THE DIARY


Aku tak tahu, apakah aku harus bersyukur atau tidak; disaat dirimu hadir dikehidupanku. Aku akui jika pesonamu mampu menembus dinginnya hati dan perasaanku.

Namun, tahukah dirimu disaat aku harus mengagumi sosok rupawanmu dalam diam dan keheningan?

Dan semua – tentangmu – yang aku tuangkan begitu saja di sebuah buku harian, mengundang berbagai konflik yang memnderaku...


THE DIARY

© Shouda Shikaku^^

Genre : AU, Hurt/Comfort, Romance

Recommended Song : Boyce Avenue – F*ckin' Perfect (Acoustic Cover)


Chapter 2 : Lost


Apgeujong, October 4th, 2014; 08.00 a.m (SKT)

Nampak seorang namja jangkung yang tengah sibuk dengan beberapa lembar berkas dan juga ponsel pintarnya. Wajah tampannya terus menguarkan pesona yang menjerat orang-orang yang kebetulan berpapasan dengannya.

Netranya memang terfokus pada screen yang menampilkan jadwalnya satu pekan ke depan. Berbeda dengan otaknya yang terus memproses kejadian yang menurutnya err~ weird?

Ayolah, ia masih agak terkejut, mengingat ia sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk pertemuan yang perusahaan sahabatnya selenggarakan. Namun, semua buyar begitu saja tatkala sesosok bertubuh mungil jatuh terhempas ke tubuh tegapnya.

Jujur, ia baru melihat sosok tersebut. Dan yang membuatnya membeku ditempat, saat Ji Hyun menjelaskan siapa sebenarnya sosok mungil itu..

Dia...

Byun Baekhyun...

Asisten pribadi Han Ji Hyun yang terkenal sebagai pribadi yang ingin selalu terlihat sempurna diberbagai kesempatan. Fyi, yang membuatnya menganga, penampilan Asisten Byun yang jauh dari kata... sempurna.

Langkah kakinya terhenti di meja resepsionist sebuah gedung tempatnya bernaung, PB Ent. Senyum kecil langsung tersemat diwajah rupawannya. Kepalanya mengangguk kecil disaat mata bulatnya menangkap sosok Ryu Sera – kakak sepupunya sekaligus managernya – tengah melambaikan tangan lentiknya.

"Chanyeol-a~ palliwa!" suara merdunya bergaung di lobi yang memang sepi.

"ne, noona~ bersabarlah.." jawabnya sembari mulai mendekati sang manager.

Kening Chanyeol mengernyit, mendapati kakak sepupu tersayangnya tengah asyik memilah berbagai design gaun malam dari katalog keluaran rumah mode yang kemarin ia sambangi, Bright & .Ltd.

"noona~ apa itu?"

"oh, lihatlah Chanyeol-a~ designer favorit noona baru saja mengeluarkan model baru dalam rentang waktu 1 minggu. Hebat bukan?" Sera nampak antusias

"mwo? 1 minggu?" Chanyeol terbelalak.

"yep~ meskipun hanya 3 model. Ah~ Valerian B memang daebbakk~!"

Chanyeol menggelengkan kepalanya. Dan entah mengapa perasaannya merasakan hal yang mungkin akan merepotkan dirinya. Tanpa komando, irisnya memfokus dengan seksama kearah Sera yang nampak berbinar-binar.

"Yeol-a~" suara Sera mendayu-dayu.

"wae?"

Chanyeol menelan salivanya dengan perlahan. Atmosfir lobi kian mencekam. Dan ia langsung bergidik ngeri tatkala ekor matanya tak sengaja menangkap seringai menyeramkan yang terpatri sempurna di wajah cantik seorang Ryu Sera.

"hihihi~ berhubung Ji Hyun sahabatmu, pesankan noona 2 gaun ini langsung Chanyeol-a~"

`glup`

'sial' batin Chanyeol nelangsa. Jangan tanya kenapa Chanyeol tak menolaknya. Ayolah, ia sudah pernah mencoba memberontak. Hasilnya? Chanyeol harus menjalani rawar inap karena muntah hebat. Usut punya usut, Sera memasakan udang pedas asam ditambah sup kentang kalengan tiga hari berturut-turut. Perlu kalian tahu, Chanyeol sensitif dengan makanan kalengan -_-

.

.

.

Bright & Shine , Seoul; 02.00 p.m (SKT)

Disinilah Chanyeol sekarang, dipelataran parkir gedung mewah tersebut. Ia menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum jemari panjannya tergerak untuk meraih ponsel pintarnya di dashboard mobil sport kebanggaannya.

Ia mulai menekan layar ponsel, dan meng-input sekaligus men-dial nomor sahabatnya. Ah~ untung ia datang di waktu yang longgar. Dan ia langsung memasang ekspresi sumringah dari jawaban seseorang diseberang line telepon.

Meanwhile...

Nampak serombongan karyawan yang tengah bercengkrama dalam sebuah elevator. Baekhyun yang memang salah satu dari rombongan tersebut, sibuk memperhatikan tampilan wajahnya melalui dinding lift. Ia tersenyum – manis – mendapati perubahan yang cukup signifikan atas perawatan yang ia lakukan dengan bantuan Kyungsoo tentu saja.

Dan tanpa Baekhyun sadari, Han Sajangnim terus memperhatikannya...

Baekhyun terus memfokuskan otaknya guna mengingat apa saja yang mungkin bisa dijadikan inspirasi olehnya dalam melanjutkan rancangan yang ditugaskan Han Sajangnim 3 jam yang lalu.

`ting`

Lift terhenti tepat di lantai dasar gedung. Senyum yang tadinya terus tersungging di wajah Baekhyun, perlahan memudar. Bertepatan dengan tampaknya sosok anggun nan angkuh seorang No Hae Yeon di depan Lift.

Wajah manisnya tertekuk – cemberut – dengan Kyungsoo yang membeku dibelakang Baekhyun. Irisnya menukik tajam – tak suka – dengan pandangan yang terus tertuju pada satu titik.

Han Sajangnim hanya mengedikan bahunya santai (terkesan tak peduli malah) dan mulai melangkah meninggalkan gedung, masih dengan diikuti karyawan pilihan yang akan melaksanakn reservasi dan observasi lokasi Fashion Festival Week 5 hari mendatang.

Hae Yeon terus menatap Baekhyun sengit, apalagi ketika otaknya secara otomatis memproses kejadian dua hari sebelumnya, dimana Baekhyun – tanpa sengaja – terjatuh dalam pelukan seorang Park Chanyeol.

"cih, dasar muka dua!" gerutunya membuat Baekhyun tersentak.

Tangan Hae Yeon mulai tergerak, melepas simpul indah yang melingkar sempurna di leher jenjangnya, bermaksud melepaskan aksesoris wajib kebanggannya.

`sret`

`brug`

Hae Yeon melemparkan sepotong syal yang ia kenakan kearah Baekhyun; dan membuat berkas yang Baekhyun bawa terjatuh berhamburan. Setelahnya, dengan wajah tanpa beban – seolah tak memiliki kesalahan – Hae Yeon melangkah dengan seksama untuk keluar dari gedung.

Kyungsoo hanya memandang prihatin tanpa bisa membantu mengingat betapa kerasnya sang atasan. Ia tersenyum miris, disambut senyum melegakkan dari Baekhyun.

"gwaenchana~" bisik Baekhyun tanpa suara.

Dengan segera, Baekhyun menyusun kembali berkas yang berserakan seorang diri. Ia bahkan semakin tertunduk disaat cacian karyawan lain yang kebetulan lewat didekatnya. Huh, bahkan mereka tak berniat membantu sama sekali -_-

.

.

Back to Chanyeol side...

Chanyeol segera melesat, meninggalkan kendaraan yang selalu menjadi pengantarnya. Ia mulai membenahi coat yang melekat sempurna di tubuh jangkungnya. Sesekali jemarinya tergerak guna merapikan Syal maupun surai kelamnya.

Seulas senyum tampan singgah di wajah rupawannya, bertepatan dengan irisnya yang memproyeksikan tubuh tegap sang sahabat yang nampak sibuk dengan beberapa karyawan yang mengekorinya.

"Ji Hyun hyung~" serunya riang.

Wajah Han Sajangnim yang awalnya nampak terlihat mendung tiba-tiba berangsur cerah. Suara dalamnya yang terdengar penuh pesona bergaung di lobi yang saat itu di dominasi karyawan wanita.

"oh, kau rupanya.."

'Ya Tuhan~! Kau mendengar suara Han Sajangnim barusan?'

'Han Sajangnim tampan sekali! Omona~'

'ah~ aku iri pada Byun-ssi~'

Han Sajangnim hanya memutar bola matanya malas mendengar ocehan tak bermutu para karyawati tersebut. Dengan segera ia melangkahkan kaki jenjangnya ke arah Chanyeol.

Seulas senyum tipis terukir, membuat Chanyeol menggeleng kecil. Tak perlu berbasa-basi keduanya mulai larut dalam obrolan ringan. Dan setelah pembahasan kecil masalah kerjasama antara keduanya usai, Chanyeol pun mulai mengutarakan maksud kedatangannya.

"hyung, aku kemari ingin membicarakan hal lain tentu saja.."

"aku tahu, pasti Sera Noona menginginkan sesuatu?"

"yeah, tepat seperti dugaanmu, hyung.. dia ingin 2 design gaun malam edisi minggu ini.."

"kau langsung hubungi saja Kepala staff bagian produksi, Dongwoon-ssi, dia juga sedang mengawasi pembuatan produk rancangan ValeB minggu ini..."

"ah~ iya~ Sera Noona menginginkan gaun rancangan ValeB.."

"maka dari itu, langsung saja ke Kepala staff.. aku ada urusan Yeol-a~.."

"ah, arraseo.."

Chanyeol membungkukan badannya sekejap sebelum akhirnya mulai melangkah masuk lebih jauh di gedung mewah tersebut. Langkahnya sempat terhenti tatkala tubuh jangkungnya bertabrakan dengan tubuh mungil seorang namja dengan kacamata full frame yang khas, ya... Byun Baekhyun.

Baekhyun terus memperhatikan Chanyeol meskipun namja jangkung itu nampak acuh. Heuh~ bersabarlah Byun Baekhyun~

Baekhyun kembali melangkah, dengan wajah muram meskipun rona merah dipipinya enggan beranjak.

.

.

.

Baekhyun sampai di kediamannya. Ia langsung menempatkan barang bawaannya di ruang kerja, dan segera membersihkan diri, bermaksud ingin segera menyelesaikan rancangan yang ia janjikan selesai keesokan hari pada Kepala staff.

Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Baekhyun segera berganti pakaian menjadi pakaian rumahan – hanya T-shirt tipis dan celana sebatas lutut – dan segera mematut wajahnya di cermin besar di kamarnya.

Jemari lentiknya tergerak, guna mengelus pipi chubby-nya yang perlahan nampak cerah, karena ia mulai merawat wajahnya perlahan, sesuai saran – lebih tepatnya paksaan – Kyungsoo sahabatnya. Ada benarnya juga ucapan Kyungsoo tempo hari, apa gunanya seorang fashion design lulusan Universitas terbaik tapi penampilan sangat tidak mencerminkan pribadinya sebagai seorang perancang. Minimal tampilannya rapi_begitu katanya.

'Huh~ ada-ada saja Kyungsoo...' batinnya.

Ia mulai tersenyum kecil, disaat ingatan tentang recokan Kyungsoo kembali terngiang. Dan ah~ ia mendadak mendapat ide rancangan untuk Fashion Week. Beberapa saat kemudian, bibir tipisnya mulai bergerak, menggumamkan sepenggal lagu yang indah. Tak ketinggalan, tangannya juga terulur mencari-cari alat tulis yang ia perlukan.

"ah~ saatnya mencatat perkiraan rancangan tuxedo untuk Kyungsoo di buku hari_"

`deg`

Mata Baekhyun membulat. Gerakan tangannya terhenti. Jantungnya berdegup dua kali lipat. Ia mulai panik tatkala buku kesayangannya itu tak ada dimanapun.

"Ya Tuhan~ tidak mungkin kan kalau diary-ku jatuh?" gumamnya perih.

"eotteokkaji~?"

Tubuh mungil pria bermarga Byun tersebut menjelajah penjuru kamar dan ruang kerjanya. Fikirannya berkecamuk. Ia teramat takut jika buku hariannya itu akan jatuh disembarang tempat dan kemudian ditemukan oleh orang jahat.

Baekhyun pun mematung frustasi dengan buliran bening yang terus meluncur dari mata indahnya.


_To Be Continued_


Omake

.

.

Chanyeol tengah sibuk memandangi beberapa sketsa yang menumpuk di nakas tempat tidurnya. Jemari panjangnya bergerak dengan pasti mengikuti hentakan yang menggema di kamar mewahnya.

Tirai berwarna dark blue yang menjuntai di jendela kamarnya bersibak kencang seiring dengan dahsyatnya sang buana yang berhembus, membuat sebuah buku harian yang tergeletak di meja dekat jendela terbuka.

`cklek`

Kaitan buku harian itu terbuka, membuat Chanyeol mengalihkan fokusnya. Ia pun segera meraih buku haian bersampul cokelat tersebut – dengan penuh rasa penasaran tentu saja –

Ia mulai membuka buku harian tersebut, yang ternyata berisi coretan tentang rancangan pakaian, jadwal dan sebagainnya. Ia sempat terkagum dengan kerapihan tulisan yang tercetak sempurna di masing-masing halaman.

"hmmm~ sepertinya pemilik buku ini tipe orang yang ulet.." gumamnya.

Halaman per halaman terus terganti. Dan ia makin ternganga tatkala iris bulatnya menangkap sebuah sketsa rancangan tuxedo elegan berwarna crimson. Setiap detail rancangan itu membuatnya terpesona.

Tak berhenti sampai disitu, ia kembali membalik halamn buku tersebut. Hasilnya? Bagai tersengat jutaan volt listrik, ia mendapati sesuatu yang penting..

"ini... sketsa wajahku?" lirihnya tak percaya.

Coretan tersebut nampak sempurna, dengan sudut-sudut tegas yang menggambarkan wajah rupawannya. Dan yang membuatnya tercengang, sketsa tersebut dibuat langsung dengan sebuah pena, dan fantastis! Tak ada kesalahan!

Irisnya lembali tergerak, bermaksud memastikan, barangkali ada petunjuk atas kepemilikan buku tersebut. Dan ternyata, harapannya terwujud. Terdapat coretan kecil disudut sketsa.

`by : Beautiful Eyes`

Chanyeol langsung mengingat kejadian siang tadi di lobi Bright & Shine... disaat ia berpapasan dengan sosok anggun..

No Hae Yeon..

"aku harus bertemu dengannya besok" ucapnya sumringah.

Dan tanpa Chanyeol tahu, akan ada hati yang tersakiti dikemudian...


A/N :

Omejiii~ omake terpanjang yang aku buat -_- /digampar/

Yosh.. Aku kembali dengan lanjutan The Diary^^ /tebar menyan/

Sempat sedih juga kemarin yang comment cumin 3 biji(?)

Ini juga aku sudah usahakan untuk tetap update, mengingat padatnya jadwal menjelang UAS :'v

Yang minta update careful, tunggu dulu, aku lagi berusaha nyari idenya :D

Tenang saja, dua chapter lagi selesai, kok (kalau di versi aslinya)

Keep review, please (./.)

SALAM CHANBAEK HARD SHIPPER~!

#BAEKCROCHanyaMitos ._.


Balasan Review :

Hunniehan :

wah, thanks ya sudah berkenan meninggalkan review atas ff-ku^^

Happy End? aku usahakan^^ lihat saja nanti, soalnya ff ini chapter-nya pendek

sekali terimakasih atas apresiasinya /peluk cium/

Guest(1) :

iya, aku ambil plot sesuai dengan iklan yang aku lihat, tapi ada beberapa perubahan sebenarnya ._.

thanks atas apresiasinya^^ /peluk cium/

BBH (Guest) :

eum, kira-kira ff ini akan end di chapter 4, dan akan kuusahakan ada chapter tambahan yang murni dari otak randomku

iya, Baekhyun memang dibully -_-

thanks atas apresiasinya^^ /peluk cium/