
"Beruntung apanya," gumam Sakura cuek. Ia lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. "Ohya, mana uangnya?" tagih Sakura kembali menengadahkan tangannya.
"Malam ini kau tidur saja di sini," kata Sasuke kemudian duduk di tepi ranjang king Sizenya.
Sakura menautkan kedua alisnya kembali. "Maksudmu?"
"Aku tidak suka mengulangi kata-kataku," jawab Sasuke datar.
Sakura memanyunkan bibirnya namun kemudian tersenyum. "Ternyata kau cukup baik juga," komentarnya. "Tapi, terima kasih." Sakura tersenyum tulus pada Sasuke. Sakura kemudian melepas ranselnya dan mengambil netbooknya. Ia mengambil bantal dan guling dari ranjang Sasuke dan meletakkannya di sofa.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke yang melihat Sakura mengambil bantal dan gulingnya.
"Setidaknya kau pinjami aku bantal dan guling," jawab Sakura lalu mulai berkutat dengan netbooknya. Sedangkan Sasuke berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan luka di bibirnya lalu kembali ke ranjang empuknya.
"Pantas saja." Sasuke bergumam pelan, tapi Sakura masih bisa mendengarnya.
"Hm? Maksudmu apa?" tanya Sakura mengalihkan perhatiannya pada Sasuke.
"Pantas saja kau mudah ditipu orang. Kau ini muda sekali percaya dengan orang lain. Begitu kutawari tempat untuk menginap, kau langsung mau. Kita baru kenal tadi, tapi kau sudah percaya denganku begitu saja," jawab Sasuke.
Sakura sedikit berpikir. "Tidak juga. Buktinya aku bersikeras menagih uangku walau kau sudah bilang bukan kau yang menipuku," sanggah Sakura.
"Lalu kenapa kau menerima begitu saja saat kusuruh kau tidur di sini?" tanya Sasuke yang belum mengerti alasan Sakura yang sebenarnya.
"Kalau itu, banyak alasan yang membuatku untuk menerima tawaranmu. Yang pertama, karena aku tidak punya uang ke kotaku. Aku pinjam kau uang, kau malah tidak memberinya. Lalu aku mau pulang dengan cara apa? Ngesot?" Sakura sedikit bercanda.
Kriik kriik… kriik kriik…
Tapi sepertinya candaanya sudah basi. Buktinya Sasuke sama sekali tidak tertawa. Tersenyum saja tidak. Sakura sedikit memanyunkan bibirnya. 'Apa dia ini robot?' tanyanya dalam hati. "Dan jika aku tidak punya uang untuk pulang, berarti aku tidur di luar sana. Jika aku tidur di luar sana, mungkin lebih berbahaya daripada tidur di sini. Nah, yang kedua. Aku bukan cewek yang menarik untuk kau jahati atau kau lecehkan. Karena aku tahu dari tampangmu yang err… ya lumayan di atas rata-rata, kau pasti mempunyai standar cewek yang tinggi. Dan alasan yang terakhir, jika kau adalah seorang cowok playboy, mesum, dll… setidaknya aku bisa menghadapimu yang hanya seorang dibandingkan diluar sana yang entah berapa orang yang harus kuhadapi," jawab Sakura panjang lebar.
Entah apa yang dipikirkan Sasuke. Ia hanya diam tak merespon semua alasan Sakura yang panjang lebar ia jelaskan. Ini sedikit membuat Sakura kesal karena Sasuke sendiri yang bertanya, tapi tak ada tangapan sama sekali darinya.
"Aah~ Sudahlah! Jangan bicara lagi denganku!" seru Sakura kesal pada Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya menautkan kedua alisnya dengan wajah tak berdosanya.
"Ohya, kau mau menginap di hotel ini sampai jam berapa? Aku saranin sih jangan lama-lama menginap di hotel ini," ucap Sakura yang tidak lepas dari netbooknya. Padahal ia sendiri yang melarang untuk bicara, tapi kenapa dia sendiri yang melanggarnya?
"Hn, memang kenapa?" tanya Sasuke mulai memejamkan matanya.
"Aku pernah menginap di sini. Kau tahu? Uangku langsung habis hanya menginap satu malam di sini. Uchiha's Hotel itu memang hotel rampok," oceh Sakura.
"Hn," sahut Sasuke seadanya.
Sakura sempat memanyunkan bibirnya karena respon Sasuke yang tidak memuaskan. "Dan kenapa sih kau harus memilih hotel ini? Aku masuk ke sini itu susah sekali. Aku juga ada sedikit masalah dengan hotel ini. Kau tadi juga lihat sendiri kalau aku dikejar-kejar oleh para petugas hotel. Hotel macam apa ini? menghitung biaya per jam. Benar-benar hotel rampok!" dumelnya tak karuan.
"Kau ini berisik sekali." Sasuke berkomentar dengan datar.
"Kalau tidak mau dengar, tidur sana!" kesal Sakura.
Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening. Sasuke sepertinya sudah tidur, sedangkan Sakura masih berkutat dengan netbooknya.
"Ah, tinggal nunggu hasil," Sakura kemudian bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi, karena badannya mulai lengket.
_LOO_
Sakura akhirnya bisa merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan rileks. Di tubuhnya sudah melekat kemeja putih berlengan panjang yang sedikit kebesaran dan celana boxer hitam yang panjangnya hingga lutut karena kebesaran. Tentu saja semua pakaian tersebut dipinjamnya dari Sasuke tanpa ijin.
Beberapa kali Sakura mengaduh pelan karena seluruh badannya pegal-pegal terutama betis dan telapak kakinya. Dan beberapa kali juga ia membalik-balik badannya mencari posisi yang nyaman di sofa. Ia mencoba memejamkan matanya. Tak lama kemudian ia membuka matanya karena tidak nyaman. "Astaga!" pekiknya saat dilihatya wajah Sasuke yang menunduk menatapnya kala matanya terbuka. "Ya ampun, kau ini membuatku kaget saja," komentar Sakura sambil mengelus dadanya karena masih kaget.
Sasuke kembali menegakkan badannya dan menyilangkan tangannya di depan dada tanpa menanggapi komentar Sakura. "Kau sendiri, kenapa memakai baju orang tanpa ijin?" sergahnya.
Sakura pun bangun dan mengambil posisi duduk kemudian memasang senyum termanisnya pada Sasuke. "Hehehe… Cuma pinjam sebentar, kok. Besok aku kembalikan," jawab Sakura. "Bukannya kau tadi sudah tidur?" tanya Sakura.
"Ya, awalnya begitu sebelum kau berisik dan membuatku tidak nyaman dengan tidurku" jawab Sasuke yang kemudian duduk di samping kiri Sakura dan tanpa ijin, ia mengangkat kaki Sakura ke pangkuannya.
"Eh?" Sakura hanya bingung dan menurut saja. Dilihatnya Sasuke mengeluarkan sebuah balsem lalu mengoleskan ke kakinya kemudian memijatnya. Sakura memandang Sasuke sambil tersenyum.
"Aku tahu aku ini tampan," tegur Sasuke yang mengetahui Sakura sedang memandanginya.
"Ha?" cengo Sakura tak mengerti.
"Kau memandangi wajah tampanku, kan?" kata Sasuke dengan penuh percaya diri sambil melakukan aktivitasnya.
Sakura sedikit terkekeh dengan ke-PD-an Sasuke. "Bukan, aku heran saja. Jarang ada cowok yang baik padaku setelah mengetahui sifat asliku," jawab Sakura kemudian merebahkan tubuhnya kembali.
"Sejak awal kita bertemu, kau sudah menunjukkan wujud aslimu," jawab Sasuke tak berperasaan. Sakura hanya mengembungkan kedua pipinya lalu terdiam. "Kenapa netbookmu dinyalakan jika tidak digunakan?" tanya Sasuke.
"Oh itu, aku sedang memperbaiki kartu memoriku. Semua data yang ada di dalamnya hilang. Jadi aku merecoverynya. Dan itu butuh waktu lama. Jadi akan kutinggal tidur," jawab Sakura mulai memejamkan matanya dan tertidur.
Sedangkan Sasuke masih memijat kaki Sakura. Setelah selesai, ia juga mengurut tangan kanan Sakura yang cidera karena dirinya. Sasuke juga memindahkan Sakura yang sudah tertidur ke ranjang king sizenya.
_LOO_
Bias cahaya memasuki kamar Sasuke melalui celah-celah fentilasi udara.
"Hiks! Hiks!"
Sasuke terbangun karena ada sebuah suara yang mengusik tidurnya. Ia membuka matanya sebelah.
"Hiks! Hiks!"
Suara tangisan tersebut semakin jelas tertangkap indera pendengaran Sasuke. Ia pun bangun dari sofanya yang semalam menjadi ranjangnya. Wajah Sasuke sempat terkejut saat melihat seorang gadis yang tidur di lantai samping sofa dengan memeluk lututnya sendiri yang ditekuk. Gadis pink tersebut juga mengeluarkan suara isakan. "Hey, kau kenapa?" tanya Sasuke yang mendekati Sakura.
Sakura mendongakkan kepalanya untuk melihat Sasuke. Air matanya sudah membasahi wajahnya serta dagunya, bahkan matanya sudah sembab. "Hiks! Hiks! Hwwuaaaaa!" Bukannya menjawab, Sakura justru menambah volume tangisnya.
Sebenarnya ada apa dengan Sakura? kenapa pagi-pagi ia sudah menangis tak karuan? Tunggu jawabannya di chapter selanjutnya!
_TBC_
Celoteh Author:
SasuSaku full…! Akhirnya chapter kedua update. Maaf kali ini sepertinya sedikit panjang. Apa membuat mata kalian sakit? Maaf ya. 5k+, Kurang panjang kah? Maaf kalau chap ini tidak sesuai harapan kalian semua. Semoga tidak terlalu mengecewakan.
Fic ini aku buat karena akhir-akhir ini aku juga sedang menggeluti dan mendalami tentang OS (onlineshop). #curcol
Sedikit takut juga kalau-kalau ada yang menipuku gitu. Jadi, akhirnya aku buat Fic LOO ini.
Ohya, aku juga sedang buka lapak di FB, ada komik dan novel. Kapan-kapan mampir ya ke fb-ku. Add megumi_sweet #bisik-bisik ^-^v #promosi
Ok, untuk semua pembaca, mohon review-nya ya. Gk login juga gpp sih, yang penting ada jejaknya.
Akhir kata, terima kasih.
Klaten, 11 Juni 2013
BALASAN REVIEW
Tsurugi De Lelouch: makasih udah review n baca ya :). Yang menipu sakura itu menggunakan akun sasuke, tapi yang nipu bukan sasuke.
Mala Febrianis: ini ada lanjutannya. Kan kemarin udah ada tulisan 'TBC'nya. Ini cahpter k-2 udah lanjut. makasih udah review n baca ya :)
Chicken Cherry: maaf ya lama yang update tapi makasih udah review n baca ya :)
Sami Haruhi 2: makasih bukan sasuke kok yang nipu sakura makasih udah review n baca ya :)
: yang nipu saku masih rahasia, hehe… ini udah update. makasih udah review n baca ya :)
Seiya Kenshin: maaf ya kurang cepet. makasih udah review n baca ya :)
Ricchu: hahaha…. Ehm… mungkin ya, mungkin tidak. Soal bajak, bener. makasih udah review n baca ya :)
Sonedinda: makasih. Tapi maaf gk bisa update kilat makasih udah review n baca ya :)
Michi Gaklogin: makasih michi di chap ini udah aku buat sasuke terpesona dengan keindahan emerald sakura tuh. makasih udah review n baca ya :)
Silvi Ichigo: makasih. Ini udah update. makasih udah review n baca ya :)
Uchiharuno susi: hehe… ini udah update. makasih udah review n baca ya salam kenal juga susi-chan
Desypramitha2: hehe… ya emang berbelit-belit sih… buat selingan biar gk langsung ke konflik gitu. Tapi aku sendiri juga nggak tahu gimana yang bener. Hehe… makasih udah review n baca ya :)
Neko Darkblue: makasih. Ini udah update. makasih udah review n baca ya :)
Ayam berbulu pink: gemes kenapa? makasih udah review n baca ya :)
Raditiya: hehe… bukan sasuk kok yang nipu sakura. dah terjawab di chap ini, kan? makasih udah review n baca ya :)
Sakamoto-kun: hehe… kalau gk humor, romance, gima gitu… aku suka yang romnce tapi ada lucunya. makasih udah review n baca ya :)
Sakumori Haruno: makasih Runa-chan atas review-nya dan udah mau baca :). Gpp kok gk login. Ini udah update lho. Walo lama. Hehehe.
Hoshi Yamashita: hehe… bukan sasuke ternyata yang nipu sakura. tapi siapa? Jawabannya gk ada di chap ini sih tpi di chapter selanjutnya. makasih udah review n baca ya :)
Terimakasih untuk semua pembaca, pe-review, dan juga yang udah me-favo dan me-follow fanfic ini, dan juga buat silent reader. terima kasih banyak.
-KEEP SMILE :) -
